Anda di halaman 1dari 3

Praktikum Analisis Farmasi Sediaan Liquid dan Semisolida

Farmasi Unpad 2016

Pemeriksaan Mutu Ekstrak Bahan Baku Obat Tradisional


Tujuan : -Menentukan mutu ekstrak bahan baku obat tradisional dengan
metode penetapan kadar abu, kadar abu tidak larut asam, dan
penentuan bobot jenis
Prinsip : -Kadar Abu Total, penetapan dilakukan dengna pemijaran
terhadap 2 gram sampel pada suhu 600 C hingga bobot abu pijaran
konstan (Depkes RI, 2011)
-Kadar Abu Tak Larut Asam, abu yang diperoleh dari penetapan
abu tak larut dalam asam kuat terhadap berat ekstrak, dinyatakan
dalam %b/b (Depkes RI, 2011)
-Bobot Jenis, densitas suatu bahan didefinisikan sebagai rasio
massa per unit volume (Rivai, 2013)
Reaksi :-

Alat dan Bahan :


Alat : Gelas kimia, gelas ukur, kurs, neraca analitik, oven, penangas air,
piknometer, pipet, kertas saring bebas abu
Bahan : Aquades, HCl 2N, Ekstrak kental bahan baku obat tradisional,
etanol

Metode
a. Pembuatan HCl 2N
1. Mengambil 33,3 ml HCl 36% ke dalam beaker dan di add dengan
aquades hingga 200 ml
b. Penentuan kadar abu (Depkes RI, 2000)
1. Menimbang 2 gram ekstrak ke dalam kurs yang telah ditara
2. Memijarkan simplisia dalam kurs perlahan kemudian menaikkan suhu
secara bertahap hingga 600 ± 25oC sampai bebas karbon
3. Kemudian, mendinginkan abu dalam desikator lalu menimbang berat
abu. Kadar abu dihitung dalam persen terhadap berat sampel awal
4. Lakukan secara triplo

c. Penentuan Kadar abu tidak larut asam (Depkes RI, 2000)


1. Mendidihkan abu hasil penetapan kadar abu total dengan 25 mL
HCl 2 N selama 5 menit
2. Bagian yang tidak larut dalam asam dikumpulkan kemudian
disaring menggunakan kertas saring bebas abu
3. Mencuci filtrat dengan air panas, kemudian menyaring kembali,
memiijarkannya dalam krus, dan menimbang kembali hingga
bobot tetap. Dihitung kadar abu yang tidak larut asam dalam
persen terhadap berat sampel

d. Penentuan bobot jenis (Depkes RI, 2000)


1. Menimbang piknometer kosong yang telah dicuci bersih
2. Mengisi piknometer dengan aquades hingga penuh kemudian
ditimbang kembali
3. Melakukan pengenceran ekstrak 5% dengan melarutkan 0,5 gram
ekstrak dalam 10 ml etanol 70%
4. Mengisi piknometer yang telah dibersihkan kembali dengan
ekstrak 5% hingga penuh dan ditimbang
5. Melakukan pengenceran ekstrak 10% dengan melarutkan 1 gram
ekstrak dalam 10 ml etanol 70%
6. Mengisi piknometer yang telah dibersihkan kembali dengan
ekstrak 10% hingga penuh dan ditimbang
7. Lakukan secara triplo
Perhitungan

Ket :
Co= Bobot krus kosong
Ct= Bobot krus + kertas saring bebas abu
M= Bobot simplisia

Bobot Jenis
𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟 + 𝑎𝑖𝑟 − 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟 𝑘𝑜𝑠𝑜𝑛𝑔
𝜌 𝑎𝑖𝑟 =
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑎𝑖𝑟
𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟 + 𝑒𝑘𝑠𝑡𝑟𝑎𝑘 − 𝑏𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑝𝑖𝑘𝑛𝑜𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟 𝑘𝑜𝑠𝑜𝑛𝑔
𝜌 𝑒𝑘𝑠𝑡𝑟𝑎𝑘 =
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑒𝑘𝑠𝑡𝑟𝑎𝑘

Daftar Pustaka
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Farmakope Herbal Indonesia.
Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Ditjen POM.2000.
Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Cetakan Pertama.
Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 3-5, 10-11.
Rivai. 2013. Pengaruh Perbandingan Pelarut Etanol-Air terhadap Kadar Senyawa
Fenolat Total dan Daya Antioksidan dari Ekstrak Daun Sirsak. Jurnal
Sains dan Teknologi Farmasi, Vol. 18 No.1, 35-42