Anda di halaman 1dari 165

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM

OLEH :

Prof. Dr. SITI SALMAH

Dr. ARDINIS ARBAIN

Dra. NETI MARUSIN

Prof. Dr. SYAMSUARDI, M.Sc. PUTRA SANTOSO, M.Si.

M. IDRIS, M.Si.

Dr. HENNY HERWINA, M.Sc.

DIDANAI OLEH ANGGARAN DIPA UNAND TAHUN 2011 DENGAN KEPUTUSAN DEKAN FMIPA UNAND PERIHAL PENETAPAN TIM PENYUSUNAN DIKTAT MATA KULIAH DASAR FMIPA NO. 347/XIII/D/FMIPA-2011 TANGGAL 27 APRIL 2011

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA & ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala nikmat kepada kami sehingga penyusunan modul kuliah ini dapat diselesaikan sebagai mana mestinya. Modul kuliah ini dimaksudkan sebagai bahan ajar yang akan mendukung kelancaran proses pembelajaran pada Mata Kuliah BIOLOGI UMUM pada Jurusan Biologi FMIPA UNAND. Sebagai suatu bentuk mata kuliah pengantar, maka materi-materi yang disajikan dalam modul ini bersifat umum yang diharapkan dapat memberikan pemahaman konsep-konsep dasar dalam Biologi yang nantinya akan lebih diperdalam pada berbagai mata kuliah spesifik di semester-semester berikutnya. Rampungnya bahan ajar ini tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak baik berupa material maupun dorongan motivasi kepada kami sebagai tim penyusun. Oleh sebab itu sudah selayaknya kami mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Emriadi, M.Sc. selaku dekan FMIPA UNAND yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada tim kami sebagai penerima bantuan dana DIPA UNAND Th. 2011.

2. Ketua Jurusan Biologi FMIPA UNAND yang telah memberikan dukungan dan panduan dalam pengajuan pembuatan bahan ajar.

3. Rekan-rekan sesama staf pengajar di lingkungan Jurusan Biologi UNAND yang telah memberikan kontribusi berupa materi-materi yang relevan untuk menambah materi dalam bahan ajar ini.

4. Semua pihak yang telah berperan serta baik secara langsung maupun tidak

langsung. Sebagai sebuah karya keilmiaan, kami berharap semoga bahan ajar ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi siapa saja yang membaca dan mempelajarinya. Dan sebagai sebuah karya pula maka kami menyadari bahwa sudah pasti terdapat kekurangan ataupun kejanggalan di berbagai tempat dalam buku ini. Oleh sebab itu, demi kesempurnaannya di masa mendatang, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan.

PADANG, OKTOBER 2011

TIM PENYUSUN

DAFTAR ISI

Halaman

COVER

i

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI

iii

1. PENDAHULUAN

1

2. ASAL USUL MAHLUK HIDUP

6

3. SEL DAN REPRODUKSI SEL

10

4. JARINGAN HEWAN

16

5. JARINGAN TUMBUHAN

23

6. SISTEM ORGAN TUMBUHAN

28

7. FOTOSINTESIS

34

8. RESPIRASI TUMBUHAN

42

9. TRANSPIRASI DAN GUTASI

47

10. UNSUR HARA TUMBUHAN

52

11. HORMON TUMBUHAN

59

12. GERAK TUMBUHAN

66

13. REPRODUKSI TUMBUHAN

71

14. INTEGUMEN, RANGKA DAN OTOT

79

15. SISTEM PENCERNAAN

84

16. SISTEM RESPIRASI HEWAN

88

17. SISTEM SIRKULASI HEWAN

95

18. SISTEM EKSKRESI

99

19. SISTEM REPRODUKSI HEWAN

104

20. SISTEM KOORDINASI HEWAN

110

21. BIOSISTEMATIKA HEWAN

116

22. BIOSISTEMATIKA TUMBUHAN

122

23. GENETIKA

128

24. EVOLUSI

135

25. EKOLOGI

150

26. ETOLOGI

156

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

1. PENDAHULUAN

Hakekat Ilmu Pengetahuan Ilmu didefinisikan sebagai pengetahuan yang terorganisir, bersifat dinamis dan berkembang terus. Sains (science) berasal dari bahasa latin yaitu scientia yang berarti to know dan secara harfiah berarti ilmu pengetahuan (sains = ilmu). Pengetahuan dapat diperoleh dengan mengumpulkan pengalaman yang didapatkan dengan cara berfikir dan merasa. Asal Ilmu bersumber dari pandangan yang bersifat: magis, gaib atau sihir. Kemudian ada perkembangan pemahaman berdasarkan ajaran agama dan ilmu murni (science) dan ilmu terapan (oleh professional). Berdasarkan masanya, periode perkembangan ilmu dibagi menjadi tiga yaitu periode awal, periode yunani kuno, dan periode modern.

a) Periode Awal (4000-6000 SM)

b) Penemuan yang didokumentasikan pada kertas papyrus (Mesir & Mesopotamia)

c) Periode Yunani Purba (600 SM-1600) Muncul berbagai perkembangan teoritis, dimana terdapat para ahli filsafat seperti Socrates Pluto (Academi), dan Aristoteles (perkembangan ilmu taxonomi dan morfologi).

d) Perode Modern (1600 – Sekarang)

Periode modern dicirikan dengan adanya pemahaman fenomena alam melalui observasi dan eksperimen seperti yang dilakukan oleh Darwin dan Pasteur. Landasan pemahaman tentang ilmu pengetahuan sangat berkaitan erat dengan filosofi. Dimana filosofi itu sendiri diartikan sebagai suatu pengulasan ilmu secara mendasar dan menyeluruh. Hal ini dapat dikategorikan menjadi tiga aspek yaitu :

1. Ontologi: materi (objek) suatu ilmu dan keberadaannya di kehidupan manusia

2. Epistemologi: cara mendalami dan bergerak dalam ilmu pengetahuan

3. Aksiologi: guna mendalami dan pedoman untuk bergerak dalam dunia ilmu

Biologi Sebagai Ilmu Pengetahuan Bioloi merupakan salah satu dari ilmu pengetahuan alam. Ilmu biologi dirintis oleh Aristoteles yang merupakan ilmuwan berkebangsaan Yunani yang kita sebut juga sebagai bapak perintis biologi Biologi berasal dari kata bios (βiος) dan logos (λόγος) yang merupakan bahasa Yunani, masing-masing artinya hidup dan ilmu. Jadi artinya ilmu alam yang mempelajari tentang organisme hidup dan interaksinya dengan lingkungan.

1

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA Biologi termasuk Ilmu Pengetahuan Alam Fisika, Kimia, Astronomi, Geologi, Geografi

Biologi termasuk Ilmu Pengetahuan Alam

Fisika, Kimia, Astronomi, Geologi, Geografi Meteorologi
Fisika,
Kimia,
Astronomi,
Geologi,
Geografi
Meteorologi

Sebenarnya aspek yangg dipelajari di biologi adalah semua yang berhubungan dengan makhluk hidup itu sendiri. Selain struktur, fungsi, tumbuh-kembang, dan adaptasi terhadap lingkungan tempat hidup, ada juga penggolongan makhluk hidup, habitatnya, peran pada lingkungan, asal-usul dan evolusinya. Biologi sangat luas karena semua makhluk hidup dipelajari, dari yang sekecil bakteri hingga yang sebesar paus putih. Karena begitu luasnya cakupan Biologi, maka dibuatlah cabang-cabang ilmu biologi seperti pada skema berikut ini.

cabang-cabang ilmu biologi seperti pada skema berikut ini. Pada dasarnya ilmu biologi hanya dikategorikan menjadi dua

Pada dasarnya ilmu biologi hanya dikategorikan menjadi dua yaitu botani (mempelajari tumbuhan) dan zoologi (mempelajari hewan). Namun kemudian diperluas berdasarkan jenis atau kelompok organisme yang dipelajarinya secara lebih spesifik. Hal tersebut dapat dilihat seperti pada cabang ilmu zoologi yang dibagi menjadi berbagai cabang lagi antaralain :

Protozoolgi

Helminthologi

Malakologi

Ornitologi

Herpetologi

2

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Ichtiologi

Primatologi

Entomologi

Melittologi

Acarologi Cabang biologi terus-menerus bertambah, sesuai dengan perkembangan ilmu biologi itu sendiri. Antara lain mikologi (ilmu tentang fungi) yang dahulu disatukan dalam botani, sekarang dipisahkan, kemudian ada fikologi (ilmu tentang alga), lalu ada bryologi (ilmu lumut), ada ichtiologi (ilmu tentang ikan), karsinologi (ilmu tentang krustasea), mammologi (ilmu tentang mammalia), ornitologi (ilmu tentang burung), entomologi (ilmu tentang insekta), parasitologi (ilmu tentang parasit), etnobotani, dan etnozoologi. Cabang biologi yang mempelajari virus disebut virologi, bakteri bakteriologi, mikroorganisme secara umum disebut mikrobiologi, tumbuhan botani, hewan zoologi, hubungan antara makhluk dan lingkungan disebut ekologi. Cabang yg mempelajari aspek kimia dari kehidupan disebut biokimia. Ilmu Biologi sangat berpengaruh dan berguna bagi kehidupan manusia. Biologi banyak digunakan untuk berbagai bidang kehidupan seperti pertanian, peternakan, perikanan, kedokteran, dan lain sebagainya.

Pemecahan Masalah Dengan Metode Ilmiah Metode ilmiah adalah cara kerja dari ilmu pengetahuan, brsifat ilmiah serta merupakan langkah-langkah sistematis yang digunakan dalam ilmu-ilmu tertentu yang baik direfleksikan atau diterima begitu saja. Metode atau cara kerja Ilmu pengetahuan pertama kali di kemukakan oleh Filsuf Yunani, Aristotelas. Ia memandang penelitian ilmiah sebagai kelanjutan dari observasi-observasi empiris ke prinsip umum (induksi) dan kemudian dari prisip umum ke observasi(deduksi). Jadi, inti dari metode ilmiah adalah dimana seseorang mampu berfikir logis, analistis, (menggunakan analisis), dan empiris (seseai kenyataan). Dalam melakukan aktivitas ilmiah, kita perlu memperhatikan struktur metode ilmiah, struktur metode penelitian ilmiah, stuktur penulisan ilmiah atau cara penyusun laporan ilmiah, serta bahasa ilmiah. Selain itu kita mampu bersikap ilmiah saat melakukan aktivitas ilmiah. Penelitian akan berhasil dengan baik apabila dilakukan sesuai dengan struktur metode ilmiah. Sruktur metode ilmiah memiliki beberapa langkah yang terdiri dari:

a. Perumusan masalah : Proses kegiatan ilmiah dimulai ketika kita tertarik pada sesuatu hal. Ketertarikan ini karene manusia memiliki sifat perhatian. Pada saat kita tertarik

3

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

pada sesuatu, sering timbul pertanyaan dalam pikiran kita. Perumusan masalah

merupakan langkah untuk mengetahui masalah yang akan dipecahkan sehingga

masalah tersebut menjadi jelas batasan, kedudukan, dan alternatif cara untuk

memecahkan masalah tersebut. Perumusan masalah juga berarti pertanyaan mengenai

suatu objek serta dapat diketahui factor-faktor yang berhubungan dengan objek

tersebut.

b. Pembuatan kerangka berfikir : Pembuatan kerangka berfikir merupakan argumentasi

yang menjelaskan hubungan antar berbagai faktot yang berkaitan dengan objek dan

dapat menjawab permasalahan. Pembuatan kerangka berfikir menggunakan pola

berfikir logis, analitis, dan sintesis atas keterangan-keterangan yang diperoleh dari

berbagai sumber informasi. Hal itu diperoleh dari wawancara dengan pakar atau

dengan pengamatan langsung.

c. Penarikan hipotesis : Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap

suatu permasalahan. Penyusunan hipotesis dapat berdasarkan hasil penelitian

sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain. Dalam penelitian, setiap orang

berhak menyusun Hipotesis.

d. Pengujian Hipotesis : Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara menganalisis data.

Data dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui percobaan atau

eksperimen. Percobaan yang dilakukan akan menghasilkan data berupa angka untuk

memudahkan dalam penarikan kesimpulan. Pengujian hipotesis juga berarti

mengumpulkan bukti-bukti yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk

memperlihatkan apakah terdapat bukti-bukti yang mendukung hipotesis.

e. Penarikan kesimpulan : Penarikan kesimpulan merupakan penilaian apakah sebuah

hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima. Hipotesis yang diterima dianggap

sebagai bagian dari pengetahuan ilmiah, sebab telah memenuhi petrsyaratan

keilmuan. Syarat keilmuan yakni mempunyai kerangka penjelasan yang konsisten

dengan pengetahuan ilmiah sebelumnya serta telah teruji kebanarannya.

Upaya Menyingkap Suatu Masalah Dan Penerapannya Dalam Metode Ilmiah

Struktur Metode Ilmiah

Penerapan langkah-langkah Metode Ilmiah

1

Perumusan masalah

Benarkah kehidupan berasal dari benda mati?

2

Penyusun kerangka

Membaca teori abiogenasis dan hasil penelitian para

3

berfikir

ilmuan pendukungnya.

4

Penarikan hipotesis

Makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebalumnya.

5

Pengujian hipotesis

Melakukan percobaan dengan dua bua toples yang

4

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Penarikan kesimpulan

masing-masing d isi sekerat daging. Toples I ditutup dan toples II dibiarkan terbuka. Setelah beberapa hari toples I tidak ditemukan adanya belatung dan pada toples II di temukan banyak belatung Belatung pada daging yang membusuk berasal dari telur lalat yang menetas, jadi makhluk hidup berasal dari mahkluk hidup.

5

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

2. ASAL USUL MAHLUK HIDUP

A. Asal Usul Kehidupan Bagaimana makhluk hidup pertama lahir masih merupakan misteri yang belum bisa diungkap para ilmuan. Secara umum Teori asal usul kehidupan ada dua, yaitu abiogenesis (makhluk hidup berasal dari benda mati) dan biogenesis (makhluk hidup brasal dari makhluk hidup juga).

1. Teori Abiogenesis

Pemuka paham ini adalah seorang bangsa Yunani, yaitu Aristoteles (394-322 sebelum masehi). Teorinya mengatakan kalau makhluk hidup yang pertama menghuni bumi ini adalah berasal dari benda mati. Timbulnya makhluk hidup pertama itu terjadi secara spontan karena

adanya gaya hidup. Oleh karena itu paham abiogenesis disebut juga paham generatio spontanea. Paham ini bertahan cukup lama, yaitu semenjak zaman Yunani kuno (ratusan tahun sebelum masehi) hingga pertengahan abad ke 17. Pada pertengahan abad ke 17 paham ini seolah-olah diperkuat oleh antonie van Leeuweunhoek, seorang bangsa Belanda. Dia menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk melihat jentik-jentik

(makhluk hidup) amat kecil pada setetes rendaman air jerami. Hal inilah yang seolah-olah memperkuat paham abiogenesis.

2. Teori Biogenesis

Setelah bertahan cukup lama, paham abiogenesis mulai diragukan. Beberapa ahli kemudian mengemukakan paham biogenesis. Para ahli yang mengemukakan paham biogenesis antara lain:

a. Francesco Redi (Italia, 1626-1697)

Redi menentang teori abiogenesis dengan mengadakan percobaan menggunakan toples dan daging. Toples 1 diisi daging yang ditutup rapat-rapat. Toples 2 diisi daging dan ditutup kain kasa. Toples 3 diiisi daging dan dibuka. Ketiga toples ini dibiarkan beberapa hari. Dari hasil percobaan ini ia mengambil kesimpulan sebagai berikut : Larva (kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi berasal dari lalat yang dapat masuk ke dalam tabung dan bertelur pada keratin daging.

b. Lazzaro Spallanzani (Italia, 1729-1799)

Spallanzani menentang pendapat John Needham (penganut paham abiogenesis), menurutnya kehidupan yang terjadi pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak sempurna. Kesimpulan percobaan spallanzani adalah : pada tabung terbuka terdapat kehidupan berasal

6

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

dari udara, pada tabung tertutup tidak terdapat kehidupan, hal ini membuktikan bahwa kehidupan bukan dari air kaldu. c. Louis Pasteur (Perancis, 1822-1895) Louis Pasteur melakukan percobaan yang menyempurnakan percobaan Spalanzani. Ia mlakukan percobaan menggunakan labu yang penutupnya berbentuk leher angsa, bertujuan untuk membuktikan bahwa mikroorganisme terdapat di udara bersama dengan debu. Hasil percobaannya adalah sebagai berikut: Mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari benda mati (cairan) tetapi dari mikroorganisme yang terdapat di udara. Jasad renik terdapat di udara bersama dengan debu. Dari percobaan ini, gugurlah teori abiogenesis tersebut. Pasteur terkenal dengan semboyannya “Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo” yang mengandung pengertian : kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan makhluk hidup, makhluk hidup sekarang berasal dari makhluk hidup sebelumnya, makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga.

Di samping dua teori di atas, masih ada lagi beberapa teori tentang asal usul kehidupan. Beberapa teori yang dikembangkan ilmuan antara lain :

A. teori kreasi khas, yang menyatakan bahwa kehidupan diciptakan oleh zat supranatural ( gaib) pada saat yang istimewa.

B. Teori kosmozoan, yang menyatakan bahwa kehidupan yang ada di planet ini berasal dari mana saja

C. Teori evolusi biokimia, yang menyatakan bahwa kehidupan ini muncul berdasarkan hukum fisika, kimia, dan biologi

D. Teori keadaan mantap, menyatakan bahwa kehidupan tidak berasal usul.

Beberapa ilmuan yang membuktikan teori evolusi kimia antara lain Harold Urey, Stanley Miller, dan Alexander Oparin. Teori Harold Urey, menurutnya zat hidup yang pertama kali mempunyai susunan menyerupai virus saat ini. Zat hidup tersebut mengalami perkembangan menjadi berbagai jenis makhluk hidup. Urey berpendapat bahwa kehidupan terjadi pertamakali di udara (atmosfer). Pada saat tertentu dalam sejarah perkembangan terbentuk atmosfer yang kaya akan molekul- molekul CH4, NH3, H2, H2O. Karena adanya loncatan listrik akibat halilintar dan sinar kosmik terjadi asam amino yang memungkinkan terjadi kehidupan. Eksperimen Stanley miller, Stanley Miller adalah murid Harold Urey yang juga tertarik terhadap masalah asal usul kehidupan. Dia melakukan percobaan untuk menguji hipotesis Harold Urey. Dari hasil eksperimennya Miller dapat memberikan petunjuk bahwa satuan-satuan kompleks di dalam system kehidupan seperti lipida, karbohidrat, asam amino, protein, nukleotida dan lain-lain dapat terbentuk dalam kondisi abiotik. Teori Evolusi Biologi

7

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Oparin, dia berpendapat bahwa kehidupan pertama terjadi di cekungan pantai dengan bahan- bahan timbunan senyawa organik dari lautan. Timbunan senyawa organic ini disebut sop purba atau sop primordial.

.

B. Mahluk Hidup dan Cirinya Aktivitas yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup prosesnya tidak dapat diamati secara langsung, tetapi berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya. Makhluk hidup memiliki beberapa ciri, yaitu bernapas, bergerak, makan, tumbuh, peka terhadap rangsangan, dan dapat berkembang biak. Jika ditelisik secara struktural maka semua mahluk hidup tersebut tersusun atas senyawa C, H, O, N, S, dan P. Karakter spesifik lainnya adalah bahwa mahluk hidup memiliki ciri mutlak berupa material genetik DNA atau RNA. Berikut adalah uraian ringkas tentang beberapa ciri mahluk hidup :

(a). Bernapas Semua makhluk hidup melakukan proses pernapasan. Bernapas adalah proses mengambil udara (O2) dari luar dan mengeluarkan udara (CO2) dari dalam tubuh. Oksigen (O2) sangat diperlukan makhluk hidup untuk pembakaran makanan dalam tubuh dan menghasilkan energi yang diperlukan tubuh atau disebut juga oksidasi tubuh. Energi ini digunakan tubuh untuk bergerak dan melakukan aktivitas lainnya. (b). Bergerak Bergerak merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Gerak pada manusia dan hewan jelas tampak terlihat. Kamu dapat berjalan, berlari, dan menggerakkan tangan. Begitu juga dengan hewan dapat berlari, terbang, dan lain sebagainya. Untuk melakukan gerakan tersebut, manusia dan hewan dibantu oleh alat gerak. Pada manusia, misalnya tangan dan kaki. Sedangkan, pada hewan, seperti sayap, sirip, kaki, silia, dan lainnya. Selain manusia dan hewan, tumbuhan juga melakukan gerakan, tapi gerakan ini tidak mudah dilihat. Contoh gerakan pada tumbuhan adalah menutupnya daun putri malu bila disentuh. Daun-daun pohon petai cina yang menutup pada sore hari, arah tumbuhnya tanaman selalu ke arah datangnya sinar matahari, dan bunga matahari yang selalu menghadap matahari. Gerakan pada tumbuhan disebabkan karena ada rangsangan dari luar. (c). Memerlukan Nutrisi (Makan) Seluruh makhluk hidup membutuhkan makanan. Makanan yang dimakan harus mengandung zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Contohnya, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Karbohidrat sangat diperlukan tubuh untuk menghasilkan energi. Zat makanan ini terdapat dalam umbi-umbian seperti singkong, kentang, dan ketela. Selain itu,

8

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

terdapat dalam biji-bijian, seperti jagung, beras, gandum, dan tepung terigu. Lemak berfungsi sebagai cadangan makanan bagi tubuh. Lemak memiliki kalori paling tinggi dibandingkan zat makanan lainnya. Zat makanan ini terdapat dalam susu dan mentega. Protein berfungsi untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Protein dibagi menjadi dua macam, yaitu protein hewani dan protein nabati. Protein hewani adalah protein yang berasal dari hewan, contohnya: telur, daging, susu, dan ikan. Sedangkan, protein nabati adalah protein yang berasal dari tumbuhan, contohnya: kacang-kacangan, dan buah-buahan. Vitamin dan mineral diperlukan tubuh kita untuk mengatur proses kegiatan tubuh. Vitamin dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayursayuran, seperti: wortel, sayur bayam, kangkung, jeruk, alpukat, apel, dan sebagainya. (d). Iritabilitas Kemampuan makhluk hidup memberi tanggapan terhadap rangsangan disebut iritabilitas. Hewan memiliki sistem saraf dalam menanggapi adanya rangsangan, sedangkan tumbuhan tidak. Rangsangan dapat disebabkan oleh faktor luar tubuh. Contohnya, mata kita akan mengedip bila terkena cahaya yang silau. Contoh reaksi rangsangan yang diterima hewan adalah anjing akan menegakkan telinga bila mendengar suara yang asing dan sekelompok rusa akan berlari bila ada pemangsa yang mengintai. (e). Tumbuh Makhluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan merupakan pertambahan sel-sel tubuh, sehingga ukuran tubuh bertambah dan tidak bisa mengecil kembali. Hewan dan tumbuhan juga mengalami pertumbuhan seperti manusia, yaitu ukuran tubuhnya makin besar. Pertumbuhan ini dapat diukur. (f). Berkembang Biak Berkembang biak atau reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk memperoleh keturunan. Perkembangbiakan ini berguna untuk melestarikan jenisnya. Cara perkembangbiakan pada hewan dibagi menjadi dua macam, yaitu secara generatif (kawin) dan secara vegetatif (tak kawin). Pada hewan tingkat tinggi umumnya berkembang biak secara kawin, sedangkan pada hewan tingkat rendah berkembang biak dengan vegetatif (tak kawin).

