Anda di halaman 1dari 8

RUMAH SAKIT UMUM PROSEDUR KEJADIAN LUAR BIASA

MATERNA MEDAN (KLB)

No. Dokumen
05.1/TU/08/2010 NO. REVISI HALAMAN
A 1/8

PROSEDUR TETAP
PELAYANAN TANGGAL TERBIT
ADMINISTRASI & 26 Juli 2010
MANAJEMEN

Kejadian Luar Biasa adalah suatu peristiwa yang tejadi secara


mendadak atau secara berlanjut yang menimbulkan dampak
PENGERTIAN terhadap pola kehidupan yang normal atau kerusakan ekosistem
sehingga diperlukan tindakan darurat dan luar biasa untuk menolong
dan menyelamatkan manusia beserta lingkungannya.
Memberikan pertolongan medis pada korban bencana baik
ditempat kejadian maupun di rumah sakit (dengan prinsip instalasi
TUJUAN
pelayanan medik gawat-darurat sehari-hari.

KEBIJAKAN
PERALATAN DAN FASILITAS

1. Semua fasilitas tersedia di Instalasi Gawat Darurat


2. Aula RS sebagai Tempat Penampungan Darurat
3. Post Satpam di dckat gerbang RS sebagai Pos Penerangan
4. Ambulans dcngan perangkat basic life support yang terdiri dari :
- Cervical Collar : 1 buah
- Spinal Board : 1 buah
- Oropharyngeal Airways beberapa buab & berbagai ukuran
- Spctcl lidah : 1 huah
- Suction : 1 buah
- Ambu Bag + Face mask 2 set (dewasa & anak)
PERSIAPAN - Tabung oksigen
- Face mask 1 set
- IV Catheter beberapa buah & berbagai ukuran
- Infusion set : 2 buah
- Blood set : 2 buah
- Larutan RL : 5 botol
5. Mobil angkutan RS
6. Alat komunikasi (telepon, megaphone)
7. Brankar, ranjang pasen, kasur, tiang infus dan oksigen
cadangan
8. Pralatan dan obat-obatan scsuai kebutuhan.
9. Kartu Rekam Medis Korban (merah, kuning, dan hijau).
RUMAH SAKIT UMUM
PROSEDUR KEJADIAN LUAR BIASA
MATERNA MEDAN
(KLB)

No. Dokumen
05.1/TU/08/2010 NO. REVISI HALAMAN
A 2/8

10. Kartu pengenal petugas


PERSIAPAN 11. Kartu izin masuk
12. Formulir permintaan peralatan dan obat-abatan
Penanggulangan Bencana Mencakup:
1. Persiapan dan Mobilisasi Petugas.
2. Pengiriman Pertugas ke Lokasi Bencana.
3. Identifikasi Korban.
4. Triase
5. Tindakan Medis
6. Tindakan Bedah Darurat.
7. Rujukan dan pindah rawat.
8. Penampungan Korban
9. Korban Meninggal
10. Korban pulang
11. Komunikasi
12. Registrasi
13. Logistik
14. Konsumsi
15. Penerangan
PROSEDUR 16. Rapat Tim Penanggulangan Bencana,
17. Dokumentasi
18. Persetujuan Tindakan
19. Penyusunan Laporan Kerja Tim Penanggulangan Bencana

Persiapan dan Mobilisasi Petugas


1. Laporan terjadi bencana diterima oleh operator telepon atau
cara lain.
2. Operator menkonfirmasi informasi kepada pihak kepolisian atau
pihak lain, Setelkah menerima informasi lebih rinci mengenai
wujud bencana (kebakaran, kereta api terguling, huruhara dsb),
waktu terjadinya, perkiraan jumlah korban, kondisi korban dan
lain-lain dianggap perlu.
3. Operator segera melapor ke dokter jaga IGD
4. Dokter jaga IGD segera menghubungi Ketua Tim
Penanggulangan Bencana.

