Anda di halaman 1dari 24

1.

Latar Belakang Jepang KE INDONESIA

= dimulai dari perang jepang melawan amerika dengan menyerbu pangkalan Angkatan Laut di Pearl
Harbour, Hawai. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 7 Desember 1941. jepang memiliki cita-
cita untuk menjadikan Asia sebagai kesatuan wilayah dibawa pemimpinnya. untuk mencapai tujuannya
Jepang menyebut dirinya saudara tua asia dengan mempropagandakan perang Pasifik sebagai perang
Asia Timur Raya dan melancarkan gerakan Tiga A yaitu "Jepang Cahaya Asia, Jepang Pelindung Asia,
Jepang Pemimpin Asia". hingga datanglah Jepang ke Indonesia pada tanggal 1 Maret 1942.

Jepang berhasil mendarat di Jawa yaitu Teluk Banten, di Eretan (Jawa Barat), dan di Kragan (Jawa
Timur). Pada tanggal 5 Maret 1942 kota Batavia jatuh ketangan Jepang. Akhirnya pada tanggal 8 Maret
1942. jepang mampu mengusir belanda dengan bantuan rakyat pribumi ( rakyat indonesia) menghadapi
belanda sehingga negara benda menyerah tampa syarat pada jelang yang mana Serah terima kekuasaan
Belanda kepada pemerintahan Jepang tersebut kemudian diadakan pada tanggal 8 Maret 1942 di
Kalijati.

pada saat yang bersamaan jepang merupakan negara industri yang maju kebutuhan akan barang
pokok membuat jepang mengincar daerah-daerah dengan SDA yang melimpah , di tambah lagi
perbekalan perag jepang yang semakin habis untuk perang melawan negara-negara musuhnya terutama
amerika sehingga di mulailah penjajahan terhadap bangsa asia tenggara ( termasuk di negara indonesia)

2. Tujuan Jepang Ke Indonesia

= 1. menguasai wilayah indonesia


2. melakukan pemerasan ekonomi
3. menjadikan orang-orang indonesia sebagai pekerja romusha
4. membentuk organisasi

 Menjadikan Indonesia sebagai daerah penghasil dan penyuplai bahan mentah dan bahan
baker bagi kepentingan industri Jepang.
 Menjadikan Indonesia sebagai tempat pemasaran hasil industri Jepang. Indonesia dijadikan
tempat pemasaran hasil industri Jepang karena jumlah penduduk Indonesia sangat banyak.
 Menjadikan Indonesia sebagai tempat untuk mendapatkan tenaga buruh yang banyak
dengan upah yang relatif murah.

3. Tempat dan Waktu pendaratan Jepang

= Tanggal 8 Desember 1941 : secara tiba-tiba Jepang menyerbu ke Asia Tenggara dan membom
Pearl Harbor, yaitu pangkalan terbesar Angkatan Laut Amerika di Pasifik. Lima jam setelah
penyerangan atas Pearl Harbor itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda van Starkenborgh
Stachhouwer menyatakan perang terhadap Jepang.
Tanggal 11 Januari 1942 : tentara Jepang mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur, dan esok
harinya (12 Januari 1942) Komandan Belanda di pulau itu menyerah.

Tanggal 24 Januari 1942 : Balikpapan yang merupakan sumber minyak ke-2 jatuh ke tangan
tentara Jepang

Tanggal 29 Januari 1942 : Pontianak berhasil diduduki oleh Jepang

Tanggal 3 Februari 1942 : Samarinda diduduki Jepang

Tanggal 5 Februari 1942 : sesampainya di Kotabangun, tentara Jepang melanjutkan


penyerbuannya ke lapangan terbang Samarinda II yang waktu itu masih dikuasai oleh tentara
Hindia Belanda (KNIL).

Tanggal 10 Februari 1942 : dengan berhasil direbutnya lapangan terbang itu, maka dengan
mudah pula Banjarmasin diduduki oleh tentara Jepang

Tanggal 14 Februari 1942 : diturunkan pasukan paying di Palembang. Dua hari kemudian (16
Februari 1942) Palembang dan sekitarnya berhasil diduduki.

Dengan jatuhnya Palembang itu sebagai sumber minyak, maka terbukalah Pulau Jawa bagi
tentara Jepang. Di dalam menghadapi ofensif Jepang, pernah dibentuk suatu komando gabungan
oleh pihak Serikat, yakni yang disebut ABDACOM (American British Dutch Australian
Command) yang markas besarnya ada di Lembang, dekat Bandung dengan panglimanya
Jenderal H. Ter Poorten diangkat sebagai panglima tentara Hindia Belanda (KNIL). Pada akhir
Februari 1942 Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Tjarda van Starkenborgh telah mengungsi ke
Bandung disertai oleh pejabat-pejabat tinggi pemerintah. Pada masa itu Hotel Homman dan
Preanger penuh dengan pejabat-pejabat tinggi Hindia Belanda.

Tanggal 1 Maret 1942 : tentara ke-16 Jepang berhasil mendarat di 3 tempat sekaligus yaitu
di Teluk Banten, di Eretan Wetan (Jawa Barat), dan di Kragan (Jawa Tengah).

Tanggal 1 Maret 1942 : Jepang telah mendaratkan satu detasemen yang dipimpin oleh
Kolonel Toshinori Shoji dengan kekuatan 5000 orang di Eretan, sebelah Barat Cirebon. Pada
hari yang sama, Kolonel Shoji telah berhasil menduduki Subang. Momentum itu mereka
manfaatkan dengan terus menerobos ke lapangan terbang Kalijati, 40 Km dari Bandung. Setelah
pertempuran singkat, pasukan-pasukan Jepang merebut lapangan terbang tersebut.

Tanggal 2 Maret 1942 : tentara Hindia Belanda berusaha merebut Subang kembali, tetapi
ternyata mereka tidak berhasil. Serangan balasan kedua atas Subang dicoba pada tanggal 3 Maret
1942 dan sekali lagi, tentara Hindia Belanda berhasil dipukul mundur.

Tanggal 4 Maret 1942 : untuk terakhir kalinya tentara Hindia Belanda mengadakan
serangan dalam usaha merebut Kalijati dan mengalami kegagalan.

Tanggal 5 Maret 1942 : ibu kota Batavia (Jakarta) diumumkan sebagai ‘Kota Terbuka’
yang berarti bahwa kota itu tidak akan dipertahankan oleh pihak Belanda. Segera setelah
jatuhnya kota Batavia ke tangan mereka, tentara ekspedisi Jepang langsung bergerak ke selatan
dan berhasil menduduki Buitenzorg (Bogor). Pada tanggal yang sama, tentara Jepang bergerak
dari Kalijati untuk menyerbu Bandung dari arah utara. Mula-mula digempurnya pertahanan di
Ciater, sehingga tentara Hindia Belanda mundur ke Lembang dan menjadikan kota tersebut
sebagai pertahanan terakhir. Tetapi tempat ini pun tidak berhasil dipertahankan sehingga pada
tanggal 7 Maret 1942 dikuasai oleh tentara Jepang.

