Anda di halaman 1dari 13

BAB II PEMBAHASAN

A. Konsep Dasar Sistem

Pengertian Sistem
Berikut ini beberapa pengertian sistem:

 Gordon B. Davis ( 1984 ) :, ” Sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling
berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud “.
 Raymond Mcleod (2001) : Sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling
berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu.
 Stoa (2008): Sistem merupakan gabungan dari keseluruhan langit dan bumi yang saling
bekerja sama yang membentuk suatu keseluruhan dan apabila salah satu unsur
tersebut hilang atau tidak berfungsi, maka gabungan keseluruhan tersebut tidak dapat
lagi kita sebut suatu sistem”.
 Kerz (2008): Sistem yaitu gabungan dari sekelompok komponen baik itu manusia
dan/atau bukan manusia (non-human) yang saling mendukung satu sama lain serta
diatur menjadi sebuah kesatuan yang utuh untuk mencapai suatu tujuan, sasaran
bersama atau hasil akhir”.
 Hart (2005): “Sistem mengandung dua pengertian utama yaitu: (a) Pengertian sistem
yang menekankan pada komponen atau elemennya yaitu sistem merupkan komponen-
komponen atau subsistem-subsistem yang saling berinteraksi satu sama lain, dimana
masing-masing bagian tersebut dapat bekerja secara sendiri-sendiri (independent) atau
bersama-sama serta saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan
atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai secara keseluruhan (b) Definisi yang
menekankan pada prosedurnya yaitu merupakan suatu jaringan kerja dari prosedur-
prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama untuk melakukan suatu
kegiatan atau untuk menyelasaikan suatu sasaran tertentu”.
Pengertian dan definisi sistem pada berbagai bidang berbeda-beda, tetapi meskipun
istilah sistem yang digunakan bervariasi, semua sistem pada bidang-bidang tersebut
mempunyai beberapa persyaratan umum, yaitu sistem harus mempunyai elemen,
lingkungan, interaksi antar elemen, interaksi antara elemen dengan lingkungannya, dan
yang terpenting adalah sistem harus mempunyai tujuan yang akan dicapai.
Berdasarkan persyaratan ini, sistem dapat didefinisikan sebagai seperangkat elemen
yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama. Kumpulan elemen
terdiri dari manusia, mesin, prosedur, dokumen, data atau elemen lain yang terorganisir
dari elemen-elemen tersebut. Elemen sistem disamping berhubungan satu sama lain, juga
berhubungan dengan lingkungannya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan
sebelumnya.

Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu :

 Komponen, dapat berupa : Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut sub sistem,
misalkan sistem komputer terdiri dari sub sistem perangkat keras, perangkat lunak dan
manusia. Elemen-elemen yang lebih besar yang disebut supra sistem. Misalkan bila
perangkat keras adalah sistem yang memiliki sub sistem CPU, perangkat I/O dan
memori, maka supra sistem perangkat keras adalah sistem komputer.
 Batas sistem, merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem
yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu
sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang
lingkup dari sistem tersebut.
 Lingkungan luar sistem, adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi
operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga
bersifat merugikan sistem tersebut. lingkungan luar yang mengutungkan merupakan
energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang
lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak akan
mengganggu kelangsungan hidup dari sistem .
 Penghubung, merupakan media perantara antar subsistem. Melalui penghubung ini
memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem
lainnya. Output dari satu subsistem akan menjadi input untuk subsistem yang lainnya
dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berinteraksi
dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
 Masukkan, merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat
berupa maintenance input dan sinyal input. Maintenance input adalah energi yang
dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Sinyal input adalah energi yang
diproses untuk didapatkan keluaran.
 Keluaran, adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran
yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk
subsistem yang lain atau kepada supra sistem.
 Pengolah, Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri
sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu
sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang
lain menjadi keluaran berupa barang jadi.
 Sasaran atau tujuan, Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu
sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran
dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran
yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran
atau tujuannya.

