Anda di halaman 1dari 9

BAB II TINJAUAN UMUM DAN PERUSAHAAN II-1

OPTIMALISASI PERENCANAAN PELEDAKAN UNTUK MEMENUHI BLASTING RECOVERY 95% PADA CAP ROCK BATUGAMPING DI KUARI TUBAN I

BAB II
TINJAUAN UMUM DAN PERUSAHAAN

2.1 Tinjauan Umum


2.1.1 Lokasi dan Ketersampaian
Daerah penambangan batugamping diusahakan oleh P.T. Semen Gresik
(Persero) Tbk. menempati areal seluas 797,44 Ha dengan ketinggian 30-115
m.

Gambar 2.1
Peta Lokasi Penambangan Batugamping

Daerah penambangan batugamping dapat dicapai melalui jalan darat.


Perjalanan ditempuh dari kota Surabaya menuju kota Tuban menggunakan
bus antar kota selama 3 jam. Kemudian dari kota Tuban perjalanan
dilanjutkan menuju desa Sumberarum, kecamatan Merakurak, kabupaten
Tuban sejauh 20 km dengan menggunakan angkutan pedesaan selama 30
menit.
BAB II TINJAUAN UMUM DAN PERUSAHAAN II-2
OPTIMALISASI PERENCANAAN PELEDAKAN UNTUK MEMENUHI BLASTING RECOVERY 95% PADA CAP ROCK BATUGAMPING DI KUARI TUBAN I

2.1.2 Keadaan Geologi dan Topografi


2.1.2.1 Geomorfologi
Secara umum keadaan morfologi daerah di sekitar kuari dibagi menjadi
dua bagian :
1. Satuan morfologi dataran rendah, daerah ini mempunyai
ketinggian 5-30 m dpl. Morfologi daerah ini terbentuk oleh
endapan aluvial yang terdiri dari daerah lumpur, lanau, lempung
yang berwarna coklat kekuningan.
2. Satuan morfologi perbukitan bergelombang lemah, daerah ini
mempunyai ketinggian 30-115 m dpl. Daerah ini adalah
perbukitan landai yang miring ke utara dengan kemiringan 3 o-5o
terbentuk oleh satuan batugamping terumbu lembah sungai
kering dengan arah utara-selatan dan sejajar. Sungai-sungai
pongpongan ada di sebelah timur kuari batugamping.

2.1.2.2 Geografi
Secara regional daerah penambangan termasuk cekungan rembang
bagian timur. Sedimentasi di cekungan ini berkembang sejak zaman miosen
sampai resen. Struktur antiklin dan sinklin terbentuk di beberapa tempat dan
secara umum sumbu perlipatannya berarah timur-barat. Akibat adanya
perlipatan tersebut terjadilah struktur sesar, baik sesar geser maupaun sesar
normal. Terutama pada batuan yang bersifat getas. Di samping itu perlipatan
tersebut juga mengakibatkan terjadinya kekar melintang, memanjang,
maupun diagonal. Kekar-kekar tersebut berkembang baik di puncak antiklin
dan di lembah sinklin. Pada bagian sayap-sayap antiklin dan sinklin kurang
berkembang.
Batuan tertua adalah formasi tawon yang berumur miosen bawah.
Selanjutnya adalah formasi ngrayon yang berakhir pada awal miosen tengah.
Formasi tersebut kedap air kemudian diendapkan berturut-turut formasi bolo,
wonocolo, dan lodala yang berakhir pada zaman miosen atas. Diatas formasi
tersebut, secara tidak selaras, diendapkan berturut-turut formasi paciran,
medu, lidah mulai dari zaman pliosen-plesitosen. Cekungan rembang ini terdiri
dari batugamping pejal dan dolomitan. Formasi batuan lidah bersifat lempung
terletak tidak selaras diatas formasi mundu.
BAB II TINJAUAN UMUM DAN PERUSAHAAN II-3
OPTIMALISASI PERENCANAAN PELEDAKAN UNTUK MEMENUHI BLASTING RECOVERY 95% PADA CAP ROCK BATUGAMPING DI KUARI TUBAN I

2.1.2.3 Stuktur Geologi


Struktur geologi daerah ini termasuk pada fisiografi cekungan rembang
bagian timur. Endapan batugamping di daerah ini miring ke arah utara dengan
jurus N235oE sampai N250oE dengan kemiringan 10o sampai 15o. Di beberapa
tempat terdapat struktur kekar gerus berpasangan. Sesar normal terdapat di
sepanjang sungai pongpongan bagian barat adalah daerah yang relatif naik
sedangkan yang bagian timur adalah daerah yang relatif turun.

