Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


Jl. Jend. Soedirman No.42 Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462, IGD 118
BANJARNEGARA - 53415

PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


KABUPATEN BANJARNEGARA
NOMOR..........TAHUN 2012

TENTANG

KAWASAN TANPA ASAP ROKOK DAN BEBAS PEDAGANG ASONGAN


DI LINGKUNGAN RSUD KABUPATEN BANJARNEGARA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DIREKTUR RSUD KABUPATEN BANJARNEGARA,

Menimbang : • bahwa dalam upaya mewujudkan kebersihan, keamanan, ketertiban dan


sesehatan lingkungan RSUD Kabupaten Banjarnegara diperlukan
kesadaran dan kemauan masyarakat untuk senantiasa membiasakan
hidup bersih dan tertib;
• bahwa asap rokok dapat menyebabkan terganggunya atau menurunnya
kesehatan masyarakat bagi perokok aktif dan perokok pasif;
• bahwa keberadaan pedagang asongan di lingkungan RSUD dapat
mengganggu kenyamanan, keamanan bagi pasien dan pengunjung
Rumah Sakit;
• bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf
a, huruf b dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Direktur tentang
Kawasan Tanpa Asap Rokok dan Bebas Pedagang Asongan di
lingkungan RSUD Kabupaten Banjarnegara;
Mengingat : • Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah
Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Jawa Tengah sebagaimana telah
diubah dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1951;
• Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak;
• Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ;
• Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja;
• Undang – Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran;
• Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
(Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran
Negara RI Nomer 4437) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang
Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintah Daerah menjadi Undang- Undang (Lembaran Negara RI
Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4548);
• Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1950 tentang Penetapan Mulai
Berlakunya Undang – Undang 1950 Nomor 12, 13, 14 dan 15 dari Hal
Pembentukan Daerah – Daerah Kabupaten di Jawa Timur/ Tengah/
Barat dan Daerah Iatimewa Jogjakarta;
• Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian
Pencemaran Udara;
• Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2003 tentang Pengamanan
Rokok Bagi Kesehatan;

• Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per. 02/ Men/ 1980 tentang
pemeriksaan kesehatan tenaga kerja dalam penyelenggaraan
keselamatan kerja;
• Permenaker Nomor 5/ Men/ 1996 tentang Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja;
• Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1405/ MENKES/ SK/ X/ 2004
tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit;
• Peraturan Bupati Banjarnegara Nomor 177 Tahun 2009 tentang Tugas
Pokok dan Fungsi serta Uraian Tugas Jabatan pada Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Banjarnegara.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR RSUD KABUPATEN BANJARNEGARA


TENTANG KAWASAN TANPA ASAP ROKOK DAN LARANGAN
PEDAGANG ASONGAN

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam Peraturan Direktur ini yang dimaksud dengan:


• Daerah adalah Kabupaten Banjarnegara;
• Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur
penyelenggara Pemerintah Daerah;
• Bupati adalah Bupati Banjarnegara;
• Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banjarnegara (RSUD) adalah
Satuan kerja perangkat daerah di lingkungan pemerintahan daerah
Kabupaten Banjarnegara;
• Direktur adalah pimpinan tertinggi di Rumah Sakit;
• Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau
bentuk lainnya yang dihasilkan dari tananam nicotiana tobacum,
nicotiana rustica dan spesies lainnya atau sintesisnya yang mengandung
nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan;
• Merokok adalah kegiatan menghisap dan atau menyalakan rokok;
• Kawasan tanpa asap rokok adalah ruangan atau area yang bebas asap
rokok;
• Pedagang asongan adalah pedagang yang selalu membawa
dagangannya dengan cara di “asong” yaitu dibawa dan diangkat untuk
ditawarkan kepada pembeli.

BAB II
TUJUAN DAN SASARAN
Pasal 2

Tujuan ditetapkannya Peraturan Direktur ini adalah:


• mewujudkan kualitas udara yang sehat dan bersih bebas dari asap
rokok;
• melindungi masyarakat dan kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu
hamil, dan lanjut usia, terhadap resiko ancaman gangguan kesehatan
akibat asap rokok;
• menurunkan angka kesakitan dan atau angka kematian akibat asap
rokok dengan cara mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat;
dan
• meningkatkan produktivitas kerja;
• mewujudkan pelayanan kesehatan yang tidak terganggu oleh kegiatan
transaksi jual beli atau keperluan lain.

Pasal 3
• Sasaran kawasan tanpa asap rokok adalah terwujudnya kualitas udara
yang bersih, kualitas sumber daya manusia dan kesehatan masyarakat;
• Sasaran area bebas pedagang asongan adalah terwujudnya lingkungan
Rumah Sakit yang nyaman, aman dan tertib.

BAB III
KAWASAN TANPA ASAP ROKOK DAN BEBAS PEDAGANG ASONGAN
Pasal 4

• Kawasan Tanpa Asap Rokok meliputi: seluruh ruangan, gedung dan


halaman RSUD Kabupaten Banjarnegara;
• Setiap orang yang berada di Kawasan Tanpa Asap Rokok dilarang
merokok;
• Setiap pedagang asongan dilarang untuk melakukan jual beli di dalam
lingkungan Rumah Sakit.
Pasal 5
• Kepala Unit Kerja bertanggungjawab untuk memasang tanda/ petunjuk/
peringatan/ larangan merokok serta tanda/ petunjuk ruangan boleh
merokok, dilengkapi dengan gambar akan bahaya merokok, media
informasi resiko atau bahaya merokok di tempat – tempat strategis
yang telah ditentukan;
• Setiap karyawan RSUD Kabupaten Banjarnegara wajib memberikan
teguran dan peringatan kepada setiap orang yang melanggar ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam pasal 4.

BAB IV
PERAN SERTA MASYARAKAT
Pasal 6

• Masyarakat umum dan seluruh karyawan RSUD Kabupaten


Banjarnegara wajib berperan serta dalam mewujudkan Kawasan Tanpa
Asap Rokok dan Bebas Pedagang Asongan di lingkungan Rumah
Sakit;
• Peran serta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan
dengan cara:
• Ikut serta dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan serta
penyebarluasan informasi tentang resiko/ bahaya akibat asap rokok
kepada masyarakat; dan
• Memelihara dan meningkatkan kualitas udara yang bersih dan
sehat bebas dari asap rokok.

BAB V
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
Pasal 7

• Pembinaan dan pengawasan mengenai Kawasan Tanpa Asap Rokok


dan Bebas Pedagang Asongan dilakukan oleh semua kepala unit kerja
serta jajarannya.
• Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
berupa:
• Bimbingan;
• Penyuluhan; dan atau
• Pemberdayaan masyarakat.

BAB VI
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 8

Peraturan Direktur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, yang


mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2012.

Ditetapkan di Banjarnegara
pada tanggal :

DIREKTUR
RSUD KAB. BANJARNEGARA

JUNITA PRASETYANINGSIH