Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN

Dosen Pengampu : Iswati, M.Pd.I

Disusun Oleh :

Septi Andriani (17260004)

Prodi : Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

TAHUN 2016

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena anugerah dan
rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Dalam penyusunan
makalah ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin, yang mana telah
memakan waktu dan pengorbanan yang tak ternilai dari semua pihak yang
memberikan bantuannya, yang secara langsung merupakan suatu dorongan yang
positif bagi penulis ketika menghadapi hambatan-hambatan dalam menghimpun
bahan materi untuk menyusun makalah ini.
Namun penulis menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari
kesempurnaan, baik dari segi penyajian materinya maupun dari segi bahasanya.
Karena itu saran dan kritik yang bersifat konstruktif senantiasa penulis harapkan
demi untuk melengkapi dan menyempurnakan makalah ini.

Metro, Maret 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................... i

KATA PENGANTAR ................................................................................ ii

DAFTAR ISI ............................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ............................................................... 1


B. Rumusan Masalah ......................................................................... 1
C. Tujuan ........................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Pengelolaan Pembelajaran .......................................... 3


B. Pengelolaan Variable dalam Pembelajaran ................................... 4
C. Strategi Pengeolaan Pembelajaran ................................................ 5
D. Tahap Pengelolaan Pembelajaran ................................................. 7
E. Tujuan dan Fungsi Pengelolaan Pembelajaran ............................. 8
F. Faktor yang Mempengaruhi Pengelolaan Pembelajaran............... 9

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ................................................................................... 12
B. Saran ............................................................................................. 13

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pendidikan sangat berpengaruh untuk meningkatkan kualitas sumber
daya manusia yang tentunya sangat penting bagi suatu negara. Di Sekolah dengan
segala aspek pembelajaran atau pendidikan bermutu dan berproses. Guru dengan
segala kemampuannya, siswa dengan segala latar belakang dan sifat-sifat
individualnya. Kurikulum dengan segala komponennya, dan materi serta sumber
pelajaran dengan segala pokok bahasannya bertemu dan berpadu dan berinteraksi
di kelas. Bahkan hasil dari pendidikan dan pengajaran sangat ditentukan oleh apa
yang terjadi di kelas. Guru yang merupakan komponen penting dari tenaga
kependidikan memiliki tugas untuk melaksanakan proses pembelajaran.
Dalam pelaksanaan pembelajaran guru diharapkan mampu memahami
tentang bagaimana cara mengelola pembelajaran dengan baik. Pengelolaan
pembelajaran merupakan sesuatu yang dalam pendidikan karena tanpa adanya
pengelolaan pembelajaran maka proses pembelajaran tidak akan terarah dengan
baik sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan tidak akan tercapai
secara optimal.
Pengelolaan pembelajaran tidak hanya berupa pengaturan kelas, fasilitas
fisik dan rutinitas. Kegiatan pengelolaan pembelajaran dimaksudkan untuk
menciptakan dan mempertahankan suasana dan kondisi belajar. Sehingga proses
belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Demikian pada saat proses pembelajaran guru diharapkan mampu memotivasi
belajar siswa, menerapkan strategi serta pengelolaan motivasional dalam tindak
pembelajaran agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang optimal.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian pengelolaan pembelajaran?
2. Apa saja pengelolaan variabel dalam pembelajaran ?
3. Bagaimana strategi pengeolaan pembelajaran ?

1
4. Apa saja tahap pengelolaan pembelajaran ?
5. Apa tujuan dan fungsi pengelolaan pembelajaran ?
6. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan pembelajaran?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian pengelolaan pembelajaaran.
2. Untuk mengetahui pengelolaan variable dalam pembelajaran.
3. Untuk mengetahui strategi pengelolaan pembelajaran.
4. Untuk mengetahui tahap pengelolaan pembelajaran.
5. Untuk mengetahui tujuan dan fungsi pengelolaan pembelajaran.
6. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan
pembelajaran.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pengelolaan Pembelajaran


