Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan ke hadhirat Allah Swt., atas segala rahmat dan karunia-Nya,
sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Profil Puskesmas PONED Omben tahun
2009, sebagai salah satu koreksi untuk dasar pelaksanaan tugas kedepan yang semakin sulit
dan kompleks

Pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang beserta jajaran pimpinan dan
staf Dinas Kesehatan yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam
melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat
2. Semua staf Puskesmas Omben yang ikut berperan aktif dalam penyusunan Profil ini

Semoga dengan tersusunya Profil Puskesmas Omben ini, akan menjadi bahan evaluasi untuk
acuan dalam melaksanakan kegiatan di Puskesmas Omben kedepan sehingga hasil cakupan
akan meningkat, fungsi pelayanan dapat berjalan dengan baik sehingga dapat memberikan
pelayanan kesehatan yang memuaskan bagi masyarakat.

Omben, Juli 2009

KEPALA PUSKESMAS OMBEN

ttd

Dr.Hj. TITIN HAMIDAH

NIP. 19731020 200212 2 006

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Puskesmas sebagai organisasi atau lembaga milik Pemerintah berperan sebagai ujung
tombak terdepan dalam melaksanakan pembangunan bidang kesehatan. Dalam menjalankan
fungsinya Puskesmas harus menerapkan fungsi managemen dengan sebaik-baiknya,
karena dalam organisasi Puskesmas terdapat sumber – sumber daya, program, sarana dan
prasarana yang sangat kompleks, yang mana bila tidak menjalankan managemen dengan
baik akan timbul banyak permasalahan-permasalahan yang akan mengganggu proses dalam
mencapai tujuan. Dalam proses pencapaian tujuan yang diinginkan Puskesmas harus
melaksanakan Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Penilaian (evaluasi) dengan
sebaik-baiknya karena hanya dengan cara tersebut suatu organiasai akan dapat menjalankan
fungsinya dengan baik.

Profil Puskesmass Omben disusun dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada


Pembaca, Masyarakat atau relasi yang ingin mengetahui informasi secara lengkap mengenai
Puskesmas Omben. Profil Puskesmas Omben ini berisi tentang informasi mengenai sistem
Pelayanan, hasil kegiatan, fasilitas yang disediakan dan sebagainya.

B. TUJUAN
Profil Puskesmas Omben disusun dengan tujuan :

1. Untuk memberikan gambaran tentang Puskesmas Omben secara lengkap baik dari
segi sistem pelayanan, managemen, fisik, program, hasil kegiatan dan sebagainya.
2. Untuk dijadikan bahan masukan untuk pengevaluasian mengenai hal-hal yang masih
perlu diperbaiki.
3. Sebagai salah satu bahan “marketing” atau promosi tentang produk-produk yang
dihasilkan di Puskesmas Omben.

4. BAB II

GAMBARAN UMUM PUSKESMAS OMBEN

A. DATA SITUASI UMUM

v No. Kode Puskesmas : 434.102.05

v Nama Puskesmas : OMBEN

v Kecamatan : OMBEN

v Kabupaten : SAMPANG

v Propinsi : JAWA TIMUR

B. DATA WILAYAH

1. Luas Wilayah : 35 km

 Dataran rendah : 20 %
 Dataran tinggi : 80 %

2. Batas wilayah

 Sebelah Utara : Kec. Karang Penang ( Desa Tlambah, Blu’uran, Palenggian )


 Sebelah Timur : Kab. Pamekasan ( Desa Proppo )
 Sebelah Selatan : Wil. PKM Jrangoan ( Desa Sogian )
 Sebelah Barat : Wil. PKM Jrangoan ( Desa pandan, Rongdalem
3. Jumlah desa /
kelurahan : 10
Gambar : Peta wilayah Puskesmas Omben
 Karanggayam
 Rapa daya
 Rapa laok
 Omben
 Temoran
 Tambak
 Gersempal
 Meteng
 Kamondung
 Madulang

