Anda di halaman 1dari 6

AKUNTANSI PERBANKAN

APLIKASI MANAJEMEN RISIKO

DALAM AKUNTANSI PERBANKAN

Dosen Pengampu:
Drs. Kasman Wibisono., M.Si., Ak., CA

Disusun oleh :
Kelompok 3
1. Nur Hayati (1562002)
2. Elsa Puspitasari (1562057)
3. Tanti Nur Cahyani (1562119)

AKUNTANSI KP 2

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi

Alamat : Jln. Prof Moh Yamin 77, Diwek, Jombang, Jawa Timur 61471

No. (0321) 865180


2017
Aplikasi Manajemen Risiko Dalam Akuntansi Perbankan

1.1 Sistem Pengendalian Risiko Akuntansi Perbankan

Banyak jenis risiko yang dihadapi bank dalam kegiatan sehari-hari. Boston
Conculting Group merekomendasikan pengelompokan risiko menjadi tiga, yaitu risiko
kredit, risiko pasar, dan risiko operasional. Risiko kredit merupakan kerugian yang
diakibatkan oleh kegagalan debitor yang tidak dapat memenuhi kewajibannya sesuai
dengan perjanjian kredit. Risiko pasar merupakan risiko kerugian dalam nilai portofolio
yang diakibatkan oleh fluktuasi tingkat suku bunga, fluktuasi nilai tukar, fluktuasi harga
komoditi, dan fluktuasi harga saham. Risiko operasional merupakan risiko kerugian yang
langsung maupun tidak langsung diakibatkan oleh kegagalan atas proses-proses
operasional yang kurang memadai.
Sistem manajemen risiko dibidang akuntansi dilakukan dengan menerapkan
pengendalian internal secara berlapis-lapis, antara lain:

a. Pengendalian internal melalui sistem


Pengendalian risiko melalui sistem dilakukan, baik melalui sistem operasional
perbankan maupun melalui sistem aplikasi komputer perbankan. Kesuanya dilakukan
dengan banyak cara antara lain:
- Komputer yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi jasa perbankan harus
didaftarkan terlebih dahulu kedalam sistem komputer sentral.
- Pencatatan ke dalam sistem komputer sentral, tidak hanya mencakup komputer
yang digunakan, akan tetapi juga petugas-petugas yang diperkenankan
menggunakan komputer transaksi jasa perbankan.
- Selanjutnya petugas yang diperkenankan melakukan transaksi jasa perbankan,
tidak dapat sembarangan menggunakan aplikasi jasa perbankan.
- Petugas teller yang diberikan kewenangan melakukan transaksi pembukuan
keuangan tersebut diberikan kewenangan secara terbatas sesuai dengan
pengalaman, kemampuan dan integritasnya kepada perusahaan.
b. Pengendalian internal melalui prosedur
Sistem pengendalian internal melalui prosedur diterapkan antara lain dengan
menerapkan konsep marker, checker, dan signer dalam setiap transaksi keuangan
pemisahan tugas dan pengawasan ganda.

- konsep marker, checker dan signer menjamin bahwa pemrosesan transaksi


keuangan dilakukan dengan saksama sehingga dapat diselesaikan secara benar dan
tepat.
- Pemisahan tugas adalah pengawasan yang dilakukan untuk menjamin proses yang
benar tidak akan dikorbankan karea adanya kepentingan pribadi.
c. Pengendalian internal melalui struktur organisasi
Semakin besar suatu organisasi bank semakin besar transaksi keuangan yang
dilakukan. Untuk membantu mengatasi transaksi keuangan yang berjumlah besar pada
umumnya bank menggunakan teknologi komputer dalam aplikasi pembukuannya.

