Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

TEORI PERKEMBANGAN PERSPEKTIF HUMANISTIK ABRAHAM


MASLOW

Disusun Oleh :

Siti Julaeha

Dosen Pengampu:

Muslimah, M.Pd.I

INSTITUT AGAMA ISLAM BUNGA BANGSA CIREBON

FAKULTAS TARBIYAH

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Jln. Widarasari III Tuvarev Cirebon, Telp. (0231) 246215

Website: iaibbc.ac.id / Email : staibbc.cirebon@gmail.com


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, penyusun panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan


Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat-Nya kepada penyusun
sehingga dapat menyelesaikan makalah Teori humanistik Abraham Maslow.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah ‘’Psikologi
Perkembangan”.

Banyak sekali hambatan dalam penyusunan makalah ini, oleh karena itu,
selesainya makalah ini bukan semata karena kemampuan penyusun, banyak
pihak yang mendukung dan membantu. Dalam kesempatan ini, penyusun
mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak-pihak yang telah membantu.

Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini terdapat


banyak kesalahan. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang membangun sangat
kami butuhkan agar kedepannya kami mampu lebih baik lagi.
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Psikologi sebagai sebuah ilmu akan selalu berkembang. Perkembangan


pemikiran dan kajian empirik di kalangan para ahli tentang kepribadian
manusia telah melahirkan berbagai teori yang beragam sesuai dengan
perspektif pemikiran dan pengalaman pribadi para ahli yang membangun teori
tersebut. Teori-teori yang muncul biasanya merupakan kritik dari teori-teori
sebelumnya. Memang, patut diakui bahwa titik pandang (teori) dalam psikologi
tidak ada yang sempurna, sehingga terbuka kesempatan bagi ilmuwan untuk
memberikan kritik dan masukan ataupun penyempurnaan dari teori yang sudah
ada.

Salah satu cabang ilmu psikologi adalah psikologi kepribadian. Dalam


psikolog kepribadian ini terdapat tiga revolusi yang mempengaruhi pemikiran
personologis modern. Revolusi pertama adalah psikoanalisis, kedua
behaviorisme dan yang ketiga adalah humanistik. Makalah yang kami susun
membahas mengenai psikologi kepribadian beraliran humanistik, yaitu konsep
kepribadian Maslow. Abraham H. Maslow adalah salah satu tokoh dari
psikologi humanistik. Dalam dunia psikologi Maslow dikenal sebagai pelopor
psikologi humanistik.

2. Rumusan Masalah

a. Apa yang dimaksud madzhab psikologi humanistik?

b. Siapakah Abraham Maslow itu?

c. Apa sajakah ajaran-ajaran dasar psikologi humanistik?

d. Bagaimanakah konsep humanistik menurut Abraham H. Maslow?

e. Bagaimanakah teori kebutuhan menurut Maslow?

f. Apakah kelebihan dan kelemahan teori Maslow?


BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Psikologi Humanistik

Dari segi bahasa humanisme artinya kemanusiaan, sedangkan menurut


Istilah berarti suatu paham mengenai kemanusiaan yang hakiki. Jelasnya,
humanisme adalah suatu gerakan atau aliran yang bertujuan untuk
menempatkan manusia pada posisi kemanusiaan yang sebenarnya. Psikologi
humanistik merupakan salah satu aliran dalam psikologi yang muncul pada
tahun 1950-an, dengan akar pemikiran dari kalangan eksistensialisme yang
berkembang pada abad pertengahan. Pada akhir tahun 1950-an, para ahli
psikologi, seperti : Abraham Maslow, Carl Rogers dan Clark Moustakas
mendirikan sebuah asosiasi profesional yang berupaya mengkaji secara khusus
tentang berbagai keunikan manusia, seperti tentang : self (diri), aktualisasi diri,
kesehatan, harapan, cinta, kreativitas, hakikat, individualitas dan sejenisnya.
Psikologi humanistik lahir sebagai revolusi ketiga atau dikatakan sebagai
mazhab ketiga psikologi yakni reaksi atas aliran psikoanalisis dan
behaviorisme serta dipandang sebagai “kekuatan ketiga “ dalam aliran
psikologi.

