Anda di halaman 1dari 2

AAPD & CAT

Menurut American Academy of Pediatric Dentistry, penilaian risiko karies pada anak berdasarkan
atas tiga bagian besar indikator karies yaitu: kondisi klinik, karakteristik lingkungan, dan kondisi
kesehatan umum (tabel 1)

PENJELASANNYA

1. Kondisi klinis yang merupakan indikator risiko karies tinggi


Pengalaman karies Pengalaman karies sebelumnya merupakan suatu indikator yang kuat
untuk menentukan terjadinya karies di masa yang akan datang.4-6 Li and Wang8
mengatakan bahwa anak yang mempunyai karies pada gigi sulung mempunyai
kecenderungan tiga kali lebih besar untuk terjadinya karies pada gigi permanen. Penemuan
klinik yang dapat dilihat pada anak yang berisiko karies tinggi adalah terjadi karies yang baru
pada setiap kunjungan berkala, ekstraksi yang prematur, terdapat lebih dari satu area
demineralisasi enamel (white spot), adanya enamel hipoplasia, tingginya proporsi
Streptococcus mutans, penggunaan alat kedokteran gigi seperti alat ortodonti ataupun gigi
palsu.5,7 Alat yang dapat digunakan untuk mengetahui aktivitas karies adalah Cariostat,
dengan perubahan pH terlihat perubahan warna media sehingga diketahui urutan aktivitas
karies, dari aktivitas karies tidak aktif sampai yang aktif berat.1 Karies dini dapat dideteksi
dengan menggunakan quantitative light fluorescence (QLF), infrared laser fluorescence
(DIAGNOdent) untuk permukaan oklusal dan permukaan halus dan digital imaging fiber optic
trasillumination (DIFOTI) untuk daerah approksimal.9

2. Karekteristik lingkungan yang merupakan indikator risiko karies tinggi


Penggunaan fluor Tujuan penggunaan fluor adalah untuk melindungi gigi dari karies. Fluor
bekerja dengan cara menghambat metabolisma bakteri plak yang dapat memfermentasi
karbohidrat melalui perubahan hidroksil apatit pada enamel menjadi fluor apatit. Reaksi
kimia: Ca10(PO4)6.(OH)2 + F Æ Ca10(PO4)6.(OHF) menghasilkan enamel yang lebih tahan
terhadap asam sehingga dapat menghambat proses demineralisasi dan meningkatkan
remineralisasi yang merangsang perbaikan dan penghentian lesi karies.14 Pada anak yang
berisiko karies tinggi dilaporkan bahwa penggunaan fluor ini hampir tidak ada.
Riwayat sosial Banyak penelitian menunjukkan bahwa prevalensi karies lebih tinggi pada
anak yang berasal dari status sosial ekonomi rendah. Hal ini dikarenakan anak dari status ini
makan lebih banyak makanan yang bersifat kariogenik, rendahnya pengetahuan akan
kesehatan gigi dapat dilihat dari kesehatan mulut yang buruk, karies tinggi pada keluarga
(karies aktif pada ibu), jarang melakukan kunjungan ke dokter gigi sehingga banyak karies
gigi yang tidak dirawat. 5,6,11
Kebiasaan makan Penelitian Vipeholm (1945–1953) menyimpulkan bahwa konsumsi
makanan dan minuman yang mengandung gula di antara jam makan dan pada saat makan
berhubungan dengan peningkatan karies yang besar.5 Faktor makanan yang dihubungkan
dengan terjadinya karies adalah jumlah fermentasi, konsentrasi dan bentuk fisik (bentuk
cair, tepung, padat) dari karbohidrat yang dikonsumsi, retensi di mulut, frekuensi makan dan
snacks serta lamanya interval waktu makan.1,5 Anak yang berisiko karies tinggi sering
mengkonsumsi makanan minuman manis di antara jam makan.4,5,11

3. Kondisi kesehatan umum yang merupakan indikator risiko karies tinggi


Kondisi kesehatan pada anak sangat berpengaruh pada risiko karies. Anak dengan
ketidakmampuan mental atau cacat fisik terutama cacat tangan memerlukan perhatian
khusus secara terus menerus disebabkan anak ini mempunyai keterbatasan untuk
melaksanakan prosedur membersihkan mulutnya dan membutuhkan bantuan dari orang
lain. Ketergantungan anak pada orang lain meningkatkan faktor predisposisi terjadi karies
tinggi.3 Demikian juga pada anak yang mempunyai penyakit sistemik yang tidak terkontrol
dapat mengakibatkan perubahan pada rongga mulut dan kondisi saliva baik dari segi
komposisi maupun aliran saliva. Hal ini akan mengakibatkan tingkat karies anak menjadi
lebih tinggi.

Indikasi usia 0-5 tahun, 1-2 tahun, 3-5 tahun, >= 6 tahun (jadi tabelnya beda2 per-usian)

Intinya 0-6 tahun