Anda di halaman 1dari 12
MASALAH-MASALAH MENYUSUI Maulidia Ekaputri Kelompok 11

MASALAH-MASALAH MENYUSUI

Maulidia Ekaputri Kelompok 11

OUTLINE

Perawatan payudaraOUTLINE Bendungan payudara Retraksi puting Mastitis Abses payudara Masalah lainnya (galaktokel, polimastia, agalaktia,

Bendungan payudaraOUTLINE Perawatan payudara Retraksi puting Mastitis Abses payudara Masalah lainnya (galaktokel, polimastia, agalaktia,

Retraksi putingOUTLINE Perawatan payudara Bendungan payudara Mastitis Abses payudara Masalah lainnya (galaktokel, polimastia, agalaktia,

MastitisOUTLINE Perawatan payudara Bendungan payudara Retraksi puting Abses payudara Masalah lainnya (galaktokel, polimastia,

Abses payudarapayudara Bendungan payudara Retraksi puting Mastitis Masalah lainnya (galaktokel, polimastia, agalaktia,

Masalah lainnya (galaktokel, polimastia, agalaktia, poligalaktia)OUTLINE Perawatan payudara Bendungan payudara Retraksi puting Mastitis Abses payudara

PERAWATAN PAYUDARA

PERAWATAN PAYUDARA Kebersihan puting Posisi menyusui yang benar Iritasi dan fissura pada puting: Lanolin topikal atau

Kebersihan putingPERAWATAN PAYUDARA Posisi menyusui yang benar Iritasi dan fissura pada puting: Lanolin topikal atau olesi puting

Posisi menyusui yang benarPERAWATAN PAYUDARA Kebersihan puting Iritasi dan fissura pada puting: Lanolin topikal atau olesi puting susu dengan

Iritasi dan fissura pada puting:PAYUDARA Kebersihan puting Posisi menyusui yang benar Lanolin topikal atau olesi puting susu dengan ASI dan

Lanolin topikal atau olesi puting susu dengan ASI dan dibiarkan keringPosisi menyusui yang benar Iritasi dan fissura pada puting: Apabila parah, jangan gunakan untuk menyusui—> pompa

Apabila parah, jangan gunakan untuk menyusui—> pompa secara teraturatau olesi puting susu dengan ASI dan dibiarkan kering Suradi R. Penggunaan air susu Ibu dan

Suradi R. Penggunaan air susu Ibu dan rawat gabung. In:

Saifuddin, eds. Ilmu kebidanan. 4th ed. 2008. pp. 375-8.

In: Saifuddin, eds. Ilmu kebidanan. 4th ed. 2008. pp. 375-8. Cunningham, et al. Williams obstetrics 24th

Cunningham, et al. Williams obstetrics 24th ed. 2014. pp. 1070-2.

BENDUNGAN PAYUDARA

Bendungan pada kelenjar payudara karena ekspansi dan tekanan dari produksi dan penampungan ASIBENDUNGAN PAYUDARA Faktor resiko: tidak menyusui atau kurang menyusui, posisi menyusui tidak baik, menggunakan pompa

Faktor resiko: tidak menyusui atau kurang menyusui, posisi menyusui tidak baik, menggunakan pompa payudara tanpa indikasi, implan payudaraekspansi dan tekanan dari produksi dan penampungan ASI Diagnosis Nyeri pada payudara (paling sering hari ke-3-5

Diagnosismenggunakan pompa payudara tanpa indikasi, implan payudara Nyeri pada payudara (paling sering hari ke-3-5 nifas namun

Nyeri pada payudara (paling sering hari ke-3-5 nifas namun dapat berlangsung hingga 2 minggu)pompa payudara tanpa indikasi, implan payudara Diagnosis Payudara bengkak dan keras Demam <16 jam (pada 13%

Payudara bengkak dan kerashari ke-3-5 nifas namun dapat berlangsung hingga 2 minggu) Demam <16 jam (pada 13% wanita) Tatalaksana

Demam <16 jam (pada 13% wanita)berlangsung hingga 2 minggu) Payudara bengkak dan keras Tatalaksana Keluarkan ASI: kompres air hangat—>urut

Tatalaksanabengkak dan keras Demam <16 jam (pada 13% wanita) Keluarkan ASI: kompres air hangat—>urut payudara dari

Keluarkan ASI: kompres air hangat—>urut payudara dari pangkal ke puting—>keluarkan ASI dari bagian depan payudara—>kompres dingin setelah menyusuidan keras Demam <16 jam (pada 13% wanita) Tatalaksana Susukan bayi sesuai keinginan bayi/pompa/keluarkan ASI

Susukan bayi sesuai keinginan bayi/pompa/keluarkan ASI secara manualbagian depan payudara—>kompres dingin setelah menyusui Analgesik parasetamol 3x500 mg oral bila perlu Evaluasi

Analgesik parasetamol 3x500 mg oral bila perlubayi sesuai keinginan bayi/pompa/keluarkan ASI secara manual Evaluasi setelah 3 Hari Cunningham, et al. Williams

Evaluasi setelah 3 Harisecara manual Analgesik parasetamol 3x500 mg oral bila perlu Cunningham, et al. Williams obstetrics 24th ed.

