Anda di halaman 1dari 38

Pertemuan Ke-10

KONSEP DASAR EKOLOGI DAN LINGKUNGAN

(Part 1)

EKOLOGI: ILMU YANG MEMPELAJARI HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA ORGANISME DAN LINGKUNGAN (Hayati, Fisik) Sangat kompleks,

EKOLOGI: ILMU YANG MEMPELAJARI HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA ORGANISME DAN LINGKUNGAN (Hayati, Fisik)

Sangat kompleks, melibatkan berbagai komponen lingkungan yang saling berinteraksi

EKOLOGI

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP EKOLOGI

Komponen

Biotik

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP EKOLOGI Komponen Biotik Gene Sel Jaringan Organ Organisme Populasi Komunitas Komponen

Gene

Sel

Jaringan

Organ Organisme

Populasi

Komunitas

Komponen

Abiotik

Biosistem

MATERI

MATERI
MATERI

ENERGI

Sistem

Gene

Sistem

Sel

Sistem

Sistem

Sistem

Sistem

Jaringan

Organ

Organisme

Populasi

Sistem

Komunitas

(Ekosistem)

Spektrum Biologi

SPEKTRUM BIOLOGI

Komponen gene sel gene sel jaringan jaringan organ organ organisme organisme populasi populasi komunitas
Komponen
gene sel
gene
sel
jaringan
jaringan organ
organ
organisme
organisme
populasi
populasi
komunitas
komunitas
biotik
+
Komponen
ENERGI
MATERI
abiotik
Sistem
Sistem
Sistem
Sistem
Sistem
Sistem
Sistem
Biosistem
gene
sel
jaringan
organ
organisme
populasi
komunitas
Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem Biosistem gene sel jaringan organ organisme populasi komunitas EKOLOGI

EKOLOGI

PEMBAGIAN EKOLOGI

1) Berdasarkan keilmuan:

Sinekologi

Outekologi

: kelompok organisme terhadap lingkungan

: individu terhadap lingkungan

2) Berdasarkan taksonomi:

Ekologi manusia

Ekologi tumbuhan

Ekologi hewan

Ekologi mikroba

3) Berdasarkan keperluan praktis:

Ekologi air tawar

Ekologi laut

Ekologi daratan

Ada pula yang membedakan antara ilmu lingkungan dan ekologi.

Ekologi

Ilmu lingkungan lingkungan yang dikelola oleh manusia

lingkungan yang masih murni

EKOLOGI (ECOLOGY)

ILMU MURNI: MEMBAHAS TEORI, KONSEP DAN KAIDAH HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA ORGANISME DAN LINGKUNGAN

ILMU LINGKUNGAN (ENVIRONMENT SCIENCE)

ILMU TERAPAN: PENERAPAN TEORI, KONSEP DAN KAIDAH EKOLOGI DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN

KONSEP DAN KAIDAH EKOLOGI DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN SISTEM EKOLOGI: Satuan struktur dan fungsi dalam ekologi,

SISTEM EKOLOGI: Satuan struktur dan fungsi dalam ekologi, terbentuk oleh hubungan timbal balik MH dan Lingk. (Istilah

Ekosistem oleh A.G. Tansley, 1935: Struktuk berhubungan dg

keanekaragaman spesies, Fungsi berhubungan dg siklus materi

dan arus energi melalui komponen-komponen ekosistem)

KOMPONEN EKOSISTEM

Secara Fungsional:

Komponen autotrof

Komponen heterotrof mempergunakan dan mendekomposisi makanan

membuat makanan

Secara Struktural:

Substansi abiotik : C; N; CO 2 ; H 2 O; dan lain-lain yang terlibat dalam siklus materi. Seperti: karbohidrat; lemak; protein; vitamin; temperatur; iklim; tekanan udara.

