Anda di halaman 1dari 9

Jurnal Keperawatan NO.

ISSN 2088-1851

PENGARUH GERAKAN SHALAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI
DI GAMPONG BALE ULIM KECAMATAN ULIM KABUPATEN PIDIE JAYA 2016

THE INFULENCE OF PRAY MOVEMENT TO DECREASE BLOOD PRESSUREFOR ELDERLY HYPERTENSION


AT BALE ULIM VILLAGE IN ULIM DISTRICT OF PIDIE JAYA 2016

Rifki Malasyi1), Alpi Sri Rakhmayana2)

1Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam,


2Dosen Pembimbing Program Studi Ilmu Keperawatan Medika Nurul Islam
1Student of Nursing Science Medika Nurul Islam,
2Supervisor Nursing Science Program Medika Nurul Islam Sigli
E-mail: rifkimalasyi1992@gmail.com
E-mail: alpisrirakhmayana@gmail.com

Abstrak
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup dominan di dunia, baik di negara-negara maju maupun di
negara-negara berkembang. Data World Health Organization (WHO) tahun 2013 menunjukkan prevalensi penderita
hipertensi secara umum pada orang dewasa berusia 25 tahun dan lebih adalah sekitar 40%. Hipertensi juga diperkirakan
mampu menyebabkan 7,5 juta kematian dan sekitar 12,8% dari seluruh kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan gerakan shalat terhadap tekanan darah pada Lansia Hipertensi di Gampong Bale Ulim Kecamatan Ulim
Kabupaten Pidie Jaya 2016, sebelum dan sesudah melakukan gerakan shalat. Jenis penelitian ini bersifat experimental
dengan menggunakan rancangan penelitian Control Group with pre-test and post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh lansia yang menderita hipertensi yang ada di Gampong Bale Ulim kecamatan Ulim kabupaten Pidie Jaya yaitu 36
orang dan tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang, pengumpulan
data dilakukan pada Agustus 2016. Analisa data dilakukan dengan menggunakan statistik uji paired t-test. Nilai keyakinan
yang dipahami dalam uji statistik adalah 0,95 dan nilai kemaknaan ά = 0,05. Hasil penelitian yang diperoleh adalah t-hitung
sebesar 20,283 yang dikonsultasikan dengan t-tabel dengan tingkat kemaknaan 0,05 dan db = 17 didapatkan hasil t-tabel
yaitu sebesar 2,110 atau t hitung lebih besar dari t-tabel (20,283 > 2,110) artinya ada pengaruh pemberian gerakan shalat
terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada
pengaruh gerakan shalat terhadap penurunan tekanan pada lansia penderita hipertensi di Gampong Balee Ulim Kecamatan
Ulim Kabupaten Pidie Jaya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pasien hipertensi yang
beragama Islam untuk dapat mengontrol tekanan darahnya melalui aktivitas keagamaan seperti shalat, sebagai penunjang
dalam pengobatan non farmakologi.

Kata kunci : Gerakan shalat, Tekanan darah, Hipertensi, Lansia

ABSTRACT
Hypertension is one health problem that is dominant in the world, both in developed countries and advanced countries.
Based on the data of WHO in 2013 showed that commonly the prevalence of hypertension is 40 % for those 25 years old.
Hypertension is also cause 7,5 million deaths and 12,8 % of all deaths. This study aims to know the relationship of pray
movement to blood pressure for the elderly hypertension at Balee Ulim Village in Ulim District of Pidie Jaya in 2016 before
and after the pray movement. This research is experimental research desigh, it used Control Group with pre-test and post-
test. The populations in this study were all elderly hypertensions at Bale Ulim Village in Ulim District of Pidie Jaya, they
were 37 and the samples in this study were 37 people, the technique used in this study is total sampling. Data collection
were conducted in August 2016. The data were analyzed using paired t-test statistic, value beliefs understood in statistical
test is 0,95 and the value of significance α = 0,05. The result obtained for t-count is 20,283 consulted to t-table with a
significance level of 0.05 and db = 17, the table result is 2,110 or t-count is larger than t-table (20,283 > 2,110) it means that
there is a infulence of pray movement to reduct of blood pressure for elderly hypertension. Based on the results of this
study, it can be concluded that the relationship of pray movement to decrease the pressure for elderly hypertension patients
at Bale Ulim Village in Ulim District of Pidie Jaya. The results of this study are expected to provide input for hypertension
patients who are Muslims to be able to control his blood pressure through religious activities such as pray, as a support
treatment of non-pharmacological.