Klasifikasi Sistem
Sistem Abstrak dan Sistem Fisik
 Sistem abstrak adalah “sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak
secara fisik”. (Contoh : Sistem Teologia).
 Sistem fisik adalah “sistem yang ada secara fisik”. (Contoh : Sistem Komputer).
Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia
 Sistem alamiah adalah “sistem yang terjadi melalui proses alam dan tidak dibuat
manusia”. Contoh : Sistem Perputaran Bumi.
 Sistem buatan manusia adalah “sistem yang dirancang oleh manusia dan melibatkan
interaksi antara manusia dengan mesin”. Contoh : Sistem Informasi.
Sistem Tertentu dan Sistem Tak Tentu
 Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, interaksi
diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluarannya dapat
diramalkan. Contoh : Sistem Komputer melalui program.
 Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi
karena mengandung unsur probabilitas.
Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
 Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan
lingkungan luarnya”. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur
tangan dari pihak diluarnya. Dalam kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar
tertutup), yang ada hanyalah relatively closed system.
 Sistem terbuka adalah “sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan
luarnya”. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan
luar atau subsistem yang lainnya, sehingga harus memiliki sistem pengendalian yang
baik.
Pendekatan Sistem
Pendekatan sistem merupakan Serangkaian langkah-langkah pemecahan masalah yang
memastikan bahwa masalah dipahami, solusi alternative dipertimbangkan dan solusi yang
dipilih bekerja.

B. Konsep Dasar Sehat dan Kesehatan


Pengertian Kesehatan
Menurut Undang-Undang RI. No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, Kesehatan
adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan social yang memungkinkan setiap orang
hidup secara produktif secara social dan ekonomi.
Menurut WHO, kesehatan adalah kondisi dinamis meliputi kesehatan jasmani,
rohani, social, dan tidak hanya terbebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan.Dikatakan
sehat secara fisik adalah orang tersebut tidak memiliki gangguan apapun secara klinis.Fungsi
organ tubuhnya berfungsi secara baik, dan dia memang tidak sakit.Sehat secara
mental/psikis adalah sehatnya pikiran, emosional, maupun spiritual dari seseorang. Ada
suatu kasus seseorang yang memeriksakan kondisi badannya serba tidak enak, akan tetapi
secara klinis/hasil pemeriksaan dokter menunjukan bahwa orang tersebut tidak sakit, hal ini
bisa disebabkan karena orang tersebut mengalami gangguan secara mental/psikis yang
mempengaruhi keadaan fisiknya. Contoh orang yang sehat secara mental adalah tidak autis,
tidak stress, tidak mengalami gangguan jiwa akut, tidak mempunyai masalah yang
berhubungan dengan kejiwaan, misalnya kleptomania, psikopat, dan lain-lain. Penderita
penyakit hati juga merupakan contoh dari orang yang tidak sehat mentalnya, karena tidak
ada seorang dokter bedah jantung sekalipun yang bisa menghilangkan poenyakkit ini
dengan peralatan bedahnya.
Sedangkan dikatakan sehat secara social adalah kemampuan seseorang untuk
berinteraksi dengan lingkungan di mana ia tinggal. Contoh orang yang tidak sehat social
diantaranya adalah seorang Wanita Tuna Susila (WTS). Kemudaian orang dengan katagori
sehat secara ekonomi adalah orang yang produktif, produktifitasnya mengantarkan ia untuk
bekerja dan dengan bekerja ia akan dapat menunjang kehidupan keluarganya.

Hubungan keempat faktor penentu kesehatan

Keempat faktor yang telah dijelaskan di atas adalah saling berkaitan. Ketika salah
satu sakit maka yang lainnya akan sakit atau terganggu. Misalnya, seseorang sedang
menderita sakit gigi, ia akan cenderung mudah marah karena rasa sakit yang ditahannya.
Kemarahan yang timbul itu kemudian berimbas kepada orang-orang yang ada di sekitarnya
sehingga mudah marah kepada siapa saja yang dilihatnya. Efek dari sakit gigi itu juga jadi
terganggunya aktifitas sehari-hari baik itu bekerja di rumah atau di kantor, sehingga
produktifitas kerjanya terganggu.
Pengertian Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Menurut Proff. Winslow dari Universitas Yale (Leavel and Clark, 1958), “ilmu kesehatan
masyarakat adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan
kesehatan fisik dan mental, dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk
meningkatkan sanitasi lingkungan, control infeksi di masyarakat, pendidikan individu
tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, untuk
diagnosa dini, pencegahan penyakit dan pengembangan aspek social, yang akan mendukung
agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar kehidupan yang adekuat untuk
menjaga kesehatannya”.

