Anda di halaman 1dari 4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan Umum Objek Rancangan


2.1.1 Pengertian Gereja Sentrum
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, Tahun: 272, gereja
berarti:
1. Gedung (rumah) tempat berdoa dan melakukan uparaca
agama Kristen.
2. Badan organisasi umat Kristen yang sama kepercayaan, ajaran
dan tata caranya (-Katolik, -Protestan, dan lain – lain).

Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, Tahun: 516, gereja


adalah:
1. (Port) rumah tempat beribadah bagi orang Kristen.
2. Mazhab atau kaum Kristen:persekutuan.
3. Organisasi umat Kristen yang sama aliran, ajaran dan tata
caranya (misalnya:Katolik, Protestan dan lain – lain).

Sentrum atau sentral dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia


Tahun: 272, memiliki arti di tengah – tengah atau pusat

Jadi, gereja adalah rumah, tempat ibadah/persekutuan atau tempat


berdoa dan tempat untuk melakukan upacara yang sama kepercayaan,
ajaran dan tata caranya (Katolik, Protestan, dan lain – lain). Pengertian
lain gereja menurut pengamatan gereja – gereja di Maluku Utara adalah
tempat atau sarana dan prasarana untuk melakukan ibadah, persekutuan
orang – orang yang percaya kepada Yesus Kristus serta tempat
melakukan pelayanan kepada jemaat gereja (belajar doa, katekisasi,
belajar menyanyi dan lain – lain).

5
Gereja Sentrum berarti rumah, pusat tempat ibadah untuk
melakukan upacara yang sama kepercayaan dan tata cara Ibadah
(Katolik, Protestan dan lain – lain).

2.1.2 Neo Vernakular

2.2. Tinjauan Terhadap Pendekatan Neo Vernakuler


2.2.1. Pengertian Neo Vernakuler
Kata Neo atau New berarti hal yang baru, sedangkan kata
vernakular berasal dari kata vernaculus (bahasa latin) yang berarti asli.
Maka arsitektur vernakular dapat diartikan sebagai arsitektur asli yang di
bangun oleh masyarakat setempat.
Arsitektur vernakular konteks dengan lingkungan sumberdaya
setempat yang di bangun oleh masyarakat dengan menggunakan
teknologi sederhana untuk memenuhi kebutuhan karakteristik yang
mengakomodasi nilai ekonomi dan tatanan budaya masyrakat dari
masyarakat tersebut. Arsiektur Neo Vernakular merupakan salah satu
paham atau aliran yang berkembang pada era Post Modren yaitu aliran
arsitektur yang muncul pada pertengahan tahun 1960-an, Post Modern
lahir karena timbul protes dari arsitek terhadap pola – pola yang berkesan
monoton (bangunan berbentuk kotak – kotak). Menurut (Budi A Sukada,
1988:Halaman) dari semua aliran yang berkembang pada era Post
Modern memiliki 10 ciri – cirri arsitektur sebagai berikut:

1. Mengandung unsur komunikatif yang bersikap lokal atau


populer.
2. Membangkitkan kembali kenangan historik.
3. Berkonteks urban.
4. Menerapkan kembali teknik ornamentasi.
5. Bersifat representasional (mewakili seluruhnya).
6. Berwujud metaforik (dapat berarti bentuk lain).

6
7. Dihasilkan dari partisipasi.
8. Mencerminkan aspirasi umum.
9. Bersifat plural.
10. Bersifak ekletik.

Sebuah karya arsitektur yang memiliki enam atau tujuh dari ciri –
ciri di atas sudah dapat di kategorikan ke dalam arsitektur Post Modern
(Neo Vernakular). Ada beberapa kriteria – kriteria yang mempengaruhi
arsitektur Neo Vernakular antara lain sebagai berikut:
1. Bentuk – bentuk menerapkan unsure budaya, lingkungan
termasuk iklim setempat diungkapkan dalam bentuk fisik
arsitektural (tata letak denah, detail, struktur dan ornament).
2. Tidak hanya elemen fisik yang diterapkan dalam bentuk
modern, tetapi juga elemen non-fisik yaitu budaya pola piker,
kepercayaan, tata letak yang mengacu pada makro kosmos
dan lainnya menjadi konsep dan criteria perancangan.
3. Produk pada bangunan ini tidak murni menerapkan prinsip –
prinsip bangunan vernacular melainkan karya baru
(mengutamakan prnampilan visualnya). Berikut merupakan
perbandingan arsitektur tradisional, vernacular dan Neo-
Vernakular.

Tabel 1. Perbandingan Arsitektur Tradisional, Vernakular dan Neo-


Vernakular
No Perbandingan Tradisional Vernakular Neo Vernakular
1 Ideologi Terbentuk oleh Terbentuk oleh Penerapan elemen
tradisi yang tradisi turun arsitektur yang
diwariskan temurun tetapi sudah ada dan
secara turun – terdapat kemudian sedikit
temurun, pengaruh dari atau banyaknya
berdasarkan luar baik fisik mengalami

7
kultur dan kondisi maupun non- pembaruan menuju
lokal fisik, bentuk satu karya yang
perkembangan modern.
arsitektur
tradisional.
2 Prinsip Tertutup dari Berkembang Arsitektur yang
perubahan setiap waktu bertujuan
zaman, terpaut untuk melestarikan unsur
pada satu kultur merefleksikan – unsur lokal yang
kedaerahan, dan lingkungan, telah terbentuk
mempunyai budaya dan secara empiris oleh
peraturan dan sejarah dari tradisi dan
norma – norma daerah dimana mengembangkan
keagamaan yang arsitektur langgam yang
kental tersebut berada. modern. Kelajuan
Transformasi dari arsitektur
dari situasi Vernakular.
kultur homogeny
ke situasi yang
lebih heterogen.
3 Ide Desain Lebih Ornamen Bentuk desain
mementingkan sebagai lebih modern.
Fasade atau pelengkap, tidak
bentuk, ornament meninggalkan
sebagai suatu nilai – nilai
keharusan. setempat tetapi
dapat melayani
aktifitas
masyarakat.
(Sumber : http://arsitktur-neo-vernakular-fazil.blogspot.com/)

2.2.2. Membangun Sebagai Organisasi Fungsi