Produsen

Konsumen

Pengurai

Macam-macam Ekosistem:

Secara garis besar:

Ekosistem daratan

:

padang rumput; hutan; padang pasir

Ekosistem lautan

:

dan lain-lain air tawar; air laut dan lain-lain

DINAMIS

DINAMIS SECARA STRUKTURAL: • ABIOTIK (ANORGANIK, ORGANIK, UNSUR • BIOTIK (TUMBUHAN, BINATANG, MIKRO ORGANISME DAN

SECARA STRUKTURAL:

ABIOTIK (ANORGANIK, ORGANIK, UNSUR

BIOTIK (TUMBUHAN, BINATANG, MIKRO ORGANISME DAN MANUSIA)

TANAH

DAN IKLIM)

SECARA FUNGSIONAL: BERDASARKAN SEGI TROFIK

PRODUSEN (AUTOTROF)

KONSUMEN (HETEROTROF)

MIKROKONSUMEN (PARASIT, SCAVENGER, SAPROBA)

autos:sendiri, trophikos:menyediakan mkn

PENGURAI (DEKOMPOSER:HUMIFIKASI, TRANSFORMER:MINERALISASI)

PENGURAI ( DEKOMPOSER:HUMIFIKASI, TRANSFORMER:MINERALISASI ) TERJAGA KARENA: • KESEIMBANGAN INTERAKSI ANTAR KOMPONEN

TERJAGA KARENA:

KESEIMBANGAN INTERAKSI ANTAR KOMPONEN

TRANSFER MATERI DAN ENERGI

KEMAMPUAN MENAHAN BERBAGAI PERUBAHAN DALAM SISTEM

INTERAKSI ANTAR KOMPONEN • TRANSFER MATERI DAN ENERGI • KEMAMPUAN MENAHAN BERBAGAI PERUBAHAN DALAM SISTEM
PRODUSEN BAHAN/ MATERI (NUTRISI) M A T A H A R I Siklus materi Arus

PRODUSEN

BAHAN/

MATERI

(NUTRISI)

MATAHARI

PRODUSEN BAHAN/ MATERI (NUTRISI) M A T A H A R I Siklus materi Arus energi
PRODUSEN BAHAN/ MATERI (NUTRISI) M A T A H A R I Siklus materi Arus energi

Siklus materi Arus energi

KONS I (HERB)
KONS I
(HERB)
T A H A R I Siklus materi Arus energi KONS I (HERB) KONS II KONS
KONS II KONS III (KARNI) (OMNI)
KONS II
KONS III
(KARNI)
(OMNI)
energi KONS I (HERB) KONS II KONS III (KARNI) (OMNI) DEKOMPOSER, TRANSFORMER HUBUNGAN ANTAR KOMPONEN DALAM

DEKOMPOSER, TRANSFORMER

HUBUNGAN ANTAR KOMPONEN DALAM EKOSISTEM
HUBUNGAN ANTAR KOMPONEN DALAM EKOSISTEM

RANTAI MAKANAN: TRANSFER ENERGI DAN MATERI MELALUI

SERANGKAIAN ORGANISME

DEKOMPOSER KONSUMEN III Cermin dari kestabilan ekosistem KONSUMEN II RANTAI MAKANAN (FOOD CHAIN) JARING MAKANAN

DEKOMPOSER

KONSUMEN III

Cermin

dari

kestabilan

ekosistem

KONSUMEN II

RANTAI MAKANAN (FOOD CHAIN) JARING MAKANAN (FOOD WEB)
RANTAI MAKANAN
(FOOD CHAIN)
JARING MAKANAN
(FOOD WEB)

KONSUMEN I

PRODUSEN

Secara operasional:

1.Fiksasi Energi

2.Pembentukan bahan organik (Fotosintesis)

3.Produsen dimakan konsumen

4.Degradasi, humifikasi, mineralisasi, digunakan kembali

oleh produsen

Secara fungsional dapat dianalisis dari segi:

1.Aliran energi

2.Rantai makanan

3.Pola keanekaragaman menurut ruang dan waktu

4.Perkembangan, evolusi dan sibernetika (pengaturan, pengendalian secara keseluruhan)

RANTAI MAKANAN DIATAS PERMUKAAN TANAH DISEBUT RANTAI MAKANAN PENGGEMBALAAN

(GRAZING FOOD CHAIN) RANTAI MAKANAN DARI PERMUKAAN TANAH KE BAWAH DISEBUT RANTAI MAKANAN DETRITUS

(DETRITUS FOOD CHAIN) HABITAT DAN RELUNG

Habitat: alamat,tempat tinggal MH/skelompok MH yg membentuk komunitas. Sesuai dg syarat hidup MH (dpt mempertahankan hidup),berarti faktor lingkungan berada dlm kisaran antara titik minimum & maksimum

(titik kardinal).