9

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

3. SEL DAN REPRODUKSI SEL

Sel merupakan unit dasar dari kehidupan, teori ini dikemukakan oleh dua orang ahli mikroskopis Jerman masing-masingnya adalah T. Schwann dan M. J. Schleiden (1838) dan Theodore Schwaan (1839) yang dikenal sebagai teori sel. Teori ini menyatakan bahwa sel merupakan unit dasar yang penting dari suatu organisme yang baik yang uniseluler maupun yang multiseluler. Teori ini berlaku pada sel hewan ataupun tumbuhan, walaupun ditemukan ada perbedaan dari keduanya tapi dasar pola susunan dan konstruksinya sama. Pada kenyataannya ternyata ada pengecualian terhadap teori sel, dimana organisme hidup tidak selalu berbentuk sel seperti yang dinyatakan pada teori sel tetapi bisa saja bukan sel yang benar atau aseluler. Suatu sel sebenarnya dapat didefinisikan sebagai kumpulan protoplasma yang memiliki inti yang jelas dan dibungkus oleh membran plasma tetapi pengecualiannya adalah adanya suatu bentuk kehidupan lain yang lebih sederhana yang dikenal sebagai virus karena ternyata tidak memiliki protoplasma dan nukleus dan hanya memiliki DNA dan RNA sebagai material genetiknya. Bakteri dan alga hijau biru juga bukan sel yang benar karena intinya tidak diselaputi oleh membran dan intinya mempunyai kontak langsung dengan sitoplasma. Demikian juga dengan jamur seperti rhyzopus yang juga tidak dapat diterangkan menurut teori sel karena tubuhnya dibangun hanya oleh sekumpulan protoplasma yang tidak terbagi yang dengan demikian memiliki banyak inti dengan posisi tersebar.

A. Prokariot (Pro = primitif, karion = inti)

Hanya memiliki satu membran pembungkus dan karena itu dikenal sebagai “one envelope sistem”. Bagian tengah sel merupakan daerah inti, inti tidak punya selaput inti, daerah inti hanya merupakan sitoplasma yang mengental. Sitoplasma tidak memiliki organel seperti mitokondria, badan golgi, endoplasmik retikulum dan lainnya. Yang termasuk prokariot antara lain adalah : bakteri, PPLO dan ganggang biru. Bakteri : Memiliki ukuran mikroskopis, uniselular, reproduksinya dilakukan secara asexual. Penutup luarnya (auto covering) terdiri dari tiga lapisan yang terdiri dari membran plasma, dinding sel dan kapsul. Pada bakteri tertentu. membran plasmanya tipis dan terdiri dari protein dan lipid. Bagian dalam membran plasma mempunyai enzim respirasi berfungsi seperti mitokondria, pada organisme eukariot. bagian ini disebut sebagai mesosom. Dinding

10

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

sel bakteri kuat, rigid, terdiri dari karbohidrat, lipid, protein, fosfor dan beberapa garam organik dan asam amino tertentu yaitu diaminopimelic acid. Dalam penggolongannya bakteri yang dapat diwarnai dan bila dapat diwarnai dengan pewarnaan gram disebut sebagai bakteri gram positif. Capsul, merupakan lapisan pelindung pada kebanyakan bakteri merupakan slime atau lendir, kapsul sebagian besar terdiri dari polisakarida. Sitoplasma bakteri, memiliki tekstur yang kental (dense), bersifat koloid, dan mengandung sejumlah granul dari glikogen, protein dan lemak. Ribosom yang ada pada sitoplasma terdapat bebas dan ukurannya lebih kecil dari ribosom organisme eukariot. Material genetik, pada bakteri berada dalam daerah inti pada sitoplasma tanpa membran inti, daerah ini disebut nukleoid.

sitoplasma tanpa membran inti, daerah ini disebut nukleoid. Gambaran umum sel bakteri B. Eukariot Struktur sel

Gambaran umum sel bakteri

B. Eukariot

Struktur sel eukariot terdiri dari beberapa bagian yaitu bagian yang paling luar adalah dinding sel di ikuti dengan membran plasma, kedua sitoplasma, ketiga adalah inti. Dinding sel merupakan pemisah protoplasma sel dengan lingkungan luar, terdapat setelah membran plasma.

Dinding sel ditemukan pada sel tanaman dan sebagian bakteri dan tidak ditemukan pada sel hewan. Dinding sel strukturnya semi rigid ( semi kaku), lamina, merupakan pelindung yang tidak hidup dari sel, dinding sel di sekresi oleh sel sendiri terdiri dari polisakarida komplek yaitu cellulosa. Membran plasma merupakan tutup luar dari kebanyakan sel eukariot setelah sitoplasma baik pada sel tanaman ataupun hewan. Nama

11

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

lainnya adalah plasma membran, cell membran atau membran plasma. Sifat dari membran plasma adalah hidup, tipis, elastis, berpori, dan semipermiabel. Sitoplasma pada sel eukariot terdiri dari dua bagian yaitu bagian tidak hidup dan hidup yaitu butir pada sitoplasma ( cytoplasmic inclusion) dan organel (cytolasmic organel).

a. Cytoplasmic inclusion Merupakan bagian yang tidak hidup disebut sebagai paraplasma, deutoplasma atau inclusions. Termasuk disini butiran-butiran yang ada dalam sitoplasma antara lain seperti cadangan makanan, dan substansi sekret yang tersuspensi dalam maktrik sitoplasma dalam bentuk granul yang refraktil dan membentuk cytoplasmic inclusion sebagai contoh adalah oil drop, york granules, pigmen, secretory granules dan glycogen granules.

b. Cytoplasmic organel

Merupakan bagian yang hidup yang merupakan struktur yang diselaputi membran dan disebut sebagai organoid atau organel. Organel ini memiliki berbagai aktivitas penting dalam metabolisme seperti biosintetik, respirasi, transportasi, support, dan reproduksi. Termasuk organel sitoplasma adalah mikrotubule dan mikrofilamen, centrosome, basal granules, cilia dan flagella, endoplasmic reticulum, golgi complex, lysosom, cytoplasmic vacuola, ribosom ,microbodies, mitochondria dan plastids. Nukleus : Nukleus atau inti pada eukariot memiliki dinding dan pada dinding inti ditemukan pori. Inti pada eukariot merupakan inti yang benar. Berperan penting dalam mengontrol seluruh aktivitas dalam sitoplasma dan membawa material genetik yaitu DNA. Inti terdiri dari dari membran inti, cairan inti dan kromosom dan anak inti atau nukleolus.

Tabel 1. Perbandingan struktur dan komponen sel prokariot, hewan dan tumbuhan

STRUKTUR

FUNGSI

PROKARIOT

TUMBUHAN

HEWAN

PERMUKAAN SEL

Dinding sel

Perlindungan

Ada

Ada

Tidak ada

Membrane

mengisolasi komponen dalam sel dengan lingkungan, mengatur pergerakan materi dari dan k e dalam sel, memungkinkan komunikasi dengan sel lain

Ada

Ada

ada

plasma

 

KOMPONEN

GENETIK

12

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Materi genetik

Mengkode informasi yang diperlukan untuk membangun sel dan mengendalikan aktivitas seluler

DNA

DNA

DNA

Kromosom

Mengandung dan mengendalikan penggunaan DNA

Tunggal, sirkuler, tidak ada protein

Banyak, linear,

Banyak,

dengan

linear,

 

protein

dengan

 

protein

Inti sel

Struktur yang mengandung kromosom dan dikelilingi oleh membrane

Tidak ada

Ada

ada

Membrane inti

Melapisi inti sel, mengatur pergerakan materi dari dank e dalam init sel

Tidak ada

Ada

ada

Nuklelolus

Mensintesis ribosom

Tidak ada

Ada

ada

STRUKTUR

SITOPLASMA

Mitokondria

Menghasilkan energy melalui metabolisme aerob

Tidak ada

Ada

ada

Kloroplas

Menjalankan fotosintesis

Tidak ada

Ada

Tidak ada

Ribosom

Tempat sintesis protein

Ada

Ada

ada

Reticulum

Mensintesis komponen membran dan lipid

Tidak ada

Ada

ada

endoplasma

 

Komplek golgi

Memodifikasi dan membentuk paket protein dan lipid, mensintesis karbohidrat

Tidak ada

Ada

Ada

Lisosom

Mengandung enzim pencernaan intraseluler

Tidak ada

Ada

ada

Plastid

Menyimpan makanan dan pigmen

Tidak ada

Ada

Tidak ada

Vakuola tengah

Mengandung air dan sisa metabolisme, memberikan tekanan turgor untuk mendunkung sel

Tidak ada

Ada

Tidak ada

Vesikel dan

Mengandung makanan yang diperoleh dari proses fagositosis, mengandung produk yang akan dibuang ke luar sel

Tidak ada

Ada

ada

vakuola

(beberapa)

sitoskleton

Memberikan bentuk dan mendukung struktur sel, memposisikan dan menggerakkan bagian- bagian sel

Tidak ada

Ada

Ada

Sentriol

Mensintesis mikrotubul silia dan flagella, dapat

Tidak ada

Tidak ada

ada

(umumnya)

13

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA
 

menghasilkan gelendong (spindle)pada sel hewan

Silia dan flagela

Menggerakkan sel pada cairana atau menggerakkan cairan melewati permukaan sel

Tidak ada*

Tidak ada

ada

(umumnya)

sel Tidak ada* Tidak ada ada (umumnya) Gambar Struktur umum sel hewan dan sel tumbuhan Reproduksi
sel Tidak ada* Tidak ada ada (umumnya) Gambar Struktur umum sel hewan dan sel tumbuhan Reproduksi

Gambar Struktur umum sel hewan dan sel tumbuhan

Reproduksi Sel Kita mengenal tiga jenis reproduski sel, yaitu Amitosis, Mitosis dan Meiosis (pembelahan

reduksi). Amitosis adalah reproduksi sel di mana sel membelah diri secara langsung tanpa

melalui tahap-tahap pembelahan sel. Pembelahan cara ini banyak dijumpai pada sel-sel yang bersifat prokariotik, misalnya pada bakteri, ganggang biru. Mitosis adalah cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur, yaitu Profase Metafase-Anafase-Telofase. Antara tahap telofase ke tahap profase

berikutnya terdapat masa istirahat sel yang dinarnakan Interfase (tahap ini tidak termasuk tahap pembelahan sel). Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan inti. Secara garis besar ciri dari setiap tahap pembelahan pada mitosis adalah sebagai berikut:

1. Profase: pada tahap ini yang terpenting adalah benang-benang kromatin

menjadi

kromatid. 2. Metafase: pada tahap ini kromosom/kromatid berjejer teratur dibidang pembelahan (bidang equator) sehingga pada tahap inilah kromosom /kromatid mudah diamati dan dipelajari. 3. Anafase: pada fase ini kromatid akan tertarik oleh benang gelendong menuju ke kutub- kutub pembelahan sel. 4. Telofase: pada tahap ini terjadi peristiwa kariokinesis (pembagian inti menjadi dua bagian) dan sitokinesis (pembagian sitoplasma menjadi dua bagian).

menebal

menjadi

kromosom

dan

kromosom

mulai

berduplikasi

14

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Meiosis (Pembelahan Reduksi) adalah reproduksi sel melalui tahap-tahap pembelahan seperti pada mitosis, tetapi dalam prosesnya terjadi pengurangan (reduksi) jumlah kromosom. Meiosis terbagi menjadi due tahap besar yaitu Meiosis I dan Meiosis IIBaik meiosis I maupun meiosis II terbagi lagi menjadi tahap-tahap seperti pada mitosis. Secara lengkap pembagian tahap pada pembelahan reduksi adalah sebagai berikut :

tahap pada pembelahan reduksi adalah sebagai berikut : Berbeda dengan pembelahan mitosis, pada pembelahan meiosis

Berbeda dengan pembelahan mitosis, pada pembelahan meiosis antara telofase I dengan profase II tidak terdapat fase istirahat (interface). Setelah selesai telofase II dan akan dilanjutkan ke profase I barulah terdapat fase istirahat atau interfase. Pada hewan dikenal adanya peristiwa meiosis dalam pembentukan gamet, yaitu Oogenesis dan Speatogenesis. Sedangkan pada tumbahan dikenal Makrosporo-genesis (Megasporo- genesis) dan Mikrosporogenesis.

15

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

4. JARINGAN HEWAN

Jaringan merupakan kumpulan massa sel sejenis yang saling bekerja sama dalam menyelenggarakan suatu fungsi tertentu baik secara struktural maupun fungsional. Pada hewan juga ditemukan jaringan meristematis dan jaringan permanen. Jaringan meristematis misalnya pada sum-sum tulang dan jaringan embrional. Sedangkan sebagian besar jaringan hewan adalah jaringan permanen. Secara struktural, jaringan hewan dibedakan menjadi 4 macam yaitu jaringan epitel, jaringan ikat (penyambung), jaringan otot, dan saraf. A. EPITEL Epitel (epi = di atas, thelia = putting, pentil) merupakan lapisan sel yang membatasi permukaan badan, kulit dan membran mukosa. Sel-sel itu mungkin tersusun selapis atau

dalam beberapa lapisan; mereka terletak di atas suatu membran basal yang terdiri atas substansi amorf non-seluler, terutama mukopolisakarida. Sel-sel epitel juga membentuk kelenjar, dengan cara invaginasi (eksokrin) atau setelah terbentuk kelenjar lalu hubungan dengan permukaan terputus (endokrin). Kelenjar merupakan derivat epitel dan sel-selnya mengeluarkan substansi spesifik. Epitel yang terdapat pada membran serosa disebut mesotel karena berasal dari mesoderm dan membatasi pembuluh darah disebut endotel, walaupun bukan berasal dari endoderm. Penggolongan epitel

A. Berdasarkan susunan lapisan sel

1. Selapis – setebal satu lapisan sel

2. Berlapis – lebih dari satu lapisan sel

3. Bertingkat – setebal satu lapisan sel tetapi tinggi sel-sel berbeda sehingga

memberi gambaran berlapis yang keliru, karena inti-inti terlihat terletak pada lebih dari satu baris.

B. Berdasarkan bentuk sel

1. Pipih / gepeng – tinggi sel tidak seberapa bila dibandingkan dengan lebarnya (epitel pipih / gepeng)

2. Kuboid – tinggi dan lebar sel sama

3. Silindris – tinggi sel jauh melebihi lebar sel

16

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA B. JARINGAN IKAT (PENYAMBUNG) Jaringan ikat berfungsi mengikat dan menyokong

B. JARINGAN IKAT (PENYAMBUNG) Jaringan ikat berfungsi mengikat dan menyokong jaringan (fungsional aktif) lain. Jaringan ini berguna sebagai penyokong mekanik dan mekanisme pertahanan (fagositik dan fungsi imunologik). Ia berasal dari mesoderm embrional atau mesenkim, yang menyediakan berbagai sel jaringan ikat. Sel-sel ini mengeluarkan secret ke sekelilingnya berupa matriks dan karenanya terpendam didalamnya. Matriks terdiri atas dua unsur utama yaitu :

1. Substansi dasar – homogen dan amorf; terdiri atas mukopolisakarida dan glikoprotein, dan

2. Serat dan serabut

Berdasarkan kebutuhan fungsionalnya, jaringan penyambung mempunyai gambaran,

konsitensi dan komposisi yang berbeda-beda. Perbedaan ini terletak pada banyak tidaknya satu atau lebih jenis serat atau sifat matriks. Berdasarkan hal-hal itu maka kita mengenal macam-macam jaringan penyambung.

1. Jaringan ikat embrional

a. Mesenkim

b. Jaringan ikat mukoid (gelatinosa), seperti pada tali pusat

2. Jaringan ikat sejati atau biasa

17

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

a. Jaringan ikat longgar atau aerolar

b. Jaringan ikat padat

i. Teratur, seperti tendo, ligament, dan aponeurosis

ii. Tidak teratur, seperti pada dermis, fasia, periosteum, perikondrium, dan simpai pelbagai organ

c. Jaringan reticular

d. Jaringan lemak

e. Jaringan pigmen

3. Jaringan ikat khusus

a. Tulang

b. Tulang rawan

c. Darah – dengan matriks cair

3. Jaringan ikat khusus a. Tulang b. Tulang rawan c. Darah – dengan matriks cair Gambar

Gambar Tipe-tipe jaringan penyambung

18

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

C. JARINGAN OTOT Jaringan otot terdiri atas serat-serat yang memiliki sifat kontraktil. Penggolongan jaringan otot terdiri atas 3 macam yaitu :

1. Otot rangka, bergurat melintang (bercorak) atau volunter

2. Otot polos, tidak bergurat melintang (bercorak) atau involunter

3. Otot jantung

Semua otot berkembang dari mesoderm kecuali otot siliar, sfingter pupil dan dilatator pupil, yang berkembang dari ektoderm. Otot arektor pili berkembang dari sel-sel mesenkim setempat.

Otot arektor pili berkembang dari sel-sel mesenkim setempat. Gambar Jaringan otot utama pada hewan tingkat tinggi

Gambar Jaringan otot utama pada hewan tingkat tinggi

19

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Tabel Perbedaan macam-macam serat otot

Karakter

serat otot polos

Serat otot rangka

serat otot jantung

Bentuk

Gelondong kecil, sel fusiform

Silinder panjang

Sel memanjang yang bercabang dan bersinambungan

Ukuran

Kecil dan

Sangat panjang

Panjang, tidak

bervariasi

dan uniform

bervariasi

Gurat

Tidak ada

Sangat jelas

ada

Inti

Tunggal tidak di tengah, lonjong

Banyak gepeng memanjang dekat membran sel

Ada satu atau lebih ditenagh lonjong

Diskus interkalaris

Tidak ada

Tidak ada

ada

D. JARINGAN SARAF (NEURON) Jaringan saraf terdiri atas sel-sel spesifik (komponen neuron) yang berperan dalam

Pada sususnan saraf terdapat jenis sel berikut

menyelenggarakan fungsi koordinasi. ini :

1. neuron

2. neurologia

3. ependim (da dalam SPP)

4. sel schwann (diluar SPP)

ini

dikhususkan untuk resepsi, integrasi dan transformasi keterangan yang tiba padanya

sebagaimana rangsangan.

meneruskan informasi berupa impuls elektrokimia. Neuron terdiri atas :

Mereka juga bereaksi terhadap rangsangan ini dan

Neuron

merupakan

sel

fungsional

utama

pada

susunan

saraf.

Sel

1. soma atau badan sel (perikarion) dengan daerah permukaan luas

2. neurit ; cabang-cabang. Terdapat dua macam cabang

a. dendrit : cabang yang menerima rangsang

b. akson : cabang eferen. Biasanya terdapat satu akson dan banyak dendrit.

20

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Terdapat tiga macam neuron yaitu :

1. neuron sensory (sensory neuron), neuron ini mengalirkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat

2. neuron antara (internuron), interneuron selalu ditemukan pada sumsum tulang belakang dan otak. Neuron ini membentuk hubungan antara pada jalur sistem saraf.

3. neuron penggerak (motor neuron), neuron ini mengalirkan impuls dari sistem saraf pusat menuju ke efektor yang berupa otot dan kelenjar. Dapat dikatakan bahwa neuron ini mengantarkan respon dari suatu stimulus.

bahwa neuron ini mengantarkan respon dari suatu stimulus. Gambar Struktur penyusun jaringan saraf JARINGAN TUMOR DAN

Gambar Struktur penyusun jaringan saraf

JARINGAN TUMOR DAN KANKER Hingga saat ini, masyarakat sering mencampuradukkan antara pengertian tumor dan kanker. Padahal keduanya berbeda. Tumor adalah jaringan sel liar berupa benjolan atau pembengkakan di bagian tubuh. Perkembangan tumor lambat dan tetap di satu lokasi, tetapi pasti dan terus membesar. Apabila muncul benjolan di bagian tubuh kita secara liar, baik terasa sakit maupun tidak, harus diwaspadai karena benjolan tersebut kemungkinan adalah tumor. Tumor tidak begitu berbahaya bagi kesehatan tubuh. Perkembangan tumor bisa disebabkan oleh pertumbuhan jaringan baru atau pengumpulan cairan, seperti kista dan benjolan yang berisi darah akibat benturan. Tumor yang awalnya jinak jika

21

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

tidak diobati secara benar akan meradang dan bukan tidak mungkin akan berubah menjadi tumor ganas alias kanker. Tumor jinak biasanya tumbuh lambat dan hanya di satu tempat. Tumor ini bisa terus membesar, tetapi tidak menyebar ke bagian tubuh lain dan jarang mengganggu kesehatan. Tak heran apabila seseorang yang sudah bertahun-tahun menderita tumor di bagian punggung tidak merasa terganggu dan tidak pernah merasakan sakit apapun. Berbeda dengan tumor, kanker adalah sel jaringan tubuh yang tumbuh tidak normal, tetapi terus membelah diri dengan cepat dan tidak terkendali. Kanker tidak menular, kecuali kanker hati atau hepatitis C. Sementara itu, ada pendapat yang menyatakan bahwa kanker disebabkan oleh sejenis virus, tetapi virus tersebut berbeda dengan virus pada penyakit lain yang menular. Sel-sel kanker akan terus tumbuh menyusup ke jaringan di sekitarnya, lalu menyebar ke tempat yang lebih jauh melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Sel kanker yang sudah menyebar di berbagai tempat sangat sulit diobati. Bahkan, secara medis sudah tidak memiliki harapan sembuh.

