Anda di halaman 1dari 4

TATA KOTA DKI JAKARTA

(1)Muhammad Adji Hanif (2) Salsabila Prihandoko P (3) Santhi Widyastuti (4) Shania Mevlinda Putri (5) Miqdad Abdul Jabbar (6) Yubilius
Andre (7) Habib Rahman (8) Ryandana Adi (9) Hayat Syafi’i

ABSTRAK
Kota metropolitan yaitu DKI Jakarta dikenal sebagai kota yang sering tergenang banjir pada
musim penghujan. Kota ini tumbuh tepat pada pertemuan dua sungai besar, yaitu Ciliwung dan
Pesanggrahan, atau secara geomorfologi tumbuh di dataran banjir yang luas/dataran aluvial kedua
sungai. Bencana banjir pernah terjadi pada tahun 2007, menggenangi sebagian besar pemukiman,
menelan banyak korban, dan kerusakan. Meskipun akhir-akhir ini banjir tidak begitu besar, namun
banjir besar seperti masa lalu dapat terulang kembali di waktu mendatang. Untuk mengurangi bencana
seperti ini, maka diperlukan kajian tentang banjir dan program penanggulangan bencana. Tujuan
penelitian ini adalah (1) melakukan analisis dan pemetaan bahaya dan risiko banjir dan (2) evaluasi tata
ruang (RDTR) Kota Jakarta berdasarkan pada bahaya banjir. Pendekatan geomorfologis digunakan
untuk menganalisis bahaya banjir melalui kajian morfogenesis dan morfologi bentuk lahan serta sejarah
banjir. Untuk menilai risiko digunakan data bahaya banjir dan kerentanan penggunaan lahan. Scoring
terhadap parameter geomorfologi dan penggunaan lahan dibuat dan dikombinasikan dengan analisis
spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah DKI Jakarta sebagian besar merupakan daerah
daratan rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa hampir separuh wilayah kota terancam banjir pada
tingkat sedang hingga tinggi. Berdasarkan hasil analisis bahaya banjir tersebut dikaitkan dengan
kerentanan penggunaan lahan. Menurut persebarannya, mencakup seluruh area terbangun, seperti
perumahan, perkantoran, dan kawasan komersial. Keadaan ini menandakan bahwa hampir sepertiga
dari area terbangun Kota Jakarta terancam oleh banjir baik pada tingkat bahaya sedang maupun tinggi.
Dengan demikian upaya penanggulangan bencana harus menjadi prioritas utama oleh Pemerintah untuk
menurunkan tingkat risiko.
Kata kunci : kota metropolitan, DKI Jakarta, banjir, dan tata kota
Pendahuluan perusahaan asing. Kota ini juga menjadi tempat
kedudukan lembaga-lembaga pemerintahan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI dan kantor sekretariat ASEAN. Jakarta dilayani
Jakarta) adalah ibu kota negara oleh dua bandar udara, yakni Bandara
dan kota terbesar di Indonesia. Jakarta Soekarno–Hatta dan Bandara Halim
merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang Perdanakusuma, serta tiga pelabuhan laut
memiliki status setingkat provinsi. Jakarta di Tanjung Priok, Sunda Kelapa, dan Ancol.
terletak di pesisir bagian barat laut Pulau Jawa.
Dahulu pernah dikenal dengan beberapa nama Jakarta dilewati 13 sungai yang semuanya
di antaranya Sunda Kelapa, Jayakarta, bermuara ke Teluk Jakarta. Sungai yang
dan Batavia. Di dunia internasional Jakarta juga terpenting ialah Ciliwung, yang membelah kota
mempunyai julukan J-Town, atau lebih populer menjadi 2.
lagi The Big Durian karena dianggap kota yang Bagian sebelah timur dan selatan Jakarta
sebanding New York City (Big Apple) berbatasan dengan provinsi Jawa Barat.
di Indonesia. Sedangkan yang berada di sebelah barat
berbatasan dengan provinsi Banten. Kepulauan
Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² Seribu juga merupakan kabupaten administratif
(lautan: 6.977,5 km²), dengan penduduk yang terletak di Teluk Jakarta. Sekitar 105
berjumlah 10.187.595 jiwa (2011). Wilayah pulau terletak sejauh 45 km (28 mil) sebelah
metropolitan Jakarta (Jabodetabek) yang utara kota.Teluk Jakarta yang luasnya sekitar
berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, merupakan 514 km2 ini merupakan wilayah perairan
metropolitan terbesar di Asia Tenggara atau dangkal dengan kedalaman rata-rata mencapai
urutan kedua di dunia. 15 meter.
