Anda di halaman 1dari 17

TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI I

SIRUP KLORPROMAZINA HIDROKLORIDA

Disusun oleh:

Kelompok 3 B

Dhimaz Aryo NIM 11151020000085

Tsamrotul Layyinah NIM 11161020000027

Adhetria Ramadhanty NIM 11161020000032

Sarta Hidayat Nasution NIM 11161020000035

Aditya Rahmansyah NIM 11161020000040

Farnia Zahra NIM 11161020000046

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

FEBRUARI/2018
1. FORMULA
No. Nama Bahan Jumlah Kegunaan
1. Chlorpromazine HCl 100 mg/5ml Antipsikotik
2. Sukrosa 50% Pemanis
3. Glycerin 20% Antimikroba, Pelarut,
penambah viskositas
4. Methyl Paraben 0,2% Antimikroba
5. Oleum citrii q.s Flavouring agent
6. Sunset yellow q.s Pewarna
7. Aquadest Ad 60 ml Pelarut Utama

2. SIFAT FISIKOKIMIA BAHAN

A. Zat Aktif

1. Clhorpromazini Hydrochloridum

Klorpromazina Hidroklorida

2-klor-10-(3-dimetilaminopropil)-fenotiazinahidroklorida

Rumus Kimia : C17H19ClN2S,HCl

Bobot molekul : 355,32

Nama Kimia & No Reg. : Klorpromazina Hidroklorida [CAS - 69-09-0]


Kandungan :Klorpromazina Hidroklorida mengandung tidak
kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 101,5% C 17-
H19ClN2S,HCl, dihitung terhadap zat yang telah
dikeringkan.

Pemerian : Serbukhablur; putih atau agak putih kuning


gading; tidak berbau; oleh karena pengaruh cahaya
warna menjadi tua.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari


cahaya.

Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, mudah larut dalam


etanol P dan dalam kloroform P, Praktis tidak larut
dalam eter P dan dalam benzen P.

Titik Leleh : 195-1980 C

(FI III, 1995. Hal 156)

Inkompatibilitas : Presipitasi klorpromazin dari larutanterutama jika


pH akhir meningkat.Senyawa yang dilaporkan
tidakdapat bercampur dengan klorpromazin
hidroklorida meliputi Aminofilin, Amfoterisin B,
Aztreonam, beberapa Barbiturat, Kloramfenikol
natrium suksinat, Klorothiazidanatrium,
Dimenhidrinat, Natrium heparin, Morfin sulfat(bila
diawetkan dengan chlorocresol), beberapa penisilin,
danremifentanil

Indikasi : Antipsikotik

pH : pH (10% dalam larutan berair) 3,5-4,5.

(Martindale, hal 984)

Stabilitas : Tidak stabil dalam larutan encer. Dan disarankan


untuk menggunakan larutan yang baru disiapkan.

Dosis :

1. Skizofrenia /psikosis :
 Anak
 Oral : 0,5-1 mg/kg/dosis setiap 4-6 jam; Anak yang lebih tua mungkin
membutuhkan 200 mg/hari atau lebih besar;
 im, iv: 0,5-1 mg/kg/dosis setiap 6-8 jam,
 < 5 tahun (22,7 kg): maksimum 75 mg/hari
 Dewasa :
 Oral : 30-2000 mg/hari dibagi dalam 1-4 dosis, mulai dengan dosis
rendah, kemudian sesuaikan dengan kebutuhan.
 Dosis lazim : 400-600 mg/hari,
 beberapa pasien membutuhkan 1-2 g/hari. im.,iv.: awal: 25 mg, dapt
diulang 25-50 mg , dalam 1-4 jam, naikkan bertahap sampai maksimum
400 mg/dosis setiap 4-6 jam sampai pasien terkendali;
 Dosis lazim : 300-800 mg/hari.
 Cegukan tidak terkendali : Oral, im.: 25-50 mg sehari 3-4 kali.
2. Mual muntah :
 Anak
 Oral :0,5 -1 mg/kg/dosis setiap 4-6 jam bila diperlukan;
 im, iv : 0,5-1 mg/kg/dosis setiap 6-8 jam,
 < 5 tahun (22,75 kg) : maksimum 40 mg/hari,
 5-12 tahun (22,7-45,5 jg) : maksimum 75 mg/hari.
 Dewasa
 Oral : 10-25 mg setiap 4-6 jam,
 im.,iv., : 25- 50 mg setiap 4-6 jam.