Pengelolaan itu bersal dari kata “kelola” dan istilah lainnya yaitu
“manajemen” yang artinya ketatalaksanaan, tata pimpinan. Maka disimpulkan
pengelolaan itu adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu
kegiatan atau proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat
dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian tujuan.
Banyak didefenisikan oleh para ahli tenatang pengelolaan. Terry,
mengartikan pengelolaan sebagai usaha untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya melalui usaha orang lain. Jhon D. Millet, pengelolaan
adalah suatu proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja kepada orang yang
diorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan. Andrew F.
Siulus, pengelolaan pada umumnya dikaitkan dengan aktivitas perencanaan,
pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasion,
komunikasi, dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi
dengan tujuan untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya yang dimiliki
oleh organisasi sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efesien.
Pembelajaran berasal dari kata “belajar” yang artinya suatu kegiatan yang
dilakukan untuk mencari informasi. Menurut Sudjana (1988) pengelolaan
pembelajaran merupakan kegiatan memproyeksikan tindakan apa yang akan
dilaksanakan dalam suatu pembelajaran yaitu dengan mengkoordinasikan
(mengatur dan merespon) komponen-komponen pembelajaran sehingga antara
tujuan, materi, metode serta evaluasi menjadi jelas dan sistematis.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan
pembelajaran dapat di simpulkan suatu pengaturan rangkaian kegiatan yang
saling berhubungan mengenai komponen-komponen pembelajaran agar mencapai
tujuan pembelajaran yang optimal. Pengelolaan pembelajaran merupakan suatu
proses penyelengaraan interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar.

3
B. Pengelolaan Variable dalam Pembelajaran
Menurut Dunkin dan Biddle, proses pembelajaran berada dalam empat
variable interaksi, yaitu;
1. Variable pertanda (presage variables) berupa pendidik
2. Variable konteks (contex variables) berupa peserta didik
3. Variable proses (process variables) berupa proses kegiatan pembelajaran
4. Variable produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik
baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal, maka keempat
variabel pembelajaran tersebut harus dikelola dengan baik. Ada 4 macam
pengelolaan pembelajaran yaitu :
1. Pengelolaan siswa
Siswa dalam Kedudukan kurikulum berbasis kompetensi (KBK)
merupakan “produsen” artinya siswa sendirilah yang mencari tahu
pengetahuan yang dipelajarinya. Siswa dalam suatu kelas biasanya mermiliki
kemampuan yang beragam, karenanya guru perlu mengatur kapan siswa
bekerja perorangan, berpasangan, berkelompok, siswa dikelompokkan
berdasarkan kemampuan sehingga ia dapat berkonsentrasi membantu yang
kurang, dan kapan siswa dikelompokkan secara campuran sebagai
kemampuan sehingga terjadi tutor sebaya. Belajar merupakan kegiatan yang
bersifat universal dan multi dimensional. Dikatakan universal karena belajar
bisa dilakukan siapapun, kapanpun, dimanapun. Karena itu bisa saja siswa
merasa tidak butuh dengan proses pembelajaran yang terjadi dalam ruangan
terkontrol atau lingkungan terkendali. Waktu belajar bisa saja waktu yang
bukan dikehendaki siswa. Dan untuk itulah guru dapat merekayasa segala
sesuatunya. Guru dapat mengatur siswa berdasarkan situasi yang ada ketika
prosses belajar mengajar berlangsung.
2. Pengelolaan Guru
Guru adalah orang yang bertugas membantu murid untuk
mendapatkan pengetahuan sehingga ia dapat mengembangkan potensi yang
dimilikinya. Guru harus dapat menempatkan diri dan menciptakan suasana

4
yang kondusif, karena fungsi guru disekolah sebagai “bapak” kedua yang
bertanggung jawab atas pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak.
3. Pengelolaan Pembelajaran
Pengembangan pembelajaran pendidikan agama islam memerlukan
model-model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan isi dan hasil yang
diharapkan.
4. Pengelolaan Lingkungan Kelas
Iklim belajar yang kondusif merupakan tulang punggung dan faktor
pendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi proses
pembelajaran. Berkenaan dengan hal tersebut, sedikitnya terdapat tujuh hal
yang harus diperhatikan yaitu; ruang belajar, pengaturan sarana belajar,
susunan tempat duduk, penerangan, pemanasan sebelum masuk ke materi
yang akan dipelajari (pembentukan kompetensi), dan bina suasana dalam
pembelajaran.