22

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

5. JARINGAN TUMBUHAN

Seperti pada hewan, tubuh tumbuhan pun terdiri dari sel-sel. Sel-sel tersebut akan berkumpul membentuk jaringan, jaringan akan berkumpul membentuk organ dan seterusnya sampai membentuk satu tubuh tumbuhan. Di sini akan dibahas macam- macam jaringan dan organ yang membentuk tubuh tumbuhan. Jaringan tumbuhan dapat dibagi 2 macam :

1. Jaringan meristem

2. Jaringan dewasa

A. JARINGAN MERISTEM

Jaringan meristem adalah jaringan yang terus menerus membelah. Jaringan meristem

dapat dibagi 2 macam :

a. Jaringan Meristem Primer Jaringan meristem yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio. Contoh: ujung batang, ujung akar. Meristem yang terdapat di ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal. Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambang panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.

b. Jaringan Meristem Sekunder

Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari jaringan dewasa yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan. Contoh jaringan meristem skunder yaitu kambium. Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem dan floem. Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka ). Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu.Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu.

23

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA Gambar Jaringan Meristem Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga

Gambar Jaringan Meristem

Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu :

a.

Meristem apikal adalah meristem yang terdapat pada ujung akar dan pada ujung batang. Meristem apikal selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang.Pertumbuhan memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.

b.

Meristem interkalar atau meristem antara adalah meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel meristem interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga.

c.

Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang.

24

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA JARINGAN DEWASA Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA
JARINGAN DEWASA
Jaringan dewasa adalah jaringan
yang
sudah
berhenti
membelah.
Jaringan dewasa dapat
1. Jaringan Epidermis
dibagi
menjadi
beberapa
macam
:
Gambar jaringan epidermis
Gambar jaringan epidermis

Jaringan yang letaknya paling luar, menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Bentuk jaringan epidermis bermacam-macam. Pada tumbuhan yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar dan batangnya sudah tidak lagi memiliki jaringan epidermis. Fungsi jaringan epidermis untuk melindungi jaringan di sebelah dalamnya. 2. Jaringan Parenkim Nama lainnya adalah jaringan dasar. Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit akar, daging, daun, daging buah dan endosperm. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim. Penyimpanan cadangan makanan dan air oleh tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim. Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam yaitu:

Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis.

Parenkim penimbun adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.

Parenkim air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.

25

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Parenkim udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit.

3. Jaringan Penguat/Penyokong

Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan. Terdiri dari kolenkim dan

sklerenkim.

a. Kolenkim : Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa selulosa merupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak. b. Sklerenkim : Selain mengandung selulosa dinding sel, jaringan sklerenkim mengandung senyawa lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras. Sklerenkim terdiri dari dua macam yaitu serabut/serat dan sklereid atau sel batu. Batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tubuh tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid.

4. Jaringan Pengangkut

yang mengandung serabut dan sklereid. 4. Jaringan Pengangkut Gambar Jaringan Pengangkut Jaringan pengangkut bertugas

Gambar Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Ada 2 macam jaringan; yakni xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu. Xilem bertugas mengangkut air dan garam-garam mineral

26

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

terlarut dari akar ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Xilem ada 2 macam: trakea dan trakeid. Floem bertugas mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. 5. Jaringan Gabus Fungsi jaringan gabus adalah untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air. Pada Dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen, pembentukan jaringan gabus ke arah dalam berupa sel-sel hidup yang disebut feloderm, ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem.

berupa sel-sel hidup yang disebut feloderm, ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem. Gambar

Gambar Jaringan Gabus

27

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

6. SISTEM ORGAN TUMBUHAN

Organ pada tumbuhan biji terdiri atas organ vegetatif dan generatif, namun yang utama adalah organ vegetatif yaitu akar, batang, dan daun. Organ lain pada dasarnya merupakan modifikasi dari organ utama tersebut seperti bunga, buah, umbi dan lain-

lainnya.

A. AKAR (RADIX)

Asal akar adalah dari akar lembaga (radix), pada Dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang, pada Monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut. Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela.

1.

Fungsi Akar

a.

Untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tanah

b.

Dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan

c.

Menyerap air dam garam-garam mineral terlarut

2.

Anatomi Akar

Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari

luar ke dalam.

Epidermis : sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar.

Korteks : Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.

Endodermis : Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary. Pada

28

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.

d.Silinder Pusat/Stele : Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar. Akar terdiri dari berbagai macam jaringan :

- Persikel/Perikambium : Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.

- Berkas Pembuluh Angkut/Vasis : Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.

- Empulur : Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.

B. BATANG (CAULIS)

Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.

1. Batang Dikotil Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :

Epidermis : Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.

Korteks : Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.

Endodermis : Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae.

29

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Stele/ Silinder Pusat : Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar. Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang. Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus- menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.

2. Batang Monokotil

Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).

C. DAUN (FOLIUM)

Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun. Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian :

30

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Epidermis : Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapatstoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.

Gambar anatomi daun
Gambar anatomi daun

Parenkim/Mesofil: Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel- selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.

Jaringan Pembuluh : Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun.

D. BUNGA (FLOS) Bunga mempunyai fungsi sebagai organ perkembang biakan. Bagian bunga dikategorikan dalam dua kelompok, yaitu:

Hiasan bunga, terdiri atas 2 yaitu : Kelopak bunga yang berperan dalam melindungi bunga pada saat bunga masih kuncup dan mahkota bunga yang umumnya punya warna dan bau yang harum yang digunakan untuk menarik serangga.

31

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Alat kelamin pada bunga terdiri atas 2 yaitu : Putik dapat menghasilkan ovum atau lebih dikenal dengan sel kelamin betina, benang sari dapat menghasilkan sperma atau yang lebih dikenal dengan sel kelamin jantan. Berdasarkan kelengkapan bagiannya, bunga dibedakan menjadi:

Bunga sempurna/bunga lengkap yaitu bunga yang memiliki hiasan bunga serta alat kelamin yang lengkap.

Bunga tidak sempurna yaitu bunga yang hanya memiliki salah satu bagian hiasan bunga atau salah satu dari alat kelamin.

Bunga jantan: bunga yang hanya memiliki alat kelamin jantan.

Bunga betina: bunga yang hanya memiliki alat kelamin betina.

E. BUAH (FRUCTUS) DAN BIJI (SEMEN) Secara struktural buah itu mempunyai susunan yang terdiri dari dinding buah/perikarp atau disebut juga dengan pericarpium. Di bagian luar pada buah

disebut dengandinding luar, eksokarp (exocarpium), atau epikarp (epicarpium), sedangkan yang ada di dalam buah disebut dengan dinding dalam atau endokarp (endocarpium), serta lapisan tengah yang hanya bisa beberapa lapis saja, yang disebut dengan dinding tengah atau mesokarp(mesocarpium). Macam-macam buah terdiri atas 3 yaitu :

a) Buah tunggal, yaitu buah yang bentuknya terdiri dari satu bunga dengan satu bakal buah, serta berisi satu biji atau lebih.

b) Buah ganda, yang bentuknya itu terdiri dari satu bunga yang memiliki banyak bakal buah. Masing-masing dalam bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri, namun pada akhirnya menjadi kumpulan buah yang tampak seperti satu buah. Contohnya seperti buah sirsak(Annona).

c) Buah majemuk, bentuknya terdiri dari bunga majemuk. Dengan demikian, bus ini berasal dari banyak bunga dan banyak bakal buah. Akhirnya, seakan- akan bunga tersebut menjadi satu buah saja. Contohnya seperti buah nanas(Ananas), serta bunga matahari (Helianthus). Di dalam buah terdapat biji (umum untuk tumbuhan berbiji). Struktur pada

biji dalam tumbuhan yaitu sebagi berikut :

32

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

a. Kulit biji. Pada tumbuhan yang berjenis Angiospermae, kulit bijinya terdiri dari kulit luar atau disebut dengan testa dan kulit dalam atau disebut dengan tegmen.

b. Tali pusar atau biasa disebut dengan funiculus,yaitu bagian yang menghubungkan antara biji dengan tembuni yaitu daerah tempat perlekatan biji yang menempel pada dinding dalam buah

c. Inti biji atau disebut dengan nukleus seminis, adalah terdiri dari lembaga atau embrio dan putih lembaga. Lembaga tersebut terbagi lagi menjadi radikula, kotiledon, dan plumula.

Gambar Organ Pada Tumbuhan
Gambar Organ Pada Tumbuhan

33

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

7. FOTOSINTESIS

Fotosintesis adalah proses yang terjadi pada tumbuhan atau mikroorganisme berklorofil lainnya, yang mengubah energi radiasi matahari menjadi energi kimia dalam bentuk senyawa-senyawa kimia terutama karbohidrat. Dalam proses fotosintesis, gas CO 2 dan air diubah menjadi karbohidrat sederhana dan gas O 2 . Gas O 2 yang terbentuk kemudian dilepaskan ke atmosfir. Melalui proses-proses metabolisme, karbohidrat sederhana itu, diubah menjadi senyawa-senyawa penyusun sel seperti karbohidrat struktural, protein, asam nukleat, lemak dan senyawa-senyawa lainnya. Senyawa-senyawa organik ini selanjutnya dipergunakan untuk membentuk sel, jaringan dan organ baru. Proses fotosintesis dibagi dalam dua fase. Fase(1), disebut fase cahaya, yaitu fase yang membutuhkan energi radiasi, jadi termasuk proses fotofisiologi. Fase (2), disebut fase gelap, yang tidak membutuhkan energi radiasi. Fase ini disebut fase asimilasi atau fiksasi CO 2 . Asimilasi CO 2 terjadi dalam siklus Calvin atau siklus C 3 , dan dapat pula terjadi melalui siklus C 4.

C 3 , dan dapat pula terjadi melalui siklus C 4 . Gambar Reaksi umum fotosintesis

Gambar Reaksi umum fotosintesis

Fotosintesis merupakan proses fisikokimia, dimana energi cahaya digunakan untuk mensintesis senyawa organik (bentuk yang stabil)dari senyawa anorganik. Proses ini bergantung pada satu set komplek mol-mol protein yang terdapat dalam kloroplas melalui satu seri reaksi perubahan/pemindahan energi, merubah energi cahaya menjadi bentuk senyawa yang stabil. Melalui waktu yang panjang dan banyak penelitian maka didapatkan ringkasan reaksi fotosintesis :

6 CO2

+

6 H2O

======

C6H12O6

+

6

O2

34

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Fotoreseptor Cahaya (Pigmen)

Fotosintesis berlangsung di kloroplas terbukti bahwa kloroplas yang terisolasi mampu melakukan fotosintesis secara lengkap. Tidak semua sel mengandung kloroplas hanya di dalam sel mesofil dan sel penutup stoma, epidermis batang muda, sel subepidermal kelopak bunga, dan buah muda. Kloropls terbungkus oleh system membrane lengkap yang sifatnya diferensial permeable. Didalam cairan kloroplas (disebut matriks) terdapat lembaran-lembaran rangkap pula yaitu tilakoid. Tilakoid membentuk semacam cakram membatasi lumen tilakoid. Cakram-cakram ini bertumpuk-tumpuk membentuk granum. Membrane tilakoid yang menghubungkan grana dinamakan lamella stroma. Reaksi cahaya (penangkapan energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia) berlangsung di grana dan fiksasi CO 2 berlangsung di stroma. Di dalam kloroplas terdapat pigmen- pigmen yang diperlukan pada fotosintesis dan enzim-enzim yang diperlukan pada reaksi kimia fotosintesis.

enzim-enzim yang diperlukan pada reaksi kimia fotosintesis. Gambar Struktur kloroplast Pada tumbuhan didapatkan

Gambar Struktur kloroplast

Pada tumbuhan didapatkan bermacam-macam pigmen yang berperanan menyerap energi cahaya. Pigmen fotosintesis terdapat dalam kloroplas yang terdiri dari Klorofil a, b, c, d, karotenoin, santofil dan bakterioklofil pada bakteri. Pigmen ini menyerap warna atau gelombang cahaya yang berbeda-beda. Masing-masing menyerap maksimum pada gelombang cahaya tertentu. Pigmen umumnya mempunyai penyerapan maksimum pada gel cahaya pendek dan juga pada gel

35

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

cahaya panjang. Untuk memaksimalkan penyerapan energi cahaya , maka pada kloroplas terdapat kelompok pemanen cahaya disebut antena yang terdiri dari bermacam-macam pigmen. Pigmen yang paling banyak dalam kloroplas adalah klorofil. Berbagai jenis klorofil tergantung pada rantai samping yang mengikat inti porfirinnya (klorofila, b, c, d, e). jenis yang terbanyak pada tumbuhan tinggi adalah klorofi a dan b. keduanya mempunyai extion spectrum yang berbeda. Selain klorofil, didalam kloroplas juga terdapat karotenoid yang merupakan derivat likopen. Karotenoid yang paling banyak dijumpai adalah xantofil dan karoten. Fungsi karotenoid :

1. Melindungi klorofil dari fotooksidasi pada penyinaran yang terlalu kuat.

2. Membantu klorofil menangkap dan mentransfer energi cahaya.

Klorofil merupakan suatu mol yang terdiri dari bagian kepala dan ekor. Kepala adalah mol porpirin terdiri dari empat cincin pirol yang mengandung N dan masing dihubungkan ke ion Mg sebagai pusatnya. Ekor adalah mol pitol yaitu alcohol berantai panjang (20 c) beresrifikasi pada cincin pirol ke empat pada kepala. (Gb ). Beda klorofil a dengan b adalah; gugusan metil(CH3) pada cincin pirol II diganti dengan aldehid(CHO). Pada klorofil c tidak mempunyai ekor pitol, sedang klorofil d, gugusan rangkaian dua metil (CH3=CH3) pada cincin pirol I diganti dengan gugusan –O-CHO. Adanya rantai pitol berpengaruh utama terhadap kelarutan klorofil,karena pitol ini sebenarnya tidak larut dalam air. Kloropfi ini besada dalam membran lipid kloroplas dan terikat dengan bagian hidropobik protein. Sangat sedikit pigmen ini bebas. Cahaya yang diserap klorofil yang terikat berbeda dengan yang bebas. Klorofil bebas dalam aseton menyerap gel cahaya 675 nm sedang yang terikat protein 663 nm. Penggabungan klorofil dengan protein mempunyai dua alasan; membuat pigmen-pigmen berada pada satu kelompok atau organisasi yang sesuai untuk efisiensi transfer energi cahaya. Kedua membuat pigmen itu pada suatu lingkungan yang khusus,dengan susunan perbedaan maksimum cahaya yang hanya berbeda tipis sehingga transfer ini berantai sampai kepigmen yang mengalami fotokimia (pusat reaksi). Klorofil a disamping peranannya sama dengan klorofil lain menyerap energi cahaya, juga berperanan pada fotokkimia sebagai pusat reaksi.

Komponen–komponen Penyusun Fotosintesis

36

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Pada proses fotosintesis bekerja empat komponen Fotosistem , yang terdapat pada membran dalam kloroplas, terdiri dari; Fotosistem II, komplek sitokrom b/f. Fotosistem I dan Enzim ATPase. Melalui komponen-komponen inilah terjadi system aliran atau pemindahan elektron.

Mekanisme Reaksi Cahaya (Fotolisis )

Mekanisme aliran atau pemindahan elektron

Mekanisme ini dimulai dengan adanya energi cahaya yang dikoleksi LHCII ditransfer ke pusat reaksi P680, sehingga P680 terksitasi( P680+) dan electron berenergi tinggi dari P680 diterima oleh aseptor pertama Pheopitin, selanjutnya diterima oleh aseptor didekatnya yaitu plastoquinon A(PQ A), kemudian memindahkan lagi ke plastoquinon B (PQB) yang terletak pada bagian pinggir PS II. Untuk mereduksi PQB ternyata tidak hanya menerima electron tapi juga mengikat H+ menjadi PQH(plastoqinol) bentuk reduksi. Karena itu H+ diambil dari stroma, menyebabkan stroma kosentrasi H+ menurun(pH naik). Untuk mereduksi PQB diperlukan 2 elektron dan 2 H+ menjadi PQH. Kemudian PQH lepas dari PS II dan mobil secara lateral dalam membran tilakoid.

PQH mobil dalam tilakoid akan dioksidasi oleh komplek sit b/f. Komplek sit b/f hanya menerima electron tapi tidak menerima H+. Karena itu H+ dilepas kedalam lumen tilakoid(menambah H+ menyebabkan pH turun) Elektron dari PQH diterima oleh Fe3+ pada sitokrom b menjadi Fe2+. Kemudian dioksidasi lagi oleh sitokrom f, seterusnya oleh protein 2Fe-2S. dan diterima oleh plastosianin yang mobil yang akan membawa electron ke PS I.

Elektron akan diterima PS I oleh P 700 yang telah tereksitasi lebih dulu. P700 mengalami eksitasi oleh energi cahaya yang dikirim LHC I, Elktron berenergi tingginya diterima oleh aseptor Ao yaitu semacam klorofil a, kemudian diterima oleh aseptor berikutnya A1 (derivat vit K), kemudian diterima aseptor berikut X yaitu Protein 4Fe-4 S . electron dari protein ini diterima oleh protein kecil yang mobil feredoksin dan membawa electron ini mereduksi NADP+ dengan H+(dari stroma) menjadi NADPH dengan bantuan enzim feredoksin-NADP reduktase yang berada pada stroma. Pemakaian H+ menyebabkan kosentrasi H+ pada stroma menjadi berkurang , sehingga menyebabkan pH sampai 8.

37

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

P680 yang tereksitasi menjadi oksidator yang kuat, akan mengoksidasi mengambil elektron molekul didekatnya yaitu tirosin, selanjutnya mengolsidasi Mn yang terdapat pada polipeptidaEOC dan Mn yang kehilangan elektronnya akan mengoksidasi mol H2O pada lumen untuk mendapatkan elektron. H2O teroksidasi menjadi 2 H+ + 2 e + ½ O2. Jadi P680 yang tereksitasi menerima electron berasal dari mol H2O.

Jadi dengan adanya energi cahaya yang diserap LHCII, P680 tereksitasi menjadi oksidator yang kuat untuk menguraikan mol H2O, melalui transfer electron electron yang beenergi tinggi ditransfer ke PS I , dengan penyerapan energi cahaya oleh LHCI mengeksitasi P700 yang , dimana elektronnya yeng berenergi tinggi mereduksi NADP+ dan H+ menjadi NADPH.

Reaksi Gelap (Fiksasi CO 2 )atau Siklus Calvin

Fiksasi CO 2 terjadi dalam stroma. Proses ini terjadi dalam 3 tahap yaitu pertama karboksilasi dilanjutkan dengan reduksi dan tahapan akhir adalah regenerasi. Hal tersebut dapat dilihat pada Gambar berikut.

akhir adalah regenerasi. Hal tersebut dapat dilihat pada Gambar berikut. Gambar Ringkasan Reaksi Gelap (Siklus Kalvin)

Gambar Ringkasan Reaksi Gelap (Siklus Kalvin)

38

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Tabel Perbandingan Fotosintesis Tumbuhan C3 dan C4

Faktor pembanding

Tumbuhan C3

Tumbuhan C4

Anatomi daun Kloroplas Pengikatan CO 2 Atmosfer Siklus Calvin (Fiksasi CO 2 ) Fotorespirasi Titik kompensasi(чl CO 2 l -1 ) Suhu optimum Fotosintesis Rubisco PEPcase Rasio transpirasi Jenuh cahaya (чmol poton)

Biasa

Kranz Mesofil dan seludang Sel mesofil Sel seludang

Mesofil

Sel mesofil

Sel Mesofil

+

- (sangat tertekan)

20-100

0-5

20-25

30-45

20-25

-

-

30-35

400-500

200-350

400-500

tidak jenuh

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis Seperti halnya proses metabolisme yang lain, fotosintesis dipengaruhi oelh berbagai factor. Di alam fotosintesis dipengaruhi oleh factor luar dan dalam dan sulit dipisahkan ecara tegas. Analisis hanya dengan cara seksama dapat mengetahui factor masing-masing. Sesuai dengan hukum Black man (prinsip factor pembatas), maka kecepatan fotosintesis ditentukan oleh factor yang berada dalam keadaan minimum. Pada dasarnya factor-faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi :

A. Faktor dalam

1. Kandungan klorofil : karena pigmen ini langsung berperan dalam penangkapan energi radasi dan mengubahnya menjadi energi kimia maka jumlahnya akan menentukan kecepatan fotosintesis.

2. Morfologi daun : termasuk di dalamnya kerapatan tulang daun, permukaan daun (mengkilat atau tidak).

3. Anatomi daun : struktur anatomi mempengaruhi fotosintesis secara tidak langsung karena mempengaruhi kecepatan didusi C0 2 dan lewatnya cahaya pada mesofilnya.

39

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

4. Faktor protoplasma : suatu tumbuhan yang dipindahkan dari gelap ke terang tidak segera mampu mengadakan fotosintesis. Perlu waktu unutuk persiapan. Factor ini tidak jelas, mungkin untuk sintesis enzim-enzim yang berperan pada tahap-tahap fotosintesis.

