Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 1


BAB XIV
LIABILITAS JANGKA PANJANG

Disusun Oleh :

KELOMPOK 3A

JURUSAN S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS LAMPUNG
2017
HALAMAN JUDUL
MAKALAH
LIABILITAS JANGKA PANJANG

Disusun Oleh :

Kelompok 3A

1. Puspita Amalia B.B 1611031004


2. Ani Anjaswati 1611031012
3. Rizky Pangestuti 1611031024
4. Tri Utari 1611031032
5. M. Wildan Elkirom 1611031040
6. Adelia Fathika Ulya 1611031064
7. Rika Wulan Tika 1611031096
8. Ricky Joe Sarumaha 1611031110
9. Eris Apriana 1611031112
10. Suhartati 1611031114
11. Fadli Adam Karim 1651

JURUSAN S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS LAMPUNG
2017

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan
karunianya kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini tepat pada
waktunya. Makalah ini berjudul akuntansi Utang Jangka Panjang“.

Di dalam pembuatan makalah ini, kami berusaha menguraikan dan menjelaskan


mengenai utang jangka panjang. Dalam kesempatan ini dengan segala kerendahan
hati kami menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing kami Yang
telah memberikan waktu dan kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.

Akhir kata kami menyadari bahwa pembuatan makalah ini masih jauh dari
sempurna dan banyak kekurangannya, oleh karena itu kami mengharapkan saran,
kritik dan petunjuk dari berbagai pihak untuk pembuatan makalah ini menjadi
lebih baik dikemudian hari.

Semoga makalah yang telah kami buat ini dapat bermanfaat dan menjadi bahan
informasi pada masa yang akan datang, khususnya bagi Mahasiswa universitas
Sumbawa Besar. Terima kasih.

Bandarlampung, 6 November 2017

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Hutang jangka panjang merupakan kewajiban yang dapat dibayar lebih dari 1
tahun atau 12 bualan. Kewajiban jangka panjang juga sering disebut sebagai debt-
financing, artinya kegiatan pendanaan yang dilakukan dengan cara meminjam
atau berhutang. Dan akan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan dari kelompok
aktiva lancar, seperti peralatan, gedung, tanah, investasi saham atau investasi
obligasi jangka panjang, dan sebagainya.Hutang jangka panjang ini dibagi
menjadi 2 jenis, yaitu hutang hipotik dan obligasi. Dari jenis-jenis tersebut
memiliki pengertian,pemahan dan cara mengerjakan yang berbeda satu sama lain.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian utang jangka panjang ?
2. Apa saja jenis utang jangka panjang ?
3. Apa saja bentuk bentuk utang obligasi ?
4. Bagaimana Penilaian obligasi saat diterbitkan ?
5. Bagaimana disposisi utang obligasi ?
6. Bagaimana harga obligasi ?
7. Bagaimana pencatatan utang obligasi ?
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian utang jangka panjang


Hutang merupakan instrumen yang sangat sensitif terhadap nilai perusahaan. Nilai
perusahaan ditentukan oleh struktur modal. Semakin tinggi proporsi hutang, maka
semakin tinggi harga saham. Namun pada titik tertentu peningkatan hutang akan
menurunkan nilai perusahaan karena manfaat yang diperoleh dari penggunaan
hutang lebih kecil dari pada biaya yang ditimbulkan. Para pemilik perusahaan
lebih suka menciptakan hutang pada tingkat tertentu yang menaikkan nilai
perusahaan.
Hutang jangka panjang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus
dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu perioda akuntansi (1 th) dihitung dari
tanggal pembuatan neraca per 31 Desember. Perusahaan untuk memperoleh
sumber ekonomi yang akan digunakan membelanjai kegitan khususnya yang
bersifat jangka panjang, perusahaan dapat mengeluarkan sertifikat berarti
membuat perjanjian hutang, menyatakan pembuat bersedia membayar bunga atas
pinjaman tersebut secara periodik selama jangka waktunya.
Pembayaran dilakukan dengan kas namun dapat diganti dengan asset tertentu.
Dalam operasional normal perusahaan, rekening hutang jangka panjang tidak
pernah dikenai oleh transaksi pengeluaran kas. Pada akhir perioda akuntansi
bagian tertentu dari hutang jangka panjang berubah menjadi hutang jangka
pendek. Untuk itu harus dilakukan penyesuaian untuk memindahkan bagian
hutang jangka panjang yang jatuh tempo menjadi hutang jangka pendek.

