Anda di halaman 1dari 3

Mine Scheduling Penambangan Batugamping

di Kuari Tuban P.T. Semen Gresik (Persero) Tbk.


I-1
Periode Penambangan Tiga Tahun (2003-2005)

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Pengetahuan mengenai ilmu-ilmu dasar tentang kegiatan penambangan—yang
diperoleh mahasiswa melalui kegiatan perkuliahan—tidak lengkap tanpa disertai dengan
pengamatan dan pengalaman langsung di lapangan. Untuk itulah, mahasiswa
Departemen Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung, khususnya yang memilih
option Tambang Umum, diwajibkan untuk melakukan Kerja Praktik. Kerja Praktik ini
juga merupakan syarat pengambilan Tugas Akhir.
Melalui kegiatan ini mahasiswa diharapkan diharapkan dapat mengkorelasikan
ilmu yang didapat dalam perkuliahan dengan kenyataan di lapangan. Selain itu
mahasiswa juga dituntut untuk belajar aktif dan mencari keterampilan kerja selama
Kerja Praktik sehingga pada masa mendatang, mahasiswa dapat mempersiapkan diri
terjun ke dunia kerja.
P.T. Semen Gresik (Persero), Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak dalam
industri pembuatan semen yang mempunyai aktivitas mulai dari pengambilan
(penambangan) bahan baku hingga dihasilkan semen yang siap dipasarkan. Aktivitas
pengambilan bahan baku yang dimaksud adalah serangkaian aktivitas penambangan
batugamping dan penambangan tanah liat (shale).
Tahap-tahap penambangan batugamping mencakup pembersihan (land clearing),
pemberaian, pemuatan, dan pengangkutan. Untuk mendapatkan produksi batugamping
yang sesuai dengan kebutuhan crusher maka sangat diperlukan perencanaan tambang
yang baik.
Melihat aktivitas penambangan di atas, maka P.T. Semen Gresik (Persero), Tbk
juga merupakan tempat yang cukup kompleks sebagai sarana belajar dan praktik bagi
mahasiswa yang memiliki disiplin ilmu di bidang pertambangan.

Bab I. Pendahuluan
Mine Scheduling Penambangan Batugamping
di Kuari Tuban P.T. Semen Gresik (Persero) Tbk.
I-2
Periode Penambangan Tiga Tahun (2003-2005)

I.2. Tujuan
Tujuan dari laporan ini adalah untuk menentukan penjadwalan penambangan
(mine scheduling) di kuari Tuban P.T. Semen Gresik untuk periode penambangan satu
tahun (2003-2005).

I.3. Alasan Pemilihan Judul


Dalam usaha penambangan, diperlukan suatu perencanaan penambangan yang
matang agar diperoleh kinerja yang optimum. Artinya, seluruh bahan tambang yang
tersedia dapat dimanfaatkan seluruhnya—jika memang memungkinkan—sekaligus
memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan sebelumnya agar diperoleh produk akhir
semen yang memuhi standar mutu yang diinginkan.
Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan suatu
penambangan, seperti iklim/cuaca, biaya, kualitas material, dan sebagainya yang akan
mempengaruhi pertimbangan perencanaan penambangan.
Karena itulah, saya tertarik untuk memakai (perencanaan) penjadwalan
penambangan (mine scheduling) batugamping ini sebagai tema tulisan. Penjadwalan
penambangan terkait dengan kondisi fisik dan persebaran kualitas batugamping untuk
memenuhi kebutuhan crusher dan mengantisipasi kondisi cuaca—yang sangat
mempengaruhi kegiatan penambangan terbuka yang dilakukan di kuari Tuban.

I.4. Pembatasan Masalah dan Asumsi Pengolahan Data


Agar pembahasan dapat lebih terfokus, maka diperlukan pembatasan masalah,
sehingga tidak terlalu luas dan lebih mudah dipecahan. Pembatasan masalah ini
meliputi:
1. Pembahasaan hanya dibatasi pada penambangan batugamping saja.
2. Pembahasan hanya pada perencanaan areal mana saja yang akan
ditambang yang terkait dengan kondisi fisik dan kimianya untuk
memenuhi kebutuhan crusher.
3. Perencanaan dibatasi untuk periode 3 tahun (masing-masing tahun terdiri
dari dua fasa penambangan; musim kemarau dan penghujan sebagai
kondisi pembatas)
Asumsi yang digunakan yaitu :
1. Semua alat berada dalam kondisi baik (dapat bekerja) yaitu mencakup
alat bor, alat muat, alat angkut dan crusher sehingga dapat menjalankan
penambangan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Bab I. Pendahuluan
Mine Scheduling Penambangan Batugamping
di Kuari Tuban P.T. Semen Gresik (Persero) Tbk.
I-3
Periode Penambangan Tiga Tahun (2003-2005)

2. Kandungan kimia batugamping per bench (6 m) dianggap sama atau


diambil rataannya.
3. Musim hujan dan kemarau terjadi pada bulan yang sama, pada periode
enam bulanan.

I.5. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Waktu pelaksanaan praktik kerja lapangan : 01 – 30 Juni 2003
Tempat pelaksanaan praktik kerja lapangan : P.T. Semen Gresik (Persero), Tbk.
Pabrik Tuban, desa Sumberarum, kecamatan Merak Urak, kabupaten Tuban,
Jawa Timur.

I.6. Sistematika Penulisan


Bab pertama berisi Pendahuluan, yang terdiri dari latar belakang, alasan
pemilihan judul, pembatasan masalah dan asumsi pengolahan data, waktu dan
tempat pelaksanaan, serta sistematika penulisan.
Bab kedua berisi tinjauan umum dan tinjauan perusahaan, yang terdiri dari
gambaran geolografis dan keadaan umum kuari tuban, ketersampaiannya, dan
sejarah singkat P.T. Semen Gresik (Persero), Tbk.
Bab ketiga berisi dasar pemikiran, data yang diperoleh, dan analisis kegiatan
penjadwalan penambangan di kuari Tuban.
Tulisan ini diakhiri dengan bab keempat berisi penutup, yang terdiri dari
kesimpulan dan saran yang berkenaan dengan bab ketiga dan pelaksanaan kegiatan
Kerja Praktik secara umum.

Bab I. Pendahuluan