(Medscape)

Perhitungan Dosis:

Anak 2 Tahun (BB = 12,4 kg) = 0,5 – 1 mg/kg x 12,4 kg

= 6,2-12,4 mg

Anak 5 Tahun (BB = 18,4 kg) = 0,5 – 1 mg/kg x 18,4 kg

= 9,2 – 12,4 mg

Dosis anak umur 2-5 tahun = 9,2 – 12,4 mg


Anak 6 Tahun (BB = 21 kg) = 0,5 – 1 mg/kg x 21 kg

= 10,5-21 mg

Anak 8 Tahun (BB = 26 kg) = 0,5 – 1 mg/kg x 26 kg

= 13-26 mg

Anak 10 tahun (BB = 12 kg) = 0,5 – 1 mg/kg x 12 kg

= 16-32 mg

Dosis anak umur 6-10 tahun = 16-21 mg

B. Zat Tambahan

1. Sukrosa

Rumus Molekul : C12H22O11

Bobot Molekul : 342.30

Pemerian : kristalin tidak berwarna atau sebagai serbuk kristal


putih, tidak berbau, bentuk butiran cenderung
seperti kotak, dan memiliki rasa manis

Kelarutan : - Tidak larut kloroform

- Air (1 dalam 0.5)

- Etanol (1 dalam 400)

Titik Leleh : 160-186°C

pKa : 12.62
Stabilitas : Sukrosa memiliki kestabilan yang baik pada suhu
kamar dan kelembaban menengah. Sukrosa mampu
menyerap uap air sebanyak 1% dimana akan
dilepaskan jika dipanaskan pada suhu 90°C.Sukrosa
akan berubah menjadi karamel ketika dipanaskan
pada suhu 160°C.Larutan sukrosa cenderung dapat
terfermentasi oleh mikroorganisme namun tidak
terdekomposisi apabila dalam konsentrasi
tinggi.Larutan Sukrosa dapat disterilisasi dengan
autoklaf atau filtrasi.

Inkompatibilitas :Sukrosa bubuk dapat terkontaminasi oleh logam


berat, yang menyebabkan inkompatibilitas dengan
bahan aktif, seperti contohnya asam
askorbat.Sukrosa juga dapat terkontaminasi dengan
sulfit yang diperoleh dari proses pemurnian
sukrosa.Dengan kandungan sulfit yang tinggi,
warna dapat berubah pada tablet salut gula.Jika
bertemu asam, sukrosa akan terhidrolisis atau
terinversi menjadi dekstrosa dan fruktosa (gula
invert).

Indikasi :Sukrosa digunakan secara luas pada formulasi


oral.Sirup sukrosa (mengandung 50-67% w/w
sukrosa) digunakan pada pembuatan tablet sebagai
pelekat untuk granulasi basah.Dalam bentuk serbuk,
sukrosa digunakan sebagai zat pengisi dan pemanis
pada tablet kunyah.Sirup sukrosa juga digunakan
secara luas sebagai pembawa pada larutan oral
untuk meningkatkan viskositas.

(Raymond, 2009)

2. Glycerin
Rumus Kimia : C3H8O3

Bobot Molekul : 92.09

(HOPE, 2009)

Pemerian : Cairan; jernih seperti sirup; tidak berwarna; rasa


manis; hanya boleh berbau khas lemah (tajam atau
tidak enak ). Higroskopik; netral terhadap lakmus.

