Anda di halaman 1dari 6

NAMA : AHMAD RENDI MAULANA

NIM : 161910101035

1. UJI TARIK

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari hasil uji tarik. Bila kita terus
menarik suatu bahan sampai putus, kita akan mendapatkan profil tarikan yang
lengkap berupa kurva. Kurva ini menunjukkan hubungan antara tegangan dengan
regangan. Perubahan panjang dalam kurva disebut sebagai regangan teknik(ε eng .),
yang didefinisikan sebagai perubahan panjang yang terjadi akibat perubahan statik
(ΔL) terhadap panjang batang mula-mula (L0 ). Tegangan yang dihasilkan pada
proses ini disebut dengan tegangan teknik (σ eng ), dimana didefinisikan sebagai nilai
pembebanan yang terjadi (F) pada suatu luas penampang awal (A0 ).

 Tegangan normal tesebut akibat gaya tarik dapat ditentukan berdasarkan


persamaan sebagai berikut ini:

σ = F/A0

Dimana:

σ = Tegangan tarik (MPa)

F = Gaya tarik (N)

A o = Luas penampang spesimen mula-mula (mm2)


 Regangan akibat beban tekanstatik dapat ditentukan berdasarkan persamaan
sebagai berikut:

ε = ΔL/L

Dimana: ΔL = L – L0
Keterangan:
ε = Regangan akibat gaya tarik
L = Perubahan panjang spesimen akibat beban tekan (mm)
Lo = Panjang spesimen mula-mula (mm)

Pada prakteknya nilai hasil pengukuran tegangan pada suatu


pengujian tarik pada umumnya merupakan nilai teknik. Regangan akibat
gaya tarik yang terjadi, panjang akan menjadi bertambah dan diameter pada
spesimen akan menjadi kecil, maka ini akan terjadi deformasi plastis.
Hubungan antara stress dan strain dirumuskan pada persamaan sebagai
berikut:
E=σ/ε

E adalah gradien kurva dalam daerah linier, di mana perbandingan


tegangan (σ) dan regangan (ε) selalu tetap. E diberi nama “Modulus
Elastisitas” atau “Young Modulus”.

Sumber :
Jurnal e-Dinamis, Volume II, No.2 September 2012

PENGARUH QUENCHING DAN TEMPERING TERHADAP KEKERASAN DAN


KEKUATAN TARIK SERTA STRUKTUR MIKRO BAJA KARBON SEDANG
UNTUK MATA PISAU PEMANEN SAWIT

ARIEF MURTIONO
2. UJI KEKERASAN BRINEL (HB/BHN)

Pengujian kekerasan dengan metode Brinell bertujuan untuk menentukan


kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan material terhadap bola baja
(identor) yang ditekankan pada permukaan material uji tersebut (speciment).
Idealnya, pengujian Brinell diperuntukan bagi material yang memiliki kekerasan
Brinell sampai 400 HB, jika lebih dati nilai tersebut maka disarankan
menggunakan metode pengujian Rockwell ataupun Vickers. Angka Kekerasan
Brinell (HB) didefinisikan sebagai hasil bagi (Koefisien) dari beban uji (F) dalam
Newton yang dikalikan dengan angka faktor 0,102 dan luas permukaan bekas luka tekan
(injakan) bola baja (A) dalam milimeter persegi. Rumus perhitungan Brinell
Hardness Number(BHN) :

Dimana: P = beban penekan (Kg)

D = diameter bola penekan (mm)

d = diameter lekukan (mm).

Sumber:
JURNAL FEMA, Volume 1, Nomor 3, Juli 2013

PENGARUH VARIASI ABU SEKAM DAN BENTONIT PADA CETAKAN PASIR


TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO HASIL CORAN
ALUMUNIUM AA 1100

Tarkono 1), Harnowo S. 1) dan Doni Sewandono 2)


3. IMPAK CHARPY
Pengujian impak Charpy (juga dikenal sebagai tes Charpy v-notch) merupakan
standar pengujian laju regangan tinggi yang menentukan jumlah energi yang
diserap oleh bahan selama terjadi patahan.

Berikut ini merupakan Prinsip kerja dan rumus uji impak charpy :

Bila pendulum pada kedudukan h 1 dilepaskan, maka akan mengayun


sampai kedudukan fungsi akhir pada ketinggian h 2 yang juga hampir sama
dengan tinggi semula h 1 dimana pendulum mengayun bebas.

Usaha yang dilakukan pendulum waktu memukul benda uji atau energi yang
diserap benda uji sampai patah didapat rumus yaitu :

Energi yang Diserap (Joule) = Ep – Em

= m. g. h 1 – m. g. h2

= m . g (h1 – h2)

=m.g (λ (1- cos α) - λ (cos β – cos α))

= m. g . λ (cos β – cos α)

Energi yang diserap = m . g. λ (cos β – cos α)

Keterangan : Ep = Energi Potensial

Em = Energi Mekanik

M = Berat Pendulum (Kg)


G = Gravitasi 9,81 m/s

h1 = Jarak awal antara pendulum dengan benda uji (m)

h2 = Jarak awal antara pendulum dengan benda uji (m)

λ = Jarak lengan pengayun (m)

cos α = Sudut posisi awal pendulum

cos β = Sudut posisi akhir pendulum

dari persamaan rumus diatas didapatkan besarnya harga impak yaitu :


Energi Yang Diserap .
K= 𝐴

dimana , K = Nilai Impak (Kgm/mm2)

J = Energi Yang Diserap ( Joule )

A = Luas penampang dibawah takikan (mm2)

Sumber:
RANCANG BANGUN ALAT UJI IMPAK CHARPY
TUGAS AKHIR
oleh
FAJAR ISMAIL
L0E 009 006
16 Desember 2012
4. KONVERSI HARDNESS LEEB KE HARDNESS BRINELL
Skala brinell tetap merupakan skala yang sudah dipakai cukup luas, untuk
mengkonversi Angka Kekerasan Leeb (HL) ke brinell (HB) pada logam dapat
menggunakan Atau dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

HB = 0.436 HL + 514.317

Atau dengan menggunakan tabel dibawah ini sebagai berikut:

Sumber:
https://hesa.co.id/brinell-test/