Anda di halaman 1dari 126

LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan Hasil Praktik Profesi Keperawatan Komunitas Pelayanan dan Asuhan


Keperawatan Komunitas di RW 011 Khususnya RT 004 dan 012, Kelurahan
Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

i
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERTAMEDIA PROGRAM
STUDI PROFESI NERS KEPERAWATAN

Mei 2017

LAPORAN HASIL PRAKTIK PROFESI KEPERAWATAN KOMUNITAS


PELAYANAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS FOKUS
PADA MASALAH HIPERTENSI, ASAM URAT, DIABETES MELLITUS,
DAN KESEHATAN LINGKUNGAN (DHF) DI RW 011 KHUSUSNYA RT
004 DAN 012, KELURAHAN KEBAYORAN LAMA UTARA,
KECAMATAN KEBAYORAN LAMA, JAKARTA SELATAN
V + 81 Halaman + 16 Diagram + 1 Skema + 8 Lampiran

ABSTRAK

Derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor utama, yakni:


lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan (herediter). Maka dari
itu, upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
harus ditunjukkan pada keempat faktor utama tersebut secara bersama-sama.
Pendidikan atau promosi kesehatan pada hakikatnya adalah upaya intervensi yang
ditujukan pada faktor perilaku. Namun pada kenyataannya tiga faktor yang lain
perlu intervensi pendidikan dan promosi kesehatan juga, karena perilaku juga
berperan pada faktor-faktor tersebut. Apabila lingkungan baik dan sikap
masyarakat pofitif maka lingkungan dan fasilitas tersebut niscaya akan
dimanfaatkan atau digunakan oleh masyarakat. Dalam kegiatan komunitas ini
kami melaksanakannya di RW 011 khususnya RT 004 dan 012 dengan jumlah KK
±500, langkah awal saat menjalani keperawatan komunitas mahasiswa menyebar
angket untuk mengetahui masalah kesehatan yang ada di RW 011, dalam
melaksanakan penyebaran mahasiswa mengambil sampel dari semua jumlah
populasi KK yang ada secara random sampling, menggunakan rumus stratified
random sampling. Dari hasil penyebaran angket teridentifikasi 4 masalah
penyakit, diantaranya hipertensi (37%), asam urat (31%), diabetes mellitus (28%)

ii
dan resiko penyakit akibat lingkungan (DHF). Dari masalah yang ada, telah
disepakati oleh para mahasiswa untuk melakukan suatu kegiatan untuk
menanggulangi masalah tersebut yaitu hipertensi, asam urat, diabetes mellitus,
dan kesehatan lingkungan (DHF) dengan memberikan suatu implementasi selama
6 minggu. Dari hasil evaluasi, ditemukan adanya peningkatan pengetahuan,
keterampilan masyarakat dalam melakukan perawatan masalah hipertensi, asam
urat, diabetes mellitus, dan kesehatan lingkungan (DHF), sehingga diharapkan
masyarakat RW 011 khususnya RT 004 dan 012 dapat menangani dan memelihara
kesehatannya dengan baik dan mandiri.

Kata Kunci : Hipertensi, Asam Urat, Diabetes Mellitus, Kesehatan


Lingkungan (DHF), Keperawatan Komunitas.
Daftar Pustaka :

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
Rahmat dan KaruniaNya sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan laporan yang
berjudul “Laporan Hasil Praktik Profesi Keperawatan Komunitas Pelayanan Dan
Asuhan Keperawatan Komunitas Fokus Pada Masalah Hipertensi, Asam Urat,
Diabetes Mellitus, Dan Kesehatan Lingkungan (DHF) Di RW 011 Khususnya RT
004 Dan 012, Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama,
Jakarta Selatan”.

Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas akhir mata ajar Keperawatan
Komunitas pada Program Studi Profesi Ners Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan PERTAMEDIKA.

Mahasiswa menyadari banyak pihak yang turut membantu sejak awal penyusunan
sampai selesainya laporan ini. Pada kesempatan ini mahasiswa ingin
menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Bapak Muhammad Ali, SKM., M.Kep. selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan PERTAMEDIKA.
2. Bapak Ns. Rian Agus Setiawan, S.Kep. selaku koordinator mata ajar
Keperawatan Komunitas.
3. Ibu Wasijati, SKP., M.Si. selaku Kepala Program Studi S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan PERTAMEDIKA.
4. DR. Lenny Rosbi Rimbun, SKp., M.Si., M.Kep., Rian Agus Setiawan, S.Kep.,
Ns., Nilla Rostarina, S.Kep., Ns., Elly Junalia, S.Kep., Ns., Yudha Anggit J.,
S.Kep., Ns., M.Kes., Heny Fitriany, SAB., SKM., M.Kes selaku pembimbing
dengan kesabaran dan kebaikannya telah membimbing mahasiswa selama
proses praktik kerja lapangan ini.
5. Ketua RW 011 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran
Lama, Jakarta Selatan.
6. Ketua RT 004 dan 012 RW 011 Kelurahan Kebayoran Lama Utara,
Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

iv
7. Tokoh Masyarakat dan Kader di Lingkungan RW 011 khususnya RT 004 dan
012.
8. Seluruh masyarakat RW 011 khususnya RT 004 dan 012 yang telah ikut
berpartisipasi.
9. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang turut
berpartisipasi sehingga selesainya laporan ini.

Mahasiswa menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini banyak sekali


kekurangannya, sehingga saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan
demi perbaikan penulisan dan penyusunan hasil laporan di masa mendatang.

Jakarta, Mei 2017

Mahasiswa

v
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................................................ i


ABSTRAK .......................................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... iv
DAFTAR ISI...................................................................................................................... vi
DAFTAR DIAGRAM ...................................................................................................... vii
DAFTAR SKEMA............................................................................................................. ix
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................................... x
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ........................................................................................................... 1
B. Tujuan ........................................................................................................................ 3
BAB II TINJAUAN TEORI ............................................................................................... 5
A. Paradigma Sehat ........................................................................................................ 5
B. Konsep Keperawatan Komunitas ............................................................................. 17
C. Asuhan Keperawatan Komunitas ............................................................................. 19
D. Kerangka Konsep Perawatan Kesehatan Komunitas ............................................... 28
BAB III APLIKASI ASUHAN KEPERAWATAN ......................................................... 29
A. Pengkajian Keperawatan Komunitas ....................................................................... 29
B. Data Demografi dan Data Penunjang Masalah Kesehatan....................................... 31
C. Analisa Data ............................................................................................................. 48
D. Prioritas Diagnosa Keperawatan .............................................................................. 52
E. Perencanaan Keperawatan Komunitas ..................................................................... 29
F. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan Komunitas .............................................. 50
BAB IV PEMBAHASAN ................................................................................................. 69
A. Pengkajian ................................................................................................................ 69
B. Perencanaan ............................................................................................................. 71
C. Implementasi ............................................................................................................ 73
D. Evaluasi.................................................................................................................... 77
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................................ 79
A. Kesimpulan .............................................................................................................. 79
B. Saran......................................................................................................................... 80
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 80

vi
DAFTAR DIAGRAM

Diagram 3.1 Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Di RT 004 dan 012
Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama Pada Bulan April
2017 (N: 768) ........................................................................................................ 32

Diagram 3.2 Distribusi Penduduk Berdasarkan Usia Di RT 004 dan 012


Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama Pada Bulan April
2017 (N: 768) ........................................................................................................ 33

Diagram 3.3 Distribusi Penduduk Berdasarkan Agama Di RT 004 dan 012


Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama Pada Bulan April
2017 (N: 768) ........................................................................................................ 34

Diagram 3.4 Distribusi Penduduk Berdasarkan Pendidikan Di RT 004 dan 012


Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama Pada Bulan April
2017 (N: 768) ........................................................................................................ 35

Diagram 3.5 Distribusi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan Di RT 004 dan 012


Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama Pada Bulan April
2017 (N: 768) ........................................................................................................ 36

Diagram 3.6 Distribusi Penduduk Berdasarkan Suku Di RT 004 dan 012


Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama Pada Bulan April
2017 (N: 768) ........................................................................................................ 37

Diagram 3.7 Distribusi Penduduk Berdasarkan Pelayanan Kesehatan yang


Digunakan Di RT 004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan
Kebayoran Lama Pada Bulan April 2017 (N: 768) ............................................... 38

Diagram 3.8 Distribusi Penduduk Berdasarkan Penghasilan Di RT 004 dan 012


Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama Pada Bulan April
2017 (N: 768) ........................................................................................................ 39

Diagram 3.9 Distribusi Penduduk Berdasarkan Pencahayaan Di RT 004 dan 012


Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama Pada Bulan April
2017 (N: 768) ........................................................................................................ 40

vii
Diagram 3.10 Distribusi Penduduk Berdasarkan Sumber Air Di RT 004 dan 012
Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama Pada Bulan April
2017 (N: 768) ........................................................................................................ 41

Diagram 3.11 Distribusi Penduduk Berdasarkan Pengolahan Sampah Di RT 004


dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama Pada
Bulan April 2017 (N: 768) .................................................................................... 42

Diagram 3.12 Distribusi Penduduk Berdasarkan Pembuangan Air Limbah Di RT


004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama
Pada Bulan April 2017 (N: 768) ........................................................................... 43

Diagram 3.13 Distribusi Penduduk Berdasarkan Keadaan Sarana Pembuangan Air


Limbah Di RT 004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan
Kebayoran Lama Pada Bulan April 2017 (N: 768).............................................. 44

Diagram 3.14 Distribusi Penduduk Berdasarkan Pembersihan Sarana Pembuangan


Air Limbah Di RT 004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan
Kebayoran Lama Pada Bulan April 2017 (N: 768) ............................................... 45

Diagram 3.15 Distribusi Penduduk Berdasarkan Masalah Kesehatan pada Anak


Usia Sekolah Di RT 004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan
Kebayoran Lama Pada Bulan April 2017 (N: 768).............................................. 46

Diagram 3.16 Distribusi Penduduk Berdasarkan Masalah Kesehatan pada Lansia


Di RT 004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran
Lama Pada Bulan April 2017 (N: 768) ................................................................. 47

viii
DAFTAR SKEMA

Skema 2.1 Kerangka Konsep Perawatan Kesehatan Komunitas .................. 28

ix
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lokakarya Mini 1


Lampiran 2 Hipertensi
Lampiran 3 Asam Urat
Lampiran 4 Diabetes Mellitus
Lampiran 5 DHF
Lampiran 6 K3
Lampiran 7 UKS
Lampiran 8 Lokakarya Mini 2

x
xi
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Undang-undang kesehatan No. 36 Tahun 2009 memberikan batasan:
kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual, maupun
sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial
dan ekonomi. Batasan yang diangkat dari batasan kesehatan menurut
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang paling baru ini memang lebih luas
dan dinamis dibandingkan dengan batasan sebelumnya yang mengatakan,
bahwa kesehatan adalah keadaan sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial,
dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat. Pada batasan yang terdahulu,
kesehatan itu hanya mencakup tiga aspek, yakni; fisik, mental, dan sosial,
tetapi menurut UU No. 36 Tahun 2009, kemudian kesehatan itu mencakup
lima aspek yakni fisik (badan), mental (jiwa), sosial, spiritual, ekonomi.

Hal ini berarti kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental,
spiritual, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti
mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. Bagi yang belum
memasuki usia kerja, anak, dan remaja: atau bagi yang sudah tidak bekerja
(pensiun) atau usia lanjut, berlaku produktif secara sosial, yakni mempunyai
kegiatan, misalnya sekolah atau kuliah bagi anak dan kesehatan tersebut saling
mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan pada seseorang,
kelompok, atau masyarakat. Itulah sebabnya, kesehatan itu bersifat holistik
atau menyeluruh.

Derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor utama, yakni:


limgkungan, perilaku, pelayana kesehatan, dan keturunan (herediter). Karena
itu upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
harus ditujukan pada keempat faktor utama tersebut secara bersama-sama.

1
Pendidikan atau promosi kesehatan pada hakikatnya adalah upaya intervensi
yang ditujukan pada faktor perilaku. Namun pada kenyataannya 3 faktor yang
lain perlu intervensi pendidikan atau promosi kesehatan juga, karena perilaku
juga berperan pada faktor-faktor tersebut. apabila lingkungan baik dan sikap
masyarakat positif maka lingkungan dan fasilitas tersebut niscaya akan
dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pemerintah, swasta dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat telah


menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan lingkungan di masyarakat, tetapi
kurang dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakatnya, begitupun dengan
penyediaan fasilitas kesehatan yang tidak diimbangi dengan peran masyarakat
dalam menyelesaikan permasalahan kesehatannya. Agar perilaku masyarakat
sesuai dengan nilai-nilai kesehatan atau perilaku sehat, maka diperlukan
pendidikan atau promosi kesehatan.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika merupaka lembaga pendidikan


kesehatan khususnya pendidikan keperawatan. Visi STIKes Pertamedika
adalah menjadi program studi Ners yang unggul dalam bidang pendidikan
keperawatan kritis dan kegawatdaruratan, penelitian serta pengabdian
masyarakat secara nasional dapat bersaing secara internasional di Tahun 2018.
Berkaitan dengan visi tersebut, mahasiswa S1 program profesi STIKes
Pertamedika melaksanakan pengabdian masyarakat sesuai dengan mata ajar
keperawatan komunitas yang telah diajarkan. Tujuan dari praktik keperawatan
komunitas ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan komunitas sesuai
dengan permasalahan yang ditemukan.

Praktik keperawatan komunitas dilaksanakan di RW 011 khususnya RT 004


dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama,
Jakarta Selatan, dilaksanakan mulai tanggal 24 April sampai dengan 2 Juni
2017. Wilayah RW 011 Kelurahan Kebayoran Lama Utara terdiri dari 12 RT,
jumlah kepala keluarga khususnya di RT 004 dan 012 ± 500 KK. Karakteristik
keluarga di RW 011 khususnya RT 004 dan 012 sangat majemuk, mayoritas

2
penduduk adalah penduduk tetap dan pendatang dengan latar belakang yang
beragam. Kondisi lingkungan di RW 011 khususnya RT 004 dan 012
tergolong padat, jarak satu rumah ke rumah yang lain berdempetan dan
banyak gang kecil. Pelaksanaan praktik keperawatan komunitas dilakukan
dengan pendekatan masyarakat. Pendekatan masyarakat dilaksanakan melalui
kegiatan-kegiatan yang menunjang program RW siaga yang telah ada di RW
011

Mahasiswa melakukan identifikasi masalah kesehatan yang terjadi di RW 011


khususnya RT 004 dan 012 bersama dengan pengurus RW, RT, kader
kesehatan dan tokoh-tokoh masyarakat dengan melakukan penyebaran angket
dan observasi Winshield Survey. Dari hasil penyebaran angket tersebut
teridentifikasi 4 masalah penyakit, diantaranya hipertensi (37%), asam urat
(31%), diabetes mellitus (28%) dan resiko penyakit akibat lingkungan (DHF).
Selanjutnya mahasiswa melakukan pertemuan pertama dengan pengurus RW,
RT, Kelurahan, kader kesehatan dan tokoh masyarakat RW 011 khususnya RT
004 dan 012 untuk mendiskusikan rencana kerja yang akan dilakukan sesuai
dengan masalah yang telah ditemukan di RW 011 khususnya RT 004 dan 012.
Rencana kerja yang telah disepakati meliputi penyuluhan kesehatan hipertensi,
asam urat, diabetes mellitus, dan kesehatan lingkungan (DHF).

Pada akhir pelaksanaan praktik, mahasiswa dan masyarakat melakukan


evaluasi dan rencana kerja yang telah dilakukan sebelumnya. Berdasarkan
hasil evaluasi didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dalam mengenal
masalah hipertensi, asam urat, diabetes mellitus, dan kesehatan lingkungan
(DHF).

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Laporan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan
asuhan keperawatan komunitas mahasiswa STIKes Pertamedika di RW

3
011 khususnya RT 004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara,
Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Tahun 2017.

2. Tujuan Khusus
a. Diperolehnya gambaran umum hasil pengkajian keperawatan
komunitas di RW 011 khususnya RT 004 dan 012 Kelurahan
Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Tahun 2017.
b. Menggambarkan prioritas diagnosa keperawatan komunitas di RW 011
khususnya RT 004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara,
Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Tahun 2017.
c. Menggambarkan intervensi keperawatan komunitas dan disepakatinya
Plan Of Action (POA) terhadap masalah keperawatan komunitas di
RW 011 khususnya RT 004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama
Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Tahun 2017.
d. Menjelaskan implementasi asuhan keperawatan komunitas di RW 011
khususnya RT 004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara,
Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Tahun 2017.
e. Memaparkan hasil evaluasi keperawatan komunitas di RW 011
khususnya RT 004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara,
Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Tahun 2017.