1.2 Struktur Organisasi Pelaksana Akuntansi Dalam Organisasi Bank

Untuk memahami unit-unit kegiatan yang terkait dengan akuntansi keuangan harus
terlebih dahulu dipahami tentang struktur organisasi bank yang bersangkutan.
a. Posisi pelaksana akuntansi keuangan pada organisasi kantor cabang bank
Ditingkat kantor cabang bank, posisi pelaksana kegiatan bank yang terkait dengan
sistem komputer akuntansi pembukuan dilakukan oleh petugas pelayanan nasabah,
teller, dan seksi akuntansi . Sedangkan jenis transaksi keuangan dilakukan oleh teller
dan transaksi non keuangan dilakukan oleh petugas pelayanan nasabah untuk pihak
eksternal dan seksi akuntansi untuk keperluan internal perusahaan . secara ringkas
kegiatan ini dilakukan sebagai berikut:
- Transaksi keuangan
Transaksi keuangan disuatu kantir cabang bank dibatasi kewenangannya hanya
pada petugas teller saja.

- Transaksi nonkeuangan
Transaksi nonkeuangan disuatu kantor cabang bank dilakukan oleh petugas
pelayanan nasabah untuk keperluan dengan pihak luar, sedangkan untuk keperluan
internal bank dilakukan oleh seksi akuntansi.
b. Posisi pelaksana akuntansi keuangan pada organisasi kantor wilayah bank
Ditingkat kantor wilayah bank, posisi pelaksana kegiatan bank yang terkait dengan
komputer akuntansi pembukuan dilakukan oleh seksi akuntansi dn teller. Sedangakan
jenis transaksi keuangan dilakukan oleh teller dan transaksi nonkeuangan dilakukan
oleh petugas seksi akuntansi. Secara ringkas kegiatan ini dilakukan oleh sebagai
berikut:
- Transaksi keuangan
Transaksi keuangan disuatu kantor wilayah bank dibatasi kewenangannya hanya
pada petugas teller saja.
- Transaksi nonkeuangan
Transaksi nonkeuangan disuatu kantor wilayah bank dilakukan oleh petugas
diseksi akuntansi (yang dalam struktur organisasi tersebut diatas didalam kotak
abu-abu muda).
c. Posisi pelaksana akuntansi keuangan pada organisasi kantor pusat bank
Ditingkat kantor pusat bank, posisi pelaksana kegiatan bank yang terkait dengan
komputer akuntansi pembukuan dilakukan oleh bagian settlement, bagian administrasi
devisa, divisi akuntansi, divisi card center dan teller akuntansi. Sedangkan jenis
transaksi keuangan dilakukan oleh teller, bagian settlement, bagian administrasi
devisa dan divisi card center. Transaksi nonkeuangan dilakukan oleh petugas di divisi
akuntansi. Secara ringkas kegiatan ini dilakukan oleh sebagai berikut:
- Transaksi keuangan
Transaksi keuangan di suatu kantor pusat bank dibatasi kewenangannya hanya
pada petugas teller, petugas di bagian settlement, petugas dibagian administrasi
devisa dan petugas di divisi card center.
1. Transaksi oleh teller
Transaksi keuangan yang dilakukan oleh teller terdiri dari transaksi tunai dan
transaksi non tunai, baik untuk keperluan internal maupun eksternal.
2. Transaksi pasar uang/antar bank didalam negeri
Kegiatan transaksi pasar uang digunakan untuk penataan portofolio neraca
bank, penyelesaian utang piutang antar bank, dan sebagainya.
3. Transaksi dengan bank-bank koresponden diluar negeri
Kegiatan transaksi dengan bank-bank koresponden di luar negeri dilakukan
untuk menyelesaikan transaksi utang piutang dengan bank-bank di luar
negeri.
4. Transaksi berkaitan dengan pelayanan kartu kredit
Kegiatan transaksi pelayanan kartu kredit dilakukan dalam rangka
penyelesaian utang piutang dengan merchant dan pemegang kartu.
DAFTAR PUSTAKA

Suhardjono, Bastian Indra, 2006. Akuntansi Perbankan. Makassar: Salemba Empat