Cunningham, et al. Williams obstetrics 24th ed. 2014. pp. 1070-2.

Source: https://www.womensmd.org/breastfeeding/engorged-breasts/ Source: http://gynaeonline.com/ breast_engorgement.htm

Source: https://www.womensmd.org/breastfeeding/engorged-breasts/

Source: https://www.womensmd.org/breastfeeding/engorged-breasts/ Source: http://gynaeonline.com/ breast_engorgement.htm

Source: http://gynaeonline.com/ breast_engorgement.htm

RETRAKSI PUTING

Suatu kondisi dimana puting terbenam ke dalam payudaraRETRAKSI PUTING Terjadi pada 10% wanita, 87% bilateral, 50% familial Etiologi: kongenital (fibrosis dan hipoplasia sistem

Terjadi pada 10% wanita, 87% bilateral, 50% familialSuatu kondisi dimana puting terbenam ke dalam payudara Etiologi: kongenital (fibrosis dan hipoplasia sistem

Etiologi: kongenital (fibrosis dan hipoplasia sistem duktus) dan didapat (ektasia duktus, abses periduktal, kanker, payudara besar)Terjadi pada 10% wanita, 87% bilateral, 50% familial GRADE 1 GRADE 2 GRADE 3 Puting tampak

GRADE 1
GRADE 1
GRADE 2
GRADE 2
GRADE 3
GRADE 3

Puting tampak datar atau masuk ke dalam

Puting dapat dikeluarkan dengan menekan areola namun kembali

Puting sulit dikeluarkan pada PF dan perlu pembedahan untuk dikeluarkan

Puting dapat dikeluarkan dengan mudah degan tekanan jari pada

Terdapat kesulitan menyusui

Dapat terjadi infeksi, ruam, atau masalah kebersihan

Terkadang ASI dapat keluar sendiri

Terdapat fibrosis derajat sedang

Terdapat atro unit lobuler duktus terminal dan fibrosis yang parah

Saluran ASI tidak bermasalah dan tidak mengganggu menyusui

Saluran ASI dapat mengalami retraksi namun tidak perlu pembedahan

Saluran ASI terkonstriksi dan tidak memungkinkan untuk menyusui

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku saku pelayanan kesehatan ibu di fasilitas kesehatan dasar dan rujukan. 1st ed. Jakarta:

Kemenkes RI; 2013.

Source: https://www.bodysculptor.com/breast/nipple-repair/inverted-nipples/

MASTITIS

Inflamasi atau infeksi parenkim kelenjar payudaraMASTITIS Terjadi pada sepertiga wanita menyusui Faktor resiko: kesulitan dalam menyusui (bekerja), menyusui selama

Terjadi pada sepertiga wanita menyusuiMASTITIS Inflamasi atau infeksi parenkim kelenjar payudara Faktor resiko: kesulitan dalam menyusui (bekerja), menyusui

Faktor resiko: kesulitan dalam menyusui (bekerja), menyusui selama beberapa minggu setelah melahirkan, puting lecet, menyusui hanya pada satu posisi, menggunakan bra yang ketat, riwayat mastitis sebelumnyakelenjar payudara Terjadi pada sepertiga wanita menyusui Etiologi: Staphylococcus aureus terutama MRSA (40%),

Etiologi: Staphylococcus aureus terutama MRSA (40%), stafilokokus koagulase negatif, streptokokus viridans —> berasal dari Staphylococcus aureus terutama MRSA (40%), stafilokokus koagulase negatif, streptokokus viridans —> berasal dari hidung dan tenggorokan bayi, masuk lewat fisura atau abrasi kecil pada puting

Diagnosis:bayi, masuk lewat fisura atau abrasi kecil pada puting Biasanya unilateral, payudara keras, merah dan nyeri

Biasanya unilateral, payudara keras, merah dan nyerimasuk lewat fisura atau abrasi kecil pada puting Diagnosis: Dapat disertai demam >38C, menggigil Paling sering

Dapat disertai demam >38C, menggigilBiasanya unilateral, payudara keras, merah dan nyeri Paling sering terjadi pada minggu ke-3 dan ke-4 setelah

Paling sering terjadi pada minggu ke-3 dan ke-4 setelah melahirkanmerah dan nyeri Dapat disertai demam >38C, menggigil Komplikasi: abses payudara (10%) Cunningham, et al. Williams

Komplikasi: abses payudara (10%)sering terjadi pada minggu ke-3 dan ke-4 setelah melahirkan Cunningham, et al. Williams obstetrics 24th ed.