2.1.2.4 Iklim dan Curah Hujan


Daerah Tuban termasuk beriklim tropis, dengan dua musim, yaitu
musim hujan dan kemarau. Musim hujan berlangsung dari bulan oktober
sampai dengan april, dan musim kemarau berlangsung enam bulan
berikutnya. Pada musim hujan angin bertiup dari arah barat ke arah timur,
sedangkan saat musim kemarau angin berhembus dari arah sebaliknya. Curah
hujan maksimum rata-rata berkisar antara 153,73 mm/hari. Sedang curah
hujan terbesar terjadi pada bulan desember.

2.1.3 Kegiatan Penambangan


Kegiatan penambangan dilakukan oleh anak perusahaan P.T. Semen
Gresik, yaitu P.T. United Tractors Semen Gresik atau disingkat UTSG. Sistem
penambangan menggunakan penambangan terbuka dengan sistem jenjang
tunggal atau single bench, yaitu awal penambangannya dilakukan pada level
tertinggi (115 m) sampai garis dasar 30 m dari permukaan laut. Adapun
tahapan penambangannya meliputi:
3. Tahap Persiapan meliputi pembersihan semak yang
menggunakan alat bulldozer tipe D115 karena lapisan penutup
batugamping ini terlalu tipis, yaitu 0,1–0,5 meter sehingga tidak
dilakukan stripping.
4. Kegiatan Pembongkaran. Untuk membongkar batugamping
menggunakan metode pemboran dan peledakan. Pemboran
dilakukan dengan menggunakan CRP jenis ROC buatan Atlas
Copco dengan diameter bit 3,5 inchi, kedalaman lubang tembak 6
meter, dengan jarak burden 3 meter, dan spasi 3,5 meter.
Kegiatan peledakan menggunakan cara listrik dengan delay
BAB II TINJAUAN UMUM DAN PERUSAHAAN II-4
OPTIMALISASI PERENCANAAN PELEDAKAN UNTUK MEMENUHI BLASTING RECOVERY 95% PADA CAP ROCK BATUGAMPING DI KUARI TUBAN I

detonator untuk mengatur peledakan dan cara non listrik


(NONEL). Bahan peledak menggunakan ANFO dan Power Gel
Magnum 3151. Balsting machine adalah tipe T500 yang mampu
meledakkan 500 buah detonator. Peledakan menghasilkan
boulder dengan jumlah yang cukup besar yang kemudian diatasi
dengan alat pemecah batu (Stone Breaker) dengan mesin
penggerak tipe PC200.
5. Kegiatan Pemuatan. Batugamping yang telah terbongkar,
diangkut ke alat angkut dengan menggunakan alat muat jenis
Front Shovel tipe PC650 dengan kapasitas munjung 3,8 m 3.
Dengan rata-rata tiga kali pengisian maka muatan dumptruck
telah penuh. Sedangkan alat muat yang diagunakan di daerah
stock yard memakai jenis wheel loader WA500 dengan kapasitas
4 m3.
6. Kegiatan Pengangkutan. Untuk mengangkut batugamping dari
kuari menuju stock yard atau ke crusher digunakan alat angkut
jenis dumptruck tipe CWA dan CWB dengan kapasitas muatan
sebesar 20 ton.
Kuari batugamping Tuban terletak 5 km disebelah tenggara pabrik
pengolahan semen P.T. Semen Gresik (Persero) Tbk. Luas area 797,44 ha
pada ketinggian bervariasi antara 30 sampai 115 m di atas permukaan laut.
Kuari terletak di desa Temandang dan Pongpongan, kecamatan Merakurak,
kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Direncanakan penambangan batugamping dilakukan di empat kuari,
sebagai berikut:
 Kuari Tuban I dengan jumlah cadangan 114.978.000 ton (1996-2038)
 Kuari Tuban II dengan jumlah cadangan 128.670.000 ton (1997-2039)
 Kuari Tuban III dengan jumlah cadangan 157.305.000 ton (1997-2038)
 Kuari Tuban IV dengan jumlah cadangan 161.886.000 ton (1998-2039)
Target produksi tahunan mencapai 4.600.000 ton, dengan kebutuhan
batugamping 3.074.600 ton per tahunnya.
Sistem penambangan yang diterapkan adalah sistem penambangan
terbuka, sehingga sangat bergantung pada kondisi iklim dan cuaca. Hal ini
BAB II TINJAUAN UMUM DAN PERUSAHAAN II-5
OPTIMALISASI PERENCANAAN PELEDAKAN UNTUK MEMENUHI BLASTING RECOVERY 95% PADA CAP ROCK BATUGAMPING DI KUARI TUBAN I

