Anda di halaman 1dari 2

ADD Minimal 10% Untuk Kesehatan

Masyarakat Desa
January 29, 2016
6069

KISARAN | SUMUT24
Lahirnya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang desa diharapkan menjadi ajang pembuktian
bagi pemerintahan sejauh mana mampu mengimplementasikan alokasi dana desa (ADD) untuk
percepatan pembangunan.

Demikian juga pemerintah desa diharapkan mampu memanfaatkan ADD tersebut minimal 10%
untuk program kesehatan di masyarakat desa. Bersama anggota Forum KIBBLA (Kesehatan Ibu
dan Bayi Baru Lahir) kecamatan dan desa bersama Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa
(Bapemas) Kabupaten Asahan berdiskusi di Kisaran, Rabu (27/1).

Ketua Forum KIBBLA Asahan, Nazli berharap merujuk terhadap Kepmenkes tersebut, seluruh
anggota forum Kibbla di desa harus dapat mengadvokasikan pengalokasian dana desa 10%
tersebut untuk berbagai kegiatan UKBM, sehingga unsur kesehatan yang diwakili usia harapan
hidup menjadi konstribusi dalam ADD ini.

“Sekitar 10% dana desa harus dialokasikan untuk program kesehatan hal ini sesuai dengan
Keputusan Menteri Kesehatan RI No : HK.02.02/Menkes/52/2015 tentang rencana strategis
kementerian kesehatan yang mendorong desa untuk mengalokasi dan memanfaatkan dana desa
minimal 10% untuk Usaha Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM),”kata Nazli.

Pembangunan terhadap kesehatan masyarakat ditambahkan dia, harus lebih dibangkitkan


disamping meningkatkan pembangunan infrastruktur didesa. Supaya penduduk di desa dapat
mencapai pada usia harapan hidup yang panjang dengan berbagai kegiatan yang bisa dicapai
misalnya posyandu, posyandu lansia, program penekanan angka kematian ibu dan bayi baru
lahir.

UKBM atau Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat merupakan unit-unit kesehatan yang
dikelola langsung oleh masyarakat, sudah sepatutnya mendapat manfaat dari kehadiran ADD.
Seperti diketahui didesa sudah berkembang berbagai kegiatan UKBM seperti Poskesdes,
Posyandu, Posyandu Lansia, dan lain lain.

Namun demikian perkembangan UKBM yang ada didesa hingga saat ini masih banyak
mengalami kendala serta permasalahan sehingga dukungan ADD diharapkan dapat mampu
membantu permasalahan yang dihadapi oleh UKBM pada umumnya.

Kepala Bappemas Asahan melalui Ahmad Afandi SSos MSi, Kasubid Bantuan Pembangunan
Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat yang hadir menjadi pembicara dalam kesempatan tersebut
mendukung upaya pengalokasian dana desa 10% untuk kesehatan.

“Dorongan untuk dapat mengalokasikan minimal 10% ADD bagi kegiatan UKBM tentunya
harus didukung oleh semua pihak terkait. Tak terkecuali juga Pengurus Forum Kesehatan
Masyarakat Desa (FKMD) serta kader Forum Kibbla yang telah terbentuk di desa desa. Sehingga
masyarakat peduli kesehatan tidak hanya menjadi penonton terhadap pembagian kue
ADD,”pungkasnya.

Dia berharap peran pendamping Forum Kibbla di desa desa ini, mampu mengawal keberpihakan
ADD sebanyak 10% untuk program kesehatan di desa sesuai dengan UU no 6 Tahun 2014
tentang desa dan Permenkes RI tentang memanfaatan dana desa untuk pembangunan program
kesehatan. (teci)