Anda di halaman 1dari 6

PETUNJUK PELKASANAAN PRAKTIKUM FENOMENA DASAR MESIN

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2017/2018

1.1 TUJUAN

Percobaan ini ditujukkan untuk memberikan gambaran secara nyata tentang proses atau

sifat perpindahan kalor secara konveksi antara dua fluida, yaitu antara air panas dengan udara.

Dengan percobaan ini para mahasiswa dapat menghitung beberapa besaran-besaran yang umum

dijumpai pada teori perpindahan kalor konveksi lokal. Diharapkan juga dari percobaan ini nantinya

dapat diketahui sejauh mana penyimpangan persamaan pada perpindahan kalor konveksi secara

empiris terhadap hasil percobaan.

1.2 PROSEDUR PERCOBAAN

1. Isikan air kedalam tangki reservoir 1 dan 2. Kemudian nyalakan switch pompa sehingga air

naik ke tangki reservoir atas.matikan suplai air bila semua tangki sudah penuh. Terus nyalakan

pompa sekaligus nyalan pemanas listrik.

2. Bila suhu air sudah mencapai suhu yang diinginkan, atur debit air dengan mengatur katup.

Debit air akan ditampilkan pada flow rate.

3. Atur arah aliran menjadi parallel (searah) atau counter (berlawanan) flow.

4. Hidupkan blower agar udara mengalir ke dalam Heat exchanger (HE).

5. Lakukan pengukuran sesudah suhu mencapai keadaan steady.

6. Ulangi pengukuran paling sedikit 5 kali pada kecepatan aliran air yang berbeda dengan

kecepatan aliran udara tetap.


1.3 PENGUKURAN

1. Suhu air dalam pipa T1-T5 (°C)

2. Suhu permukaan luar dinding inner tube tw2 –tw4 (°C)

3. Suhu udara t1-t5 (°C)

4. Debit aliran udara dalam pipa F (l/hr)

5. Suhu udara dalam orifice t0 (°C)

6. Perbedaan tekanan pada orifice ΔP (mmH2o)

7. Tekanan statik pada saluran Ps (mmH2o)

1.4 PERHITUNGAN

1. Panas yang hilang qw (kcal/h)

2. Suhu logaritma rata-rata Δtw (°C)

3. Koefisien perpindahan kalor lokal (air ke pipa) hw (kcal/m2.hr.°C)

4. Kecepatan air dalam pipa Vw (m/s)

5. Angka Reynolds aliran air dalam pipa Rew (-)

6. Angka Nusselt Nuw (-)

7. Berat spesifik udara γa (kg/m3)

8. Debit aliran udara Qa (m3/s)

9. Perpindahan kalor ke udara qa (kcal/h)

10. Suhu logaritma rata-rata (pipa ke udara) Δta (°C)

11. Koefisien perpindahan kalor lokal (pipa ke air) hw (kcal/m2.hr.°C)

1.5 RUMUS PERHITUNGAN

1. Panas yang hilang (air) qw (kcal/h)

F’ = F.10-3

qw =F’. γw. Cp (T2-T4) aliran parallel (1)


qw =F’. γw. Cp (T4-T2) aliran counter (2)

dengan :

γw : berat spesifik air (kg/m3) pada (T2 + T4)/2 . (t2 + t 4)/2 berdasarkan table 2

Cp : panas spesifk air = 1 (kcal/kg.°C)

2. Suhu logaritma rata-rata,(air dalam pipa) tw (°C)

(T 2  t w2)  (T 4  t w4)
tw  aliran parallel (3)
ln( T 2  t w2)  (T 4  t w4)

(T 4  t w4)  (T 2  t w2)
tw  aliran counter (4)
ln( T 4  t w4)  (T 2  t w2)

3. Koefisien perpindahan kalor lokal (air ke pipa), hw (kcal/m2.hr.°C)

q
h  w
(5)
w
A.t w

A : luas perpindahan kalor = 1,22 0,28π

= 0,1073 (m2)

4. Kecepatan air di dalam pipa

F .10 3 1
Vw x
d / 4 3600
2
(6)

d = diameter dalam pipa =0,028 m

5. Angka reynold air dalam pipa, Rew

Rew =
V w
.d
(7)
vw

Dengan :

v w = viskositas kinematic air(m2/s)pada suhu T.°C(dari Tabel 3)

T °C = [(T 2  t 4) / 2  (T w2 t w4) / 2)] / 2 Aliran Parallel (8)


T °C = [(T 4  t 2) / 2  (T w4 t w2) / 2)] / 2 Aliran Counter (9)

6. Angka Nusselt Air , Nuw

Nuw 
h w
.d
(10)
w

w = konduktivitas panas air (kcal/m.h. °C) pada suhu T °C (dari Tabel 3)

7. Berat spesifik udara,

p  10332   p
 a
 1,293x a

10032
d
x
273
273  t o
 
d
(11)

dengan:

 = Humiditas relative di depan orifice (table 1)

p d
= Tekanan uap air jenuh(kg/m3) pada suhu t°C(Tabel 2)

 = Berat spesifik uap air jenuh(kg/m ) pada suhu t °C (Tabel 2)


3
o

8. Kecepatan aliran udara, Qa (m3/h)

P
Qa = 0,01242. .(d o ) 2 . (12)
 d

dengan :

 = koefisien aliran = 0,8534

d o = diameter orifice = 28,3 (mm)

9. Perpindahan kalor ke udara , qa = (kcal/kg °C)

qa = Qa. γa. Cpa. (t2 - t4 ) (13)

dengan :
Cpa = panas spesifik udara (kcal/kg °C pada (t2 - t4 )/2 (Tabel 2)

10. Suhu logaritma rata-rata Δta (°C)

( pipa dalam ke udara )

(T w2  t 2)  (T w4  t 4)
ta  (14)
ln( T w2  t 2) /(T w4  t 4)

11. Koefisien perpindahan klaor ktotal, ha (kcal/m2.h.°C)

ha = qa / Ao . Δta (15)

Ao = luasan perpindahan panas = 1,22.0,030. Π = 0,1150(m2)