akan mempengaruhi perencanaan penambangan dan penjadwalan, serta


membutuhan penanganan sistem penyaliran yang baik.

2.2 Tinjauan Perusahaan


Sejarah dan perkembangan P.T. Semen Gresik dapat dibagi menjadi
tiga, yaitu masa perintisan, masa pesiapan, dan masa pelaksanaan
pembangunan.
Masa perintisan dimulai pada tahun 1935 hingga tahun 1938 ketika
seorang sarjana Belanda bernama Ir. Van Ess mengadakan penelitian geologis
di sekitar Gresik. Hasil survei menunjukkan adanya deposit batugamping
dalam jumlah besar. Penemuan ini mendorong pemerintah Belanda untuk
mendirikan pabrik semen. Sayangnya, survei tersebut tidak berkelanjutan
karena pecahnya perang dunia ke dua.
Pada tahun 1950 Moh. Hatta, wakil presiden RI saat itu, mendorong
pemerintah untuk merealisasikan pendirian pabrik semen yang sempat
terhenti. Hasil penyelidikan ulang—Dr. A Kraeff, seorang sarjana Jerman—
yang dilakukan menunjukkan prospek pendirian pabrik semen di Gresik sangat
baik. Dilaporkan bahwa deposit batugamping yang ada diperkirakan mampu
memenuhi produksi pabrik semen dengan kapasitas 250.000 ton per tahun
selama 60 tahun.
Pada tanggal 26 Maret 1953, dengan akta notaris Raden Meester
Soewandi nomor 41 Jakarta, didirikanlah badan hukum NV Semen Gresik.
Realisasi pembangunan pabrik Semen Gresik tersebut oleh pemerintah
diserahkan kepada BIN (Bank Industri Negara). Dengan penugasan tersebut,
BIN mulai mengadakan persiapan-persiapan terutama yang menyangkut
penyediaan pembiayaan lokal yang berupa rupiah. Sedangkan untuk
pembiayaan valuta asing digunakan kredit Bank USA. Konsultan untuk
persiapan pelaksanaan pembangunan pabrik ini adalah White Engas dan
McDonald Co. yang ditugaskan untuk menentukan lokasi sekaligus merancang
pembangunan pabrik.
BAB II TINJAUAN UMUM DAN PERUSAHAAN II-6
OPTIMALISASI PERENCANAAN PELEDAKAN UNTUK MEMENUHI BLASTING RECOVERY 95% PADA CAP ROCK BATUGAMPING DI KUARI TUBAN I