Keywords: Pray Movement, Blood Pressure, Hypertension, Elderly

STIKes MEDIKA NURUL ISLAM


1
Jurnal Keperawatan NO.ISSN 2088-1851

Pendahuluan jantung untuk memompa darah pun akan


Hipertensi merupakan salah satu menurun sehingga tekanan darah ikut menurun
masalah kesehatan yang cukup dominan di (Mills, 2012).
dunia, baik di negara-negara maju maupun di Ibadah merupakan suatu aktivitas
negara-negara berkembang. Data World Health keagamaan yang dapat menimbulkan respons
Organization (WHO) tahun 2013 menunjukkan relaksasi melalui keimanan (Benson & Proctor,
prevalensi penderita hipertensi secara umum 2010). Keimanan akan menyebabkan
pada orang dewasa berusia 25 tahun dan lebih seseorang selalu berzikir (ingat kepada allah).
adalah sekitar 40%. Hipertensi juga Kemudian zikir akan menimbulkan rasa tenang
diperkirakan mampu menyebabkan 7,5 juta dan tentram dalam hati, sehingga
kematian dan sekitar 12,8% dari seluruh menghilangkan rasa gelisah, putus asa,
kematian. ketakutan, kecemasan dan duka cita (Tebba,
Hipertensi atau disebut juga dengan 2008).
tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi Shalat merupakan suatu sistem ibadah
dimana pembuluh darah telah meningkatkan yang tersusun dari beberapa perkataan dan
tekanannya secara terus-menerus. Hipertensi perbuatan, dimulai dengan takbir dan diakhiri
menunjukkan tingkat tekanan darah di atas dengan salam, berdasarkan syarat-syarat dan
batas normal. Tekanan darah dewasa normal rukun-rukun tertentu. Shalat tidak hanya
didefinisikan sebagai tekanan darah 120mmHg mengandung nilai spiritual tetapi juga
untuk sistolik dan tekanan darah 80 mmHg mempunyai aktivitas fisiokal, mengendorkan
untuk diastolik. Ketika tekanan darah sistolik badan dan jiwa dari segala ketegangan serta
≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 menumbuhkan perasaaan kedamaian dan
mmHg, tekanan darah dianggap tinggi kepuasan (Wibisono, 2011).
(Smeltzer, 2010).
Teknik relaksasi memiliki efek yang Metode Penelitian
sama dengan obat anti hipertensi dalam Setting Penelitian
menurunkan tekanan darah. Prosesnya yaitu Konsep penelitian tidak dapat diukur dan
dimulai dengan membuat otot-otot polos diubah secara langsung agar dapat diamati
pembuluh darah arteri dan vena menjadi rileks dan diukur, maka konsep tersebut harus
bersama dengan otot-otot lain dalam tubuh. digambarkan kedalam sub-sub variabel yang
Efek dari relaksasi otot-otot dalam tubuh ini saling berhubungan dan saling mempengaruhi
akan menyebabkan kadar norepinefrin dalam elemen tersebut dalam variabel pretest,
darah menurun. Penurunan kadar norepinefrin intervensi, postest
dan epinefrin dalam darah menyebabkan kerja
Pre-test Intervensi Pos-test

Tekanan Darah Tinggi Gerakan Shalat Tekanan Darah


Normal

STIKes MEDIKA NURUL ISLAM


2
Jurnal Keperawatan NO.ISSN 2088-1851

Instrumen Penelitian persentase dari tiap variabel. Analisa ini


instrument Penelitian yang digunakan dalam dilakukan untuk mendeskripsikan variabel
penelitian ini adalah lembar observasi yang penelitian dengan membuat tabel distribusi
berisikan tentang pengamatan gerakan shalat frekuensi atau untuk mendeskripsikan data
meliputi gerakan takbiratul ihram, sujud, dan tampilan dalamproporsi atau persentase dan
ruku′ tabel (Hidayat, 2009).