Tak lama sesudah berhasil didudukinya posisi tentara KNIL di Lembang, maka pada tanggal 7
Maret 1942, psukan-pasukan Belanda di sekitar Bandung meminta penyerahan lokal dari pihak
Belanda ini kepada Jenderal Imamura tetapi tuntutannya adalah penyerahan total daripada semua
pasukan Serikat di Jawa (dan bagian Indonesia lainnya). Jika pihak Belanda tidak mengindahkan
ultimatum Jepang, maka Kota Bandung akan di bom dari udara Jenderal Imamura pun
mengajukan tuntutan lainnya agar Gubernur Jenderal Belanda turut dalam perundingan di
Kalijati yang diadakan selambat-lambatnya pada hari berikutnya. Jika tuntutan ini dilanggar,
pemboman atas Kota Bandung dari udara akan segera dilaksanakan. Akhirnya pihak Belanda
memenuhi tuntutan Jepang dan keesokan harinya, baik Gubernur Jenderal Tjarda van
Starkenborgh Stachouwer maupun Panglima Tentara Hindia Belanda serta beebrapa pejabat
tinggi militer dan seorang penerjemah pergi ke Kalijati. Di sana mereka kemudian berhadapan
dengan Letnan Jenderal Imamura yang dating dari Batavia (Jakarta). Hasil pertemuan antara
kedua belah pihak adalah kapitulasi tanpa syarat Angkatan Perang Hindia Belanda kepada
Jepang.

Dengan penyerahan tanpa syarat oleh Letnan Jenderal H. Terpoorten, Panglima Angkatan Perang
Hindia Belanda atas nama Angkutan Perang Serikat di Indonesia kepada tentara ekspedisi Jepang
di bawah Pimpinan Letnan Jenderal Hitoshi Imamura pada tanggal 8 Maret 1942, berakhirlah
peemrintahan Hindia Belanda di Indonesia dan dengan resmi mulailah kekuatan pendudukan
Jepang di Indonesia.

4. Tempat Belanda menyerah kepada Jepang


Pada 8 Maret 1942 di Kalijati, dekat Subang, Jawa Barat,

5. ABDACOMM

American-British-Dutch-Australian (ABDA) Command, nama kode ABDACOM, adalah komando


tinggi berumur pendek untuk semua angkatan Sekutu di Asia Tenggara, pada awal tahun 1942,
selama Perang Pasifik dalam Perang Dunia II. Tujuan utama komando ini, dipimpin oleh Jenderal
Sir Archibald Percival Wavell, adalah memelihara kendali "Rintangan Melayu" (atau "Rintangan
Hindia Belanda"), sebuah garis khayal yang membentang dari Semenanjung Malaya,
melalui Singapura dan pulau paling selatan di Hindia Belanda. ABDACOM juga dikenal di lingkaran
militer Britania sebagai "South West Pacific Command", meskipun hal itu jangan dikacaukan dengan
komando South West Pacific Area yang muncul belakangan

6. Reaksi rakyat Indonesia pada saat Jepang dating

Kedatangan jepang disambut antusias oleh rakyat indonesia, karena jepang memberikan harapan baru
bagi rakyat indonesia. pada awal kedatangan jepang di Indonesia , jepang sangat menarik perhatian
warga indonesia, karena kemenangan jepang atas perang pasifik dikatakan sebagai kemenangan
bersama, yaitu kemenangan bangsa asia. jepang juga mengatakan bahwa kedatangannya bukan untuk
menjajah indonesia, melainkan untuk memerdekakan indonesia.
dimasa kepemimpinan jepang, diberlakukannya romusha (kerja paksa), warga indonesia sangat tersiksa
akan hal itu. akhirnya warga indonesia mulai memberontak.

Awal awalnya menerima karena di anggap sodara tua indonesia dan mengira akan memerdekan dari
jajahan belanda. Tetapi kemudian menolak saat tau Jepang menggunakan perkerja paksa dan lain lain
yang membuat kerugian negara Indonesia.

7. Propaganda Jepang
1. Akan menciptakan kemakmuran Asia Timur Raya
2. Mengaku sebagai saudara tua bangsa Indonesia
3. Propaganda yang dilakukan oleh organisasi 3 A yang dipimpin oleh Mr Syamsyudin. 3A sendiri terdiri dari
Jepang cahaya Asia, Jepang pelindung Asia dan Jepang pemimpin Asia.
4. Mengatakan bahwa Romusha sebagai pahlawan bekerja, agar rakyat Indonesia semakin giat dalam bekerja.
5. Rakyat Jawa telah meyakini ramalan Jayabaya yang menggambarkan bahwa akan datang jaman yang lebih
baik untuk menggantikan jaman yang buruk. Jaman baik ini ditandai oleh munculnya pemerintahan Ratu
Adil, tetapi sebelumnya akan terdapat masa peralihan yang didominasi oleh orang kerdil yang berlangsung
selama hidup tanaman jagung. Kemudian banyak orang mengidentifikasikan orang kerdil itu sebagai orang
Jepang (Nugroho Notosusanto, 1979: 13)
6. Adanya slogan yaitu mengarahkan rakyat Indonesia menuju ke arah kemakmuran bersama Asia Timur
Raya. Slogan itu dimaksudkan untuk memobilisasi commitment penduduk untuk mendukung Jepang dalam
perang melawan sekutu. Jepang telah menciptakan slogan-slogan yang berpengaruh kuat bagi bangsa-
bangsa di Asia yang ketika itu masih dalam belenggu penjajahan bangsa Barat. Slogan yang sangat terkenal
“Asia untuk bangsa Asia” merupakan spirit propaganda Jepang yang terkuat.Bangsa mana pun akan sangat
sulit untuk menciptakan slogan dengan kekuatan yang sebanding dengan slogan “Asia untuk bangsa Asia”.
Demikian juga “Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya” menjadi jiwa propaganda Jepang yang
menjanjikan masa depan yang lebih baik. Slogan yang lebih menarik lagi yaitu Hakko Itjiu yang diartikan
sebagai “satu untuk semua dan semua untuk satu”(Graaf,1960:194), meskipun di balik itu sesungguhnya
Jepang ingin menyatukan seluruh dunia di bawah satu atap kekuasaannya.
7. Pemerintah Jepang harus menumbuhkan image rakyat, bahwa bangsa Amerika Serikat, Inggris, Belanda
dan bangsa Barat lainnya datang ke Asia hanya untuk menindas dan mengeksploitasi rakyat di wilayah itu
guna memperoleh keuntungan bagi mereka sendiri.

