Anda di halaman 1dari 5

C.

Intervensi keperawatan

Perencanaan Keperawatan
Diagnosa
No Tujuan dan criteria
Keperawatan Intervensi Rasional
hasil
1 Resiko tinggi Pasien akan bebas infeksi 1. observasi tanda-tanda vital 1. Untuk mengetahui fungsi vital tubuh
infeksi oportunistik 2. Monitor tanda-tanda infeksi 2. Untuk pengobatan dini
berhubungan dankomplikasinya baru. 3. Mencegah pasien terpapar oleh kuman patogen
dengan 3. gunakan teknik aseptik pada yang diperoleh di rumah sakit.
kriteria hasil:
penurunan setiap tindakan invasif. Cuci 4. Mencegah bertambahnya infeksi
kekebalan tubuh tak ada tanda-tanda tangan sebelum memberikan 5. Meyakinkan diagnosis akurat dan pengobatan
(imunosupresi) infeksi baru, lab tidak ada tindakan. 6. Mempertahankan kadar darah yang terapeutik
infeksi oportunis, tanda 4. Anjurkan pasien metoda
vital dalam batas normal, mencegah terpapar terhadap
tidak ada luka atau lingkungan yang patogen.
eksudat. 5. Kumpulkan spesimen untuk
tes lab sesuai order.
6. kolaborasi pemberian
antibiotik
2 Bersihan jalan jalan nafas cukup 1. gunakan masker ketika 1. Pasien dan keluarga mau dan memerlukan
nafas tidak efektif adekuat untuk respirasi kontak dengan pasien informasikan ini
berhubungan 2. kaji adanya secret purulen 2. Mencegah transimisi infeksi HIV ke orang lain
criteria hasil:
dengan adanya 3. Gunakan darah dan cairan
sumbatan RR 16-20 x/menit tubuh
seret/sputum
Sianosis(-)
3 Intoleransi Pasien berpartisipasi 1. Monitor respon fisiologis 1. Respon bervariasi dari hari ke hari
aktivitas dalam kegiatan terhadap aktivitas 2. Mengurangi kebutuhan energi
berhubungan 2. Berikan bantuan perawatan 3. Ekstra istirahat perlu jika karena meningkatkan
kriteria hasil;
dengan yang pasien sendiri tidak kebutuhan metabolik
kelemahan, bebas dyspnea dan mampu
pertukaran takikardi selama 3. Jadwalkan perawatan pasien
oksigen, aktivitas. sehingga tidak mengganggu
malnutrisi, isitirahat.
kelelahan.
4 Perubahan nutrisi Pasien mempunyai 1. Monitor kemampuan 1. Intake menurun dihubungkan dengan nyeri
kurang dari intake kalori dan protein mengunyah dan menelan. tenggorokan dan mulut
kebutuhan tubuh yang adekuat untuk 2. Monitor BB, intake dan ouput 2. Menentukan data dasar
berhubungan memenuhi kebutuhan 3. Atur antiemetik sesuai order 3. Mengurangi muntah
dengan intake metaboliknya. 4. Rencanakan diet dengan 4. Meyakinkan bahwa makanan sesuai dengan
yang kurang, pasien dan orang penting keinginan pasien
Criteria hasil:
meningkatnya lainnya.
kebutuhan mual dan muntah
metabolic, dan dikontrol, pasien makan
menurunnya TKTP, serum albumin
absorbsi zat gizi. dan protein dalam batas n
ormal, BB mendekati
seperti sebelum sakit.
5 Harga diri rendah Pasien mengungkapkan 1. BHSP 1. Klien dapat mempercayai perawat
berhubungan perasaan yang berkaitan 2. Bantu pasien mengungkapkan 2. Mengeksplorasi perasaan klien
dengan isolasi dengan harga diri dan perasaan rendah dirinya 3. Klien dapat mengidentifikakasi peraannya
sosial mengungkapkan 3. Bantupasien mengidentifikasi 4. Meningkatkan kepercayaan diri klien
penerimaan diri perasaan rendah dirinya 5. Membangun koping keluraga efektifdan
meningkatkan penerimaan klien dalam keluarga
Criteria hasil: 4. Bantu klien memotivasi diri
dan memunculkan perasaan
Koping positif
positif
Harga diri meningkat 5. dukung interaksi yang positif
dengan keluarga klien dan
beri penjelasan tentang AIDS
6 Tidak efektif Keluarga atau orang 1. BHSP 1. Keluarga mempercayai perawat
koping keluarga penting lain 2. Bantu keluarga 2. Membantu keluarga mengetahiu dampak yang
