Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG
Energi listrik merupakan salah satu energi yang memiliki peranan penting
bagi kehidupan manusia. Untuk menghasilkan energi listrik, dibutuhkan unit
pembangkit energi listrik. Salah satu unit pembangkit listrik yang banyak
ditemukan saat ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).
PLTG adalah pembangkit listrik yang menkonversi energi kinetik dari
gas untuk menghasilkan putaran pada turbin gas sehingga menggerakan
generator dan kemudian menghasilkan energi listrik.
Dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai PLTG.

1.2.RUMUSAN MASALAH
1.2.1. Apa pengertian dari PLTG?
1.2.2. Apa saja komponen-komponen dari PLTG?
1.2.3. Bagaimana prinsip kerja dari PLTG?
1.2.4. Apa saja Kelebihan dan kekurangan dari PLTG?

1.3.TUJUAN
1.3.1. Mengetahui pertian dari PLTG;
1.3.2. Mengetahui apa saja komponen-komponen pada PLTG;
1.3.3. Mengetahui prinsip kerja dari PLTG;
1.3.4. Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari PLTG.

1.4.METODE PENULISAN
Dalam penulisan makalah ini, penulis/penyusun menggunakan metode
pustaka, dengan bersumber pada buku-buku serta media-media yang berkaitan
dengan materi tersebut.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1.PENGERTIAN
Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) merupakan sebuah pembangkit energi
listrik yang menggunakan peralatan/mesin turbin gas sebagai penggerak
generatornya. Turbin gas dirancang dan dibuat dengan prinsip kerja yang
sederhana dimana energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan
bakar diubah menjadi energi mekanis dan selanjutnya diubah menjadi energi
listrik atau energi lainnya sesuai dengan kebutuhannya.

2.2.KOMPONEN-KOMPONEN
Turbin gas (Gas Turbine)
Berfungsi untuk mengubah energi gerak gas menjadi energi putar.

Turbin Gas pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)

Kompresor (Compressor)
Berfungsi untuk meningkatkan temperatur dan tekanan udara.

2
Ruang Bakar (Combustor)
Berfungsi untuk membakar bahan bakar dengan menghembuskan
udara yang telah dinaikkan temperatur dan tekanannya di kompresor.

Peralatan Pendukung PLTG


Berikut adalah peralatan pendukung yang digunakan dalam kinerja
Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG):

Air Intake
Berfungsi mensuplai udara bersih ke dalam kompresor.

Blow Off Valve


Berfungsi mengurangi besarnya aliran udara yang masuk ke dalam
kompressor utama atau membuang sebagian udara dari tingkat tertentu untuk
menghindari terjadinya stall (tekanan udara yang besar dan tiba-tiba terhadap
sudu kompresor yang menyebabkan patahnya sudu kompresor)

VIGV (Variable Inlet Guide Fan)


Berfungsi untuk mengatur jumlah volume udara yang akan di
kompresikan sesuai kebutuhan.

Ignitor
Berfungsi penyalaan awal atau start up. Campuran bahan bakar dengan
udara dapat menyala oleh percikan bunga api dari ignitor yang terpasang di
dekat fuel nozzle burner dan campuran bahan bakar menggunakan bahan
bakar propane atau LPG.

3
Lube oil system
Berfungsi memberikan pelumasan dan juga sebagai pendingin
bearing-bearing seperti bearing turbin, kompressor, generator. Memberikan
minyak pelumas ke jacking oil system. Memberikan suplai minyak pelumas
ke power oil system.
Sistem pelumas di dinginkan oleh air pendingin siklus tertutup.

Hydraulic Rotor Barring


Rotor bearing system terdiri dari : DC pump, Manual pump, Constant
pressure valve, pilot valve, hydraulic piston rotor barring. Rotor barring
beroperasi pada saat unit stand by dan unit shutdown (selesai operasi). Rotor
barring on < 1 rpm. Akibat yang timbul apabila rotor barring bermasalah
ialah rotor bengkok dan saat start up akan timbul vibrasi yang tinggi dan
dapat menyebabkan gas turbin trip.

Exhaust Fan Oil Vapour


Berfungsi utama membuang gas-gas yang tidak terpakai yang terbawa
oleh minyak pelumas setelah melumasi bearing-bearing turbin, compressor
dan generator.
Fungsi lain adalah membuat vaccum di lube oil tank yang tujuannya
agar proses minyak kembali lebih cepat dan untuk menjaga kerapatan minyak
pelumas di bearing-bearing (seal oil) sehingga tidak terjadi kebocoran minyak
pelumas di sisi bearing.