4
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Paradigma Sehat
1. Definisi Paradigma
Paradigma adalah suatu cara pandang mendasar atau cara kita melihat,
memikirkan, memaknai, menyikapi, serta memilih tindakan atas fenomena
yang ada. Paradigma merupakan suatu diagram kerangka berfikir yang
menjelaskan suatu fenomena yang mengandung berbagai konsep yang
terkait dengan fokus keilmuannya (Konsep Dasar Keperawatan oleh Ns.
Asmadi, S.Kep) dalam Hudaya, Isna (2010).
Beberapa pengertian dari paradigma:
a. Paradigma adalah hubungan teori-teori yang membentuk susunan yang
mengukur teori itu berhubungan satu dengan yang lain sehingga
menimbulkan hal-hal yang perlu diselidiki (DEPKES RI, 1980)
b. Paradigma adalah pola pikir dalam memahami dan menjelaskan aspek
tertentu setiap kenyataan (Ferguson, 1998)
c. Menurut Thomas Kuhn (1979) paradigma sebagai model, pola atau
pandangan dunia yang dilandasi pada dua karakterisktik yaitu
penampilan dari kelompok yang menunjukkan keberadaannya terhadap
sesuatu yang diyakini dan terbuka untuk penyelesaian masalah dalam
kelompoknya.
Berdasarkan pengertian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa
paradigma kesehatan adalah suatu cara pandang yang mendasar atau cara
kita melihat, memikirkan, memberi makna, menyikapi, dan memilih
tindakan terhadap berbagai fenomena yang ada dalam bidang kesehatan.

2. Definisi Sehat
Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan
oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang

5
produktif secara sosial dan ekonomi. Keberhasilan pembangunan
kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan
sector, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan
oleh periode sebelumnya.

Undang- undang Nomer 25 Tahun 2014, tentang Sistem Pencernaan


Pembangunan Nasional (SPPN) mengamanatkan bahwa setiap kementrian
perlu menyusun Rencana Strategis (Restra) Yang mengacu pada Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Dengan telah
ditetapkannya RPJMN 2015-2019 maka kementrian Kesehatan menyusun
Restra Tahun 2015-2019. Renstra kementrian Kesehatan merupakan
dokumen perencanaan yang bersifat indikatif memuat program-program
pembangunan kesehatan yang akan dilaksanakan oleh kementrian
Kesehatan dan menjadi acuan dalam penyusunan perencanaan tahunan.
Penyusunan Restra kementrian kesehatan dilaksanakan melalui
pendekatan : praktek nopolitik, partisipatif, atas bawah (Top Down), dan
bawah atas (bottom up)

Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 adalah program


Indonesia sehat dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan dan status
gizi melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang
didukung dengan perlindungan pinansial dan pemerataan pelayanan
kesehatan. Sasaran pokok RPJMN 2015-2019 adalah: (1) Meningkatnya
status kesehatan dan gizi ibu dan anak, (2) Meningkatnya pengendalian
penyakit, (3) Meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar
dan rujukan terutama didaerah terpencil, tertinggal dan perbatasan, (4)
Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui kartu
Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN Kesehatan, (5)
Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin; serta (6)
Meningkatkan responsitas system kesehatan .

6
Program Indonesia sehat dilaksanakan dengan 3 pilar Utama yaitu,
paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan
nasional : 1) Pilar paradigm sehat dilakukan dengan strategi pengaruh
utama kesehatan dalam pembangunan, penguatan promotif, preventif dan
pemberdayaan masyarakat, 2) Penguatan kesehatan masyarakat dilakukan
dengan strategi peningkatan pelayanan kesehatan, optimalisasi system
rujukan, dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan, menggunakan
pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis resiko kesehatan, 3)
Sementara itu jaminan kesehatan nasional dilakukan dengan strategi
perluasan sasaran dan benefide serta kendali mutu dan kendali biaya.

Menurut WHO (World Health Organization) definisi sehat merupakan


suatu keadaan kondisi fisik, mental dan kesejahteraan social yang
merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau
kecacatan fisik, pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No .9
tahun 2010, BAB I pasal 2 keadaan yang meliputi kesehatan badan
(jasmani), mental (rohani), dan social, serta bukan hanya keadaan bebas
dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Menurut UU No.23 Tahun 1992
tentang kesehatan menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan
kesejahtera dari badan , jiwwa dan social yang memungkinkan hidup
produktif secara social dan ekonomi. Menurut WHO, ada 3 komponen
penting yang merupakan satu kesatuan dalam definisi sehat, yaitu :
a. Sehat Jasmani
Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti sehat
seutuhnya, berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih,
mata bersinar, rambut tersisir rapih, berotot dan tidak gemuk, nafas,
tidak bau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit, dan seluruh fungsi
fisiologis tubuh berjalan lancar.

b. Sehat Mental
Sehat mental dan sehat jasmani selalu dihubungkan satu sama lain
dalam pepatah kuno “jiwa yang sehat terdapat didalam tubuh yang

7
sehat” (Men Sana In Corpore Sano). Atribut seorang insan yang
memiliki mental yang sehat adalah sebagai berikut :
1) Selalu merasa puas dengan apa yang ada pada dirinya, tidak pernah
menyesal dan kasian terhadap dirinya, selalu gembira, santai dan
menyenangkan serta tidak ada tanda-tanda konflik kejiwaan.
2) Dapat bergaul dengan baik dan dapat menerima kritik serta tidak
mudah tersinggung dan marah, selalu pengertian dan toleransi
terhadap kebutuhan emosi orang lain.
3) Dapat mengontrol diri dan tidak mudah emosi serta tidak mudah
takut, cemburu, benci serta menghadapi dan dapat menyelesaikan
masalah secara cerdik dan bijaksana.

c. Kesejahteraan Sosial
Batasan kesejahteraan social yang ada disetiap tempat atau negara sulit
diukur dan sangat tergantung pada kultur, kebudayaan dan tingkat
kemakmuran masyarakat setempat. Dalam arti yang lebih hakiki,
kesejahteraan sosial adalah suasana kehidupan berupa perasaan aman
damai dan sejahtera, cukup pangan, sandang dan papan. Dalam
kehidupan masyarakat yang sejahtera masyarakat hidup tertib dan
selalu menghargai kepentingan orang lain serta masyarakat umum.

d. Sehat Spiritual
Spiritual merupakan komponen tambahan pada definisi sehat oleh
WHO dan memiliki arti penting dalam kehidupan sehari-hari
masyarakat. Setiap individu perlu mendapakan pendidikan formal
maupun informal, kesempatan untuk berlibur, mendengarkan alunan
lagu dan musik, siraman rohani seperti ceramah agama dan lainnya
agar tersedia keseimbangan jiwa yang dinamis dan tidak monoton.

Keempat komponen ini dikenal sebagai “Positive Health” karena lebih


realitis dibandingkan dengan definisi WHO yang hanya bersifat idealitik
semata-mata

8
3. Paradigma Sehat
Paradigma sehat merupakan cara pandang, pola pikir, atau model
pembangunan kesehatan yang bersifat holistik. Cara pandang ini
menekankan pada melihat masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh
banyak faktor yang bersifat lintas sektor. Upayanya lebih diarahkan pada
peningkatan, pemeliharaan dan perlindungan kesehatan, bukan hanya
penyembuhan orang sakit atau pemulihan kesehatan. dengan
diterapkannya paradigma ini, diharapkan mampu mendorong masyarakat
untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri melalui
kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang
bersifat promotif dan preventif (Hudaya, 2010).

Paradigma sehat mengubah cara pandang terhadap masalah kesehatan baik


secara makro maupun mikro.
a. Secara makro berarti bahwa pembangunan semua sektor harus
memperhatikan dampaknya di bidang kesehatan, minimal memberi
sumbangan dalam pengembangan lingkungan dan perilaku sehat.
b. Secara mikro berarti bahwa pembangunan kesehatan harus
menekankan pada upaya promotif dan preventif tanpa
mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif.

Menurut Kamus Populer Kesehatan Lingkungan (2002) paradigma sehat


atau cara pandang atau pola pikir pembangunan kesehatan yang bersifat
holistik, menyeluruh, bahwa masalah kesehatan dipengaruhi banyak faktor
dan multidimensional yang upayanya lebih diarahkan pada peningkatan,
pemeliharaan, dan perlindungan kesehatan yang lebih dikenal dengan
preventif dan promotif.

Perubahan pemahaman tentang konsep sehat dan sakit makin kayanya


khasanah ilmu pengetahuan dengan informasi tentang determinan
penyebab penyakit yang multifaktoral telah menggugurkan paradigma
pembangunan kesehatan yang lebih mengutamakan pelayanan kesehatan

9
yang bersifat kuratif dan rehabilitatif. Pentingnya penerapan paradigma
pembangunan kesehatan baru, yaitu paradigma sehat merupakan upaya
untuk lebih meningkatkan kesehatan bangsa yang bersifat proaktif.
Paradigma sehat tersebut merupakan model pembangunan kesehatan yang
dalam jangka panjang mampu mendorong masyarakat untuk bersikap
mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri melalui kesadaran yang
lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif
dan preventif. Paradigma sehat ini pertama kali disampaikan oleh Menteri
Kesehatan RI Prof. Dr. F. A Moeloek dalam Rapat Sidang DPR Komisi VI
pada tanggal 15 september 1998 (Kebidanan Komunitas, 2007).

Stepen R. Covey dalam bukunya “The Seven Habits of Highly Effective


People” menjelaskan arti paradigma sebagai berikut: “Kata Paradigma
berasal dari Yunani. Hal ini berhubungan dengan kata ilmiah dan
umumnya digunakan pada saat ini dalam arti model, teori, konsep,
orientasi persepsi, asumsi, atau cara pandang dari referensi. Dalam
pengertian umum adalah cara melihat dunia tidak hanya dari sudut
pandang kami, tetapi berhubungan dengan penerimaan, pemahaman dan
interpretasi (Dodiet, 2008).

Paradigma sehat dengan sebutan “Gerakan Pembangunan yang


Berwawasan Kesehatan” dicanangkan oleh Presiden RI pada tanggal 1
Maret 1999. Lebih dari itu, paradigma sehat adalah bagian dari
pembangunan peradaban dan kemanusiaan secara keseluruhan. Paradigma
sehat adalah perubahan mental dan watak dalam pembangunan.

Paradigma sehat adalah perubahan sikap dan orientasi, yaitu sebagai


berikut :
a. Pola pikir yang memandang kesehatan sebagai kebutuhan yang bersifat
pasif menjadi menjadi merupakan keperluan dan bagian dari Hak Asasi
Manusia (HAM).

10
b. Sehat bukan hal konsumtif, melainkan suatu investasi karena
menjamin tersedianya SDM yang produktif secara sosial dan ekonomi.
c. Kesehatan yang semula hanya berupa penanggulangan yang bersifat
jangka pendek kedepannya akan menjadi bagian dari upaya
pengembangan SDM yang bersifat jangka panjang.
d. Pelayanan kesehatan tidak hanya pelayanan medis yang melihat bagian
dari yang sakit / penyakit, tetapi merupakan pelayanan kesehatan
paripurna yang memandang manusia secara utuh.
e. Kesehatan tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga sehat mental dan
sosial.
f. Pelayanan kesehatan tidak lagi terpecah-pecah (fragmented), tetapi
terpadu (integrated).
g. Fokus kesehatan tidak hanya pada penyakit, tetapi juga bergantung
pada permintaan pasar.
h. Sasaran pelayanan kesehatan bukan hanya masyarakat umum
(pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan umum), melainkan juga
masyarakat swasta (pelayanan kesehatan untuk perorangan / pribadi
misalnya homecare.
i. Kesehatan bukan hanya menjadi urusan pemerintah, melainkan juga
menjadi urusan swasta.
j. Biaya yang ditanggung pemerintah adalah untuk keperluan publik
(seperti pemberantasan penyakit menular, penyuluhan kesehatan),
sedangkan keperluan lainnya perlu ditanggung bersama dengan
pengguna jasa.
k. Biaya kesehatan bergeser dan pembayaran setelah pelayanan menjadi
pembayaran di muka dengan model Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
Masyarakat.
l. Kesehatan tidak hanya berfungsi sosial, tetapi juga dapat berfungsi
ekonomi.
m. Pengaturan kesehatan tidak lagi diatur dari atas (top down), tetapi
berdasarkan aspirasi dari bawah (bottom up).

11
n. Pengaturan kesehatan tidak lagi tersentralisasi, tetapi telah
terdesentralisasi.
o. Pelayanan kesehatan tidak lagi bersifat birokratis tetapi entrepreneur.
p. Masyarakat tidak sekedar ikut berperan serta, tetapi telah berperan
sebagai mitra.
(Entjang, 2000).

4. Dasar Pemikiran Paradigma Sehat


a. Hidup sehat adalah hak asasi manusia, artinya sehat merupakan
sesuatu yang sangat esensial dalam diri manusia yang perlu
dipertahankan dan dipelihara. Sehat merupakan suatu investasi untuk
kehidupan yang produktif, bukanlah hal yang konsumtif, melainkan
prasyarat agar hidup kita menjadi berarti, sejahtera dan bahagia.
b. Kesehatan merupakan salah satu dari tiga faktor utama yang sangat
menentukan kualitas sumber daya manusia, disamping pendidikan dan
pendapatan (ekonomi). Oleh karena itu, kualitas kesehatan perlu
dipelihara dan ditingkatkan.
c. Sehat juga merupakan karunia Tuhan yang perlu disyukuri.
Mensyukuri karunia dapat ditunjukkan dengan perkataan, perasaan,
dan perbuatan. Bersyukur dengan perbuatan ditunjukkan dengan
memelihara kesehatan dan berupaya untuk meningkatkannya.
d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan lebih efektif daripada
mengobati penyakit. Oleh karena itu, upaya peningkatan kesehatan
(promosi) dan pencegahan penyakit (preventif) perlu ditekankan tanpa
mengesampingkan upaya penyembuhan dan pemulihan.
e. Derajat kesehatan dipengaruhi oleh faktor lingkungan perilaku,
pelayanan kesehatan, dan keturunan. Faktor lingkungan dan perilaku
memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap kualitas derajat
kesehatan. Di pihak lain, faktor lingkungan dan perilaku terkait dengan
banyak sektor di luar kesehatan. Oleh karena itu, perlu diperhatikan
dampak pembangunan semua sektor di bidang kesehatan.

12
f. Adanya transisi demografis dan epidemiologis, tantangan global dan
regional, perkembangan IPTEK, tumbuhnya era desentralisasi, serta
maraknya demokratisasi segala bidang, mendorong perlunya upaya
peninjauan kebijakan yang ada serta perumusan paradigma baru
dibidang kesehatan.

Berdasarkan paradigma sehat, dirumuskan visi, misi dan strategi


pembangunan kesehatan. Visi Indonesia Sehat 2015 adalah sebagai
berikut:
Visi :
Gambaran masyarakat di Indonesia di masa depan yang ingin dicapai
melalui :
a. Pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan negara yang
ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan
perilaku hidup sehat
b. Memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang
bermutu secara adil dan merata
c. Serta memiliki derajat yang setinggi-tingginya di seluruh Negara
Republik Indonesia

Gambaran masyarakat Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui


pembangunan kesehatan tersbeut dirumuskan sebagai : Indonesia Sehat
2015. Dengan adanya rumusan visi tersebut, maka lingkungan yang
diharapkan pada masa depan adalah :
a. Lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu
lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya air bersih, sanitasi
lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat,
perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan, serta terwujudnya
kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan
memelihara nilai-nilai budaya bangsa.
b. Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2015 adalah perilaku proaktif
untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah terjadinya

13
resiko penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta
berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.
c. Selanjutnya masyarakat mempunyai kemampuan untuk menjangkau
pelayanan kesehatan yang bermutu. Layanan yang tersedia adalah
layanan yang berhasil guna dan berdaya guna yang tersebar secara
merata di Indonesia. Dengan demikian terwujudnya derajat kesehatan
masyarakat yang optimal yang memungkinkan setiap orang hidup
produktif secara sosial dan ekonomi.

Misi :
Untuk dapat mewujudkan visi Indonesia Sehat 2015, ditetapkan empat
misi pembangunan kesehatan sebagai berikut :
a. Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan.
Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata-mata ditentukan
oleh hasil kerja keras sektor kesehatan, tetapi sangat dipengaruhi oleh
hasil kerja keras serta kontribusi positif berbagai sektor pembangunan
lainnya. Untuk optimalisasi hasil kontribusi positif tersebut, harus
dapat diupayakan masuknya wawasan kesehatan sebagai asas pokok
program pembangunan. Dengan perkataan lain untuk dapat
terwujudnya Indonesia Sehat 2015, para penanggungjawab program
pembangunan harus memasukkan pertimbangan kesehatan dalam
semua kebijakan pembangunannya.