PROSEDUR KEJADIAN LUAR BIASA


RUMAH SAKIT UMUM
MATERNA MEDAN (KLB)
No. Dokumen
05.1/TU/08/2010
NO. REVISI HALAMAN
A 3/8

5. Sebelum KetuaTim datang dokter jaga IGD bertindak sebagai


ketua Tim.
6. Ketua Tim mempersiapkan peralatan dan obat-obatan di !GD
sesuai kapasitas dan perkiraan jumlah korban.
7. Bila diperkirakan jumlah korban lebih dari kapasitas lCD, Ketua
Tim menetapkan Aula RSU. Materna untuk tempat
penampungan Darurat dan membentuk Tim Medis Tempat
Penampungan Darurat di bantu petugas lain yang dirujuk.
8. Tim Medis Tempat Penampungan Darurat clibantu petugas lain
mempersiapkan aula untuk menampung dan menolong korban
sesuai kapasitasnya.
9. Petugas kamar bedah, laboratorium dan rontgen
mempersiapkan bagian masing-masing untuk melayani korban
bencana. Jika dipandang perlu, ketua tim membatalkan semua
bedah elektif agar Bagian Bedah dapat memberi pertolongan
bedah darurat korban bencana.
10. Satpam segera mengamankan IGD dan lokasi penanggulangan
darurat sehingga tidak seorangpun yang bukan petugas tim
penanggulangan bencana dikenakan masuk tanpa izin masuk
yang sudah dipersiapkan.
11. Mobilisasi Petugas
a. Yang dimobilisasi :
PROSEDUR - Dokter jaga IGD
- Dokter Bangsal, IPI
- Dokter consulen on call
- Perawat dari IGD, Bedah, IPI
- Pembantu perawat di lCD, Kamar Bedah, IPI
- Sopir, satpam, petugas registrasi, dapur dan logistik
- Dokter dan perawat RSU.Materna yang datang secara
suka rela.
b. Operator berusaha sedapat mungkin menghubungi para
dokter dan perawat tidak dalam tugas melalui telepon namun
tidak menghambat komunikasi tim bencana.
c. Bagi yang tidak dapat dihubungi melalul telepon, mobilisasi
berlaku spontan (melalui pemberian mass media
masyarakat) dan berantai (orang ke orang).

RUMAH SAKIT UMUM PROSEDUR KEJADIAN LUAR BIASA


MATERNA MEDAN
(KLB)
No. Dokumen
05.1/TU/08/2010 NO. REVISI HALAMAN
A 4/8

PROSEDUR
d. Semua petugas yang datang melapor ke Ketua Tim Medisi
Dokter Jaga IGD.
e. Ketua Tim Medis mencatat dan mengatur pembagian mereka
dan selanjutnya segera siap ke pos dan tugas masing-masing.
Peniriman Petugas Ke Lokasi Bencana.
1. Ketua Tim Penanggulangan Bencana menetapkan
pengiriman petugas ke lokasi bencana berdasarkan
pertimbangan :
- Lokasi Bencana-dapat/tidak dapat dicapai ambulans.
- Keamana Petugas
- Informasi mengenai kondisi para korban.
2. Bia telah ditetapkan, ketua tim segerah membentuk tim
lapanganyang terdiri dari : 1 orang dokter IGD sebagai
kepalah regu, 2 orang perawat IGD dan 1 orang supir
Ambulan.
3. Tim Lapangan ini segera menipersiapkan peralatan yang
diperlukan :
- Perangkat basic life support
- Peralatan lain dan obat-obatan yang diperlukan
berdasarkan informasi nlengenai kondisi dan jumlah
korban.
- Kartu Rekam Medik Korban Bencana
- Alat Kornunikasi (telepon genggam)
4. Di lokasi bencana, dokter tim lapangan segera melapor ke
Ketua Satgas Penanggulangan Bencana di lanpangan.
Semun aktivitas selanjutnya dikoordinasikan dengan Satgas
di lokasi dan dengan Ketua Tim Bericana RS.
5. Tugas pokok tim lapangan adalah:
- Melakukan triase prehospital.
- Melakukan basic life support hagi korban yang dalam
keadaan gawat darurat.
- Mongirim korban ke rumah sakit sesuai prioritas.
- Memberi pertolongan medis kepada korban luka ringan
yang tidak memerlukan pertolongan lanjutan di rumah
- sakit.

