Anda di halaman 1dari 6

AUDIT SIKLUS PENGELUARAN: UJI PENGENDALIAN

OLEH :

KELOMPOK 6

ROSANI CHAERUNNISA IKHSAN (A31115035)

NUR MULTAZAM NURDIN (A31115511)

DEPARTEMEN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2018
A. Sifat Siklus Pengeluaran

Aktivitas utama dari siklus pengeluaran adalah (1) membeli barang dan jasa transaksi pembelian,

dan (2) melakukan pembayaran transaksi pengeluaran kas.

 Tujuan Audit

Kategori Asersi Kelompok Transaksi atau Tujuan Audit Spesifik


Saldo
Eksistensi atau Transaksi Mencatat pembelian barang, jasa, dan aktia
Kejadian produktif yang diterima selama periode
berjalan.
Mencatat transaksi pengeluaran kas yang
dilakukan selama periode berjalan kepada
pemasok dan kreditor.
Saldo Mencatat utang usaha yang mencerminkan
jumlah utang perusahaan per tanggal
neraca.
Kelengkapan Transaksi Semua pembelian dan pengeluaran kas
yang dilakukan selama periode berjalan
telah dicatat.
Saldo Utang usaha meliputi semua jumla yang
terutang kepada pemasok barang dan jasa
per tanggal neraca.
Hak dan Transaksi Perusahaan bertanggung jawab atas utang
Kewajiban yang berasal dari pencatatan transaksi
pembelian.
Saldo Utang usaha merupakan kewajiban
perusahaan per tanggal neraca.
Penilaian atau Transaksi Semua transaksi pembelian dan
Alokasi pengeluaran kas telah dinilai dengan
menggunakan GAAP dan dijurnal,
diikhtisarkan, serta diposting dengan benar
Utang usaha dinyatakan dalam jumlah
Saldo yang benar.
Saldo beban yang berkaitan tela sesuai
dengan GAAP.
Penyajian dan Transaksi Rincian pembelian dan pengeluaran kas
Pengungkapan mendukung penyajiannya dalam laporan
keuangan termasuk klasifikasi dan
pengungkapannya yang berkaitan.
Saldo Utang usaha dan beban terkait telah
diidentifikasi dan diklasifikasikan dengan
benar dalam laporan keuangan.
Pengungkapan yang memadai telah dibuat
berkaitan dengan komitmen, kewajiban
kontinjen, dan penjaminan serta utang
pihak yang mempunyai hubungan
istimewa.

 Menggunakan Pemahaman tentang Bisnis dan Industri untuk Mengembangkan Strategi

Audit

1. Materialitas

Siklus pengeluaran merupakan proses inti dan mencerminkan jumlah serta volume transaksi di

mana risiko terjadinya salah saji yang material adalah tinggi. Auditor berusaha mencapai tingkat

risiko yang rendah bahwa transaksi siklus pengeluaran merupakan sumber terjadinya salah saji yang

material dalam laporan keuangan.

2. Risiko Inheren

Dalam menilai risiko inheren untuk asersi-asersi siklus pengeluaran, auditor harus

mempertimbangkan faktor-faktor penting yang bisa mempengaruhi asersi-asersi diseluruh laporan

keuangan, serta faktor-faktor yang hanya berkaitan dengan asersi spesifik dalam siklus pengeluaran.

3. Resiko Prosedur Analitis

Pengujian analitis merupakan hal yang efektif dalam mengidentifikasi akun-akun siklus

pengeluaran yang mengandung salah saji. Resiko prosedur analitis merupakan resiko deteksi bahwa

prosedur tersebut akan gagal dalam mendeteksi kekeliruan dan kesalahan pengujian.

 Mempertimbangkan Komponen Pengendalian Internal

a. Lingkungan Pengendalian

Pemahaman tentang bagaimana manajemen bertanggungjawab atas penggunaan sumber daya

perusahaan merupakan hal yang berguna untuk menentukan :

1. Laporan yang digunakan manajemen untuk mengevaluasi review kinerja peruahaan.

2. Seberapa sering dan seberapa cepat laporan manajemen direview.

3. Keputusan yang didasarkan atas laporan itu.

4. Kebijakan perusahaan untuk menindaklanjuti masalah yang berasal dari laporan utama.
b. Penilaian Risiko Manajemen

Penilaian risiko manajemen yang berkaitan dengan aktivitas siklus pengeluaran meliputi

pertimbangan atas hal-hal berikut :

 Kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan arus kas untuk transaksi pembelian.

 Kontinjensi kerugian yang berkaitan dengan komitmen pembelian.

 Terus tersedianya perlengkapan yang penting dan stabilitas pemasok yang penting.

 Pengaruh kenaikan biaya terhadap perusahaan.

 Atensi perusahaan terhadap risiko terjadinya pembayaran berganda.