5. Akumulasi fotosintat : bila translokasi fotosintesis dari daun terhambat (misalnya defisiensi B) maka akan terjadi penimbunan glucose dalam kloroplas. Kandungan glucose yang tinggi ini akan menghambat reaksi fotosinteis.

glucose yang tinggi ini akan menghambat reaksi fotosinteis. Gambar Kurva hubungan 3 faktor eksternal (cahaya, CO2,

Gambar Kurva hubungan 3 faktor eksternal (cahaya, CO2, suhu) terhadap laju fotosintesis tumbuhan B. Faktor Luar

1. Cahaya : pengaruhnya lewat intensitasnya, kualitasnya, lama penyinaran, besarnya pantulan dan seterusnya. Secara tidak langsung mempengaruhi membuka menutupnya stomata, sehingga mempengaruhi difusi C0 2 untuk fotosintesis.

1. Pada dasarnya sampai intensitas tetentu kenaikan intensitas akan menaikkkan kecepatan fotosintesis. Penurunan fotosintesis apda intensitas tinggi sebagai akibat adanya fotooksidasi klorofil dan kerusakan enzim.

2. Temperatur : temperature optimim disekitar 35 o C dan pada tumbuhan C-4 lebih tinggi sehingga cocok untuk daerah tropika.

40

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

3. Air : meskipun air merupakan bahan dasar untuk proses fotosintesis tetapi pengaruhnya secara tidak langsung, yaitu mempengaruhi membuka menutupnya stomata.

4. Oksigen : oksigen merupakan hasil tambahan fotosintesis dan bila berada dalam jumlah besaar akan menghambat fotosintesis tertutama lewat reaksi fotorespirasi.

5. Zat hara mineral : berbagai unsure hara mineral diperlukan untuk sintesis klorofil, koenzim berbagai enzim yang berperan pada fotosintesis, transport karbohidrat, dll.

6. Karbondioksida : C0 2 merupakan bahan dasar fotosintesis, tetapi bila diberikan dalam jumlah besar akan menyebabkan kecepatan fotosintesis berkurang karena kadar CO 2 yang tinggi akan menurunkan pH cairan sel, stomata akan menutup.

41

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

8. RESPIRASI TUMBUHAN

Respirasi adalah reaksi oksidasi senyawa organik untuk menghasilkan energi

yang digunakan untuk aktifitas sel dan kehidupan tumbuhan dalam bentuk ATP

atau senyawa berenergi tinggi. selain itu respirasi juga menghasilkan senyawa

antara yang berguna sebagai bahan sitesis berbagai senyawa lain. Hasil akhir

respirasi adalah CO 2 yang berperan sebagai keseimbangan karbon di dunia.

Respirasi berlangsung siang malam karena cahaya bukan merupakan syarat.

Berdasarkan kebutuhannya terhadap oksigen, respirasi dibagi menjadi 2 macam

yaitu:

1. Respirasi anaerob : tidak memerlukan oksigen tetapi penguraian bahan

organiknya tidak lengkap. Respirasi macam ini jarang terjadi, hanya dalam

keadaan khusus. Substrat respirasi adalah glucose, reaksinya:

C 6 H 12 O 6 2 C 2 H 5 OH + 2 CO 2 + ATP

H 1 2 O 6 2 C 2 H 5 OH + 2 CO 2 +

2. Respirasi aerob : memerlukan oksigen, penguraiannya lengkap, sampai

dihasilkan CO 2 dan H 2 O, reaksinya :

C 6 H 12 O 6 6 H 2 O + 6 CO 2 + ATP

: C 6 H 1 2 O 6 6 H 2 O + 6 CO 2

Tabel Perbedaan antara Respirasi Aerob dan Anaerob

Faktor pembeda

Respiras Aerob

 

Respirasi Anaerob

- Status proses

- Umum terjadi

-

Hanya dalam kondisi

- Waktu berlangsung

- Berlangsung seumur

khusus

- Energi yang dihasilkan

hidup

-

Sementara, hanya fase

- Besar

tertentu

- Merugikan atau tidak

- Tidak merugikan

- Kecil

- Oksigen

- Merugikan, menghasilkan

- Hasil akhir

- Memerlukan oksigen

 

senyawa toksik

- CO 2 dan H 2 O

- Tidak memerlukan oksigen

- Alcohol dan CO 2

Respirasi terdiri dari satu rangkaian reaksi kimia dimana karbohidrat dan mol

organik lainnya, dioksidasi untuk memperoleh energi yang tersimpan dari hasil

fotosintesis dan rangka karbon yang digunakan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan

sel. Proses oksidasi atau pembakaran secara umum terjadi pada tempat yang kering,

42

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

dan biasanya energi yang dikandung dilepas dalam bentuk panas, tapi pada respirasi terjadi dalam medium cair dan prosesnya berjalan secara bertahap dan energi yang dilepas diubah menjadi energi berguna dalam bentuk senyawa kimia yang dapat dipakai untuk sintesis, gerak.dan pertumbuhan. Mekanisme Respirasi Reaksi respirasi ini adalah kebalikan dari ringkasan reaksi Fotosintesis. Pada fotosintesis CO2 direduksi menjadi glukosa dengan H2O sebagai sumber electron dan hydrogen sedang pada respirasi glukosa dioksidasi menjadi CO2 dan dibentuk H2O sebagai produk. Meskipun demikian kedua proses ini berbeda, karena enzim

yang berperanan juga berbeda, dan lokasi terjadinya berbeda. Respirasi terjadi pada semua sel hidup sedang fotosintesis terjadi pada sel yang berkloroplas. Proses respirasi mengalami 3 tahap reaksi yang terpisah yaitu:

1. Glikolisis terjadi di sitosol

2. Siklus asam sitrat terjadi dalam matrik mitokondria

3. Transfer elektron terjadi pada membran krista mitokondria Keseluruhannya terdiri dari lebih 50 rangkaian reaksi.

membran krista mitokondria Keseluruhannya terdiri dari lebih 50 rangkaian reaksi. Gambaran Umum Respirasi pada tumbuhan 43

Gambaran Umum Respirasi pada tumbuhan

43

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA Gambaran tahapan respirasi tumbuhan dan energi yang dihasilkan Disamping menghasilkan

Gambaran tahapan respirasi tumbuhan dan energi yang dihasilkan

Disamping menghasilkan energi ,peranan respirasi juga menyediakan rangka

carbon. Senyawa intermediet respirasi dari mulai glikolisis sampai siklus trikarboksilat berperanan sebagai bahan dasar untuk untuk membentuk senyawa organik lain seperti protein, lemak, pigmen as inti dinding sel dan lain-lain. Faktor-Faktor yang mempengaruhi respirasi Ada dua faktor yang mempengaruhi respirasi yang terjadi pada tumbuhan. Faktor tersebut digolongkan atas faktor dalam dan faktor luar.

1. Faktor dalam Faktor dalam yaitu umur, tipe jaringan atau organ, bentuk pertumbuhan dari suatu spesies. Umur mempengaruhi laju respirasi, dimana sel atau jaringan muda lebih cepat dari umur dewasa, sebab aktifitas metabolisme, yang memer-lukan energi dan rangka karbon untuk pertumbuhannya. Jaringan meristem lebih tinggi laju respirasi dibandingkan lainnya ,karena sifat jaringan berpe-ranan membentuk sel-sel baru, sehingga memerlukan materi dan energi yang banyak, karena itu diperlukan laju respirasi tinggi.

2. Faktor luar Faktor luar diantaranya adalah kosentrasi oksigen, suhu dan cahaya

Oksigen Oksigen sangat penting dalam respirasi, karena oksigen adalah penerima electron terakhir yang menentukan keberhasilan

a.

44

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

terbentuknya ATP. Karena itu jika kosentrasi O2 rendah maka laju respirasi rendah , hal ini terjadi jika akar tergenang air(banjir) , untuk sementara waktu terjadi respirasi anerob(fermentasi) yang mengghasilkan energi kecil , sehingga tidak mencukupi untuk proses kehidupan. Jika terjadi dalam waktu lama tumbuhan akan mati. Demikian pentingnya oksigen ini sehingga tumbuhan yang hidup pada habitat yang kurang oksigen mempunyai adaptasi khusus untuk memenuhi kebutuhannya akan oksigen seperti tumbuhanyang hidup di air tergenang seperti padi mempunyai batang berongga dan adanya jaringan aerenhkim denikian juga bakau yang mempunyai akar nafas.

b. Suhu Suhu sangat mempengaruhi respirasi karena respirasi adalah reaksi enzim. Pada reaksi metabolisme berlaku Q10 yaitu bila suhu naik 10 0 C maka laju reaksi naik 2-3 lipat. Tapi pada organisme baerlaku sampai suhu optimum. Hal ini disebabkan makin naik suhu maka energi kinetis larutan juga akan meningkat yang mempercepat reaksi Melampaui suhu optimum laju reaksi menurun sampai suhu maksimum.hal ini disebabkan tinggi suhu akan mempengaruhi kerja enzim. Enzim adalah protein, sifat protein jika suhu tinggi maka protein akan mengalami koagulasi, sehingga sisi aktif enzim terganggu . Umumnya semakin tinggi temperature penurunan kecepatan respirasi semakin cepat. Suhu juga mempengaruhi kelarutan oksigen.

c. Cahaya Cahaya secara tidak lansung mempengaruhi respirasi sehubungan ketersediaan substrat. Jika cahaya cukup maka proses fotosintesis tinggi mengakibatkan tersedianya sewnyawa karbohidrat sebagai substrat respirasi. Hal ini bias dibuktikan dimana laju respirasi 1-2 jam setelah fotosintesis aktif, laju respirasi lebih tinggi dibandingkan dengan respirasi gelap. Demikian juga daun cahaya , laju respirasi lebih tinggi (70-90 umol CO 2 /gr biomasa perjam)dibandingkan

45

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

dengan daun yang biasa terlindung (20 –45 umolCO 2 /g biomasa perjam).

d. Kadar garam anorganik dalam medium Jaringan atau tumbuhan yang dipindahkan dari air ke larutan garam akan menunjukka n kenaikan respirasi. Respirasi diatas normal semacam ini disebut respirasi garam.

e. Rangsangan mekanik Daun yang digoyang-goyang menunjukkan kenaikan respirasi. Kalau hal itu dilakukan berulang-ulang reaksinya menurun. Kenaikan respirasi ini mungkin disebabkan efek pemompaan .

f. Luka Terjadinya luka di suatu bagian menyebabkan respirasi di tempat tersebut naik. Umumnya pelukaan menyebabkan terbentuknya meristem luka yang menghasilkan kalus. Mungkin kenaikan respirasi pada luka disebabkan oleh bertambahnya substrat atau lebih besarnya difusi O 2 yang masuk jaringan luka.

g. Karbondioksida Kadar CO 2 yang tinggi akan menghambat respirasi. Selain secara langsung berpengaruh terhadap reaksinya, mungkin CO 2 juga berpran tidak langsung misalnya pada daun kadar CO 2 yang tinggi akan menyebabkan stomata menutup sehingga difusi CO 2 keluar terhambat dan kadar CO 2 dalam jaringan naik.

46

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

9. TRANSPIRASI DAN GUTASI PADA TUMBUHAN

Sejak awal tumbuhan menyerap air melalui akar dan kehilangan air lewat daun. Proses penguapan dari tumbuhan ke udara disebut Transpirasi. Benih kecil hanya menguapkan beberapa tetes air dalam seminggu, namun pohon dewasa menguapkan lebih dari 1000 liter per hari. Selama transpirasi berlangsung air menguap dari daun melalui celah kecil yang disebut stomata.

menguap dari daun melalui celah kecil yang disebut stomata. Transpirasi Tumbuhan Stomata Hanya sebagian kecil, biasanya

Transpirasi Tumbuhan

celah kecil yang disebut stomata. Transpirasi Tumbuhan Stomata Hanya sebagian kecil, biasanya kurang dari 1% dari

Stomata

Hanya sebagian kecil, biasanya kurang dari 1% dari air yang diabsorpsi tumbuhan dipergunakan dalam reaksi metabolisme (hidrolisis). Sebagian besar dari air yang diabsorpsi akar tanaman akan ditranspirasikan melalui daun. Transpirasi ialah hilangknya air dalam bentuk uap air dari tubuh tumbuhan melalui penguapan. Penguapan air menciptakan gaya isap sehingga tumbuhan dapat menyerap mineral dan nutrient penting dari tanah. Ratio antara hilangnya air oleh transpirasi dengan produksi bahan kering selama pertumbuhan merupakan ukuran efisiensi penggunaan air oleh tumbuhan.

47

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Semakin besar rationya, semakin kurang efisien jenis tumbuhan tersebut dalam penggunaan airnya. Ratio transpirasi dari sebagian besar tanaman budidaya berkisar antara 100 sampai 500 atau lebih, yang berarti memerlukan 100-500 gram air untuk menghasilkan 1 gram bahan kering tumbuhan. Dengan demikian jenis tumbuhan tinggi yang hidup di darat sangat tidak efisien dalam penggunaan airnya. Walaupun demikian ada beberapa tumbuhan yang lebih efisian daripada yang lainnya. Tumbuhan C 4 per unit air yang digunakan dapat menghasilkan bahan kering 3-4 kali lebih banyak dari tumbuhan C 3. Kehilangan air oleh transpirasi dapat berlangsung dari setiap bagian tumbuhan yang berhubungan dengan atmosfir. Namun demikian sebagian besar berlangsung melalui daun lewat stomata. Karena sifat kutikula yang impermeabel terhap air, transpirasi yang berlangsung melalui kutikula relatif sangat kecil. Seperti telah diuraikan dalam bab terdahulu, untuk menguapkan 1 gram air diperlukan energi panas sebanyak 500 kal. Dengan demikian transpirasi menimbulkan pengaruh pendinginan pada daun. Kebutuhan panas untuk menguapkan air berasal dari sinar matahari. Sinar matahari disalurkan melalui tiga cara : (1) sebagai cahaya langsung, difusi atau pantulan, (2) sebagai radiasi panas (dari atmosfir, tanah, atau benda-benda sekelilingnya) dan (3) oleh aliran konveksi (aliran udara panas melalui daun). Dari jumlah panas yang diabsorpsi daun, hanya sebagian kecil saja yang diterimanya sebagai panas penghantaran (koduksi) dari bagian-bagian tubuh tumbuhan lainnya. Laju transpirasi daun biasanya menunjukkan siklus harian. Pada hari yang cerah, terjadi peningkatan tranpirasi yang cepat di pagi hari, dan mencapai puncaknya pada lewat tengah hari. Kemudian diikuti penurunan pada sore dan malam harinya. Panas sensibel (konveksi) atau mungkin juga panas laten (dari tranpirasi) yang keluar pada siang hari mengalami pendinginan oleh radiasi yang kembali ke udara. Keadaan ini sering menghasilkan pembentukan embun. Suhu daun pada malam hari biasanya beberapa derajat di bawah suhu udara karena kehilangan panas oleh radiasi kembali ke langit dan penerimaan panas yang relatif sedikit dari udara di sekelilingnya. Di pagi hari setelah matahari terbit, daun yang kena sinar matahari akan cepat menjadi panans dan suhunya meningkat seiring dengan suhu udara. Pada waktu yang sama, stomata yang menutup di amlam hari

48

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

akan terbuka. Dengan demikian daun akan bertranspirasi dan kehilangan panas. Hal tersebut biasanya akan menyebabkan daun yang terkena sinar matahari hanya mempunyai suhu sedikit lebih tinggi dari udara. Walaupun kehilangan air oleh transpirasi biasanya sangat besar sehingga dapat merusak, namun transpirasi mempunyai pengaruh baik tertentu bagi pertumbuhan tumbuhan. Selain dapat mempertahankan suhu di bawah tingkat yang mematikan, transpirasi dapat meningkatkan absorpsi air oleh akar sehingga juga berpengaruh terhadap peningkatan laju absorpsi hara mineral.

Peran transpirasi bagi tumbuhan Transpirasi bermanfaat bagi tumbuhan karena :

1. Menyebabkan terbentuknya daya isap daun, hingga terjadi transport air di

batang.

2. Membantu penyerapan air dan zat hara oleh akar.

3. Mengurangi air yang terserap berlebihan.

4. Dapat mempertahankan temperatur yang sesuai untuk daun.

5. Berperan pada fotosintesis dan respirasi karena membuka / menutupnya

stomata. Dari peran yang ada terlihat bahwa yang terpenting adalah untuk melepas energi yang diterima dari radiasi matahari. Energi radiasi matahari yang digunakan untuk proses fotosintesis hanya 2 % atau kurang, sehingga selebihnya harus dilepaskan ke lingkungan, baik dengan pancaran, hantaran secara fisik dan sebagian besar untuk menguapkan air. Transpirasi juga merupakan proses yang membahayakan kehidupan tumbuhan karena kalau transpirasi melampaui penyerapan oleh akar, tumbuhan dapat kekurangan air. Bila melampaui batas minimum dapat menyebabkan kematian. Transpirasi yang besar juga memaksa tumbuha mengadakan penyerapan besar, itu memerlukan energi besar pula.

Gutasi Gutasi adalah peristiwa menetesnya air dari pinggiran dan ujung daun. Air gutasi keluar dari sel-sel daun yang disebut hidatoda. Hidatoda merupakan lubang daun (stoma) yang tidak berdiferensiasi sempurna, sehingga tidak bisa membuka dan

49

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

menutup. Air gutasi mengandung senyawa-senyawa organik dan anorganik,

senyawa-senyawa organik dapat berasal dari bocoran sel-sel yang berdampingan

dengan jaringan xilem, sedangkan senyawa-senyawa anorganik berasal dari larutan

tanah yang diabsorpsi oleh akar yang secara pasif terbawa dalam cairan xilem ke

atas, ke daun. Tingkat terjadinya gutasi sangat rendah dibandingkan dengan

transpirasi.Gutasi juga lebih jarang diobservasi daripada transpirasi. Titik-titik air di

tepi daun yang terjadi akibat gutasi di pagi hari sering disalahartikan sebagai embun.

Pengeluaran air melalui proses gutasi terjadi akibat adanya tekanan positif

akar. Meskipun ketika laju transpirasi rendah, akar terus menyerap air dan mineral

sehingga air yang masuk ke jaringan lebih banyak daripada yang dilepaskan keluar.

Kondisi yang tidak mendukung terjadinya tekanan akar seperti suhu dingin dan tanah

yang kering menghambat terjadinya gutasi. Kekurangan mineral juga diketahui

memengaruhi proses gutasi.

Bila transpirasi terjadi pada stomata, maka gutasi terjadi pada struktur khusus

bernama hidatoda. Hidatoda seringkali disebut sebagai stomata air. Hidatoda terletak

di ujung dan sepanjang tepi daun. Oleh karena itulah, titik-titik air akan terlihat di

ujung dan tepi daun. Gutasi biasanya terjadi pada malam hari, namun terjadi juga

pada pagi hari. Laju gutasi paling tinggi ditemukan pada tumbuhan Colocasia

nymphefolia. Gutasi paling banyak terjadi pada tumbuhan air, herba, dan rumput-

rumputan.

Titik-titik air yang keluar dari jaringan daun melalui proses gutasi bukanlah

air murni. Berbagai senyawa diketahui terlarut di dalamnya. Beberapa senyawa yang

ditemukan terlarut dalam titik-titik air tersebut adalah enzim, gula, asam amino,

vitamin, serta mineral seperti P, K, Na, Mg, dan Fe.

Beberapa perbedaan utama gutasi dan transpirasi adalah:

Faktor Pembeda

Gutasi

Transpirasi

Bentuk air yang dilepaskan

Pelepasan air dari jaringan tumbuhan dalam bentuk titik- titik air (cair)

Pelepasan air dari jaringan tumbuhan dalam bentuk uap air

Kualitas air

Air mengandung senyawa- senyawa terlarut dan garam mineral

 

yang dilepaskan

Air murni

50

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Mekanisme

Air dilepaskan melalui struktur hidatoda menuju ujung pembuluh daun

Air dilepaskan melalui stomata, kutikula, dan/atau lentisel

Regulasi

Pembukaan hidatoda tidak dapat diregulasi

Transpirasi melalui stomata diatur oleh sel penjaga

aktivitas

Waktu terjadi

Pada malam atau pagi hari

Pada saat ada sinar matahari (melalui stomata) dan sepanjang hari (melalui kutikula atau lentisel)

Gutasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kelangsungan hidup

tumbuhan. Namun kadangkala, gutasi diketahui dapat menyebabkan luka pada daun.

Hal ini diakibatkan oleh penumpukan garam yang terjadi bila titik-titik air di tepi

daun telah menguap.Kondisi tersebut membuat patogen seperti bakteri dan fungi

dapat menyerang jaringan daun.

51

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

10. UNSUR HARA TUMBUHAN

Tumbuhan memerlukan unsur-unsur hara penting yang berguna bagi penyelenggaraan kehidupannya. Dalam klasifikasinya, terdapat unsur yang diperlukan dalam jumlah yang banyak (makronutrien) dan unsur yang yang diperlukan dalam jumlah sedikit (mikronutrien). Mikronutrien meskipun hanya sedikit diperlukan tetapi sangat menentukan keberlangsungan proses-proses biokimia dalam tubuh tumbuhan.

Unsur makro (makronutrien) Karbon (C) Penting sebagai pembangun bahan organik karena sebagian besar bahan kering tanaman terdiri dari bahan organik, diambil tanaman berupa C02. Oksigen Terdapat dalam bahan organik sebagai atom dan termasuk pembangunan bahan organik, diambil dari tanaman berupa C02, sumbernya tidak terbatas dan diperlukan untuk bernafas. Fosfor Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk : H2PO4- HPO4–. Fungsi dari Fosfor (P) dalam tanaman dapat dinyatakan sebagai berikut :

Merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih/tanaman muda.

Mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi tanaman dewasa dan menaikkan prosentase bunga menjadi buah/biji.

Membantu asimilasi dan pernafasan sekaligus mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, biji atau gabah.

Sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu.

Hidrogen Merupakan elemen pokok pembangunan bahan organik, sumbernya dari air dan jumlahnya tidak terbatas. Kalium (K) Diambil/diserap tanaman dalam bentuk : K+. Fungsi Kalium bagi tanaman adalah :

Membantu pembentukan protein dan karbohidrat.

52

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Berperan memperkuat tubuh tanaman, mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman, agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur.

Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit.

Meningkatkan mutu dari biji/buah.

Nitrogen (N) Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk : NO3- NH4+. Fungsi Nitrogen bagi tanaman adalah:

Diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang dan akar.