Pembangunan fisik pabrik dimulai pada bulan april 1955. Pembangunan tahap
pertama pabrik dimaksudkan untuk membangun pabrik yang memiliki tanur pembakaran
yang berkapasitas 250.000 ton per tahun dengan kemungkinan perluasan di masa yang
akan datang.
Pada tahun 1961, pabrik Semen Gresik mengadakan perluasan yang
pertama dengan manambah satu tanur pembakaran sehingga kapasitas
produksi meningkat menjadi 375.000 ton per tahun.
Pada tanggal 1 April 1960 status NV Semen Gresik berubah menjadi
Perusahaan Negara, yaitu P.N. Semen Gresik. Dan terakhir, tanggal 24
Oktober 1969 status berubah lagi menjadi P.T. Semen Gresik (Persero) hingga
sekarang.
Pada tahun 1972, pabrik Semen Gresik mengadakan perluasan yang
kedua dengan menambah satu buah Kiln sehingga kapasitasnya meningkat
menjadi 500-600 ribu ton per tahun. Keempat Kiln di atas adalah untuk proses
basah.
Pada tahun 1979 dilakukan perluasan ketiga dengan menambah dua
buah Kiln proses kering sehingga produksi menjadi 1,5 juta ton per tahun.
Pada tahun 1988 dilakukan konversi bahan bakar dari minyak ke batubara
sebagai upaya untuk menekan biaya bahan bakar. Optimalisasi pabrik Semen
Gresik dilakukan pada tahun 1992 dengan dilakukannya penggantian
suspension preheater dari gepol ke cyclone sehingga kapasitas terpasang
pabrik Semen Gresik unit I dan II menjadi 1,8 juta ton per tahun.
Pada tanggal 19 November 1994 ditandatangani kerjasama perjanjian
antara P.T. Semen Gresik dengan Fuller Internaional untuk pembangunan
perluasan keempat, yaitu pabrik Semen Gresik unit III di Tuban (Tuban I),
yang berkapasitas 2,3 juta ton per tahun dan diresmikan oleh Presiden
Soeharto pada 24 September 1994.
Salah satu alasan didirikannya unit III ini adalah karena struktur
geografis kota Tuban dan sekitarnya, yaitu pegunungan kapur yang
dimungkinkan dilakukannya penggalian bahan baku hingga seratus tahun
mendatang. Denbgan didirikannya pabrik Tuabn III ini maka total kapasitas
produksi menjadi 6,3 juta ton per tahun. Unit pabrik I dan II terletak di desa
Sidomoro kabupaten Gresik, sedangkan unit III terletak di desa Sumberarum,
kecamatan Kerek, kabupaten Tuban. Pada masa ini pabrik yang beroperasi
BAB II TINJAUAN UMUM DAN PERUSAHAAN II-7
OPTIMALISASI PERENCANAAN PELEDAKAN UNTUK MEMENUHI BLASTING RECOVERY 95% PADA CAP ROCK BATUGAMPING DI KUARI TUBAN I

adalah unit III, sedangkan unit I dan II digunakan untuk finishing dan analisis
(laboratorium) saja.
Bulan september 1995 P.T. Semen Gresik (Persero) melakukan
penjualan sahamnya untuk kedua kalinya kepada masyarakat, sehingga
komposisi kepemilikan berubah menjadi 65% milik pemerintah dan 35%
masyarakat. Namun, pada saat ini komposisi kepemilikan saham P.T. Semen
Gresik adalah sebagai berikut pemerintah RI 45%, masyarakat 35%, dan
Cemex 20%.
Berkat displin dan kerjasama yang baik di antara pegawai maka tanggal
29 Mei 1996, P.T. Semen Gresik (Persero) memperoleh sertifikat ISO 9002
untuk unit I, II, dan III di Gresik dan Tuban.
Setelah kemerdekaan Indonesia 1945 memberi gagasan kepada
pemerintah Indonesia pada tahun 1951 diterima. Maka kemudian diadakan
penyelidikan oleh Dr. A Kraeff—seorang sarjana Jerman—secara lebih intensif.
Pada tahun 1953 Bank Industri Negara (Bapindo) ditugasi oleh
pemerintah RI untuk merealisasikan pabrik semen pertama di Indonesia.
Untuk itu dilakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Dibentuk badan hukum NV Semen Gresik dengan akta notaris No. 14
dari Raden Meester Soerandi di Jakarta. Ir. Ibrahim bin Muhammad
Zahiyer (pegawai tinggi kementrian perekonomian) kemudian
diangkat menjadi komisaris dan direktur utama.
2. Berikut perkembangan yang dialami oleh P.T. Semen Gresik (Persero)
Tbk.:
- Pada tanggal 7 Agustus 1957 dilakukan peresmian pabrik di Gresik oleh
Presiden Soekarno. Pabrik tersebut berkapasitas 250.000 ton per
tahun.
- Tahun 1961 dilakukan perluasan pertama pabrik dengan kapasita
125.000 ton per tahun. Kapasitas terpasang mencapai 375.000
ton per tahun.
- Tahun 1969 terjadi perubahan status P.T. Semen Gresik dari BUMN
menjadi P.T. (Persero).
- Tahun 1972 dilakukan perluasan kedua pabrik dengan kapasitas
125.000 ton per tahun yang diresmikan oleh Presiden Soeharto
pada tanggal 10 Juli.
BAB II TINJAUAN UMUM DAN PERUSAHAAN II-8
OPTIMALISASI PERENCANAAN PELEDAKAN UNTUK MEMENUHI BLASTING RECOVERY 95% PADA CAP ROCK BATUGAMPING DI KUARI TUBAN I