Program pembangunan yang tidak berkontribusi positif terhadap


kesehatan, seyogyanya tidak diselenggarakn. Untuk dapat
terlaksananya pembangunan yang berwawasan kesehatan, adalah
seluruh tugas yang berelemen dari sistem kesehatan untuk berperan
sebagai penggerak utama pembangunan nasional berwawasan.
b. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
Kesehatan adalah tanggung jawab bersama dari setiap individu,
masyarakat, pemerintah, dan swasta. Apapun peran yang dimainkan
pemerintah, tanpa kesadaran individu dan masyarakat untuk secara

14
mandiri menjaga kesehatan mereka, hanya sedikit yang dapat dicapai.
Perilaku yang sehat dan kemampuan masyarakat untuk memilih dan
mendapat pelayanan kesehatan yang bermutu sangat menentukan
keberhasilan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu, salah satu
upaya kesehatan pokok atau misi sektor kesehatan adalah mendorong
kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
c. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu,
merata, dan terjangkau.
Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu,
merata, dan terjangkau mengandung makna bahwa salah satu tanggung
jawab sektor kesehatan adalah menjamin tersedianya pelayanan
kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau oleh masyarakat.
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan tidak semata-mata berada di
tangan pemerintah, melainkan mengikutsertakan sebesar-besarnya
peran aktif segenap anggota masyarakat dan berbagai potensi swasta.
d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan
masyarakat beserta lingkungannya.
Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga, dan
masyarakat beserta lingkungannya mengandung makna bahwa tugas
utama sektor kesehatan adalah memelihara dan meningkatkan
kesehatan segenap warga negaranya, yakni setiap individu, keluarga,
dan masyarakat indonesia, tanpa meninggalkan upaya menyembuhkan
penyakit atau memulihkan kesehatan penderita. Untuk
terselenggaranya tugas ini penyelenggaraan upaya kesehatan yang
harus diutamakan adalah yang bersifat promotif dan preventif yang
didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitatif. Agar dapat memelihara
dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat
diperlukan pula terciptanya lingkungan yang sehat, dan oleh karena itu
tugas-tugas penyehatan lingkungan harus pula lebih diprioritaskan

15
5. Faktor Pendorong Paradigma Sehat
Program kesehatan yang menekankan upaya kuratif adalah “Health
Program for Human Development”. Paradigma sehat dicanangkan Depkes
pada tanggal 15 September 1998. Upaya pelayanan kesehatan yang
menekankan upaya kuratif – rehabilitatif kurang menguntungkan karena :
a. Melakukan intervensi setelah sakit
b. Cenderung berkumpul di tempat yang banyak uang
c. Dari segi ekonomi lebih cost effective
d. Melakukan tindakan preventif dari penyakit, agar tidak terserang
penyakit

Kebijakan upaya pelayanan kesehatan senantiasa berubah sesuai dengan


pemahaman dan pembuat kebijakan tentang peran kesehatan sebagai
modal dasar “Human Capital” yang sangat penting untuk tercapainya
kemandirian dan ketahanan bangsa agar mampu bersaing dalam era
globalisasi (Setyawan, 2010). Berdasarkan pemahaman tersebut, maka
dapat disebutkan faktor-faktor yang mendorong perlunya Paradigma
Sehat, yaitu :
a. Pelayanan kesehatan yang berfokus pada pelayanan orang sakit
ternyata tidak efektif
b. Konsep sehat mengalami perubahan, dimana dalam arti sehat
terkandung unsur Sehat Produktif secara Sosial dan Ekonomi
c. Adanya transisi epidemiologis dari penyakit infeksi ke penyakit
Kronik-Degeneratif, dimana untuk pencegahannya sangat diperlukan
perubahan perilaku
d. Adanya transisi demografis yaitu semakin meningkatnya jumlah
penduduk usia lanjut yang memerlukan pendekatan yang berbeda
dalam penanganannya
e. Makin jelasnya pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
kesehatan penduduk
(Setyawan, 2010)

16
Lalonde (1974) dan Hendrik L. Blum (1974 secara persamaan
mengemukakan bahwa status kesehatan penduduk / manusia bukan hanya
hasil pelayanan medis saja, melainkan faktor-faktor lain seperti
lingkungan, perilaku dan genetik justru lebih berpengaruh terhadap status
kesehatan manusia (Setyawan, 2010).

Upaya kesehatan yang selama ini yang dilakukan masih berorientasi pada
upaya penanggulangan penyakit secara episodik dan upaya penyembuhan
saja. Upaya kesehatan yang demikian ini sering kali menyesatkan pola
pikir kita bahwa seolah-olah apabila semua orang sakit bisa diobati, maka
masyarakat menjadi sehat. Upaya kesehatan harusnya diarahkan untuk
dapat membawa setiap penduduk memiliki kesehatan yang optimal agar
biasa hidup produktif.

Orientasi baru upaya kesehatan adalah orientasi memeliharan dan


meningkatkan kesehatan penduduk, yang merupakan suatu orientasi sehat
positif sebagai kebalikan dari orientasi pengobatan penyakit yang bersifat
kuratif – responsif. Dengan kata lain, program kesehatan yang berorientasi
pada upaya kuratif merupakan “Health Program Survival”, sedangkan
program kesehatan yang berorientasi pada upaya promotif dan preventif
merupakan “Health Program for Human Development”. (Setyawan, 2010)

B. Konsep Keperawatan Komunitas


Komunitas (community) adalah sekelompok masyarakat yang mempunyai
persamaan nilai (values), perhatian (interest) yang merupakan kelompok
khusus dengan batas-batas geografi yang jelas, dengan norma dan nilai yang
telah melembaga (Sumijatun dkk, 2006). Misalnya didalam kesehatan dikenal
kelompok ibu hamil, kelompok ibu menyusui, kelompok anak balita,
kelompok lansia, kelompok masyarakat dalam suatu wilayah desa binaan dan
lain sebagainya. Sedangkan dalam kelompok masyarakat ada masyarakat
petani, masyarakat pedangang, masyarakat pekerja, masyarakat terasing dan
sebagainya (Mubarak, 2006).

17
Keperawatan komunitas sebagai suatu bidang keperawatan yang merupakan
perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat (public health)
dengan dukungan peran serta masyarakat secara aktif serta mengutamakan
pelayanan promotif dan prefentif secara berkesinambungan tanpa
mengabaikan perawatan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh dan
terpadu yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok serta masyarakat
sebagai kesatuan utuh melalui proses keperawatan (Nursing Process) untuk
meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal, sehingga mampu
mandiri dalam upaya kesehatan (Mubarak, 2006).

Proses keperawatan komunitas merupakan metode asuhan keperawatan yang


bersifat alamiah, sistematis, dinamis, kontinu, dan berkesinambungan dalam
rangka memecahkan masalah kesehatan klien, keluarga, kelompok serta
masyarakat melalui langkah-langkah seperti pengkajian, perencanaan,
implementasi, dan evaluasi keperawatan (Wahyudi, 2010).

Keperawatan komunitas adalah suatu sintesa ilmu dan praktik kesehatan


masyarakat, yang diimplementasikan melalui penggunaan proses keperawatan
yang sistematis, dirancang untuk mempromosikan kesehatan dan mencegah
penyakit pada kelompok populasi (Clark, 1999). Dimana sebagai pelayanan
keperawatan profesional diberikan komprehensif ditujukan kepada individu,
keluarga, kelompok, dan masyarakat yang dipengaruhi oleh lingkungan (bio,
psiko, sosio, mental, dan spiritual) mempengaruhi status kesehatan
masyarakat. Pada praktik keperawatan komunitas itu sendiri rangkaian
prosesnya dimulai dari awal tahap pengkajian sampai evaluasi, dimana
diharapkan terjadi alih peran sehingga peran perawat yang lebih banyak
berangsur-angsur berkurang digantikan meningkatnya kemandirian
masyarakat sebagai klien.

Terwujudnya kemandirian masyarakat untuk menyelesaikan masalah


kesehatan dapat dicapai dengan pengorganisasian masyarakat karena peran
serta masyarakat didalamnya akan meningkat oleh karena itu, dalam proses

18
keperawatan komunitas ada tahap-tahap yang perlu dilaksanaakan perawat
(DEPKES RI, 1993), yaitu: 1. Tahap persiapan : memilih area atau daerah
yang menjadi prioritas, menentukan cara untuk berhubungan dengan
masyarakat, mempelajari serta bekerjasama dengan masyarakat, 2. Tahap
pengorganisasian. Persiapan pembentukan kelompok dan penyesuaian pola
dalam masyarakat dilanjutkan dengan pemilihan ketua kelompok dan
pengurus inti. 3. Tahap pendidikan dan pelatihan kelompok masyarakat:
kegiatan pertemuan teratur dengan kelompok masyarakat, melakukan
pengkajian, membuat program berdasarkan masalah atau diagnosa
keperawatan, melatih kader kesehatsn yang akan membina masyarakat di
lingkungannya dan pelayanan keperawatan langsung terhadap individu,
keluarga dan masyarakat. 4. Tahap formasi kepemimpinan ; memberi
dukungan latihan dan pengembangan ketrampilan kepemimpinan yang
meliputi perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengawasan
kegiatan pemeliharaan kesehatan. 5. Tahap koordinasi intersektoral :
kerjasama dengan sektor terkait dalam upaya memandirikan masyarakat. 6.
Tahap akhir : supervise bertahap, evaluasi serta umpan balik untuk perbaikan
kegiatan kelompok kerja berikutnya.

C. Asuhan Keperawatan Komunitas


Keperawatan komunitas merupakan suatu bidang khusus keperawatan yang
merupakan gabungan dari ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan
ilmu sosial yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang
diberikan kepada individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat baik
sehat maupun yang sakit (mempunyai masalah kesehatan/keperawatan), secara
komprehensif melalui upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan
resosialitatif dengan melibatkan peran serta aktif masyarakat secara
terorganisir bersama tim kesehatan lainnya untuk dapat mengenal masalah
kesehatan dan keperawatan yang dihadapi serta memecahkan masalah-
masalah yang mereka miliki dengan menggunakan pendekatan proses
keperawatan sesuai dengan hidup sehat sehingga ddapat meningkatkan fungsi

19
kehidupan dan derajat kesehatan seoptimal mungkin dan dapat diharapkan
dapat mandiri dalam memelihara kesehatannya (Chayatin, 2009).

Menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan


melibatkan klien sebagai mitra kerja dalam perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi pelayanan kesehatan. Pelayanan keperawatan profesional yang
merupakan perpaduan antara konsep kesehatan masyarakat dan konsep
keperawatan yang ditujukan pada seluruh masyarakat dengan penekanan pada
kelompok resiko tinggi (Efendi, 2009).

Keperawatan komunitas merupakan pelaksanaan keperawatan yang dilakukan


melalui beberapa fase yang tercakup dalam proses keperawatan komunitas
dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah yang dinamis. Fase-
fase pada proses keperawatan komunitas secara langsung melibatkan
komunitas sebagai klien yang dimulai dengan pembuatan kontrak/partnership
dan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi
(Efendi, 2009).

Model adalah gambaran yang mendekati kenyataan dari konsep (Riehl and
Roy, 1980). Model konseptual adalah sintesis seperangkat konsep dan
pernyataan yang mengintegrasikan konsep-konsep tersebut menjadi suatu
kesatuan. Model keperawatan dapat di definisikan sebagai kerangka piker,
sebagai salah satu cara melihat keperawatan, atau satu gambaran tentang
lingkup keperawatan.

Model ini sebagai panduan proses keperawatan dalam pengkajian komunitas;


analisa dan diagnosa; perencanaan; implementasi komunitas yang terdiri dari
tiga tingkatan pencegahan; primer, sekunder, dan tersier, dan program evaluasi
(Hitchcock, Schubert, Thomas, 1999). Fokus pada model ini komunitas
sebagai partner dan penggunaan proses keperawatan sebagai pendekatan.
Neuman memandang klien sebagai sistem terbuka dimana klien dan
lingkungannya berada dalam interaksi yang dinamis. Menurut Neuman, untuk

20
melindungi klien dari berbagai stressor yang dapat mengganggu
keseimbangan, klien memiliki tiga garis pertahanan, yaitu fleksible line of
defense, normal line of defense, dan resistance defense.

Agregat klien dalam model communitty as partner ini meliputi intrasistem dan
ekstrasistem. Intrasistem terkait adalah sekelompok orang-orang yang
memiliki satu atau lebih karakteristik (Stanhope & Lancaster, 2004). Agregat
ekstrasistem meliputi delapan subsistem yaitu komunikasi, transportasi, dan
keselamatan, ekonomi, pendidikan, politik dan pemerintahan, layanan
kesehatan dan sosial, lingkungan fisik dan rekreasi (Helvie, 1998; Anderson &
McFarlane, 2000; Ervin, 2002; Hitchcock, Schubert, Thomas, 1999; Stanhope
& Lancaster, 2004; Allender & Spradley, 2005).

Delapan subsistem dipisahkan dengan garis putus-putus artinya sistem satu


dengan yang lainnya saling mempengaruhi. Didalam komunitas ada lines of
resistance, merupakan mekanisme internal untuk bertanggung jawab terhadap
kesehatan contoh dari line of resistance Anderson dan McFarlane (2000)
mengatakan bahwa dengan menggunakan model community as partner
terdapat dua komponen utama yaitu roda pengkajian komunitas dan proses
keperawatan. Roda pengkajian komunitas terdiri dari dua bagian utama yaitu
inti dan delapan subsistem yang mengelilingi inti yang merupakan bagian dari
pengkajian keperawatan, sedangkan proses keperawatan terdiri dari beberapa
tahap mulai dari pengkajian, diagnosa, perencnaan, implementasi, dan
evaluasi.
1. Pengkajian
Pengkajian adalah upaya pengumpulan data secara lengkap dan sistematis
terhadap masyarakat untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah
kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat baik individu, keluarga, atau
kelompok yang menyangkut permasalahan pada fisiologis, psikologis, dan
sosial ekonomi maupun spiritual dapat ditentukan.

21
Pengkajian keperawatan komunitas merupakan suatu proses tindakan
untuk mengenal komunitas. Mengidentifikasi faktor positif dan negatif
yang berbenturan dengan masalah kesehatan dari masyarakat hingga
sumber daya yang dimiliki komunitas dengan tujuan merancang strategi
promosi kesehatan. Dalam tahap pengkajian ini terdapat lima kegiatan,
yaitu ; pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, perumusan atau
penentuan masalah kesehatan masyarakat dan prioritas masalah.
a. Pengumpulan Data
Tujuan :
Pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh informasi
mengenai masalah kesehatan pada masyarakat sehingga dapat
ditentukan tindakan yang harus diambil untuk mengatasi masalah
tersebut yang menyangkut aspek fisik, psikologis, sosial ekonomi, dan
spiritual serta faktor lingkungan yang mempengaruhinya.

Kegiatan pengkajian yang dilakukan dalam pengumpulan data


meliputi:
1) Data Inti
a) Riwayat atau sejarah perkembangan komunitas
b) Data demografi
c) Vital statistik
d) Status kesehatan komunitas

2) Data lingkungan fisik


a) Pemukiman
b) Sanitasi
c) Fasilitas
d) Batas-batas wilayah
e) Kondisi geografis

3) Pelayanan kesehatan dan sosial


a) Pelayanan kesehatan

22
b) Fasilitas sosial (pasar, took, swalayan)

4) Ekonomi
a) Jenis pekerjaan
b) Jumlah penghasilan rata-rata tiap bulan
c) Jumlah pekerja dibawah umur, ibu rumah tangga, dan lanjut
usia

5) Keamanan dan transportasi


a) Keamanan
b) Transportasi

6) Politik dan pemerintahan


a) System pengorganisasian
b) Struktur organisasi
c) Kelompok organisasi dalam komunitas
d) Peran serta kelompok organisasi dalam kesehatan

7) System komunikasi
a) Sarana umum komunikasi
b) Jenis alat komunikasi dan digunakan dalam komunitas
c) Cara penyebaran informasi

8) Pendidikan
a) Tingkat pendidikan komunitas
b) Fasilitas pendidikan yang tersedia (formal dan non formal)
c) Jenis bahasa yang digunakan.

9) Rekreasi
a) Kebiasaan rekreasi
b) Fasilitas tempat rekreasi

23
b. Jenis data
Jenis data secara umum dapat diperoleh dari
1) Data subjektif
Yaitu data yang diperoleh dari keluhan atau masalah yang
dirasakan oleh individu, keluarga, kelompok, dan komunitas, yang
diungkapkan secara langsung melalui lisan.
2) Data objektif
Data yang diperoleh melalui suatu pemeriksaan, pengamatan, dan
pengukuran.

c. Sumber data
1) Data primer
Data yang dikumpulkan oleh pengkaji dalam hal ini mahasiswa
atau perawat kesehatan masyarakat dari individu, keluarga,
kelompok, dan komunitas berdasarkan hasil pemeriksaan atau
pengkajian.
2) Data sekunder
Data yang diperoleh dari sumber lain yang dapat dipercaya,
misalnya : kelurahan, catatan riwayat kesehatan pasien atau
medical record (Wahid, 2005)

d. Cara pengumpulan data


1) Wawancara atau anamnesa
2) Pengamatan
3) Pemeriksaan fisik

e. Pengolahan data
1) Klasifikasi data atau kategorisasi data
2) Perhitungan presentase cakupan dengan menggunakan telly
3) Tabulasi data
4) Interpretasi data
(Anderson and Mc Farlane, 1998. Community as Client)

24
f. Analisis data
Tujuan analisis data :
1) Menetapkan kebutuhan kontinue
2) Menetapkan kekuatan
3) Mengidentifikasi pola respon kontinue
4) Mengidentifikasi kecenderungan penggunaan pelayanan kesehatan
5) Penentuan masalah atau perumusan masalah kesehatan

g. Prioritas masalah
Prioritas masalah kesehatan masyarakat dan keperawatan perlu
mempertimbangkan berbagai faktor sebagai kriteria :
1) Perhatian masyarakat
2) Prevalensi kejadian
3) Berat ringannya masalah
4) Kemungkinan masalah untuk diatasi
5) Tersedianya sumber daya masyarakat
6) Aspek politis

Prioritas masalah juga dapat ditentukan berdasarkan hirarki kebutuhan


menurut Abraham H. Mashlow yaitu :
1) Keadaan yang mengancam kehidupan
2) Keadaan yang mengancam kesehatan
3) Persepsi tentang kesehatan dan keperawatan

2. Diagnosa keperawatan
Diagnosis keperawatan adalah respon individu pada masalah kesehatan
baik yang aktual maupun potensial. Masalah aktual adalah masalah yang
diperoleh pada saat pengkajian, sedangkan masalah potensial adalah
masalah yang mungkin timbul kemudian (American Nurse of Association
(ANA)). Dengan demikian diagnosis keperawatan adalah suatu pernyataan
yang jelas, padat dan pasti tentang status dan masalah kesehatan kesehatan
pasien yang dapat diatasi dengan tindakan keperawatan.