8. Gerakan 3A
Tiga A adalah propaganda Kekaisaran Jepang pada masa Perang Dunia II yaitu "Nippon Pemimpin
Asia", "Nippon Pelindung Asia" dan "Nippon Cahaya Asia". Gerakan Tiga A didirikan pada
tanggal 29 Maret 1942. Pelopor gerakan Tiga A ialah Shimizu Hitoshi. Ketua Gerakan Tiga A
dipercayakan kepada Mr. Syamsuddin. Gerakan Tiga A bukanlah gerakan kebangsaan Indonesia.
Gerakan ini lahir semata - mata untuk memikat hati dan menarik simpati bangsa Indonesia agar mau
membantu Jepang. Gerakan Tiga A pertama kali melakukan kegiatan di Surabaya. Gerakan ini
kurang mendapat perhatian rakyat, karena bukan gerakan kebangsaan Indonesia. Oleh karena
kurang berhasil menggerakkan rakyat Indonesia dalam membantu usaha tentara Jepang, maka
gerakan ini dibubarkan pada tahun 1943 dan digantikan oleh Putera.

9. Organisasi bentukan Jepang


pa Pengertian/Arti Organisasi Militer Dan Semimiliter ?
Organisasi militer Jepang adalah organisasi yang dikhususkan untuk melakukan pertahanan secara militer
guna mempertahankan wilayah Indonesia, misalnya prajurit tentara. Dalam organisasi ini, pelatihan
kemiliteran sangat ditekankan.

Organisasi semi militer Jepang adalah organisasi yang tidak dikhususkan untuk melakukan pertahanan secara
militer, namun lebih bersifat ke keamanan dan ketertiban serta kecenderungan untuk kesejahteraan rakyat.
Pelatihan dibidang kemiliteran tetap ada, namun tidak begitu ditekankan.

Berikut adalah berbagai macam organisasi bentukan Jepang (semi-militer dan militer) beserta
penjelasannya...

A. PENGERAHAN TENAGA PEMUDA


Menurut penilaian Jepang, para pemuda apalagi pemuda desa, belum terpengaruh dunia luar (alam
pikiran Barat). Para pemuda Indonesia secara fisik kuat, semangat dan pemberani. Di samping itu,
pemuda Indonesia kala itu jumlahnya cukup besar sehingga memegang peranan penting terhadap
Indonesia.

Atas dasar berbagai pertimbangan tersebut, maka pemuda dimanfaatkan dan dijadikan sasaran utama
propaganda Jepang. Berbagai semboyan seperti Jepang saudara tua, Indonesia sama saja dan
Gerakan 3 A memang cukup menarik kalangan pemuda. Pernyataan Jepang akan persamaan dinilai
sebagai bentuk perubahan dari keadaan masa Belanda yang begitu diskriminatif dan kejam.

Jepang memang sangat cerdik, sebelum membentuk organisasi semi-militer dan militer secara resmi,
mereka terlebih dahulu melatih para pemuda dengan pendidikan guna meningkatkan kedisiplinan,
semangat juang dan jiwa kesatria para pemuda.

Cara untuk menanamkan nilai tersebut diantaranya dengan pendidikan umum (sekolah dasar dan
menengah) dan pendidikan khusus (pelatihan oleh Jepang). Adapun bentuk pelatihan oleh Jepang
diantaranya yaitu :

 BPAR (Barisan Pemuda Asia Raya).

 San A Seinen Kutensho di bawah Gerakan 3A.

B. ORGANISASI SEMI-MILITER
#1. SEINENDAN

Seinendan (Korps Pemuda) adalah organisasi yang dibentuk Jepang dengan beranggotakan para
pemuda berusia 14-22 tahun. Seinendan didirikan tepatnya pada tanggal 29 April 1943 dengan
beranggotakan sekiranya 3500 orang pemuda dari seluruh Jawa.

Tujuan Seinendan

Tujuan Jepang membentuk Seinendan untuk mendidik dan melatih para pemuda agar dapat menjaga
dan mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri.

Namun dibalik itu, ada tujuan lain dengan dibentuknya Seinendan ini. Jepang melatih para pemuda
Indonesia juga dimaksudkan untuk memperoleh tenaga cadangan dari pemuda guna memenangkan
peperangan Asia Timur Raya melawan Sekutu.

Fungsi Seinendan

Dalam pertahanan peperangan, Seinendan difungsikan sebagai barisan cadangan yang mengamankan
barisan belakang.

Agar lebih efektif dan efisien, pengkoordinasian Seinendan diserahkan kepada penguasa setempat.
Misalnya di daerah tingkat syu, diketuai syucokan. Begitu juga di daerah ken, ketuanya kenco dan
seterusnya.

Keanggotaan Seinendan

Untuk memperbanyak anggota, Seinendan juga menggerakkan Seinendan bagian puteri (Josyi
Seinendan). Seiring berjalannya waktu, jumlah Seinendan terus bertambah hingga akhir pendudukan
Jepang di Indonesia. Jumlahnya kala itu bahkan mencapai 500 ribu pemuda.

Adapun tokoh perjuangan Indonesia yang pernah menjadi anggota Seinendan antara lain, Latif
Hendraningrat dan Sukarni.

#2. KEIBODAN

Keibodan (Korps Kewaspadaan) adalah organisasi semimiliter yang anggotanya adalah pemuda
berusia antara 25 sampai 35 tahun. Organisasi ini dibentuk pada tanggal 29 April 1943 dengan tujuan
untuk membantu Polisi Jepang pada masa penjajahan di Indonesia.

Keibodan juga memiliki ketentuan utama agar setiap orang yang dapat masuk harus memiliki badan
yang sehat dan berkepribadian baik. Jika dilihat dari usia anggotanya, keibodan lebih siap dan matang
untuk membantu tentara Jepang dalam keamanan dan ketertiban.
Contoh kegiatan dalam membantu poisi yaitu mengatur lalu lintas dan pengamanan desa.

Organisasi Seinendan dan Keibodan didirikan di seluruh daerah Indonesia, meski namanya berbeda-
beda. Misalnya di Sumatera dikenal dengan Bogodan dan di Kalimantan disebut dengan Borneo Konan
Kokokudan/Sameo Konen Hokokudan. Selain di Indonesia, penduduk Cina juga mengenal organisasi
ini dengan sebutan Kakyo Keibotai.

#3. FUJINKAI

Fujinkai (Perkumpulan Wanita) adalah organisasi semi militer Jepang yang beranggotakan para
wanita, dibentuk pada bulan Agustus 1943. Pembentukan organisasi ini di prakarsai oleh para istri
pegawai daerah dan diketuai oleh isteri-istri kepala daerah tersebut.

Untuk anggota dari Fujinkai itu sendiri minimal harus berusia 15 tahun. Tugas utama Fujinkai ini yaitu
meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat melalui kegiatan pendidikan dan kursus-
kursus.

Saat situasi semakin memanas, Fujinkai dilatih militer sederhana, bahkan pada tahun 1944 dibentuk
“Pasukan Srikandi” guna membantu perang melawan Sekutu.