Sebagai pusat bisnis, politik, dan kebudayaan,
Jakarta merupakan tempat berdirinya kantor-
kantor pusat BUMN, perusahaan swasta, dan
GEOLOGI REGIONAL laguna, ataupun rawa belakang akibat limpasan
yang melampaui tanggul alam. Kondisi tersebut
Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi 5 mengakibatkan Jakarta rawan terhadap banjir
wilayah Kota administrasi dan satu Kabupaten dan penggenangan.
administratif, yakni: Kota administrasi Jakarta b. Karakteristik Tanah
Aluvial Hidromorf, Aluvial Kelabu Tua,
Pusat dengan luas 47,90 km2, Jakarta Utara
Asosiasi Aluvial Coklat Kelabu dan Aluvial
dengan luas 142,20 km2, Jakarta Barat dengan Coklat, Asosiasi Glei Humus Rendah dan
luas 126,15 km2, Jakarta Selatan dengan luas Aluvial Kelabu, Asosiasi Latosol Merah,
145,73 km2, dan Kota administrasi Jakarta Latosol Coklat Kemerahan, dan Regosol
Timur dengan luas 187,73 km2, serta Coklat.
Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu c. Karakteristik Hidrologi
dengan luas 11,81 km2. Jakarta berlokasi di Provinsi Jakarta yang menjadi tempat
sebelah utara Pulau Jawa, di bermuaranya 11 buah sungai dan 2 buah kanal.
muara Ciliwung, Teluk Jakarta. Jakarta terletak Di perairan ini bermuara 13 sungai besar mulai
di dataran rendah pada ketinggian rata-rata 8 dari muara sungai Cisadane di bagian barat
meter dpl. Hal ini mengakibatkan Jakarta sering sampai muara sungai Citarum di bagian timur
dilanda banjir. Sebelah selatan Jakarta d. Karakteristik Oseanografi
Secara umum morfologi topografi pantai utara
merupakan daerah pegunungan dengan curah
Jakarta merupakan suatu daerah
hujan tinggi. Jakarta dilewati oleh 13 sungai
dataran.Wilayah Pantai Utara (Pantura) Jakarta
yang semuanya bermuara ke Teluk Jakarta. berada pada satuan geomorfologi dataran
Sungai yang terpenting ialah Ciliwung, yang aluvial.
membelah kota menjadi dua. Sebelah timur dan METODELOGI
selatan Jakarta berbatasan dengan
provinsi Jawa Barat dan di sebelah barat Penelitian dilakukan pada kota
berbatasan dengan provinsi Banten.Kepulauan metropolitan di daerah DKI Jakarta. Jakarta
Seribu merupakan kabupaten administratif terdiri dari dataran rendah dengan ketinggian
yang terletak di Teluk Jakarta. Sekitar 105 rata-rata 7 meter di atas permukaan laut,
pulau terletak sejauh 45 km (28 mil) sebelah terletak pada posisi 6°12’ Lintang Selatan dan
utara kota. 106°48’ Bujur Timur. Berdasarkan Keputusan
Gubernur Nomor 1227 Tahun 1989, luas
Keadaan Kota Jakarta umumnya wilayah Provinsi DKI Jakarta adalah 7.659,02
beriklim panas dengan suhu udara maksimum km2, terdiri dari daratan seluas 661,52 km2,
berkisar 32,7°C - 34,°C pada siang hari, dan termasuk 110 pulau di Kepulauan Seribu, dan
suhu udara minimum berkisar 23,8°C -25,4°C lautan seluas 6.997,50 km2. Metode penulisan
pada malam hari. Rata-rata curah hujan paper ini menggunakan metode penggumpulan
sepanjang tahun 237,96 mm, selama periode data berdasarkan data sekunder yang terdapat
2002-2006 curah hujan terendah sebesar 122,0 literatur.
mm terjadi pada tahun 2002 dan tertinggi
sebesar 267,4 mm terjadi pada tahun 2005,
dengan tingkat kelembaban udara mencapai
73,0 - 78,0 persen dan kecepatan angin rata-rata
mencapai 2,2 m/detik - 2,5 m/detik.