C. Strategi Pengeolaan Pembelajaran


Strategi pengelolaan pembelajaran sangat penting dalam sistem stategi
pembelajaran. Strategi pengelolaan berkaitan dengan penetapan kapan suatu
strategi atau komponen strategi tepat dipakai dalam situasi pembelajaran. Ada
empat hal yang menjadi urusan strategi pengelolaan yaitu :
1. Penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran
Guru harus untuk mampu merancang kapan, strategi apa, dan berapa
kali suatu strategi pembelajaran yang digunakan yang semuanya berkaitan
dengan kondisi pembelajaran yang ada. Strategi pembelajaran dipengaruhi
oleh tujuan dan karakteristik bidang studi, kendala dan karakteristik bidang
studi, karakteristik peserta didik.
2. Pembuatan catatan kemajuan belajar siswa
Guru harus mampu menetapkan kapan, berapa kali, apa jenis evaluasi
yang dilakukan untu melihat kemajuan belajar peserta didik. Hasil evaluasi
penting dicatat untuk melihat efektifitas dan efisiensi pmbelajaran yang
dilakukan. Catatan ini penting untuk melihat apakah strategi pembelajran yang

5
dilakukan sudah sesuai atau belum, apa penyebab rendahnya hasil peserta
didik (guru / peserta didik / faktor lain), apakah penjadwalan penerapan
strategi sudah sesuai atau belum.
3. Pengelolaan motivasional
Setiap strategi pembelajaran yang diterapkan pasti bertujuan untuk
meningkatkan motivasi belajar peserta didik, sehingga guru dituntut untuk
dapat mengembangkan kiat-kiat khusus dalam melakukan penjadwalan
penggunaan strategi penyampaian yang bervariasi.
4. Kontrol belajar
Guru harus mampu merancang kegiatan pembelajaran yang mampu
memberikan berbagai alternatif pilihan belajar bagi peserta didiknya, sehingga
pesera didik dapat memanage diri untuk menentukan materi mana yang akan
dipelajari, cepat lambatnya belajar, dan cara belajar yang digunakan.

Dalam penerapan strategi pembelajaran walaupun secara teoritis seorang


guru telah paham tentang langkah-langkah operasional suatu strategi
pembelajaran. Namun, belum tentu seorang guru akan mampu menerapkan
strategi tersebut dalam pelaksanaan pembelajaran dikelas. Keberhasilan guru
menerapkan suatu strategi pembelajaran sangat tergantung dari kemampuan guru
menganalisis kondisi pembelajaran yang ada, seperti tujuan pembelajran,
karakteristik siswa, kendala sumber belajar, dan karakteristik bidang studi.
1. Tujuan pembelajaran
Dalam proses pembelajaran, guru harus menetapkan terlebih dahulu
tujuan pembelajran yang ingin dicapai. Menurut taksonomi Bloom, secara
teoritis tujuan pembelajaran dibagi atas tiga kategori, yaitu tujuan
pembelajaran ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
2. Karakteristik siswa
Karakteristik siswa berhubungan denagn aspek-aspek yang melekat
pada diri siswa, seperti motivasi, bakat, minat, kemampuan awal, gaya belajar,
kepribadian, dan sebagainya. Karakteristik siswa yang amat kompleks tersebut

