Anda di halaman 1dari 2

Tinjauan Dari Peraga Tikus Untuk Penyakit Graves Dan Orbitopati-Pengobatan Terbaru Dengan

Toleransi Induksi

A. Abstrak :
Beberapa pendekatan telah digunakan mengenai penyakit grave terhadap tikus, termasuk
pemindahan fibroblast, dan plasmid atau imunisasi adenoviral dengan sebuah subunit
ekstraseluler dari tubuh manusia (TSHR). Beberapa dari peraga ini hanya diamati dengan
periode yang pendek atau sendiri. Model yang panjang untuk penyakit grave dikembangkan
pada tikus menggunakan imunisasi ( diinjeksi selama 4 minggu) dengan adenovirus
rekombinan yang mengeskpresikan TSHR. Generasi dari ikatan TSHR cAMP-antibodi
stimulasi, pembesaran tiroid dan perubahannya, tingginya level serum thyroxin, takikardia,
dan hipertrofi otot jantung terpelihara sedikitnya selama 9 bulan dengan Ad-TSHR-
Imunisasi mencit. Disini, kita tunjukan bahwa mencit yang menderita orbitophaty, yang telah
didedeteksi dengan bagian serial orbital dan histomorfometri.Peluang untuk menghilangkan
perkembangan penyakit graves pada masa preklinik dengan menggunakan model tikus telah
meliputi antagonis allosterik molekul kecil dan spesifik antagonis antibodi yang diisolasi
dari pasien hipotiroid. Selanjutnya, peptida terbaru telah di paham dengan cara meniru akal
silinder dari TSHR leusin- kaya akan pengulangan domain, perintah untuk kembali
membangun toleransi menuju antigen. Disini, kita akan menunjukan permulaan hasil dari
seperangkat peptida ini yang membuktikan atau pengobatan semua tanda dan genjala dari
penyakit graves pada tkus setelah 6 bulan berturut-turut injeksi.Efek yang menguntungkan
diamati setelah 3-4 bulan setelah memulai terapi. Pada sistem imun naif pada tikus,
pemberian peptida tidak menginduksi respon imun
B. Latarbelakang : Kriteria klinis penyakit :
Penyakit graves adalah kondisi yang umum antibodi-mediated autoimun yang sasarannya
adalah reseptor thyrotropin-TSH (TSHR) di kelenjar tiroid, yang mengakibatkan
hipertiroidisme , dengan kejadian tahunan 15-80 per 100.000 orang seluruh dunia. Penilaian
kualitas hidup (QOL) yang menunjukkan bahwa penyakit ini disertai dengan berkurangnya
vital dan mental QOL selama beberapa tahun meskipun pengobatannya sesuai standar saat ini.
Jika tidak diobati, Graves' mengarah secara signifikan meningkatkan morbiditas dan
mortalitas
C. Korelasi :
Korelasi ini dipengaruhi hasil akhir dari studi anak tikus yang telah diimunisasi dengan
TSHR. Sebuah studi imunisasi TSHR yang terinduksi plasmid, ditemukan hubungan yang
mungkin antara nilai tiroksin T4 dan titer antibodi anti-TSHR . Selain itu, setelah imunisasi
Ad-TSHR, peneliti menemukan korelasi yang sangat tinggi dengan koefisien > 0.7 untuk
ukuran tiroid vs tingkat tiroksin (T4) vs tingkat titer anti-TSHR vs beban jantung dan detak
jantung pada akhir periode pengamatan. Sebaliknya, ukuran tiroid tidak berhubungan terlalu
baik dengan kapasitas stimulatori cAMP dari antibodi anti-TSHR pada sel yang diuji, yang
secara umum tidak berhubungan baik dengan parameter-parameter yang lain. Temuan-
temuan ini menunjukkan bahwa model hewan secara konsisten ditandai dengan antibodi anti-
TSHR spesifik yang tingkatan-tingkatan pada hewan tunggal berdampak pada jumlah
pembesaran tiroid dan pada kadar serum T4 sama baiknya dengan akibat penyakit jantung.
Kita juga menyimpulkan dari data ini bahwa pengaruh-pengaruh antibodi anti-TSHR pada sel
target berbeda dengan rangsangan cAMP yang harus bersangkut paut, karena efek biologis
dari antibodi ini tidak secara tepat diprediksi hanya dengan mengukur kapasitasnya untuk
menstimulasi level cAMP pada sel yang di test. Sebagai sistem second mesenger bisa
bergantung pada simulasi GI dan aktivasi konsekuen dari fosfolipase c atau enzim-enzim
intraseluler lainnya namun juga dapat menunjukan aktivasi GI-dependen.