25
Contoh Diagnosa Keperawatan
a. Resiko terjadinya diare di RW 02 Ds. Genuk Semarang berhubungan
dengan :
1) Sumber air tidak memenuhi syarat
2) Kebersihan perorangan kurang
3) Lingkungan yang buruk dimanifestasikan oleh ; banyaknya sampah
yang berserakan, penggunaan sungai sebagai tempat mencuci,
mandi, dan pembuangan kotoran.
b. Tingginya kejadian karies gigi SMP 29 Semarang berhubungan
dengan:
1) Kurangnya pemeriksaan gigi\
2) Kurangnya fluor pada air minum di manifestasikan : 62% caries
dengan inspeksi pada murid-murid SMP 29
c. Kurangnya gizi pada balita di desa Karang Awen berhubungan dengan:
1) Banyak kepala keluarga kehilangan pekerjaan
2) Kurangnnya jumlah kader
3) Kurangnya jumlah posyandu
4) Kurangnya jumlah pengetahuan masyarakat tentang gizi.

3. Perencanaan / Intervensi
a. Persiapan, penentuan prioritas daerah
b. Pengorganisasian, pembentukan pokjakes
c. Koordinasi intersektoral
d. Akhir, supervisi atau kunjungan bertahap

4. Pelaksanaan / Implementasi
a. Bantuan mengatasi masalah kurang nutrisi, mempertahankan kondisi
seimbang, meningkatkan kesehatan
b. Mendidik komunitas tentang perilaku sehat untuk mencegah kurang
gizi
c. Advokat komunitas

26
5. Evaluasi atau penilaian
a. Relevansi antara kenyataan dengan target
b. Perkembangan / kemajuan proses, kesesuaian dengan perencanaan,
peran pelaksana, fasilitas dan jumlah peserta.
c. Efisiensi biaya, bagaimana mencari sumber dana
d. Efisiensi kerja, apakah tujuan tercapai, apakah masyarakat puas
e. Dampak, apakah terjadi perubahan status kesehatan
f. Menilai respon verbal dan nonverbal
g. Mencatat adanya kasus baru yang dirujuk ke RS.

27
D. Kerangka Konsep Perawatan Kesehatan Komunitas

Derajat Kesehatan
- Kematian
- Kesakitan
- Resiko

Perilaku Kesehatan
Lingkungan - Kebiasaan
1. Kondisi rumah membersihkan rumah Upaya Kesehatan
2. Sarana sanitasi - Kebiasaan - Puskesmas
- Air menggantungkan - Posbindu
- Jamban pakaian - Alternatif
- Air limbah - Kebiasaan BAB di
- Sampah jamban
3. Vektor - Kebiasaan membuang
sampah

Pengetahuan perilaku
hidup sehat
- Bayi
- Balita
- Anak
- Dewasa
- Lansia

Skema 2.1
Kerangka Konsep Perawatan Kesehatan Komunitas

28
BAB III
APLIKASI ASUHAN KEPERAWATAN

Aplikasi asuhan keperawatan komunitas yang dilakukan di RW 011 khususnya


RT 004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama,
Jakarta Selatan menggunakan pendekatan proses keperawatan meliputi kegiatan
pengkajian, merumuskan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan
evaluasi keperawatan yang dilakukan mahasiswa melibatkan keluarga, tokoh
masyarakat, dan kader.

A. Pengkajian Keperawatan Komunitas


Pengkajian dilakukan menggunakan Winshield Survey, wawancara dengan
ketua RT, RW, Kader, beberapa keluarga yang dibina mahasiswa, observasi
dan penyebaran angket ke sejumlah masyarakat melalui penghitungan sampel.
Data angket kemudian ditampilkan dalam bentuk grafik.
1. Persiapan
a. Persiapan ke Masyarakat
Pengkajian ke masyarakat dilakukan oleh mahasiswa setelah mendapat
izin terlebih dahulu dari ketua RW 011 Kelurahan Kebayoran Lama
Utara. Mahasiswa mulai melakukan pengkajian dengan mengenal
karakteristik wilayah RW 011 khususnya RT 004 dan 012 dengan cara
Random Survey. Data demografi diambil melalui data sekunder yaitu
data hasil pengkajian mahasiswa STIKes Pertamedika pada April
2017. Setelah itu dilakukan dengan mencari data atau informasi
kesehatan di RW 011 khususnya RT 004 dan 012 melalui ketua RW
011, ketua RT, dan kader. Mahasiswa juga melakukan pendekatan
dengan masyarakat di RW 011 khususnya RT 004 dan 012 dengan
mengambil tiga keluarga untuk masing-masing mahasiswa untuk
dijadikan keluarga kelolaan.
b. Persiapan Teknis
Persiapan teknis dimulai pada tanggal 25 April 2017 pukul 10.00 WIB
mahasiswa berkumpul di Balai Warga RW 011 saat itu dihadiri Ketua

29
RW 011 dan kader RW 011 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, saat di
Balai Warga dilakukan pembagian wilayah kerja komunitas dimana
kelompok mendapat wilayah kerja 2 RT yaitu RT 004 dan 012 dalam
masing-masing RT tersebut mahasiswa melakukan pengkajian
komunitas. Pada hari itu juga mahasiswa diberikan tempat untuk
berkumpul mengerjakan kegiatan komunitas yaitu menyiapkan untuk
menyebarkan kuesioner, persiapan untuk lokakarya mini dan kegiatan
komunitas lainnya. Beberapa hari kemudian, mahasiswa
mengumumkan kepada kader untuk dilakukan Lokakarya Mini 1 pada
tanggal 2 Mei 2017 pada pukul 19.00 – Selesai yang bertempat di
Balai Warga RW 011. Pertemuan Lokakarya Mini 1 bertujuan untuk
menyambung silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat RW 011
khususnya RT 004 dan 012 serta memaparkan hasil penyebaran angket
yang telah dilakukan oleh mahasiswa.

2. Pelaksanaan
a. Identifikasi Masalah
RW 011 terdiri dari 12 RT, setiap RT terdiri dari perangkat RT yaitu
Ketua RT, Wakil Ketua RT, Sekretaris, dan Bendahara serta Kader.
Pada pertemuan 1 mahasiswa mengundang pengurus Kepala
Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Ketua RW 011, Ketua RT 004 dan
012, Tokoh Masyarakat, dan Kader. Pertemuan 1 bertujuan untuk
memaparkan hasil penyebaran angket beserta masalah kesehatan dari
di RW 011 khususnya RT 004 dan 012 secara umum. Berdasarkan
identifikasi masalah yang telah dilakukan, didapatkan 4 masalah
kesehatan yang terjadi di Wilayah RW 011 khususnya RT 004 dan 012
antara lain hipertensi, asam urat, diabetes mellitus, dan kesehatan
lingkungan (DHF).
b. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Random Sampling.

30
Pengumpulan data selain menggunakan angket juga dilakukan dengan
wawancara dan observasi (Winshield Survey), yang meliputi :
1) Lingkungan atau Daerah Perumahan
2) Lingkungan Terbuka
3) Batas Wilayah
4) Kebiasaan Masyarakat
5) Transportasi
6) Pusat Pelayanan Umum
7) Kegiatan Masyarakat
8) Suku
9) Kesehatan
10) Politik dan Pemerintahan
11) Media

B. Data Demografi dan Data Penunjang Masalah Kesehatan


1. Data Demografi
Pada RW 011 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran
Lama, Jakarta Selatan secara geografis RW 011 sebelah utara berbatasan
dengan almubarok cipulir, sebelah timur berbatasan dengan TPU tanah
kusir, sebelah selatan berbatasan dengan kali pesanggrahan dan sebelah
barat berbatasan dengan RW 009/11.

Didapatkah hasil data mengenai RW 011 khususnya RT 004 dan 012


Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta
Selatan meliputi :

31
a. Jenis Kelamin
Diagram 3.1
Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Di RT 004 dan
012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran
Lama Pada Bulan April 2017 (N: 768)
450
400
350
300
250
200
150
100
50
0
Perempuan Laki-Laki
% 54.95% 45.05%
n 422 346

Pada diagram di atas data yang diambil dari jumlah 250 KK dari
penduduk yang tinggal di RT 004 dan 012 dapat dilihat bahwa
mayoritas penduduk berjenis kelamin perempuan sebanyak 422 orang
dengan persentase 55% dan yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak
346 orang dengan persentase 45%.

32
b. Usia
Diagram 3.2
Distribusi Penduduk Berdasarkan Usia Di RT 004 dan 012
Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama
Pada Bulan April 2017 (N: 768)
180
160
140
120
100
80
60
40
20
0
0-1 2-5 6 - 12 13 - 21 22 - 35 36 - 50 51 - 65
65 <
Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun
% 3% 6% 11% 14% 21% 20% 15% 10%
n 25 47 81 105 163 153 116 78

Pada diagram di atas dapat dilihat bahwa presentase tertinggi pada


lingkup usia di RT 004 dan 012 adalah masa usia produktif usia 22-35
tahun sebanyak 280 orang dengan persentase 21%. Banyaknya angka
usia produktif di lingkungan ini memungkinkan seluruh penduduk
dapat menyelesaikan masalahnya.

33
c. Agama
Diagram 3.3
Distribusi Penduduk Berdasarkan Agama Di RT 004 dan 012
Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama
Pada Bulan April 2017 (N: 768)
600

500

400

300

200

100

0
Islam Kristen Hindu Budha Katholik
% 64% 15% 5% 3% 13%
n 491 113 41 25 98

Pada diagram diatas dapat dilihat mayoritas penduduk RT 004 dan


012 beragama islam dengan persentase 64%. Agama lain yang berada
diwilayah ini adalah agama kristen, hindu, budha dan katholik.

34
d. Pendidikan
Diagram 3.4
Distribusi Penduduk Berdasarkan Pendidikan Di RT 004 dan 012
Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama
Pada Bulan April 2017 (N: 768)
250

200

150

100

50

0
Belum Tidak Pergurua
TK SD SMP SMA
Sekolah Sekolah n Tinggi
% 12% 5% 7% 17% 19% 27% 14%
n 92 42 50 128 147 204 105

Pada diagram di atas menunjukan pendidikan warga RT 004 dan 012


dengan mayorits berpendidikan terakhir SMA dengan besar persentase
27%. Hal ini merupakan kekuatan yang dimiliki oleh warga untuk
memperbaiki taraf kesehatannya. Kondisi tersebut memungkinkan
warga lebih mudah menerima informasi kesehatan dan mudah diajak
ke arah perubahan yang lebih baik.

35
e. Pekerjaan
Diagram 3.5
Distribusi Penduduk Berdasarkan Pekerjaan Di RT 004 dan 012
Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama
Pada Bulan April 2017 (N: 768)
350

300

250

200

150

100

50

0
Tidak
Pelajar PNS Wirausaha Swasta Pensiunan
Bekerja
% 38% 14% 8% 12% 20% 9%
n 291 109 62 90 150 66

Pada diagram diatas menggambarkan pekerjaan penduduk atau warga


RT 004 dan 012. Mayoritas penduduk bekerja sebagai pelajar
sebanyak 291 orang dengan persentase 38%.

36
f. Suku
Diagram 3.6
Distribusi Penduduk Berdasarkan Suku Di RT 004 dan 012
Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama
Pada Bulan April 2017 (N: 768)
350

300

250

200

150

100

50

0
Jawa Manado Madura Betawi Aceh Sunda Padang Bugis
% 39% 7% 5% 17% 3% 13% 8% 9%
n 297 51 35 129 24 101 64 67

Pada diagram di atas dapat dilihat suku penduduk waga RT 004 dan
012 dengan persentase terbesar dari penduduk yang bersuku Jawa
sebanyak 297 orang dengan persentasei 39%.

37
g. Pelayanan Kesehatan
Diagram 3.7
Distribusi Penduduk Berdasarkan Pelayanan Kesehatan yang
Digunakan Di RT 004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara
Kecamatan Kebayoran Lama Pada Bulan April 2017 (N: 768)
180
160
140
120
100
80
60
40
20
0
Alternatif Puskesmas Rumah sakit
% 15% 63% 21%
n 38 160 54

Pada diagram diatas menyatakan penggunaan pelayanan kesehatan di


wilayah RT 004 dan 012 dengan 63% menggunakan pelayanan
kesehatan puskesmas, 15% menggunakan jasa alternatif dan 21%
menggunakan pelayanan kesehatan rumah sakit.

38
h. Penghasilan
Diagram 3.8
Distribusi Penduduk Berdasarkan Penghasilan Di RT 004 dan 012
Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama
Pada Bulan April 2017 (N: 768)
100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
< UMR UMR > UMR
% 29% 36% 35%
n 71 93 88

Pada diagram diatas menggambarkan penghasilan per bulan penduduk


atau warga RT 004 dan 012. Mayoritas penduduk mempunyai
penghasilan sama dengan UMR yaitu sekitar 36%.

39
i. Pencahayaan
Diagram 3.9
Distribusi Penduduk Berdasarkan Pencahayaan Di RT 004 dan
012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran
Lama Pada Bulan April 2017 (N: 768)
250

200

150

100

50

0
Ya tidak
% 77% 23%
n 194 58

Pada diagram diatas menggambarkan sistem pencahayaan dirumah


warga RT 004 dan 012 sebagian besar (77%) sistem pencahayaan
rumah pada siang hari terang karena sinar matahari masuk ke dalam
rumah sehingga mengurangi kelembapan pada kondisi rumah dan
sirkulasi pada rumah lebih baik sedangkan sistem pencahayaan rumah
pada siang hari gelap sebesar 23% karena letak atau posisi rumah
yang tidak memungkinkan untuk sinar matahari masuk ke dalam
rumah.

40
j. Sumber Air
Diagram 3.10
Distribusi Penduduk Berdasarkan Sumber Air Di RT 004 dan 012
Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama
Pada Bulan April 2017 (N: 768)
250

200

150

100

50

0
Sumur gali PDAM
% 81% 18%
n 204 46

Pada diagram diatas menyatakan sember air warga di RT 004 dan


012. Sumber air yang paling banyak digunakan yaitu bersumber dari
sumur gali sebanyak 204%, sedangkan yang menggunakan PDAM
sebanyak 46%.

41
k. Pengolahan Sampah
Diagram 3.11
Distribusi Penduduk Berdasarkan Pengolahan Sampah Di RT 004
dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan
Kebayoran Lama Pada Bulan April 2017 (N: 768)
300

250

200

150

100

50

0
dikumpulkan kemudian
dibakar
diangkut petugas
% 4% 96%
n 9 243

Pada diagram diatas menyatakan cara pengelolaan sampah di warga


RT 004 dan 012. Terdapat 96% pengelohan sampah warga di angkut
oleh petugas kebersihan dan 4% masih ada warga yang pengolahan
sampahnya dengan cara dibakar. Hal ini menyatakan perlunya
diberikan pendidikan kesehatan pada beberapa warga tertentu terkait
pengolahan sampah yang benar.

42
l. Pembuangan Air Limbah
Diagram 3.12
Distribusi Penduduk Berdasarkan Pembuangan Air Limbah Di
RT 004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan
Kebayoran Lama Pada Bulan April 2017 (N: 768)
250

200

150

100

50

0
Got Sungai
% 87% 13%
n 220 32

Pada diagram diatas menyatakan penggunaan saluran air limbah di


warga RT 004 dan 012. Terdapat 87% warga memiliki Got sebagai
tempat pembuangan air limbah dan sebagain warga masih
menggunakan sungai sebagai tempat pembuangan air limbah yaitu
sebanyak 32%. Hal ini menyatakan masih perlunya diberikan
pendidikan kesehatan mengenai kesehatan lingkungan pada beberapa
warga tekait sebagai tempat pembuangan air limbah yang baik.

43
m. Keadaan Sarana Pembuangan Air Limbah
Diagram 3.13
Distribusi Penduduk Berdasarkan Keadaan Sarana Pembuangan
Air Limbah Di RT 004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama
Utara Kecamatan Kebayoran Lama Pada Bulan April 2017
(N: 768)
250

200

150

100

50

0
Terbuka Mengalir Tertutup Mengalir
% 90% 10%
n 227 25

Pada diagram diatas menyatakan keadaan sarana pembuangan air


limbah di RT 004 dan 012. Terdapat 90% keadaan sarana
pembuangan air limbah dalam bentuk terbuka mengalir sedangkan
hanya 10% yang dalam keadaan tertutup mengalir. Hal ini dapat
menimbulkan banyaknya penyakit karena kondisi sarana pembuangan
air limbah yang masih terbuka dan dapat di tindak lanjuti dengan
melakukan pendidikan kesehatan keluarga tentang kesehatan
lingkungan.