Berperan penting dalam hal pembentukan hijau daun yang berguna sekali dalam proses fotosintesis

Membentuk protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik.

Meningkatkan mutu tanaman penghasil daun-daunan.

Meningkatkan perkembangbiakan mikro-organisme di dalam tanah.

Belerang (Sulfur = S) Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: SO4-. Fungsi belerang bagi tanaman ialah:

Berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar

Merupakan unsur yang penting dalam beberapa jenis protein dalam bentuk cystein, methionin serta thiamine

Membantu pertumbuhan anakan produktif

Merupakan bagian penting pada tanaman-tanaman penghasil minyak, sayuran seperti cabai, kubis dan lain-lain

Membantu pembentukan butir hijau daun

Besi (Fe) Diambil atau diserap oleh tanaman dalam bentuk: Fe++. Fungsi unsur hara besi (Fe) bagi tanaman ialah:

Zat besi penting bagi pembentukan hijau daun (klorofil)

Berperan penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan protein

Zat besi terdapat dalam enzim Catalase, Peroksidase, Prinodic hidroginase dan Cytohrom oxidase Kalsium (Ca)

53

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Ca++. Fungsi kalsium bagi tanaman adalah:

Merangsang pembentukan bulu-bulu akar

Berperan dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif dari tanaman

Memperkeras batang tanaman dan sekaligus merangsang pembentukan biji

Menetralisir asam-asam organik yang dihasilkan pada saat metabolism

Kalsium yang terdapat dalam batang dan daun dapat menetralisirkan senyawa atau suasana keasaman tanah Magnesium (Mg)

Diambil/diserap

oleh

tanaman

dalam

bentuk:

Mg++.

Fungsi

magnesium

bagi

tanaman ialah:

Merupakan salah satu bagian enzim yang disebut Organic pyrophosphatse dan Carboxy peptisid

Berperan dalam pembentukan buah

Unsur mikro (Mikronutrien) Mangan (Mn) Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mn++ Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah:

Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vit. C

Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua

Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim

Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi

Boron (Bo) Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Bo O3-. Fungsi unsur hara Boron (Bo) bagi tanaman ialah:

Bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman

Meningkatkan mutu tanaman sayuran dan buah-buahan

54

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Berperan dalam pembentukan/pembiakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar

Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca) e. Unsur hara Bo dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit Tembaga (Cu) Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cu++. Fungsi unsur hara Tembaga (Cu) bagi tanaman ialah:

Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa, Butirid Coenzim A. Dehidrosenam

Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)

Seng (Zincum = Zn). Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Zn++ Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah: Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan, Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis, Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah. Khlor (Cl) Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cl -. Fungsi unsur hara Khlor (Cl) bagi tanaman ialah:

Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman seperti: tembakau, kapas, kentang dan tanaman sayuran

Banyak ditemukan dalam air sel semua bagian tanaman

Banyak terdapat pada tanaman yang mengandung serat seperti kapas

Molibdenum (Mo) Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mo O4-. Fungsi unsur hara Molibdenum (Mo) bagi tanaman ialah:

Berperan dalam mengikat (fiksasi) N oleh mikroba pada leguminosa

Sebagai katalisator dalam mereduksi N

Berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran. Molibdenum dalam tanah terdapat dalam bentuk MoS 2 Seng (Zincum = Zn)

55

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Zn++. Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah:

Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan

Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis

Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah

Daur Hara (Biogeokimia) A. Siklus nitrogen Siklus nitrogen adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung unsur nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. Transformasi ini dapat terjadi secara biologis maupun non-biologis. Beberapa proses penting pada siklus nitrogen, antara lain fiksasi nitrogen, mineralisasi, nitrifikasi, denitrifikasi. Walaupun terdapat sangat banyak molekul nitrogen di dalam atmosfir, nitrogen dalam bentuk gas tidaklah reaktif. Hanya beberapa organisme yang mampu untuk mengkonversinya menjadi senyawa organik dengan proses yang disebut fiksasi nitrogen. Fiksasi nitrogen yang lain terjadi karena proses geofisika, seperti terjadinya kilat. Kilat memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan, tanpanya tidak akan ada bentuk kehidupan di bumi. Walaupun demikian, sedikit sekali makhluk hidup yang dapat menyerap senyawa nitrogen yang terbentuk dari alam tersebut. Hampir seluruh makhluk hidup mendapatkan senyawa nitrogen dari makhluk hidup yang lain. Oleh sebab itu, reaksi fiksasi nitrogen sering disebut proses topping-up atau fungsi penambahan pada tersedianya cadangan senyawa nitrogen.

56

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA Skema Siklus Nitrogen di Alam B. Siklus Sulfur (S) Sulfur

Skema Siklus Nitrogen di Alam

B. Siklus Sulfur (S) Sulfur terdapat dalam bentuk sulfat anorganik. Sulfur direduksi oleh bakteri menjadi sulfida dan kadang-kadang terdapat dalam bentuk sulfur dioksida atau hidrogen sulfida. Hidrogen sulfida ini seringkali mematikan mahluk hidup di perairan dan pada umumnya dihasilkan dari penguraian bahan organik yang mati. Tumbuhan menyerap sulfur dalam bentuk sulfat (SO4). Perpindahan sulfat terjadi melalui proses rantai makanan, lalu semua mahluk hidup mati dan akan diuraikan komponen organiknya oleh bakteri. Beberapa jenis bakteri terlibat dalam daur sulfur, antara lain Desulfomaculum dan Desulfibrio yang akan mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida (H2S). Kemudian H2S digunakan bakteri fotoautotrof anaerob seperti Chromatium dan melepaskan sulfur dan oksigen. Sulfur di oksidasi menjadi sulfat oleh bakteri kemolitotrof seperti Thiobacillus. Selain proses tadi, manusia juga berperan dalam siklus sulfur. Hasil pembakaran pabrik membawa sulfur ke atmosfer. Ketika hujan terjadi, turunlah hujan asam yang membawa H2SO4 kembali ke tanah. Hal ini dapat menyebabkan perusakan batuan juga tanaman. Dalam daur belerang, mikroorganisme yang bertanggung jawab dalam setiap trasformasi adalah sebagai berikut :

1. H2S → S → SO4; bakteri sulfur tak berwarna, hijau dan ungu.

57

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

2. SO4 → H2S (reduksi sulfat anaerobik), bakteri desulfovibrio.

3. H2S → SO4 (Pengokaidasi sulfide aerobik); bakteri thiobacilli.

4. S organik → SO4 + H2S, masing-masing mikroorganisme heterotrofik aerobik

dan

anaerobik.

4. S organik → SO4 + H2S, masing -masing mikroorganisme heterotrofik aerobik dan anaerobik. Skema daur

Skema daur sulfur

58

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

11. HORMON TUMBUHAN

Hormon tumbuhan adalah senyawa yang disintesis di dalam sutau bagian tumbuhan dan ditranslokasikan ke bagian lainnya ; dalam konsentrasi yang rendah (sering efektif pada konsentrasi internal sekitar 1 uM) dapat menyebabkan respon fisiologis. Respon pada organ target tidak selalu bersifat promotif karena proses-proses seperti pertumbuhan dan diferensisasi kadang-kadang di terhambat oleh hormon terutama ABA.

Julius Von Sach berpendapat bahwa ada senyawa pembentuk organ yang khusus terdapat dalam tubuh tumbuhan. Senyawa tersebut menyebabkan pertumbuhan batang, daun, akar, bunga, dan buah dan pertumbuhan bagian tubuh lainnya. Walaupun pada saat itu tidak menemukan adanya senyawa di atas, pendapat Sach ini mengindikasikan adanya hormon dalam tumbuhan. Hormon pertama yang ditemukan adalah IAA (auksin) ; dan karena IAA ini berpengaruh pada banyak proses bila di aplikasikan, orang beranggapan bahwa hanya IAA-lah hormon tumbuhan, sampai berbagai pengaruh Giberelin ditemukan dalam dekade 1950. Selanjutnya diketahui tiap hormon tidak hanya berpengaruh terhadap berbagai bagian tumbuhan, tapi juga bahwa pengaruh tersebut tergantung pada jenis spesies, bagian tumbuhan, stadium perkembangan, konsentrasi hormon, interaksi antara hormon-hormon dan berbagai factor lingkungan. Bila hormon tumbuhan terdapat dalam konsentrasi yang sangat kecil untuk aktif dan spesifik, harus ada 3 bagian utama dalam system respon tumbuhan:

1. Hormon harus terdapat dalam jumlah yang cukup dalam sel yang cocok

2. Hormon harus dikenal dan tereikat erat dalam kelompok sel-sel yang respon terhadap hormon yang bersangkutan (sel target). Sekarang telah diketahui adanya protein pengikat hormon di dalam sel tumbuhan yang disebut protein reseptor.

3. Protein reseptor (konfigurasinya diduga berubah saat mengikat hormon) harus menyebabkan perubahan metabolit lainnya yang memimpin ke arah implifikasi sinyal hormon.

59

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Fitohormon adalah bahan yang dibuat oleh tumbuhan sendiri, efektif pada kadar yang sangat rendah, tempat dibuat berbeda dengan tempat bekerjanya. Transportnya berlangsung lewat berkas pengangkut. Kadang-kadang tempat bekerjanya juga di tempat dibuat, tetapi berbeda sel. Berbeda dengan hormon pada hewan, fitohormon yang sama dapat berpengaruh terhadap berbagai proses metabolisme dan pertumbuhan. Karena banyaknya senyawa sintetik yang mempunyai aktivitas seperti hormon maka digunakan istilah zat tumbuh atau zat pengatur tumbuh tumbuhan untuk senyawa-senyawa yang dibuat secara sintetik. Pada dasarnya ada lima macam kelompok hormon yang berperan pada tumbuhan, yaitu auxin, sitokinin, giberelin, absisin dan etilen. Pertumbuhan tidak hanya dipengaruhi oleh salah satu hormon, tetapi merupakan hasil kerjasama antara kelima kelompok hormon tersebut. Berikut dapat dilihat secara garis besar peran masing-masing hormon secara terpisah

terhadap berbagai proses pertumbuhan. Hormon umumnya berperan sebagai pengatur yang sifatnya tidak khas, artinya meskipun memacu atau menghambat pertumbuhan tetapi efeknya tidak terarah secara tegas. Diduga kerja hormon ini melalui perannya pada aktivitas gen. beberapa hipotesis yang menerangkan kerja hormon terhadap gen diajukan sebagai berikut :

1. hormon berperan mengaktifkan gen yang potensial aktif dan menginaktifkan gen yang potensial inaktif.

2. hormon berperan mengaktifkan atau menginaktifkan gen tertentu saja. Perubahan ini menyebabkan terjadinya perubahan pola metabolisme. Mungkin saja perubahan itu berpengaruh terhadap gen lain lagi, sehingga efeknya berantai

3. hormon berpengaruh terhadap suatu reaksi metabolisme. Karena metabolisme dalam sel saling terkait, maka mungkin terjadi pengaturan kembali terhadap seluruh metabolisme sel dan selanjutnya berpengaruh terhadap gen.

60

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Tabel Beberapa parameter pengamatan dalam respon tumbuhan terhadap hormon dan regulator pertumbuhan

Parameter

auxin

sitokinin

giberelin

absisin

etilen

Pembentangan sel

+

 

+

-

?

Pembelahan sel

+

+

+

-

 

Diferensiasi trakea

+

+

     

Diferensiasi floem

   

+

   

Perkecambahan biji

 

+

+

-

 

Dominansi apikal

+

-

+

   

Pembentukan akar baru

+

     

-

Pembentukan tunas

+

+

     

Pembentukan bunga

   

+

-

 

Pengguguran

-

   

+

+

Partenokarpi

+

+

     

Pemasakan buah

       

+

Dormansi

   

-

+

 

.

Macam-macam Hormon dan Pengaruhnya

Auksin

Istilah auksin (latin = meningkatkan ) pertama kali digunakan oleh Frits W. Went

pada tahun 1926. Ia menemukan bahwa senyawa yang tidak teridentifikasi mungkin

menyebabkan melengkungnya koleoptil gandum Avena sativa ke arah cahaya.

Fenomena ini disebut fototropisme. Dari penelitiannya tersebut ternyata satu

senyawa yang terdapat dalam ujung koleoptil dapat berdifusi ke dalam suatu balok

agar-agar yang kecil. Aktifitas auksin ini dideteksi dengan melengkungnya koleoptil

yang disebabkan oleh peningkatan pemanjangan pada sisi yang padanya ditempelkan

secara asimetris agar-agar tersebut. Auksin yang ditemui Went ini sekarang dikenal

dengan Asam Indol Asetat (IAA).

Auxin mampu mempengaruhi sejumlah perubahan fisiologi di dalam sel,

misalnya auxin menaikkan permeabilitas membran plasma terhadap bahan-bahan

organik sehingga penyerapan bahan organik ke dalam sel menjadi lebih tinggi. Pada

saat yang sama auxin memacu ATPase untuk memecah ATP menjadi

61

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

ADP+H + +H 2 PO 4 - . H + dikeluarkan dari sel dan digantikan oleh K + . K + ini memacu penyerapan air sehingga turgor naik. Setelah beberapa saat auxin memacu sintesis RNA dan protein, sekaligus mempengaruhi plastisitas dinding sel sehingga memungkinkan pembesaran sel. Selain memacu pembentukan RNA dan protein, auxin juga menghambat penguraiannya. Auxin juga dapat mengaktifkan beberapa jenis enzim. Pengaruh auxin ditentukan oleh konsentrasinya, artinya pada konsentrasi rendah pengaruhnya kecil, semakin tinggi akan bertambah sampai optimum, sesudah itu akan memberi efek menghambat. Selain berperan pada pertumbuhan dan perkembangan sel, auxin juga berperan pada berbagai proses morfogenesis, misalnya dormansi apikal, pengguguran daun dan buah, partenokarpi.

+

pertumbuhan

Sitokinin

konsentrasi
konsentrasi

Sitokinin berperan menaikkan kadar RNA dan protein pada berbagai jaringan. Hal ini disebabkan sitokinin menghambat penguraian serta memacu sintesis RNA dan protein, dengan mekanisme inaktivasi alosterik terhadap RNAase dan protease. Efek inaktivasi terhadap penguraian RNA tidak jelas, apakah terhadap mRNA, tRNA atau terhadap segala RNA yang ada. Pacuan terhadap sintesis RNA dan protein juga belum jelas, diduga mengaktifkan RNA polimerase. Pada umumnya sitokinin memacu berbagai proses metabolisme dan pacuan terbesar berlangsung di tempat dengan konsentrasi tertinggi. Sitokinin mempunyai efek menahan bahan organik, terutama protein dan memacu jaringan untuk menyerap air dari sekitarnya. Dalam kaitannya dengan sintesis protein, sitokinin selanjutnya memacu pembelahan sel. Sitokinin disintesis di akar, dengan bahan dasar purin dan

62

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

disubstitusi dengan isopentenyl (IPA = isopentenylaminopurin), sedang gugus isopentenyl dibuat dari asam mevalonat. Sintesis sitokinin dipacu oleh temperatur di atas 20 o C dan hari panjang, sebaliknya dihambat oleh temperatur rendah, hari pendek dan kekurangan air. Transport sitokinin bersifat apolar dan terutama berlangsung melalui xylem. Pada proses morfogenesis peran sitokinin yang terpenting adalah menyebabkan dominasi apikal dan menunda proses penuaan jaringan dan organ. Giberelin Seperti halnya auxin, peran giberelin pada tingkat sel dengan cara mempengaruhi sejumlah proses fisiologi yang belum dapat diterangkan secara jelas. Pada beberapa peristiwa peran giberelin itu berupa pemacuan terhadap sintesis RNA dan protein. Dalam hal ini terbentuknya enzim hidrolase merupakan efek giberelin yang paling besar, sehingga berbeda dengan auxin, giberelin mampu memacu penguraian bahan organik cadangan misalnya pada biji yang berkecambah atau kuncup dorman yang tumbuh kembali. Peran giberelin terlihat nyata bila terdapat bersama dengan hormon lain, misalnya pembentukan enzim amilase pada perkecambahan biji merupakan kerjasama giberelin dengan sitokinin. Giberelin juga memacu sintesis DNA yang selanjutnya DNA ini memacu pembentangan sel. Giberelin juga memacu perubahan triptofan menjadi auxin serta menghambat bekerjanya auxin oksidase sehingga kadar auxin menjadi lebih tinggi. Giberelin dibuat terutama di daun muda, buah yang sedang tumbuh dan mungkin di ujung akar. Sintesis giberelin dipacu oleh hari panjang dan temperatur 20-30oC. Giberelin dibuat dari asam mevalonat melalui asam kaurenat. Bermacam-macam struktur molekul giberelin sehingga untuk membedakannya diberi nomor berbeda. Giberelin ditranslokasikan lewat berkas pengangkut dan parenkim ke bagian-bagian lain dengan cara apolar.

Absisin (Asam Absisat) Absisin menghambat sintesis RNA karena efek alosterik. Absisin juga memacu produksi senyawa karbohidrat yang akan disimpan sebagai cadangan makanan. Absisin menghambat kerja ATPase, sehingga transport zat hara pada membran terhambat. Termasuk di sini hambatan masuknya K + ke dalam sel penutup stoma, sehingga stomata menutup. Absisin merupakan hormon yang menyebabkan

63

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

tumbuhan mampu mempertahankan diri terhadap kekeringan. Pada jaringan tua absisin memacu sintesis etilen.

Etilen

Sifat etilen yang lipofil tidak mempunyai pengaruh langsung terhadap enzim atau protein struktural dan kromosom. Diduga hanya bagian membran plasma yang bersifat lipid tempat kerjanya sehingga transport zat hara dan bahan organik pada membran ini berubah. Etilen mampu menghambat transport auxin di dalam parenkim. Proses ini menjadi penyebab terjadinya pengguguran daun dan buah. Pengaruh etilen diduga juga berhubungan dengan persaingannya dengan CO 2 untuk memperoleh titik ikat yang sama, sehingga etilen mampu mempengaruhi enzim secara tidak langsung. Hal ini terlihat misalnya terjadinya pacuan etilen terhadap aktivitas enzim fenilalaninamoniumlyase dan selulase di zone pengguguran pada tangkai daun. Pengaruh pemberian etilen sangat berkurang bila pada saat yang sama diberikan CO 2 . Karena pada proses pengguguran dan pemasakan buah terjadi perubahan susunan enzim (kenaikan kadar enzim peroksidase, selulase dan enzim respirasi), serta hilangnya berbagai enzim yang bekerja pada sintesis RNA dan protein. Etilen disintesis dari metionin, dapat terjadi selama pertumbuhan, hanya saja jumlahnya sedikit pada awal pertumbuhan dan bertambah banyak bila pada jaringan terdapat auxin dan absisin dalam jumlah besar. Pada bunga dan buah sintesis etilen secara endogen bertambah besar bila dari lingkungan terdapat etilen. Penyebaran etilen dalam bentuk gas. Transport etilen di dalam jaringan belum jelas bentuknya, apakah terikat dengan senyawa lain atau tidak.

Penyebaran Zat Tumbuh Dalam Tumbuhan Zat tumbuh tidak tersebar merata dalam tumbuhan seperti tampak pada Gambar. Konsentrasi dinyatakan dalam nilai relatif, kecuali auksin yang berdasarkan nilai terbatas. Kesulitan lain dalam menyajikan data ini adalah kurangnya informasi tentang bentuk zat tumbuh yang terdapat dalam jaringan atau organ. Meskipun suatu zat tumbuh tertentu dapat diekstrak dalam jumlah yang cukup, bentuk aktifnya biasa terdapat dalam konsentrasi rendah.

64

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Dengan mengingat hal-hal tersebut, dapat dilihat pada tabel bahwa jaringan- jaringan meristem (ujung batang dan akar, daun muda) relatif mengandung auksin, giberelin, ditokinin yang tinggi. Daun, batang, dan akar yang sudah dewasa kandungan auksin dan giberelinnya rendah. Asam absisik terdapat dalam daun dewasa. Vitramin, tidak terdapat pada Gambar 1, terdapat pada konsentrasi yang tinggi dalam daun muda dan jaringan meristematik. Berbagi senyawa penghambat juga dapat diekstrak dari daun, batang dan akar.

Transport Zat Tumbuh Kenyataan bahwa auksin, giberelin, dan sitokinin terdapat dalam konsentrasi tinggi dalam jaringan meristem menimbulkan dugaan bahwa zat-zat ini dibentuk dalam daerah-daerah tersebut. Kemungkinan juga bahwa konsentrasi yang tinggi itu dipertahankan tidak hanya dengan proses sintesa tetapi desngan transport dari satu bagian ke bagian lain dari tumbuhan, atau dengan mekanisme degradasi dan inaktivasi secara aktif. Pada kecambah monokotil, konsetrasi IAA tertinggi terdapat pada ujung koleoptil dan ujung akar. Hal ini dianggap menunjukkan bahwa IAA dibentuk ujung- ujung tersebut dan diangkut ke bagian kecambah lainnya. Selama pengangkutan tersebut, IAA digunakan dalam reaksi-reaksi tumbuh, menjadi tidak mobil karena membentuk komplex dengan molekul-molekul organik lainnya, atau dirombak oleh kegiatan enzim. Dalam koleptil ini interpretasi lain dapat juga diberikan. IAA dapat dibuat dalam biji didaerah embrio yang mengalami aktivitas meristematik yng tinggi, atau IAA yng dibuat selama perkembangan biji dan tersimpan dalam bentuk terikat dapat dibebaskan. IAA ditranslokasikan dan dikaumulasi diujung koleoptil, kemudian ditransport ke arah bawah sebagi pola distribusi yang digambarkan. Dalam akar tampaknya IAA dibuat dalam sel-sel meristem.

65

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

12. GERAK TUMBUHAN

Lebih seabad yang lau, Darwin telah mengetahui, bahwa tumbuhan walaupun

berakar didalam tanah, menunjukan pergerakan tertentu yang sering

diinterprestasikan sebagai adaptasi di lingkungan Umumnya pergerakan pada

tumbuhan-tumbuhan digolongkan kedalam dua kategori almiah, yaitu:

1. Tropisme, (bahasa Yunani, trope, artinya membengkok) yang berarti arah

rangsangan lingkungan menentukan arah gerakan. Contohnya, batang yang

tumbuh menjauhi gravitasi atau menuju sumber cahaya.