RUMAH SAKIT UMUM PROSEDUR KEJADIAN LUAR BIASA


MATERNA MEDAN
(KLB)
No. Dokumen
05.1/TU/08/2010 NO. REVISI HALAMAN
A 5/8

REGISTRASI
1. Petugas regitrasi mendata semua korban yang diterima oleh
rumah sakit, terdiri dan Idenfifikasi korban, kondisinya
(herdasarkan keterangan dari tim medis) dan tempat
penampungan korban.
2. Data ini secara terus menerus dikirim ke pos penerangan dan
bagian dapur

LOGISTIK
1. Petugas tim bencana membuat daftar nama dan banyak
peralatan dan obat-obatan yang dibutuhkan.
PROSEDUR 2. Catatan diteruskan ke ketua tim melalui petugas administrasi.
3. Setelah disetujui dan ditanda tangani oleh ketua tim, daftar
diteruskan ke petugas logistik.
4. Petugas logistik menyiapkan peralatan dan obat-ohatan
berdasarkan daftar yang telah ditandatangani ketua tim.
Semua pengeluaran harus dicatat dan Iampirannya diserakan
ke petugas administrasi untuk dicocokkan dan untuk
penyusunan laporan pertanggung j awaban.
KONSUMSI
1. Petugas konsumsi mempersiapkan konsumsi bagi petugas dan
korban berdasarkan data dari petugas registrasi.
2. Semua pengeluaran dicatal dan lampirannya diserahkan
kepada ketua tim.

PENERANGAAN.
1. Petugas penerangan menyiapkan pos penerangan di pos
satpam dekat gerbang Rumah Sakit serta perlengkapan yang
terdiri dari papan pengumuman, megaphone, kartu pengenal
untuk keluarga korban dan pengunjung lain.
2. Petugas penerangan menerima informasi dan data korban yang
ditolong di rumah sakit melalui petugas registrasi.

RUMAH SAKIT UMUM PROSEDUR KEJADIAN LUAR BIASA


MATERNA MEDAN
(KLB)
No. Dokumen
05.1/TU/08/2010 NO. REVISI HALAMAN
A 6/8

3. Petugas penerangan menginformasikan kepada masyarakat


yang mencari anggota keluarganya yang ditimpa bencana,
dengan cara :
- Mencatat data-data korban di papan pengumuman sehingga
bisa terbaca oleh masyarakat yang datang mencari
keluarganya yang ditimpa bencana.
PROSEDUR - Petugas penerangan memberikan informasi kepada anggota
masyarakat yang mencari informasi anggota keluarganva
yang menjadi korban berdasarkan data yang diterima ini.
4. Keluarga korban yang akan menemui korban dibuatkan kartu
pengenal. Setiap korban hanya boleh ditemui satu orang.
5. Masvarakat yang mencari anggota keluarga yang hilang dapat
diberi kartu masuk guna mengidentifikasi korban anonim, dan
hanya diperkenankan masuk ke lokasi penampungan dengan
waktu dibatasi 30 menit. Setelah waktunya, pengunjung ini
harus kembali ke pos penerangan dan melaporkan hasilnya.
6. Pada bencana massal disebabkan huru-hara, penerangan
kepada masyarakat dikoordinasi bersama piliak kepolisian/pihak
lain yang berwenang.

KEAMANAN
1. Pengamanan lokasi :
- Satpam segera mengamankan lokasi penampungan dan
lGD.
- IGD di lokasi penampungan korban dinyatakan sehagai
daerah tertutup. Semua orang yang tidak berkepentingan
diminta keluar/tidak masuk ke lokasi kecuali mempunyai
kartu masuk yang dibuat oleh petugas penerangan.
2. Pengaman benda milik korban :
- Semua milik korban yang telah diinventaris oleh petugas
administrasi, ditempatkan pada tempat penampungan dan
djaga agar tidak hilang.
- Benda milik korban hanya boleh diambil oleh
pemiliknva/keluarganya setelah dikonfirmasikan oleh
petugas administrasi.
- Milik korban yang akan diambil oleh petugas kepolisian/
pihàk lain untuk barang bukti/keperluan lain, harus
membawa surat perintah.
- Keluarga/petugas yang mengambil milik korban diminta
menandatangani surat penyerahan barang.