6
harus juga dijadikan pijakan dasar dalam menentukan strategi pembelajaran
yang akan digunakan.
3. Kendala sumber/media belajar
Media pembelajaran adalah perantara atau pengantar pesan dari
pengirim ke penerima pesan. Beberapa hasil penelitian menyimpulakan bahwa
ketersediaan sumber belajar sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Tanpa
adanya sumber belajar yang memadai amat sulit bagi seorang guru untuk
melaksanakan proses pembelajaran.
4. Karakteristik bidang studi
Struktur bidang studi terkait hubungan-hubungan diantara bagian-
bagian suatu bidang studi. Struktur bidang studi mata pelajaran matematika
tentu berbeda dengan struktur bidang studi sejarah. Perbedaan struktur bidang
studi tersebut membutuhkan strategi pembelajaran yang berbeda pula.
Misalnya dalam mata pelajaran sejarah guru dapat memulai mata pelajaran
dari pokok bahasan apa saja, sebaliknya mata pelajaran matematika tidak bisa
dilakukan seperti itu. Itulah sababnya, pemahaman seorang guru terhadap
struktur bidang studi yang diajarnya sangat penting dalam penetapan metode
pembelajaran yang akan digunakan.

D. Tahap Pengelolaan Pembelajaran


Tahap-tahap pengelolaan pembelajaran terdiri dari :
1. Perencanaan, tahap perencanaan meliputi:
a. Menetapkan apa yang mau dilakukan, kapan dan bagaimana cara
melakukannya;
b. Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk
mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target;
c. Mengembangkan alternatif-alternatif;
d. Megumpulkan dan menganalisis informasi;
e. Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan
keputusan-keputusan. (Abu Ahmadi-Joko Tri Prasetya: 32)

7
2. Pengorganisasian, tahap pengorganisasian meliputi:
a. Menyediakan fasilitas, perlengkapan dan tenaga kerja yang diperlukan
untuk melaksanakan rencana-rencana melalui proses penetapan kerja;
b. Pengelompokan komponen kerja ke dalam struktur organisasi secara
teratur;
c. Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi;
d. Memutuskan dan menetapkan metode dan prosedur;
e. Memilih, mengadakan pelatihan dan pendidikan tenaga kerja serta
mencari sumber-sumber lain yang diperlukan dalam kegiatan
pembelajaran.
3. Pengarahan, tahap pengarahan meliputi:
a. Menyusun kerangka waktu dan biaya secara terperinci;
b. Memprakarsai dan menampilkan kepemimpinan dalam melaksanakan
rencana dan pengambilan keputusan;
c. Mengeluarkan instruksi–instruksi yang spesifik;
d. Membimbing, memotivasi dan melakukan supervisi.
4. Pengawasan, tahap pengawasan meliputi:
a. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang mengacu pada rencana;
b. Melaporkan penyimpangan untuk tindakan koreksi dan merumuskan
tindakan koreksi, menyusun standar-standar dan saran-saran;
c. Menilai pekerjaan dan melakukan tindakan koreksi terhadap
penyimpangan-penyimpangan.

E. Tujuan dan Fungsi Pengelolaan Pembelajaran


Tujuan pengelolaan pembelajaran adalah untuk menciptakan proses
belajar mengajar yang dengan mudah direncanakan, diorganisasikan,
dilaksanakan dan dikendalikan dengan baik sehingga tujuan pembelajaran dapat
tercapai ecara efektif dan efisien.
Fungsi pengelolaan pembelajaran yaitu :
1. Merencanakan tujuan belajar

8
2. Mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan
belajar.
3. Memimpin, yang meliputi memotivasi, mendorong, dan menstimulasi
siswa.
4. Mengawasi segala sesuatu, apa sudah berfungsi sebagaimana mestinya
atau belum dalam rangka pencapaian tujuan.