#4. SUISHINTAI

Latar Belakang Suishintai

Latar belakang dibentuknya Suishintai yaitu atas dasar keputusan rapat Chuo-Sangi-In (Dewan
Pertimbangan Pusat). Salah satu keputusan rapat tersebut adalah merumuskan cara untuk
menumbuhkan kesadaran rakyat untuk memenuhi kewajiban dan membangun persaudaraan dalam
rangka mempertahankan tanah airnya dari serangan musuh.

Rapat tersebut menghasilkan keputusan rapat pada tanggal 1 November 1944 yang kemudian Jepang
membentuk organisasi bernama “Suishintai” dalam bahasa Indonesia “Barisan Pelopor”.
Tujuan Suishintai

Melalui organisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga siap untuk
membantu Jepang dalam mempertahankan Indonesia.
Suishintai juga mengadakan pelatihan militer bagi para pemuda, walaupun menggunakan peralatan
sederhana (seperti bambu runcing dan senapan kayu). Selain itu juga, Suishintai dilantih untuk
menggerakkan massa, memperkuat pertahanan dan hal lain yang intinya untuk kesejahteraan rakyat.

Keanggotaan Suishintai

Organisasi semimiliter ini juga tergolong unik karena pemimpinnya adalah seorang nasionalis, yaitu
Ir. Soekarno (dibantu R.P Suroso, Otto Iskandardinata, dan Buntaran Martoatmojo).

Di bawah naungan Jawa Hokokai, organisasi ini memiliki anggota mencapai 60.000 orang. Dalam
organisasi ini, dibentuk juga “Barisan Pelopor Istimewa” sejumlah 100 orang yang anggotanya dipilih
dari berbagai asrama terkenal. Anggota “Barisan Pelopor Istimewa” ini antara lain yaitu Supeno, D.N.
Aidit, Johar Nur, Asmara Hadi dan Sudiro sebagai ketuanya.

“Barisan Pelopor Istimewa” di bawah kepemimpinan para nasionalis menyebabkan organisasi ini
berkembang pesat. Organisasi semi-militer ini dapat mengobarkan semangat nasionalisme dan rasa
persaudaraan di Indonesia.

#5. KAIKYO SEINEN TEISHINTI (HIZBULLAH)

Hizbullah (Tentara Allah) adalah organisasi semimiliter yang dibentuk Jepang dengan beranggotakan
para sukarelawan khusus pemuda Islam.

Latar belakang dibentuknya Hizbullah

Akibat peperangan Asia Timur Raya, Jepang semakin terdesak dan mengalami kesulitan karena
banyak mengalami kekalahan. Keadaan tersebut memicu Jepang untuk menambah kekuatan dengan
merencanakan pembentukan pasukan cadangan sebanyak 40.000 orang (terdiri dari para pemuda
Islam).

Rencana Jepang tersebut cepat menyebar di tengah masyarakat dan segera disambut positif dari
tokoh-tokoh Masyumi, pemuda Islam Indonesia dan pihak lainnya.

Bagi Jepang, pasukan Islam ini digunakan untuk membantu memenangkan perang, namun bagi
Masyumi pasukan Islam terebut digunakan untuk persiapan menuju cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Sehubungan dengan itu, pemimpin-pemimpin Masyumi mengusulkan kepada Jepang untuk


membentuk pasukan sukarelawan yang khusus terdiri dari pemuda Islam. Kemudian pada tanggal 15
Desember 1944 dibentuklah organisasi semimiliter yang terdiri dari pasukan sukarelawan pemuda
Islam yang dinamai Hizbullah (Tentara Allah) dalam istilah Jepangnya yaitu Kaikyo Seinen Teishinti.
Tugas pokok Hizbullah

1.Sebagai tentara cadangan :

 Membantu tentara Dai Nippon.

 Melatih diri, jasmani dan rohani dengan segiat-giatnya.

 Menjaga bahaya udara dan mengintai mata-mata musuh.

 Menggiatkan dan menguatkan usaha-usaha untuk kepentingan perang.


2.Sebagai pemuda Islam

 Membela agama dan umat islam di Indonesia.

 Menyiarkan agama Islam.

 Memimpin umat Islam untuk taat beragama.

 Keanggotaan Organisasi Hizbullah


Untuk mengkoordinasikan program dan kegiatan Hizbullah, dibentulah pengurus pusat Hizbullah.
Ketua pengurus pusat adalah K.H. Zainul Arifin dengan Wakilnya yaitu Moh. Roem. Anggota pengurus
lainnya antara lain, Kyai Zarkasi, Prawoto Mangunsasmito dan Anwar Cokroaminoto.

Para anggota Hizbullah sudah menyadari bahwa tanah Jawa adalah pusat pemerintahan tanah air
Indonesia yang harus dipertahankan. Jika Jawa di serang musuh, Hizbullah akan mempertahankannya
dengan dengan penuh semangat dan rasa nasionalisme yang tinggi.

Semangat ini tentunya bukan serta merta untuk membela Jepang, melainkan untuk tanah air tercinta.
Jika barisan pelopor disebut sebagai organisasi semi-militer di bawah naungan Jawa Hokokai, maka
Hizbullah merupakan organisasi semi-militer di bawah naungan Masyumi.

#6. GOKUKUTAI

Gokukutai (Barisan Pelajar) adalah organisasi yang mengikutsertakan pelajar untuk berperang karena
desakan militer akibat peperangan.

C. ORGANISASI MILITER RESMI

#1. HEIHO
Heiho (Pasukan Pembantu Prajurit Jepang) adalah organisasi yang beranggotakan prajurit Indonesia
untuk melaksanakan pertahanan militer, baik di Angkatan Darat maupun di Angkatan Laut.

Heiho dibentuk berdasarkan instruksi bagian Angkatan Darat Markas Besar Umum Kerajaan jepang
pada tanggal 2 September 1942 yang kemudian pada bulan April 1945 menjadi cikal bakal organisasi
ini.
Tujuan dan Kegiatan Heiho

Tujuan didirikannya Heiho yakni sebagai pembantu kesatuan angkatan perang dan dimasukkan
sebagai bagian dari tentara Jepang. Adapun kegiatannya yaitu :

 Membangun pertahanan.

 Menjaga kamp pertahanan.

 Membantu tentara Jepang dalam peperangan.


Organisasi ini memang dikhususkan untuk bidang kemiliteran sehingga jauh lebih terlatih dibanding
organisasi-organisasi lainnya. Heiho sendiri juga dibagi menjadi beberapa bagian, baik di angkatan
darat, angkatan laut maupun bagian kepolisian.

Heiho juga memanfaatkan pasukannya sebagai tenaga kasar yang dibutuhkan dalam peperangan,
contohnya memelihara berbagai senjata perang dan memindahkan senjata dan peluru dari gudang ke
atas truk.
Keanggotaan Heiho

Untuk menjadi anggota Heiho tidaklah mudah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat-
syarat tersebut antara lain yaitu :

 Berusia antara 18 sampai 25 tahun.