Power Oil System


Berfungsi mensuplai minyak pelumas ke :
- Hydraulic piston untuk menggerakkan VIGV
- Control-control valve (CV untuk bahan bakar dan CV untuk air)
- Protection dan safety system (trip valve staging valve)

4
Terdiri dari 2 buah pompa yang digerakkan oleh 2 motor AC.

Jacking Oil System


Berfungsi mensuplai minyak ke journal bearing saat unit shut down
atau stand by dengan tekanan yang tinggi dan membentuk lapisan film di
bearing. Terdiri dari 6 cylinder piston-piston yang mensuplai ke line-line :

 Dua line mensuplai minyak pelumas ke journal bearing.


 Dua line mensuplai minyak pelumas ke compressor journal bearing.
 Satu line mensuplai minyak pelumas ke drive end generator journal bearing.
 Satu line mensuplai minyak pelumas ke non drive end generator journal
bearing.

2.3.PRINSIP KERJA
Pada awalnya, udara dimasukkan ke dalam kompresor untuk ditekan hingga
temperatur dan tekanannya naik. Proses ini disebut dengan proses kompresi.
Udara yang dihasilkan dari kompresor akan digunakan sebagai udara pembakaran
dan juga untuk mendinginkan bagian-bagian turbin gas.
Setelah dikompresi, udara tersebut dialirkan ke ruang bakar. Dalam ruang
bakar, udara bertekanan 13 kg/cm2 ini dicampur dengan bahan bakar dan dibakar.
Apabila digunakan bahan bakar gas (BBG), maka gas dapat langsung dicampur
dengan udara untuk dibakar, tetapi apabila digunakan bahan bakar minyak
(BBM), maka BBM ini harus dijadikan kabut terlebih dahulu kemudian baru
dicampur dengan udara untuk dibakar. Teknik mencampur bahan bakar dengan
udara dalam ruang bakar sangat mempengaruhi efisiensi pembakaran.
Pembakaran bahan bakar dalam ruang bakar menghasilkan gas bersuhu tinggi
sampai kira-kira 1.300 oC dengan tekanan 13 kg/cm2. Gas hasil pembakaran ini
kemudian dialirkan menuju turbin untuk disemprotkan kepada sudu-sudu turbin
sehingga energi (enthalpy) gas ini dikonversikan menjadi energi mekanik dalam

5
turbin penggerak generator (dan kompresor udara) dan akhirnya generator
menghasilkan tenaga listrik.

Pada PLTG terdapat Siklus Kerja Turbin Gas


o Turbin Gas Siklus Terbuka (Open Cycle)
Seperti pada proses kerja turbin gas diatas, dimana gas panas yang
diekspansi didalam turbin akan menghasilkan gas bekas (flue gas) dengan
temperature yang masih cukup tinggi (500 oC) dan tekanan diatas sedikit dari
tekanan atmosfir, selanjutnya gas bekas ini dibuang atau dialirkan ke udara
luar.

o Turbin Gas Siklus Tertutup (Closed Cycle)


Seperti pada proses kerja turbin gas diatas, dimana gas panas yang
diekspansi didalam turbin akan menghasilkan gas bekas (flue gas) dengan
temperature yang masih cukup tinggi dan tekanan diatas sedikit dari tekanan
atmosfir, selanjutnya gas bekas ini dialirkan ke kedalam penukar panas (heat
rejected) untuk didinginkan dengan menggunakan media pendingin air atau
udara hingga temperaturnya turun dan dialirkan lagi kedalam sisi masuk
(suction) kompresor untuk dikompresi lagi.

6
o Turbin Gas Siklus Terbuka Dilengkapi dengan Regenerator
Seperti pada kedua proses kerja turbin gas diatas, dimana gas panas
yang diekspansi didalam turbin akan menghasilkan gas bekas (flue gas)
dengan temperature yang masih cukup tinggi dan tekanan diatas sedikit dari
tekanan atmosfir, selanjutnya gas bekas (flue gas) ini dialirkan kedalam heat
exchanger yang dikenal dengan istilah regenerator dimana didalamnya gas
bekas ini digunakan untuk memanaskan udara keluar kompresor sebelum
digunakan sebagai udara pembakaran didalam ruang bakar (combustion
chamber), seperti ditunjukkan pada gambar dibawah.