a. Karakteristik Geomorfologi
Dataran Jakarta digolongkan ke dalam
dataran aluvial pantai dan sungai, yang
merupakan hasil endapan yang terbawa oleh
aliran sungai Ci Liwung, Ci Sedane, dan kali
bekasi. Dataran ini mempunyai bentang alam
datar, sungai bermeander, yang sebelumnya
merupakan dataran rawa, baik rawa pantai, Gambar 2.1 peta DKI Jakarta
PEMBAHASAN KESIMPULAN

Jakarta merupakan dataran rendah yang DKI Jakarta dikelilingi oleh dua sungai
merupakan alluvial plain dari sungai-sungai besar yaitu sungai Ciliwung dan sungai
yang berhulu di Bogor. Jakarta merupakan Pesanggrahan dan juga sungai lainnya.
daerah dengan populasi yang sangat padat yang Kemungkinan terbesar adalah sungai-sungai
mengakibatkan banyaknya daerah pemukiman yang mengelilingi Jakarta ini yang
kumuh dan banyaknya bangunan-bangunan liar menyebabkan banjir ketika sungai-sungai nya
di bantaran sungai. Hal ini membuat tata ruang meluap. Karena umumnya sungai-sungai di
di daerah DKI Jkarta kurang teratur dan juga Jakarta mengalami pendangkalan. Sehingga,
berantakan. Sungai yang terdapat di Jakarta ada jika menerima air dengan intensitas yang cukup
sekitar 13 dengan yang paling besar adalah tinggi maka akan menyebabkan banjir. Selain
sungai Ciliwung yang membelah Jakarta itu dikarenakan drainase yang kurang baik juga
menjadi 2 kawasan. Sungai Ciliwung dan merupakan faktor terjadinya banjir di kota
sungai-sungai lainnya mengalami masalah Jakarta.
pendangkalan yang sangat parah yang
disebabkan sampah-sampah dan limbah SARAN
pembuangan masyarakat yang mengendap di
dasar sungai. Tata kota pada DKI Jakarta yang 1. Seharusnya Pemerintah melakukan
dinilai masih berantakan mengingat banyaknya pengerukan dasar sungai.
bangunan liar termasuk di pinggiran sungai 2. Seharusnya Pemerintah menggalakkan
menjadi penyebab yang sangat berpengaruh kegiatan cinta lingkungan terutama
terhadap bencana banjir yang terjadi di DKI pada masyarakat yang tinggal di daerah
Jakarta. sekitar sungai.
3. Seharusnya Pemerintah lebih tegas
DKI Jakarta merupakan daerah yang dalam menerapkan peraturan tentang
hampir seluruh wilayahnya berpotensi terkena kebersihan lingukungan terutama
banjir mulai dari skala sedang hingga skala kebersihan sungai.
tinggi. Banjir yang terjadi di sebabkan oleh 4. Seharusnya Pemerintah lebih
meluapnya dua sungai besar yaitu sungai memerhatikan tata letak kota dan tata
Ciliwung dan sungai Pesanggrahan. Selain itu, guna lahan yang dapat dimanfaatkan.
juga karena basic dari dataran Jakarta yang
merupakan alluvial plain dari sungai ciliwung REFRENSI
dan sungai lainnya yang berhulu di Bogor yang
merupakan daerah dengan tingkat presipitasi Pramulya, Muhammad. 2011. Kajian
yang tinggi sehingga mengakibatkan sungai-
Geomorfologi Bahaya dan Resiko Banjir Serta
sungai yang ada di Jakarta menampung air
dalam jumlah besar, sedangkan kondisi Aplikasinya Untuk Evaluasi Tata Ruang Kota
drainase di Jakarta sendiri sangat buruk akibat Sintang. Borneo. Institut Pertanian Bogor
adanya pemukiman di pinggir sungai dan
cepatnya proses pendangkalan sungai-sungai Djunire, S. 2009. Kajian Bahaya dan Resiko
yang ada di Jakarta, sehingga air kiriman Tsunami Berbasis Geomorfologi Untuk
tersebut tidak mamapu di tampung seluruhnya, Menunjang Rencana Tata Ruang Kota
yang mengakibatkan meluapnya sungai-sungai Manokwari, Provinsi Papua Barat [tesis].
tersebut, dan terjadilah banjir yang sering kali Institut Pertanian Bogor.
menyebabkan kerugian, bahkan memakan
koraban jiwa. Simarmata, H.A. 2010. Faktor kebencanaan
dalam Penataan Ruang. Edisi September-
Dengan kondisi Jakarta yang seperti Oktober 2009. http://www.penataanruang.net.
ini, perlu dilakukan rekontruksi ulang terhadap
penggunaan tata ruang Jakarta. Pemerintah DKI Jakarta. 2008. Geografis
Jakarta.http://www.jakarta.go.id/v2/news/2
008/01/Geografis-
Jakarta#.WgKOloqXdPY