Psikoanalisis dianggap sebagai kekuatan pertama dalam psikologi yang


awal mulanya datang dari psikoanalisa Freud yang berusaha memahami
tentang kedalaman psikis manusia yang dikombinasikan dengan kesadaran
pikiran guna menghasilkan kepribadian yang sehat. Kelompok psikoanalis
berkeyakinan bahwa perilaku manusia dikendalikan dan diatur oleh kekuatan
tak sadar dari dalam diri. Kekuatan psikologi yang kedua adalah behaviorisme
yang dipelopori oleh Ivan Pavlov dengan hasil pemikirannya tentang refleks
yang terkondisikan. Kalangan Behavioristik meyakini bahwa semua perilaku
dikendalikan oleh faktor-faktor eksternal dari lingkungan.

Dalam mengembangkan teorinya, psikologi humanistik sangat


memperhatikan tentang dimensi manusia dalam berhubungan dengan
lingkungannya secara manusiawi dengan menitik-beratkan pada kebebasan
individu untuk mengungkapkan pendapat dan menentukan pilihannya, nilai-
nilai, tanggung jawab personal, otonomi, tujuan dan pemaknaan. Psikologi
humanistik melengkapi aspek-aspek dasar dari aliran psikoanalisis dan
behaviorisme dengan memasukan aspek positif yang menentukan seperti cinta,
kreativitas, nilai makna dan pertumbuhan pribadi. Psikologi Humanistik
banyak mengambil penganut Psikoanalisis Neofreudian. Asumsi dasar aliran
ini yang membedakan dengan aliran lain adalah perhatian pada makna
kehidupan bahwa manusia bukanlah sekedar pelakon tetapi pencari makna
kehidupan. Selanjutnya konsep yang menjadikan teori aliran psikologi
humanistik tiada duanya adalah konsep dari tokoh aliran ini yaitu Abraham
Maslow yang menyatakan “studi tentang orang-orang yang mengaktualisasikan
dirinya mutlak menjadi fondasi bagi sebuah ilmu psokologis yang lebih
semesta( Frank Goble,1993,34 ).

Tujuan psikologi humanis adalah membantu manusia mengekspresikan


dirinya secara kreatif dan merealisasikan potensinya secara utuh. Hasil
pemikiran dari psikologi humanistik banyak dimanfaatkan untuk kepentingan
konseling dan terapi, salah satunya yang sangat populer adalah dari Carl
Rogers dengan client-centered therapy, yang memfokuskan pada kapasitas
klien untuk dapat mengarahkan diri dan memahami perkembangan dirinya,
serta menekankan pentingnya sikap tulus, saling menghargai dan tanpa
prasangka dalam membantu individu mengatasi masalah-masalah
kehidupannya.

Selain memberikan sumbangannya terhadap konseling dan terapi,


psikologi humanistik juga memberikan sumbangannya bagi pendidikan
alternatif yang dikenal dengan sebutan pendidikan humanistik (humanistic
education). Pendidikan humanistik berusaha mengembangkan individu secara
keseluruhan melalui pembelajaran nyata. Pengembangan aspek emosional,
sosial, mental, dan keterampilan dalam berkarier menjadi fokus dalam model
pendidikan humanistik ini.
Psikologi humanistik dapat dimengerti dari tiga ciri utama, yaitu:

1. Psikologi humanis menawarkan satu nilaiyang baru sebagai pendekatan


untuk memahami sifat dan keadaan manusia.

2. Psikologi humanis menawarkan pengetahuan yang luas akan kaedah


penyelidikan dalam bidang tingkah laku

3. Psikologi humanis menawarkan metode yang lebih luasakan kaedah-


kaedah yang lebih efektif dalam dalam pelaksanaan psikoterapi.