Upaya untuk kesehatan.

Upaya-upaya tersebut diantaranya adalah:

a. Upaya Pemeliharaan Kesehatan Kuratif: tindakan pengobatan Rehabilitatif: upaya


pemeliharaan atau pemulihan kesehatan agar penyakitnya tidak semakin terpuruk
dengan mengkonsumsi makanan yang menunjang utnuk kesembuahan penyakitnya.
b. Upaya Peningkatan Kesehatan Preventif : upaya pencegahan terhadap suatu penyakit
Promotif : upaya peningkatn kesehatan

Sarana Kesehatan yang Mendukung Upaya Kesehatan berdasarkan UU RI No 23 Tahun


1992 tentang Kesehatan: Puskesmas Dokter praktek Toko obat Praktek bidan Rumah sakit
khusus

Rumah sakit Apotek Pedagang besar farmasi Laboratorium Sekolah dan akademi
kesehatan Balai pelatihan kesehatan Sarana kesehatan lainnya.

C. Sistem Pelayanan Masyarakat

TEORI SISTEM
 Sistem : Komponen yang saling berkaitan dan berfungsi kearah tercapainya tujuan yang
telah ditetapkan.
 Teori Sistem : Menekankan kesatuan, keutuhan bagian- bagian dari keseluruhan sistem
yang bekerjasama dalam sistem tersebut.
Sistem terdiri dari :
 Input
Subsistem yang akan memberikan segala masukan untuk berfungsinya sebuah sistem,
seperti sistem pelayanan kesehatan :

– Potensi masyarakat

– Tenaga kesehatan

– Sarana kesehatan

 Proses
Kegiatan yg berfungsi untuk mengubah sebuah masukan menjadi sebuah hasil yg
diharapkan dari sistem tersebut, yaitu berbagai kegiatan dalam pelayanan kesehatan.

 Output
Hasil yang diperoleh dari sebuah proses, Output pelayanan kesehatan : pelayanan yang
berkualitas, efektif dan efisien serta terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat sehingga
pasien sembuh & sehat optimal.

 Dampak
Akibat yang dihasilkan sebuah hasil dari sistem, relative lama waktunya. Dampak sistem
Pelayanan kesehatan adalah masyarakat sehat, angka kesakitan & kematian menurun.

 Umpan balik (feedback)


Suatu hasil yang sekaligus menjadikan masukan dan ini terjadi dari sebuah sistem yang
saling berhubungan dan saling mempengaruhi, berupa kualitas tenaga kesehatan .
 Lingkungan
Semua keadaan di luar sistem tetapi dapat mempengaruhi pelayanan kesehatan.

Tingkat Pelayanan Kesehatan


Menurut Leavel & Clark dalam memberikan pelayanan kesehatan harus memandang pada
tingkat pelayanan kesehatan yg akan diberikan, yaitu :

 Health promotion (promosi kesehatan)


Merupakan tingkat pertama dalam memberikan pelayanan melalui peningkatan kesehatan,
Contoh : kebersihan perorangan, perbaikan sanitasi lingkungan.

 Specifik protection (perlindungan khusus)


Masyarakat terlindung dari bahaya/ penyakit2 tertentu. Cth : Imunisasi, perlindungan
keselamatan kerja

 Early diagnosis and prompt treatment (diagnosis dini & pengobatan segera)
Sudah mulai timbulnya gejala penyakit, Cth : survey penyaringan kasus.
 Disability limitation (pembatasan cacat)
Dilakukan untuk mencegah agar pasien atau masyarakat tidak mengalami dampak
kecacatan akibat penyakit yang ditimbulkan.