 Berbadan sehat baik jasmani maupun rohani.

 Berkelakuan dan berkepribadian baik.

 Berpendidikan minimal sekolah dasar.


Jumlah anggota Heiho mencapai sekitar 42.000 orang (sejak berdiri hingga akhir masa pendudukan
Jepang). Dari total tersebut, 25.000 orang diantaranya adalah penduduk dari Jawa. Namun begitu,
tidak ada seorang pun yang berpangkat pejabat (perwira), karena pangkat pejabat hanya untuk
orang-orang Jepang saja.

#2. PETA
PETA (Pembela Tanah Air) adalah organisasi militer yang dibentuk Jepang dengan tujuan menambah
kesatuan tentara guna memperkuat organisasi sebelumnya, yaitu Heiho.

Walaupun Jepang semakin terdesak karena perang melawan Sekutu, Jepang tetap berusaha
mempertahankan Indonesia dari serangan sekutu. Karena Heiho dipandang belum memadai, maka
dibentuklah suatu organisasi militer yang dinamai PETA (Pembela Tanah Air).

Kapan PETA didirikan ?

PETA didirikan secara resmi pada tanggal 3 Oktober 1943 atas usulan dari Gatot Mangkupraja kepada
Letnan Jenderal Kumakici Harada (Panglima Tentara Jepang ke-16). Pembentukan PETA ini didasarkan
pada peraturan pemerintah Jepang yang disebut dengan Osamu Seinendan nomor 44.

Keanggotaan PETA

Banyak pemuda-pemuda yang tergabung dalam Seinendan mendaftarkan diri menjadi anggota PETA.
Anggota PETA yang bergabung berasal dari berbagai elemen masyarakat.

Karena kedudukannya yang bebas (fleksibel) dalam struktur organisasi Jepang, PETA diperbolehkan
untuk melakukan perpangkatan sehingga ada orang Indonesia yang menjadi seorang perwira.

Hal ini menyebabkan masyarakat tertarik pada organisasi ini dan kemudian bergabung menjadi
anggota PETA. Hingga akhir masa pendudukan Jepang di Indonesia, jumlah anggota PETA berkisar
37.000 orang di Jawa dan 20.000 orang di Sumatera. Di Sumatera, organisasi ini lebih dikenal dengan
Giyugun (prajurit sukarela).

Orang-orang PETA ini menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas dari Indonesia, terutama
di bidang kemiliteran. Pada masa-masa selanjutnya, para pemimpin tersebut mampu membawa
perubahan terhadap kondisi tanah air Indonesia.

Adapun tokoh-tokoh PETA yang terkenal dan membawa pengaruh besar diantaranya yaitu, Jenderal
Sudirman, Jenderal Gatot Subroto, Supriyadi dan Jenderal Ahmad Yani.

Perbedaan Antara Heiho dengan PETA

Heiho

1. Organisasi Heiho secara resmi ditempatkan pada struktur organisasi tentara Jepang, baik
Angkatan Darat maupun Angkatan Laut.
2. Heiho bertugas untuk mengumpulkan pajak dari rakyat.
3. Didirikannya Heiho bertujuan untuk membantu tentara Jepang berperang melawan Sekutu.
4. Tidak ada orang Indonesia yang berpangkat perwira dalam Heiho, karena pangkat perwira
hanya untuk orang Jepang (tidak diperbolehkan jadi perwira).

PETA

1. Organisasi PETA tidak secara resmi ditempatkan pada struktur organisasi tentara Jepang,
namun langsung di bawah pemerintahan Jepang.
2. Organisasi PETA bertugas sebagai mata-mata Jepang, baik itu dalam membela atau
mempertahankan tanah air Indonesia dari serangan Sekutu.
3. Organisasi PETA bertujuan untuk membantu tentara Jepang berperang melawan Sekutu (sama
dengan Heiho).
4. PETA lebih fleksibel dalam kedudukannya, dalam hal kepangkatan ada orang Indonesia yang
menjadi perwira (diperbolehkan jadi perwira).

10. Cara Jepang mendapatkan kekayaan di Indonesia

1. Pemerasan terhadap sumber kekayaan alam Indonesia.


Untuk mewujudkan ambisinya menguasai Asia, Jepang melakukan cara-cara
memeras sumber kekayaan alam Indonesia antara lain :

a. Menyita semua harta peninggalan Belanda diantaranya, perkebunan, pabrik, dan


perusahaan-perusahaan (pertambangan dan telekomunikasi).

b. Jepang mengawasi dan memonopoli penjualan hasil perkebunan teh, kopi, karet
dan kina.

c. Rakyat hanya diperbolehkan memiliki 40% dari hasil pertaniannya dan sisanya
harus diserahkan kepada Jepang.

d. Rakyat dibebani pekerjaan tambahan untuk menanam pohon jarak sebagai


bahan pelumas pesawat terbang dan senjata.
1. Memusnahkan beberapa jenis perkebunan yang menurut Jepang tidak berguna dan diganti
dengan tanaman bahan makanan

2. Jepang tidak memberikan bimbingan dan penyuluhan pertanian secara modern, akibatnya banyak
penebangan liar yang merusak hutan itu sendiri.

3. Rakyat dibebani dengan menanam pohon jarak yang digunakan untuk minyak pelumas senjata dan
mesin pesawat.
4. Jepang melakukan monopoli terutama beras dan garam5. 60 % dari hasil pertanian milik rakyat
harus disetorkan kepada Jepang, 30 % untuk bibit, rakyat hanya diperbolehkan memiliki 10 % bahkan
seringkali semuanya dirampas.Akibat tindakan Jepang ini menimbulkan kesengsaraan, bencana alam.
kekurangan sandang pangan, penyakit dan kematian.

11. Tanaman pada masa jepang

= teh , kopi , karet, kina , pohon jarak

12. PErlawanan rakyat Indonesia terhadap jepang

1) Perlawanan di Aceh

Aceh menjadi salah satu wilayah yang dikuasai Jepang. Masyarakat Aceh
diperlakukan dengan sewenang-wenang dan mengalami penderitaan yang
cukup lama karena banyak rakyat Aceh yang dikerahkan untuk Romusha.
Akibat hal itu, pada 10 November 1942 terjadi penyerangan terhadap Jepang
di Cot Plieng, penyerangan tersebut dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil yang
merupakan seorang guru ngaji di Cot Plieng. Sebanyak dua kali Jepang
berusaha menaklukan wilayah Cot Plieng, dua-duanya pun berhasil digagalkan
oleh rakyat Aceh dengan serangannya, dan berhasil memukul mundur Jepang
ke daerah Lhoksumawe. Kemudian pada serangan ketiga, Jepang berhasil
merebut Cot Plieng, dan Tengku Abdul Jalil harus gugur di tempat saat sedang
sembahnyang. Kebencian rakyat pun semakin bertambah.