Cunningham, et al. Williams obstetrics 24th ed. 2014. pp. 1070-2.

TATALAKSANA MASTITIS

TATALAKSANA MASTITIS Tatalaksana umum Tirah baring dan asupan cairan yang banyak Kultur sampel ASI dan diuji

Tatalaksana umumTATALAKSANA MASTITIS Tirah baring dan asupan cairan yang banyak Kultur sampel ASI dan diuji sensitivitas Tatalaksana

Tirah baring dan asupan cairan yang banyakTATALAKSANA MASTITIS Tatalaksana umum Kultur sampel ASI dan diuji sensitivitas Tatalaksana khusus Antibiotik: kloksasilin

Kultur sampel ASI dan diuji sensitivitasTatalaksana umum Tirah baring dan asupan cairan yang banyak Tatalaksana khusus Antibiotik: kloksasilin 500 mg oral

Tatalaksana khususcairan yang banyak Kultur sampel ASI dan diuji sensitivitas Antibiotik: kloksasilin 500 mg oral per 6

Antibiotik: kloksasilin 500 mg oral per 6 jam selama 10-14 hari/ eritromisin 250 mg oral 3x/hari selama 10-14 HariKultur sampel ASI dan diuji sensitivitas Tatalaksana khusus Keluarkan ASI dengan menyusui dimulai dari payudara yang

Keluarkan ASI dengan menyusui dimulai dari payudara yang tidak sakit atau pompahari/ eritromisin 250 mg oral 3x/hari selama 10-14 Hari Kompres dingin untuk mengurangi bengkak dan nyeri

Kompres dingin untuk mengurangi bengkak dan nyerimenyusui dimulai dari payudara yang tidak sakit atau pompa Analgesik parasetamol 3x500 mg oral Gunakan payudara

Analgesik parasetamol 3x500 mg oralatau pompa Kompres dingin untuk mengurangi bengkak dan nyeri Gunakan payudara yang pas Evaluasi setelah 3

Gunakan payudara yang pasbengkak dan nyeri Analgesik parasetamol 3x500 mg oral Evaluasi setelah 3 hari Kementerian Kesehatan Republik

Evaluasi setelah 3 hariparasetamol 3x500 mg oral Gunakan payudara yang pas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku saku

ABSES PAYUDARA

Insidensi 0.1% di SwediaABSES PAYUDARA Dicurigai ketika demam tidak turun setelah 48-72 jam setelah pengobatan mastitis atau ketika massa

Dicurigai ketika demam tidak turun setelah 48-72 jam setelah pengobatan mastitis atau ketika massa teraba di payudaraABSES PAYUDARA Insidensi 0.1% di Swedia Tatalaksana: drainase pembedahan atau aspirasi jarum dengan USG (luka lebih

Tatalaksana: drainase pembedahan atau aspirasi jarum dengan USG (luka lebih cepat sembuh)pengobatan mastitis atau ketika massa teraba di payudara Komplikasi: sepsis Cunningham, et al. Williams obstetrics

Komplikasi: sepsisatau aspirasi jarum dengan USG (luka lebih cepat sembuh) Cunningham, et al. Williams obstetrics 24th ed.

dengan USG (luka lebih cepat sembuh) Komplikasi: sepsis Cunningham, et al. Williams obstetrics 24th ed. 2014.

MASALAH LAIN DALAM MENYUSUI

Galaktokel: saluran ASI yang terobstruksi karena ASI yang mengental, membentuk massa seperti abses—> dapat hilang dengan sendirinya atau dengan aspirasiMASALAH LAIN DALAM MENYUSUI Poligalaktia: produksi ASI sangat banyak Agalaktia: produksi ASI sangat kurang Cunningham, et

Poligalaktia: produksi ASI sangat banyakdapat hilang dengan sendirinya atau dengan aspirasi Agalaktia: produksi ASI sangat kurang Cunningham, et al.

Agalaktia: produksi ASI sangat kurangdengan aspirasi Poligalaktia: produksi ASI sangat banyak Cunningham, et al. Williams obstetrics 24th ed. 2014. pp.

DAFTAR PUSTAKA

Cunningham, et al. Williams obstetrics 24th ed. 2014. pp. 1070-2.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku saku pelayanan kesehatan ibu di fasilitas kesehatan dasar dan rujukan. 1st ed. Jakarta: Kemenkes RI; 2013.

Suradi R. Penggunaan air susu Ibu dan rawat gabung. In: Saifuddin, eds. Ilmu kebidanan. 4th ed. 2008. pp. 375-80.

Nassar H [internet]. PathologyOutlines.com. Michigan:

PathologyOutlines.com, Inc; (c)2002-2017. Breast - nonmalignant:

Congenital anomalies: niplle inversion of breast; 2017 Jul 24 [cited 2018 Feb 21]. Available from: http://www.pathologyoutlines.com/ topic/breastnippleinversion.html