Rancangan Penelitian 2. Analisa Bivariat


Desain penelitian yang digunakan Analisa bivariat dilakukan untuk
dalam penelitian ini adalah penelitian mengetahui interaksi antar variabel, baik
experimental dengan menggunakan rancangan bersifat koparatif, asosiasi ataupun korelatif
penelitian Control Group with pre-test and post- pada dua variabel (Saryono, 2011).
test. Yaitu menggunakan hubungan sebab Analisa bivariat dalam penelitian ini
akibat dengan cara melibatkan kelompok dilakukan untuk mengetahui pengaruh gerakan
kontrol di samping kelompok perlakuaan. shalat terhadap penurunan tekanan darah
Dalam rancangan ini kelompok eksperimen pada lansia hipertensi digunakan uji t
diberi perlakuaan sedangkan kelompok kontrol berpasangan (paired test). Uji paired t-test
tidak. Pada kedua kelompok diawali dengan berujuan untuk melihat perubahan perlakuan
(pretest) dan setelah pemberian perlakuan dengan membandingkan kondisi sebelum dan
diadakan pengukuran kembali (postest). sesudah intervensi.
Adapun rumus dari paired t-test
Teknik Analisis Data adalah:
Teknikanalisis data yang digunakan dalam d
penelitian ini adalah sebagai berikut: t=
sd
4.1 Analisa Data √n
Analisa data untuk mengetahui
keseimbangan antara kelompok eksperimen Keterangan :
dan kelompok kontrol serta menguji perbedaan d : Rata-rata dari beda antara
tekanan darah masing-masing kelompok nilai paired pre – test dengan
perlakuan dan kelompok kontrol, peneliti post – test
menggunakan uji parametrik paired t-test . Uji sd : Simpangan baku dari d
paired t-test bertujuan untuk melihat perubahan n : Banyaknya sampel
perlakuan dengan membandingkan tekanan
darah sebelum dan sesudah intervensi pada 3. Penyajian Data
kelompok perlakuan, dan melihat perubahan Data yang telah dikumpulkan akan di
pada kelompok kontrol yang diberikan olah melalui computer /softwer, kemudian
intervensi sebelum dan sesudah. Analisa data disajikan dalam bentuk table distribusi
pada penelitian ini meliputi analisa univariat frekuensi.
dan bivariat.
1. Analisa Univariat
Analisa univariat bertujuan untuk
mendeskripsikan semua variabel yang diteliti.
Analisa univariat menghasilkan distribusi dan
STIKes MEDIKA NURUL ISLAM

3
Jurnal Keperawatan NO.ISSN 2088-1851

Hasil dan Pembahasan Pengaruh gerakan shalat terhadap penurunan


Berdasarkan hasil penelitian yang tekanan darah tinggi pada lansia hipertensi di
peneliti lakukan pada tanggal 16 sampai 26 Gampong Balee Ulim Kecamatan Ulim
september 2016. Pada lansia yang menderita Kabupaten Pidie jaya
hipertensi, dengan menggunakan lembar
observasi dimana aspek yang diteliti adalah
1) Data Umum
Tabel 5.1
Distribusi frekuensi Lansia Penderita hipertensi di Gampong Bale Ulim
Kecamaatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya Berdasarkan Jenis Kelamin

Kelompok
Kelompok Kontrol
No Jenis Kelamin Eksperimen Jml %
f % f %
1 Perempuan 13 36,1 15 41,7 28 77,8
2 Laki-laki 5 13,9 3 8,3 8 22,2
Jumlah 18 18 36 100,0
Sumber : Data Primer di olah, 2016
Berdasarkan tabel 5.1 menunjukkan responden pada kelompok kontrol dengan jenis
bahwa responden pada kelompok eksperimen kelamin perempuan yaitu sebanyak 15
yang berjenis kelamin perempuan yaitu responden (41,7 %), dan laki-laki sebanyak 3
sebanyak 13 responden (36,1 %), dan laki-laki responden (8,3 %).
sebanyak 5 responden (13,9 %). Sedangkan

Tabel 5.2
Distribusi frekuensi Lansia Penderita hipertensi di Gampong Bale Ulim Kecamaatan Ulim
Kabupaten Pidie Jaya Berdasarkan Tingkat Usia

Kelompok
Kelompok Kontrol
No Umur Eksperimen Jml %
f % f %
1 60 - 69 Tahun 16 44,4 14 38,9 30 83,3
2 > 70 Tahun 2 5,6 4 11,1 6 16,7
Jumlah 18 18 36 100,0
Sumber : Data Primer di olah, 2016
Berdasarkan tabel 5.2 menunjukkan Sedangkan responden pada kelompok kontrol
bahwa responden pada kelompok eksperimen yang yang berumur 60-69 tahun yaitu
yang berumur 60-69 tahun yaitu sebanyak 16 sebanyak 14 responden (38,9 %), dan yang
responden (44,4 %), dan yang berumur ≥ 70 berumur ≥ 70 tahun sebanyak 4 responden
tahun sebanyak 2 responden (5,6 %). (11,1 %).