2) Perlawanan di Singaparna (Tasikmalaya)

Singaparna, Tasikmalaya, menjadi salah satu wilayah yang berhasil di duduki


oleh Jepang. Pada masa itu, rakyat Singaparna dipaksa untuk mengikuti
upacara Seikerei. Upacara Seikerei merupakan upacara penghormatan
kepada kaisar Jepang dengan cara membungkuk kea rah matahari terbit.
Dengan cara seperti ini, masyarakat Singaparna merasa sangat dipermalukan
dan dilecehkan. Selain itu, mereka juga merasa menderita karena diperlakukan
secara sewenang-wenang dan kasar oleh Jepang. Akibatnya, pada bulan
Februari 1944, rakyat Singaparna melakukan perlawanan terhadap Jepang.
Pasukan perlawanan dipimpin oleh Kiai Zainal Mustofa. Akan tetapi Jepang
berhasil menangkap Kiai Zainal Mustofa pada tanggal 25 Februari 1944, dan
pada tanggal 25 Oktober 1944, Kiai Zainal harus menghentikan perjuangannya
setelah beliau dihukum mati.
K.H. Zainal Mustofa (Sumber: en.wikipedia.org)

3) Perlawanan di Indramayu

Indramayu mendapatkan perlakuan yang sama oleh Jepang, masyarakat


Indramayu dipaksa menjadi romusha, bekerja di bawah tekanan dan
diperlakukan secara sewenang-wenang. Oleh karena itu, masyarakat
Indramayu juga melakukan perlawanan terhadap Jepang. Pemberontakan
tersebut terjadi di Desa Kaplongan pada bulan April 1944. Selanjutnya
beberapa bulan kemudian, tepatnya tanggal 30 Juli 1944 terjadi
pemberontakan di Desa Cidempet, Kecamatan Loh Bener.

4) Perlawanan di Blitar (Pemberontakan PETA)

Perlawanan juga terjadi di Blitar. Pada tanggal 14 Februari 1945 terjadi


pemberontakan yang dilakukan para tentara PETA (Pembela Tanah Air) di
bawah pimpinan Supriyadi. Pemberontakan ini merupakan pemberontakan
terbesar pada masa pendudukan Jepang.

13. Romusha

Romusha (労務者 rōmusha: "buruh", "pekerja") adalah panggilan bagi orang-


orang Indonesia yang dipekerjakan secara paksa pada masa penjajahan Jepang di Indonesia dari
tahun 1942 hingga 1945. Kebanyakan romusha adalah petani, dan sejak Oktober 1943 pihak
Jepang mewajibkan para petani menjadi romusha.[1] Mereka dikirim untuk bekerja di berbagai
tempat di Indonesia serta Asia Tenggara. Jumlah orang-orang yang menjadi romusha tidak
diketahui pasti - perkiraan yang ada bervariasi dari 4 hingga 10 juta.[2]
14. Penyebab berakhirnya penjajahan Jepang
Akhir kependudukan Jepang di Indonesia berawal dari dibomnya 2 kota besar di Jepang, yakni Hiroshima dan
Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 yang mengakibatkan konsentrasi Jepang terhadap Indonesia goyah dan
Jepang pun mengalihkan perhatiannya ke negaranya sendiri.

Tanggal 11 Agustus 1945, Ir. Soekarno, Moh. Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat pergi ke Dalat untuk menemui
Panglima Tertinggi Terauchi untuk membicarakan kemerdekaan yang sudah dijanjikan pihak Jepang kepada
Indonesia.

Tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu sehingga di Indonesia terjadi kekosongan
pemerintahan. Ini menjadi peluang emas bagi bangsa untuk merdeka. Namun golongan tua ragu-ragu dalam
mengambil keputusan tentang rencana proklamasi bagi Indonesia karena mereka ingin menunggu tindakan dari
Jepang masalah pelaksanaan proklamasi. Berbeda dengan golongan tua, golongan muda justru menginginkan
proklamasi harus diselenggerakan secepatnya dan tak usah menunggu kepastian dari Jepang. Karena perbedaan
itulah, golongan muda membawa golongan tua dengan dalih menghindarkan golongan tua dari pemberontakan peta
dan heiho. Namun kenyataannya tak ada pemberontakan yang dimaksud. Sebenarnya tujuan mereka adalah
mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan Indonesia. Setelah melalui banyak pertimbangan, akhirnya
golongan tua pun dipulangkan dan menanggapi positif usulan golongan muda. Dan malam itu pula Ir. Soekarno dan
Moh. Hatta dibawa ke rumah Laksamana Maeda untuk merumuskan teks Proklamasi. Dan pada tanggal 17 Agustus
1945 pukul 10.00 teks proklamasi dibacakan dan menjadikan Indonesia merdeka.

15. Hasil siding BPUPKI


BPUPKI bersidang 2 kali:
coba baca berikut ini
1>Pada sidang pertama BPUPKI pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945
hasilnya: Dasar Negara ---> Pancasila
Oleh karena itu setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila

2>Pada sidang kedua BPUPKI pada tanggal 10 – 16 Juli 1945


Berikut ini hasil kerja panitia kecil yang dilaporkan tanggal 14 Juli 1945.
a. Pernyataan Indonesia Merdeka.
b. Pembukaan Undang-Undang Dasar (Preambul).
c. Undang-Undang Dasar (Batang Tubuh).

Setelah tugas BPUPKI dipandang selesai, BPUPKI dibubarkan.


Sebagai gantinya pada tanggal 7 Agustus 1945 dibentuk Dokuritsu
Junbi Inkai atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

16. Seputar Proklamasi


Sebelum pembacaan teks proklamasi pada tanggal 17 agustus 1945, terdapat peristiwa
penting yang tidak boleh dilupakan. Peristiwa penting tersebut merupakan perjuangan
para tokoh atau pejuang kemerdekaan untuk dapat segera memerdekakan Indonesia.

Dimulai Pada tanggal 12 Agustus 1945, melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam,
mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan
segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Meskipun demikian Jepang
menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus. Dua hari kemudian,
saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Syahrir mendesak
agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil
pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang.

16 Agustus 1945, gejolak tekanan di latar belakangi oleh para pengikut Sutan Syahrir
yang menginginkan pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia dari Jepang makin
memuncak dan tak terkendali. Pada siang hari mereka berkumpul di rumah Hatta, dan
sekitar pukul 10 malam di rumah Soekarno. Sekitar 15 pemuda menuntut Soekarno
segera memproklamasikan kemerdekaan melalui radio, disusul pengambilalihan
kekuasaan. Mereka juga menolak rencana PPKI untuk memproklamasikan kemerdekaan
pada 16 Agustus.

"Saya menghadapi pihak pemuda, pemimpin tua dan pemimpin agama," kata
Soekarno ketika berdebat dengan para pemuda yang mendesak kemerdekaan Indonesia
segera diumumkan, 15 Agustus 1945 silam.