F. Faktor yang Mempengaruhi Pengelolaan Pembelajaran


Beberapa faktor yang mempengaruhi pengelolaan pembelajaran yaitu :
1. Kurikulum
Kurikulum kaitannya dengan pengelolaan pembelajaran haruslah di
rancang sebagai jumlah pengalaman edukatif yang menjadi tanggung jawab
sekolah dalam membantu anak-anak mencapai tujuan pendidikannya, yang
diselenggarakan secara berencana dan terarah serta terorganisir, karena
kegiatan pembelajaran bukan sekedar dipusatkan pada penyampaian sejumlah
materi pelajaran atau pengetahuan yang bersifat intelektualistik, akan tetapi
juga memperhatikan aspek pembentukan pribadi, baik sebagai makhluk
individual dan makhluk sosial maupun sebagai makhluk yang bermoral.
2. Gedung dan Sarana Kelas / Sekolah
Perencanaan dalam membangun sebuah gedung untuk sebuah sekolah
berkenaan dengan jumlah dan luas setiap ruangan, letak dan dekorasinya yang
harus disesuaikan dengan kurikulum yang dipergunakan. Akan tetapi karena
kurikulum selalu dapat beruabh. Sedang ruangan atau gedung bersifat
permanen, maka diperlukan kreativitas dalam mengatur pendayagunaan ruang
/ gedung yang bersedia berdasarkan kurikulum yang dipergunakan. Dalam
konteks ini kepandaian guru dalam pengelolaan kelas sangat dibutuhkan.
3. Guru
Guru adalah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan
pengajaran yang bertanggung jawab dalam membantu anak dalam mencapai
kedewasaan masing-masing. Guru dalam pengertian tersebut bukan sekedar
berdiri didepan kelas untuk menyampaikan materi atau pengetahuan tertentu,

9
akan tetapi dalam keanggotaan masyarakat yang harus aktif dan berjiwa bebas
serta kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didiknya untuk menjadi
anggota masyarakat sebagai orang dewasa. Guru juga harus bisa juga
menciptakan suasana dalam kelas agar terjadi interaksi belajar mengajar yang
dapat memotivasi sesuai untuk belajar dengan baik dan sungguh-sungguh.
Berdasarkan uraian-uraian diatas jelas bahwa jabatan guru sebagai suatu
profesi tidak saja mulia, karena berhubungan langsung dengan masalah
pendewasaan anak-anak, akan tetapi juga merupakan tugas yang cukup berat.
Tugas yang mulia dan hanya dapat diwujudkan oleh orang-orang yang
memiliki kecintaan terhadap pekerjaan mendidik.
4. Murid
Murid sebagai unsur kelas memiliki perasaan kebersamaan, merupakan
kondisi yang sangat penting artinya bagi terciptanya kelas yang dinamis. Oleh
karena, setiap murid harus memiliki perasaan diterima terhadap kelasnya agar
mampu ikut serta dalam kegiatan kelas. Perasaan inilah yang akan
menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kelasnya.
Sikap ini akan tumbuh dengan baik apabila dilakukan tindakan-
tindakan pengelolaan kelas sebagai berikut :
a. Setiap murid dilibatkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan
kegiatan kelas, guru hanya sekedar memberi petunjuk dan bimbingan
agar program atau kegiatannya sejalan dengan kurikulum.
b. Murid diberi kesempatan dalam pembagian tugas-tugas untuk
kepentingan kelas.
c. Bila guru atau wali kelas berhalangan, bagi dan serahkanlah
kepercayaan berupa tanggung jawab mengatur rumah tangga dan
disiplin kealas diantar murid.
d. Motivasi agar setiap murid selalu bersedia mengatur kelasnya melalui
kegiatan rutin, misalnya membersihkan kelas, papan tulis dan lain-lain.
e. Kembangkanlah kesediaan bekerjasama dalam setiap kegiatan.
f. Guru bersama murid menyusun tata tertib dan disiplin kelas serta
membentuk pengurus kelas yang bekerja selama 1 tahun ajaran.

10
g. Mendorong murid secara terus menerus agar ikut memikirkan kegiatan
kelas dan berani mengusulkannya untuk dilaksanakan bersama
didalam atau diluar kelas.
5. Diamika kelas
Kelas adalah kelompok sosial yang dinamis yang harus dipergunakan
oleh setiap wali atau guru kelas untuk kepentingan murid dalam proses
kependidikannya. Dinamika kelas pada dasarnya berarti kondisi kelas yang
diliputi dorongan untuk aktif secara terarah yang dikembangkan melalui
kretifitas dan inisiatif murid sebagai suatu kelompok, untuk itu setiap wali
atau guru kelas harus berusaha menyalurkan berbagai saran, pendapat,
gagasan, keterampilan, potensi dan energi yang dimiliki murid menjadi
kegiatan-kegiatan yang berguna. Dengan demikian kelas tidak akan
berlangsung secara statis, rutin dan membosankan.
6. Lingkungan sekitar
Lingkungan sekitar sekolah sangat mempengaruhi. Misalnya anak yang
tinggal di sekitar lingkungan yang masyarakatnya rata rata tidak bersekolah
akan berbeda dengan anak yang tinggal di lingkungan yang kenal dengan
pendidikan.