44
n. Pembersihan Sarana Pembuangan Air Limbah
Diagram 3.14
Distribusi Penduduk Berdasarkan Pembersihan Sarana
Pembuangan Air Limbah Di RT 004 dan 012 Kelurahan
Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama Pada Bulan
April 2017 (N: 768)
160

140

120

100

80

60

40

20

0
1x Seminggu 1x Sebulan Bila Tersumbat Tidak Pernah
% 13% 56% 18% 13%
N 32 141 45 34

Pada diagram diatas menyatakan pembersihan sarana pembuangan air


limbah di RT 004 dan 012. Terdapat 56% pembersihan sarana
pembuangan air limbah dilakukan 1x sebulan dan 18% dilakukan
pembersihan bila tersumbat. Hal ini dapat menjadi suatu perhatian,
karena jarangnya pembersihan sarana pembuangan air limbah ini
dapat menjadi sarang penyakit dan banyak timbul jentik nyamuk.

45
o. Masalah Kesehatan Anak Usia Sekolah
Diagram 3.15
Distribusi Penduduk Berdasarkan Masalah Kesehatan pada Anak
Usia Sekolah Di RT 004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama
Utara Kecamatan Kebayoran Lama Pada Bulan April 2017
(N: 768)
70

60

50

40

30

20

10

0
penurunan gangguan
Gangguan
gigi berlubang penyakit kulit prestasi personal
Penglihatan
belajar hygiene
% 67% 3% 1% 19% 10%
n 60 3 1 17 9

Pada diagram diatas didapatkan hasil jenis masalah yang terjadi pada anak
usia sekolah di RT 004 dan 012 dengan masalah gigi berlubang 67%,
penyakit kulit 3%, penurunan prestasi 1%, personal hygiene 19%, dan
gangguan penglihatan 10%. Hal ini perlu diadakan penyuluhan kesehatan
tentang pencegahan gigi berlubang sehingga dapat menurunkan angka
kejadian gigi berlubang pada anak sekolah.

46
p. Masalah Kesehatan Pada Lansia
Diagram 3.16
Distribusi Penduduk Berdasarkan Masalah Kesehatan pada
Lansia Di RT 004 dan 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara
Kecamatan Kebayoran Lama Pada Bulan April 2017 (N: 768)
45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
darah tinggi jantung sakit gula reumatik sesak nafas
% 37% 3% 28% 31% 2%
n 42 3 32 36 2

Pada diagram diatas didapatkan hasil jenis penyakit yang di derita pada
warga di wilayah RT 004 dan 012 yang menderita penyakit darah tinggi
sebanyak 42%, penyakit reumatik 31%, penyakit diabetes millitus 28%,
penyakit jantung 3% dan sesak napas 2%. Hal ini perlu diadakan
penyuluhan kesehatan tentang penyakit darah tinggi, diabetes melitus dan
reumatik sehingga dapat menurunkan angka kejadian ketiga penyakit
tersebut.

47
C. Analisa Data

DATA PENUNJANG
No. Masalah Keperawatan
(Angket, Wawancara, Observasi)
1. Hasil angket: Resiko terjadinya
• Terdapat 37% dari kelompok dewasa dan peningkatan kasus
lansia yang memiliki hipertensi/ tekanan hipertensi di RW 011
darah tinggi. khususnya RT 004 dan
RT 012 Kebayoran
Hasil wawancara: Lama Utara, Jakarta
• Dari 25 orang yang diwawancarai terdapat Selatan
15 orang sering mengkonsumsi ikan asin
sebagai lauk mereka.
• Dari 25 orang yang diwawancarai terdapat 9
orang yang belum mengetahui cara
pencegahan dan penatalaksanaan hipertensi.
• Dari 25 orang yang diwawancarai terdapat
14 orang belum menerapkan pola hidup
sehat seperti mengkonsumsi makanan yang
tepat, olahraga secara teratur, tidak merokok,
istirahat yang cukup, dll.
• Dari 25 orang yang diwawancarai terdapat
15 orang belum mengetahui akibat lanjut
dari hipertensi.
• Dari 25 orang yang diwawancarai terdapat
17 orang jarang melakukan pemeriksaan ke
pelayanan kesehatan untuk kontrol tekanan
darahnya.

Hasil Observasi:
Belum terbentuk kegiatan Posbindu di RT 004
dan RT 012 Kebayoran Lama Utara, Jakarta

48
Selatan, dan masyarakat juga jarang
memeriksakan kesehatan mereka ke pelayanan
kesehatan seperti Puskesmas.

DATA PENUNJANG
No. Masalah Keperawatan
(Angket, Wawancara, Observasi)
2. HasilAngket : Resiko terjadinya
• Terdapat 31 % dari kelompok dewasa dan peningkatan kasus asam
lansia yang mengalami asam urat. urat di RW 011
khususnya RT 004 dan
Hasil Wawancara : RT 012 Kebayoran
• Dari 20 orang yang diwawancarai terdapat 12 Lama Utara, Jakarta
orang belum mengetahui cara pencegahan dan Selatan.
penatalaksanaan asam urat.
• Dari 20 orang yang diwawancarai terdapat 8
orang sudah mengurangi makanan yang dapat
menyebabkan asam urat, seperti kacang-
kacangan jeroan (usus, atiampela,dll)
• Dari 20 orang yang diwawancarai terdapat 17
orang belum menerapkan pola hidup sehat
seperti olahraga secara teratur, tidak merokok,
istirahat yang cukup, dll.
• Dari 20 orang yang diwawancarai terdapat 18
orang jarang melakukan pemeriksaan
kepelayanan kesehatan untuk kontrol keadaan
penyakitnya.

Hasil Observasi :
Dari beberapa lansia yang mengalami asam urat.
jarang memeriksakan kesehatannya ke pelayanan
kesehatan seperti puskesmas, mereka hanya
minum obat yang dibeli di warung.

49
DATA PENUNJANG
No. Masalah Keperawatan
(Angket, Wawancara, Observasi)
3. Hasil angket: Resiko terjadinya
Terdapat 28% dari kelompok dewasa dan lansia peningkatan kasus
yang memiliki sakit gula/diabetes mellitus. diabetes mellitus di RW
011 khususnya RT 004
Hasil wawancara: dan RT 012 Kebayoran
• Dari 18 orang yang diwawancarai terdapat Lama Utara, Jakarta
10 orang belum mengetahui cara Selatan
pencegahan dan penatalaksanaan diabetes
mellitus.
• Dari 18 orang yang diwawancarai terdapat 8
orang sudah mengurangi makanan yang
dapat menyebabkan meningkatnya kadar
gula dalam darah, seperti kue manis, dsb.
• Dari 18 orang yang diwawancarai terdapat
13 orang belum menerapkan pola hidup
sehat seperti mengkonsumsi makanan yang
tepat, olahraga secara teratur, tidak merokok,
istirahat yang cukup, dll.
• Dari 18 orang yang diwawancarai terdapat
11 orang jarang melakukan pemeriksaan ke
pelayanan kesehatan untuk kontrol kadar
gula darahnya.

Hasil Observasi:
Dari beberapa lansia yang mengalami sakit
gula/diabetes mellitus jarang melakukan
pemeriksaan kadar gula darah di pelayanan
kesehatan.

50
DATA PENUNJANG
No. Masalah Keperawatan
(Angket, Wawancara, Observasi)
4. Data Objektif Resiko terjadinya
• Sampah yang dibuang oleh 243 KK (96%) peningkatan penyakit
dari 252 KK diambil oleh petugas sampah akibat lingkungan
• Sebanyak 9 KK (4%) dari 252 KK (DHF) di RW 011
mengelola sampah dengan cara dibakar khususnya RT 004 dan
• Sebanyak 194 KK (77%) dari 252 KK 012 Kebayoran Lama
rumah warga RW 011 mendapatkan Utara, Jakarta Selatan
cahaya matahari yang memadai
• Sebanyak 58 KK (23%) dari 252 KK
rumah warga RW 011 tidak mendapatkan
cahaya matahari yang memadai
• Sebanyak 220 (87%) dari 252 KK warga
RW 011 membuang air limbah rumah
tangga di got
• Sebanyak 227 KK (90%) dari 252 KK
warga RW 011 memiliki sarana
pembuangan limbah dengan kondisi yang
terbuka tergenang dan 25 KK (25%) dari
210 KK memiliki sarana pembuagan
limbah rumah tangga dengan kondisi yang
tertutup dan tergenang

Data Subjektif :
• Menurut warga, sampah dibuang ditempat
sampah lalu diangkut oleh petugas untuk
dibawa ke TPS setiap 2 hari sekali.
• Menurut warga ada beberapa got yang
tersumbat dan tidak lancar
• Menurut warga sudah dilaksanakan
kegiatan jumantik

51
D. Prioritas Diagnosa Keperawatan
Setelah dilakukan analisis data, maka dapat ditegakkan diagnosa keperawatan komunitas. Dari beberapa diagnosa keperawatan yang
ditegakkan, akan diselesaikan berdasarkan prioritas masalah. Prioritas penyelesaian masalah keperawatan komunitas, diperoleh
berdasarkan skoring yang telah dilakukan oleh mahasiswa dan masyarakat.

No Masalah Keperawatan A B C D E F G H I J K Total Prioritas

1 Resiko terjadinya peningkatan kasus hipertensi


Kana2 / Uang
di RW 011 khususnya RT 004 dan RT 012 5 5 5 5 5 5 disesuaikan disesuaikan posbindu 30 1
Kana 6 kas
Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan
2 Resiko terjadinya peningkatan kasus asam urat
Kana 2/ Uang
di RW 011 khususnya RT 004 dan RT 012 5 4 5 5 4 4 disesuaikan disesuaikan posbindu 27 2
Kana 6 kas
Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan
3 Resiko terjadinya peningkatan kasus diabetes
Kana2 / Uang
mellitus di RW 011 khususnya RT 004 dan RT 3 4 5 4 4 5 disesuaikan disesuaikan posbindu 25 3
Kana 6 kas
012 Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan
4 Resiko terjadinya peningkatan penyakit akibat Balai
lingkungan (DHF) di RW 011 khususnya RT Warga Uang
4 4 5 4 3 4 disesuaikan disesuaikan posbindu 24 4
004 dan 012 Kebayoran Lama Utara, Jakarta RW kas
Selatan 011

52
Keterangan Pembobotan: Keterangan Abjad : F = Sesuai dengan program
1. Sangat rendah A = Risiko terjadi pemerintah
2. Rendah B = Risiko parah G = Tempat
3. Cukup C = Potensial untuk pendidikan H = Waktu
4. Tinggi kesehatan I = Dana
5. Sangat tinggi D = Minat masyarakat J = Fasilitas Kesehatan
E = Mungkin diatasi K = Sumber dana.

1
Prioritas diagnosa keperawatan komunitas yang diperoleh adalah sebagai
berikut :
1. Resiko terjadinya peningkatan kasus hipertensi di RW 011 khususnya RT
004 dan RT 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan
berhubungan dengan perilaku hidup yang berisiko, adanya gejala-gejala
hipertensi yang dirasakan masyarakat 3 bulan terakhir, yang
dimanifestasikan dengan: Terdapat 37 % dari masyarakat yang memiliki
hipertensi / tekanan darah tinggi.
2. Resiko terjadinya peningkatan kasus asam urat di RW 011 khususnya RT
004 dan RT 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan
berhubungan dengan perilaku hidup yang berisiko, adanya gejala-gejala
asam urat yang dirasakan masyarakat , yang dimanifestasikan dengan:
Terdapat 31% dari masyarakat yang memiliki asam urat
3. Resiko terjadinya peningkatan kasus diabetes mellitus di RW 011
khususnya RT 004 dan RT 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta
Selatan berhubungan dengan perilaku hidup yang berisiko, adanya gejala-
gejala diabetes mellitus yang dirasakan masyarakat, yang dimanifestasikan
dengan: Terdapat 28% dari masyarakat yang memiliki sakit gula /
diabetes mellitus.
4. Resiko terjadinya peningkatan penyakit akibat lingkungan (DHF) di RW
011 khususnya RT 004 dan RT 012 Kelurahan Kebayoran Lama Utara,
Jakarta Selatan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan masyarakat
tentang akibat dari lingkungan yang kurang bersih dengan kurangnya
pengetahuan warga tentang kesehatan lingkungan dan kebiasaan hidup
sehat, serta kurangnya motivasi warga memelihara lingkungan yang bersih
dan sehat, terpaparnya masyarakat dengan lingkungan yang kurang sehat.

28
E. Perencanaan Keperawatan Komunitas
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS RW 011 KHUSUSNYA RT 004 DAN RT 012
KELURAHAN KEBAYORAN LAMA UTARA JAKARTA SELATAN

Diagnosa Tujuan Strategi Rencana Evaluasi Penanggung


NO Sumber Tempat
Keperawatan Umum Khusus Intervensi Kegiatan Kriteria Standar Jawab
1. Resiko Setelah Setelah dilakukan
terjadinya dilakukan intervensi
peningkatan intervensi keperawatan
kasus keperawatan bersama masyarakat
hipertensi di pada warga RT selama 3 minggu,
RW 011 004 dan RT diharapkan :
Khususnya RT 012 Kelurahan 1. Keluarga Kunjungan Melakukan Keluarga 80% keluarga Mahasiswa Rumah Mahasiswa
004 dan RT Kebayoran memiliki keluarga kunjungan memiliki binaan keluarga
012 Kelurahan Lama Utara kemampuan dengan keluarga terkait kemampuan mahasiswa binaan dan
Kebayoran dalam 3 melaksanakan 5 masalah 5 tugas keluarga untuk mampu resume
Lama Utara, minggu, tugas keluarga hipertensi dan dalam merawat melaksanakan mengenal mahasiswa
Jakarta Selatan diharapkan yang meliputi pendidikan anggota tugas keluarga masalah, di RT 004
masalah tidak kemampuan kesehatan keluarga dengan terkait masalah mengambil dan RT 012
terjadi mengenal hipertensi hipertensi keputusan,

29
peningkatan masalah, merawat
kasus hipertensi mengambil anggota
pada keputusan, keluarga
masyarakat RT merawat dengan
004 dan RT anggota hipertensi,
012, dengan keluarga dengan memodifikasi
indikator: Hipertensi, lingkungan
 Terjadi memodifikasi dan
peningkatan lingkungan dan memanfaatkan
50% memanfaatkan fasilitas
kunjungan fasilitas kesehatan
masyarakan kesehatan untuk
ke posbindu penderita
 80% hipertensi
masyarakat 2. Mayarakat 2.1 Pendidikan Meningkatnya Peningkatan 80% peserta Mahasiswa Kana 2 / Mahasiswa
menyadari memiliki kesehatan pengetahuan pengetahuan penyuluhan & Kader Kana 6 & Kader
perilaku pengetahuan masyarakat masyarakat mampu
hidup yang yang baik dewasa dan tentang menyebutkan
berisiko tentang lansia tentang hipertensi pengertian,
hipertensi yang cara pencegahan penyebab,

30
menyebabkan meliputi dan perawatan tanda gejala,
hipertensi pengertian, hipertensi akibat, cara
 60% keluarga penyebab, tanda pencegahan
mampu dan gejala, dan perawatan
melaksanaka akibat, cara hipertensi
n tugas pencegahan
keluarga hipertensi dan
untuk cara perawatan 2.2 Demonstra Mendemonstrasi Warga & 70% Mahasiswa Bersamaan Mahasiswa
mengatasi hipertensi si kan pada mahasiswa masyarakat dengan & Kader
masalah pembuatan masyarakat melakukan mampu penyuluhan
hipertensi obat tentang pembuatan obat melakukan
yang ada di tradisional pembuatan obat tradisional terapi
keluarga tradisional untuk komplementer
mereka. perawatan
 50% hipertensi
masyarakat
mengetahui
makanan 2.3 Pemberian Penyebaran Peserta 95% leaflet Mahasiswa Bersamaan Mahasiswa
yang berisiko informasi leaflet pada penyuluhan tersebar pada dengan & Kader
peserta memperoleh peserta penyuluhan

31
menyebabkan penyluhan leaflet penyuluhan
hipertensi
 Terjadi 3. Peningkatan 3.1 Pemberian 3.1 Memotivasi Peningkatan 60% lansia Mahasiswa Kana 2 / Mahasiswa
penurunan motivasi informasi masyarakat motivasi dan dewasa Kana 6 & Kader
10% anggota masyarakat untuk masyarakat mampu
masyarakat untuk mencegah melakukan untuk mengikuti
yang kejadian senam berolahraga senam jantung
mengeluhkan hipertensi teratur sehat
gejala dengan cara
hipertensi melakukan
olahraga senam 3.2 Pemeriksaan Masyarakat 70% dewasa Mahasiswa Kana 2 / Mahasiswa
dan jalan santai tekanan RW 011 dan lansia Kana 6 & Kader
serta darah mengikuti penderita
pemeriksaan sebelum dan pemeriksaan hipertensi
tekanan darah sesudah tekan darah mengikuti
senam senam dan
menjalani
pemeriksaan
fisik (tekanan
darah)

32
3.3 Memotivasi Masyarakat Terjadi Mahasiswa Kana 2 / Mahasiswa
warga untuk RW 011 peningkatan Kana 6 & Kader
melakukan mengikuti 30% jumlah
jalan santai kegiatan jalan kunjungan
minimal 1 santai Posbindu
bulan sekali

33
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS RW 011 KHUSUSNYA RT 004 DAN RT 012
KELURAHAN KEBAYORAN LAMA UTARA JAKARTA SELATAN