4. Data Kependudukan

 Jumlah penduduk : 46.659 orang


 Jumlah Kepala Keluarga : 10.247KK
 Jumlah Keluarga Miskin : 43.120 Jiwa
 Jumlah Bayi ( < 1 tahun ) : 1.030 orang
 Jumlah Anak Balita ( 0-4 th ) : 4.767 orang
 Jumlah Anak Pra Sekolah ( 5-6 th) : 1.563 orang
 Jumlah Wanita Usia Subur : 10.279 orang
 Jumlah Pasangan Usia Subur: : 13.337 pasang
 Jumlah ibu hamil : 1.135 orang
 Jumlah ibu bersalin : 1.040 orang
 Jumlah ibu nifas : 943 orang
 Jumlah ibu meneteki : 1992 orang
 Jumlah Usia lanjut : 1787 orang
 Dokter (PNS) : 2 orang
 Dokter gigi (PNS) : 1 orang
 Bidan Induk (PNS) : 2 orang
 Bidan di desa (PNS) : 9 orang
 Bidan di desa (PTT) : 6 orang
 Perawat Induk (PNS) : 5 orang
 Perawat Induk (Magang) : 7 orang
 Perawat Pustu (PNS) : 3 orang
 Perawat Pustu (Magang) : 3 orang
 Perawat gigi (Honda) : 1 orang
 Asisten Apoteker (PNS) : 1 orang
 Sanitarian (PNS) : 1 orang
 Nutrisionis (PNS) : 2 orang
 Nutrisionis (Magang) : 2 orang
 Analis Kesehatan (PNS) : 1 orang
 Analis Kesehatan (Magang) : 1 orang
 Tenaga administrasi (PNS) : 2 orang
 Tenaga Administrasi (Honda) : 2 orang
 Tenaga Administrasi (Magang) : 2 orang
 Sopir (PNS) : 1 orang
 Cleaning Service (Magang) : 1 orang

C. KETENAGAAN

Jumlah Total : 55 orang

D. SARANA KESEHATAN
 Rumah Sakit : –
 Rumah bersalin : –
 Puskesmas : 1 buah
 Puskesmas pembantu : 3 buah
 Puskesmas keliling : 2 buah
 Polindes : 14 buah
 Praktek Dokter : 3 buah

E. PERAN SERTA MASYARAKAT

 Jumlah dukun bayi : 29 orang


 Jumlah kader posyandu : 137 orang
 Jumlah guru UKS : 27 orang
 Jumlah kader usila : 3 orang
 Jumlah kelompok usia lanjut : 1 kelompok
 Jumlah Posyandu : 45 buah
 Jumlah Posyandu lansia : 10 buah
 jumlah pengobatan tradisional : 4 orang

F. BANGUNAN FISIK
 Ruang Ka.Puskesmas  Ruang Laboratorium G. POTENSI
 Ruang TU  Aula / R.Tunggu Pasien
 Ruang P2M  Loket a. Organisasi
 Ruang Vaksin  Apotik
 Ruang Komputer  Poli KIA Dalam menjalankan
 Gudang Inventaris  Poli Gigi fungsinya
o Gudang Obat  UGD Puskesmas Omben
o R.Petugas Jaga  Poli Umum melaksanakan
Perempuan/Praktek  Ruang VK Program Upaya
AKBID  Ruang rawat inap : 8 TT Kesehatan Wajib
o Ruang Petugas Jaga  Ruang rawat inap anggrek dan Upaya
Laki-laki  Musholla Pengembangan,
o Rumah Dinas Dokter  Toilet Upaya Kesehatan
o Rumah Dinas o Ruang Rapat Wajib meliputi :
Paramedis : 2 lokal
1. Promosi
Kesehatan
2. Upaya Penyehatan Lingkungan
3. Upaya Perbaikan gizi
4. Kesehatan Ibu dan Anak
5. Pelayanan KB
6. Pemberantasan Penyakit menular
7. Pengobatan

Sedangkan Upaya Pengembangan adalah :

1. UKS / UKGS
2. Usaha Kesehatan Jiwa
3. Usaha Kesehatan Gigi dan Mulut
4. PHN
5. Upaya Kesehatan Usila

Upaya penunjang adalah :

1. Laboratorium
2. Elektrokardiogram (EKG)

b. Struktur Organisasi
Dalam melaksanakan fungsinya Puskesmas Omben mempunyai struktur organisasi, yang
terdiri dari :
Struktur Organisasi yaitu pembagian, pengelompokan dan pengkoordinasian tugas atau
pekerjaan secara formal. Pada akhir tahun 2008 Puskesmas Omben ditunjuk Dinas
Kesehatan Kab. Sampang sebagai salah satu Puskesmas di Kab. Sampang untuk
mendapatkan Program Pendampingan dalam Penyusunan Struktur Organisasi. Dalam
penyusunan Struktur Organisasi Omben hasil dari Pendampingan UNAIR serta sesuai dengan
Kep.Mendagri No 23 Th.1994 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Puskesmas terdiri
dari :

