Anda di halaman 1dari 6

Nama : Vederis Leunardus

NIM : 1505105011
Prodi : Agroekoteknologi

Dinamika Populasi Hama

Definisi populasi adalah sebuah kelompok kolektif individu dari spesies yang sama
menempati ruang tertentu. Dinamika dapat didefinisikan sebagai sebuah perubahan konstan
sehingga dinamika populasi dapat didefinisikan ilmu yang mempelajari tentang perubahan dalam
jumlah populasi dan faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut.

Teori Dinamika Populasi

Dalam teori dinamika populasi hal yang akan kita tanyakan adalah fitur apa yang dimiliki oleh
parasitoid, inang, dan lingkungan yang bertanggung jawab dalam pengendalian hama yang
sukses dalam proyek pengendalian biologis yang klasik. Suatu proyek pengendalian hama
dikatakan sukses apabila terdapat pengurangan yang signifikan pada populasi hama dan
penekanan populasi secara stabil.

Pada gambar tersebut menggambarkan secara hipotesis pengaplikasian biological-control


dalam menekan populasi hama.
Faktor yang mempengaruhi perubahan dalam populasi yaitu:

1. Kelahiran, (natalitas) semakin banyak yang lahir maka populasi akan meningkat.
2. Kematian, (mortalitas) semakin banyak yang meninggal maka populasi akan menurun.
3. Migrasi
a. Imigrasi
b. emigrasi

Kurva Kelangsungan hidup

Kurva kelangsungan hidup (kesintasan) adalah grafik yang menunjukkan jumlah atau proporsi
individu yang masih hidup pada setiap usia untuk spesies atau kelompok (misalnya laki-
laki/jantan atau perempuan/betina) yang diberikan.

Ada tiga jenis umum dari kurva ketahanan hidup:

Kurva tipe I (kurva fisiologis) yang ditandai dengan kelangsungan hidup tinggi pada awal
kehidupan dan menengah, semakin tua maka angka harapan hidupnya akan semakin turun
contohnya adalah manusia, gajah, dan beruang.

Kurva tipe II (kurva ekologi) adalah perantara antara tipe I dan tipe III, di mana angka
kematian rata-rata konstan dialami tanpa memandang usia. Contohnya adalah mamalia kecil,
kadal, burung,

Kurva tipe III (kurva maturase) adalah mortalitas tinggi terjadi pada saat muda dan
keberhasilan hidup akan meningkat diwaktu tua contohnya adalah serangga.
Tipe Pertumbuhan Populasi

Terdapat dua tipe pertumbuhan populasi hama yang pertama secara exponensial dan yang kedua
secara logistic, Secara teoritik, pada keadaan lingkungan yang ideal dimana tidak ada faktor
lingkungan fisik atau biotik yang membatasi laju pertumbuhan intrinsik yang maksimum maka
populasi tumbuh secara eksponensial Kemampuan populasi tumbuh membentuk kurva
eksponensial disebut dengan potensi biotik.

Persamaan logistik ini pertama kali ditemukan oleh Verhuls pada tahun 1839, yang dikenal
dengan nama kurva logistik atau kurva S karena bentuknya seperti huruf S.Asumsi yang berlaku:
Populasi akan mencapai keseimbangan dengan lingkungan, dengan sebaran umur yang stabil
Pertumbuhan akan mengalami pertumbuhan yang berangsur-angsur menurun secara tetap dengan
konstanta r Pengaruh r bersifat seketika tanpa penundaan (time tag) Sepanjang pertumbuhan
lingkungan tidak mengalami perubahan Pengaruh kerapatan adalah sama terhadap semua
tingkatan umur populasi Perkembangan tidak dipengaruhi oleh kerapatan dan rasio jenis
kelamin.

(a) pertumbuhan exponensial (b) pertumbuhan logistic


Contoh populasi logistic dari lalat buah Konsep Pertumbuhan logistic

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan populasi

1. density dependent factor (faktor yang bergantung pada kepadatan)


Faktor yang mengendalikan populasi lebih berpengaruh pada populasi yang lebih
besar dibandingkan populasi yang kecil. Contohnya : kompetisi, predasi, dan
parasitisme
2. Density independent factor (faktor yang tidak bergantung pada kepadatan)
Faktor yang mengendalikan populasi tidak tergantung dengan ukuran populasi
Contohnya : kebakaran hutan, kekeringan, letusan gunung berapi.
Secara teori, dinamika populasi hama ditentukan oleh faktor yang bergantung pada kepadatan
atau tidak. Namun, dalam mengendalikan hama kita dapat membagi kedua hal tersebut lagi. Pada
yang tidak bergantung pada kepadatan akan dibagi menjadi dua yaitu secara fisik atau biologis,
sedangkan pada yang bergantung ada yang bersifat reciprocal atau tidak,

Perlakuan secara fisik kita bisa memodifikasi lingkungannya contoh suhu, kelembaban, pH
tanah, dll. Perlakuan secara biologis kita bisa memodifikasi inang, atau kualitas makanannya.
Pada nonresiprocal kita bisa dengan sifat kompetisi ruang, makanan dan teritori. Pada reciprocal
kita bisa memanfaatkan agensia hayati. Berbagai modifikasi yang kita berikan diharapkan dapat
menurunkan populasi hama, karena pertama, hama menjadi tidak nyaman hidup di
lingkungannya sehingga angka natalitas akan berkurang, kedua angka mortalitas semakin
meningkat karena hadirnya agensia hayati, ketiga hama akan melakukan migrasi karena kalah
bersaing dalam sumber daya, makanan, dan teritori.
Daftar Pustaka

Reece, Jane B.; Meyers, Noel; Urry, Lisa A.; Cain, Michael L.; Wasserman, Steven A.;
Minorsky, Peter V.; Jackson, Robert B.; Cooke, Bernard N. (2012). Campbell Biology.
Australian Version (9th ed.). Pearson. p. 1204. ISBN 978-1-4425-3176-5.

Hamid, Hasmiandi. 2016. Ekologi populasi. Agroekoteknologi Universitas Andalas.

http://www.forestpestbiocontrol.info/resources/documents/pdf-08-pp08-
bcandpopdynamicstheory.pdf (dakses 12 Maret 2017)