Relung (niche): cara utk hidup, fungsi&posisi MH dalam

suatu habitat, profesi MH pada suatu habitat.

Persaingan terjadi bila MH berada pd habitat&relung yg

sama

KOMPONEN EKOSISTEM DAPAT DIGAMBARKAN BERDASARKAN JUMLAH

ORGANISME, KANDUNGAN ENERGI ATAU BERAT KERING (BIOMASSA) SETIAP

TINGKATAN TROFIK (tingkat perolehan makanan dari suatu organisme)

GAMBAR PADA UMUMNYA BERBENTUK PIRAMID

DINAMAKAN PIRAMIDA EKOLOGI

TINGKATAN TROFIK IV (DEKOMPOSER) TINGKATAN TROFIK III (KONSUMEN II) TINGKATAN TROFIK II KONSUMEN I TINGKATAN
TINGKATAN TROFIK IV
(DEKOMPOSER)
TINGKATAN TROFIK III
(KONSUMEN II)
TINGKATAN TROFIK II
KONSUMEN I
TINGKATAN TROFIK I
(PRODUSEN)

SEHINGGA DAPAT BERUPA

PIRAMIDA JUMLAH

PIRAMIDA ENERGI

PIRAMIDA BIOMASSA

TRANSFER MATERI BERUPA DAUR SUBSTANSI KIMIA DARI LINGKUNGAN KE ORGANISME KEMBALI KE LINGKUNGAN T E

TRANSFER MATERI BERUPA DAUR SUBSTANSI KIMIA DARI LINGKUNGAN KE

ORGANISME KEMBALI KE LINGKUNGAN

T E R DAUR SEDIMEN D DAUR GAS I R MATERI YANG BERSUMBER DI KULIT
T
E
R
DAUR SEDIMEN
D
DAUR GAS
I
R
MATERI YANG
BERSUMBER DI
KULIT BUMI
I
A
MATERI YANG
BERSUMBER DI
ATMOSFER
T
A
S
DAUR AIR (HIDROLOGI)

DAUR HIDROLOGI

UAP AIR
UAP AIR

TRANSPIRASI

DAUR HIDROLOGI UAP AIR TRANSPIRASI EVAPORASI E V A P O R A S I tumbuhan
DAUR HIDROLOGI UAP AIR TRANSPIRASI EVAPORASI E V A P O R A S I tumbuhan

EVAPORASI

DAUR HIDROLOGI UAP AIR TRANSPIRASI EVAPORASI E V A P O R A S I tumbuhan

EVAPORASI

tumbuhan AIR HUJAN ABSORPSI PERAIRAN DARATAN AIR TANAH
tumbuhan
AIR HUJAN
ABSORPSI
PERAIRAN
DARATAN
AIR TANAH

DAUR NITROGEN

SUMBER N: Udara (78%), seny.anorganik (NO 3 , NO 2 , NH 4 ), seny.organik (protein, urine).