RUMAH SAKIT UMUM PROSEDUR KEJADIAN LUAR BIASA


MATERNA MEDAN
(KLB)

NO DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


A 7/8

PROSEDUR
3. Satpam juga memperhatikan keamanan rumah sakit, fasilitas
rumah sakit, para petugas dan lain-lain yang dianggap perlu.
4. Bila diangap perlu, ketim tim dapat meminta bantuan pihak
kepolisian.
RAPAT TIM PENANGGULANGAN BENCANA
1. Ketua Tim dapat menyelenggarakan apabila diperlukan untuk
koordinasi kerja menentukan upaya-upaya selanjutnya,
penyusunan statement untuk media, kepolisian/masyarakat,
dan lain-lain yang dipandang perlu.
2. Rapat dipimpin oleh Ketua Tim dan dihadiri oleh anggota tim,
staf rumah sakit, orang lain yang diundang
3. Rapat boleh diadakan setiap saat, dengan pertimbangan tidak
menghambat kelancaran aktifitas.

DOKUMENTASI
1. Petugas dokumentasi mengumpulkan semua catatan, data
korban, rekam medik korban, pengeluaran dari bagian logistik
dan dapur, daftar petugas dan lain-lain yang dianggap penting.
2. Semua catatan ini, berupa fotocopy atau aslinya, disimpan
sebagai arsip di Sekretariat RSU. Materna
3. Seorang petugas dokumentasi merekam aktilitas-aktifitas yang
penting untuk melengkapi arsip, barang bukti dan identifikasi
korban yang tidak dikenal.

PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIK


1. Secara umum berlaku
- Per.Men.Kes. RI No.585/Men.Kes/Per/IX/1989 tentang
Persetujuan Tindakan Medik.
- Protap persetujuan medis RSU.Materna.

RUMAH SAKIT UMUM PROSEDUR KEJADIAN LUAR BIASA


MATERNA MEDAN
(KLB)
No. Dokumen
05.1/TU/08/2010 NO. REVISI HALAMAN
A 8/8

PROSEDUR
2. Petugas media yang menolong korban dalam keadaan gawat
darurat (true emergency) dan tidak dapat diminta persetujua.n
tindakan medis yang akan dilakukan, maka petugas medis
dapat melakukan tindakan penyelamatan jiwa/kecacatan
dengan pertimbangan:
- Jika tindakan medis ditunda akan membahayakan jiwanya.
- Dalam keadaan sadar/dapat memberikan persetujuan,
korban akan menyetujui tindakan medis yang telah
diterimanya.

PENYUSUNAN LAPORAN KERJA

1. Ketua Tim ntenyusun laporan kerja dibantu oleh petugas


dokumentasi dan orang lain yang ditunjuk oleh Sekretaris
Rumah Sakit.
2. Dalam penyusunan laporan ini, ketua tim dapat meminta
keterangan dan semua anggota tim yang dianggap penting.
3. Sebelum laporan diserahkan kepada Direktur, ketua tim
membahas laporan ini dalam rapat tim agar dapat dikoreksi,
disempurnakan dan disepakati bersama.
4. Laporan kerja tim penanggulangan Bencana diserahkan kepada
Direktur.
5. Laporan kerja ini merupakan pertanggungjawaban Ketua Tim
Penanggulangan Bencana beserta seluruh anggota kepada
Direktur.

1. Instalasi Kamar Bedah


2. IPI
3. Laboratorium
4. Radiologi
5. Operator Telepon
UNIT TERKAIT 6. Satpam
7. Ambulans
8. Bagian Logistik
9. Bagian Dapur