B. Biografi Abraham Maslow

Abraham Harold Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York, pada


tanggal 1 April 1908. Maslow dibesarkan dalam keluarga Yahudi Rusia dengan
orang tua yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Pada masa kecilnya, ia
dikenal sebagai anak yang kurang berkembang dibanding anak lain sebayanya.
Ia mengatakan bahwa dirinya adalah seorang anak Yahudi yang tumbuh dalam
lingkungan yang mayoritas dihuni oleh non Yahudi. Ia merasa terisolasi dan
tidak bahagia pada masa itu. Ia tumbuh di perpustakaan diantara buku-buku. Ia
awalnya berkuliah umum, namun pada akhirnya, ia memilih untuk mempelajari
psikologi dan lulus dari Universitas Wisconsin. Pada saat ia berkuliah, ia
menikah dengan sepupunya yang bernama Bertha pada bulan Desember 1928
dan bertemu dengan mentor utamanya yaitu Profesor Harry Harlow. Ia
memperoleh gelar bachelor pada 1930, master pada 1931, dan Ph.D pada 1934.
Maslow kemudian memperdalam riset dan studinya di Universitas Columbia
dan masih mendalami subjek yang sama. Di sana ia bertemu dengan mentornya
yang lain yaitu Alfred Adler, salah satu kolega awal dari Sigmund Freud.

Pada tahun 1937-1951, Maslow memperdalam ilmunya di Brooklyn


College. Di New York, ia bertemu dengan dua mentor lainnya yaitu Ruth
Benedict seorang antropologis, dan Max Wertheimer seorang Gestalt psikolog,
yang ia kagumi secara profesional maupun personal. Kedua orang inilah yang
kemudian menjadi perhatian Maslow dalam mendalami perilaku manusia.
Maslow menjadi pelopor aliran humanistik psikologi yang terbentuk pada
sekitar tahun 1950 hingga 1960-an. Ia menghabiskan masa pensiunnya di
California, sampai akhirnya ia meninggal karena serangan jantung pada 8 Juni
1970. Kemudian ia dianugerahkan gelar Humanist of the Year oleh Asosiasi
Humanis Amerika pada tahun 1967.

C. Ajaran-ajaran Dasar Psikologi Humanistik

1. Individu sebagai keseluruhan yang integral

Salah satu aspek yang fundamental dari psikologi humanistik adalah


ajarannya bahwa manusia atau individu harus dipelajari sebagai keseluruhan
yang integral, khas dan terorganisasi. Maslow pertama-tama menekankan
bahwa individu merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi.
Pernyataan ini hampir menjadi aksioma yang diterima oleh semua orang, yang
kemudian sering dilupakan dan diabaikan tatkala seseorang melakukan
penelitian. Penting sekali untuk selalu disadarkan kembali hal ini sebelum
seseorang melakukan eksperimen atau menyusun suatu teori motivasi yang
sehat.

2. Ketidakrelevanan penyelidikan dengan hewan

Para psikolog humanistik mengingatkan tentang adanya perbedaan antara


manusia dengan hewan. Maslow menegaskan bahwa penyelidikan manusia
dengan hewan tidak relevan bagi upaya memahami tingkah laku manusia
karena mengabaikan ciri-ciri yang khas pada manusia.

3. Pembawaan baik manusia

Psikologi humanistik memiliki anggapan bahwa manusia itu pada


dasarnya adalah baik. Kekuatan jahat atau merusak yang ada pada manusia itu
adalah hasil dari lingkungan yang buruk, bukan merupakan bawaan.

4. Potensi kreatif manusia


Salah satu prinsip dari psikologi humanistik adalah bahwa potesnsi
kreatif merupakan potensi umum yang ada pada manusia. Maslow juga
menemukan bahwa kebanyakan orang yang kehilangan kreativitasnya
menjadikan mereka ”tak berbudaya”.

5. Penekanan pada kesehatan psikologis

Psikologi humanistik memandang self-fulfillment sebagai tema yang


utama dalam hidup manusia. Suatu tema yang tidak akan ditemukan pada teori
lain yang berlandaskan studi atas individu yang mengalami gangguan.

D. Konsep Humanistik Menurut Abraham H. Maslow

Manusia adalah suatu ketunggalan yang mengalami, menghayati, dan


pada dasarnya aktif,punya tujuan serta punya harga diri. Karena itu ,walaupun
dalam peneletian boleh saja dilakukan analisis rinci mengenai bagian-bagian
dari jiwa (psyche) manusia. Namun dalam penyimpulan nya ,manusia seperti
ini dinamakan pandangan holistic (whole = menyeluruh). Selain itu manusia
juga harus di pandang dengan penghargaan yang tinggi terhadap harga dirinya,
perkembangan pribadinya, perbedaan individualnya dan dari sudut pandang
kemanusiaan nya itu sendiri. Karena itu psikologi harus masuk dalam topik-
topik yang selama ini hampir tidak pernah diteliti oleh aliran-aliran
behaviorisme dan psikoanaalisis, seperti cinta, kreativitas, pertumbuhan,
aktualisasi diri ,kemandirian, tanggung jawab, dan sebagainya. Pandangan
seperti ini disebut pandangan humanistic (human = manusia). Teori
Humanistik melihat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat
tinggi.