 Rehabilitation (rehabilitasi)
Dilaksanakan setelah pasien didiagnosa sembuh. Sering pada tahap ini dijumpai pada fase
pemulihan terhadap kecacatan seperti latihan- latihan yang diberikan pada pasien.

Lembaga pelayanan kesehatan


 Rawat jalan
 Institusi
 Hospice
 Community Based Agency

Lingkup sistem pelayanan kesehatan


 Tertiary health service : tenaga ahli/subspesialis (RS tipe A atau B)
 Secondary health care : RS yg tersedia tenaga spesialis
 Primary health care : Puskesmas, balai kesehatan

Rumah sakit dapat dibagi dalam beberapa jenis menurut kategorinya :


 Menurut pemilik : pemerintah, swasta
 Menurut filosofi yang dianut : profit hospital dan non profit hospital
 Menurut jenis pelayanan yang diselenggarakan : General Hospital dan Specialty Hospital
 Menurut lokasi (pemerintah) : pusat, provinsi dan kabupaten

Menurut kemampuan yang dimiliki rumah sakit di Indonesia dapat digolongkan dalam
beberapa kategori :
 Rumah sakit tipe A : Specialis dan sub specialis lebih luas, Top referral hospital
 Rumah sakit tipe B : Specialis dan sub specialis terbatas, pelayanan rujukan dari
kabupaten
 Rumah sakit tipe C : Spesialis terbatas, Pelayanan rujukan dari Puskesmas
 Rumah sakit tipe D : Pelayanan rujukan dari Puskesmas
 Rumah sakit tipe E : (rumah sakit khusus) : RS Jiwa, RS Jantung, RS Paru, kanker, Kusta.

– Puskesmas dibina oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota terkait kegiatan upaya kesehatan
masyarakat (UKM)

– Puskesmas dibina oleh rumah sakit kabupaten/kota terkait upaya kesehatan perorangan
(UKP)

 UKM
Pemerintah dan peran serta aktif masyarkat dan swasta.

Mencakup: promkes, pemeliharaan kes, P2M, keswa, pengendalian penyakit tdk menular,
sanitasi dasar, gizi masy,
 UKP
dapat diselenggarakan oleh masyarakat, swasta dan Pemerintah .

Mencakup: promkes, pencegahan, pengobatan rwt jalan, pengobt rwt inap, rehabilitasi

Puskesmas :

 Posyandu balita dan lansia


 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
 Polindes (poliklinik desa)
Puskesmas kebanyakan hanya dijadikan tempat transit permohonan rujukan.

Trend Issu pelayanan kesehatan


 Adanya fragmentasi pelayanan
 penerapan otonomi
 penetapan Puskesmas sebagai ujung tombak
 Alokasi anggaran promotive dan prepentive
 Serta kurangnya sumber daya manusia

Faktor yang mempengaruhi pelayanan kesehatan


1. Ilmu pengetahuan & teknologi baru
2. Pergeseran nilai masyarakat
3. Aspek legal dan etik
4. Ekonomi
5. Politik

Masalah sistem pelayanan kesehatan


 Upaya Kesehatan
 Pembiayaan Kesehatan
 Sumber Daya Manusia Kesehatan
 Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Makanan
 Manajemen dan Informasi Kesehatan
 Pemberdayaan Masyarakat

Undang- undang sistem pelayanan kesehatan


 Landasan Adil, yaitu Pancasila
 Landasan Konstitusional, yaitu UUD 1945, khususnya: Pasal 28 A, setiap orang berhak
untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.
Pasal 28 A ayat (1), setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal,
dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh
pelayanan.
Visi Indonesia sehat
Mencapai sasaran pembangunan milenium (millennium development goals/MDGs) yang
ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pemerintah Indonesia yaitu :
 Mengurangi angka kematian bayi dan ibu pada saat persalinan
 Menurunkan angka kelaparan (kurang gizi)
 Menurunkan angka kematian bayi dan balita
 Mengendalikan penularan penyakit menular, khususnya TBC dan HIV
Tantangan pelayanan kesehatan
 Tingkat Global dan Regional
Globalisasi merupakan suatu perubahan interaksi manusia secara luas, yang mencakup
ekonomi, politik, sosial, budaya, teknologi, dan lingkungan.