Kelarutan : Dapat bercampur dengan air dan dengan etanol,


tidak larut dalam kloroform, dalam eter, dalam
minyak lemak dan dalam minyak menguap

(FI V,2014)

Inkompatibilitas :Gliserin dapat meledak jika dicampur dengan


oksidasi agent seperti chromium trioxide, kalium
klorat atau kalium permanganate. Dalam larutan
encer, reaksi lebih lambat dengan pembentukan
produk oksidasi. Perubahan warna hitam
padagliserin terjadi dengan adanya cahaya, atau
kontak dengan seng oksidaatau bismut nitrat
dasar.Kontaminan dengan besi pada gliserin dapat
menyebabkan penggelapan pada campuran warna
mengandung fenol,salisilat dan tannin. Glicerin
terdiri dari asam boric kompleks, asam gliseroboric,
dimana lebih asam dari asam boric

Stabilitas : Gliserin bersifat higroskopis. Gliserin murni tidak


teroksidasi dalam kondisi penyimpanan.
Gliserin murni tidak mudah mengalami oksidasi
atmosfer di bawah kondisi penyimpanan biasa, tapi
terurai pada pemanasan dengan evolusi akrolein
beracun.Campuran dari gliserin dengan air, ethanol
(95%) dan PPG stabil secara kimiawi

(HOPE, 2009)
Titik leleh :18.1° C

(HSDB,2007)

Dosis : Dosis gliserol 1 sampai 1,8 g/kg 50% dari larutan


Suppositoria, 1g;1,5g;2g;2,1g;2,8g

Untuk penyakit konstipasi 2-2,8 g supositoria, rectal


15 min

Untuk anak anak umur 2-6 tahun 1-1,7 g


suppositoria, >6 tahun 2-8g

Indikasi :Glicerin dapat dijadikan dalam sediaan


oral,topical,parenteral,obat tetes mata. Untuk
sediaan topical dapat digunakan dalam kosmetik,
gliserin dipakai sebagai humektan ( menjaga
konsistensi kadar air pada sediaan), pelunak.
Gliserin dipakai sebagai pelarut dan pelarut campur
dalam krim dan emulsi. Gliserin digunkan sebagai
zat tambahan dalam sediaan encer dan gel tidak
encer. Dalam sediaan parenteral gliserin dipkai
sebagai pelarut dan zat pelarut campur. Dalam
sediaan oral gliserin dipakai sebagai pelarut,
pemanis,pengawet antimikroba dan meningkatkan
viskositas. Dapat digunakan juga dalam pembuatan
kapsul dan supositoria gelatin. Gliserin dapat
digunakan sebagai agen terapeutik dalam
pengaplikasian klinis dan juga sebagai bahan
tambahan.

Keasaman kebasaan :Gliserin merupakan basa lemah dengan nilai PKb


6,03

(chemlibretexts)

3. METHYLIS PARABENUM
Nama Senyawa : (Metilparaben)

{Metil-p-hidroksibenzoat [99-76-3]}

(FI IV)

Strukturmolekul : C8H8O3

Bobot Molekul : 152,15

(FI IV)

Kandungan : metal paraben mengandung tidak kurang dari


99,0% dan tidak lebih dari 100,5% C8H8O3,
dihitung terhadap zat yang telah di keringkan

(FI IV)

Pemerian :

 Warna : tidak berwarna atau serbuk


hablur,putih
 Bau : tidak berbau atau berbau
khas lemah
 Rasa : mempunyai sedikit rasa
membakar
 Penampilan : hablur kecil
(FI IV)
Kelarutan : sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol

(FI IV)

Melting point : antara 1250dan 128o

(FI IV)

Keasaman/kebasaan : pKa = 8,4 padasuhu 22oC

(HOPE 6th edition,2009)


Stabilitas :stabil dan menunjukkan aktivitas pada pH 4-8
(Haley,2009)

Indikasi :sebagai anti mikroba dalam kosmetik, produk


makanan dan sediaan farmasi

(HOPE 6th edition, 2009)