Abraham Maslow ( 1908 – 1970 ) berpendapat manusia mempunyai


naluri – naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhan
tersebut adalah:

 Kebutuhan fisik / biologis


 Kebutuhan akan rasa aman.

 Kebutuhan akan rasa dimiliki ( sense of belonging ) dan cinta.

 Kebutuhan akan penghagaan dan harga diri

 Kebutuhan aktualisasi / perwujudan diri.

 Kebutuhan estetik.

Kebutuhan-kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat


Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “ deficiency ”.

E. Teori Hirarki Kebutuhan Maslow

Maslow menyusun teori motivasi manusia dimana variasi kebutuhan


manusia dipandang tersusun dalam bentuk hirarki atau berjenjang. Setiap
jenjang kebutuhan dapat dipenuhi hanya apabila jenjang sebelumnya telah
terpuaskan. Kebutuhan fisiologis harus terpuaskan lebih dahulu sebelum
muncul kebutuhan rasa aman. Sesudah kebutuhan fisiologis dan rasa aman
terpuaskan baru muncul kebutuhan kasih sayang, begitu seterusnya. Maslow
membagi kebutuhan organisme menjadi dua kategori. Pertama, ia
mengidentifkasi beberapa kategori kebutuhan,defenisi kebutahan “ D “ (atau “
motif D ”), yang penting dalam pertahanan hidup.

 Kebutuhan fisiologis

 Kebutuhan biologis utama seperti makanan, air, seks dan tempat tinggal.

 Kebutuhan akan rasa aman

Mencakup kebutuhan akan keadaan yang umumnya biasa diprediksi ,


yang membuat dunia menjadi masuk akal. Kebutuhan fisiologis dan
keamanan pada dasarnya adalah kebutuhan mempertahankan kehidupan,
dimana kebutuhan fisiologis adalah pertahanan hidup jangka pendek
sedangkan keamanan adalah pertahanan hidup jangka panjang.
 Kebutuhan akan rasa memiliki dan cinta

Mencakup hubungan psikologis yang mendalam dengan orang lain.


Orang sangat peka dengan kesendirian, pengasing, ditolak lingkungan,
dan kehilangan sahabat atau kehilangan cinta. Kebutuhan dimiliki ini
sangat penting sepanjang hidup. Ada dua jenis cinta ( dewasa ) yakni
deficiency atau D-Love dan Being atau B-Love. Kebutuhan cinta karena
kekurangan, itulah D-Love, dimana orang yang mencintai sesuatu yang
tidak dimilikinya seperti harga diri, seks, atau seseorang yang membuat
dirinya menjadi tidak sendirian. Misalnya, hubungan pacaran, hidup
bersama atau perkawinan yang membuat orang terpuaskan kenyamanan
dan keamanannya. D-Love adalah cinta yang mementingkan diri sendiri
yang memperoleh daripada memberi. B-Love didasarkan pada penilaian
mengenai orang lain apa adanya, tanpa keinginan mengubah atau
memanfaatkan orang itu. Cinta yang tidak berniat memiliki, tidak
mempengaruhi, dan terutama bertujuan memberi orang lain gambaran
positif, penerimaan diri dan perasaan dicintai, yang membuka
kesempatan orang itu untuk berkembang.

 Kebutuhan dasar harga diri

Ada dua jenis harga diri :

1. Menghargai diri sendiri ( self respect ), yaitu kebutuhan kekuatan,


penguasaan, kompetensi, prestasi, kepercayaan diri, kemandirian dan
kebebasan.

