Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pembangkit listrik tenaga surya adalah pembangkit listrik yang mengubah energi
surya menjadi energi listrik. Pembangkitan listrik bisa dilakukan dengan dua cara,
yaitu secara langsung menggunakan fotovoltaik dan secara tidak langsung dengan
pemusatan energi surya. Fotovoltaik mengubah secara langsung energi cahaya
menjadi listrik menggunakan efek fotoelektrik.[1] Pemusatan energi surya
menggunakan sistem lensa atau cermin dikombinasikan dengan sistem pelacak
untuk memfokuskan energi matahari ke satu titik untuk menggerakan mesin
kalor.

Dalam makalah ini akan di bahas lebih dalam mengenai fotovoltaik/solar sel
(solar cell)/ sel surya, yaitu jenis-jenisnya.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari sel surya?
2. Bagaimana cara kerja dari sel surya?
3. Apa saja jenis-jenis dari sel surya?

C. TUJUAN
1. Mengetahui pengertian dari fotovoltaik atau sel surya;
2. Mengetahui cara kerja dari fotovoltaik;
3. Mengetahui jenis-jenis dari fotovoltaik/sel surya.

D. METODE PENULISAN
Dalam penulisan makalah ini, penulis/penyusun menggunakan metode pustaka,
dengan bersumber pada buku-buku serta media-media yang berkaitan dengan
materi tersebut.

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN

Sel Surya atau Solar Cell adalah suatu perangkat atau komponen yang dapat
mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan
prinsip efek Photovoltaic. Yang dimaksud dengan Efek Photovoltaic adalah suatu
fenomena dimana munculnya tegangan listrik karena adanya hubungan atau
kontak dua elektroda yang dihubungkan dengan sistem padatan atau cairan saat
mendapatkan energi cahaya. Oleh karena itu, Sel Surya atau Solar Cell sering
disebut juga dengan Sel Photovoltaic (PV). Efek Photovoltaic ini ditemukan oleh
Henri Becquerel pada tahun 1839.
Arus listrik timbul karena adanya energi foton cahaya matahari yang
diterimanya berhasil membebaskan elektron-elektron dalam sambungan
semikonduktor tipe N dan tipe P untuk mengalir. Sama seperti Dioda Foto

2
(Photodiode), Sel Surya atau Solar Cell ini juga memiliki kaki Positif dan kaki
Negatif yang terhubung ke rangkaian atau perangkat yang memerlukan sumber
listrik.
Pada dasarnya, Sel Surya merupakan Dioda Foto (Photodiode) yang memiliki
permukaan yang sangat besar. Permukaan luas Sel Surya tersebut menjadikan
perangkat Sel Surya ini lebih sensitif terhadap cahaya yang masuk dan
menghasilkan Tegangan dan Arus yang lebih kuat dari Dioda Foto pada
umumnya. Contohnya, sebuah Sel Surya yang terbuat dari bahan semikonduktor
silikon mampu menghasilkan tegangan setinggi 0,5V dan Arus setinggi 0,1A saat
terkena (expose) cahaya matahari.

B. PRINSIP KERJA

Sinar Matahari terdiri dari partikel sangat kecil yang disebut dengan Foton.
Ketika terkena sinar Matahari, Foton yang merupakan partikel sinar Matahari
tersebut meghantam atom semikonduktor silikon Sel Surya sehingga
menimbulkan energi yang cukup besar untuk memisahkan elektron dari struktur
atomnya. Elektron yang terpisah dan bermuatan Negatif (-) tersebut akan bebas
bergerak pada daerah pita konduksi dari material semikonduktor. Atom yang

3
kehilangan Elektron tersebut akan terjadi kekosongan pada strukturnya,
kekosongan tersebut dinamakan dengan “hole” dengan muatan Positif (+).
Daerah Semikonduktor dengan elektron bebas ini bersifat negatif dan
bertindak sebagai Pendonor elektron, daerah semikonduktor ini disebut dengan
Semikonduktor tipe N (N-type). Sedangkan daerah semikonduktor dengan Hole
bersifat Positif dan bertindak sebagai Penerima (Acceptor) elektron yang
dinamakan dengan Semikonduktor tipe P (P-type).
Di persimpangan daerah Positif dan Negatif (PN Junction), akan
menimbulkan energi yang mendorong elektron dan hole untuk bergerak ke arah
yang berlawanan. Elektron akan bergerak menjauhi daerah Negatif sedangkan
Hole akan bergerak menjauhi daerah Positif. Ketika diberikan sebuah beban
berupa lampu maupun perangkat listrik lainnya di Persimpangan Positif dan
Negatif (PN Junction) ini, maka akan menimbulkan Arus Listrik.