 Atensi perusahaan terhadap risiko kecurangan yang dilakukan oleh pegawai.

c. Informasi dan komunikasi

Pemahaman sistem akuntansi memerlukan pengetahuan metode pemrosesan data dan dokumen

serta catatan penting yang digunakan dalam pemrosesan transaksi siklus pengeluaran. Informasi

penting yang harus dipahami auditor meliputi :

 Bagaimana pembelian, pembayaran, dan retur diawali.

 Bagaimana pembelian diperhitungkan ketika barang dan jasa diterima atau dikembalikan.

 Catatan akuntansi, dokumen, akun, dan file komputer yang digunakan untuk berbagai tahapan

setiap transaksi siklus pembelian.

 Proses yang mengawali terjadinya pembayaran atas barang dan jasa.

d. Pemantauan

Mengharuskan auditor mendapatkan pengetahuan, apabila berlaku, mencakup :

 Umpan balik yang terus menerus dari pemasok perusahaan menyangkut setiap masalah

pembayaran atau pengiriman di masa depan.

 Komunikasi dari auditor eksternal tentang kondisi yang dapat dilaporkan atau kelemahan

yang material atas pengendalian internal yang relevan, yang ditemukan selama audit

sebelumnya.

 Penilaian periodik auditor internal tentang kebijakan serta prosedur pengendalian

berhubungan dengan siklus pengeluaran.


e. Penilaian Awal atas Risiko Pengendalian

Auditor memperoleh kepastian terbatas mengenai keefektifan pengendalian bersangkutan. Bukti

diperoleh dari pengujian pengendalian berbarengan mendukung penurunan penilaian awal atas

risiko pengendalian untuk asersi-asersi terkait tertentu sedikit dibawah maksimum atau tinggi.

B. Aktivitas Pengendalian – Transaksi Pembelian

 Dokumen Dan Catatan Yang Umum

Sejumlah dokumen dan catatan umum menggunakan sistem data-base, catatan transaksi akan

disimpan dalam database dan auditor perlu memahami tabel utama yang menggerakkan akses ke

informasi dalam sistem ini, serta bagaimana tabel tersebut berkaitan satu sama lain. Meskipun

demikian, dokumen dan catatan berikut sering ditemukan dalam sebagian besar sistem akuntansi:

 Permintaan pembelian.  Register voucher.

 Pesanan pembelian.  File induk pernasok yang telah disetujui.

 Laporan penerimaan.  File pesanan penibelian terbuka.

 Faktur penjual.  File penerimaan.

 Voucher.  File transaksi pembelian.

 Laporan pengecualian.  File induk hutang usaha.

 Ikhtisar voucher.  File suspensi atau penolakan.

 Fungsi-Fungsi

Pemrosesan transaksi pembelian mencakup fungsi-fungsi pembelian berikut:

1. Pengajuan pembelian meliputi:

 Pencantuman nama pemasok pada daftar pemasok yang telah disetujui.

 Pengajuan kembali permintaan barang dan jasa.

 Pembuatan pesanan pembelian.

2. Penerimaan barang dan jasa mencakup:

 Penerimaan barang

 Penyimpanan barang yang diterima untuk persediaan.


 Pengembalian barang ke pemasok.

3. Pencatatan kewajiban. Pengakuan formal oleh perusahaan atas kewajiban hukum, yang meliputi:

 Pembuatan voucher pembayaran dan pencatatan kewajiban.

 Pertanggungjawaban atas transaksi yang telah dicatat.

C. Aktivitas Pengendalian – Transaksi Pengeluaran Kas

 Dokumen dan Catatan Yang Umum

Dokumen dan catatan penting yang digunakan dalam pemprosesan meliputi hal-hal berikut:

 Cek.  Jurnal pengeluaran kas atau register

 Ikhtisar cek. cek

 File transaksi pengeluaran kas.

 Fungsi-fungsi

Meliputi pembayaran utang dan saat yang bersamaan juga melakukan pencatatan pengeluaran kas.

 Pembayaran Utang dan Pencatatan Pengeluaran

Biasanya bendahara atau fungsi manajemen kas bertanggung jawab untuk memutuskan voucher

yang belum dibayar agar diproses pembayarannya pada tanggal jatuhnya. Komputer bisa diprogram

untuk memilih voucher jatuh tempo setiap hari dari file induk utang dagang dan laporan ini direview

untuk menentukan utang nama yang harus dibayar, dengan mempertimbangkan posisi pada kas.

 Perolehan Pemahaman dan Penilaian Resiko Pengendalian

Auditor harus memiliki pemahaman yang cukup agar mampu mengidentifikasikan jenis-jenis

salah saji yang potensial, mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko salah saji yang

material, dan merancang pengujian subtantif jika auditor merencanakan untuk menilai risiko

pengendalian pada tingkat yang rendah untuk suatu asersi.