Pengikatan N 2 secara biologi dan kimiawi

KILAT N 2 tumbuhan HUJAN BINATANG TUMBUHAN KOTORAN/SERE ORGANISME TANAH DEKOMP SAH PENAMBAT N OSISI
KILAT
N 2
tumbuhan
HUJAN
BINATANG
TUMBUHAN
KOTORAN/SERE
ORGANISME
TANAH
DEKOMP
SAH
PENAMBAT N
OSISI

Secara Biologi: bakteri nonsimbiotik (5-20 kg ha -1 th -1 ), Bakteri simbiotik (400 kg ha -1 th -1 )

Secara kimia: energi kilat menyatukan N dan O: NO 2 +hujan:HNO 3

DAUR KARBON DAN OKSIGEN

CO 2 O 2 tumbuhan MANUSIA/BI NATANG INDUSTRI PEMBAKARAN SERESAH/K
CO 2
O 2
tumbuhan
MANUSIA/BI
NATANG
INDUSTRI
PEMBAKARAN
SERESAH/K

OTORAN

Pertemuan Ke-11

KONSEP DASAR EKOLOGI DAN LINGKUNGAN

(Part 1)

ENERGI

Energi: kemampuan melakukan kerja, dalam bentuk energi mekanik, energi kimia, energi panas, energi radiasi.

HUKUM TERMODINAMIKA I DAN II

Berubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain: energi radiasi memanaskan daratan dan lautan, menimbulkan perbedaan tekanan

udara, menggerakkan angin, kincir air bergerak dst.

SELALU ADA ENERGI TAK TERMANFAATKAN PADA SETIAP PERUBAHAN

BENTUK ENERGI, DAN HILANG SEBAGAI PANAS DISEBUT ENTROPI

(EFISIENSI ENERGI TIDAK 100%)

ENTROPI BESAR BERARTI KETERATURAN (HOMEOSTASIS) SISTEM RENDAH

ALIRAN ENERGI DAN MATERI:

Secara Fungsional:

Energi : suatu bahan yang menyebabkan organisme mempunyai kemampuan untuk melakukan kerja

Energi dari matahari tumbuhan, hewan dan manusia

Rantai makanan (food chain)

Piramida makanan :

Tingkatan Trofik IV Konsumen III Tingkatan Trofik III Konsumen II Tingkatan Trofik II Konsumen I

Tingkatan Trofik IV

Konsumen III

Tingkatan Trofik III

Konsumen II

Tingkatan Trofik II

Konsumen I

Tingkatan Trofik I

Produsen

Matahari
Matahari
Konsumen I Konsumen II Konsumen III Produsen (herbivora) (karnivora) (omnivora) Bahan/ materi Pengurai / Perombak
Konsumen I
Konsumen II
Konsumen III
Produsen
(herbivora)
(karnivora)
(omnivora)
Bahan/
materi
Pengurai / Perombak / Dekomposer
(nutrisi)

Bagan Rantai Makanan dengan aliran energi dan dalur materi di dalamnya

K2

K2
K2

K1

K1
K1

H

H
H

P

P
P

(1)

K2 K1 H P (1) (1). Rantai makanan (2). Jaring-jaring makanan P : Produsen H :
K2 K1 H P (1) (1). Rantai makanan (2). Jaring-jaring makanan P : Produsen H :
K2 K1 H P (1) (1). Rantai makanan (2). Jaring-jaring makanan P : Produsen H :

(1). Rantai makanan (2). Jaring-jaring makanan

P : Produsen

H : Herbivora

K : Karnivora

(2)

Hubungan antara Rantai Makanan dan Jaring-jaring Makanan

DAUR KARBON

CO 2 + Air + S.M.

Senyawa Organik

Dekomposer

Konsumen

DAUR KARBON CO 2 + Air + S.M. Senyawa Organik Dekomposer Konsumen DAUR NITROGEN N 2
DAUR KARBON CO 2 + Air + S.M. Senyawa Organik Dekomposer Konsumen DAUR NITROGEN N 2
DAUR KARBON CO 2 + Air + S.M. Senyawa Organik Dekomposer Konsumen DAUR NITROGEN N 2

DAUR NITROGEN

DAUR KARBON CO 2 + Air + S.M. Senyawa Organik Dekomposer Konsumen DAUR NITROGEN N 2

N 2

DAUR KARBON CO 2 + Air + S.M. Senyawa Organik Dekomposer Konsumen DAUR NITROGEN N 2

NO 3

DAUR KARBON CO 2 + Air + S.M. Senyawa Organik Dekomposer Konsumen DAUR NITROGEN N 2

