Anda di halaman 1dari 8

JENIS-JENIS PERIZINAN

JARINGAN TELEKOMUNIKASI

A. Jaringan Tetap
a. Jaringan Tetap Local (Circuit Switch dan packet switched)
b. Jaringan Tetap Sambungan langsung jarak jauh
c. Jaringan Tetap Sambungan Internasional
d. Jaringan Tetap sambungan Tertutup

B. Jaringan Bergerak
a. Jaringan Bergerak Satelit
b. Jaringan Bergerak Seluler
c. Jaringan Bergerak Terestrial Radio Trunking

DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
3881);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3980);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi
Radio dan Orbit Satelit (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 108,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3981);
4. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 4 Tahun 2001 tentang Penetapan Rencana
Dasar Teknis Nasional 2000 (Fundamental Technical Plan National 2000) Pembangunan
Telekomunikasi Nasional sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan
Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 17 Tahun 2014 tentang Perubahan
Ketujuh atas Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 4 Tahun 2001 tentang Penetapan
Dasar Rencana Teknis Nasional 2000 (Fundamental Technical Plan National 2000)
Pembangunan Telekomunikasi Nasional;
5. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 01/PER/M.KOMINFO/01/2010
tentang Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi sebagaimana telah beberapa kali diubah,
terakhir dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 7 Tahun 2015
tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor
01/PER/M.KOMINFO/01/2010 tentang Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi;
6. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 11 Tahun 2014 tentang Tata Cara
Pengenaan Sanksi Administratif berupa Denda terhadap Penyelenggaraan Telekomunikasi;
7. Mmm
8. Mmm

PERSYARATAN
1. Akta Pendirian perusahaan beserta pengesahannya dari instansi berwenang.
2. Perusahaan akta perusahaan terakhir beserta persetujuan atau surat penerimaan
laporan dari instansi werwenang.
3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
4. Surata Keterangan Domosili.
5. Rencana Usaha (Business Plan)
a. Jenis Layanan
b. Roll Out Plan 5 tahun
6. Surat Pernyataan Kepemilikan Dana dari Bank, paling sedikit 5% dari total investasi.
7. Data Teknis
a. Konfigurasi Sitem & Teknologi Jaringan;
b. Diagram, Rute & Peta Jaringan;
c. Usulan spectrum frekuensi radio, jika diperlukan.
8. Pernyataan kesesuaian dengan persyaratan teknis, konfigurasi & hierarki jaringan
telekomunikasi.
9. Surat Pernyataan Tidak Ada Pajak Terhutang dari Kantor Pajak.
10. Pernyataan Laporan Susunan Kepemilikan Saham.
11. Surat Pernyataan tidak akan mengubah susunan kepemilikan saham perusahaan selama
masa laku izin prinsip.
12. Surat Pernyataan tidak mengubah susunan kepemilikan saham setelah mendapat Izin
Penyelenggaraan sebelum memenuhi komitmen 50%.
13. Surat Pernyataan tidak ada hubungaan afiliasi dengan perusahaan lain.

JANGKA WAKTU PENYELESAIAN


1. Izin prinsip penyelenggaraan telekomunikasi ditetapkan dalam waktu paling lambat 1
hari kerja sejak diterimanya surat permohonan secara lengkap.
2. Izin Penyelenggaraan Telekomunikasi ditetapkan dalam waktu paling lambat 1 hari kerja
sejak surat keterangan laik operasi diterbitkan.

BIAYA

Permohonan Perizinan Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi tidak dikenaka biaya.

