Anda di halaman 1dari 12

II.

ANGIN, PASANG SURUT DAN


GELOMBANG

Pertimbangan yang matang sangat dibutuhkan pada perencanaan pelabuhan


mengingat investasinya cukup mahal. Kapal yang berlabuh di dermaga harus aman
terhadap gangguan sehingga aktivitas pelabuhan berjalan dengan lancar sesuai
dengan rencana. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan adalah angin, gelombang
dan pasang surut.
Angin akan menimbulkan arus, membangkitkan gelombang dan menimbulkan gaya
teekanan pada kapal yang sedang berlabuh. Pasang surut penting untuk perencanaan
dimensi bangunan pemecah gelombang, dermaga, pelampung penambat dan
sebagainya. Gelombang datang akan sangat mempengaruhi posisi alur pelayaran dan
ketenangan di perairan pelabuhan.

2.1. Angin

Udara yang bergerak disebut angin. Gerakan udara disebabkan pleh perubahan
temperatur atmosfer, rapat massa udara berkurang akibat panas sehingga udara
yang bergerak ke atas tersebut digantikan oleh udara dingin yang berasal dari
daerah sekitarnya.

Indonesia mengalami angin musim yaitu angin yang berhembus secara mantap
dalam satu arah dalam satu periode dalam satu tahun. Angin musim ini terjadi
karena adanya perbedaan musim dingin dan panas di Benua Asia dan Benua
Australia. Pada bulan Deember, Januari dan Februari belahan bumi bagian utara
mengalami musim dingin sedangkan bumi bagian selatan mengalami mengalami
musim panas. Tekanan udara di daratan asia lebih tinggi dibanding australia
sehingga terjadi angin Musim Barat

Dari tinjauan dinamika pantai, angin mempunyai pengaruh berikut :

(1) Gelombang, yang merupakan faktor utama dalam proses pantai,


dibangkitkan oleh angin.
(2) Angin dapat menyebabkan terangkutnya pasir dan pembentukan gumuk
pasir.

Bahan Ajar Pelabuhan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau
Perubahan musiman dari arah dan kecepatan angin dipengaruhi oleh perubahan
musim. Berdasarkan dari Pos stasiun pengukuran terdekat yang terletak di Dumai,
pada bulan Desember-Januari-Pebruari angin bertiup dengan kecepatan tertinggi
sebesar 20 knot bertiup dari arah Barat Laut. Pada bulan Maret-April-Mei angin
bertiup dengan kecepatan dominan sebesar 17 knot bertiup dari arah Tenggara,
bulan Juni-Juli-Agustus sebesar 18 knot dari arah Tenggara, sedangkan pada bulan
September-Oktober-Nopember sebesar 20 knot dari arah Barat Laut.

Lokasi Studi

Sumber : Informasi Pelabuhan Indonesia, Dishidros TNI AL

Gambar 2.1. Peta letak lokasi studi terhadap pelabuhan sekitarnya

2.2. Pasang Surut


Adalah : Fluktuasi muka air laut yang disebabkan oleh gaya tarik benda langit
terutama bulan dan matahari. Gaya tarik menarik tersebut dapat ditentukan dengan
rumus Newton sebagai berikut :
M1 . M 2
F G
x2
dengan : F = gaya tarik menarik (N)
M1.M2 = massa benda (kg)
X = jarak kedua benda (m)
G = konstanta (bulan dan bumi = 67 x 1012 m3/kg dt2

Bahan Ajar Pelabuhan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau
Poros revolusi (axis of revolution)

bulan

Mm Me
Me  Le2
bumi Mm Me
G 2 G Me  2 Le
L2
L
Le Lm
L

Sistim keseimbangan antara gaya bulan - bumi

keterangan :
Me = massa bumi = 5,98 x 1024 kg
G = 67 x 1012 m3/kg dt2
Me massa bumi
= massa bulan
= 81,5
Mm
Me massa bumi 1
= =
Ms massa matahari 3,28 x 105
re = jari-jari bumi = 6,38 x 106 m
g = percepatan gravitasi bumi = 9,81 m/dt2
L = 3,85 x 108 m

Seperti gambar di atas, keseimbangan gaya adalah :


Mm Me
Bumi : Me  Le  G
2
…………… (Pasut 1)
L2
Mm Me
Bulan : Mm  Lm  G
2
…………… (Pasut 2)
L2
Diketahui bahwa Le = Le + Lm …………… (Pasut 3)
Dari ketiga persamaan tersebut di atas, maka
L
Le   4,67 x106 m
Me …………… (Pasut 4)
1
Mm

2 L3
T  2
  Me  …………… (Pasut 5)
G Mm1  
 Mm 

Bahan Ajar Pelabuhan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau
Le Le
t=0 T
t=0 t
2