7
o Turbin Gas Siklus Terbuka Dilengkapi dengan Intercooler, Regenerator dan
Reheater
Pada siklus ini baik kompresor maupun turbin gas masing-masing
terdiri dari 2 (dua) bagian yang terpisah dan biasa disebut dengan kompresor
tekanan rendah dan kompresor tekanan tinggi serta turbin gas tekanan rendah
dan turbin gas tekanan tinggi. Aliran udara dan gas-gas yang dihasilkan dapat
dijelaskan sebagai berikut, mula-mula udara atmosfir masuk kedalam
kompresor tekanan rendah untuk dikompresi, dari udara tekan yang dihasilkan
dialirkan kedalam intercooler untuk didinginkan hingga menghasilkan
temperatur dan kelembaban serta tekanan yang diinginkan dengan
menggunakan media pendingin air atau media pendingin lainnya, dari sini
udara tersebut dialirkan kedalam kompresor tekanan tinggi untuk dikompresi
lagi hingga menghasilkan temperature yang tinggi dan tekanan dengan
kepadatan yang lebih tinggi. Dari keluaran kompresor tekanan tinggi udara
tersebut dialirkan kedalam regenerator untuk mendapatkan temperature yang
lebih tinggi lagi yang bertujuan untuk memudahkan terjadinya proses
pembakaran dengan melalui media pemanas gas bekas/buang (flue gas) yang
memanfaatkan gas bekas hasil dari turbin tekanan rendah.
Selanjutnya udara keluaran dari regenerator dialirkan kedalam ruang
bakar utama (primary combustion chamber) yang menghasilkan proses
pembakaran dan dari proses ini dihasilkan gas panas yang digunakan untuk
memutar turbin tekanan tinggi, hasil ekspansi gas panas dari turbin tekanan
tinggi ini berupa gas bekas (flue gas)dialirkan kedalam ruang bakar kedua
(secondary combustion chamber) dan biasa disebut juga dengan reheater
chamber yang selanjutnya gas bekas tersebut digunakan untuk udara
pembakaran didalamnya yang mampu menghasilkan gas panas lagi dan
digunakan untuk memutar turbin tekanan rendah, siklus tersebut diatas seperti
ditunjukkan pada gambar dibawah.

8
2.4.KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA
GAS (PLTG)
Keunggulan PLTG :

 Siklus kerja pembangkit lebih sederhana


 Pembangunan pembangkit lebih cepat
 Biaya pembangunan lebih murah
 Area pembangkitan relatif tidak terlalu luas. Sehingga PLTG dapat dipasang
di pusat kota / industri
 Waktu pemanasan dari kondisi dingin sampai beban penuh sangat singkat
(start up cepat)
 Tidak seperti PLTU, PLTG mampu start up tanpa menggunakan motor start
 Peralatan kontrol dan alat bantu sangat minim dan sederhana
 Waktu pemeliharaan singkat

Kekurangan PLTG:

 Biaya pemeliharaan PLTG sangat besar. Hal ini dikarenakan pembangkit


bekerja pada suhu dan tekanan tinggi, komponen-komponen dari PLTG
yang disebut hot parts menjadi cepat rusak sehingga memerlukan perhatian

9
yang serius. Karena mahalnya komponen-komponen PLTG, maka hal
tersebut dapat dikurangi dengan memberikan pendingin udara pada sudu-
sudu turbin maupun porosnya.
 Operasi turbin gas yang menggunakan gas hasil pembakaran dengan suhu
sekitar 1.300 oC memberi risiko korosi suhu tinggi, yaitu bereaksinya
logam kalium, vanadium, dan natrium yang terkandung dalam bahan bakar
dengan bagian-bagian turbin seperti sudu dan saluran gas panas (hot gas
path).

10
BAB III

PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

o Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) merupakan sebuah pembangkit energi


listrik yang menggunakan peralatan/mesin turbin gas sebagai penggerak
generatornya.
o Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) mempunyai beberapa peralatan utama
seperti :
- Gas(Gas Turbine)
- Kompresor (Compressor)
- Ruang Bakar (Combustor)
o Terdapat 4 jenis Turbin yang digunakan pada PLTG, yaitu Turbin Gas siklus
terbuka, Turbin gas siklus tertutup, Turbin gas siklus terbuka dengan
regenerator, serta Turbin gas siklus terbuka dengan intercooler, regenerator,
dan reheater.

3.2. SARAN
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat diberikan saran yaitu sebaiknya PLTG
di Indonesia dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan melihat konsukuensi kelebihan
dan kekurangan yang ada, sehingga diperkirakan pembangunan PLTG tidak sia-
sia.

11
DAFTAR PUSTAKA

http://jendeladenngabei.blogspot.co.id/p/blog-page.html

Burhandono, Ardian. 2009. Laporan Penyerapan Materi Training Peronil PT PJB


Services. Jakarta: -

Najiullah, Ahmad dkk. 2010. Pembangkit Listrik Tenaga Gas. Cilegon: -

Sumber Gambar :
- auxenergy.com
- siemens.com

12