Inkompatibilitas :tidak cocok dengan surfaktan non ionic seperti


polisorbit 80, subtansi ion

(HOPE 6th edition,2009)

Dosis : Dosis untuk metil paraben : sebagai excipient atau


bahan tambahan dalam sediaan farmasi, untuk
sediaan sirup (oral) konsentrasi metil paraben yg
direkomendasikan adalah 0,25%. Sedangkan untuk
sediaan parenteral, konsentrasi metil paraben yg di
rekomendasikan adalah 0,01 sampai 0,5%

(www.lfatabletpresses.com)

Densitas : 1,352 g/cm3

(HOPE 6th edition,2009)

Penyimpanan : sebaiknya di simpan dalam wadah yang tertutup


baik. Metal paraben dalam bentuk larutannya pada
pH 3-6 harus disterilisasi dengan autoklaf pada suhu
120o selama 20 menitanpa dekomposisi, dan pada
pH 3-6 metil paraben akan stabil selama lebih dari 4
tahun dalam suhukamar.
(HOPE,2009)

Toksikologi :menurut WHO penggunan metal paraben dalam


sediaanfarmasi yaitu sampai 10mg/kgBB.
Toksisitsnya ialah LD50 (dog, oral): 3.0 g/kg(32),
LD50 (mouse, IP): 0.96 g/kg, LD50 (mouse, SC):
1.20 g/kg.

(HOPE,2009)

4. Sunset yellow
Pemerian : Serbuk kuning kemerahan, di dalam larutan
memberikan warna orange terang.
Kelarutan : mudah larut dalam air, gliserin, dan Propilenglikol
Fungsi : pewarna

5. Aquadest

Rumus Molekul : H2O

Bobot Molekul : 18,02

Pemerian : Cairan jernih tidak berwarna, tidak berbau, tidak


berasa

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

Stabilitas : Air adalah salah satu bahan kimia yang stabil


dalam bentuk fisik (es, air, danuap). Air harus
disimpan dalam wadah yang sesuai. Pada saat
penyimpanan dan pengunaannya harus terlindungi
dari kontaminasi partikel-partikel ion danbahan
organic yang dapat menaikkan konduktivitas dan
jumlah karbon organic. Serta harus terlindungi dari
partikel-partikel lain dan mikroorganisme yang
dapat tumbuh dan merusak fungsi air.

OTT : Dalam formulasi air dapat bereaksi dengan bahan


eksipientlainnya yang mudah terhidrolisis.

(FI III)

Titik Didih : 100°C

Titik Lebur : 0°C


Inkompatibilitas : Dalam formulasi farmasi, air dapat bereaksi
dengan obat-obatan dan eksipien lainnya yang
rentan terhadap hidrolisis (dekomposisi dengan
adanya air atau uap air) pada suhu sekitar dan
tinggi.
Air dapat bereaksi keras dengan logam alkali dan
cepat dengan logam alkali dan oksida mereka,
seperti kalsium oksida dan magnesium oksida. Air
juga bereaksi dengan garam anhidrat untuk
membentuk hidrat dari berbagai komposisi, dan
dengan bahan organik dan kalsium karbida tertentu.

(HOPE,2009)

6. OLEUM CITRI (MINYAK LEMON)

Konstituen :

 Limonene 67%
 Geraniol 1-3%
 Neril asetat 0.5%
 γ-terpinene 6-14%
 Geranil asetat 0.5%
 Nerol 0.2-1.3%
 β-pinene 0.4-15%
(Maria, 2006)

Berat jenis : 0,850 g – 0,856 g per 1 ml

Pemerian : Cairan, kuning pucat/kuning kehijauan, bau khas, rasa pedas


dan agak pahit.

(FI III, 1979)

Kelarutan : Satu bagian minyak larut dalam 3 bagian alkohol Minyak dapat
bercampur dengan dehydrated alcohol, karbon disulfida, dan asam asetat glasial.

