Anda di halaman 1dari 4

Disentri Basiler

No. Dokumen :
SOP No. Revisi :
TanggalTerbit :
Halaman :
PuskesmasTodanan Surahman,S.Kep.M.Kes
NIP.196703271988031011

1. Pengertian Disentri merupakan tipe diare yang berbahaya dan seringkali


menyebabkan kematian dibandingkan dengan tipe diare akut yang lain.
Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri disentri basiler yang
disebabkan oleh shigellosis dan amoeba (disentri amoeba).
2. Tujuan Prosedur ini dibuat dimaksudkan agar petugas kesehatan di
puskesmas Todanan dapat melakukan penanganan penderita Disentri
Basiler dengan baik dan benar
3. Kebijakan Langkah- langkah Penanganan Disentri Basiler wajib sesuai dengan
langkah- langkah SOP ini.
4. Referensi Sya’roni Akmal. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III. Edisi ke 4.
Jakarta: FK UI.2006. Hal 1839-41.
5. Prosedur Alat dan bahan
1. Tensimeter
2. Stetoskop
3. Thermometer
4. Laboratorium untuk pemeriksaan tinja
6. Langkah- langkah 1. Menyapa dan meanamnese pasien
2. Mencegah terjadinya dehidrasi
3. Tirah baring
4. Dehidrasi ringan sampai sedang dapat dikoreksi dengan cairan
rehidrasi oral
5. Bila rehidrasi oral tidak mencukupi dapat diberikan cairan melalui
infus
6. Diet, diberikan makanan lunak sampai frekuensi BAB kurang dari
5kali/hari, kemudian diberikan makanan ringan biasa bila ada
kemajuan.
7. Mengevaluasi dan mendukomentasikan

7. BaganAlir
Menyapa dan
meanamnese pasien
Tirah baring Mencegah terjadinya
dehidrasi

Pemberian cairan oral


Menentukan diet makan
atau infus
pada pasien disenteri

Mengevaluasi dan
mendukomentasikan

8. Hal-hal yang perlu


diperhatikan
9. Unit terkait PoliPengobatan, UGD,Rawat Inap
10. Dokumen terkait Buku rekam medis pasien

11. Rekamanhistoriperubahan

No YangDiubah IsiPerubahan TanggalMulai


Diberlakukan
No. Dokumen :
No. Revisi :
TanggalTerbit :
DAFTAR
Halaman :
TILIK
UPTD
PUSKESMAS
TODANAN
No. Langkah Kegiatan Ya Tidak Tidak Berlaku
1. Apakah petugas Menyapa dan meanamnese
pasien ?
2. Apakah petugas memberikan cairan rehidrasi oral ?
3. Apakah petugas memberikan diet makanan utuk
pasien disentri ?
4. Apakah petugas mengevaluasi pasien ?
5. Apakah petugas medokumentasika langkah langkah
yang sudah dikaji pada pasien disenteri ?

Compliance rate (CR) : ……………..%

………………………………..,………….
Pelaksana / auditor

……………………………………….
NIP: ………………..........................