Anda di halaman 1dari 3

KIT PENDUKUNG APT ITB Januari 2014 DAFTAR PEMANIS

DAFTAR PEMANIS
Revised by Himawan, Re-checked by Lisnawati

1. Sukrosa (HOPE Ed.5 hal. 744-746, HOPE Ed. 6 Hal 703-706)


Pemakaian : 67% w/w (sirupus untuk formulasi larutan oral dan untuk pemanis), 50-67% w/w
(penyalut tablet), 50-67% (pengikat pada tablet dengan metode granulasi basah), meningkatkan viskositas.
Inkompatibilitas : logam berat, sulfit
Kelarutan : 1:0,5 bagian air, 1:0,2 bagian air pada suhu 100oC, 1:170 bagian etanol 95%
Perhatian : hati-hati penggunaan pada pasien diabetes mellitus dan penyakit intoleransi
metabolisme gula lainnya

2. Sorbitol (HOPE Ed.5 hal. 718-721, HOPE Ed. 6 hal 679-681)


Pemakaian : 20-35% untuk larutan oral, 70% untuk suspensi oral, 25-90 % untuk pengikat dan
pengisi tablet
Inkompatibilitas : Logam divalen dan trivalen pada kondisi asam/basa kuat, polietilen glikol,
iron oxide. Sorbitol meningkatkan kecepatan degradasi penisilin pada larutan netral
pH : 4,5 -7,0 untuk larutan 10% w/v
Kelarutan : 1:0,5 bagian air, 1:25 bagian etanol 95%
Kemanisan : 50-60% kemanisan sukrosa

3. Aspartam (HOPE Ed.5 hal. 53-54, HOPE Ed. 6 hal 48-49)


Pemakaian : ADI (Aceceptable Daily Intake) WHO adalah sampai 40 mg/kg BB.
Inkompatibilitas : dibasic kalsium fosfat, magnesium stearat, sugar alcohol
pH : 4,5 – 6,0 dalam larutan 0,8% w/v
Kelarutan : sukar larut dalam etanol 95%, agak sukar larut dalam air. Kelarutan meningkat pada
suhu yang lebih tinggi dan pada pH asam
Kemanisan : 180 - 200x dari sukrosa
Perhatian : pasien dengan fenilketonuria

4. Sakarin (HOPE Ed.5 hal 638-639, HOPE Ed. 6 hal 605-606)


Pemakaian : 0,02-0,5% w/w untuk formulasi oral. ADI WHO adalah sampai 2.5 mg/kg BB,
ADI inggris adalah sampai 5 mg/kg BB. ADI ini termasuk untuk bentuk garam dari
sakarin (kalsium, kalium, natrium)
Inkompatibilitas : molekul besar
pH : 2,0
Kemanisan : 300-600x kemanisan sukrosa
Kelarutan : 1: 290 bagian air, 1:25 bagian air (pada suhu 100oC), 1:31 bagian etanol 95%

5. Dektrosa (HOPE Ed.5 hal. 231-233, HOPE Ed. 6 hal 222-224)


Inkompatibilitas : sianokobalamin, kanamisin sulfat, natrium novobiosin, warfarin natrium
pH : 3,5 -5,5 dalam larutan 20% w/v
Kelarutan : 1:1 bagian air, 1:60 bagian etanol 95%, larut dalam gliserin, praktis tidak larut dalam
kloroform dan eter
Perhatian : Larutan konsentrat dekstrosa yang diberikan melalui mulut dapat menyebabkan
mual dan muntah. Larutan dekstrosa dengan konsentrasi lebih dari 5% w/v dapat
menyebabkan iritasi lokal pada vena ketika diberikan secara i.v

6. Fruktosa (HOPE Ed.5 hal. 290-292, HOPE Ed. 6 Hal 273-275)

1
KIT PENDUKUNG APT ITB Januari 2014 DAFTAR PEMANIS

Inkompatibilitas : asam/basa kuat (menjadi berwarna kecoklatan), pada bentuk aldehida dapat
berinteraksi dengan amina, asam amino, peptida dan protein.
pH : 5,35 untuk larutan 9% w/v
Kelarutan : 1:0,3 bagian air, 1:15 bagian etanol 95%, 1:14 bagian metanol