- Tahun 1979 dilakukan perluasan ketiga dengan kapasitas 1 juta ton per
tahun yang diresmikan pada tanggal 2 Agustus 1979 oleh mentri
perindustrian A.R. Soehoed. Kapasitas terpasang menjadi 1,5
juta ton per tahun.
- Tahun 1988 dilakukan konversi bhan bakar operasi dari minyak ke
batubara untuk menekan ongkos produksi.
- Tahun 1991 P.T. Semen Gresik (Persero) Tbk. mulai go public dan
listing pada tanggal 8 Juli dengan kepemilikan saham 73,1%
pemerintah serta 26,9% masyarakat.
- Tahun 1992 terjadi penggantian suspension preheater dari gepol ke
cyclone untuk meningkatkan kapasitas menjadi 2,3 juta ton per
tahun. Kapasitas terpasang menjadi 4,1 juta ton per tahun.
- Tahun 1994 dilakukan persemian pabrik Tuban I dengan kapasitas 2,3
juta ton per tahun. Kapasitas terpasang menjadi 4,1 juta ton per
tahun.
- Tahun 1995 P.T. Semen Gresik (Persero) Tbk. mengadakan konsolidasi
dengan P.T. Semen Padang dan P.T. Semen Tonasa untuk
bekerja sama dalam bidang pemasaran, distribusi, proyek dan
investasi, sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan,
sistem informasi, logistik taua inventory serta pengawasan intern
dan hukum. Kapasitas terpasang menjadi 8,5 juta ton per tahun.
- Bulan Sepetmber 1995 dilakukan penawaran umum terbatas I (Right
Issue I) untuk mengubah kepemilikan saham menjadi negara
65% dan masyarakat 35%.
- Tanggal 29 Mei 1996 P.T. Semen Gresik (Persero) Tbk. memperoleh
sertifikat sistem manajemen mutu ISO 9002.
- Tanggal 10 September 1996 dilakukan peresmian Pabrik Semen Tonasa
IV yang berkapasitas terpasang 2,3 juta ton per tahun. Maka
kapasitas terpasang P.T. Semen Gresik (Persero) Tbk. mencapai
10,8 juta ton per tahunnya.
- Tanggal 17 April 1997 dilakukan peresmian pabrik Tuban II dengan
kapasitas 2,3 juta ton per tahun, sehingga kapasitas terpasng
mencapai 13,1 juta ton per tahun.
BAB II TINJAUAN UMUM DAN PERUSAHAAN II-9
OPTIMALISASI PERENCANAAN PELEDAKAN UNTUK MEMENUHI BLASTING RECOVERY 95% PADA CAP ROCK BATUGAMPING DI KUARI TUBAN I

- Tanggal 20 Maret 1998 dilakukan peresmian pabrik Tuban III, sehingga


kapasitas produksi P.T. Semen Gresik (Persero) Tbk. meningkat
menjadi 14,9 juta ton per tahun.
- Tanggal 17 September 1998 pemerintah melepas kepemilikan
sahamnya di P.T. Semen Gresik (Persero) Tbk. melalui
penawaran terbuka sebesar 14% kepada mitra strategis yang
dimenangkan oleh Cemex S.A. de C.V., sebuah perusahaan
semen dunia yang berpusat di Mexico. Komposisi kepemilikan
saham menjadi 51% pemerintah, 24% masyarakat, dan 14%
Cemex.
- Bulan Februari 1999 dilakukan peresmian Pabrik Semen Indarung V
yang berkapasitas 2,3 juta ton per tahun. Kapasitas terpasang
P.T. Semen Gresik (Persero) Tbk. menjadi 17,2 juta ton per
tahunnya.
- Tanggal 30 September 1999 komposisi kepemilikan saham berubah
menjadi 51% pemerintah, 23,5% masyarakat, dan 25,5%
Cemex.
- Tanggal 21 Maret 2001 P.T. Semen Gresik (Persero) Tbk. menerima
sertifikat sistem manjemen lingkungan ISO 14001.