Protein

DAUR KARBON CO 2 + Air + S.M. Senyawa Organik Dekomposer Konsumen DAUR NITROGEN N 2

Amonia

DAUR KARBON CO 2 + Air + S.M. Senyawa Organik Dekomposer Konsumen DAUR NITROGEN N 2

NO 2

DAUR KARBON CO 2 + Air + S.M. Senyawa Organik Dekomposer Konsumen DAUR NITROGEN N 2

NO 3

DAUR KALSIUM

Caruban Kalsium

+

CO 2

Akar Tanaman

(Senyawa Organik)

DAUR KALSIUM Caruban Kalsium + CO 2 Akar Tanaman (Senyawa Organik) Dekomposer Konsumen
DAUR KALSIUM Caruban Kalsium + CO 2 Akar Tanaman (Senyawa Organik) Dekomposer Konsumen

Dekomposer

Konsumen

HABITAT, NICHE dan KOMUNITAS

1. Habitat dan Niche

Habitat

Niche/relung

: tempat di mana organisme hidup dengan persyaratan tertentu : status yang fungsional atau profesi makhluk

hidup dalam habitatnya

Dua jenis makhluk hidup pada suatu habitat yang sama dan

mempunyai relung sama, maka akan terjadi persaingan.

2. Populasi Komunitas

T =

(L + D) (M + P)

T

= pertumbuhan populasi

L

= lahir

D

= pendatang

M

= mati

P

= pergi

HUKUM INTERAKSI

Netral

Kompetisi

Predasi

Mutualisme

Komensalisme

Parasitisme

Antibiosa/amensalisme

: kambing dan kucing : kambing dan kerbau : harimau dan hewan kecil : Kerbau dan beruang : Anggrek dan tumbuhan : Hewan dan bekteri

: Alelopaty dari gulma

Daya Dukung

: besar kecilnya kemampuan untuk menampung dan

memberikan hasil kepada populsi manusia

Manusia mengatasi lingkungan contoh:
Manusia
mengatasi lingkungan
contoh:

- udara dingin perapian

Berakal, dapat belajar dan berkomunikasi

mengubah lingkungan

contoh:

- hutan

- daratan

sawah, ladang, permukiman

penampungan air hujan

dan

buat rumah

berpakaian

alat transportasi

- jarak

Akibat Pengubahan Lingkungan

Pada umumnya manusia diuntungkan

Hewan dan tumbuhan dirugikan

Untuk menghindari hal ini, pengubahan lingkkungan harus berwawasan kelestarian lingkungan

EKOSISTEM TUMBUH DAN BERKEMBANG (BERUBAH) AKIBAT DARI PERUBAHAN KESEIMBANGAN INTERAKSI ANTAR KOMPONEN PERUBAHAN LINGKUNGAN

EKOSISTEM TUMBUH DAN BERKEMBANG (BERUBAH) AKIBAT DARI PERUBAHAN

KESEIMBANGAN INTERAKSI ANTAR KOMPONEN

PERUBAHAN LINGKUNGAN SECARA LAMBAT (EVOLUSI LINGKUNGAN)

DISEBUT
DISEBUT
LINGKUNGAN SECARA LAMBAT (EVOLUSI LINGKUNGAN) DISEBUT SUKSESI PRIMER TERJADI PADA LINGKUNGAN PERAWAN, BARU

SUKSESI PRIMER

TERJADI PADA LINGKUNGAN PERAWAN, BARU TERBENTUK ATAU BELUM ADA REKAYASA (CONTOH: DELTA)

SUKSESI SEKUNDER

TERJADI PADA LINGKUNGAN YANG TELAH TERREKAYASA

SECARA OBYEKTIF

SUKSESI SELALU PROGRESIF (MAJU)

KUANTITAS (JENIS DAN JUMLAH ORGANISME) MENINGKAT SEHINGGA KOMPLEKS

KUALITAS LINGKUNGAN MENINGKAT

MAKIN

DIVERSITAS RENDAH

TERSUBSIDI

LINGKUNGAN MENINGKAT MAKIN DIVERSITAS RENDAH TERSUBSIDI DIVERSITAS TINGGI MANDIRI DIVERSITAS STABILITAS TINGGI
LINGKUNGAN MENINGKAT MAKIN DIVERSITAS RENDAH TERSUBSIDI DIVERSITAS TINGGI MANDIRI DIVERSITAS STABILITAS TINGGI