STIKes MEDIKA NURUL ISLAM


Jurnal Keperawatan NO.ISSN 2088-1851

2) Data Khusus
Tabel 5.3
Distribusi frekuensi tekanan darah lansia hipertensi pada kelompok eksperimen
(pre-test) di Gampong Bale Ulim Kecamaatan Ulim
Kabupaten Pidie Jaya

Tingkat Tekanan Darah Frekuensi Persentase

Normal 0 0,0
Hipertensi Ringan 9 50,0
Hipertensi Sedang 7 38,9
Hipertensi Berat 2 11,1
Total 18 100
Sumber : Data Primer di olah, 2016

Berdasarkan tabel 5.3 menunjukkan kategori hipertensi ringan yaitu sebanyak 7


bahwa tekanan darah pada lansia hipertensi responden (46,7 %) hipertensi sedang
kelompok eksperimen sebelum melakukan sebanyak 6 responden (40,0 %) dan hipertensi
geraka shalat sangat bervariasi dimana berat sebanyak 2 responden (13,3 %).
sebagian besar responden berada pada

Tabel 5.4
Distribusi frekuensi tekanan darah lansia hipertensi pada kelompok kontrol
(pre-test) di Gampong Gale Ulim

Tingkat Tekanan Darah Frekuensi Persentase

Normal 0 0,0
Hipertensi Ringan 10 55,6
Hipertensi Sedang 6 33,3
Hipertensi Berat 2 11,1
Total 18 100
Sumber : Data Primer di olah,2016
Berdasarkan tabel 5.4 menunjukkan sebanyak 6 responden (33,3 %) dan hipertensi
bahwa tekanan darah pada lansia hipertensi berat sebanyak 2 responden (11,1 %).
kelompok kontrol (pre-test) sangat bervariasi
dimana sebagian besar responden berada
pada kategori hipertensi ringan yaitu sebanyak
10 responden (55,6 %) hipertensi sedang

STIKes MEDIKA NURUL ISLAM


5
Jurnal Keperawatan NO.ISSN 2088-1851

Tabel 5.5
Distribusi frekuensi tekanan darah lansia hipertensi pada kelompok eksperimen
(post-test) di Gampong Bale Ulim Kecamatan Ulim
Kabupaten Pidie Jaya

Tingkat Tekanan Darah Frekuensi Persentase

Normal 14 77,8
Hipertensi Ringan 4 22,2
Hipertensi Sedang 0 0,0
Hipertensi Berat 0 0,0
Total 18 100
Sumber : Data Primer di Olah, 2016
Berdasarkan tabel 5.5 menunjukkan bahwa pada kategori normal yaitu sebanyak 14
tekanan darah pada lansia hipertensi kelompok responden (77,8 %) dan hipertensi ringan
eksperimen (post-test) sangat bervariasi sebanyak 4 responden (22,2 %).
dimana sebagian besar responden berada
Tabel 5.6
Frekuensi Tekanan Darah Lansia Hipertensi Pada Kelompok Kontrol (post-test) di Gampong
Bale Ulim Kecamatan Ulim Kabupaten Ulim

Tingkat Tekanan Darah Frekuensi Persentase

Normal 0 0,0
Hipertensi Ringan 11 61,1
Hipertensi Sedang 5 27,8
Hipertensi Berat 2 11,1
Total 18 100
Sumber : Data Primer di Olah, 2016
Berdasarkan tabel 5.6 menunjukkan sebanyak 5 responden (27,8 %), dan hipertensi
bahwa tekanan darah pada lansia hipertensi berat sebanyak 2 responden (11,1 %).
kelompok kontrol (post-test) sangat bervariasi
dimana sebagian besar responden berada
pada kategori normal yaitu sebanyak 11
responden (61,1 %), hipertensi ringan

STIKes MEDIKA NURUL ISLAM


6
Jurnal Keperawatan NO.ISSN 2088-1851

Tabel 5.7
Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Melakukan Gerakan Shalat pada
Penderita Hipertensi Kelompok Eksperimen di Gampong Bale Ulim Kecamatan Ulim
Kabupaten Pidie Jaya