T
t
2
Perputaran bulan dan bumi

Ft Fr

fc
fa s
fg


bulan

bumi
l

Gaya yang bekerja pada air di permukaan bumi

Gaya yang bekerja pada suatu satuan massa air yang berada di permukaan bumi
dapat diterangkan sebagai berikut :
fc   2 le

mengingat persamaan pasut 1, maka


G . Mm
fc  …………… (Pasut 6)
l2
G . Me
g
re 2
g . Me
G
re 2
Persamaan pasut 6 dapat diubah menjadi :
2
 Mm  re 
fc  g    …………… (Pasut 7)
 Me  l 

2
G . Mm  Mm  re 
fa   g  
s 2
 Me  s  …………… (Pasut 8)

Bahan Ajar Pelabuhan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau
Gaya tarik fg persatuan massa = percepatan gravitasi

fg  g …………… (Pasut 9)

dari ketiga persamaan tersebut di atas (Pasut 7, 8 dan 9), diubah menjadi dua gaya
pada arah radial dan tangensial menjadi :

Fr   fg  fc. cos  fa. cos   

 Mm  2  cos    cos 
Fr   g  g  re  2 
 Me   s2 l 

3
g  Mm  re 
Fr   g     1  3 cos 2  …………… (Pasut 10)
2  Me  l 

Ft  fc.sin   fa.sin    

 Mm  2  sin  sin     
Ft  g  re 
 Me   l 
2
s2

3
3  Mm  re 
Ft   g   sin 2 (tractive force) …………… (Pasut 11)
2  Me  l 
Tractive force yang diakibatkan oleh bulan dua kali
lebih besar dari yang disebabkan oleh matahari.

Ada dua macam pasang surut :


1. Semi diurnal tide (pasang surut harian ganda)
Adalah pasang surut yang mempunyai periode  12,4 jam. Dalam satu hari
terjadi 2 (dua) kali pasang dan 2 (dua) kali surut. Keadaan ini terjadi apabila
poros perputaran bumi tegak lurus pada garis yang menghubungkan pusat bumi
dan pusat bulan.

Bahan Ajar Pelabuhan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau
bulan

bumi

Semi diurnal tide

2. Diurnal tide (pasang surut harian tunggal)


Adalah pasang surut yang mempunyai periode  24 jam. Dalam satu hari terjadi
1 (satu) kali pasang dan 1 (satu) kali surut. Keadaan ini terjadi apabila poros
perputaran bumi tidak tegak lurus pada garis yang menghubungkan pusat bumi
dan pusat bulan.

bulan

bumi

Diurnal tide

Bahan Ajar Pelabuhan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau
Beberapa penulis yang lain membedakan menjadi 4 jenis pasang surut, dua pasang
surut yang lain adalah :
3. mixed tide prevailing semidiurnal (pasang surut campuran condong ke harian
ganda)
4. mixed tide prevailing diurnal (pasang surut campuran condong ke harian
tunggal)

Pengaruh kombinasi antara bulan dan matahari terhadap pasang surut yang terjadi di
bumi menyebabkan dua keadaan pasang surut yaitu :

1. Spring tide : pada keadaan ini terjadi HHW (high-high water) dan LLW (low-
low tide)
2. Neap tide : pada keadaan ini terjadi LHW (low-high water) dan HLW (high-low
tide)

matahari

29,5 hari

spring
spring spring
neap neap

Skema posisi bumi-bulan terhadap matahari

Spring tide atau neap tide tidak terjadi pada saat tepat terjadinya tractive force
maksimum atau minimum, melaikan terjadi satu atau tiga hari setelah itu. Hal ini
disebabkan efek inersia (enertia effect). Untuk keperluan peramalan gerakan air
pasang surut diperlukan pencatatan selama 19 tahun. Akan tetapi apabila sudah ada
pencatatan selama 370 hari sudah dapat dipakai untuk meramal, meskipun tidak
mencapai ketelitian yang tinggi.
Beberapa istilah :
1. Muka air tinggi (high water level), muka air tertinggi yang dicapai pada saat air
pasang dalam satu siklus pasang surut.

Bahan Ajar Pelabuhan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau
2. Muka air rendah (low water level), muka air terendah yang dicapai pada saat air
surut dalam satu siklus pasang surut.
3. Muka air tinggi rerata (mean high water level, MHWL), adalah rerata dari muka
air tinggi selama periode 19 tahun.
4. Muka air rendah rerata (mean low water level, MLWL), adalah rerata dari muka
air rendah selama periode 19 tahun.
5. Muka air laut rerata (Mean Sea Level, MSL) adalah muka air rerata antara muka
air tinggi rerata dari muka air rendah rerata. Elevasi ini digunakan sebagai
reverensi untuk elevasi daratan.
6. Muka air tinggi tertinggi (highest high water level, HHWL) adalah air tertinggi
pada saat pasang surut purnama atau bulan mati
7. Muka air rendah terendah (lowest low water level, LLWL) adalah air terendah
pada saat pasang surut purnama atau bulan mati

Dalam perencanaan pelabuhan diperlukan data pengamatan pasang surut paling


minimal 15 hari yang digunakan untuk menentukan elevasi muka air rencana. Waktu
15 hari tersebut telah telah tercakup satu siklus pasang surut yang meliputi. Waktu
pengamatan yang lebih lama akan memberikan data yang lebih lengkap. Pengamatan
ini dilakukan pada lokasi yang tidak terganggu oleh ombak, biasanya di muara atau
teluk. Alat yang digunakan dapat berupa alat otomatis (automatic water level
recorder) ataupun secara manual.
Pasang surut periode berikunya dapat diramalkan berdasarkan data pasang surut
hasil pengamatan.