DIVERSITAS TINGGI

MANDIRI

DIVERSITAS

RENDAH TERSUBSIDI DIVERSITAS TINGGI MANDIRI DIVERSITAS STABILITAS TINGGI TINGGI RENDAH RENDAH (KERENTANAN TERHADAP

STABILITAS

TINGGIRENDAH TERSUBSIDI DIVERSITAS TINGGI MANDIRI DIVERSITAS STABILITAS TINGGI RENDAH RENDAH (KERENTANAN TERHADAP GANGGUAN)

TERSUBSIDI DIVERSITAS TINGGI MANDIRI DIVERSITAS STABILITAS TINGGI TINGGI RENDAH RENDAH (KERENTANAN TERHADAP GANGGUAN)

TINGGIRENDAH TERSUBSIDI DIVERSITAS TINGGI MANDIRI DIVERSITAS STABILITAS TINGGI RENDAH RENDAH (KERENTANAN TERHADAP GANGGUAN)

RENDAHRENDAH TERSUBSIDI DIVERSITAS TINGGI MANDIRI DIVERSITAS STABILITAS TINGGI TINGGI RENDAH (KERENTANAN TERHADAP GANGGUAN)

TERSUBSIDI DIVERSITAS TINGGI MANDIRI DIVERSITAS STABILITAS TINGGI TINGGI RENDAH RENDAH (KERENTANAN TERHADAP GANGGUAN)

RENDAHRENDAH TERSUBSIDI DIVERSITAS TINGGI MANDIRI DIVERSITAS STABILITAS TINGGI TINGGI RENDAH (KERENTANAN TERHADAP GANGGUAN)

(KERENTANAN TERHADAP GANGGUAN)

DAYA LENTING (KELENTINGAN/RESILIENSI)

KEMAMPUAN KEMBALI KE KEADAAN SEMULA SETELAH MENERIMA GANGGUAN

) KEMAMPUAN KEMBALI KE KEADAAN SEMULA SETELAH MENERIMA GANGGUAN V1 V1 V2 TAK BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN

V1

) KEMAMPUAN KEMBALI KE KEADAAN SEMULA SETELAH MENERIMA GANGGUAN V1 V1 V2 TAK BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN

V1

V2

TAK BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN DIVERSITAS

INTERAKSI ANTAR ORGANISME

ORGANISME

TIPE INTERAKSI

A B

BILA

BERINTERAKSI

A

BILA

B

TAK BERINTERAKSI

NETRALISME

KOMPETISI

MUTUALISME

PREDATISME

PARASITISME

KOMENSALISME

(EPIFIT)

AMENSALISME

PROTOKOOPERASI

0

0 - 0
0 -
0

+

+

+

+

0

+

0

+

+

0

+

-

-

0

-

+

0

0

0

0

-

0

-

+

-

+

-

0

0

0

0

0

DINAMIKA POPULASI (P)

TERGANTUNG FAKTOR NATALITAS (N) MORTALITAS (M) MIGRASI (IMIGRASI/I DAN EMIGRASI/E)

P = (N + I) (M + E)

NATALITAS TERGANTUNG POTENSI BIOTIK (KEPRIDIAN)

UMUR

NISBAH JENIS SEKS (SEX RATIO)

MORTALITAS TERGANTUNG DAYA HIDUP (SURVIVORSHIP)

MIGRASI TERGANTUNG

VAGILITAS (POTENSI MIGRASI)

BARRIER

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN

DDL

KATASTROPI Kurve S Kurve J
KATASTROPI
Kurve S
Kurve J

OSCILASI

DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DDL KATASTROPI Kurve S Kurve J OSCILASI
DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DDL KATASTROPI Kurve S Kurve J OSCILASI