B. Jenis jenis utang jangka panjang


1. Utang Hipotik
Hutang yang timbul berkaitan dengan perolehan dana dari pinjaman yang
dijaminkan dengan harta tetap. Dalam penjanjian disebutkan harta peminjam yang
dijadikan jaminan berupa tanah atau gedung. Jika peminjam tidak melunasi pada
waktunya, pemberi pinjaman dapat menjual jaminan tersebut yang kemudian
diperhitungkan dengan hutang.
Adalah penyerahan tertulis mengenai hak atas harta benda tak bergerak untuk
mejamin pembayaran hutang dengan ketentuan bahwa penyerahan itu akan
dibatalkan setelah waktu pembayaran. Bahwasannya hutang jangka panjang boleh
membuat hipotek, dia juga bisa diansur, dan lain-lain. Yang menjadi contoh dari
kewajiban jangka panjang ini adalah sewa/rental.
Pinjaman hipotik biasanya diambil jika dana yang diperlukan dapat dipinjam dari
satu sumber, misalnya dengan mengambil pinjaman dari suatu bank tertentu.
Kredit-kredit bank dengan jaminan harta tak bergerak adalah contoh hipotik yang
banyak dijumpai dalam praktik.

2. Utang Obligasi
Hutang yang timbul berkaitan dengan dana yang diperoleh melalui pengeluaran
surat-surat obligasi. Pembeli obligasi disebut pemegang obligasi. Apabila
perusaahaan membutuhkan tambahan modal kerja tetapi tidak dapat melakukan
emisi saham baru, dapat dipenuhi dengan cara mencari utang jangka panjang.
Dalam hal sulit mencari utang yang jumlahnya besar dari satu sumber perusahaan
dapat mengeluarkan surat obligasi. Surat obligasi ini akan dapat di jual bila
reputasi perusahaan cukup baik dan dipandang akan tetap berdiri selama jangka
waktu beredarnya obligasi tersebut.
Harga jual obligasi tergantung pada tarif bunga obligasi. Semakin besar bunganya,
harga jual obligasi tersebut akan semakin tinggi dan sebaliknya semakin rendah
tingkat bunga obligasi harga jualnya akan semakin rendah. Pengeluaran obligasi
dari suatu perusahaan dapat dilakukan dengan cara penjualan langsung atau
melalui lembaga-lembaga keuangan.Dalam surat obligasi dicantumkan nilai
nominal obligasi, bunga pertahun, tanggal pelunasan obligasi dan ketentuan lain
sesuai jenis obligasi tersebut biasanya meliputi bond, wesel jangka panjang, dan
obligasi sewa. Bond biasanya berasal dari bunga hutang wesel ditahan yang pada
umumnya dikeluarkan oleh sebuah perusahaan, lembaga tinggi, maupun agen
pemerintahan sehingga banyak menarik investor seperti halnya saham biasa yang
dijual dengan jumlah kecil (biasanya dalam ribuan dollar). Bond dalam
perusahaan menadatangkan keuntungan datau tidak.
Di antara keuntungan bond adalah tidak adanya pengaruh dari kontrol pemegang
saham, penyimpanan pajak, dan pendapatan/keuntungan yang diperoleh akan
lebih besar sedangkan kerugiannya adalah bunga harus dibayar sesuai periode
yang dipakai dan prinsip nilai akan dibayar ulang waktu jatuh tempo.

C. Bentuk bentuk obligasi


1. Government Bond
Seperti T-Bills, US Treasury Notes dan US Teasury Bond adalah sekuritas
pemerintah yang digunakan untuk pendanaan dalam utang pemerintah.
Pembayaran kuponnya bersifat semi-annual. Ketika diterbitkan, US
Treasury Notes memiliki masa jatuh tempo 2 (dua) sampai 10 (sepuluh)
tahun dan US Treasury-Bond memiliki masa jatuh temponya lebih dari 10
(sepuluh) tahun. Jenis-jenis obligasi pemerintah yaitu pertama, Callable
Bond yang biasanya dibeli kembali oleh penerbitnya pada harga tertentu di
masa yang akan datang. Kedua, Federal Agency Bond. Ketiga, Municipal
Bond, yang diterbitkan oleh pemerintah lokal untuk mendanai highways,
sistem perairan pendidikan dan capital project lainya. Ada 2 (dua) tipe
Multicipal Bond yaitu General Obligation Bond dan Revenue Bond.

2. CorporateBond
Corporate Bond adalah sekuritas yang mencerminkan janji dari perusahaan
yang menerbitkan untuk memberikan sejumlah pembayaran berupa
pembayaran kupon dan pokok pinjaman kepada pemlik obligasi, selama
jangka waktu tertentu. Perusahaan yang menerbitkan obligasi disebut
debitur, sedangkan investor yang membeli obligasi disebut kreditur.