2. Nasti, (bahasa Yunani, nastos, artinya dipaksa mendekat) yang terpicu oleh

rangsangan dari luar, namun arah rangsangan tidak menentukan arah gerakan.

Contohnya, gerakan harian dedaunan, atau pembukaan dan penutupan

stomata. Beberapa contoh dari pergerakan terlihat pada Tabel 1.

Table 1. Gerak tropisme atau gerak nasti dalam kaitannya dengan fakor penyebabnya

Stimulus

Tropisme

Gerak Nasti

Gravitasi

Gravitropisme

 

Cahaya

Fototropisme

Fotonasti

Gelap

 

Niktinasti

Suhu

Termotropisme

Termonasti

Sentuhan

Tigmotropisme

Tigmonasti

Kimia

Kemotropisme

Kemonasti

Air

Hidrotropisme

Hidronasti

Kedua gerakan tersebut sering merupakan hasil dari perbedaan pertumbuhan yang

irreversible, tapi dapat juga disebabkan oleh penyerapan air yang reversible ke

dalam sel, khususnya yang disebut sel-sel motor (motor cells), yang secara kolektif

membentuk suatu pulvinus.

Perubahan lingkungan yang menginduksi gerakan tumbuhan atau respons

lainnya disebut rangsangan. Bagian tumbuhan yang menerima rangsangan

dinamakan reseptor. Setelah rangsangan diterima ia akan diubah (ditransduksi)

menjadi bentuk lain, yang sering dikenal sebagai isyarat, yang kemudian diteruskan

66

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

menjadi respon motor (pertumbuhan atau gerak pulvinus yang merupakan peneyebab

sebenarnya gerakan tanaman). Itulah yang menyebabkan timbulnya gerak tumbuhan. Tiga tahap utama yang selalu ditemui dalam studi pergerakan pada tumbuhan, dimana ketiga tahap ini berlangsung secara berurutan sebagai berikut :

1. Persepsi; bagaimana tumbuhan atau bagian tumbuhan mendeteksi stimulus lingkungan yang menyebakan respon.

2. Transduksi; bagaimana mekanisme persepsi memindahkan stimulus yang dirasakannya ke sel-sel di dalam organ, dimana pergerakan terjadi.

3. Respon; apa yang sebenarnya terjadi pada tumbuhan setalah proses transduksi, yang terlihat sebagai pergerakan.

Dari penelitian-penelitian tentang gerakan-gerakan nasti dan tropisme selama 20 atau 30 tahun terakhir ini didapat dua hal pokok, yaitu :

1. Mekanisme yang sama dalam suatu tumbuhan sering menyebabkan respons yang berbeda

2. Mekanisme berbeda dapat menghasilkan yang sama pada organisme yang berbeda, bahkan pada organisme yang sama.

A. Gerak Nasti Gerakan daun atau anak daun pada daun majemuk sering menunjukan gerak nastik. Pembengkokkan organ ke atas disebut hiponasti, pembengkokkan ke bawah disebut epinasti. Gerak daun ini disebabkan olah adanya pulvinus di pangkal tangkai daun, helai daun, atau anak daun, tetapi gerak ini juga terjadi pada tumbuhan yang tidak memiliki pulvinus. Umumnya gerakan-gerakan nasti adalah reversible, baik ia dikendalikan oleh pulvinus atau perubahan kecepatan pertumbuhan pada bagian atas atau bawah suatu organ. Epinasti terjadi bila sel-sel bagian atas petiole atau daun, terutama dalam vena utama, tumbuh (memanjang irreversible) lebih giat dibandingkan sel-sel bagian bawah. Pembengkokkan berubah menjadi hiponasti ketika sel disisi bawah berubah tumbuh lebih cepat. Gerak nasti dikontrol oleh hormon turgorin. Berbagai senyawa aktif terdapat di dalam pulvinus beberapa tumbuhan, mengontrol gerakan-gerakan daun melalui pengaruhnya terhadap tekanan turgor. Senyawa-senyawa ini dikelompokkan sebagai

67

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

suatu hormon turgorin. Gerak nasti terdiri atas niktinasi, hidronasti (higronasti), thigmonasti, perangkap lalat venus, thigmomorfogenesis dan seismomorfogenesis.

1. Niktinisti : Gerak niktinasti merupakan proses berirama yang dikendalikan oleh

interaksi antara lingkungan dan waktu biologis. Misalnya gerakan daun, dari hampir

mendatar pada siang hari sampai hampir tegak pada malam hari telah dikenal lebih dari 2000 tahun yang lalu. Studi tentang ini jelas terlihat pada spesies tumbuhan yang mempunyai daun majemauk ganda. Daun-daun tersebut sering memperlihatkan gerakan tidur (sleep movement). Sel–sel dalam pulvinus yang membengkak selama membukanya daun disebut ekstensor, sedangkan yang meyusut disebut flexor. Pulvinus Samanea sp. berbentuk silinder lurus siang hari saat daun membuka dan berbentuk silinder membengkok pada malam hari. 2. Hidronasti (Higronasti) : Hidronasti merupakan gerakan pelipatan atau penggulungan daun, namun penggulungan daun terjadi akibat responsnya terhadap keadaan rawan air (stress air), bukan terhadap cahaya. Gerakan ini terjadi akibat hilangnya turgor dalam sel motor berdinding tipis yang disebut sel membisul (buliform). Sel-sel bulliform hanya mempunyai sedikit atau tidak ada sama sekali

kutikula, sehingga ia kehilangan air pada waktu transpirasi lebih cepat dibandingkan sel-sel epidermis lain. Dengan menurunnya tekanan turgor sel-sel ini, turgor sel relatif tetap dalam sel-sel di sisi bawah daun menyebabkan daun melipat.

3. Thigmonasti : Merupakan gerak nasti akibat sentuhan (bahasa Yunani, thigma,

artinya sentuhan). Gerakan ini terlihat pada beberapa famili tertentu seperti mimosaceae, fabaceae. Contoh paling jelas adalah pada putri malu (Mimosa sp.). Anak-anak daun dan daun-daun dengan cepat melipat bila diraba, atau disentuh, digoyang, dipanaskan, didinginkan dengan cepat, atau diberi ransangan listrik. Bila hanya satu anak daun yang diberi stimulus, stimulus ini bergerak ke seluruh

tumbuhan, mempengaruhi anak-anak daun yang lain. Reaksi tumbuhan ini disebabkan oleh transportasi air keluar dari sel-sel motor dalam pulvinus, yang berhubungan dengan aliran K + .

B. Gerak Tropisme

68

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Tropisme yaitu respons tumbuhan terhadap arah rangsangan lingkungan, pertumbuhan menjadi tidak seimbang (diferensial) di beberapa bagian dari suatu organ. Akar tumbuh ke bawah dan batang tumbuh ke atas sebagai responsnya terhadap gravitasi (gravitropisme). Batang dan daun sering mengarahkan dirinya menuruti cahaya (fototropisme), tetapi akar jarang memperlihatkan fototropisme. Tigmotropisme adalah respon terhadap sentuhan benda padat, yaitu dengan merambatnya tumbuhan mengelilingi sebuah tiang atau batang tumbuhan lain. Walau banyak data tentang tropisme, umumnya hanya bersifat deskriptif atau fenomenologi. Dengan berkembanganya ilmu fisika dan mekanik ruang, mulai

ditelilti mekanisme yang menjadi dasar bagi gerak tropisme ini. Dipostulatkan bahwa mekanisme tersebut melibatkan tiga langkah: persepsi, transduksi dan respons. Gerak tropisme terdiri atas :

1. Fototropisme : Dari percobaan Darwin dan yang lainnya, disimpulkan bahwa

sensitifitas terhadap fototropisme terdapat diujung koleoptil. Darwin menemukan bahwa koleoptil Avena membengkok ke arah cahaya bila ujungnya dibungkus, jadi sensitifitas fototropisme terjadi di bawah ujung. Tapi ternyata ujung koleoptil 1000 kali lebih sensitive dibandingkan dengan respon pad pangkal. Bila cahaya lunak diberikan, respon bergerak berangsur-angsur dari ujung ke pangkal, namun dengan menggunakan cahaya gelap atau terang maka terjadi respon secara serentak di sepanjang koleoptil. Hipokotil (batang bibit di bawah kotiledon) tidak memperlihatkan respon terhadap fototropisme.

2. Skototropisme : Bibit tumbuhan (setelah berkecambah) yang hidup di dalam

dasar hutan tropis, memperlihakan suatu fenomena dengan pertumbuhan ke arah kegelapan (negatif fototropisme). Kemungkinan setelah mendapatkan tempat memanjat (pohon yang gelap tadi) tumbuhan atau seedling ini akan menjadi fototropisme positif, tumbuh ke arah cahaya.

3. Gravitropisme : Gerak tumbuhan ke arah atau menjauhi tarikan atau gravitasi

bumi adalah contoh gravitropisme yang positif atau negatif. Akar bersifat gravitropisme positif, diamana antara akar primer, skunder dan tertier punya sensitifitas berbeda terhadap garavitropisme sehingga sistem akar dapat memanfaatkan semaksimal mungkin. Batang dan tangkai bunga bersifat gravitropisme negatif dan sensitifitasnya juga berbeda sehingga bisa memanfaatkan

69

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

ruang semaksimal mungkin, menyerap CO 2 dan cahaya seefektif mungkin. Sesuai dengan respon yang diperlihatkan organ tersebut dikenal:

1. Orthogravitropisme, tumbuh vertikal, seperti batang dan akar

2. Diagravitropisme, tumbuh horizontal

3. Plagiotropisme, tumbuh membentuk sudut dengan garis horizontal

4. Agravitropisme, tak ada respon terhadap gravitasi

70

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

13. REPRODUKSI TUMBUHAN

Tumbuhan dapat bereproduksi dengan dua cara yaitu seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Reproduksi tersebut merupakan upaya untuk mempertahankan kelestarian spesies.

Reproduksi Generatif pada Tumbuhan Reproduksi generatif adalah terjadinya individu baru yang didahului dengan peleburan dua sel gamet. Peristiwa ini disebut pembuahan. Pembuahan (fertilisasi) pada tumbuhan berbiji akan terjadi kalau didahului adanya proses penyerbukan (persarian/polenasi).

didahului adanya proses penyerbukan (persarian/polenasi). Gambar Organ Generatif Pada Tumbuhan Berbiji Penyerbukan

Gambar Organ Generatif Pada Tumbuhan Berbiji

Penyerbukan adalah sampainya serbuk sari pada tempat tujuan. Pada tumbuhan Gymnospermae, tujuan serbuk sari adalah tetes penyerbukan, sedangkan pada tumbuhan Angiospermae, tujuan serbuk sari adalah kepala putik. Macam-macam penyerbukan a. Berdasarkan penyebab sampainya serbuk sari pada tujuan 1. Anemogami: penyerbukan yang disebabkan oleh angin. Ciri-ciri tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh angin ialah:

bunganya tidak bermahkota

serbuk sarinya bergantungan kedudukannya

serbuk sarinya banyak dan ringan

71

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

kepala putiknya besar.

Contohnya: rumput, tebu, dan alang-alang.

2. Zoidiogami: penyerbukan yang dibantu oleh hewan.

Berdasarkan jenis hewannya dapat dibedakan lagi menjadi:

Entomogami:penyebabnya adalahserangga.Tumbuhan yang penyerbukannya memerlukan bantuan serangga umumnya mempunyai ciri-ciri:

o

mahkota bunga berwarna mencolok

o

mengeluarkan bau yang khas

o

mempunyai kelenjar madu

Ornitogami: penyerbukan karena bantuan burung, terjadi pada tumbuhan yang bunganya mengandung madu atau air.

Kiropterogami: penyerbukan karena bantuan kelelawar, terjadi pada tumbuhan yang bunganya mekar pada malam hari.

Malakogami: penyerbukan karena bantuan siput, terjadi pada tumbuhan yang banyak dilekati siput. 3. Hidrogami: penyerbukan karena bantuan air. Ini pada umumnya terjadi pada tumbuhan yang hidup di dalam air, misalnya Hydrilla.

4. Antropogami: disebut juga penyerbukan buatan atau sengaja, yaitu penyerbukan

karena bantuan manusia. Hal ini dilakukan oleh manusia karena tidak terdapatnya

vektor yang dapat membantu penyerbukan. b. Berdasarkan asal serbuk sari :

1. Autogami atau penyerbukan sendiri. Autogami dapat terjadi bila serbuk sari berasal dari bunga yang sama. Autogami sering terjadi pada saat bunga belum mekar disebut kleistogami.

2. Geitonogami atau penyerbukan tetangga, yaitu penyerbukan di mana serbuk sari berasal dari bunga yang berlainan tetapi masih dalam satu individu.

3. Alogami atau penyerbukan silang, yaitu penyerbukan di mana serbuk sari berasal dari bunga individu lain tetapi masih dalam satu species/jenis.

4. Bastar yaitu penyerbukan di mana serbuk sari dan putik berasal dari spesies lain. Terjadinya penyerbukan belum memberi jaminan akan terjadinya

pembuahan, karena buluh serbuk sari yang berasal dari serbuk sari dalam

72

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

perkembangan selanjutnya belum tentu dapat mencapai sel telur, yang letaknya di dalam bakal buah jauh dari kepala putik. Pada beberapa jenis tumbuhan

penyerbukannya tidak mungkin terjadi secara autogami (penyerbukan mandiri). Hal ini antara lain disebabkan oleh:

1. Dioseus (berumah dua), artinya alat kelamin jantan dan alat kelamin betina

terdapat pada individu yang berbeda. Misalnya: melinjo dan salak.

2. Dikogami, bila putik dan serbuk sari suatu bunga masaknya tidak bersamaan.

Dikogami dapat dibedakan atas:

Protandri, bila serbuk sari suatu bunga masak lebih dulu dari pada putiknya. Contohnya: bunga jagung, seledri, dan bawang Bombay.

Protogini, bila putik suatu bunga masak lebih dulu dari serbuk sarinya. Contohnya: bunga kubis, bunga coklat, dan alpukat.

3. Herkogami, ialah bentuk bunga yang sedemikian rupa, sehingga serbuk sari dari

bunga tersebut tidak dapat jatuh pada kepala putiknya, kecuali dengan bantuan manusia atau hewan. Contoh: Anggrek, Vanili, dan lain sebagainya.

4. Heterostili, ialah bunga yang mempunyai benang sari dan tangkai putik tidak sama

panjang. Contoh: tumbuhan familia Rubiaceae (kopi, kina, kaca piring, dan lain sebagainya). Pembuahan Penyerbukan akan menghasilkan individu baru apabila diikuti oleh pembuahan, yaitu peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Pada tumbuhan berbiji dikenal ada dua macam pembuahan, yaitu pembuahan tunggal pada Gymnospermae, dan pembuahan ganda pada Angiospermae. a. Pembuahan tunggal Terjadi pada tumbuhan Gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka. Serbuk sari akan sampai pada tetes penyerbukan, kemudian dengan mengeringnya tetes penyerbukan, serbuk sari yang telah jatuh di dalamnya akan diserap masuk ke ruang serbuk sari melalui mikrofil. Serbuk sari ini sesungguhnya terdiri atas dua sel, yaitu sel generatif atau yang kecil dan sel vegetatif yang besar, hampir menyelubungi sel generatif. Serbuk sari ini kemudian tumbuh membentuk buluh serbuk sari, yang kemudian bergerak ke ruang arkegonium. Karena pembentukan buluh serbuk sari maka sel-sel yang terdapat di antara ruang serbuk sari dan ruang arkegonium

73

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

terdesak ke samping akan terlarut. Sementara itu di dalam buluh ini sel generatif membelah menjadi dua dan menghasilkan sel dinding atau sel dislokator, dan sel spermatogen atau calon spermatozoid. Sel spermatogen kemudian membelah menjadi dua sel permatozoid. Setelah sampai di ruang arkegonium, sel vegetatif lenyap, dan kedua sel spermatozoid lepas ke dalam ruang arkegonium yang berisi cairan, sehingga spermatozoid dapat berenang di dalamnya. Pada ruang arkegonium terdapat sejumlah sel telur yang besar. Tiap sel telur bersatu dengan satu spermatozoid, sehingga pembuahan pada Gymnospermae selalu mengasilkan zigot yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi embrio. Pembuahan tunggal seperti ini misalnya terjadi pada pohon Pinus.

tunggal seperti ini misalnya terjadi pada pohon Pinus. Contoh proses pembuahan tunggal pada Pinus (Gymnospermae) b.

Contoh proses pembuahan tunggal pada Pinus (Gymnospermae)

b. Pembuahan ganda 1. Perkembangan serbuk sari Serbuk sari yang jatuh di kepala putih terdiri atas satu sel dengan dua dinding pembungkus, yaitu: eksin (selaput luar) dan intin (selaput dalam). Eksin pecah,

74

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

kemudian intin tumbuh memanjang membuat buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari ini akan tumbuh menuju ke ruang bakal biji. Bersamaan dengan ini inti sel serbuk sari membelah menjadi 2, yang besar didepan adalah inti vegetatif sebagai penunjuk jalan, dan yang kecil di belakang adalah inti generatif. Inti generatif membelah lagi menjadi dua inti generatif atau spermatozoid, yaitu inti generatif 1 dan inti generatif 2.

yaitu inti generatif 1 dan inti generatif 2. Proses Pembuahan Ganda Pada Tumbuhan 2. Pembentukan sel

Proses Pembuahan Ganda Pada Tumbuhan 2. Pembentukan sel telur Bersamaan dengan perkembangan serbuk sari dalam buluh serbuk sari, di dalam ruang bakal biji sel induk megaspora (megasporosit/makrosporosit) membelah secara meiosis menjadi 4 sel. Tiga di antaranya mati dan yang satu tumbuh menjadi sel megaspora/makrospora (inti kandung lembaga primer). Inti sel megaspora ini selanjutnya membelah mitosis 3 kali, sehingga terbentuklah 8 inti. Ke-8 inti tersebut kemudian masing-masing akan terbungkus membran sehingga menjadi sel yang terpisah. Karena itu sel-sel di dalam bakal biji sering disebut multigamet. Langkah berikutnya, 8 sel tersebut membentuk formasi di dalam bakal biji. Tiga sel menempatkan diri di bagian atas bakal biji disebut antipoda. Yang di bagian bawah

75

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

dekat mikrofil, 3 sel menempatkan diri berdekatan. Yang tengah adalah ovum, sedang mengapitnya sebelah kanan dan kiri adalah sinergid. Dua sel yang tersisa bergerak ke tengah bakal biji dan bersatu melebur membentuk inti kandung lembaga sekunder sehingga menjadi sel yang diploid (2n). Jika terjadi pembuahan inti generatif 1 membuahi ovum membentuk zigot, sedang inti generatif 2 membuahi inti kandung lembaga sekunder menghasilkan endosperm (3n) sebagai cadangan makanan untuk zigot. Inilah yang dinamakan pembuahan ganda. Sementara itu inti vegetatif akan mati setelah sampai di bakal biji.

inti generatif 1 (n) + ovum (n) —–> zigot (2n)

inti generatif 2 (n) + inti kandung lembaga sekunder (2n) —–> endosperm

(3n)

Masuknya inti generatif ke dalam ruang bakal biji ada beberapa cara, yaitu:

Porogami : bila dalam pembuahan masuknya spermatozoid melalui mikrofil.

Aporogami : bila masuknya spermatozoid tidak melalui mikrofil. Bila masuknya spermatozoid melalui kalaza, maka disebut kalazogami. Embrio pada tumbuhan berbiji dapat terjadi karena:

a) Amfiksis (amfmiksis), yaitu terjadinya embrio melalui peleburan antara ovum dan

sel spermatozoid.

b) Apomiksis,embrio terjadi bukan dari peleburan sel telur dengan sel spermatozoid.

Apomiksis dapat terjadi karena:

Partenogenesis, yaitu pembentukan embrio dari sel telur tanpa adanya pembuahan.

Apogami, yaitu embrio yang terjadi dari bagian lain dari kandung lembaga tanpa adanya pembuahan, misalnya dari sinergid atau antipoda.

Embrioni adventif, yaitu embrio yang terjadi dari selain kandung lembaga. Misalnya, dari sel nuselus. Terjadinya amfimiksis dan apomiksis secara bersama-sama menyebabkan terdapatnya lebih dari satu embrio dalam satu biji. Peristiwa ini disebut poliembrioni. Poliembrioni sering dijumpai pada jeruk, mangga, nangka, dan sebagainya. Perkembang Biakan Tak Kawin Secara Alami / Vegetatif Alami Perkembangbiakan secara alami adalah berkembang biaknya tumbuhan tanpa bantuan tangan manusia untuk terjadi pembuahan / anakan tanaman baru.

76

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

a. Umbi Lapis

Umbi lapis adalah tumbuhnya tunas pada sela-sela lapisan umbi. Contohnya seperti bawang merah.

b. Umbi Batang

Umbi batang adalah batang yang beralih fungsi sebagai tempat penimbunan makanan dengan calon tunas-tunas kecil yang berada di sekitarnya yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Contoh seperti jagung dan ketela rambak. C. Geragih Geragih adalah batang yang menjalar secara terus-menerus di mana pada ruas batang

dapat muncul tunas-tunas baru. Misalnya seperti tanaman rumput teki, arbei, kangkung, dan lain sebagainya.

d. Akar Tunggal

Akar tunggal adalah tunas yang muncul pada batang tumbuhan yang tumbuh secara

mendatar di tanah. Contohnya seperti keladi, alang-alanga, dll.

e. Spora

Spora adalah cara tumbuhan paku, lumut dan jamur berkembang biak dengan membentuk spora tempat tunas baru akan muncul.

f. Tunas

Tunas adalah tumbuhan anakan yang muncul di samping tumbuhan induknya.