Diagnosa Tujuan Strategi Rencana Evaluasi Penanggung


NO Sumber Tempat
Keperawatan Umum Khusus Intervensi Kegiatan Kriteria Standar Jawab
2. Resiko Setelah Setelah dilakukan
terjadinya dilakukan intervensi
peningkatan tindakan keperawatan
kasus asam urat bersama bersama masyarakat
di RW 011 masyarakat selama 3 minggu,
khususnya RT selama 3 diharapkan :
004 dan RT minggu, 1. Keluarga Pendidikan Pendidikan Peningkatan 80% keluarga Mahasiswa Rumah Mahasiswa
012 Kelurahan diharapkan memiliki kesehatan kesehatan kemampuan binaan keluarga
Kebayoran tidak terjadi kemampuan kunjungan tentang 5 tugas keluarga dalam mahasiswa binaan dan
Lama Utara, peningkatan melaksanakan 5 keluarga keluarga terkait melaksanakan mampu resume
Jakarta Selatan masalah asam tugas keluarga masalah asam 5 tugas mengenal binaan di
urat pada yang meliputi urat melalui keluarga terkait masalah, RT 004 dan
warga di RT kemampuan kunjungan dengan mengambil RT 012
004 dan RT mengenal rumah masalah asam keputusan,
012 Kelurahan masalah, urat merawat

34
Kebayoran mengambil anggota
lama dengan keputusan, keluarga
kriteria hasil: merawat dengan asam
 60% anggota urat,
masyarakat keluarga dengan memodifikasi
menyadari asam urat, lingkungan
perilaku memodifikasi dan
hidup yang lingkungan dan memanfaatkan
beresiko memanfaatkan fasilitas
yang bisa fasilitas kesehatan
menyebabka kesehatan
n asam urat 2. Mayarakat 2.1 Pendidi Pendidikan Peningkatan 80% peserta Mahasiswa Kana 2 / Mahasiswa
 60% memiliki kan kesehatan pada pengetahuan penyuluhan & Kader Kana 6, & Kader
masyarakat pengetahuan kesehatan kelompok masyarakat mampu pengajian
mau yang baik berkelom masyarakat tentang asam menyebutkan dan arisan
merubah tentang asam pok urat pengertian, RT/RW
pola urat yang penyebab,
makannya meliputi tanda dan
agar bisa pengertian, gejala, akibat,
penyebab, tanda cara

35
terhindar dan gejala, pencegahan,
dari penyakit akibat, cara serta
asam urat pencegahan perawatan
 70% asam urat dan asam urat
masyarakat cara perawatan
mau aktif asam urat
datang ke 2.2 Pemberian Penyebaran Leaflet terbagi 95% leaflet Mahasiswa Saat Kader &
Posbindu informasi leflet pada kepada peserta tersebar pada & Kader penyuluhan Mahasiswa
tiap peserta penyuluhan peserta
bulannya penyuluhan penyuluhan
dan
mengontrol
kadar asam 2.3 Pemberian Pemasangan Poster Minimal 3 Mahasiswa Tempat Kader &
urat pada informasi poster ditempat terpasang di poster & Kader strategis di Mahasiswa
darah strategis tempat strategis terpasang di RT 004 dan
 Terjadinya di RW 011 masing- RT 012
peningkatan masing RT
masyarakat
yaitu sebesar

36
50% yang
memanfaatk 2.4 Demonstra Mengajarkan Peningkatan Warga mampu Mahasiswa Posko Mahasiswa
an fasilitas si cara membuat motivasi membuat Mahasiswa & Kader
pelayanan ramuan masyarakat ramuan
kesehatan tradisional untuk untuk membuat tradisional
terdekat menurunkan ramuan untuk asam
(puskesmas, asam urat tradisional urat
klinik) untuk untuk asam
mengontrol urat
kesehatanny
a 3. Peningkatan 3.1 Pemberian 3.1 Pemeriksaan Masyarakat Warga Mahasiswa Posko Mahasiswa
 50% motivasi Informasi Kadar Asam RW 011 penderita asam Mahasiswa & Kader
keluarga masyarakat Urat mengikuti urat menjalani
mampu untuk mencegah pemeriksaan pemeriksaan
melaksanaka kejadian asam kadar asam urat kadar asam
n tugas urat dengan cara urat
keluarga melakukan diit
untuk makanan tinggi
mengatasi purin serta 3.2 Memotivasi Warga mulai Kadar asam Mahasiswa Posko Mahasiswa
masalah pemeriksaan warga untuk melakukan diit urat warga & Kader Mahasiswa & Kader

37
asam urat kadar asam urat melakukan purin terkontrol
yang ada di dalam darah diit purin
keluarga
mereka
 50%
masyarakat
mengetahui
makanan
yang
beresiko
menimbulka
n penyakit
asam urat
 Terjadi
penurunan
10% anggota
masyarakat
yang
mengeluhka
n gejala AU.

38
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS RW 011 KHUSUSNYA RT 004 DAN RT 012
KELURAHAN KEBAYORAN LAMA UTARA JAKARTA SELATAN

Diagnosa Tujuan Strategi Rencana Evaluasi Penanggung


NO Sumber Tempat
Keperawatan Umum Khusus Intervensi Kegiatan Kriteria Standar Jawab
3. Resiko Setelah Setelah dilakukan
terjadinya dilakukan intervensi
peningkatan intervensi keperawatan
kasus diabetes keperawatan bersama masyarakat
mellitus di RW pada warga RT selama 3 minggu,
011 khususnya 004 dan RT diharapkan :
RT 004 dan RT 012 Kebayoran 1. Keluarga Kunjungan Melakukan Keluarga 1.1 80% Mahasiswa Rumah Mahasiswa
012 Kebayoran Lama Utara, memiliki keluarga kunjungan memiliki keluarga dan Kader keluarga dan Kader
Lama Utara, Jakarta Selatan kemampuan dengan keluarga terkait kemampuan binaan binaan dan
Jakarta Selatan dalam 3 melaksanakan 5 masalah asam 5 tugas keluarga untuk mahasiswa resume
minggu, tugas keluarga urat dan dalam merawat melaksanakan mampu mahasiswa
diharapkan yang meliputi pendidikan anggota tugas keluarga mengenal di RT 004
masalah tidak kemampuan kesehatan keluarga dengan terkait masalah masalah, dan RT 012
terjadi mengenal diabetes mellitus diabetes mengambi
peningkatan masalah, mellitus l

39
kasus diabetes mengambil keputusan,
mellitus pada keputusan, merawat
masyarakat RT merawat anggota anggota
004 dan RT keluarga dengan keluarga
012, dengan diabetes dengan
indikator: mellitus, diabetes
 80% memodifikasi mellitus,
masyarakat lingkungan dan memodifik
menyadari memanfaatkan asi
perilaku fasilitas lingkunga
hidup yang kesehatan n dan
berisiko memanfaat
menyebabkan kan
diabetes fasilitas
mellitus kesehatan
 60% keluarga untuk
mampu penderita
melaksanaka diabetes
n tugas mellitus

40
keluarga
untuk 1.2 80% Mahasiswa Kana 2 dan Mahasiswa
mengatasi peserta dan Kader Kana 6 dan Kader
masalah penyuluha
diabetes n mampu
mellitus yang menyebutk
ada di an
keluarga pengertian,
mereka. penyebab,
 50% tanda
masyarakat gejala,
mengetahui akibat,
makanan cara
yang berisiko pencegaha
menyebabkan n dan
diabetes perawatan
mellitus diabetes
 Terjadi mellitus
penurunan

41
10% anggota 1.3 Warga Mahasiswa Kana 2 dan Mahasiswa
masyarakat masyaraka dan Kader Kana 6 dan Kader
yang t mampu
mengeluhkan membuat
gejala obat
diabetes tradisional
mellitus
2. Mayarakat Pendidikan Meningkatnya Peningkatan Penyebaran Mahasiswa Kana 2 dan Mahasiswa

memiliki kesehatan pengetahuan pengetahuan leaflet pada dan Kader Kana 6 dan Kader

pengetahuan masyarakat masyarakat peserta


yang baik dewasa dan tentang penyuluhan
tentang diabetes lansia tentang diabetes
mellitus yang cara pencegahan mellitus
meliputi dan perawatan
pengertian, diabetes mellitus
penyebab, tanda
dan gejala,
akibat, cara Demonstrasi Mendemonstrasi Warga & 95% leaflet Mahasiswa Kana 2 dan Mahasiswa

pencegahan pembuatan kan pada mahasiswa tersebar pada dan Kader Kana 6 dan Kader

diabetes mellitus obat masyarakat melakukan peserta

42
dan cara tradisional tentang pembuatan obat penyuluhan
perawatan pembuatan obat tradisional
diabetes mellitus tradisional untuk
perawatan
3. Peningkatan diabetes mellitus
motivasi
masyarakat
Mahasiswa
untuk mencegah Pemberian Penyebaran Peserta 60% lansia Mahasiswa Kana 2 dan dan Kader
kejadian informasi leaflet pada penyuluhan dan dewasa dan Kader Kana 6
diabetes mellitus peserta memperoleh mampu
dengan cara penyuluhan leaflet mengikuti
melakukan senam sehat
olahraga senam
dan jalan santai
Mahasiswa
serta Pemberian Memotivasi Peningkatan 70% dewasa Mahasiswa Kana 2 dan
dan Kader
pemeriksaan informasi masyarakat motivasi dan lansia dan Kader Kana 6
rutin ke untuk masyarakat penderita
pelayanan melakukan untuk diabetes
kesehatan senam teratur berolahraga mellitus
mengikuti

43
senam dan
menjalani
pemeriksaan
fisik

Mahasiswa
70% warga Mahasiswa Kana 2 dan
dan Kader
mengikuti dan Kader Kana 6
senam dan
berolahraga

44
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS RW 011 KHUSUSNYA RT 004 DAN RT 012
KELURAHAN KEBAYORAN LAMA UTARA JAKARTA SELATAN

Diagnosa Tujuan Strategi Rencana Evaluasi Penanggung


NO Sumber Tempat
Keperawatan Umum Khusus Intervensi Kegiatan Kriteria Standar Jawab
4. Resiko Setelah Setelah dilakukan
terjadinya dilakukan intervensi
peningkatan tindakan keperawatan
penyakit akibat bersama bersama masyarakat
lingkungan masyarakat selam 6 minggu
(DHF) di RW selama 6 diharapkan :
011 khususnya minggu, 1. Keluarga Pendidikan Pendidikan Peningkatan 80 % keluarga Mahasiswa Rumah Mahasiswa
RT 004 dan diharapkan memiliki kesehatan kesehatan kemampuan binaan keluarga & Kader
012 Kebayoran masyarakat kemampuan kunjungan tentang 5 tugas keluarga dalam mahasiswa binaan dan
Lama Utara, terhindar dari melaksanakan 5 keluarga keluarga terkait melaksanakan mampu, resume
Jakarta Selatan penyakit yang tugas keluarga masalah DHF 5 tugas mengenal mahasiswa
disebabkan yang meliputi melalui keluarga terkait masalah, di RW 011
oleh kemampuan kunjungan masalah DHF mengambil
lingkungan mengenal rumah keputusan,
yang kurang masalah, merawat

45
sehat dengan mengambil anggota
indikator : keputusan, keluarga
 Kasus DHF merawat anggota dengan DHF
tidak terjadi keluarga dengan memodifikasi
DHF, lingkungan
memodifikasi dan
lingkungan dan memanfaatkan
memanfaatkan fasilitas
fasilitas kesehatan kesehatan
2. Masyarakat 2.1 Pendidika Pendidikan Peningkatan 80 % peserta Mahasiswa Kana 2 / Mahasiswa
memiliki n kesehatan pengetahuan penyuluhan Kana 6 dan Kader
pengetahuan kesehatan kelompok masyarakat mampu
yang baik kelompok masyarakat tentang menyebutkan
tentang DHF masalah DHF pengertian,
yang meliputi penyebab,
pengertian, tanda dan
penyebab, tanda gejala, akibat,
dan gejala, cara
akibat, cara pencegahan,
pencegahan pada serta

46
DHFserta cara perawatan
perawatan pada masalah DHF
penyakit DHF

2.2 Pemberian Penyebaran Leaflet terbagi 95 % Leaflet Mahasiswa Kana 2 / Mahasiswa


informasi leaflet pada kepada peserta tersebar pada Kana 6 dan Kader
peserta penyuluhan peserta
penyuluhan penyuluhan

Pemasangan Poster Minimal 2 Mahasiswa Tempat Mahasiswa


poster di tempat terpasang di poster strategis di dan Kader
strategis tempat- tempat terpasang di wilayah
strategis di RW masing- RW 011
011 masing masing
RT

3. Masyarakat 3.1 Pendidika 3.1 Demonstrasi Peningkatan Minimal 7 Mahasiswa Kana 2 / Mahasiswa
memiliki n cara keterampilan& peserta Kana 6 & Kader
keterampilan Kesahatan membuang pencegahan penyuluh

47
dalam 3.2 Masyaraka sampah perawatan dgn mampu
melakukan t dengan masalah DHF mendemonstra
pencegahan dan termotivas benar pada sikan cara
perawatan i untuk masyarakat perawatan
penderita DHF menciptak DHF
serta an 3.2 Kerja bakti Warga dapat 80 % warga Mahasiswa Di wilayah Mahasiswa
pemeliharaan lingkunga bersama di berkerja sama RW 011 RW 011 & Kader
kesehatan n sehat wilayah RW melakukan melakukan
011 untuk kerja bakti kerja bakti dan
meminimalk menyebutkan
an cara
terjadinya menciptakan
DHF pada lingkungan
warga RW yang sehat
011 dengan
menjaga
kebersihan
lingkungan

Mahasiswa dan 85% sumber Mahasiswa Di wilayah Mahasiswa

48
3.3 Melakukan kader jumantik air di warga & kader RW 011 & kader
pemeriksaa dapat RW 011
n melakukan terpantau oleh
kebersihan pemantauan mahasiswa dan
sumber air terhadap kader untuk
dan jentik di kebersihan dari mengetahui
lingkungan sumber air ada atau tidak
RW 011 warga RW 011 adanya jentik
bengan terhadap jentik di sumber air
berkerjasma warga
dengan
jumantik

49
F. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan Komunitas
Masalah Rencana Tindak
No. Kegiatan Tujuan Evaluasi Hambatan
Keperawatan Lanjut
1. Resiko terjadinya Penyuluhan 1. Tujuan Umum Jumlah peserta yang hadir Terdapat beberapa Diperlukan adanya
peningkatan kasus kesehatan dan Setelah dilakukan sebanyak 40 orang dari hambatan pada kegiatan monitoring tekanan
hipertensi di RW 011 senam jantung penyuluhan kesehatan jumlah keseluruhan 50 implementasi ini, darah agar dapat
Khususnya RT 004 sehat dan senam jantung orang. diantaranya : memantau tekanan
dan RT 012 Hari/Tanggal : sehat selama 1x150 1. Struktur 1. Tidak hadirnya darah dan
Kelurahan Kebayoran Sabtu, 20 Mei 2017 menit diharapkan tidak a. Laporan beberapa kader dan menyarankan kepada
Lama Utara, Jakarta Pukul : 07.00 – terjadi peningkatan pendahuluan, SAP, kepala kelurahan kader agar dilakukan
Selatan. 09.30 WIB penyakit hipertensi di dan materi tentang dikarenakan sudah kegiatan senam setiap
RW 011 khususnya RT hipertensi telah memiliki agenda minggu secara rutin
004 dan 012 Kelurahan dikonsultasikan acara tersendiri. untuk para penderita
Kebayoran Lama dan disetujui 2. Target peserta hipertensi serta lebih
Utara, Jakarta Selatan. pembimbing belum sesuai memaksimalkan
b. Waktu, tempat dan dengan jumlah yang penyuluhan kesehatan
2. Tujuan Khusus sasaran kegiatan diharapkan. mengenai hipertensi.
Setelah dilakukan telah disepakati 3. Alat Sound System
penyuluhan kesehatan oleh pihak terkait sempat mengalami

50
diharapkan masyarakat c. Media dan alat kendala karena
mampu : yang dibutuhkan kurang dipersiapkan
a. Menyebutkan telah disiapkan sebelumnya.
pengertian
hipertensi 2. Proses
b. Menyebutkan a. Beberapa kader
tanda gejala dari dan warga
hipertensi mengikuti kegiatan
c. Menyebutkan senam jantung
penyebab sehat dan
hipertensi penyuluhan
d. Menyebutkan kesehatan secara
komplikasi atau aktif dan antusias.
akibat dari b. Warga berdiskusi
hipertensi dan tanya jawab
e. Menjelaskan cara dengan mahasiswa
perawatan pasien tentang hipertensi.
dengan hipertensi

51
3. Hasil
a. Ibu-ibu kader dan
warga dapat lebih
memahami
pengertian,
penyebab, tanda
gejala, akibat, dan
cara pengobatan
untuk hipertensi.
b. Kader dan warga
antusias dalam
mengikuti senam
jantung.