3. Registered Bond
Registered Bonds adalah obligasi yang nama pemiliknya tercantum dalam
sertifikat.
4. Coupon Bonds atau Bearer Bonds
Coupon Bonds/Bearer Bonds adalah obligasi yang nama pemiliknya tidak
dicantumkan dalam sertifikatnya.

5. Term Bonds
Term Bonds adalah obligasi yang seluruhnya jatuh tempo pada suatu
tanggal tertentu.

6. Serial Bonds
Serial Bonds adalah obligasi yang tanggal jatuh temponya bertahap (pada
beberapa tanggal tertentu).

D. Penilaian obligasi saat diterbitkan


Pada saat penerbitan, obligasi dinilai sebesar kas yang diterima (proceeds), yang
dapat dihitung berdasarkan nilai sekarang (present velue) dari pengeluaran-
pengeluaran debitur obligasi di masa yang akan datang yang terdiri dari nilai jatuh
tempo obligasi dan beban bunga ini dipengaruhi oleh stated rate (SR) dan market
rate (MR)
Jika MR = SR, berarti obligasi tersebut dinilai sebesar nilai parinya.
Jika MR > SR, berarti obligasi tersebut dinilai kurang dari nilai parinya atau kas
yang di bawah nilai pari
Jika MR < SR, berarti obligasi tersebut dinilai diatas nilai pari.
Metode amortisasi diskonto atau premium obligasi Salah satu karateristik obligasi
adalah bahwa pada saat tanggal jatuh tempo, obligasi akan dinilai sebesar nilai
premium. Oleh karena itu diskonto atau premium yang muncul pada saat
penerbitan obligasi akibat selisih antara kas yang diterima dengan nilai
nominalnya harus dihapuskan, yaitu dengan cara diamortisasi setiap akhir periode
setiap akhir periode atau setiap tanggal pembayaran bunga. Pada saat tanggl jatuh
tempo, diskonto atau premium sudah harus habis diamortisasi sehingga nilai buku
obligasi sama dengan nilai nominalnya.
Ada 2 metode amortisasi yang bisa diterapkan dalam akuntansi, yaitu :
1. Metode Garis Lurus – besarnya amortisasi setiap periode sama
2. Metode bunga efektif – nilai amortisasi diskonto atau premium setiap periode
berbeda-beda.

E. Disposisi hutang obligasi


Disposisi atau terhapusnya hutang obligasi dari neraca bisa dengan dua cara, yaitu
1. Jatuh tempo
Pada saat tanggal jatuh tempo, hutang obligasi sudah harus dilunasi sebesar nilai
parinya dan diskonto atau premium sudah harus diamortisasi sehingga tidak ada
keuntungan atau kerugian yang muncul.
a) Pembayaran bunga
Hutang bunga xxx
Kas xxx
b) Pelunasan Obligasi
Hutang obligasi xxx
Kas xxx

2. Pelunasan dini
Dimungkinkan sebuah obligasi dilunasi sebelum tanggal jatuh tempu (callable
bonds). Jika terjadi pelunasan dini atau pelunasan sebelum tanggal jatuh tempo,
maka masih ada premium atau diskonto yang belum habis diamortisasi dan ada
kemungkinan besarnya pelunasan lebih rendah atau lebih tinggi dari nilai buku
obligasi sehingga muncul keuntungan atau kerugian akibat pelunasan dini.
a. Pembayaran bunga
Beban bunga xxx
Kas xxx
Amortisasi diskonto xxx
b. Pelunasan obligasi
Hutang obligasi xxx
Keg. Akibat pel. Dini xxx
Kas xxx
Amortisasi diskonto xxx

F. Harga obligasi

Berbeda dengan harga saham yang dinyatakan dalam bentuk mata uang, harga
obligasi dinyatakan dalam persentase (%), yaitu persentase dari nilai nominal.
Ada 3 (tiga) kemungkinan harga pasar dari obligasi yang ditawarkan, yaitu:
1. Par (nilai Pari): Harga Obligasi sama dengan nilai nominal Misal:
Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual pada harga 100%, maka
nilai obligasi tersebut adalah 100% x Rp 50 juta = Rp 50 juta.
2. at premium (dengan Premi): Harga Obligasi lebih besar dari nilai nominal
Misal: Obligasi dengan nilai nominal RP 50 juta dijual dengan harga
102%, maka nilai obligasi adalah 102% x Rp 50 juta = Rp 51 juta.
3. at discount (dengan Diskon): Harga Obligasi lebih kecil dari nilai
nominal Misal: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan
harga 98%, maka nilai dari obligasi adalah 98% x Rp 50 juta = Rp 49
juta.