Data pasang surut diperlukan untuk menentukan elevasi muka air rencana,
kedalaman pelabuhan, dan dimensi bangunan-bangunan pelabuhan. Data pasang
surut didapat dari data pasang surut selama 1 tahun di Bagansiapiapi dan dari
pengukuran selama 24 jam di Panipahan. Secara umum pasang surut di berbagai
daerah dapat dibedakan dalam 4 tipe, yaitu pasang surut harian tunggal (diurnal
tide), harian ganda (semidiurnal tide) dan dua jenis campuran. Gambar 1
menunjukkan sebaran keempat jenis pasang surut tersebut di Indonesia dan
sekitarnya. Jenis pasang surut yang terjadi di Laut Panipahan adalah Pasang Surut
Harian Ganda (Semi diurnal Tide) dimana dalam satu hari terjadi dua kali air
pasang dan dua kali air surut dengan tinggi yang hampir sama dan pasang surut
terjadi secara berurutan secara teratur.

Dengan mengolah data-data pasang surut yang tercatat, dapat diperoleh


beberapa elevasi muka air berikut ini :
 elevasi HHWL (Highest High Water Level) = 6.10 m
 elevasi MHWL (Mean High Water Level) = 3.91 m
 elevasi MSL (Mean Sea Level) = 2.70 m
 elevasi MLWL (Mean Low Water Level) = 1.79 m

Bahan Ajar Pelabuhan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau
 elevasi LLWL (Lowest Low Water Level) = -0.20 m  0.00 m

Gambar 2.2. Sebaran pasang surut di perairan Indonesia dan sekitarnya.

Bahan Ajar Pelabuhan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau
7
6
5
4
Elevasi (m)

MHWL (3.91)

3 MSL (2.70)

2 MLWL (1.79)

1
0

-1
Waktu pengukuran (jam)

Gambar 2.3. Grafik Pasang surut tipe harian ganda Bagansiapiapi.

Bahan Ajar Pelabuhan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau
Rumus yang dipakai untuk meramalkan gerakan pasang surut adalah :
N
 360t 
η  A   Ai cos   i  …………… (Pasut 11)
i 1  Ti 
dengan :
 = elevasi muka air
A = jarak antara datum dengan MSL
Ai = amplitudo (setiap komponen pasang surut)
Ti = periode (setiap komponen pasang surut)
i = sudut phase (phase angel) (setiap komponen pasang surut)

Keterangan :
 Komponen pasang surut dapat dilihat pada tabel berikut ini
 Ai dan i disebut konstanta pasang surut yang harus didapatkan dari pengamatan
 MSL = Mean Seal Level

Tabel Komponen Utama Pasang Surut

Jenis No. Simbol Periode (jam) Keterangan


Semi 1 M2 12,42 Main lunar semi-diurnal componen
diurnal
2 S2 12,00 Main solar semi-diurnal componen
3 N2 12,66 Lunar componen due monthly
variation in moon’s distance from
earth
4 K2 11,97 Soli-lunar constituent due to changes
in declination of sun and moon
throughout their orbital cycle

Diurnal 5 K1 23,93 Soli-lunar component


tide 6 O1 25,82 Main lunar diurnal component
7 P1 24,07 Main solar diurnal component

Long 8 M1 327,86 Moon’s weekly komponent


periode

Bahan Ajar Pelabuhan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau
Contoh :
Diketahui tidal constant : AM2 = 0,85 m
: M2 tanggal 1 januari 1980 = 240o
Tentukan sumbangan M2 terhadap pasang surut yang terjadi pada tanggal 17 April 1980
tepat pada jam 2 siang
Penyelesaian :
Dari tabel di atas TM2 adalah 12,42 jam
t = januari + Februari +Maret +16 hari + 14 jam
t = (31 + 29 + 31 + 16) x 24 + 14
t = 2582 jam
dari persamaan pasut 11 :
N
 360t 
η  A   Ai cos   i 
i 1  Ti 
 360t 
η  AM 2 cos   M 2 
 TM 2 
 360.(2582) 
η  0,85 cos  240   0,85 cos 75080,57
 12,42 

η  0,85.(0,936)  0,8 m

Bahan Ajar Pelabuhan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau