Anda di halaman 1dari 3

6.

1 Tanggung jawab untuk mendeteksi fraud


Tanggung jawab auditor untuk mendeteksi kecurangan telah menimbulkan kontroversi
dan dipercaya bahwa auditor bertanggung jawab untuk mendeteksi kecurangan. Deteksi
kecurangan dan kesalahan pada satu waktu merupakan fungsi penting dari audit, tetapi
auditor hari ini berkonsentrasi pada penilaian integritas dan kompetensi manajemen, dan
efektivitas pengendalian internal, menggunakan prosedur analitis, dan membatasi sebagian
besar pekerjaan audit rinci untuk area berisiko tinggi.
Standar audit pada fraud menyatakan bahwa bukan fungsi auditor untuk mencegah
fraud dan kesalahan, tetapi auditor itu merencanakan, melakukan dan mengevaluasi
pekerjaan audit mereka agar memiliki ekspektasi yang wajar dalam mendeteksi salah saji
material yang timbul dari kesalahan atau fraud. Manajemen memiliki tanggung jawab
utama untuk mencegah dan mendeteksi terjadinya penipuan melalui sistem pengendalian
internal dan sarana lain yang sesuai.
Auditor memang merencanakan dan melakukan tes audit untuk membatasi
kemungkinan bahwa penipuan material dan penyimpangan tidak terdeteksi. Proses ini
dimulai pada tahap perencanaan ketika auditor mempertimbangkan perusahaan dan
lingkungannya dan risiko yang dihadapi.
Auditor membatasi Auditor berpendapat bahwa mereka tidak dapat menjamin deteksi
semua penipuan dan kesalahan karena:
(1) Keterbatasan inheren dalam teknik dan tes audit;

(2) Tipu daya, kolusi dan cara lain untuk menyembunyikan penipuan membuat deteksi menjadi
sulit;

(3) Bukti audit adalah yang diperlukan untuk membentuk opini dan tidak secara spesifik untuk
menemukan kecurangan.
Kecurangan Laporan Keuangan dapat dicapai dengan:

 Manipulasi, pemalsuan, supresi atau perubahan catatan akuntansi atau dokumentasi


pendukung.
 Keliru dalam melaporkan transaksi, kejadian, dan informasi penting secara sengaja
 Kesalahan penggunaan prinsip akuntansi.
 Klasifikasi atau pengungkapan yang tidak pantas dalam akun.
Tekanan untuk kesalahan dalam merepresentasikan kinerja keuangan kemungkinan besar
dikarenakan keadaan berikut:

 Ketika perusahaan memiliki kinerja yang buruk, bahkan mungkin mengalami kerugian
 Ketika perusahaan dibawah tekanan dari ekspektasi pasar pada tingkatan profit
perusahaan
 Ketika perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang tinggi dari profit dalam beberapa
tahun, Direktur akan berharap untuk menunjukkan pertumbuhan yang berlanjut
 Ketika perusahaan telah ekspansi dengan mengakuisisi perusahaan lain
 Ketika perusahaan memiliki masalah likuiditas dan direktur tidak menginginkan
pemegang saham atau pasar mengetahui hal ini
Faktor risiko yang mungkin terkait dengan kemungkinan insiden fraud yang lebih tinggi
dikategorikan lebih lanjut oleh kondisi yang kemungkinan akan ada baik ketika ada salah saji
yang timbul dari (i) pelaporan keuangan fraud atau salah saji yang timbul dari (ii)
penyalahgunaan aset.

(i) Faktor-faktor risiko fraud pelaporan keuangan:


 Insentif/ Tekanan
Ketika perusahaan memiliki pentumbuhan yang berkelanjutan, mungkin akan
ada tekanan pada manajemen untuk memanipulasi laporan keuangan
 Peluang
Ketika sebuah perusahaan terlibat dalam transaksi yang kompleks, mungkin
melibatkan pihak terkait di luar negeri, ini dapat memberikan kesempatan bagi
manajemen untuk terlibat dalam fraud pada pelaporan keuangan
 Sikap/Rasionalisasi
Ketika diketahui bahwa perusahaan di masa lalu telah bersalah melanggar
hukum atau terlibat dalam praktik yang tidak bermoral, ini akan menjadi
indikator bahwa sikap manajemen terhadap aktivitas tersebut adalah bahwa
mereka lebih mungkin terlibat dalam kegiatan penipuan.
(ii) Faktor-faktor risiko penyalahgunaan aset:
 Insentif/ Tekanan
Keadaan karyawan individu, seperti contohnya berada dalam utang dapat
menciptakan tekanan bagi individu untuk menyalahgunakan aset yang rentan
terhadap pencurian.
 Peluang
Aset bernilai tinggi yang dapat direalisasi dan digabungkan dengan kontrol
internal yang buruk atas aset dapat memberikan peluang kepada karyawan atau
manajemen untuk melakukan tindak penyalahgunaan aset.
 Sikap/Rasionalisasi
Mengabaikan pentingnya pengendalian internal, kegagalan untuk
memperbaiki kekurangan dalam pengendalian internal dan manajer yang
mengabaikan pelanggaran kontrol atau penggantian kontrol mungkin
menandakan kurangnya perhatian tentang kemungkinan penyelewengan

Pentingnya penilaian risiko oleh auditor tercermin dalam ISA 240 yang meletakkan tekanan
pada sejumlah faktor, termasuk:

 Auditor berdiskusi dengan manajemen dan TCWG tentang proses yang mereka lakukan
untk memenuhi tanggungjawab mereka sehubungan dengan deteksi fraud.
 Auditor juga harus memastikan dari manajemen dan auditor internal jika mereka
mengetahui adanya fraud yang terjadi atau memiliki kecurigaan bahwa fraud mungkin
terjadi.
 Auditor juga akan memastikan jika fungsi audit internal telah dilakukan khusus dengan
tujuan untuk mendeteksi fraud dan untuk menentukan hasil dari tes mereka.
 Auditor juga harus menanyakan kepada TCWG bagaimana mereka menentukan proses
dan prosedur yang telah digunakan manajemen untuk mengidentifikasi risiko
munculnya fraud.
 Auditor, ketika melakukan prosedur penilaian risiko, harus juga mempertimbangkan
jika terdapat faktor risiko fraud.

Melaporkan Fraud dan Kesalahan