Anda di halaman 1dari 2

Anatomi

Tibia terdiri dari : akhir proksimal disebut sebagai plateau (terbagi menjadi medial
yang berbentuk konkaf dan lateral yang berbentuk konvex), tubercle, eminence (medial dan
lateral), batang/shaft, dan akhir distal disebut sebagai pilon (sendi dan medial maleolus)3.
Tibial plateau merupakan penopang massa tubuh bagian proksimal dari tibia dan melakukan
artikulasi dengan condylus femoralis untuk membentuk sendi lutut4.
Sebuah os longum, mempunyai corpus, ujung proximal dan ujung distal, berada di
sisi medial dan anterior dari crus. Pada posisi berdiri, tibia meneruskan gaya berat badan
menuju ke pedis. Ujung proximal lebar, mengadakan persendian dengan os femur
membentuk articulatio genu, membentuk condylus medialis dan condylus lateralis tibiae,
facies proximalis membentuk facies articularis superior, bentuk besar, oval, permukaan
licin5.
Facies articularis ini dibagi menjadi dua bagian, dari anterior ke posterior, oleh
fossa intercondyloidea anterior, eminentia intercondyloidea dan fossa intercondyloidea
posterior. Fossa intercondyloidea anterior mempunyai bentuk yang lebih besar daripada
fossa intercondyloidea posterior. Tepi eminentia intercondyloidea membentuk tuberculum
intercondylare mediale dan tuberculum intercondylare laterale. Eminentia epicondylaris
bervariasi dalam bentuk dan sering juga absen5.
Facies articularis dari condylus medialis berbentuk oval, sedangkan facies
articularis condylus lateralis hampir bundar. Condylus lateralis lebih menonjol daripada
condylus medialis. Pada facies inferior dari permukaan dorsalnya terdapat facies articularis,
berbentuk lingkaran, dinamakan facies articularis fibularis, mengadakan persendian dengan
capitulum fibulae. Di sebelah inferior dari condylus tibiae terdapat tonjolan ke arah anterior,
disebut tuberositas tibiae. Di bagian distalnya melekat ligamentum patellae5.
Corpus tibiae mempunyai tiga buah permukaan, yaitu (1) facies medialis, (2)
facies lateralis dan (3) facies posterior. Mempunyai tiga buah tepi, yaitu (1) margo anterior,
(2) margo medialis dan (3) margo interosseus. Fossa medialis datar, agak konveks, ditutupi
langsung kulit dan dapat dipalpasi secara keseluruhan. Facies lateralis konkaf, ditempati
oleh banyak otot. Bagian distalnya menjadi konveks, berputar ke arah ventral, melanjutkan
diri menjadi bagian ventral ujung distal tibia. Facies posterior berada di antara margo
medialis dan margo interosseus. Pada sepertiga bagian proximal terdapat linea poplitea,
suatu garis yang oblique dari facies articularis menuju ke margo medialis5.
Margo anterior disebut crista anterior, sangat menonjol, di bagian proximal
mulai dari tepi lateral tuberositas tibiae, dan di bagian distal menjadi tepi anterior dari
malleolus medialis. Margo medialis, mulai dari bagian dorsal condylus medialis sampai ke
bagian posterior malleolus medialis. Margo interosseus mempunyai bentuk yang lebih tegas
daripada margo medialis, tempat melekat membrana interossea. Di bagian proximal mulai
pada condylus lateralis sampai di apex incisura fibularis tibiae membentuk bifurcatio5.
Ujung distal tibia membentuk malleolus medialis. Malleolus medialis
mempunyai facies superior, anterior, posterior, medial, lateral dan inferior. Pada facies
posterior terdapat sulcus malleolaris, dilalui oleh tendo m.tibialis posterior dan m.flexor
digitorum longus. Pada permukaan lateral terdapat incisura fibularis yang membentuk
persendian dengan ujung distal fibula. Facies articularis inferior pada ujung distal tibia
membentuk persendian dengan facies anterior corpus tali5.