52
Masalah Rencana Tindak
No. Kegiatan Tujuan Evaluasi Hambatan
Keperawatan Lanjut
2. Resiko terjadinya Penyuluhan 1. Tujuan Umum Jumlah peserta yang hadir Terdapat beberapa Diharapkan perangkat
peningkatan kasus kesehatan dan Setelah dilakukan sebanyak 52 orang dari hambatan pada kegiatan masyarakat dan kader
asam urat di RW 011 demonstrasi penyuluhan kesehatan target keseluruhan 50 implementasi ini, bekerja sama dengan
khususnya RT 004 pembuatan obat selama 1x150 menit orang. diantaranya : masyarakat dan
dan RT 012 tradisional untuk diharapkan tidak 1. Struktur 1. Beberapa alat tentunya dibantu oleh
Kebayoran Lama asam urat terjadi peningkatan a. Laporan peraga untuk tim Puskesmas dalam
Utara, Jakarta Selatan Hari/Tanggal : penyakit asam urat di pendahuluan, SAP, demonstrasi belum mengadakan
Kamis, 11 Mei RW 011 khususnya RT dan materi tentang lengkap pada saat penyuluhan kesehatan
2017 004 dan 012 Kelurahan asam urat telah acara sedang tentang asam urat dan
Pukul : 09.00 – Kebayoran Lama dikonsultasikan berlangsung. mendorong warga
11.30 WIB Utara, Jakarta Selatan dan disetujui 2. Waktu penyuluhan yang menderita
pembimbing kesehatan durasi penyakit asam urat
2. Tujuan Khusus b. Waktu, tempat dan waktu lebih lama untuk memeriksakan
Setelah dilakukan sasaran kegiatan dari yang kadar asam uratnya
penyuluhan kesehatan telah disepakati diperkirakan karena secara rutin serta
diharapkan masyarakat oleh pihak terkait antusiasnya warga menyarankan kepada
mampu : c. Media dan alat yang menanyakan warga masyarakat

53
a. Menyebutkan yang dibutuhkan tentang materi yang untuk menggunakan
pengertian telah disiapkan disampaikan. obat tradisional untuk
penyakit asam urat 3. Alat proyektor mengatasi asam urat.
b. Menyebutkan 2. Proses sempat mengalami
tanda gejala dari a. Beberapa kader kendala sebelum
asam urat dan warga acara dimulai
c. Menyebutkan mengikuti kegiatan karena kurang
penyebab asam penyuluhan dipersiapkan
urat kesehatan secara sebelumnya.
d. Menyebutkan aktif dan antusias.
komplikasi atau b. Adanya tanya
akibat dari asam jawab dan diskusi
urat antara warga dan
e. Menjelaskan cara kader dengan
perawatan pasien mahasiswa tentang
dengan asam urat asam urat
f. Menyebutkan dan
mendemonstrasi 3. Hasil
kan pengobatan a. Ibu-ibu kader dan

54
tradisional untuk warga dapat lebih
asam urat memahami
pengertian,
penyebab, tanda
gejala, akibat, dan
cara pengobatan
untuk asam urat.
b. Kader dan warga
mampu
mendemonstrasi
kan cara
pembuatan obat
tradisional untuk
asam urat.

55
Masalah Rencana Tindak
No. Kegiatan Tujuan Evaluasi Hambatan
Keperawatan Lanjut
3. Resiko terjadinya Penyuluhan 1. Tujuan Umum Jumlah peserta yang hadir Terdapat beberapa Diharapkan perangkat
peningkatan kasus kesehatan dan Setelah dilakukan sebanyak 52 orang dari hambatan pada kegiatan masyarakat dan kader
diabetes mellitus di demonstrasi penyuluhan kesehatan target keseluruhan 50 implementasi ini, bekerja sama dengan
RT 004 dan RT 012 pembuatan obat selama 1x150 menit orang. diantaranya : masyarakat dan
Kebayoran Lama tradisional untuk diharapkan tidak 1. Struktur 1. Beberapa alat tentunya dibantu oleh
Utara, Jakarta Selatan diabetes mellitus terjadi peningkatan a. Laporan peraga untuk tim Puskesmas dalam
Hari/Tanggal : penyakit diabetes pendahuluan, SAP, demonstrasi belum mengadakan
Kamis, 11 Mei mellitus di RW 011 dan materi tentang lengkap pada saat penyuluhan kesehatan
2017 khususnya RT 004 dan diabetes mellitus acara sedang tentang diabetes
Pukul : 09.00 – 012 Kelurahan telah berlangsung. mellitus dan
11.30 WIB Kebayoran Lama dikonsultasikan 2. Waktu penyuluhan mendorong warga
Utara, Jakarta Selatan dan disetujui kesehatan durasi yang menderita
pembimbing waktu lebih lama penyakit diabetes
2. Tujuan Khusus b. Waktu, tempat dan dari yang mellitus untuk
Setelah dilakukan sasaran kegiatan diperkirakan karena memeriksakan kadar
penyuluhan kesehatan telah disepakati antusiasnya warga gula darahnya secara
diharapkan masyarakat oleh pihak terkait yang menanyakan rutin serta

56
mampu : c. Media dan alat tentang materi yang menyarankan kepada
a. Menyebutkan yang dibutuhkan disampaikan. warga masyarakat
pengertian telah disiapkan 3. Alat proyektor untuk menggunakan
penyakit diabetes sempat mengalami obat tradisional untuk
mellitus 2. Proses kendala sebelum mengatasi diabetes
b. Menyebutkan a. Beberapa kader acara dimulai mellitus.
tanda gejala dari dan warga karena kurang
diabetes mellitus mengikuti kegiatan dipersiapkan
c. Menyebutkan penyuluhan sebelumnya.
penyebab diabetes kesehatan secara
mellitus aktif dan antusias.
d. Menyebutkan b. Adanya tanya
komplikasi atau jawab dan diskusi
akibat dari diabetes antara warga dan
mellitus kader dengan
e. Menjelaskan cara mahasiswa tentang
perawatan pasien diabetes mellitus
dengan diabetes
mellitus

57
f. Menyebutkan dan 3. Hasil
mendemonstrasi a. Ibu-ibu kader dan
kan pengobatan warga dapat lebih
tradisional untuk memahami
diabetes mellitus pengertian,
penyebab, tanda
gejala, akibat, dan
cara pengobatan
untuk diabetes
mellitus.
b. Kader dan warga
mampu
mendemonstrasi
kan cara
pembuatan obat
tradisional untuk
diabetes mellitus.

58
Masalah Rencana Tindak
No. Kegiatan Tujuan Evaluasi Hambatan
Keperawatan Lanjut
4. Resiko terjadinya Penyuluhan 1. Tujuan Umum Jumlah peserta yang Terdapat beberapa Diperlukan adanya
peningkatan penyakit kesehatan dan Setelah dilakukan diberikan pendidikan hambatan pada kegiatan monitoring oleh warga
akibat lingkungan Kegiatan Jumantik penyuluhan kesehatan kesehatan sebanyak 40 implementasi ini, secara rutin terhadap
(DHF) di RW 011 Hari/Tanggal : dan kegiatan jumantik rumah dari jumlah diantaranya : genangan air agar
khususnya RT 004 Jumat, 19 Mei selama 1x150 menit keseluruhan 60 rumah. 1. Target peserta tidak terdapat jentik
dan 012 Kebayoran 2017 diharapkan tidak 1. Struktur belum sesuai nyamuk, dan lebih
Lama Utara, Jakarta Pukul : 07.00 – terjadi peningkatan a. Laporan dengan jumlah yang memaksimalkan
Selatan 09.30 WIB penyakit akibat pendahuluan, SAP, diharapkan. penyuluhan kesehatan
lingkungan (DHF) di dan materi tentang 2. Media / Alat peraga mengenai DHF dan
RW 011 khususnya RT DHF telah yang disediakan kesehatan lingkungan
004 dan 012 Kelurahan dikonsultasikan untuk penyuluhan lainnya.
Kebayoran Lama dan disetujui kesehatan kurang
Utara, Jakarta Selatan. pembimbing memadai karena
b. Waktu, tempat dan yang tersedia hanya
2. Tujuan Khusus sasaran kegiatan leaflet.
Setelah dilakukan telah disepakati 3. Pelaksanaan

59
penyuluhan kesehatan oleh pihak terkait kegiatan
diharapkan masyarakat c. Media dan alat penyuluhan
mampu : yang dibutuhkan kesehatan tidak
a. Menyebutkan telah disiapkan dilakukan di satu
pengertian DHF tempat tetapi
b. Menyebutkan 2. Proses melalaui teknik
penyebab a. Para kader dan door to door.
penularan penyakit mengikuti kegiatan
DHF jumantik dengan
c. Menyebutkan keliling memeriksa
tanda dan gejala ke rumah warga
penyakit DHF apakah terdapat
d. Menjelaskan cara jentik nyamuk.
perawatan pasien b. Warga kooperatif
dengan DHF selama dilakukan
e. Menyebutkan cara pemeriksaan jentik
pencegahan di rumahnya.
penyakit DHF (4M
Plus)

60
3. Hasil
a. Ibu-ibu kader dan
warga dapat lebih
memahami
pengertian,
penyebab, tanda
gejala, cara
pencegahan dan
pengobatan untuk
pasien dengan
DHF.
b. Kader dan warga
antusias dan
kooperatif selama
dilakukan kegiatan
jumantik dan
penyuluhan
kesehatan.

61
KEGIATAN LAINNYA :
Masalah Rencana Tindak
No. Kegiatan Tujuan Evaluasi Hambatan
Keperawatan Lanjut
1. Resiko terjadinya Penyuluhan 1. Tujuan Umum Jumlah peserta yang Terdapat beberapa Diperlukan adanya
karies gigi dan diare kesehatan dan Setelah dilakukan penyuluhan diberikan pendidikan hambatan pada monitoring oleh
pada anak TK di demonstrasi sikat kesehatan serta demonstrasi kesehatan sebanyak 27 kegiatan orangtua siswa apakah
RW 011 khususnya gigi & cuci tangan sikat gigi dan cuci tangan anak dari jumlah implementasi ini, siswa
RT 004 Kebayoran Hari/Tanggal : selama 1x120 menit keseluruhan 44 anak. diantaranya : mengimplementasikan
Lama Utara Jakarta Selasa, 09 Mei 2017 diharapkan tidak terjadi 1. Struktur Target peserta belum cuci tangan dan sikat
Selatan Pukul : 09.00 – peningkatan kasus karies gigi a. Laporan sesuai dengan gigi secara teratur
11.00 WIB dan diare di RW 011 pendahuluan, jumlah yang dengan teknik yang
Tempat : TK khususnya RT 004 Kelurahan SAP, dan materi diharapkan karena benar.
BAITURRAHMAN Kebayoran Lama Utara, tentang PHBS anak-anak akan
RT 004 Jakarta Selatan. telah mengikuti kegiatan
dikonsultasikan study tour di
2. Tujuan Khusus dan disetujui keesokan harinya.
Setelah dilakukan penyuluhan pembimbing
kesehatan serta demonstrasi b. Waktu, tempat
sikat gigi dan cuci tangan dan sasaran

62
peserta mampu: kegiatan telah
a. Menyebutkan apa yang disepakati oleh
dimaksud mencuci pihak terkait
tangan dan menyikat gigi c. Media dan alat
b. Menyebutkan tujuan yang dibutuhkan
cuci tangan dan telah disiapkan
menyikat gigi
c. Menyebutkan waktu 2. Proses
yang tepat untuk a. Para guru, kepala
mencuci tangan dan sekolah, dan
menyikat gigi anak-anak
d. Mendemonstrasikan mengikuti
tekhnik mencuci tangan kegiatan
dan menyikat gigi penyuluhan
kesehatan dan
demonstrasi sikat
gigi dan cuci
tangan dengan
antusias.

63
b. Para guru, kepala
sekolah, dan
anak-anak
kooperatif
selama dilakukan
demonstrasi cuci
tangan dan sikat
gigi.

3. Hasil
a. Anak-anak dapat
lebih memahami
pengertian,
tujuan, waktu
dan teknik yang
benar untuk sikat
gigi dan cuci
tangan.

64
b. Para guru, kepala
sekolah, dan
anak-anak
antusias dan
kooperatif
selama dilakukan
penyuluhan dan
demonstrasi sikat
gigi dan cuci
tangan.

65
Masalah Rencana Tindak
No. Kegiatan Tujuan Evaluasi Hambatan
Keperawatan Lanjut
2. Resiko peningkatan Penyuluhan a. Tujuan Umum Jumlah peserta yang Tidak adanya hambatan Diperlukan adanya
penyakit akibat kerja kesehatan dan Setelah dilakukan diberikan pendidikan yang bermakna dalam monitoring dan
berhubungan dengan demonstrasi penyuluhan kesehatan kesehatan sebanyak 7 proses maupun kerjasama antara
rendahnya penggunaan APD dan demonstrasi orang dari jumlah pelaksaan penyuluhan pemilik home
pengetahuan pekerja Hari/Tanggal : penggunaan APD keseluruhan 7 orang. K3 dan demonstrasi industrie dan
dalam pentingnya Rabu, 10 Mei 2017 selama 1x60 menit 1. Struktur penggunaan APD. perangkat masyarakat
penggunaan APD Pukul : 16.00 – diharapkan tidak a. Laporan terkait dengan
17.00 WIB terjadi peningkatan pendahuluan, SAP, kesehatan dan
Tempat : Pabrik penyakit akibat kerja dan materi tentang keselamatan kerja
Donat RT 012 di RW 011 khususnya K3 telah (K3) terhadap pekerja
RT 012 Kelurahan dikonsultasikan yang ada di wilayah
Kebayoran Lama dan disetujui RW 011.
Utara, Jakarta Selatan. pembimbing
b. Waktu, tempat dan
b. Tujuan Khusus sasaran kegiatan
Setelah dilakukan telah disepakati
penyuluhan kesehatan oleh pihak terkait

66
dan demonstrasi c. Media dan alat
penggunaan APD yang dibutuhkan
diharapkan pekerja telah disiapkan
mampu :
a. Menyebutkan 2. Proses
pengertian K3 a. Pekerja mengikuti
b. Menyebutkan kegiatan
tujuan K3 penyuluhan dan
c. Menyebutkan demonstrasi
faktor penyebab pemakaian APD
yang sering ditemui dengan antusias
saat bekerja b. Pekerja kooperatif
d. Menyebutkan selama dilakukan
pengertian APD kegiatan
e. Menyebutkan penyuluhan dan
tujuan penggunaan demonstrasi
APD pemakaian APD.
f. Menyebutkan
standar dan syarat 3. Hasil

67
penggunaan APD a. Pekerja dapat lebih
g. Menyebutkan jenis memahami
– jenis APD pengertian K3,
tujuan K3,
penyebab
kecelakaan kerja,
pengertian APD,
tujuan APD,
standar
penggunaan APD
serta jenis-jenis
APD.
b. Pekerja antusias
dan kooperatif
selama dilakukan
kegiatan
penyuluhan dan
demonstrasi
pemakaian APD.

68
BAB IV
PEMBAHASAN

Pendekatan proses asuhan keperawatan komunitas meliputi tahapan pengkajian,


penetapan diagnosa berdasarkan skoring, perencanaan keperawatan komunitas,
implementasi serta evaluasi (Effendy, 2009). Proses asuhan keperawatan
komunitas yang dilakukan di RW 011 berlangsung selama 6 minggu sejak tanggal
25 April 2017 – 2 Juni 2017 dengan menggunakan model community as partner.
Dimana dalam aplikasi proses asuhan keperawatan komunitas tersebut,
masyarakat RW 011 tidak hanya dijadikan sebagai target atau sasaran tetapi juga
sebagai mitra mahasiswa dalam melaksanakan asuhan keperawatan komunitas
mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi.

Analisa proses asuhan keperawatan komunitas pada laporan ini akan dilakukan
dengan menggunakan Analisis SWOT yang mencakup analisa faktor kekuatan
(Strength), analisa faktor kelemahan (Weakness), analisa faktor peluang
(Opportunity), serta analisa terhadap ancaman (Threat) yang terjadi pada setiap
tahapan proses.

A. Pengkajian
Pengkajian merupakan tahapan pertama dalam proses asuhan keperawatan.
Fase awal dari pengkajian keperawatan komunitas adalah mengenal secara
umum wilayah serta membuat kontrak dengan masyarakat RW 011 khususnya
RT 004 dan 012. Komunitas adalah sekelompok sosial yang ditentukan oleh
ruang lingkup geografis atau nilai serta ketertarikan yang umum. Komunitas
juga memiliki makna kesamaan hubungan, gaya hidup, frekuensi kontak, dan
keintiman yang lebih besar di antara individu yang tinggal dalam sebuah
komunitas (Brooker, 2008).

Pada praktik keperawatan komunitas ini, mahasiswa STIKes Pertamedika


ditempatkan di wilayah RW 011 khususnya RT 004 dan 012 Kelurahan
Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Secara

69
geografis RW 011 sebelah utara berbatasan dengan Almubarok Cipulir,
sebelah timur berbatasan dengan TPU Tanah Kusir, sebelah selatan berbatasan
dengan Kali Pesanggrahan, dan sebelah barat berbatasan dengan RW 009.

Tujuan pengkajian kesehatan komunitas diantaranya untuk mengidentifikasi


kebutuhan komunitas, mengklarifikasi masalah kesehatan komunitas, serta
mengidentifikasi kekuatan dan sumber-sumber yang ada di komunitas
tersebut.