2. Mendapat penghargaan dari orang lain ( respect from other ) yaitu


kebutuhan prestise, penghargaan dari orang lain, status ketenaran,
dominasi, menjadi orang penting, kehormatan, diterima dan apresiasi.
Orang membutuhkan pengetahuan bahwa dirinya dikenal dengan baik
dan dinilai dengan baik oleh orang lain.
Empat kebutuhan diatas Maslow menyebutnya kebutuhan – kebutuhan
deficit atau D-Needs. Maksudnya, jika kita kekurangan sesuatu atau
mengalami deficit, kita akan merasa membutuhkan sesuatu tersebut. Maslow
juga menyebut keempat kebutuhan ini dengan homeostasis, yakni prinsip yang
mengatur cara kerja thermostat ( alat pengendali suhu ). Kalau suhu terlalu
dingin dia akan menyalakan penghangat, sebaliknya kalau suhu terlalu panas
dia akan menyalakan pendingin. Begitupun dengan tubuh kita, ketika tubuh
merasa kekurangan bahan – bahan tertentu, dengan serta merta dia akan merasa
memerlukannya. Ketika dia sudah cukup mendapatkannya, rasa butuh itupun
kemudian berhenti dengan sendirinya. Maslow menganggap kebutuhan-
kebutuhan deficit tadi sebagai kebutuhan untuk bertahan.

 Kebutuhan akan aktualisasi diri

Tahapan tertinggi dalam tangga hierarki motivasi manusia dari Abaraham


Maslow adalah kebutuhan akan aktualisasi diri. Maslow mengatakan
bahwa manusia akan berusaha keras untuk mendapatkan aktualisasi diri
mereka, atau realisasi dari potensi diri manusia seutuhnya, ketika mereka
telah meraih kepuasan dari kebutuhan yang lebih mendasarnya. Aktualisasi
diri adalah keinginan untuk memperoleh kepuasan dengan dirinya sendiri.
Kebutuhan-kebutuhan aktualisasi diri ini tidak memerluka penyeimbangan
atau homeostasis. Sekali diperoleh dia akan terus dirasakan. B-Needs
adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri.

 Kebutuhan fisiologis dasar: gaji, makanan, pakaian, perumahan.

 Kebutuhan akan rasa aman: lingkungan kerja yang bebas dari segala
bentuk ancaman.

 Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi: kesempatan yang diberikan untuk


menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain.

 Kebutuhan untuk dihargai: pemberian penghargaan atau reward, mengakui


hasil karya individu.
 Kebutuhan aktualisasi diri: kesempatan dan kebebasan untuk
merealisasikan cita-cita atau harapan individu.

Maslow juga mengutarakan penjelasannya sendiri tentang kepribadian


manusia yang sehat. Teori psikodinamika cenderung untuk didasarkan pada
studi kasus klinis maka dari itu akan sangat kurang dalam penjelasannya
tentang kepribadian yang sehat. Untuk sampai pada penjelasan ini, Maslow
mengkaji tokoh yang sangat luar biasa, Abaraham Lincoln dan Eleanor
Roosevelt, sekaligus juga gagasan-gagasan kontemporernya yang dipandang
mempunyai kesehatan mental yang sangat luar biasa.

Dari segi fisik, manusia mempunyai indra, merasa lapar, bertumbuh


kembang, berkembang biak, dan sebagainya. Dari segi kejiwaan manusia pun
mempunyai kebutuhan cita – cita, harapan, usaha dan sebagainya. Semua itu
pada hakikatnya baik, dan dikembangkan kearah yang lebih baik. Dalam
paradigma seperti ini, Maslow berpendapat bahwa manusia yang sehat jiwanya
adalah manusia yang mengembangkan dirinya sendiri berdasarkan kekuatan –
kekuatan dari dalam. Sementara orang – orang yang terganggu jiwanya, yang
anti sosial, yang jahat adalah orang – orang yang terhambat perkembangan
dirinya, yang frustasi oleh gangguan – gangguan dari luar.