17. Peristiwa Rengasdengklok

Dari perdebatan dengan para tokoh pemuda, termasuk Chaerul Saleh yang tergabung
dalam gerakan bawah tanah, dini hari tanggal 16 Agustus 1945 mereka menculik
Soekarno (beserta Fatmawati dan Guntur), dan Hatta, di Rengasdengklok, yang
kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Dalam penculikan tersebut,
bermaksud meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah
siap untuk melawan Jepang.
Pertemuan Soekarno-Hatta dengan Jenderal Yamamoto

Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta untuk bertemu dengan Jenderal
Yamamoto, komandan Jepang di Jawa. Dari pertemuan tersebut, Soekarno dan Hatta
menjadi yakin bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu, dan tidak memiliki
wewenang lagi untuk memberikan kemerdekaan.

Pembacaan Naskah Proklamasi

Setelah diyakini bahwa situasi memungkinkan untuk membacakan teks proklamasi,


maka Soekarno, Hatta dan anggota PPKI lainnya malam itu juga rapat dan menyiapkan
teks Proklamasi. Rapat tersebut di rumah Laksamana Maeda, Soekarno bersama tokoh
perjuangan lain menulis naskah proklamasi. Tulisan itu lalu diketik oleh Sayuti Melik.

Tepat pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 M atau 17 Ramadan 1365 H, pukul 10.00 pagi,
17 Agustus 1945. Bertempat di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No.56, Jakarta.

Pembacaan naskah proklamasi yang berlanjut pengibaran Sang Saka Merah Putih hasil
jahitan Fatmawati, menandakan Indonesia merdeka.

Tokoh lain yang sangat berjasa dalam peristiwa pembacaan Proklamasi diantaranya, tiga
pemuda pengibar bendera merah putih pertama yaitu Latif Hendraningrat, S. Suhut dan
Tri Murti.

Kemerdekaan Indonesia yang dibaca oleh Soekarno-Hatta yang kemudian menjadi


Presiden Dan Wakil Presiden Indonesia yang pertama.

18. PPKI

Pengertian PPKI
PPKI merupakan singkatan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau dalam bahasa Jepang
disebut dengan Dokuritsu Zyunbi Inkai. PPKI ialah panitia yang bertugas untuk mempersiapkan
kemerdekaan Indonesia, sebelum panitia ini dibentuk, sebelumnya sudah berdiri BPUPKI tapi karena
dianggap terlalu cepat ingin melaksanakan proklamasi kemerdekaan.

Sejarah PPKI
Pada tanggal 7 Agustus 1945, Pemerintah Jepang membubarkan BPUPKI dan sebagai gantinya
dibentuklah PPKI yakni Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Pembubaran BPUPKI dikarenakan
BPUPKI dianggap terlalu cepat dalam memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. PPKI sendiri diketuai
oleh Ir. Soekarno dan wakilnya Drs. Moh. Hatta dengan jumlah anggota sebanyak 21 orang yang terdiri
atas 12 orang asal jawa, 3 orang asal sumatera, 2 orang asal Sulawesi, 1 orang asal Kalimantan, 1 orang
asal Sunda Kecil (Nusa Tenggara), 1 orang asal Maluku dan terakhir 1 orang etnis Tionghoa.

Pada tanggal 9 Agustus 1945, tiga tokoh penting PPKI yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moch. Hatta dan Radjiman
Wedyodiningrat, dipanggil ke Dalat, Vietnam untuk mendengarkan sebuah instruksi Jepang terhadap
langkah selanjutnya dari PPKI. Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jenderal Terauci mengatakan bahwa
pengumuman kemerdekaan Indonesia bisa dilakukan pada tanggal 24 Agustus 1945 dengan wilayah yang
meliputi bekas Hindia Belanda dahulu. Pada tanggal 15 Agustus 1945, jepang menyerah kepada sekutu
dan menyuruh jepang mempertahankan status quo. Karena peritiwa ini seakan-akan memupuskan
harapan untuk memerdekakan Indonesia.

Pada tanggal 16 Agustus 1945, terjadilah sebuah peristiwa Rengasdengklok dimana terjadinya perbedaan
pendapat antara golongan tua dan muda mengenai waktu dan tempat untuk pelaksanaan proklamasi
kemerdekaan Indonesia. Golongan Muda ingin memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia dengan
secepat mungkin sedangkan dari golongan tua ingin menunda dan memusyawarahkan hal tersebut dengan
anggota PPKI. Karena desakan tersebut golongan muda menculik Soekarno-Hatta ke Rengasdenklok. Dan
pada akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan tanah
air dari penjajahan.

Tugas PPKI
Tugas Utama PPKI

Tugas berdasarkan nama yaitu bertugas untuk Mempersiapkan kemerdekaan Indonesia

Tugas PPKI Sebenarnya

 Mengesahkan Undang Undang Dasar


 Memilih dan Mengangkat Ir.Soekarno sebagai Presiden dan Drz.M.Hatta sebagai wakil Presiden
 Membentuk Komite Nasional untuk membantu tugas Presiden sebelum DPR dan MPR terbentuk.

Anggota PPKI
1. Ir. Soekarno (Ketua)
2. Drs. Moh. Hatta (Wakil Ketua)
3. Prof. Mr. Dr. Soepomo (Anggota)
4. KRT Radjiman Wedyodiningrat (Anggota)
5. R. P. Soeroso (Anggota)
6. Soetardjo Kartohadikoesoemo (Anggota)
7. Kiai Abdoel Wachid Hasjim (Anggota)
8. Ki Bagus Hadikusumo (Anggota)
9. Otto Iskandardinata (Anggota)
10. Abdoel Kadir (Anggota)
11. Pangeran Soerjohamidjojo (Anggota)
12. Pangeran Poerbojo (Anggota)
13. Dr. Mohammad Amir (Anggota)
14. Mr. Abdul Maghfar (Anggota)
15. Mr. Teuku Mohammad Hasan (Anggota)
16. Dr. GSSJ Ratulangi (Anggota)
17. Andi Pangerang (Anggota)
18. A.H. Hamidan (Anggota)
19. I Goesti Ketoet Poedja (Anggota)
20. Mr. Johannes Latuharhary (Anggota)
21. Drs. Yap Tjwan Bing (Anggota)

Tanpa sepengetahuan pemerintah Jepang, jumlah keanggotaan PPKI bertambah 6 orang, yaitu sebagai
berikut :

1. Achmad Soebardjo (Penasehat)


2. Sajoeti Melik (Anggota)
3. Ki Hadjar Dewantara (Anggota)
4. R.A.A. Wiranatakoesoema (Anggota)
5. Kasman Singodimedjo (Anggota)
6. Iwa Koesoemasoemantri (Anggota).

Sidang PPKI
Sidang tersebut dilakukan selama 3 kali yakni pada tanggal 18, 19, dan 22 Agustus 1945 dengan hasil
sidang PPKI yaitu sebagai berikut.