Jenis-jenis intrument yang digunakan pada pengkajian komunitas ini


diantaranya adalah angket, wawancara, dan hasil Winshield Surveyr dari kader
kesehatan serta pengurus RW dan RT untuk mendapatkan data demografi,
nilai dan keyakinan, karakteristik lingkungan, pendidikan, pelayanan
kesehatan dan sosial, komunikasi, ekonomi dan rekreasi.

Penyebaran angket dilakukan pada tanggal 26 April 2017 sampai dengan 27


April 2017. Dari hasil penyebaran angket ditemukan masalah di RW 011
khususnya RT 004 dan 012 diantaranya Hipertensi, Asam Urat, Diabetes
Mellitus, dan Masalah Kesehatan Lingkungan (DHF).

Analisa dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan mahasiswa bersama


masyarakat pada tahap pengkajian keperawatan komunitas adalah sebagai
berikut :
1. Kekuatan (Strength)
Adanya keterlibatan dari kader kesehatan dan pengurus RW dan RT mulai
dari tahap mengidentifikasi masalah, dan tahap klarifikasi masalah atau
tahap pengumpulan data.

2. Kelemahan (Weakness)
a. Jumlah maskyarakat yang berdomisisli di RW 011 khususnya RT 004
dan RT 012 cukup padat sehingga tidak memungkinkan untuk

70
dilakukan pengambilan data kepada seluruh masyarakat yang
dikarenakan akan memerlukan waktu yang cukup lama.
b. Proses penyebaran angket dilakukan dalam waktu singkat yaitu hanya
dalam waktu 2 hari.
c. Penerimaan masyarakat terhadap keberadaan mahasiswa juga kurang
mendukungnya berbagai proses pada tahap pengkajian keperawatan
komunitas di RW 011 khususnya RT 004 dan RT 012 kelurahan
kebayoran lama utara kecamatan kebayoran lama Jakarta Selatan.

3. Peluang (Opportunity)
a. Keberadaan mahasiswa di RW 011 khususnya RT 004 dan RT 012
kelurahan kebayoran lama utara kecamatan kebayoran lama Jakarta
Selatan telah mendapat ijin dari suku dinas kesehatan Jakarta Selatan
dan kepala Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama.
b. Adanya kuesioner pengkajian data awal, sehingga proses penyusunan
instrumen penelitian menjadi tidak begitu lama`

4. Ancaman (Threat)
Instrumen penelitian tidak dilakukan uji validitas dan reliabilitas secara
statistik, sehingga validitas instrument pengumpulan data belum diukur
dengan standar tertentu.

B. Perencanaan
Tahap perencanaan merupakan tahap penyusunan dan pengurutan masalah
sesuai prioritas, menetapkan tujuan dan kriteria hasil yang dapat diukur dan
mempunyai batasan waktu, menetapkan strategi intervensi dan rencana
evaluasi. Tahap perencanaan dilakukan setelah mengkaji kesehatan komunitas,
menganalisis data, dan menetapkan diagnosa keperawatan komunitas. Hasil
pengumpulan dan analisis data yang telah dikumpulkan mahasiswa bersama
dengan kader RW 011 khusus nya RT 004 dan RT 012, dirumuskan dalam
empat diagnosa keperawatan yaitu masalah hipertensi, asam urat, diabetes
mellitus, dan kesehatan lingkungan (DHF).

71
Diagnosa keperawatan yang telah dirumuskan kemudian di prioritaskan.
Prioritas ini ditetapkan berdasarkan enam komponen yaitu kesadaran
masyarakat terhadap massalah, motivasi masyarakat untuk menyelesaikan
masalah, kemampuan masyarakat untuk menyelesaikan masalah, tersedianya
fasilitas di masyarakat untuk menyelesaikan masalah, derajat keparahan
masalah, serta waktu untuk menyelesaikan masalah. Setelah tersusun prioritas
masalah kesehatan, selanjutnya dibuat rencana keperawatan dan POA (Plan
Of Action) berdasarkan diagnosa keperawatan yang telah di rumuskan. Dalam
rencana keperawatan dan POA juga ditentukan tujuan umum dan tujuan
khusus. Tujuan umum adalah pernyataan secara spesifik dari hasil akhir yang
diinginkan. Tujuan khusus memiliki prinsip SMART yaitu Spesifik,
measurable (dapat diukur), acceptable (mudah dicapai), reliable (sesuai
masalah), dan time (ada batasan yang jelas).

Analisis yang didapat pada saat dilakukan pelaksanaan penyusunan


perencanaan adalah :
1. Kekuatan (Strength)
a. Adanya dukungan dari masyarakat, pengurus RW, RT, serta para kader
dibuktikan dengan kehadirannya pada pertemuan pertama pada saat
pemaparan masalah yang ditemukan dan penyusunan rencana
keperawatan serta bersama-sama menyusun rencana kerja (POA)
b. Peserta yang hadir pada pertemuan pertama bersedia mengemukakan
pendapatnya masing-masing.

2. Kelemahan (Weakness)
a. Keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan sedangkan rencana kegiatan
yang disusun sangat banyak.
b. Waktu pertemuan yang terlambat karena banyak masyarakat yang
datang tidak sesuai dengan waktu yang disepakati.

72
3. Peluang (Opportunity)
a. Adanya dukungan dari pihak lain yaitu dari pihak lain yaitu dari
puskesmas kelurahan kebayoran lama utara.
b. Adanya mahasiswa yang melakukan praktek komunitas untuk
mengidentifikasi masalah di daerah RW 011 khususnya RT 004 dan
RT 012 kelurahan Kebayoran Lama Utara Jakarta Selatan.

4. Ancaman (Threat)
Dalam proses perencanaan ini tidak ada ancaman yang harus diantisipasi.

C. Implementasi
Implementasi merupakan tahap realisasi dari apa yang telah direncanakan oleh
mahasiswa bersama dengan masyarakat terkait masalah kesehatan yang telah
teridentifikasi. Implementasi dilaksanakan bertujuan untuk masalah kesehatan
yang telah teridentifikasi yaitu ada tiga masalah kesehatan diantaranya
masalah hipertensi, asam urat, diabetes mellitus, dan kesehatan lingkungan
(DHF). Kegiatan implementasi yang telah dilakukan mahasiswa bersama
dengan masyarakat RW 011 khususnya RT 004 dan RT 012 Kelurahan
Kebayoran Lama Utara adalah sebagai berikut :
1. Masalah Kesehatan Hipertensi
Melakukan penyuluhan kesehatan dan senam jantung sehat yang dilakukan
pada tanggal 20 Mei 2017. Sebelum penyuluhan dilakukan pengukuran
tekanan darah.
Analisa SWOT untuk kegiatan ini adalah :
Kekuatan (Strength)
a. Tersedianya fasilitas tempat untuk melaksanakan penyuluhan.
b. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa diterima dengan baik oleh warga
RW 011 khususnya RT 004 dan RT 012.
c. Mahasiswa mengajak warga untuk melakukan senam jantung sehat.

73
Kelemahan (Weakness)
a. Tidak hadirnya beberapa kader dan kepala kelurahan dikarenakan sudah
memiliki agenda acara tersendiri.
b. Target peserta belum sesuai dengan jumlah yang diharapkan.
c. Alat Sound System sempat mengalami kendala karena kurang
dipersiapkan sebelumnya.

Peluang (Opportunity)
a. Warga yang mengikuti acara penyuluhan kesehatan dan senam jantung
sehat berpartisipasi sangat aktif
b. Tersedianya tempat yang cukup strategis untuk dilaksanakan setiap
kegiatan

Ancaman (Threat)
Dalam proses implementasi ini tidak ada ancaman yang harus diantisipasi.

2. Masalah Kesehatan Asam Urat


Melakukan penyuluhan kesehatan dan demonstrasi pengobatan tradisional
yang dilakukan pada tanggal 11 Mei 2017. Sebelum penyuluhan dilakukan
pengukuran kadar asam urat.
Analisa SWOT untuk kegiatan ini adalah :
Kekuatan (Strength)
a. Tersedianya fasilitas tempat untuk melaksanakan penyuluhan.
b. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa diterima dengan baik oleh warga
RW 011 khususnya RT 004 dan RT 012.
c. Mahasiswa menyediakan obat tradisional dan acara berjalan dengan
sesuai harapan.

Kelemahan (Weakness)
a. Beberapa alat peraga untuk demonstrasi belum lengkap pada saat acara
sedang berlangsung.

74
b. Waktu penyuluhan kesehatan durasi waktu lebih lama dari yang
diperkirakan karena antusiasnya warga yang menanyakan tentang
materi yang disampaikan.
c. Alat proyektor sempat mengalami kendala sebelum acara dimulai
karena kurang dipersiapkan sebelumnya.

Peluang (Opportunity)
a. Warga yang mengikuti acara penyuluhan kesehatan berpartisipasi
sangat aktif
b. Tersedianya tempat yang cukup strategis untuk dilaksanakan setiap
kegiatan

Ancaman (Threat)
Dalam proses implementasi ini tidak ada ancaman yang harus diantisipasi.

3. Masalah Kesehatan Diabetes Mellitus


Melakukan penyuluhan kesehatan dan demonstrasi pengobatan tradisional
yang dilakukan pada tanggal 11 Mei 2017. Sebelum penyuluhan dilakukan
pengukuran kadar gula darah.
Analisa SWOT untuk kegiatan ini adalah :
Kekuatan (Strength)
a. Tersedianya fasilitas tempat untuk melaksanakan penyuluhan.
b. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa diterima dengan baik oleh warga
RW 011 khususnya RT 004 dan RT 012.
c. Mahasiswa menyediakan obat tradisional dan acara berjalan dengan
sesuai harapan.

Kelemahan (Weakness)
a. Beberapa alat peraga untuk demonstrasi belum lengkap pada saat acara
sedang berlangsung.

75
b. Waktu penyuluhan kesehatan durasi waktu lebih lama dari yang
diperkirakan karena antusiasnya warga yang menanyakan tentang
materi yang disampaikan.
c. Alat proyektor sempat mengalami kendala sebelum acara dimulai
karena kurang dipersiapkan sebelumnya.

Peluang (Opportunity)
a. Warga yang mengikuti acara penyuluhan kesehatan berpartisipasi
sangat aktif
b. Tersedianya tempat yang cukup strategis untuk dilaksanakan setiap
kegiatan

Ancaman (Threat)
Dalam proses implementasi ini tidak ada ancaman yang harus diantisipasi.

4. Masalah Kesehatan Lingkungan (DHF)


Melakukan penyuluhan kesehatan secara door to door dan mengikuti
kegiatan jumantik pada tanggal 19 Mei 2017.
Analisa SWOT untuk kegiatan ini adalah :
Kekuatan (Strength)
a. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa diterima dengan baik oleh warga
RW 011 khususnya RT 004 dan 012

Kelemahan (Weakness)
a. Target peserta belum sesuai dengan jumlah yang diharapkan.
b. Media / Alat peraga yang disediakan untuk penyuluhan kesehatan
kurang memadai karena yang tersedia hanya leaflet.
c. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesehatan tidak dilakukan di satu
tempat tetapi melalaui teknik door to door.

76
Peluang (Opportunity)
a. Warga yang mengikuti acara penyuluhan kesehatan berpartisipasi
sangat aktif

Ancaman (Threat)
Dalam proses implementasi ini tidak ada ancaman yang harus diantisipasi.

D. Evaluasi
Evaluasi merupakan tahapan akhir dari proses keperawatan. Tujuan pada
tahap ini adalah untuk membandingkan rencana keperawatan yang telah
ditetapkan bersama antara mahasiswa dengan masyarakat RW 011 khususnya
RT 004 dan 012 dengan implementasi yang telah dilakukan untuk
menyelesaikan masalah kesehatan yang telah teridentifikasi. Proses evaluasi
dilaksanakan juga bertujuan untuk menentukan rencana tindak lanjut dari
proses implementasi yang akan dilakukan oleh masyarakat sesuai tingkat
kemandirian yang dimiliki masyarakat saat ini. Kegiatan evaluasi dan
terminasi telah dilaksanakan pada hari, tanggal 31 Mei 2017.
Analisa SWOT terhadap kegiatan evaluasi dan terminasi adalah sebagai
berikut :
Kekuatan (Strength)
1. Hasil laporan masing-masing kegiatan telah terkumpul
2. Materi dan media untuk kegiatan evaluasi telah dipersiapkan dengan baik
sebelum pelaksanaan kegiatan
3. Sambutan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sangat baik dan
mendukung

Kelemahan (Weakness)
1. Pelaksanaan tidak sesuai dengan perencanaan. Acara terlambat 30 menit
2. Hanya sebagian peserta yang aktif saat acara berlangsung

77
Peluang (Opportunity)
Acara dihadiri oleh sebagian besar pengurus RW, pengurus RT, serta kader
kesehatan RW 011.

Ancaman (Threat)
Dalam proses perencanaan ini tidak ada ancaman yang harus di antisipasi.

78
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Kegiatan praktek keperawatan komunitas yang dilakukan oleh mahasiswa
Program Profesi Keperawatan STIKes Pertamedika di RW 011 khususnya RT
004 dan 012, Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran
Lama, Jakarta Selatan yang dilakukan sejak tanggal 25 April 2017 sampai
dengan 2 Juni 2017, telah mengidentifikasi 4 masalah keperawatan komunitas,
yaitu masalah hipertensi, asam urat, diabetes mellitus, dan kesehatan
lingkungan (DHF) berdasarkan pengkajian yang telah dilakukan.

Dari empat masalah tersebut, masalah hipertensi menjadi prioritas masalah


yang diselesaikan terlebih dahulu. Setelah itu mahasiswa melakukan
implementasi berdasarkan perencanaan yang telah dibuat bersama dengan
masyarakat untuk menyelesaikan masalah-masalah kesehatan tersebut.
Bentuk-bentuk implementasi yang dilakukan untuk mengatasi masalah-
masalah tersebut berupa penyuluhan kesehatan, senam jantung sehat, dan
demonstrasi penggunaan obat-obatan tradisional.

Berdasarkan evaluasi hasil kegiatan asuhan keperawatan komunitas yang telah


dilakukan di RW 011 khususnya RT 004 dan 012 selama 6 minggu didapatkan
kesimpulan sebagai berikut :
1. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam
hal melakukan perawatan masalah hipertensi, asam urat, diabetes mellitus
dan DHF.
2. Kader kesehatan di RW 011 khususnya RT 004 dan 012 sangat aktif dan
kooperatif dalam setiap kegiatan yang diadakan bersama mahasiswa.
3. Partisispasi masyarakat cukup besar di setiap kegiatan yang diadakan oleh
mahasiswa dan kader. Hal tersebut dilihat dari kehadiran masyarakat yang
memenuhi target mahasiswa, bantuan tempat yang diberikan oleh
masyarakat untuk pelaksanaan kegiatan.

79
4. Mahasiswa telah mengaplikasikan konsep asuhan keperawatan komunitas
yang telah dipelajar, antara lain proses keperawatan komunitas,
pengorganisasian kelompok dan community as partner.

B. Saran
Selama dilakukan praktek asuhan keperawatan komunitas selama 6 minggu di
RW 011, Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama,
Jakarta Selatan terdapat beberapa hal yang harus ditindaklanjuti untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat RW 011. Adapun beberapa saran
yang dapat diberikan adalah :
1. Lebih ditingkatkan lagi kerjasama yang telah ada antara petugas
Puskesmas kader-kader kesehatan di RW 011 untuk mengatasi masalah
hipertensi, asam urat dan diabetes mellitus pada warga RW 011 dengan
melakukan kunjungan pada keluarga-keluarga, khususnya keluarga binaan
mahasiswa yang teridentifikasi penyakit tersebut.
2. Dukungan dari pihak Puskesmas untuk melakukan pembinaan yang
berkelanjutan terhadap kader kesehatan di RW 011, terutama tentang
hipertensi, asam urat, diabetes mellitus dan DHF. Meningkatkan
kerjasama antar aparat masyarakat, RW, RT dan kader dalam usaha
menggerakan dan memotivasi masyarakat untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyrakat RW 011.
3. Meningkatkan kerjasama antar aparat masyarakat, RW, RT, dan kader
dalam usaha membentuk posbindu yang belum ada, agar meningkatkan
dan memotivasi lansia meningkatkan derajat kesehatan di RW 011.
Dukungan dari pihak Puskesmas untuk melakukan pembinaan yang
berkelanjutan terhadap kader kesehatan di RW 011, terutama tentang
pembentukan posbindu dan penggunaan alat kesehatan seperti penggunaan
tensimeter, cek gula darah, cek asam urat, dan lainnya.

80
DAFTAR PUSTAKA
Anderson alizabet t. 2006. Buku ajar keperawatan komunitas :teori dan praktek edisi 3. Ja
karta : EGC

Mubarak, Wahit Iqbal, dkk. 2011. Ilmu Keperawatan Komunitas Pengantar dan Teori : Jil
id 1. Jakarta : Salemba Medika.

Mubarak, Wahit Iqbal, dkk. 2011. Ilmu Keperawatan Komunitas Konsep dan Aplikas : Jil
id 2. Jakarta : Salemba Medika.

81
LAMPIRAN
LOKAKARYA
MINI 1
HIPERTENSI
ASAM URAT
&
DIABETES
MELLITUS
DENGUE
HAEMORAGIC
FEVER
KESEHATAN
KESELAMATAN
KERJA
UNIT
KESEHATAN
SEKOLAH
LOKAKARYA
MINI 2