Anda di halaman 1dari 1

B.

” Sajak-sajak anak mati Karya Goenawan Mohammad”


Sajak-sajak anak mati
Tiga anak menari
Tentang tiga burung gereja
Kemudian senyap;
Disebabkan senja;

Tiga lilin kuncup;


Pada marmer meja;
Tiga tik-tik hujan tertabur;
Seperti tak sengaja;
“bapak, jangan menangis.”

Analisis:
Yang dimaksud dengan ‘Tiga anak menari tentang tiga burung gerejakemudian senyap
disebabkan senja’ yaitu tiga pelajar ikut demonstrasi menuntut diadakannya tiga kebutuhan
utama bagi rakyat, makanan, pakaian, dan rumah. Kemudian senyap dikarenakan gas air
mata. ‘Tiga lilin kuncup pada marmer meja’, dan kata ‘tiga tik-tik hujan tertaburs eperti tak
sengaja’ yaitu tiga pelajar tersebut mati tertembak seperti tak sengaja oleh tiga peluru.

SEBAIT UCAPAN BERSAMA NASI KIRIMAN

seorang demonstran tersandar letih dengan sebungkus nasi kiriman ketika asar menggelincir dijalan
sepotong kertas putih terselip dibungkus lapisan tak ada alamat tak ada nama hanya sebait ucapan
yang bersih ibu tak mengenalmu pada muka, anakku tapi kita adalah satu pada hati bersamamu
segala simpati dan doa anak-anakku melangkahlah karena langkahmu adalah juga langkah kami
*dari kumpulan puisi Bur Rasuanto “Mereka Telah Bangkit” terbitan PD Karya Baru 1966

ANALISIS PUISI

1. Unsur Intrinsik

1) Tema : Perjuangan

2) Amanat : Walaupun tidak saling mengenal tetapi tetap satu dalam perjuangan.

3) Diksi : seorang demonstran tersandar letih dengan sebungkus nasi kiriman ketika asar
menggelincir dijalan sepotong kertas putih terselip dibungkus lapisan tak ada alamat tak ada nama
hanya sebait ucapan yang bersih ibu tak mengenalmu pada muka, anakku tapi kita adalah satu pada
hati bersamamu segala simpati dan doa anak-anakku melangkahlah karena langkahmu adalah juga
langkah kami