Hasil Sidang PPKI 18 Agustus 1945

 Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945


 Memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai wakil
 Dibentuk Komite Nasional untuk membantu tugas Presiden sementara, sebelum dibentuknya MPR
dan DPR.

Sidang PPKI 19 Agustus 1945

 Pembagian wilayah, terdiri atas 8 provinsi.


 Membentuk Komite Nasional (Daerah).
 Menetapkan 12 departemen dengan menterinya yang mengepalai departemen dan 4
menteri negara.

Sidang PPKI ke-3 22 Agustus 1945

 Pembentukan Komite Nasional.


 Membentuk Partai Nasional Indonesia.
 Pembentukan Badan Keamanan Rakyat.
 Dikisahkan seperti ini, Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak
dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat
tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.
 Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, yang tergabung dalam
gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal
16 Agustus 1945 mereka menculik Soekarno (bersama Fatmawati dan
Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, dan membawanya ke
Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa
Rengasdengklok.
 Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah
menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun
risikonya.

Pertemuan Soekarno/Hatta Dengan Jenderal Yamamoto


 Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta, bertemu
dengan Jenderal Yamamoto dan bermalam di kediaman wakil Admiral
Maeda Tadashi. Dari komunikasi antara Hatta dan tangan kanan
komandan Jepang di Jawa ini, Soekarno dan Hatta menjadi yakin
bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu, dan tidak memiliki
wewenang lagi untuk memberikan kemerdekaan.

Konsep Proklamasi
 Setelah terjadinya peristiwa penculikan Ir Soekarno dan Moh Hatta ke
Rengasdengklok, pada tanggal yang sama yaitu 16 Agustus 1945 pada
pukul 23.00 tengah malam. Rombongan Bung Karno dan Bung Hatta
tiba di Jakarta.
 Lalu mereka pergi berunding di rumah Laksamana Maeda (sekarang
Jalan Imam Bonjol No. 1) – Sekarang menjadi perpustakaan nasional –
Alasan pergi berunding ke rumah Laksamana Maeda yaitu supaya tidak
dicurigai dan karena sudah terpepet waktu.
 Di rumah Laksamana Maeda mereka berunding dengan anggota PPKI
dan tokoh tokoh pergerakan serta para pemuda.

Sebelum melakukan perundingan, Soekarno dan Muh Hatta pergi


menemui pimpinan tentara Jepang, Nishimura.
 Dan Nishimura berkata tidak bertanggung jawab dan
menyerahkan kemerdekaan Indonesia pada Soekarno dan Muh Hatta.
Dengan mengetahui hal itu, mereka mengadakan pertemuan.

Soekarno, Moh Hatta, dan Ahmad Subarjo kemudian masuk di sebuah


ruangan, yaitu ruang makan keluarga Maeda. Di tempat
itulah proklamasidi rumuskan. Ir Soekarno, Moh Hatta, dan Ahmad
Soebarjo merumuskan teks proklamasi di saksikan Sukarni, Sayuti
Melik, dan B.M Diah (seorang jurnalistik).

Soekarno menulis sendiri konsep teks proklamasitersebut, Ahmad


Subarjo memberikan pemikirannya pada kalimat pertama
teks proklamasi; Kami bangsaIndonesia dengan ini menjatakan
Kemerdekaan Indonesia. Diambil dari rumusan dokuritsu junbi
chosakai.

Lalu Moh Hatta dan Soekarno memberikan pemikirannya pada kalimat


kedua; Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l.,
diselengarakan dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang
sesingkat-singkatnja.
 Menurut Moh Hatta bagian pemindahan kekuasaan merupakan bagian
yang paling penting, karena kalimat awal pembukaan proklamasi hanya
mencerminkan kemauan bangsa saja.Lalu Moh Hatta jugalah,
menyempurnakan teks proklamasi.

Konsep proklamasi ini di bawa ke ruang besar tempat para hadirin


menunggu. Lalu Sukarni memberikan usul, yaitu perubahan wakil
wakil bangsa Indonesia menjadi ,atas nama bangsaIndonesia,
Soekarno – Hatta. Juga kata tempoh menjadi tempo. Lalu penulisan
tanggal menjadi 17 boelan 8 tahun ’05.
 Selanjutnya teks proklamasi ini di ketik oleh Sayuti Melik dengan segala
usulan usulan yang telah di sepakati hadirin.
 Peristiwa Sejarah Sekitar Perumusan TeksProklamasi

 Setelah teks proklamasi beres di ketik, mereka menyepakati untuk
memproklamasikan kemerdekaan Indonesia ini pada tanggal 17
Agustus 1945 pukul 10.00 WIB.
 Tempat dan pelaksanaannya akan diadakan di Lapangan Ikada, tapi
demi keamanan di ubah menjadi di Jalan Pegangsaan Timur No.56
Jakarta. Tepat di rumah Ir. Soekarno.

Sebelumnya para pemuda mengusulkan agar


naskah proklamasi menyatakan semua aparat pemerintahan harus
dikuasai oleh rakyat dari pihak asing yang masih menguasainya.
 Tetapi mayoritas anggota PPKI menolaknya dan disetujuilah
naskah proklamasi seperti adanya hingga sekarang. Para pemuda juga
menuntut enam pemuda turut menandatangani proklamasibersama
Soekarno dan Hatta dan bukan para anggota PPKI.
 Para pemuda menganggap PPKI mewakili Jepang. Kompromi pun
terwujud dengan membubuhkan anak kalimat “atas nama
Bangsa Indonesia” Soekarno-Hatta. Rancangan naskah proklamasi ini
kemudian diketik oleh Sayuti Melik.
 Isi Teks Proklamasi
Isi teks proklamasi kemerdekaan yang singkat ini adalah:

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan

kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan

dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno/Hatta
20. Makna kemerdekaan

Kemerdekaan berkaitan dengan harkat dan martabat suatu bangsa, oleh sebab itu kemerdekaan
dipandang sangat penting oleh semua bangsa di dunia termasuk juga Indonesia.

Bagi Indonesia sendiri, kemerdekaan memiliki beberapa makna, antara lain:

❖ Kemerdekaan yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan puncak perjuangan
atau titik kulminasi bagi bangsa Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan dengan darah dan air
mata.

❖ Kemerdekaan dimaknai sebagai suatu kebebasan. Bangsa Indonesia menyatakan dirinya merdeka
dan harus bebas dari segala macam penindasan dan penguasaan asing. Dengan demikian, bangsa
Indonesia bebas untuk menentukan nasibnya sendiri, berdaulat dan bertanggungjawab terhadap dirinya
sendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
❖ Kemerdekaan dimaknai sebagai jembatan emas atau jalan menuju masyarakat yang adil, makmur
dan juga sejahtera. Dengan demikian, kemerdekaan bukan berarti perjuangan telah selesai tetapi justru
baru akan dimulai dengan tantangan yang berbeda.

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/2329771#readmore