7. Manitol (HOPE Ed.5 hal. 449-452, HOPE Ed. 6 hal 424-427)


Pemakaian : sebagai diluent/pengisi (10-90% w/w) dalam formulasi tablet. Mencegah terjadinya
“thickening” pada suspensi antasida yang mengandung alumunium hidroksida (<7%
w/v). belum ada data ADI menurut WHO, hati-hati penggunaan pada dosis tinggi
dapat menyebabkan diare
Inkompatibilitas : KCl, NaCl, sodium cepharin, infus xylitol, logam seperti Al, tembaga dan Fe
(terhadap larutan manitol).
Kelarutan : 1:5,5 bagian air, 1:83 bagian etanol 95%, 1:18 bagian gliserin, praktis tidak larut
dalam eter

8. Natrium siklamat (HOPE Ed.5 hal. 678-679, HOPE Ed. 6 Hal 643-644)
Pemakaian : sampai 0.17% ; ADI (Acceptable daily intake) manurut WHO adalah sampai 11mg/kg
BB. pada kebanyakan penggunaan sering dikombinasikan dengan sakarin dalam
perbandingan 10:1
Kemanisan : pada kadar 0,17% w/v, kemanisan 30x dari sukrosa, lebih dari itu kadar kemanisan
akan berkurang dan pada kadar 0,5% w/v after taste pahit akan lebih terasa
pH : 5,5 – 7,5 untuk larutan 10% w/v
Kelarutan : 1:5 bagian air (pada suhu 20oC), 1:2 bagian air (45oC), 1:25 bagian
propilen glikol (pada suhu 20oC), 1:250 bagian etanol 95% (pada suhu 20oC)
inkompatibilitas : -

9. Sukralosa (HOPE Ed. 5 hal. 742-743, HOPE Ed. 6 hal 701-702)


Pemakaian : ADI (Acceptable daily intake) menurut WHO adalah sampai 15 mg/kg BB
Kemanisan : 300-1000x dari sukrosa
Kelarutan : mudah larut dalam air, metanol, dan etanol 95%; sedikit larut dalam etil asetat.
pH : 5 – 6 (larutan 10% w/v pada suhu 20oC)
inkompatibilitas : -

10. Acesulfame potassium (HOPE Ed. 5 hal. 4-5, HOPE Ed. 6 Hal 3-4)
Pemakaian : ADI (Acceptable daily intake) menurut WHO adalah sampai 15 mg/kg bobot badan.
Kemanisan : 180-200x dari sukrosa, hampir sama dengan kemanisan aspartam, sepertiga
kemanisan sukralosa, setengah kemanisan Na sakarin, 4-5x lebih manis daripada Na
siklamat.
pH : 5,5-7,5 (larutan 1% w/v)
Kelarutan : 1:10 bagian etanol 50% pada suhu 20oC; 1:3,7 bagian air (pada suhu 20oC); 1: 0,77
bagian air (pada suhu 100oC).
Inkompatibilitas : -

11. Alitame (HOPE Ed. 6 Hal 28-29)


Pemakaian : ADI (Acceptable daily intake) menurut WHO adalah sampai 40-300 mg/kg bb.
Kemanisan : 2000x dari sukrosa
pH : 5-6 (larutan 5% w/v)
Kelarutan : 1:1.6 bagian etanol 98% pada suhu 20oC; 1:7,6 bagian air (pada suhu 25oC); 1: 2
bagian air (pada suhu 50oC).

2
KIT PENDUKUNG APT ITB Januari 2014 DAFTAR PEMANIS

Inkompatibilitas : agen oksidator maupn reduktor, asam kuat tau basa kuat

12. Isomalt (HOPE Ed. 6 Hal 342-346)


Pemakaian : ADI (Acceptable daily intake) menurut WHO adalah tak spesifik
Kemanisan : 50-60% dari sukrosa
pH : 3-10
Kelarutan : lihat hope
Inkompatibilitas : agen oksidator maupn reduktor, asam kuat tau basa kuat
 Banyak digunakan / tablet hisap/lozenges/tablet buccal/sublingual
 Aman u/ diabetes