 Tingkat Nasional dan Lokal


Pada tingkat nasional terjadi proses politik, seperti desentralisasi, demokratisasi, dan politik
kesehatan yang berdampak pada pembangunan kesehatan, sebagai contoh: banyaknya
peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang menggunakan isu kesehatan sebagai janji
politik.

Peran dan Fungsi Perawat


 Peran Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan
 Peran Perawat sebagai advokat klien
 Peran Perawat sebagai Edukator
 Peran Perawat sebagai koordinator
 Peran Perawat sebagai kolaborator
 Peran Perawat sebagai Konsultan
 Peran Perawat sebagai Pembaharuan :
– Peran Perawat sebagai Pendidik dalam Keperawatan

– Peran Perawat sebagai Pengelola pelayanan Keperawatan

– Peran Perawat sebagai Peneliti dan Pengembang pelayanan Keperawatan

Fungsi Perawat
 Fungsi Independen
Tindakan perawat tidak memerlukan perintah dokter contohnya : pengkajian fisik,
Membantu pasien dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

 Fungsi Dependen
Perawat membantu dokter memberikan pelayanan pengobatan dan tindakan khusus yang
menjadi wewenang dokter dan seharusnya dilakukan dokter, seperti pemasangan infus,
pemberian obat, dan melakukan suntikan

 Fungsi Interdependen
Tindakan perawat berdasar pada kerja sama dengan tim perawatan atau tim kesehatan.

Contohnya:Ibu hamil yang menderita diabetes


Kesimpulan

 Pelayanan keperawatan diberikan di berbagai tatanan pelayanan kesehatan di tingkat


primer, sekunder, dan tertier
 Pelayanan keperawatan sebagai sistem dipengaruhi oleh input, proses dan output
 Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan
secara keseluruhan
 Pelayanan keperawatan berpengaruh dalam pencapaian mutu pelayanan kesehatan
 Pelayanan keperawatan berkontribusi dalam pembangunan kesehatan nasional

Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Pelayanan kesehatan dapat diperoleh mulai dari tingkat puskesmas, rumah sakit, dokter
praktek swasta dan lain-lain. Masyarakat dewasa ini sudah makin kritis menyoroti pelayanan
kesehatan dan profesional tenaga kesehatan. Masyarakat menuntut pelayanan kesehatan
yang baik dari pihak rumah sakit, disisi lain pemerintah belum dapat memberikan pelayanan
sebagaimana yang diharapkan karena adanya keterbatasan-keterbatasan, kecuali rumah
sakit swasta yang berorientasi bisnis, dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan baik.
Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dibutuhkan tenaga kesehatan yang trampil dan
fasilitas rumah sakit yang baik, tetapi tidak semua rumah sakit dapat memenuhi kriteria
tersebut sehingga meningkatnya kerumitan system pelayanan kesehatan dewasa ini.
Salah satu penilaian dari pelayanan kesehatan dapat kita lihat dari pencatatan rekam medis
atau rekam kesehatan. Dari pencatatan rekam medis dapat mengambarkan kualitas
pelayanan kesehatan yang diberikan pada pasien, juga meyumbangkan hal penting dibidang
hukum kesehatan, pendidikan, penelitian dan akriditasi rumah sakit.