C. JENIS-JENIS
Jenis-jenis sel surya digolongkan berdasarkan teknologi pembuatannya. Secara
garis besar sel surya dibagi dalam tiga jenis, yaitu:
1. Monocrystalline
Jenis ini terbuat dari batangan kristal silikon murni yang diiris tipis-tipis.
Dengan teknologi seperti ini, akan dihasilkan kepingan sel surya yang identik
satu sama lain dan berkinerja tinggi. Sehingga menjadi sel surya yang paling
efisien dibandingkan jenis sel surya lainnya, sekitar 15% - 20%.
Mahalnya harga kristal silikon murni dan teknologi yang digunakan,
menyebabkan mahalnya harga jenis sel surya ini dibandingkan jenis sel surya
yang lain di pasaran
Kelemahannya, sel surya jenis ini jika disusun membentuk solar modul (panel
surya) akan menyisakan banyak ruangan yang kosong karena sel surya seperti
ini umumnya berbentuk segi enam atau bulat, tergantung dari bentuk batangan
kristal silikonnya, seperti terlihat pada gambar berikut.

4
Ket: (1) Batangan kristal silikon murni; (2) Irisan kristal silikon yang sangat
tipis; (3) Sebuah sel surya monocrystalline yang sudah jadi; (4) Sebuah panel
surya monocrystalline yang berisi susunan sel surya monocrystalline. Nampak
area kosong yang tidak tertutup karena bentuk sel surya jenis ini.

2. Polycrystalline

Jenis ini terbuat dari beberapa batang kristal silikon yang dilebur /
dicairkan kemudian dituangkan dalam cetakan yang berbentuk persegi.
Kemurnian kristal silikonnya tidak semurni pada sel surya monocrystalline,
karenanya sel surya yang dihasilkan tidak identik satu sama lain
dan efisiensinya lebih rendah, sekitar 13% - 16% .
Tampilannya nampak seperti ada motif pecahan kaca di dalamnya.
Bentuknya yang persegi, jika disusun membentuk panel surya, akan rapat dan

5
tidak akan ada ruangan kosong yang sia-sia seperti susunan pada panel surya
monocrystalline di atas. Proses pembuatannya lebih mudah dibanding
monocrystalline, karenanya harganya lebih murah. Jenis ini paling banyak
dipakai saat ini.

3. Thin Film Solar Cell (TFSC)

Jenis sel surya ini diproduksi dengan cara menambahkan satu atau
beberapa lapisan material sel surya yang tipis ke dalam lapisan dasar. Sel
surya jenis ini sangat tipis karenanya sangat ringan dan fleksibel.
Jenis ini dikenal juga dengan nama TFPV (Thin Film Photovoltaic).
Berdasarkan materialnya, sel surya thin film ini digolongkan menjadi:
a. Amorphous Silicon (a-Si) Solar Cells.
Sel surya dengan bahan Amorphous Silicon ini, awalnya banyak
diterapkan pada kalkulator dan jam tangan. Namun seiring dengan
perkembangan teknologi pembuatannya penerapannya menjadi semakin
luas. Dengan teknik produksi yang disebut "stacking" (susun lapis),
dimana beberapa lapis Amorphous Silicon ditumpuk membentuk sel
surya, akan memberikan efisiensi yang lebih baik antara 6% - 8%.

6
b. Cadmium Telluride (CdTe) Solar Cells.
Sel surya jenis ini mengandung bahan Cadmium Telluride yang memiliki
efisiensi lebih tinggi dari sel surya Amorphous Silicon, yaitu sekitar: 9% -
11%.

c. Copper Indium Gallium Selenide (CIGS) Solar Cells.


Dibandingkan kedua jenis sel surya thin film di atas, CIGS sel surya
memiliki efisiensi paling tinggi yaitu sekitar 10% - 12%. Selalin itu jenis
ini tidak mengandung bahan berbahaya Cadmium seperti pada sel surya
CdTe.

7
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
- Pembangkit listrik tenaga surya adalah pembangkit listrik yang mengubah
energi surya menjadi energi listrik
- Sel Surya atau Solar Cell adalah suatu perangkat atau komponen yang dapat
mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan
menggunakan prinsip efek Photovoltaic
- Efek Photovoltaic adalah suatu fenomena dimana munculnya tegangan listrik
karena adanya hubungan atau kontak dua elektroda yang dihubungkan dengan
sistem padatan atau cairan saat mendapatkan energi cahaya.
- Ada tiga jenis solar sel:
1. Monocrystalline
2. Polycrystalline
3. Thin Film Solar Cell (TFSC)

B. KRITIK & SARAN


- Mahalnya bahan dari sel surya menyebabkan sedikitnya penggunaan pada
masyarakat.
- Mengingat ini adalah merupakan energi terbarukan, yang dibutuhkan untuk
mengurangi kerusakan lingkungan akibat limbah diesel yang saat ini banyak
digunakan sebagai sumber listrik.

8
DAFTAR PUSTAKA
http://sanfordlegenda.blogspot.co.id/2013/10/Solar-cells-Jenis-jenis-sel-
surya.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik_tenaga_surya