COntohnya yakni seperti pohon pisang, bambu, tebu, dan lain sebagainya.

g. Tunas Adventif

Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh pada bagian-bagian tertentu seperti pada

akar, daun, dsb. Contoh tanaman bertunas adventif adalah seperti pohon cemara, kesemek, sukun, dan lain-lain.

h. Hormegenium

Hormegenium adalah perkembangbiakan yang terjadi pada tumbuhan ganggang

berbentuk benang dengan cara memutus benang yang ada. Pada benang yang terputus nantinya kana tumbuh individu baru. i. Pembelahan Sel Pembelahan sel adalah perkembangbiakan pada tumbuhan bersel satu. 2. Perkembang Biakan Tidak Kawin Buatan / Reproduksi Vegetatif Buatan

77

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Perkembangbiakan secara buatan adalah berkembang biaknya tumbuhan tanpa bantuan campur tangan manusia.

a. Metode Mencangkok / Cangkok

Mencangkok adalah suatu cara mengembangbiakkan tumbuhan dengan jalan menguliti batang yang ada lalu bungkus dengan tanah agar akarnya tumbuh. Jika

akar sudah muncul akar yang kokoh, maka batang tersebut sudah bisa dipotong dan ditanam di tempat lain.

b. Merunduk / Menunduk

Merunduk adalah teknik berkembang biak tumbuh-tumbuhan dengan cara

menundukkan batang tanaman ke tanah dengan harapan akan tumbuh akar. Setelah akar timbul, maka batang sudah bisa dipotong dan dibawa ke tempat lain.

c. Menyetek / Nyetek

Menyetek adalah perkembangbiak tumbuhan dengan jalan menanam batang tanaman

agar tumbuh menjadi tanaman baru. Contohnya seperti singkong.

d. Menyambung / Mengenten

Mengenten adalah perkembang biakan buatan yang biasanya dilakukan pada tumbuhan sejenis buah-buahan atau ketela pohon demi mendapatkan kualitas buat

yang baik.

78

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

14. INTEGUMEN, RANGKA DAN OTOT

I. SISTEM INTEGUMEN Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasikan hewan terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari bahasa Latin "integumentum", yang berarti "penutup". Organ ini merupakan organ terbesar, tertipis, dan sangat penting. Karakter spesifiknya adalah mampu memperbaiki sendiri (self-repairing) dan menjadi mekanisme pertahanan tubuh pertama. Fungsi sistem integument adalah :

1) Pelindung: dari kekeringan, invasi mikroorganisme, sinar ultraviolet, dan mekanik, kimia, atau suhu

2)

Penerima sensasi: sentuhan, tekanan, nyeri, & suhu

3)

Pengatur suhu: menurunkan kehilangan panas saat suhu dingin & meningkatkan

4)

kehilangan panas saat suhu panas Fungsi metabolik: menyimpan energi mll cadangan lemak; sintesis vitamin D

5)

Ekskresi: mengeluarkan keringat, minyak dan garam.

A. Kulit Secara struktural, kulit terbagi menjadi 3 lapisan utama yaitu :

1) Epidermis, terbagi lagi menjadi lapisan basal / stratum germinativum (yang merupakan lapisan terbawah dari epidermis, terdapat melanosit yaitu sel dendritik yang yang membentuk melanin); lapisan Malpighi/ stratum spinosum (lapisan paling tebal); lapisan granular atau stratum granulosum (memiliki granula-granula); dan lapisan tanduk atau stratum korneum (terdiri dari 20 – 25 lapis sel tanduk tanpa inti).

2)

3) Jaringan subkutan atau hipodermis merupakan lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak lemak. Terdiri atas jaringan adipose sebagai bantalan antara kulit dan setruktur internal seperti otot dan tulang.

Dermis, merupakan lapisan dibawah epidermis dan terdiri atas jaringan ikat.

79

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

B. Rambut

Terdapat di seluruh kulit kecuali telapak tangan kaki dan bagian dorsal dari falang

distal jari tangan, kaki, penis, labia minora dan bibir. Terdapat 2 jenis rambut :

rambut terminal ( dapat panjang dan pendek) dan rambut velus( pendek, halus dan lembut). Rambut tersusun atas akar ( sel tanpa keratin) dan batang ( terdiri sel keratin).

C. Kuku

Permukaan dorsal ujung distal jari tangan atau kaki tertdapat lempeng keratin yang keras dan transparan.tumbuh dari akar yang disebut kutikula. Pertumbuhan rata- rata

0,1 mm / hari.pembaruan total kuku jari tangan : 170 hari dan kuku kaki: 12- 18 bulan.

D. Kelenjar Kulit

Kelenjar pada kulit terdiri atas dua yaitu kelenjar sebacea dan sudorifera. Kelenjar Sebasea berfungsi mengontrol sekresi minyak ke dalam ruang antara folikel rambut dan batang rambut yang akan melumasi rambut sehingga menjadi halus lentur dan lunak. Kelenjar keringat (sudorifera) berfungsi mengeluarkan keringat pada saat suhu tubuh meningkat.

berfungsi mengeluarkan keringat pada saat suhu tubuh meningkat. Gambar Lapisan-lapisan kulit dan turunannya 80

Gambar Lapisan-lapisan kulit dan turunannya

80

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

II. SISTEM RANGKA Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang. Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, walaupun jumlah ini dapat bervariasi antara individu. Sistem rangka merupakan suatu sistem yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang sifatnya menyokong dan melindungi. Sistem ini meliputi eksoskeleton dan endoskleton. Eksoskeleton secara embriologis berasal dari epidermis saja, dermis saja, atau keduanya. Sedangkan endoskeleton secara embriologis berasal dari jaringan sub dermal, yaitu endoskeleton tulang, endoskeleton rawan dan korda. Eksoskeleton umumnya dijumpai pada hewan invertebrata. Pada vertebrata lebih dikenal sebagai dermal skeleton. Endoskeleton umumnya dijumpai pada hewan vertebrata Rangka bertulang adalah sistem struktural utama vertebrata. Bekerja sama dengan kulit, yang merupakan organ terbesar di tubuh, rangka menyediakan bentuk dasar suatu organisme. Selain fungsi sokongan (support) mekanis, sistem rangka pun berperan sebagai alat utama perlindungan bagi organ-organ lunak dalam tubuh. Bekerja sama dengan sistem otot, sistem rangka memungkinkan pergerakan tubuh. Tulang-tulang individual atau formasi tulang berperan sebagai tuas pengungkit yang digerakkan oleh otot yang sesuai letaknya. Kontraksi otot-otot spesifik menyebabkan pergerakan tungkai atau bagian tubuh. Barangkali sistem penyokong yang paling efisien adalah endoskeleton (skeleton internal) vertebrata, jaringan intenal dari tulang keras dan tulang rawan atau kartilago, yang membingkai, membentuk, dan melindungi tubuh, serta meyediakan serangkaian tuas yang memaksimalkan potensi pergerakan yang rumit dan cepat. Tulang atau osteon terdiri atas sel-sel tulang yang banyak mengeluarkan matriks yang mengandung senyawa kapur dan posfat. Adanya matriks yang mengandung kapur dan posfat itulah yang menyebabkan tulang bersifat keras. Bila

81

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

matriks tersebut padat dan rapat membentuk tulang keras atau tulang kompak,

misalnya pada tulang pipa. Bila matriks tesebut berongga akan membentuk tulang spons, misalnya pada tulang-tulang pipih dan tulang pendek Secara garis besar, rangka pada hewan vertebrata terbagi atas rangka aksial dan rangka apendiks. Berikut merupakan rincian ringkas dari macam-macam tipe rangka tersebut :

A. Rangka aksial (rangka sumbu) :

• Tengkorak kepala (cranial)

• Ruas tulang punggung (vertebrae)

• Tengkorak daerah dada (costa /rusuk dan sternum)

• Tengkorak sekitar pinggang (sacrum dan cocyx)

B. Rangka apendiks (rangka cabang) :

• Gelang pektoral/bahu (scapula, clavicula)

• Gelang pelvic (coxa)

• Alat gerak (ekstrimitas ) depan (humerus, radius, ulna, carpal, metacarpal, phalang)

• Ekstrimitas belakang (femur, tibia, fibula, tarsal, metatarsal, phalang)

III. SISTEM OTOT Merupakan jaringan yang tersusun atas sel otot yang bertugas menggerakan berbagai bagian tubuh, karena memiliki kemampuan berkonteraksi. Kemampuan kontraksi disebabkan adanya protein otot yang disebut aktomiosin pada setiap miofibril. Otot dibedakan menjadi otot polos, lurik, dan jantung.

a. Otot polos dengan ciri-cirinya sbb :

sel polos tidak bergarin-garis

inti sel berjumlah satu dan terletak di tengah

kerjanya tidak dipengaruhi kesadaran (otak)

reaksi terhadap rangsang lambat

bentuk sel seperti kumparan

kerja teratur, lambat dan tahan lama

fungsi menggerakan alat-alat dalam

b. Otot lurik (skeletal) dengan ciri-ciri :

82

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

sel berserabut dan bergaris-garis

inti sel berjumlah banyak dan terletak di tepi

kerjanya dipengaruhi kesadaran

reaksi terhadap rangasang cepat

bentuk sel silindris

kerja tidak teratur, cepat dan tidak tahan lama

fungsi menggerakan rangka

c. Otot jantung dengan ciri-ciri :

sel berserabut, bercabang dan bergaris-garis

inti sel berjumlah satu dan terletak di tengah

kerja tidak dipengaruhi kehendak kesadaran

reaksi terhadap rangsang lambat

bentuk sel silindris bercabang-cabang

kerja teratur dan tahan lama

fungsi kontraksi otot jantung Berdasar syaraf yang mempengaruhinya, otot lurik termasuk otot sadar sehingga disebut otot volunter, sedang otot polos dan otot jantung termasuk otot tak sadar sehingga disebut otot involunter. Pada otot jantung hubungan antara cabang yang satu dengan yang lain di sebut sinsitium.

83

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

15. SISTEM PENCERNAAN

Struktur alat pencernaan berbeda-beda dalam berbagai jenis hewan, tergantung pada tinggi rendahnya tingkat organisasi sel hewan tersebut serta jenis makanannya. pada hewan invertebrata alat pencernaan makanan umumnya masih sederhana, dilakukan secara fagositosis dan secara intrasel, sedangkan pada hewan-hewan vertebrata sudah memiliki alat pencernaan yang sempurna yang dilakukan secara ekstrasel.

1. Sistem Pencernaan Pada Hewan Invertebrata

Sistem pencernaan pada hewan invertebrata umumnya dilakukan secara intrasel, seperti pada protozoa, porifera, dan Coelenterata. Pencernaan dilakukan dalam alat

khusus berupa vakuola makanan, sel koanosit dan rongga gastrovaskuler.

Selanjutnya, pada cacing parasit seperti pada cacing pita, alat pencernaannya belum sempurna dan tidak memiliki mulut dan anus. pencernaan dilakukan dengan cara absorbs langsung melalui kulit.

a.

Sistem Pencernaan Makanan Pada Cacing Tanah : Sistem pencernaan makanan pada cacing tanah sudah sempurna. Cacing tanah memiliki alat-alat pencernaan mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Proses pencernaan dibantu oleh enzim – enzim pencernaan. Makanan cacing tanah berupa daun- daunan serta sampah organik yang sudah lapuk. Cacing tanah dapat mencerna senyawa organik tersebut menjadi molekul yang sederhana yang dapat diserap oleh tubuhnya. Sisa pencernaan makanan dikeluarkan melalui anus.

b.

Sistem Pencernaan Pada Serangga : Sebagaimana pada cacing tanah, serangga memiliki sistem pencernaan makanan yang sudah sempurna, mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus sampai anus.Pencernaan pada serangga dilakukan secara ekstrasel.

2.

Sistem Pencernaan Pada Hewan vertebrata

Organ pencernaan pada hewan vertebrata meliputi saluran pencernaan (tractus digestivus) dan kelenjar pencernaan (glandula digestoria). a. Sistem Pencernaan Pada Ikan Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakan serta banyak menghasilkan

84

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

lendir, tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang. Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat di belakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umum-nya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Pada beberapa jenis ikan, terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan. Dari lambung, makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. Usus bermuara pada anus. Kelenjar pencernaan pada ikan, meliputi hati dan pankreas. Hati merupakan kelenjar yang berukuran besal, berwarna merah kecoklatan, terletak di bagian depan rongga badan dan mengelilingi usus, bentuknya tidak tegas, terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri, serta bagian yang menuju ke arah punggung. Fungsi hati menghasilkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu untuk membanfu proses pencernaan lemak. Kantung empedu berbentuk bulat, berwarna kehijauary terletak di sebelah kanan hati, dan salurannya bermuara pada lambung. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan empedu dan disalurkan ke usus bila diperlukan. Pankreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali, fungsi pankreas, antara lain menghasilkan enzim – enzim pencernaan dan hormon insulin. b. Sistem Pencernaan Pada Amfibi Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hampir sama dengan ikan, meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. salah satu binatang amphibi adalah katak. Makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). Secara berturut-turut saluran pencernaan pada katak meliputi: (1) rongga mulut: terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk menangkap mangsa, (2) esofagus; berupa saluran pendek, (3) ventrikulus (lambung), berbentuk kantung yang bila terisi makanan menjadi lebar. Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tempat masuknya esofagus dan lubang keluar menuju usus, (4) intestinum (usus): dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal, (5) Usus halus meliputi: duodenum. jejenum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloaka, dan (6) kloaka: merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan, saluran reproduksi, dan urine. Kelenjar pencernaan pada amfibi, terdiri atas hati dan pankreas. Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri atas

85

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. pankreas

berwarna kekuningan, melekat diantara lambung dan usus dua belas jari (duadenum). pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum.

c. Sistem Pencernaan Pada Reptil

Sebagaimana pada ikan dan amfibi, sistem pencernaan makanan pada reptil meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Reptil umumnya karnivora (pemakan daging). Secara berturut-turut saluran pencernaan pada reptil meliputi: (1) rongga mulut: bagian rongga mulut disokong oleh rahang atas dan bawah, masing-masing memiliki deretan gigi yang berbentuk kerucut, gigi menempel pada gusi dan sedikit melengkung ke arah rongga mulut. Pada rongga mulut juga terdapat lidah yang melekat pada tulang lidah dengan ujung bercabang dua, (2) esofagus (kerongkongan), (3) ventrikulus(lambung), (4) intestinum: terdiri atas usus halus dan

usus tebal yang bermuara pada anus. Kelenjar pencernaan pada reptil meliputi hati, kantung empedu, dan pankreas. Hati pada reptilia memiliki dua lobus (gelambir dan berwarna Kemerahan). Kantung empedu terletak pada tepi sebelah kanan hati. Pankreas berada di antara lambung dan duodenum, berbentuk pipih kekuning-kuningan.

d. Sistem Pencernaan Pada Burung

Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan burung bervariasi berupa biji-bijian, hewan kecil, dan buah- buahan. Saluran pencernaan pada burung terdiri atas: (1) paruh: merupakan modifikasi dari gigi, (2) rongga mulut: terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk, (3) faring: berupa saluran pendek, esofagus: pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat, (4) lambung terdiri atas: Proventrikulus (lambung kelenjar): banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya tipis, Ventrikulus (lambung pengunyah/empedal):

ototnya berdinding tebal. Pada burung pemakan biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama makanan vang berguna untuk membantu pencernaan dan disebut sebagai ” hen’s teeth”, (6) intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka. Usus halus pada burung terdiri dari duodenum, jejunum

86

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

dan ileum. Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati, kantung empedu, dan pankreas. Pada burung merpati tidak terdapat kantung empedu. e. Sistem Pencernaan pada Hewan Mamah Biak (Ruminansia) Hewan-hewan herbivora (pemakan rumput) seperti domba, sapi, kerbau disebut sebagai hewan memamah biak (ruminansia). Sistem pencernaan makanan pada hewan ini lebih panjang dan kompleks. Makanan hewan ini banyak mengandung selulosa yang sulit dicerna oleh hewan pada umumnya sehingga sistem pencernaannya berbeda dengan sistem pencernaan hewan lain. Perbedaan sistem pencernaan makanan pada hewan ruminansia, tampak pada struktur gigi, yaitu terdapat geraham belakang (molar) yang besar, berfungsi untuk mengunyah rerumputan yang sulit dicerna. Di samping itu, pada hewan ruminansia terdapat modifikasi lambung yang dibedakan menjadi 4 bagian, yaitu: rumen (perut besar), retikulum (perut jala), omasum (perut kitab), dan abomasum (perut masam). Dengan ukuran yang bervariasi sesuai dengan umur dan makanan alamiahnya. Kapasitas rumen 80%, retlkulum 5%, omasum 7-8%, dan abomasums 7- 8′/o.Pembagian ini terlihat dari bentuk gentingan pada saat otot spingter berkontraksi. Abomasum merupakan lambung yang sesungguhnya pada hewan ruminansia. Hewan herbivora, seperti kuda, kelinci, dan marmut tidak mempunyai struktur lambung seperti halnya pada sapi untuk fermentasi selulosa. Proses fermentasi atau pembusukan yang dilakukan oleh bakteri terjadi pada sekum yang banvak mengandung bakteri. proses fermentasi pada sekum tidak seefektif fermentasi yang terjadi dilambung. Akibatnya kotoran kuda, kelinci, dan marmut lebih kasar karena pencernaan selulosa hanya terjadi satu kali, yaitu pada sekum. Sedangkan pada sapi, proses pencernaan terjadi dua kali, yaitu pada lambung dan sekum keduanya dilakukan oleh bakteri dan protozoa tertentu. Adanya bakteri selulotik pada lambung hewan memamah biak merupakan bentuk simbiosis mutualisme yang dapat menghasilkan vitamin B serta asam amino. Di samping itu, bakteri ini dapat, menghasilkan gas metan (CH4), sehingga dapat dipakai dalam pembuatan biogas sebagai sumber energi altematif.

87

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

16. SISTEM RESPIRASI HEWAN

Sistem respirasi adalah sistem yang terdiri atas organ-organ respirasi yang bekerja untuk menyelenggarakan pensuplaian oksigen ke dalam tubuh dan mengeluarkan karbondioksida ke luar tubuh. Tujuan akhir dari respirasi adalah menyediakan oksigen bagi sel-sel yang membutuhkan dan membuang atau mengeluarkan karbondioksida dari sel ke lingkungannya. Oksigen yang dibutuhkan sel pada dasarnya berguna untuk memproduksi ATP melalui rangkaian reaksi biokimia yang kompleks. Untuk berespirasi, hewan memerlukan organ atau alat-alat respirasi. Alat respirasi adalah alat atau bagian tubuh tempat 02 dapat berdifusi masuk dan sebaliknya C02 dapat berdifusi keluar. Alat respirasi pada hewan bervariasi antara hewan yang satu dengan hewan yang lain, ada yang berupa paru-paru, insang, kulit, trakea, dan paruparu buku, bahkan ada beberapa organisme yang belum mempunyai alat khusus sehingga oksigen berdifusi langsung dari lingkungan ke dalam tubuh, contohnya pada hewan bersel satu, porifera, dan coelenterata. Pada ketiga hewan ini oksigen berdifusi dari lingkungan melalui rongga tubuh.

hewan ini oksigen berdifusi dari lingkungan melalui rongga tubuh. Gambar Berbagai Alat Respirasi Pada Hewan dan

Gambar Berbagai Alat Respirasi Pada Hewan dan Manusia

88

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Respirasi pada Serangga Corong hawa (trakea) adalah alat pernapasan yang dimiliki oleh serangga dan arthropoda lainnya. Pembuluh trakea bermuara pada lubang kecil yang ada di kerangka luar (eksoskeleton) yang disebut spirakel. Spirakel berbentuk pembuluh silindris yang berlapis zat kitin, dan terletak berpasangan pada setiap segmen tubuh. Spirakel menpunyai katup yang dikontrol oleh otot sehingga membuka dan menutupnya spirakel terjadi secara teratur. Pada umumnya spirakel terbuka selama serangga terbang, dan tertutup saat serangga beristirahat Oksigen dari luar masuk lewat spirakel. Kemudian udara dari spirakel menujupembuluh-pembuluh trakea dan selanjutnya pembuluh trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang disebut trakeolus sehingga dapat mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam. Trakeolus tidak berlapis kitin, berisi cairan, dan dibentuk oleh sel yang disebut trakeoblas. Pertukaran gas terjadi antara trakeolus dengan sel-sel tubuh. Trakeolus ini mempunyai fungsi yang sama dengan kapiler pada sistem pengangkutan (transportasi) pada vertebrata. Mekanisme pernapasan pada serangga, misalnya belalang, adalah sebagai berikut : Jika otot perut belalang berkontraksi maka trakea mexrupih sehingga udara kaya COZ keluar. Sebaliknya, jika otot perut belalang berelaksasi maka trakea kembali pada volume semula sehingga tekanan udara menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan di luar sebagai akibatnya udara di luar yang kaya 02 masuk ke trakea. Sistem trakea berfungsi mengangkut OZ dan mengedarkannya ke seluruh tubuh, dan sebaliknya mengangkut C02 basil respirasi untuk dikeluarkan dari tubuh. Dengan demikian, darah pada serangga hanya berfungsi mengangkut sari makanan dan bukan untuk mengangkut gas pernapasan. Di bagian ujung trakeolus terdapat cairan sehingga udara mudah berdifusi kejaringan. Pada serangga air seperti jentik nyamuk udara diperoleh dengan menjulurkan tabung pernapasan ke perxnukaan air untuk mengambil udara. Serangga air tertentu mempunyai gelembung udara sehingga dapat menyelam di air dalam waktu lama. Misalnya, kepik Notonecta sp.mempunyai gelembung udara di organ yang menyerupai rambut pada permukaan ventral. Selama menyelam, O2 dalam gelembung dipindahkan melalui sistem trakea ke sel-sel pernapasan. Selain itu, ada pula serangga yang mempunyai insang trakea yang

89

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

berfungsi menyerap udara dari air, atau pengambilan udara melalui cabang-cabang halus serupa insang. Selanjutnya dari cabang halus ini oksigen diedarkan melalui pembuluh trakea.

cabang halus ini oksigen diedarkan melalui pembuluh trakea. Pernapasan pada Kalajengking dan Laba-laba Kalajengking dan