No Variabel Mean SD T P value


hitung
1 Tekanan darah pre-test 158,33 10,432 20,283 0,000
2 Tekanan darah post-test 133,89 7,775
Sumber: Hasil penelitian Diolah, 2016

Berdasarkan Tabel 5.7. menunjukkan Nilai t hitung lebih besar dari pada nilai t tabel
bahwa rata-rata tekanan darah sebelum yaitu t hitung = 20,283 > t tabel = 2,110 hal ini
dilakukan gerakan shalat adalah 158,33 menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha
dengan standar deviasi 10,432. Sedangkan diterima, artinya ada pengaruh antara gerakan
rata-rata tekanan darah setelah dilakukan shalat terhadap penurunan tekanan darah
gerakan shalat adalah 133,89 dengan standar pada lansia hipertensi kelompok eksperimen di
deviasi 7,775. Mean menunjukkan bahwa Gampong Bale Ulim Kecamatan Ulim
adanya penurunan antara tekanan darah pre Kabupaten Pidie Jaya.
dan post adalah 24,44. Hasil analisa uji statistik
parametrik dengan menggunakan paired t-test
didapatkan nilai t = 20,283 df = 17 dan p =
0,000 dengan taraf signifikan 5 % (α = 0,05).
Tabel 5.8
Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah pada Penderita
Hipertensi Kelompok kontrol di Gampong Bale Ulim Kecamatan Ulim
Kabupaten Pidie Jaya

No Variabel Mean SD t P value


hitung
1 Tekanan darah pre-test 156,67 13,720 1,567 0,135
2 Tekanan darah post-test 153,89 12,897
Sumber: Hasil penelitian Diolah, 2016

Berdasarkan Tabel 5.8 menunjukkan didapatkan nilai t = 1,567 df = 17 dan p = 0,135


bahwa rata-rata tekanan darah sebelum dengan taraf signifikan 5 % (α = 0,05). Nilai t
dilakukan gerakan shalat adalah 156,67 hitung lebih kecil dari pada nilai t tabel yaitu t
dengan standar deviasi 13,720. Sedangkan hitung = 1,567 < t tabel = 2,110 hal ini
rata-rata tekanan darah setelah dilakukan menunjukkan bahwa Ho diterima dan Ha
gerakan shalat adalah 153,89 dengan standar ditolak, artinya tidak ada pengaruh antara
deviasi 12,897. Mean menunjukkan bahwa gerakan shalat terhadap penurunan tekanan
adanya penurunan antara tekanan darah pre darah pada lansia hipertensi kelompok kontrol
dan post adalah 2,78. Hasil analisa uji statistik di Gampong Bale Ulim Kecamatan Ulim
parametrik dengan menggunakan paired t-test Kabupaten Pidie Jaya.

STIKes MEDIKA NURUL ISLAM


7
Jurnal Keperawatan NO.ISSN 2088-1851

Simpulan 2. Pasien
Kesimpulan Hasil penelitian ini diharapkan dapat
Berdasarkan hasil penelitian yang telah memberikan masukan kepada pasien
dilakukan oleh peneliti mengenai pengaruh hipertensi yang beragama Islam untuk dapat
gerakan shalat terhadap penurunan tekanan mengontrol tekanan darahnya melalui aktivitas
darah pada lansia hipertensi di Gampong Balee keagamaan seperti shalat,sebagai penunjang
Ulim kecamatan Ulim Kabupaten Pidie Jaya, dalam pengobatan non farmakologi.
maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa: 3. Pendidikan
1. Sebelum diberikan gerakan shalat Hasil penelitian ini diharapkan dapat
sebagian besar tekanan darah responden menjadi bahan masukan untuk menambah
berada pada kategori hipertensi ringan wawasan tentang keterkaitan hubungan shalat
yaitu sebanyak 9 responden (50,0 %), terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi
hipertensi sedang yaitu sebanyak 7 bagi semua mahasiswa keperawatan,
responden (38,9 %), dan hipertensi berat khususnya pada mahasiswa keperawatan
yaitu sebanyak 2 responden (11,1%), muslim sebagai sumber ilmu dan informasi.
2. Sesudah diberikan gerakan shalat tekanan 4. Profesi
darah responden mayoritas berada pada Penelitian ini diharapkan dapat
kategori normal yaitu sebanyak 14 memberikan masukan yang bersifat positif
responden (77,8 %),dan hipertensi ringan dalam usaha mengembangkan profesi
yaitu sebanyak 4 responden (22,2 %). keperawatan melalui informasi baru tentang
3. Ada pengaruh pemberian gerakan shalat intervensi keperawatan dengan pendekatan
terhadap penurunan tekanan darah pada spiritual,yaitu tentang hubungan shalat
lansia hipertensi, dari hasil uji statistik terhadap tekanan darah pada pasien
paired t-test didapatkan nilai t = 20,283 df hipertensi.
= 17 dan p = 0,000 dengan taraf signifikan 5. Peneliti Selanjutnya
5 % (α = 0,05). Nilai t hitung lebih besar Hasil penelitian ini dapat memberikan
dari pada nilai t tabel yaitu t hitung = informasi atau gambaran tentang hubungan
20,283 > t tabel = 2,110 hal ini gerakan shalat terhadap tekanan darah pada
menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha pasien hipertensi untuk dijadikan sebagai data
diterima, artinya ada perbedaan antara dasar dalam penelitian selanjutnya.
tekanan darah sebelum dan sesudah
diberikan gerakan shalat. DAFTAR PUSTAKA