Teori Maslow, yang pernah menjadi presiden American psychological


assction ( 1967 – 1968 ) , tentang tentang motivasi berawal dari para anggapan
bahwa manusia pada dasarnya adalah baik, atau setidak – tidaknya netral,
bukan jahat. Seperti halnya dengan keadaan fisiknya, kejiwaan manusia
mempunyai kebutuhan, kapasitas dan kecenderungan yang pada prinsipnya
tidak ada yang jahat. Karena itu menurut Maslow, psikoterapi atau konseling
bertujuan untuk mengembalikan seseorang ke jalur pengembangan dirinya
sendiri melalui potensi – potensi yang ada dalam dirinya sendiri juga. Salah
satu teori Maslow yang sangat terkenal ( dianut dan diterapkan oleh berbagai
cabang psikologi terapan saat ini ) adalah teori hirarki kebutuhan.
F. Kelebihan Dan Kelemahan Teori Maslow

a) Kelebihan

Dari sekian banyak teori motivasional yang ada, mungkin teori Hirarki
Kebutuhan Maslow yang paling luas dikenal. Setelah mencapai target yang
paling dasar, maka secara otomatis akan mencoba memenuhi kebutuhan yang
berada di atasnya. Secara umum dapat dikatakan bahwa teori Maslow telah
meletakkan batu pertama untuk penelitian struktur individu terutama
menyangkut apa yang lebih mendorong perilaku tertentu dalam organisasi dan
dalam bidang pembelajaran melalui identifikasi pada kebutuhan-kebutuhan
individu.

b) Kelemahan

Telah diketahui sebelumnya bahwa teori maslow ini telah diterima oleh
banyak orang, namun teori ini masih harus dibuktikan secara empiris. Dalam
kenyataannya, sulit sekali untuk memisahkan dan mengukur kebutuhan-
kebutuhan manusia itu sendiri. Urutan hirarki spesifik tidak sama bagi semua
orang. Juga tidak ada penjelasan kapan suatu kebutuhan sudah cukup
terpenuhi. Dan ada beberapa kebutuhan yang dominan dalam diri seseorang
pada saat yang sama. Hingga saat ini belum cukup bukti yang jelas yang
menunjukkan bahwa kebutuhan-kebutuhan manusia dapat dikategorikan ke
dalam lima kelompok yang berbeda atau berada pada suatu hirarki. Sejumlah
ahli menjadi ragu karena hasil penelitian-penelitian memberikan hasil yang
berbeda, ada beberapa penelitian yang mendukung, sedangkan yang lainnya
menolak.

Terkadang seseorang merasa telah tercukupi kebutuhan dasarnya dan


mencoba memenuhi kebutuhan yang berada di atasnya tanpa memperhatikan
kebutuhan yang sebelumnya sehingga tidak terjadi keseimbangan dalam
pemenuhan kebutuhan. Karena dalam teori ini disebutkan bahwa begitu orang
melewati tingkat kebutuhan tertentu, ia tidak lagi terdorong oleh motivasi
tingkat di bawahnya.
BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Teori humanisme merupakan konsep belajar yang lebih melihat pada sisi
perkembangan kepribadian manusia. Berfokus pada potensi manusia untuk
mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya dan
mengembangkan kemampuan tersebut. Salah satu tokoh psikologi humanisme
adalah Abraham Maslow yang lahir pada tanggal 1 April 1908 di Brooklyn,
New York. Dia adalah anak pertama dari tujuh bersaudara.

Ajaran-ajaran dasar psikologi humanistik, yaitu :Individu sebagai


keseluruhan yang integral, Ketidakrelevanan penyelidikan dengan hewan,
pembawaan baik manusia, potensi kreatif manusia, dan penekanan pada
kesehatan psikologis.

Teori humanisme Maslow merupakan salah satu cabang Humanisme


yang terkenal dengan teori hierarki kebutuhannya yaitu :

 Kebutuhan Fisiologis

 Kebutuhan Keamanan

 Kebutuhan Cinta, Sayang dan Kepemilikan

 Kebutuhan Harga Diri

 Kebutuhan Aktualisasi Diri


DAFTAR PUSTAKA

Mujib, Abdul Dkk. 2002. Nuansa-nuansa Psikologi Islam. Jakarta: PT


Raja Grafindo Persada,

Rian. S. 2014. Teori Hierarki Kebutuhan Maslow.

http://belajarpsikologi.com/teori-hierarki-kebutuhan-maslow/

W Sarwono. (2000). Aliran-aliran dan tokoh psikologi. Jakarta: PT Raja


Grafindo