Pernapasan pada Kalajengking dan Laba-laba Kalajengking dan laba-laba besar (Arachnida) yang hidup di darat memiliki alat pernapasan berupa paru-paru buku, sedangkan jika hidup di air bernapas dengan insang buku. Paru-paru buku memiliki gulungan yang berasal dari invaginasi perut. Masing-masing paru-paru buku ini memiliki lembaran-lembaran tipis (lamela) yang tersusun berjajar. Paruparu buku ini juga memiliki spirakel tempat masuknya oksigen dari luar. Keluar masuknya udara disebabkan oleh gerakan otot yang terjadi secara teratur. Baik insang buku maupun paru-paru buku keduanya mempunyai fungsi yang sama seperti fungsi paru-paru pada vertebrata. Alat Pernapasan pada Ikan Insang dimiliki oleh jenis ikan (pisces). Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dare insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dare sepasang filamen,dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan OZ berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang

90

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

disebut operkulum,sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum. Alat Pernafasan Pada Katak Pada katak, oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut, kulit, dan paru-paru. Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karma tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, Iubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut, katak bernapas pula dengan kulit, ini dimungkinkan karma kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan mudah berdifusi. Oksigen yang masuk lewat kulit akan melewati vena kulit (vena kutanea) kemudian dibawa ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya karbon dioksida dari jaringan akan di bawa ke jantung, dari jantung dipompa ke kulit dan paru-paru lewat arteri kulit pare- paru (arteri pulmo kutanea).demikian pertukaran oksigen dan karbon dioksida dapat terjadi di kulit. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut dan kulit, katak bernapas juga dengan paruparu walaupun paru-parunya belum sebaik paru-paru mamalia. Katak mempunyai sepasang paru-paru yang berbentuk gelembung tempat bermuaranya kapiler darah. Permukaan paru-paru diperbesar oleh adanya bentuk- bentuk seperti kantung sehingga gas pernapasan dapat berdifusi. Paru-paru dengan rongga mulut dihubungkan oleh bronkus yang pendek.

kantung sehingga gas pernapasan dapat berdifusi. Paru-paru dengan rongga mulut dihubungkan oleh bronkus yang pendek. 91

91

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

Dalam paru-paru terjadi mekanisme inspirasi dan ekspirasi yang keduanya terjadi saat mulut tertutup. Fase inspirasi adalah saat udara (kaya oksigen) yang masuk lewat selaput rongga mulut dan kulit berdifusi pada gelembung-gelembung di paru-paru. Mekanisme inspirasi adalah sebagai berikut. Otot Sternohioideusberkonstraksi sehingga rongga mulut membesar, akibatnya oksigen masuk melalui koane. Setelah itu koane menutup dan otot rahang bawah dan otot geniohioideus berkontraksi sehingga rongga mulut mengecil. Mengecilnya rongga mulut mendorong oksigen masuk ke paru-paru lewat celah-celah. Dalam paru-paru terjadi pertukaran gas, oksigen diikat oleh darah yang berada dalam kapiler dinding paru- paru dan sebaliknya, karbon dioksida dilepaskan ke lingkungan. Mekanisme ekspirasi adalah sebagai berikut. Otot-otot perut dan sternohioideus berkontraksi sehingga udara dalam paru-paru tertekan keluar dan masuk ke dalam rongga mulut. Celah tekak menutup dan sebaliknya koane membuka. Bersamaan dengan itu, otot rahang bawah berkontraksi yang juga diikuti dengan berkontraksinya geniohioideus sehingga rongga mulut mengecil. Dengan mengecilnya rongga mulut maka udara yang kaya karbon dioksida keluar. Alat Pernapasan pada Reptilia Paru-paru reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru- paru reptilia lebih sederhana, hanya dengan beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif. Pada kadal, kura-kura, dan buaya paru-paru lebih kompleks, dengan beberapa belahanbelahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru pada beberapa jenis kadal misalnya bunglon Afrika mempunyai pundi-pundi hawa cadangan yang memungkinkan hewan tersebut melayang di udara. Alat Pernapasan pada Burung Pada burung, tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paru-paru. Paru- paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. Pada tempat ini, udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Trakeanya panjang berupa pipa bertulang rawan yang berbentuk cincin, dan bagian akhir trakea bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Dalam bronkus pada pangkal trakea

92

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

terdapat sirink yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar. Bergetarnya selaput itu menimbulkan suara. Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yangmerupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan dorsobronkus ( di bagian dorsal). Ventrobronkus dihubungkan dengan dorsobronkus, oleh banyak parabronkus (100 atau lebih). Masuknya udara yang kaya oksigen ke paru-paru (inspirasi) disebabkan adanya kontraksi otot antartulang rusuk (interkostal) sehingga tulang rusuk bergerak keluar dan tulang dada bergerak ke bawah. Atau dengan kata lain, burung mengisap udara dengan cara memperbesar rongga dadanya sehingga tekanan udara di dalam rongga dada menjadi kecil yang mengakibatkan masuknya udara luar. Udara luar yang masuk sebagian kecil tinggal di paru-paru dan sebagian besar akan diteruskan ke pundi- pundi hawa sebagai cadangan udara. Udara pada pundi-pundi hawa dimanfaatkan hanya pada saat di udara (OZ) di paru-paru berkurang, yakni saat burung sedang mengepakkan sayapnya. Saat sayap mengepak atau diangkat ke atas maka kantung hawa di tulang korakoid terjepit sehingga oksigen pada tempat itu masuk ke paru-paru. Sebaliknya, ekspirasi terjadi apabila otot interkostal relaksasi maka tulang rusuk dan tulang dada kembali ke posisi semula, sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar dari tekanan di udara luar akibatnya udara dari paru-paru yang kaya karbon dioksida keluar. Bersamaan dengan mengecilnya rongga dada, udara dari kantung hawa masuk ke paru-paru dan terjadi pelepasan oksigen dalam pembuluh kapiler di paru- paru. Jadi, pelepasan oksigen di paru-paru dapat terjadi pada saat ekspirasi maupun inspirasi. Sistem Respirasi Mammalia Pada dasarnya sistem respirasi pada mamalia sama dengan respirasi secara umum. Organ-organ respirasinya pun juga hampir sama. Memiliki bagian saluran pernapasan: rongga hidung, faring, laring, trakhea, bronkus, dan bronkiolus. Bagian pernapasan: bronkioli respiratori, dukti alveoli, dan alveoli. Organ perapasan utama adalah paru-paru. Paru-paru mamalia berongga-rongga dan umumnya terbagi menjadi lobus-lobus. Kebanyakan dua lobus sebelah kiri dan tiga lobus sebelah kanan. Ada juga mamalia yang paru-parunya yang tidak terbagi dalam lobus-lobus,

93

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

misalnya pada ikan paus, duyung, gajah, kuda, dan beberapa kelelawar. Pada monotremata dan tikus, hanya paru-paru kanan yang terbagi dalam lobus-lobus. Sebelah luar paru-paru dilapisi oleh selaput pleura. Rongga hidung dipisahkan oleh suatu sekat yang disebut septum basal, menjadi bagian kiri dan kanan. Dengan udara luar dihubungkan oleh lubang hidung luar (nares eksternal), dengan faring dihubungkan oleh lubang hidung dalam (nares internal/khoane). Faring merupakan persimpangan antara saluran napas dan salura makanan. Lobus merupakan suatu rongga yang terletak di belakang faring. Trakhea diperkuat oleh cincin tulang rawan hialin dan fibrosa. Bronkus yang dibedakan menjadi dua, yaitu bronkus ekstrapulmonalis dan bronkus intrapulmonalis. Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus intrapulmonalis. Pada proses pernafasan, udara masuk melalui rongga hidung menuju ke trachea untuk selanjutnya mencapai bronchus, bronchiolus dan masuk kedalam alveolus. Di alveolus terjadi pertukaran gas oksigen dan karbondioksida dengan kapiler-kapiler darah.

94

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

17. SISTEM SIRKULASI PADA HEWAN

Sistem sirkulasi adalah sistem yang bertugas mengedarkan oksigen dan sari makanan keseluruh tubuh hewan. Mekanise sirkulasi berbeda antar tingkatan taksa seperti yang akan dipaparkan berikut ini. Sistem sirkulasi pada hewan dibedakan menjadi 3, yaitu :

1) Sistem difusi : terjadi pada avertebrata rendah seperti paramecium, amoeba maupun hydra belum mempunyai sistem sirkulasi berupa jantung dengan salurannya yang merupakan jalan untuk peredaran makanan. Makanan umumnya beredar keseluruh tubuh karena adanya aliran protoplasma.

2)

Sistem peredaran darah terbuka : jika dalam peredaran-nya darah tidak selalu berada di dalam pembuluh. Misal : Arthropoda

3) Sistem peredaran darah tertutup : jika dalam peredaran-nya darah selalu berada di dalam pembuluh. Misal : Annelida, Mollusca, Vertebrata.

Sistem Sirkulasi Pada Invertebrata

1. Porifera : Belum memiliki sistem sirkulasi khusus, tubuhnya terdiri atas dua

lapisan sel, lapisan dalam terdiri atas sel-sel yang disebut koanosit. Koanosit berfungsi menangkap makanan secara fagosit yang selanjutnya disebarkan keseluruh tubuh oleh amoebosit. 2. Hydra : Pada dinding sebelah dalam dari tubuh Hydra berfungsi sebagai pencerna dan juga berfungsi sebagai sirkulasi.

3. Platyhelminthes : Sel mesenkim berrfungsi membantu distribusi makanan yang

telah dicernakan. Makanan yang tidak dicerna dikeluarkan melalui mulut, misal pada Planaria.

4. Annelida : Memiliki sistem peredaran darah tertutup, yang terdiri dari pembuluh

darah dorsal, pembuluh darah ventral dan lima pasang lengkung aorta yang berfungsi sebagai jantung, misal pada cacing tanah (Pheretima).

5. Mollusca : Memiliki sistem peredaran darah tertutup. Jantung pada hewan ini

sudah terdapat atrium (serambi) dan ventrikel (bilik) serta terdapat pembuluh darah

vena dan arteri, misal pada keong (Pila globosa).

95

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

6. Arthropoda : Memiliki sistem peredaran darah terbuka. Jantung disebut jantung

pembuluh. Darah dan cairan tubuh serangga disebut hemolimfa. Fungsi hemolimfa adalah mengedarkan zat makanan ke sel-sel. Hemolimfe tidak mengandung haemoglobin sehingga tidak mengikat oksigen dan darah tidak berwarna merah. O2 dan CO2 diedarkan melalui sistem trakea.

Sistem Sirkulasi Pada Vertebrata

1. Pisces : Jantung ikan terdiri 2 ruang : meliputi 1 atrium (serambi) dan 1 ventrikel

(bilik) dan sinus venosus : yang menerima darah dari vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior. Darah dari jantung keluar melalui aorta ventral menuju insang. Di insang aorta bercabang menjadi arteri brankial dan akhirnya menjadi kapiler-kapiler (terjadi pertukaran gas yaitu pelepasan CO2 dan pengambilan O2 dari air. Dari kapiler insang darah mengalir ke aorta dorsal, kemudian ke kapiler seluruh

tubuh untuk memberikan O2 dan sari makanan serta mengikat CO2 . Selanjutnya darah kembali ke jantung melalui vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior. Peredaran ikan termasuk peredaran darah tunggal (dalam satu kali peredarannya, darah melalui jantung satu kali).

2. Amphibia : Jantung katak terdiri 3 ruang yaitu 2 atrium dan 1 ventrikel. Arah

aliran darah : Darah yang kaya O2 dari paru-paru dan kulit masuk ke atrium kiri. Darah yang miskin O2 masuk ke atrium kanan dengan perantaraan sinus venosus. Dari atrium darah masuk ke ventrikel sehingga terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan darah yang miskin O2 . Dari ventrikel darah yang kaya O2 dipompa ke

jaringan tubuh dan pada saat darah yang miskin O2 dialirkan ke paru-paru ke kulit untuk memperoleh O2. Peredaran darah katak termasuk peredaran darah ganda (dalam satu kali peredarannya, darah melewati jantung 2 kali).

3. Reptilia : Jantung reptilia terbagi menjadi 4 ruang, yaitu : 2 atrium yaitu 1 atrium

dekster (serambi kanan) 1 atrium sinister (serambi kiri), 2 ventrikel yaitu 1 ventrikel dekster (bilik kanan), 1 ventrikel sinister (bilik kiri). Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan belum sempurna. Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda. Pada buaya, sekat ventrikel terdapat suatu lobang yang disebut foramen panizzae yang memungkinkan pemberian O2 ke alat pencernaan dan untuk keseimbangan tekanan dalam jantung sewaktu penyelam di air.

96

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

4. Aves : Jantung aves terbagi menjadi 4 ruang, yaitu 2 atrium (1 atrium dekster dan

1 atrium sinister); 2 ventrikel (kiri dan kanan). Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sempurna sehingga tidak terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan yang miskin O2 .

5. Mamalia : Jantung mamlia terbagi menjadi 4 ruang, yaitu 2 atrium (kiri dan

kanan) dan 2 ventrikel (kiri dan kanan). Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sempurna sehingga tidak terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan yang miskin O2 . Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda.

Darah dan Fungsi darah :

Sebagai alat transport :

o

O2 dari paru-paru diangkut keseluruh tubuh

o

CO2 diangkut dari seluruh tubuh ke paru-paru

o

Sari makanan diangkut dari jonjot usus ke seluruh jaringan yang membutuhkan.

o

zat sampah hasil metabolisme dari seluruh tubuh ke alat pengleluaran.

o

Mengedarkan hormon dari kelenjar endokrin (kelenjar buntu) ke bagian tubuh tertentu.

Mengatur keseimbangan asam dan basa

Sebagai pertahanan tubuh dari infeksi kuman

Untuk mengatur stabilitas suhu tubuh Komponen darah :

1. Sel-sel darah (bagian padat)

a. Eritrosit (sel darah merah)

b. Leukosit (leukosit)

c. Trombosit (sel darah pembeku)

2. Plasma darah (cairan darah)

a. Protein

b. Sari-sari makanan

c. Garam mineral

d. Zat hasil produksi sel

e. Zat hasil sisa metabolisme

97

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

f. Gas-gas pelepasan

Organ Jantung (cor) Merupakan alat pemompa darah. Jantung terdiri dari otot jantung (miokardium), selaput jantung (perikardium) dan selaput yang membatasi ruangan jantung (endokardium). Otot jantung mendapatkan zat makanan dan O2 dari arah melalui arteri koroner. Peristiwa penyumbatan arteri koroner disebut koronariasis. Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel.

- Atrium (serambi) Merupakan ruangan tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena). Atrium kanan (dekter) dan atrium kiri (sinister) terdapat katup valvula bikuspidalis. Pada fetus antara atrium kanan danatrium kiri terdapat lubang disebut foramen ovale.

- Ventrikel (bilik) Ventrikel mempunyai otot lebih tebal dari atrium, dan

ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikel kanan, karena berfungsi memompakan darah keluar jantung. Antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri terdapat katup valvula trikuspidalis. Saat ventrikel berkontraksi, darah dari ventrikel kiri yang kaya O2 dipompakan menuju aorta. Sedangkan darah dari ventrikel kanan yang kaya CO2 dipompakan melalui arteri paru-paru (arteri pulmonalis). Bila ventrikel mengendur (relaksasi) maka jantung akan menerima darah vari vena cava superior, dan vena cava inferior yang kaya CO2 masuk ke dalam atrium kanan. Sedangkan darah dari pembuluh balik paru-paru (vena pulmonalis) yang kaya O2 masuk ke atrium kiri. Pada jantung yang mengempis (kontraksi) maka tekanan jantung menjadi maksimum disebut sistole. Keadaan jantung yang relaksasi (mengendur) maksimum, maka tekanan ruang jantung menjadi minimum disebut diastole. Pembuluh darah Pembuluh darah hewan terdiri atas :

- Pembuluh nadi (arteri) : pembuluh darah yang membawa darah dari jantung.

- Pembuluh vena (balik) : pembuluh darah yang membawa darah ke jantung.

- Kapiler darah : berperan dalam mengedarkan darah ke jaringan yang membutuhkan.

98

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

18. SISTEM EKSKRESI

Sistem Ekskresi Pada Hewan Invertebrata Sistem ekskresi invertebrata berbeda dengan sistem ekskresi pada vertebrata. Invertebrata belum memiliki ginjal yang berstruktur sempurna seperti pada vertebrata. Pada umumnya, invertebrata memiliki sistem ekskresi yang sangat sederhana, dan sistem ini berbeda antara invertebrata satu dengan invertebrata lainnya. Alat ekskresinya ada yang berupa saluran Malphigi, nefridium, dan sel api. Nefridium adalah tipe yang umum dari struktur ekskresi khusus pada invertebrata. Berikut ini akan dibahas sistem ekskresi pada cacing pipih (Planaria), cacing gilig (Annellida), dan belalang.

1. Sistem Ekskresi pada Cacing Pipih

Cacing pipih mempunyai organ nefridium yang disebut sebagai protonefridium. Protonefridium tersusun dari tabung dengan ujung membesar mengandung silia. Di dalam protonefridium terdapat sel api yang dilengkapi dengan silia. Tiap sel api mempunyai beberapa flagela yang gerakannya seperti gerakan api lilin. Air dan beberapa zat sisa ditarik ke dalam sel api. Gerakan flagela juga berfungsi mengatur arus dan menggerakan air ke sel api pada sepanjang saluran ekskresi. Pada tempat tertentu, saluran bercabang menjadi pembuluh ekskresi yang terbuka sebagai lubang di permukaan tubuh (nefridiofora). Air dikeluarkan lewat lubang nefridiofora ini. Sebagian besar sisa nitrogen tidak masuk dalam saluran ekskresi. Sisa nitrogen lewat dari sel ke sistem pencernaan dan diekskresikan lewat mulut. Beberapa zat sisa berdifusi secara langsung dari sel ke air.

2. Sistem Ekskresi pada Anelida dan Molluska

Anelida dan molluska mempunyai organ nefridium yang disebut metanefridium. Pada cacing tanah yang merupakan anggota anelida, setiap segmen dalam tubuhnya mengandung sepasang metanefridium, kecuali pada tiga segmen pertama dan terakhir. Metanefridium memiliki dua lubang. Lubang yang pertama berupa corong, disebut nefrostom (di bagian anterior) dan terletak pada segmen yang lain. Nefrostom bersilia dan bermuara di rongga tubuh (pseudoselom). Rongga tubuh ini berfungsi

99

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

sebagai sistem pencernaan. Corong (nefrostom) akan berlanjut pada saluran yang berliku-liku pada segmen berikutnya. Bagian akhir dari saluran yang berliku-liku ini akan membesar seperti gelembung. Kemudian gelembung ini akan bermuara ke bagian luar tubuh melalui pori yang merupakan lubang (corong) yang kedua, disebut nefridiofor. Cairan tubuh ditarik ke corong nefrostom masuk ke nefridium oleh gerakan silia dan otot. Saat cairan tubuh mengalir lewat celah panjang nefridium, bahan-bahan yang berguna seperti air, molekul makanan, dan ion akan diambil oleh sel-sel tertentu dari tabung. Bahan-bahan ini lalu menembus sekitar kapiler dan disirkulasikan lagi. Sampah nitrogen dan sedikit air tersisa di nefridium dan kadang diekskresikan keluar. Metanefridium berlaku seperti penyaring yang menggerakkan sampah dan mengembalikan substansi yang berguna ke sistem sirkulasi. Cairan dalam rongga tubuh cacing tanah mengandung substansi dan zat sisa. Zat sisa ada dua bentuk, yaitu amonia dan zat lain yang kurang toksik, yaitu ureum. Oleh karena cacing tanah hidup di dalam tanah dalam lingkungan yang lembab, anelida mendifusikan sisa amonianya di dalam tanah tetapi ureum diekskresikan lewat sistem ekskresi.

3. Ekskresi pada Belalang (Insekta) Alat ekskresi pada belalang adalah pembuluh Malpighi, yaitu alat pengeluaran yang berfungsi seperti ginjal pada vertebrata. Pembuluh Malphigi berupa kumpulan benang halus yang berwarna putih kekuningan dan pangkalnya melekat pada pangkal dinding usus. Di samping pembuluh Malphigi, serangga juga memiliki sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa CO2. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru pada vertebrata. Belalang tidak dapat mengekskresikan amonia dan harus memelihara konsentrasi air di dalam tubuhnya. Amonia yang diproduksinya diubah menjadi bahan yang kurang toksik yang disebut asam urat. Asam urat berbentuk kristal yang tidak larut.

Sistem Ekskresi Vertebrata

Sistem ekskresi pada vertebrata secara umum melibatkan organ paru-paru, kulit, ginjal, dan hati.

100

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA

1. Ginjal

Fungsi utama ginjal adalah mengekskresikan zat-zat sisa metabolisme yang

mengandung nitrogen misalnya amonia. Amonia adalah hasil pemecahan protein dan

bermacam-macam garam, melalui proses deaminasi atau proses pembusukan

mikroba dalam usus. Selain itu, ginjal juga berfungsi mengeksresikan zat yang

jumlahnya berlebihan, misalnya vitamin yang larut dalam air; mempertahankan

cairan ekstraselular dengan jalan mengeluarkan air bila berlebihan; serta

mempertahankan keseimbangan asam dan basa. Sekresi dari ginjal berupa urin.

Bentuk ginjal seperti kacang merah, jumlahnya sepasang dan terletak di

dorsal kiri dan kanan tulang belakang di daerah pinggang. Berat ginjal diperkirakan

0,5% dari berat badan, dan panjangnya ± 10 cm. Setiap menit 20-25% darah

dipompa oleh jantung yang mengalir menuju ginjal.

darah dipompa oleh jantung yang mengalir menuju ginjal. Gambar Alat-alat ekskresi pada vertebrata yang berupa

Gambar Alat-alat ekskresi pada vertebrata yang berupa ginjal, kelenjar keringat

kulit, paru-paru, dan

Bagian korteks ginjal mengandung banyak sekali nefron, ± 100 juta sehingga

permukaan kapiler ginjal menjadi luas, akibatnya perembesan zat buangan menjadi

101

BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM BIOLOGI UA
BAHAN AJAR BIOLOGI UMUM
BIOLOGI UA