(Gaud, 2008)

Stabilitas. : Penyimpanan minyak lemon yang berkepanjangan dapat


menyebabkan oksidasi.Selain itu, minyak lemon bersifat fototoksik.
(Maria, 2006)

Indikasi : Lemon oil digunakan sebagai flavouring dan parfum.

(Gaud, 2008)

Toksisitas :

 LD50 oral >5g/kg BB (tikus)


 LD50 dermal >5g/kg BB (kelinci)
(Maria, 2006)

3. ANALISIS FORMULASI
Fitur kualitas sediaan:
1. Stabil
a. Fisik
i. Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, mudah larut dalam etanol P
dan dalam kloroform P. Memakai Aquadest sebagai pelarut utama dari
Klorpromazin karena sifat kelarutannya yang sangat mudah larut dalam air.
Juga pelarut lain gliserol yang masih satu golongan alcohol dengan etanol.

ii. Penambah viskositas : Glycerin ( HOPE,2009 )

b. Biologi
i. Pengawet : Methyl Paraben ( Anti Mikroba )

Diketahui dari sifat anti mikroba ( Tabel ). Aktivitas


sebagai anti mikroba pada pH 4 – 8.
Paraben efektif pada rentang pH yang lebar dan
memiliki spektrum aktivitas antimikroba yang luas,
paling banyak efektif terhadap ragi dan jamur

(HOPE,2009)
ii. Glycerin
Adanya sifat anti mikroba pada konsentrasi <20 % ( HOPE,2009)

2 Keseragaman Dosis : Dosis beragam sesuai data diatas


3 Tipe Sediaan : Larutan oral
4 Kekuatan Sediaan : 100mg/5ml
5 Diterima oleh pasien
Dapat diterima dengan pasien karena adanya pemanis ( sukrosa ) dan perasa
tambahan ( Oleum Citrii ). Juga menarik karena adanya pewarna ( Sunset Yellow )
6 Pengemasan dan pelabelan
Kami menggunakan wadah yang tertutup rapat dan tidak tembus cahaya, karena data
dari penyimpanan zat aktif ( FI V, 2014)

4. PERHITUNGAN DAN PENIMBANGAN BAHAN

1. Perhitungan bahan
R/ Chlorpromazine HCl 100mg/5mL
Sukrosa 50%
Glycerine 20%
Methyl paraben 0,2%
Oleum citrii qs
Sunset yellow qs
Aquadest ad 60 mL
*Perhitungan Sediaan Sirup Chlorpromazine HCl 60 mL
100 𝑚𝑔
 Chlorpromazine HCl : 𝑥 60 𝑚𝐿 = 1200 𝑚𝑔 = 1,2 𝑔
5 𝑚𝑙
𝑏 50 𝑔
 Sirupus simpleks :50% ( ) = 𝑥 60 𝑚𝐿 = 30 𝑔
𝑣 100 𝑚𝐿
𝑏 65 𝑔
Untuk sukrosa :65% (𝑣 ) = 100 𝑚𝐿 𝑥 60 𝑚𝐿 = 19,5 𝑔
Untuk aquadest :30 𝑔 − 19,5 𝑔 = 10,5 𝑔 = 10,5 𝑚𝐿, 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝜌 𝑎𝑖𝑟 =
1 𝑔⁄
𝑐𝑚3
𝑏 20 𝑔
 Glycerine :20% (𝑣 ) = 100 𝑚𝐿 𝑥 60 𝑚𝐿 = 12 𝑔
𝑏 0,2 𝑔
 Methyl paraben :0,2 % (𝑣 ) = 100 𝑚𝐿 𝑥 60 𝑚𝐿 = 0,12 𝑔
 Oleum citrii :𝑞𝑠 = ±2 𝑡𝑒𝑡𝑒𝑠 = 0,1 𝑚𝐿
 Sunset yellow :𝑞𝑠 = ±2 𝑡𝑒𝑡𝑒𝑠 = 0,1 𝑚𝐿
 Aquadest :60 𝑔 − (1,2 𝑔 + 30 𝑔 + 12 𝑔 + 0,12 𝑔 + 0,1 + 0,1) =
60 𝑔 − 43,52 𝑔 = 16,48 𝑔 = ±16,5 𝑚𝐿

