Anda di halaman 1dari 2

6 Tanda Kelainan Mental Pada Anak-anak

yang Tak Boleh Diabaikan


Tidak mudah untuk mengidentifikasi penyakit mental pada anak-anak, karena gejalanya berbeda
dengan pada orang dewasa. Terkadang, Anda menemukan sesuatu yang tidak normal pada anak,
namun sulit untuk membedakannya dari perilaku normal anak-anak. Semakin orangtua mengerti
permasalahan anak, semakin mudah menemukan perawatan yang tepat bagi anak Anda. Hal ini
dapat memastikan perkembangan dan pertumbuhan anak yang tetap berjalan lancar.

Berikut adalah 6 tanda-tanda peringatan terhadap penyakit mental yang tidak boleh Anda
abaikan:

Perubahan perilaku

Perubahan yang berkaitan dengan perilaku paling mudah ditemukan melalui aktivitas sehari-hari
mereka. Ada beberapa perubahan besar pada perilaku dan kepribadian anak-anak. Anda mungkin
menyadari anak Anda perlahan-lahan cenderung menjadi kasar, sering bertengkar dan
menggunakan senjata secara sering, atau bahkan mengatakan perkataan yang menyakitkan orang
lain. Mereka mudah marah dan frustrasi pada orang lain.

Perubahan mood

Mood pada anak-anak cenderung berubah secara konstan dan tiba-tiba. Perasaan sedih dapat
berlangsung setidaknya 2 minggu, dan menyebabkan masalah pada hubungan dengan teman dan
keluarga. Perubahan mood adalah gejala umum dari depresi atau kelainan bipolar.

Kesulitan berkonsentrasi

Anak-anak yang menderita dari penyakit mental sulit fokus atau memperhatikan dalam waktu
yang lama. Selain itu, mereka juga memiliki kesulitan untuk duduk diam dan membaca. Gejala
ini dapat menyebabkan performa di sekolah yang menurun, serta perkembangan otak yang ikut
menurun.

Penurunan berat badan

Tidak hanya penyakit fisik yang menyebabkan penurunan berat badan, masalah mental juga
dapat menyebabkan efek negatif yang serius pada kesehatan anak-anak. Gejala umumnya
meliputi kehilangan napsu makan yang berlanjut, muntah, dan gangguan makan.

Perubahan pada gejala fisik

Penyakit mental dapat menyebabkan sakit kepala atau sakit perut pada anak-anak. Anak-anak ini
juga lebih mudah mengalami flu, demam, atau penyakit lainnya dibanding dengan anak-anak
yang normal dan sehat. Kadang kala, kondisi kesehatan mental menyebabkan anak melukai diri
sendiri, seperti memotong atau membakar diri sendiri. Pada kasus yang serius, anak mungkin
memiliki pikiran untuk bunuh diri atau bahkan mencoba untuk bunuh diri.

Perasaan yang intens

Anak-anak kadang menghadapi perasaan ketakutan yang berlebihan tanpa alasan. Tanda-
tandanya meliputi menangis, berteriak atau mual disertai dengan perasaan yang sangat intens.
Hal ini merupakan tanda-tanda umum dari depresi atau kecemasan. Perasaan yang intens dapat
menyebabkan beberapa efek fisik, seperti kesulitan bernapas, jantung yang berdebar atau
bernapas dengan cepat, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Apa yang harus saya lakukan jika saya menduga


gangguan kesehatan mental pada anak saya?
Saran terbaik untuk kasus ini adalah berkonsultasi dengan dokter anak mengenai gejala dan
tanda-tanda pada anak Anda. Dokter akan memberikan Anda rekomendasi untuk perawatan atau
pengobatan anak jika dibutuhkan. Selain itu, memperhatikan perilaku anak dan menjaga anak
dengan baik adalah hal-hal yang dapat Anda lakukan. Kemungkinan, anak Anda memerlukan
kasih sayang dan perhatian dari orangtua, teman-teman serta guru untuk memperbaiki kondisi
mereka.

Pertimbangkan untuk berbicara pada guru, teman atau anggota keluarga lainnya untuk
memperhatikan perubahan fisik dan mental pada anak Anda.