1. Unsur Pimpinan : Kepala Puskesmas


2. Unsur Pembantu Pimpinan : Urusan Tata Usaha
3. Unsur Pelaksana Tehnis terdiri dari : UKM Pemberdayaan, UKM Pengendalian, UKP
Rawat Jalan dan UKP Rawat Inap, PUSTU dan Polindes

H. PROGRAM UNGGULAN
Program yang dimunculkan sebagai Program Unggulan di Puskesmas Omben adalah:

1.PONED (Penanganan Obstetri Neonatal Emergency Dasar)

Puskesmas memilih Program ini sebagai Program unggulan karena :

a. Tersedianya Petugas Bidan, Dokter, Perawat yang sudah terlatih yaitu sudah mendapatkan
Pelatihan Poned sehingga menjadikan Petugas yang lebih Profesional.
B. Tersedianya peralatan yang memadai

1. Semakin banyaknya kasus-kasus Poned di Puskesmas Omben yang bisa ditangani

NO. JENIS KASUS JUMLAH DITANGANI DIRUJUK


1. Persalinan normal 36 36 0
2. Kehamilan / persalinan dengan komplikasi
a. APB 2 0 2
b. Preeklampsi / eklampsi 16 12 4
c. Kelainan Letak 13 11 4
d. Gemelli
e. Partus Lama 43 33 10
f. Perdarahan Kehamilan 2 0 2
g. Perdarahan Nifas 14 8 6
h. KPP 10 4 6
i. Bumil KEK 1 1 0
j. Retensio Placenta 11 10 1
k. Infeksi Nifas 2 1 1
l. Abortus 21 3 18
m. Hyperemesis 1 0 1
3. Persalinan Dengan Tindakan
a. Drip 1

b. Ekstraksi Vakum 21
c. Kuretase 7
d. Placenta Manual 23
4. Neonatal
a. Asfiksia 5 2 3
b. BBLR 5 1 4
c. Ikterus 1 0 1
d. Tetanus Neonatorum 1 0 1
e. Atresia Ani 1 0 1
f. Prematur 1 0 1
Jumlah Kasus Neonatal Resti 14 3 11
Jumlah Kasus Maternal 134 53 81

2. SIK (Sistem Informasi Kesehatan)

Sistem Informasi Kesehatan (SIK) merupakan suatu sistim pengumpulan, analisa, pencatatan
dan pelaporan dengan komputerisasi. Pada tahun 2006 akhir Dinas Kesehatan mulai
menerapkan sistim ini, pada 5 Puskesmas Uji coba, salah satunya Puskesmas Omben.

Sisten Informasi Kesehatan dimasukkan ke dalam program unggulan karena:

a. Sistem pelayanan pasien rawat jalan di PuskesmasOmben dilakukan secara komputerisasi,


mulai dari pendaftaran di loket sampai apotek. Pelayanan dengan menggunakan SIK ini diuji
coba pada 5 Puskesmas di Kabupaten Sampang pada tahun 2006. Akan tetapi hanya ada 2
puskesmas, yakni di Puskesmas Omben dan puskesmas Kemuning yang dapat
memberdayakan SIK ini dengan optimal.

b. Sistem pencatatan dan pelaporan pasien rawat jalan dari pustu dan polindes di wilayah
kerja Puskesmas Omben juga sudah dijalankan dengan SIK. Team Entry Data secara rutin
meng-entry data rawat jalan dari desa sehingga analisa, pencatatan dan pelaporan dapat
dilakukan secara komputerisasi.

c. Tersedianya sarana, prasarana dan sumber daya manusia yang memadai dalam
menjalankan SIK berupa 6 unit computer yang tersebar di loket, poli umum, poli gigi, poli
KIA, apotek dan ruang komputer.
Untuk kedepannya diharapkan dengan menggunakan sistim ini, Puskesmas Omben akan
menjadi Puskesmas Bebas Kertas

BAB IV

SISTEM PELAYANAN

1. PROSEDUR PELAYANAN

Dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Puskesmas Omben
menetapkan prosedur pelayanan yang sesederhana mungkin sehingga tidak berbelit-belit dan
tidak membingungkan pelanggan. Semua persyaratan, alur pelayanan, rincian biaya, waktu
yang dibutuhkan untuk pelayanan tertuang dalam SK Kepala Puskesmas Omben tentang
Standart Pelayanan Publik.
1. Pasien datang, menuju loket untuk mendaftarkan diri, petugas loket meminta data diri
pasien tentang Nama, alamat dan keluhan yang diderita. Kemudian data Pasien dimasukkan
dalam Komputer, karena pelayanan di Puskesmas Omben sudah menggunakan
komputerisasi. Pasien diharuskan membayar karcis retribusi Rp. 2.000,-. Dan biaya cetak
kartu berobat Rp.1.000,- Tarif retribusi terpampang di kaca loket sehingga dengan mudah
bisa terlihat oleh pasien. Waktu yang dibutuhkan pelayanan di loket maksimal 3 menit.
Keterangan waktu tersebut juga ditempel di papan dekat loket sehingga pasien dengan mudah
bisa melihatnya.

Setelah dari loket pasien akan diantar petugas menuju tempat pelayanan selanjutnya bisa ke
Poli Umum, Poli Gigi, KIA, UGD, Laboratorium dan lain sebagainya

1. Sesampainya di unit pelayanan dengan sikap ramah petugas melayani pasien sesuai
dengan SOP yang ada. Waktu pelayanan maksimal untuk masing – masing unit
pelayanan ditempel di masing-masing ruangan beserta tarif tindakan apabila pasien
memerlukan tindakan medis lanjutan.
2. Dari unit pelayanan pasien menuju apotek / kasir, untuk mengambil obat yang sudah
diresepkan atau membayar tindakan medis ( bila pada pasien dilakukan tindakan
medis ).
3. Dari masing-masing unit pelayanan setelah dilakukan pemeriksaan dan diagnosa bisa
saja pasien memerlukan perawatan lanjutan misalnya rawat inap / dirujuk ke RSU
atau pemeriksaan laboratorium. Petugas akan mengantar pasien ketempat-tempat
tersebut. Setelah pasien dari laboratorium dengan membawa hasil laborat pasien
kembali ke unit

pelayanan sebelumnya untuk dianalisa hasil laboratoriumnya oleh Petugas / Dokter, setelah
itu baru ke kasir Apotik untuk mengambil obat dan membayar biaya pelayanan laboratorium.
Untuk memberikan penjelasan kepada pasien tentang alur pelayanann ini, di Puskesmas
Omben dibuatkan skema alur pelayanan dan di tempel ditempat dimana bisa dengan mudah
dilihat dan dibaca pasien begitu datang di Puskesmas Omben.

Untuk pasien Umum tidak ada persyaratan atau kelengkapan khusus yang harus dibawa ke
Puskesmas untuk memperoleh Pelayanan Kesehatan. Untuk Pasien Gakin / askes untuk
mendapatkan pelayanan kesehatan pasien harus membawa Kartu Jamkesmas / askes, bila
tidak punya bisa membawa surat keterangan tidak mampu dari Kepala Desa.

1. SOP PELAYANAN

Untuk memberikan pelayanan yang baik, memuaskan dan berkualitaLatest Headlines s


kepada masyarakat di Puskesmas Omben dibuatlah suatu SOP dan Protap pelayanan kepada
pasien, klien atau tamu. Petugas dalam melayani pasien, klien atau tamu harus sesuai dengan
protap tersebut tahap demi tahap. Untuk menjaga konsekuensi Petugas atas Protap tersebut
dibuat semacam “Kontrak” yang isinya Petugas harus menjalankan protap dalam melayani
klien, bila melanggar akan dikenakan sanksi. Kontrak tersebut ditandatangani Kepala
Puskesmas dan perwakilan Petugas.

Untuk selalu mengingatkan Petugas akan SOP tersebut, SOP ditempel di masing-masing
ruang
sop 2

sop 1
1. PROTAP TINDAKAN

Di Puskesmas Omben di masing-masing ruang / Unit Pelayanan pada dinding ditempel


Prosedur Tetap (Protap) tentang penanganan pasien khususnya penanganan terhadap pasien-
pasien gawat darurat. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan dan mempermudah petugas
dalam menangani pasien-pasien yang sifatnya gawat dan darurat, karena dimungkinkan
petugas yang menangani pasien yang sifatnya gawat akan menimbulkkan sikap gugup pada
petugas sehingga prosedur penanganan yang benar terhadap pasien gawat darurat akan lupa.
Dengan ditempelkannya Protap di dekat tempat pena ganan pasien kejadian seperti hal
tersebut diatas akan dapat dihindarkan.

Dalam pemasangan dan pembuatan Protap dibuat sedemikian rupa sehingga tidak akan
mengganggu pemandangan bahkan bisa dijadikan hiasan dinding.
1. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Tugas Pokok merupakan tugas utama dari seorang Programmer / Petugas yang harus
dijalankan dan menjadi tanggung jawab seorang programmer, sedangkan fungsi merupakan
fungsi seorang petugas / programer dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara baik pada
ruang lingkup instansi maupun lingkup masyarakat.

Di Puskesmas Omben untuk masing-masing Programmer dibuatkan Tugas Pokok dan Fungsi
yang dituangkan dalam selembar kertas dan ditempelkan di masing-masing meja
petugas. Hal ini dimaksudkan untuk selalu mengingatkan kepada petugas tentang tugas tugas
pokok dan fungsi masing-masing petugas dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai abdi
negara dan abdi masyarakat. Dengan adanya Tupoksi ini tugas dan kewajiban dari masing-
masing petugas tidak akan berbenturan dengan petugas yang lain, bahkan akan saling
membantu dan bekerja sama
1. MARKETING

Untuk menyebarluaskan informasi produk-produk layanan yang dihasilkan di Puskesmas


Omben dilakukan promosi melalui rapat dinas lintas sektor di tingkat Kecamatan, rapat dinas
Kepala Puskesmas di tingkat Kabupaten, Forum pengajian, arisan, PKK, Posyandu dan lain-
lain. Penyebaran informasi juga dilakukan melalui leaflet dan pembuatan papan baleho yang
ditempatkan di Aula Puskesmas Omben yang memuat produk layanan, jadwal / waktu
pelayanan dan sebagainya. Untuk leaflet, Puskesmas Omben menyediakan tempat khusus
leaflet dan bermacam-macam brosur yang diletakkan di ruang tunggu pasien.
1. RINCIAN BIAYA

Dalam rangka untuk memberikan Pelayanan kepada masyarakat secara transparan dan
terbuka, Puskesmas Omben membuat rincian biaya tindakan, retribusi maupun yang lainnya
dan ditempel di setiap ruangan unit pelayanan dan ditempatkan pada tempat tertentu yang
mudah dilihat dan dibaca oleh pasien. Dengan demikian pasien akan mengetahui secara dini
tentang tarif yang harus dibayarkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas
Omben tanpa rasa takut adanya pungutan-pungutan yang tidak jelas. Rincian biaya tersebut
dibuat berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sampang.

1. PELAYANAN PUBLIK

Pelayanan Publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara
pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun
pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pelayanan publik pada hakekatnya
adalah pemberian pelayanan prima kepada masyarakat yang merupakan perwujudan
kewajiban aparatur pemerintah sebagai abdi masyarakat.

Puskesmas Omben sebagai instansi yang memberikan pelayanan kepada Publik sesuai
dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor :
63/KEP/M.PAN/7/2003 berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan
keputusan tersebut.

Hal-hal yang sudah dilaksanakan di Puskesmas Omben dalam rangka melaksanakan Kep
Menpan No.63/KEP/M.PAN/7/2003 adalah :

1. Kesederhanaan prosedur pelayanan, tidak berbelit-belit, mudah dipahami termasuk


disediakannya kotak saran untuk pengaduan
2. Adanya kejelasan waktu penyelesaian pelayanan yaitu dengan ditempelkannya waktu
pelayanan pada masing-masing ruang unit pelayanan
3. Adanya transparansi rincian biaya pelayanan yang ditempel pada setiap ruangan
pelayanan
4. Produk pelayanan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan
5. Sarana dan prasarana yang cukup memadai yaitu ruang tunggu dilengkapi televisi,
toilet / WC, Musholla dsb.
6. Petugas yang memberikan pelayanan sangat kompeten dibidangnya, keahlian,
ketrampilan, pengetahuan dilengkapi adanya protap-protap pelayanan. Keramahan
dan kedisiplinan sangat dijaga oleh petugas.
7. Tempat dan lokasi Puskesmas Omben strategis, mudah dijangkau oleh masyarakat
dan dapat memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informatika