2. Penimbangan bahan
 Timbang masing-masing bahan obat dengan neraca analitik sebanyak :
Chlorpromazine HCl : 1,2 g
Sukrosa :19,5 g
Glycerine :12 g
Metil paraben :0,12 g
 Tuang aquadest ke dalam gelas ukur sebanyak :
Aquadest untuk sirupus simpleks : 10,5 mL
Aquadest untuk sediaan sirup 60 mL :± 16,5 𝑚𝐿
 Teteskan flavouring dan colouring agent dengan pipet tetes sebanyak :
Oleum citrii :± 2 𝑡𝑒𝑡𝑒𝑠 = 0,1 𝑚𝐿
Sunset yellow :± 2 𝑡𝑒𝑡𝑒𝑠 = 0,1 𝑚𝐿

5. PROSEDUR KERJA

a) Disiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan


b) Timbangan disetarakan, kemudian bahan-bahan ditakar dan ditimbang, yaitu:
Chlorpromazine HCl : 1,2 g
Sukrosa :19,5 g
Glycerine :12 g
Metil paraben :0,12 g
c) Botol dikalibrasi 60 ml
d) Karena Chlorpromazine HCl sangat mudah larut dalam air, maka dilarutkan 1,2 g
Chlorpromazine HCl dengan 1,2 ml aquadest pada beaker glass. Setelah larut, dituang
ke dalam botol yang telah dikalibrasi.
e) Kemudian metil paraben dilarutkan dengan gliserin karena sukar larut dalam air.
Dilarutkan 0,12 g metil paraben dengan 12 g gliserin pada gelas beaker. Setelah larut,
dituang ke dalam botol yang telah dikalibrasi dan telah ada larutan Chlorpromazine
HCl sebelumnya.
f) Yang sirupus
Dari perhitungan bahan , sirupus simplek yg dibutuhkan untuk sediaan sirup 60 ml
adalah 30 g atau 30 ml, 65% dari massa sirupus simplek adalah sukrosa, berat sukrosa
yg di timbang = 19,5 gram serta aquadest yang dibutuhkan adalah 30-19,5 = 10,5
gram atau 10,5 ml
Masukkan sukrosa ke dalam beker glass lalu tuang kam aquadest ke dalam nya,
unitku mempercepat peleburan dari massa sukrosa , panaskan campuran sukrosa dan
aquadest di atas hot plate, tunggu sampai massa sukrosa bener2 melebur, setelah itu
dinginkan lalu takar sirupus simpleks dgn gelas ukur sebanyak 30 g atau 30 ml
g) Setelah bahan-bahan sudah dicampurkan ke dalam botol, maka ditambahkan sunset
yellow sebanyak ± 2 tetes sebagai pewarna
h) Ditambahkan juga oleum citrii sebagai perasa dan aroma sebanyak ± 2 tetes
i) Ditambahkan aquadest ad 60 ml (batas kalibrasi). Kemudian kocok.
j) Botol diberi etiket yang telah diberi tanda …x sehari.
DAFTAR PUSTAKA

Allen, L, V. 2009. Handbook Of Pharmaceutical Excipient, 6th Edition. Rowe, R.C.


Sheskey, P.G. Queen, M, E. (Editor), London: Pharmaceutical Press And American
Pharmacist Assosiation

Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, Departemen Kesehatan RepublikIndonesia,


Jakarta.

Anonim, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV, Departemen Kesehatan Republik


Indonesia, Jakarta

Sweetman, S.C., 2009, Martindale The Complete Drug Reference, Thirty Sixth
Edition, Pharmaceutical Press, New York

https://www.lfatabletpresses.com/articles/preservatives-concentration-dosage-
pharmaceutical-liquid-preparation (Diakses pada tanggal 28 Februari 2018, Pukul 15.35)