Saran Al-Quran
Berdasarkan hasil penelitian ini,
peneliti memberikan saran yang dapat berguna Aziza, Lucky. 2007. Hipertensi: The Sillent
bagi: Killer. Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia.
1. Penulis
Penelitian ini diharapkan agar dapat Corwin, Elizabeth J. 2009. Patofisiologi: buku
menjadi sebagai sarana untuk mengaplikasikan saku Edisi 3. Jakarta: EGC
ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah
kepada masyarakat, sehingga penulis dapat Depkes RI. 2012. Kesehatan Penduduk
lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Indonesia. Jakarta: Percetakan
Nasional
STIKes MEDIKA NURUL ISLAM
8
Jurnal Keperawatan NO.ISSN 2088-1851

Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Promosi


Dinkes Aceh. 2015. Jumlah Lansia di Aceh. Kesehatan: Teori dan Aplikasi.
Banda Aceh Jakarta: Rineka Cipta.

Elzaky, Jamal Muhammad. 2011. Buku Induk Nugroho. 2008. Perawatan pada Lansia.
Mukjizat Kesehatan Ibadah. Jakarta: Jakarta: Media Asculapius
Zaman
Padila. 2013. Keperawatan Maternitas. Jakarta
Fatma, 2010. Kehidupan Lansia. Jakarta : : EGC
Mega Utama
Ruhyanudin, Faqih. 2009. Asuhan
Febrika. 2013. Pengaruh Gerakan Shalat Keperawatan Pada Klien Dengan
Terhadap Perubahan Tekanan Darah Gangguan Sistem
Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Kardiovaskuler.Malang: UMM Press.
Wilayah Kelurahan Kedungwuni Timur
Kabupaten Pekalongan (Jurnal Smeltzer,Suzanne C. 2010. Buku Ajar
Penelitian Ilmiah) Keperawatan Medikal Bedah Brunner
& Suddarth Edisi 8. Jakarta: EGC
Gunawan, Lany. 2010. Hipertensi: Tekanan
Darah Tinggi. Yogyakarta: Penerbit Suwardianto, H. dan Erlin. 2011. Pengaruh
Kanisius Terapi Relaksasi Napas Dalam (Deep
Breathing) Terhadap Perubahan
Kozier, Barbara. 2009. Buku Ajar Praktik Tekanan Darah Pada Penderita
Keperawatan Klinis Ed. 5. Jakarta : Hipertensi Di Puskesmas Kota Wilayah
EGC Selatan Kota Kediri. Jurnal STIKESRS.
Baptis Kediri
Liputan Enam. 2015. Jumlah Lansia di
Indonesia. (Artikel Ilmiah) WHO. 2011. Jumlah Penderita Hipertensi.
[online] dari: http: who.co.id (Diakses
Mariam. 2008. Keperawan pada Lansia. 15 Maret 2016)
Jakarta : EGC
Wibisono, Arief. 2006. Hubungan Sholat
Mills, Catherine J.A. 2012. Comparision of dengan Kecemasan. Jakarta: Studia
Relaxation Techniques on Blood Press.
Pressure Reactivity and Recovery
Assessing The Moderating Effectof
Anger Coping Style. Old Dominion
University: Dissertation

Misbach, Jusuf. 2007. Ancaman Serius


Hipertensi di Indonesia. Jakarta:
Simposia

STIKes MEDIKA NURUL ISLAM


9