MANUSIA DAN BIOSFER

LINGKUNGAN

manusia
manusia
IMMANEN MANUSIA MERASA BAGIAN DARI LINGKUNGAN
IMMANEN
MANUSIA MERASA
BAGIAN DARI
LINGKUNGAN

LINGKUNGAN

manusia
manusia
TRANSENDEN MANUSIA MERASA DILUAR LINGKUNGAN
TRANSENDEN
MANUSIA MERASA
DILUAR
LINGKUNGAN

MANUSIA IMMANEN

SANGAT MENJAGA LINGKUNGAN BERAKIBAT PADA KEMAJUAN (TERUTAMA TEKNOLOGI)

BERJALAN LAMBAT

MANUSIA TRANSENDEN

MENGEKSPLOITASI LINGKUNGAN SEDEMIKIAN RUPA DENGAN MENGERAHKAN SEGALA KEMAMPUAN (TEKNOLOGI)

NAMUN DEMIKIAN BAIK PADA MANUSIA IMMANEN MAUPUN TRANSENDEN TIMBUL MASALAH LINGKUNGAN YANG MAKIN MERESAHKAN SEHINGGA PBB PADA TAHUN 1972 MEMPRAKARSAI KONFERENSI LINGKUNGAN HIDUP (PERTAMA) DI STOCKHOLM (SWEDIA)

HASIL KONFERENSI TERTUANG DALAM DOKUMEN COCOYOC

(SWEDIA) HASIL KONFERENSI TERTUANG DALAM DOKUMEN COCOYOC ANTARA LAIN MEMUAT: • PBB MEMBENTUK UNITED NATION

ANTARA LAIN MEMUAT:

PBB MEMBENTUK UNITED NATION ENVIRONMENT PROGRAM (UNEP)

MARKAS BESAR UNEP DI NAIROBI KENYA DAN KENYA TAMAN DUNIA

DITETAPKAN

SEBAGAI

TGL 5 JUNI (HARI KONFERENSI DIBUKA) DITETAPKAN LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA

ISU MASALAH LINGKUNGAN SAAT ITU: KEPADATAN

SEBAGAI HARI

PENDUDUK,

KEMISKINAN, BUTA HURUF, KELANGKAAN ENERGI DAN

PENCEMARAN

WORLD COMISSION ON ENVIRONMENT AND DEVELOPMENT (WCED 1987)

LAPORAN
LAPORAN

OUR COMMON FUTURE TELAH TERJADI KERUSAKAN LINGKUNGAN YANG RADIKAL:

LAJU DESERTIFIKASI SKALA TINGGI

LAJU DEFORESTASI SKALA TINGGI

LAJU PENIPISAN OZON SKALA TINGGI

PENCEMARAN AIR PERMUKAAN DAN TANAH

AKIBAT DARI PEMBANGUNAN TERFOKUS PADA EKONOMI

UNITED NATIONS CONFERENCE ON ENVIRONMENT AND DEVELOPMENT DI RIO De JANEIRO (BRAZIL) DIHADIRI 110 KEPALA
UNITED NATIONS CONFERENCE ON ENVIRONMENT AND DEVELOPMENT DI RIO De JANEIRO (BRAZIL) DIHADIRI 110 KEPALA

UNITED NATIONS CONFERENCE ON ENVIRONMENT AND DEVELOPMENT DI RIO

De JANEIRO (BRAZIL)

DIHADIRI 110 KEPALA PEMERINTAHAN MENGHASILKAN 5 DOKUMEN:

(TERMASUK KONFERENSI N G O TERSELENGGARA SECARA PARALEL)

1.

KONVENSI IKLIM (TERUTAMA TENTANG EMISI CO 2 )

2.

KONVENSI BIODIVERSITAS

3.

ASAS KEHUTANAN (USAHA PENCEGAHAN DEFORESTASI)

4.

DEKLARASI RIO (KESEPAKATAN UNTUK MELAKUKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN)

5.

AGENDA 21 (PETUNJUK PRAKTIS TENTANG PROTEKSI LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN)