Anda di halaman 1dari 5

1.

Pengkajian 11 fungsional Gordon


a) Pola persepsi-pemeliharaan kesehatan
Biasanya pasien dengan GGA mempunyai persepsi yang kurang baik terhadap
kesehatannya. Dan biasanya pasien mengalami nyeri bersifat hilang timbul, lemah, mual
dan terdapat udema.
b) Pola-aktivitas latihan
Biasanya pasien dengan GGA, mengalami gangguan aktivitas, karena adanya kelemahan
otot.
c) Pola nutrisi metabolic
Biasanya pasien dengan GGA, mengalami gangguan pada pola nutrisi, yaitu mual,
muntah, anoreksia yang disertai penurunan berat badan.
d) Pola eliminasi
Biasanya pasien dengan GGA, mengalami gangguan pada eliminasi, mis : oliguria,
diare/konstipasi, dan perut kambung.
e) Pola tidur – istirahat
Biasanya padien dengan GGA, mengalami pola tidur.
f) Pola kognitif – perceptual
Biasanya pasien dengan GGA, memiliki komunikasi yang baik dengan orang lain,
pendengaran dan penglihatan baik dan tidak menggunakan alat bantu.
g) Pola toleransi – koping stress
Biasanya pasien dengan GGA, dapat menerima keadaan penyakitnya.
h) Persepsi diri / konsep diri
Biasanya pasien dengan GGA, tidak mengalami gangguan konsep diri.
i) Pola seksual – reproduksi
Biasanya pasien dengan GGA, mengalami gangguan pada pola ini, sehubungan dengan
kelemahan tubuh.
j) Pola hubungan dan peran
Biasanya pasien dengan GGA, memiliki komunikasi dengan keluarga, perawat, dokter,
dan lingkungan sekitar.
k) Pola nilai dan keyakinan
Biasanya pasien dengan GGA, tidak mengalami gangguan dalam pola nilai dan
keyakinan
1.1.5 Pola Fungsional Gordon
1. Pola penatalaksanaan kesehatan / persepsi sehat
a. Bagaimana pola sehat – sejahtera yang dirasakan pasien
b. Bagaimana pengetahuan tentang gaya hidup pasien yang berhubungan dengan sehat
c. Bagaimana pengetahuan pasien tentang praktik kesehatan preventif
d. Bagaimana ketaatan pasien pada ketentuan media dan keperawatan
e. Pada pasien gagal ginjal kronik terjadi perubahan persepsi dan tata laksana hidup
sehat karena kurangnya pengetahuan tentang dampak gagal ginjal kronik sehingga
menimbulkan persepsi yang negative terhadap dirinya dan kecenderungan untuk
tidak mematuhi prosedu rpengobatan dan perawatan yang lama, oleh karena itu
perlu adanya penjelasan yang benar dan mudah dimengerti pasien.
2. Pola nutrisi – metabolik

a. Bagaimana pola makan biasa dan masukan cairan pasien

b. Bagaimana tipe makanan dan cairan

c. Apakah ada peningkatan / penurunan berat badan

d. Bagaimana nafsu makan, pilihan makanan pasien

e. Melihat apakah pasien menggunakan alat bantu untuk kebutuhan nutrisi


metaboliknya.

Pada pasien gagal ginjal kronik biasanya terjadi anoreksi, mual, muntah dan rasa
pahit pada rongga mulut, intake minum yang kurang. Dan mudah lelah . Keadaan
tersebut dapat mengakibatkan terjadinya gangguan nutrisi dan metabolisme yang
dapat mempengaruhi status kesehatan klien. Biasanya pasien dipasangi NGT untuk
pemasukan nutrisi pasien.

Gejala : Peningkatan berat badan cepat (oedema) penurunan berat badan (malnutrisi)
anoreksia, nyeri ulu hati, mual muntah, bau mulut (amonia), penggunaan diuretik.
Tanda : Gangguan status mental, ketidakmampuan berkonsentrasi, kehilangan
memori, kacau, penurunan tingkat kesadaran, kejang, rambut tipis, kuku rapuh.
3. Pola eliminasi
a. Bagaimana defekasi, berkemih pasien (jumlah, warna, bau, dan pola)
b. Apakah ada penggunaan alat bantu
c. Apakah ada penggunaan obat-obatan
Pada pasien gagal ginjal kronik, ginjal mengalami kehilangan kemampuan untuk
Mengkonsentra-sikan Atau Mengencerkan urin secara normal. Sehingga urine sulit
dikelurkan, Terjadi penurunan frekuensi urine dan penahanan cairan dan natrium.
Warna: secara abnormal warna urin keruh kemungkinan disebabkan oleh pus, bakteri,
lemak, fosfat atau urat sedimen. Volume urine: biasanya kurang dari 400 ml/24 jam
bahkan tidak ada urine (anuria). Berat jenis: kurang dari 1,010 menunjukkan kerusakan
ginjal berat.
Gejala:Penurunan frekuensi urin, oliguria, anuria ( gagal tahap lanjut), diare,
Konstipasi, abdomen kembung.
Tanda:Perubahan warna urin, Warna urine kotor, kecoklatan menunjukkan
adanya darah, Hb, mioglobin, porfirin contoh kuning pekat, coklat, kemerahan,
berawan, oliguria, dapat menjadi anuria.
4. Pola aktivitas – latihan
a. Bagaimana pola aktivitas, latihan dan rekreasi pasien
b. Bagaimana kemampuan untuk mengusahakan aktivitas sehari-hari (merawat diri,
bekerja, dan lain-lain)
Pada pasien gagal ginjal kronik pasien mudah mengalami kelelahan dan lemas
menyebabkan klien tidak mampu melaksanakan aktivitas sehari-hari secara maksimal.
Gejala : kelelahan ektremitas, kelemahan, malaise.
Tanda : Kelemahan otot, kehilangan tonus, penurunan rentang gerak
5. Pola tidur dan istirahat
a. Bagaimana pola tidur – istirahat pasien dalam 24 jam

b. Bagaimana kualitas dan kuantitas tidur pasien

c. Apakah pasien mengalami masalah sebelum tidur atau saat tidur

d. Apakah pasien ada menggunakan obat tidur


Pada pasien gagal ginjal biasanya mengalami Gangguan tidur seperti; insomnia /
gelisah atau somnolen), nafas dangkal atau sesak nafas, Nyeri panggul, sakit kepala,
kramotot/nyeri kaki, dan gelisah dapat mengganggu istirahat klien.

6. Pola kognitif – perseptual – keadekuatan alat sensori


a. Bagaimana fungsi penglihatan, perasa, pembau pasien

b. Bagaimana kemampuan bahasa, belajar, ingatan dan pembuatan keputusan pasien

c. Apakah mengalami disorientasi atau tidak

Gejala: Pada pola sensori klien mengalami gangguan penglihatan/ kekaburan


pandangan, Sakit kepala, Kramotot/kejang, sindrom kaki gelisah, kebas rasa terbakar
pada telapak kaki, Kebas/kesemutan dan kelemahan khususnya ekstrimitas bawah
(neuropatiperifer).
Tanda: Gangguan status mental, contohnya ketidakmampuan berkonsentrasi,
kehilangan memori, kacau, penurunan tingkat kesadaran, penurunan lapang perhatian,
stupor, koma
7. Pola persepsi-konsep diri
a. Bagaimana sikap pasien mengenai dirinya

b. Bagaimana persepsi pasien tentang kemampuannya

c. Bagaimana pola emosional pasien

d. Bagaimana citra diri, identitas diri, ideal diri, harga diri dan peran diri

Adanya perubahan fungsi dan struktur tubuh akan menyebabkan penderita


mengalami gangguan pada gambaran diri. Lamanya perawatan, banyaknya biaya
perawatan dan pengobatan menyebabkan pasien mengalami kecemasan dan gangguan
peran pada keluarga (self esteem).

8. Pola peran dan tanggung jawab


a. Bagaimana persepsi pasien tantang pola hubungan
b. Bagaimana persepsi pasien tentang peran dan tanggung jawabnya
Biasanya pasien akan mengalami gejala kesulitan menentukan kondisi. (tidak
mampu bekerja, mempertahankan fungsi peran).
9. Pola seksual – reproduksi
a. Kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan klien terhadap seksualitasnya

b. Bagaimana tahap dan pola reproduksi

Pada pasien gagal ginjal kronik angiopati dapat terjadi pada system pembuluh
darah di organ reproduksi sehingga menyebabkan gangguan potensi seksual,
gangguan kualitas maupun ereksi, serta member dampak pada proses ejakulasi serta
orgasme.

Gejala : Penurunan libido, amenorea, infertilitas.

10. Pola koping dan toleransi stress


a. Bagaimana kemampuan pasien dalam mengendalikan stress

b. Apakah ada sumber pendukung

Lamanya waktu perawatan, perjalanan penyakit yang kronik, faktor stress,


perasaan tidak berdaya, tak ada harapan, tak ada kekuatan, karena ketergantungan
menyebabkan reaksi psikologis yang negative berupa marah, kecemasan, mudah
tersinggung dan lain – lain, dapat menyebabkan klien tidak mampu menggunakan
mekanisme koping yang konstruktif / adaptif.

Gejala : faktor stress, perasaan tak berdaya, tak ada harapan, tak ada kekuatan.
Tanda : menolak, ansietas, takut, marah, mudah terangsang, perubahan kepribadian.

11. Pola nilai dan keyakinan


a. Bagaimana nilai, tujuan dan keyakinan pasien

b. Bagaimana spiritual pasien sebelum ataupun setelah sakit

c. Apakah ada kendala untuk melakukan ibadah saat sakit

Adanya perubahan status kesehatan dan penurunan fungsi tubuh serta gagal
ginjal kronik dapat menghambat klien dalam melaksanakan ibadah maupun
mempengaruhi pola ibadah klien.

http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/128/jtptunimus-gdl-bennyindra-6387-2-babiis-i.pdf

http://digilib.stikeskusumahusada.ac.id/files/disk1/6/01-gdl-mreccasept-277-1-p10036-m-o.pdf