Anda di halaman 1dari 2

Ahmad Nabil, Menapak Tangga Dunia

Yang muda yang berprestasi. Rasanya kalimat tersebut amat tepat ditujukan pada Ahmad
Nabil, atlet nasional taekwondo berbakat yang dimiliki Indonesia saat ini. Betapa tidak, di
usianya yang masih belia ini, ia telah mampu menoreh banyak prestasi, baik event nasional
maupun internasional.

Wajar saja demikian. Lajang kelahiran Kairo tahun 1988 ini mempunyai minat yang besar
terhadap seni bela diri asal Korea. Sedari usia dini, Ahmad Nabil sudah memiliki tanda-tanda
untuk menjadi taekwondoin besar Indonesia kelak. Usia lima tahun, ia sudah dikenalkan
orang tuanya dengan olahraga bela diri asal Korea ini. Tak heran, ketika teman sebayanya
asyik bermain, ia malah rajin menyambangi tempat latihan Taekwondo.

Hasilnya terbukti. Pelan tapi pasti, ia menapaki tangga dunia. Indonesia Raya berkumandang
di negeri orang buah kemahirannya mengolah kaki melumpuhkan lawan. Usia 9 dan 10 tahun
itulah, penyuka film dan karaoke ini menggondol untuk pertama kalinya medali emas secara
berturut-turut di tahun 1997 dan 1998. Ketika itu Ahmad Nabil masuk di kalangan elit papan
atas dalam kejuaraan dunia taekwondo Sang Yong Cup di Jerman.

Keberhasilan tersebut tak membuatnya puas. Justru kata Nabil, menjadi juara dunia di usia
muda sebagai pemicu kegigihannya untuk terus berprestasi. Malah ia bertekad untuk
mengibarkan kembali Merah Putih di ajang turnamen internasional. Tentu semua itu mesti
dicapai dengan serius dan penuh keuletan. “ Saya selalu menjalani semua aktivitas, termasuk
taekwondo ini dengan serius dan tekun,” ungkapnya.

Tak salah, seiring bertambahnya usia, torehan prestasi anak kedua dari tiga bersaudara
pasangan Mohamad Saqih dan Mu’minah ini kian kinclong saja di laga Taekwondo. Bahkan
dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII yang baru lalu, ia sukses meraih emas untuk
kontingennya. Boleh dibilang prestasi demi prestasi seolah lekat dengan dirinya yang
membuatnya tetap bersahaja.

Kesahajaan itu rupanya lekat dengan motto hidupnya yang terkesan filosofis. Ahmad
cenderung menarik pengalaman dari perjalanan hidupnya itu untuk tetap bangkit meski dalam
kekalahan sekalipun di arena laga seni bela diri ini. Hal ini bisa jadi jarang dimiliki oleh atlet
manapun ketika orang berada dalam situasi tersebut. “Penderitaan itu amat lekat kaitannya
dengan kesuksesan,” katanya berfalsafah.

Jika sudah demikian, apapun tekanan yang dialaminya tidak bakal membuatnya menyerah.
Apalagi berputus asa. Pantang bagi anak muda yang memiliki target juara dunia dan
wirausahawan sekaligus ini untuk larut dalam kegagalan. Baginya semua itu ia lakoni dengan
sungguh-sungguh untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama bangsa di arena
internasional. Semoga.*En (diolah dari berbagai sumber).

Data Pribadi:
Nama: Ahmad Nabil
Lahir: Kairo, 11 Januari 1988
Tinggi: 173 cm
Berat: 54 kg

Prestasi:
 Medali Perak 12th World University Taekwondo Championship Pocheon, Korea di
Kelas Under 54 kg, tahun 2012
 Medali Perunggu Sea Games XXVI Jakarta di Kelas Under 54 kg, tahun 2011
 Medali Perak 15th Asian University Games Chiangmai, Thailand di kelas under 54
kg, tahun 2010
 Medali Perunggu Asian Taekwondo Championship, Ho Chi Minh City Vietnam di
kelas under 54 kg, tahun 2012
 Medali emas Kejuaraan Taekwondo ASEAN (ATF) ke-9 Ho Chi Minh City Vietnam
tahun 2009 nomor Fin senior putra
 Medali Perunggu 7th Chuncheon Open Taekwondo Championship tahun 2009
 Medali emas Kejurnas Taekwondo di Malang tahun 2010
 Medali emas PON XVIII Pekan Baru, Riau di kelas under 54 kg tahun 2012
 Medali emas Kejuaraan Dunia Taekwondo Sang Yoong Cup di Jerman, tahun 1997
dan 1998.