Anda di halaman 1dari 2

Metode Penelitian

Analisa kualitas air sungai dilakukan dengan beberapa pemeriksaan parameter yaitu COD
(Chemical Oxygen Disolve), CO2 Bebas, Amoniak, Zat Organik, dan Kesadahan.

Penetapan COD (Chemical Oxygen Disolve) yang berfungsi untuk mengukur banyaknya oksigen yang
setara dengan bahan organik dalam sampel air yang mudah dioksidasi oleh senyawa kimia oksidator
kuat. Metode yang digunakan pada penetapan COD yaitu metode refluks terbuka dengan
mengoksidasi zat organik dengan larutan K2Cr2O7 yang berlebih dalam suasana asam. Kelebihan
K2Cr2O7 dititrasi kembali dengan larutan standar Fe(NH2)2(SO4)2 menggunakan indikator ferroin yang
menghasilkan reaksi standarisasi Fe(NH2)2(SO4)2 dengan K2Cr2O7 :

3Fe2+ + Cr2O72- + 14H+ 2Fe3+ + 2Cr3+ + 7H2O

Penetapan CO2 Bebas dengan metode alkalimetri menggunakan sampel air yang dititrasi langsung
dengan standar NaOH dengan indikator fonolftalein (PP) untuk menentukan titik akhir titrasinya.
Ditentukan kadar HCO3- dengan menitrasi sampel dengan HCl 0,1N dengan indikator metil jingga
yang menghasilkan reaksi standarisasi :

H2C2O4 + 2NaOH ( Na2C2O4 + 2H2O)

Reaksi penetapan kadar :

CO2 + 2NaOH ( Na2CO3 + H2O)

Analisa kadar anoniak (NH3) diukur dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang
gelombang 400 – 500 nm dengan kisaran kosentrasi 0 ppm sampai dengan 1,5 ppm. Adapun
reaksinya yaitu :

HN4+ + 2(HGl4)2- + 4OH- (HgO x Hg (NH2)I +7I-

Analisa angka permanganat (KmnO4) ditentukan dengan metode titrasi


permanganometri, prinsipnya : zat organik di dalam air dioksidasi oleh KMnO4 berlebih dalam
suasana asam dan panas, sisa KMnO4 yang akan berubah warna apabila bilangan oksidasi
Mangan (Mn) dari +7 (warna ungu) menjadi +2 (tidak berwarna) yang menentukan titik akhir
titrasi. Adapun reaksinya adalah :

Oksidasi KMnO4 dalam kondisi asam dengan adanya Asam Oksalat :

CnHaOb + 2KMnO4 + 3H2SO4 ( 2 MnSO4 + K2SO4 + mCO2 + NH2O

H2C2O4 + 2KMnO4 + 3H2S4 ( 2MnSO4 + K2SO4 +2CO2+ 4H2O

Analisa kesadahan dilakukan dengan metode titrasi komleksometri prinsipnya Kesadahan


total Ca2+ dan Mg2+ ditentukan dengan cara titrasi langsung dengan larutan Na2-EDTA pada
pH 10 menggunakan indikator EBT. Agar pH mencapai ± 10 maka ditambahkan buffer pH 10.
Kadar Ca2+ (kesadahan Ca2+) ditentukan dengan cara titrasi langsung dengan larutan standar
Na2-EDTA.
Total Ca2+ dan mg2+
a2+ +EBT ph 10 Ca-EBT
(merah)
a-EBT +EDTA ph 10 Ca-EDTA +EBT
(biru)
Reaksi diatas juga analog untuk Mg2+
Penentuan Ca2+
Ca2+ + Murexide ph 13 Ca-Murexide
( merah anggur)
Ca- Murexide + EDTA ph 13 Ca-EDTA + Murexide
(ungu)
Ca-Murexide + EDTA ph 13 tidak bereaksi