G. Pencatatan hutang obligasi

Apabila obligasi dijual tidak tepat pada tanggal pembayaran bunga, pembeli
obligasi di samping membayar harga obligasi juga harus membayar bunga
berjalan sejak tanggal bunga terakhir sampai dengan tanggal penjualan obligasi
tersebut. Bunga berjalan yang dibayar oleh pembeli dicatat perusahaan dengan
mengkredit rekening biaya bunga atau rekening utang bunga obligasi. Sedangkan
bila bunga berjalan dikreditkan ke rekening utang bunga obligasi maka
pembayaran bunga obligasi berikutnya dicatat dengan mendebit utang bunga
obligasi sebesar bunga berjalan dan sisanya didebitkan ke rekening biaya bunga.
Jika bunga berjalan dikreditkan ke rekening biaya bunga maka pembayaran bunga
obligasi berikutnya dicatat dengan mendebit rekening biaya bunga obligasi
sebesar bunga yang dibayar.
Amortisasi agio atau disagio dapat dicatat setiap bulan, setiap tanggal pembayaran
bunga atau setiap akhir periode bersama dengan jurnal penyesuaian yang lain.
Berikut disajikan contoh pencatatan utang obligasi, PT Millenia Megah pada
tanggal 31 Desember 2005 memutuskan untuk mengeluarkan obligasi pada
tanggal 1 Mei 2006 sebesar Rpl.000.000,-, bunga 10% per tahun dan jatuh tempo
pada tanggal 1 Mei 2011. Bunga obligasi dibayarkan setiap tanggal 1 Mei dan 1
November. Seluruh obligasi dapat dijual pada tanggal 1 Juli 2006 dengan harga
Rpl.029.000,- (yaitu harga jual Rpl.030.000,- dikurangi biaya penjualan Rpl .000,-
) ditambah bunga berjalan untuk jangka waktu 1 Mei 2006 sampai dengan 1 Juli
2006.
Tahun buku PT Millenia Megah adalah tahun kalender, amortisasi agio dicatat
setiap akhir periode. Umur obligasi dihitung sebagai berikut:
2006 = 6 bulan (1 Juli sampai dengan 31 Desember)
2007 = 12 bulan
2008 = 12 bulan
2009 = 12 bulan
2010 = 12 bulan
2011 = 4 bulan
Jumlah = 58 bulan
Dalam perhitungan umur obligasi, yang diperhitungkan adalah lamanya obligasi
itu beredar, yaitu sejak tanggal dijual sampai saat jatuh tempo. Agio obligasi
sebesar Rp29.000,- (Rpl.029.000,- dikurangi Rpl.000.000,-) akan diamortisasikan
selama umur obligasi yaitu 58 bulan, sehingga amortisasi agio setiap bulannya
sebesar Rp29.000,- : 58 = Rp500,-.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Utang jangka panjang digunakan untuk menunjukan utang-utang yang
pelunasannya akan dilakukan dalam waktu lebih dari satu tahun atau akan dilunasi
dari sumber-sunber yang bukan dari kelompok aktiva lancar.

Apabila perusaahaan membutuhkan tambahan modal kerja tetapi tidak dapat


melakukan emisi saham baru, dapat dipenuhi dengan cara mencari utang jangka
panjang. Dalam hal sulit mencari utang yang jumlahnya besar dari satu sumber
perusahaan dapat mengeluarkan surat obligasi. Surat obligasi ini akan dapat di
jual bila reputasi perusahaan cukup baik dan dipandang akan tetap berdiri selama
jangka waktu beredarnya obligasi tersebut. Harga jual obligasi tergantung pada
tarif bunga obligasi. Semakin besar bunganya, harga jual obligasi tersebut akan
semakin tinggi dan sebaliknya semakin rendah tingkat bunga obligasi harga
jualnya akan semakin rendah. Pengeluaran obligasi dari suatu perusahaan dapat
dilakukan dengan cara penjualan langsung atau melalui lembaga-lembaga
keuangan.
DAFTAR PUSTAKA

http://zulidamel.wordpress.com/2009/02/26/hutang-jangka-panjang/
http://dzaitunakhdan.blogspot.com/2012/03/hutang-jangka-panjang.html
http://goryank.blogspot.com/2011/11/makalah-hutang-jangka-panjang.html
http://goryank.blogspot.com/2011/11/makalah-hutang-jangka-panjang.html
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_akuntansi_2/bab4-
investasi_dan_hutang_jangka_panjang.pdf
http://mistercela21.wordpress.com/2010/02/22/hutang-jangka-panjang-2/
http://evaoktaviagunawan.wordpress.com/2011/11/06/hutang-jangka-panjang/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/akuntansi-keu-menengah-2-hutang-
jangka-panjang-hipotik/