Yang harus dicatat dalam rekam medis mencakup hal-hal seperti di bawah ini;
1. Identitas Penderita dan formulir persetujuan atau perizinan.
2. Riwayat Penyakit.
3. Laporan pemeriksaan Fisik.
4. Instruksi diagnostik dan terapeutik dengan tanda tangan dokter yang berwenang.
5. Catatan Pengamatan atau observasi.
6. Laporan tindakan dan penemuan.
7. Ringkasan riwayat waktu pulang.
8. Kejadian-kejadian yang menyimpang.
Sistem Pelayanan Kesehatan di Indonesia
Sistem Pelayanan Kesehatan di Indonesia-Keberhasilan dalam mewujudkan Indonesia
sehat memang membutuhkan gebrakan-gebrakan baru dari Pemerintah Republik
Indonesia. Sesuai informasi yang saya kutip dari website resmi Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia bahwa saat ini Indonesia menekankan pentingnya pelayanan
kesehatan primer dan jaminan kesehatan untuk mewujudkan sistem kesehatan yang
tangguh dan kuat.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek pada sesi Pleno
Sidang Wordld Health Assembly ( WHA ) ke-68 ( tanggal 19 Mei 2015, bertempat di
Kantor PBB Jenewa, Swiss ) menyatakan bahwa Sinergi antara pilar ekonomi, sosial dan
lingkungan merupakan aspek penting dalam mencapai tujuan pembangunan
berkelanjutan yang menjadi prioritas nasional Indonesia.
Dengan adanya sistem kesehatan yang tangguh dan mudah beradaptasi, tantangan dari
aspek kesehatan dan di luar aspek kesehatan dapat ditangani. Tantangan-tantangan
seperti kematian ibu, stunting, lingkungan kesehatan, dan tenaga kesehatan serta
faktor-faktor economic and social determinants diharapkan dapat teratasi.

Salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk membangun sistem kesehatan yang
tangguh adalah penguatan sistem keuangan kesehatan melalui Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN). Melalui JKN, Pemerintah RI menyediakan pelayanan kesehatan bagi
seluruh masyarakat. Saat ini JKN telah melayani 143 juta orang guna mencapai universal
health coverage tahun 2019.

Untuk mencapai Indonesia Sehat pada tahun 2019, saat ini sedang dilakukan
transformasi dan reformasi pelayanan kesehatan primer. Selain kesehatan primer,
penguatan sistem kesehatan juga dilakukan melalui sistem rujukan yang efektif, layanan
kesehatan yang kuat di rumah sakit dan penelitian visioner untuk ilmu kedokteran
dalam kerangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil dan inklusif bagi semua
masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Menkes RI juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk
terus implementasikan International Health Regulation sebagai panduan utama bagi
seluruh negara anggota PBB dalam meningkatkan kapasitas nasionalnya untuk
menghadapi berbagai ancaman kesehatan global. Di samping itu, Menkes juga
menekankan beberapa isu lain, yaitu: pentingnya masyarakat internasional untuk terus
memberikan dukungan terhadap kampanye global untuk eradikasi polio dengan
mempertimbangkan kondisi nasional masing-masing negara serta mendorong
implementasi penuh Pandemic Influenza Preparedness Framework yang merupakan
salah satu capaian terbesar masyarakat internasional pasca keberhasilan penanganan
kasus avian influenza (flu burung).

Sidang WHA ke-68 dibuka pada tanggal 18 Mei 2015 - 26 Mei 2015. Tema utama Sidang
WHA tahun ini adalah building resilient health system, khususnya terkait dengan
peristiwa wabah Ebola di kawasan Afrika Barat yang telah menjadi isu kesehatan
darurat dan memerlukan perhatian global. Terkait tema tersebut, para Menkes negara
anggota WHO menyampaikan upaya-upaya yang dilakukan oleh negaranya untuk
memperkuat sistem kesehatannya.

Delegasi Indonesia pada Sidang WHA tahun 2015 ini dipimpin oleh Menkes RI dan
beranggotakan para pejabat dari Kemkes, Kemlu, Badan POM RI, serta Perutusan Tetap
RI pada PBB di Jenewa. Selain telah memberikan pernyataan pada sesi pleno, Menkes RI
juga telah menyampaikan sambutan pada saat diselenggarakannya pertemuan ke -8
para Menkes negara-negara Gerakan Non-Blok.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.carasyamsu.com/2015/07/sistem-pelayanan-kesehatan-di-indonesia.html

https://sudirmanawaluddin232.wordpress.com/pelayanan-kesehatan-di-indonesia/

https://fairuzelsaid.wordpress.com/2010/09/05/konsep-dasar-sistem/

https://ainurrosyidah.wordpress.com/2012/12/25/2/

https://beequinn.wordpress.com/nursing/kdk-konsep-dasar-keperawatan/sistem-
pelayanan-kesehatan/