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa :
1. Pengelolaan pembelajaran ialah suatu pengaturan rangkaian kegiatan yang
saling berhubungan mengenai komponen-komponen pembelajaran agar
mencapai tujuan pembelajaran yang optimal.
2. Menurut Dunkin dan Biddle, proses pembelajaran berada dalam empat
variable interaksi, yaitu;
 Variable pertanda (presage variables) berupa pendidik
 Variable konteks (contex variables) berupa peserta didik
 Variable proses (process variables) berupa proses kegiatan
pembelajaran
 Variable produk (product variables) berupa perkembangan peserta
didik baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Ada 4 macam pengelolaan pembelajaran yaitu :
 Pengelolaan siswa
 Pengelolaan Guru
 Pengelolaan Pembelajaran
 Pengelolaan Lingkungan Kelas
3. Strategi Pengelolaan Pembelajaran ada 4 yaitu :
 Penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran
 Pembuatan catatan kemajuan belajar siswa
 Pengelolaan motivasional
 Kontrol belajar
4. Tahap-tahap pengelolaan pembelajaran terdiri dari :
 Perencanaan
 Pengorganisasian
 Pengarahan

12
 Pengawasan
5. Tujuan pengelolaan pembelajaran adalah untuk menciptakan proses belajar
mengajar yang dengan mudah direncanakan, diorganisasikan,
dilaksanakan dan dikendalikan dengan baik sehingga tujuan pembelajaran
dapat tercapai ecara efektif dan efisien.
Fungsi pengelolaan pembelajaran yaitu :
 Merencanakan tujuan belajar
 Mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan
tujuan belajar.
 Memimpin, yang meliputi memotivasi, mendorong, dan menstimulasi
siswa.
6. Faktor yang mempengaruhi pengelolaan pembelajaran yaitu :
 Kurikulum
 Gedung dan Sarana Kelas / Sekolah
 Guru
 Murid
 Diamika kelas
 Lingkungan sekitar

B. Saran
Sebagai calon guru yang profesional hendaknya kita lebih memahami
mengenai pengelolaan pembelajaran yang benar agar kelak ketika sudah menjadi
seorang guru kita dapat melakukan pengelolaan pembelajaran dengan
menciptakan suasana kelas yang efektif, menyenangkan dan menimbulkan
semangat belajar bagi peserta didik. Selain itu dengan pengelolaan pembelajaran
yang efisien dapat mewujudkan tujuan pembelajaran yang optimal.

13
DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid. 2005 2006. “Perencanaan pembelajaran mengembangkan Standar


Kompetensi Guru“. PT Remaja Rosdakarya. Bandung
Ahmad Amhari. Juni 2014. “Pengelolaan Pembelajaran”. (online).
http://amdayhary.blogspot.co.id/2014/06/pengelolaan-pembelajaran-
pengertian-dan.html. Diakses pada 20 Maret 2018 Pukul 12.00.
Arianto Samier Irhash. Agustus 2008. “Faktor-faktor yang mempengaruhi
pengelolaan pembelajaran”. (online).
http://sobatbaru.blogspot.co.id/2008/08/faktor-faktor-yang-
mempengaruhi.html. Diakses pada 19 Maret 2018 Pukul 12.00.
Kang Mousir. Januari 2015. “Variable Strategi Pembelajaran”. (online).
http://www.cheminmyheart.com/2015/01/variabel-strategi-
pembelajaran.html. Diakses pada 19 Maret 2018 Pukul 12.00.

14