berhubungan mempertahankan suport mendiskusikan dampak merisaukan
dengan cemas sistem dan adaptasi penyakit pasien dan perasaan 3. Meluruskan persepsi keluarga akan kondisi
tentang keadaan terhadap perubahan akan mereka klien dan asumsi-asumsi yang memberatkan
yang orang kebutuhannya 3. berikan informasi yang jelas klien
dicintai. dan ringkas kepada keluarga 4. Empati perawat sebagai wujud ketulusan
kriteria hasil :
tentang kondisi klien perawatan
pasien dan keluarga 4. berikan dukungan emosianal 5. Membantu keluarga cara merawat klien dengan
berinteraksi dengan cara kepada keluarga benar dan terhindar dari resiko tertular
yang konstruktif 5. berikan informasi yang
adekuat tentang cata merawat
klien
7 koping individu Klien dapat 1. kaji koping yang 1. Mengetahui status koping klien
inefektif: mengembangkan koping dikembangkan klien 2. Menilai tingkat kecemasan klien
depresi berhubun yang positif 2. identifikasi kecemasan klien 3. Mencari koping alternatif adaptif yang sesuai
gan dengan 3. Bantu klien menemukan dengan karakter klien
Criteria hasil:
kecemasan koping adaptif yang bisa 4. Meningkatkan rasa percaya diri klien
terhadap Skala ansietas berkurang dikembangkan 5. Memberikan klien pilhan dan pengetahuan
penyakitnya, 4. berikan penghargaan atas 6. Menurunkan kecemasan klien secara medis
harga diri yang usaha klien
rendah 5. berikan saran-saran yang
dapat menurunkan kecemasan
klien
6. kolaborasi penggunaan
antiansietas bila diperlukan
8 pola nafas Klien dapat bernapas 1. kaji pola napas klien 1. Menilai keadekuatan pola napas klien
inefektif secara adekuat 2. lakukan fisioterapi dada untuk 2. Meningkatkan bersihan jalan napas dan usaha
berhubungan membantu mobilisasi dan bernapas
Criteria hasil:
dengan gas tidak pembersihan secret 3. Untuk memperlancar pernapasan dan
dapat berdifusi Nyeri menurun 3. berikan kesempatan klien menghindari keletihan
dengan baik, untuk beristirahat diantara 4. Meningkatkan intake O2
sesak (nyeri) Sesak (-) tindakan 5. Menurunkan ansietas dan rasa nyeri secara
RR dalam batas normal 4. berikan O2 sesuai program hipnotik
5. ajarkan teknik relaksasi yang 6. Menurunkan/menghilangkan nyeri secara
sesuai farmakologis
6. kolaborasi pemberian
analgesik
9 nyeri akut Klien melaporkan nyeri 1. kaji nyeri yang dirasakan 1. Mengetahui skala nyeri klien
berhubungan berkurang klien 2. Meningkatkan kenyamanan klien
dengan infiltrasi 2. berikan posisi senyaman 3. Menurunkan/menghilangkan rasa nyeri secara
cairan ke rongga mungkin farmakologis
pleura, sesak 3. kolaborasi pemberian
analgetik
10 Gangguan Klien dapat 1. pantau tanda-tanda vital klien 1. Mengetahui kondisi klien
pertukaran gas mempertahankan 2. auskultasi paru setiap 4 jam 2. Mendeteksi adanya krepitasi
berhubungan ventilasi yang adekuat 3. kolaborasi pemberian O2 3. Meningkatkan intake O2
dengan kerusakan
Criteria hasil:
membrane
alveolar kapiler RR < 25x/menit
Sianosi (-)
Hipoksia (-)
11 Kurang Pengetahuan klien 1. kaji pengetahuan klien 1. Mengetahui persepsi klien
pengetahuan meningkat tentang penyakitnya dan 2. Meningkatkan pengetahuan klien
berhubungan kepatuhan terapi 3. Mengetahui penyebab ketidakpatuhan
Criteria hasil:
dengan proses 2. jelaskan pentingnya 4. Meningkatkan peran keluarga dalam perawatan
penyakit dan Klien dapat menjelaskan kepatuhan terhadap terapi, klien
kepatuhan pentingnya kepatuhan keuntungan dan dampak
terhadap terapi terapi dan dampak bila ketidakpatuhan
tidak patuh 3. beri kesempatan klien untuk
mengungkapkan alasan
Klien mematuhi terapi ketidakpatuhan
yang diprogramkan 4. libatkan keluarga dalam
memonitor pelaksanaan terapi
klien