PROSES PERIZINAN JARINGAN TELEKOMUNIKASI


Cccccccccccccccc

INFO

WEBSITE PERMOHONAN IZIN ONLINE


Pelayananprimaditjenppi.go.id

CALL CENTER PENGADUAN


159
JENIS LAYANAN PERIZINAN JASA TELEKOMUNIKASI

1. Jasa Teleponi Dasar


2. Jasa Nilai Tambah Teleponi
a. Panggilan Premium
Berupa layanan teleponi untuk pelanggan jasa telepon dan atau pelanggan jasa telepon
dengan tarif diatas normal
b. Kartu Panggilan
Berupa layanan teleponi dengan memasukkan nomor tertentu dari kartu yang
merupakan deposit layanan.
c. Pusat Layanan Informasi (Call Center)
Berupa layanan teleponi untuk pelanggan jasa telepon dan atau pelanggan jasa telepon
bergerak ke pusat informasi (call center) untuk mendapatkan informasi.
3. Jasa Multimedia
a. Jasa Akses Internet (Internet Service Provider)
Layanan multimedia berupa akses internet yang diberikan kepada pengguna akhir (end-
user)
b. Jasa Interkoneksi Internet (Network Access Point)
Layanan penyaluran trafik internet penyelenggara jasa multimedia dari dan luar negeri.
c. Jasa Internet Teleponi untuk keperluan Publik
Layanan multimedia yabg dapat menyalurkan layanan teleponi yang diberikan kepada
pengguna akhir (end-user) dengan menggunakan protocol Internet yang tersambung ke
jarinagan telekomunikasi.
d. Jasa Sistem Komunikasi Data
Layanan pengiriman data yang diberikan kepada pengguna akhir (end-user) melalui
jaringan telekomunikasi dengan menitikberatkan pada konektifitas, kualitas, keamanan,
protocol, enkripsi, deskripsi yang terkelola dengan baik, aman, dan/atau terjamin.
e. Jasa Penyediaan Konten
Layanan konten yang diberikan kepada pengguna akhir (end-user) yang pembebanan
biayanya melaui pengurangan deposit prabayar atau penambahan tagihan telepon
pascabayar pelanggan jaringan bergerak seluler untuk namuntidak terbatas pada konten
berupa pesan pendek atau konten berupa multimedia.

DASAR HUKUM

. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi


. Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan
Telekomunikasi
. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.21 Tahun 2001 tentang
Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi Sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 8 Tahun 2015 tentang
Perubahan Keempat Atas Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.21 Tahun 2001
tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi;
. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.4 Tahun 2001 tentang Penetapan
Rencana Dasar Teknis Nasional 2000 (Fundamental Technical Plan National 2000)
Pembangunan Telekomunikasi Nasional Sebagaimana telah beberapa kali diubah
terakhir dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 17 Tahun 2014
tentang Perubahan Ketujuh Atas Keputusan Menteri Perhubungan Peraturan Menteri
Perhubungan Nomor KM.4 Tahun 2001 tentang Penetapan Rencana Dasar Teknis
Nasional 2000 (Fundamental Technical Plan National 2000) Pembangunan
Telekomunikasi Nasional;
. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 21 Tahun 2013 tentang
Penyelenggaraan Jasa Penyediaan Konten pada jaringan Bergerak Seluler dan Jringan
Tetap Lokal Tanpa Kabel dengan Mobilitas Terbatas Sebagaimana telah diubah terakhir
dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 24 Tahun 2014 tentang
Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 6 Tahun
2015 tentang Penyelenggaraan Jasa Penyediaan Konten pada jaringan Bergerak Seluler
dan jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel dengan Mobilitas Terbatas;
. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.24 Tahun 2002 Tentang
Penyelenggaraan Jasa Internet Teleponi untuk Keperluan Public Sebagaimana telah
diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor
01/P/M.Kominfo/5/2005 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri
Perhubungan Nomor KM.23 Tahun 2002 Tentang Penyelenggaraan Jasa Internet
Teleponi untuk keperluan public;

PERSYARATAN

1. Akta Pendirian Perusahaan, Perubahan Akte Perusahaan terakhir


2. Pengesahan Akte Pendirian Perusahaan dari KemHukumHAM, Pengesahan/Surat
Penerimaan Perubahan Akte Perusahaan dari KemHukum&HAM
3. Salinan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
4. Salinan Surat Izin Usah Perdagangan (SIUP) atau Izin Usaha Tetap (IUT)
5. Surat Domisili Perusahaan
6. Surat Pernyataan Tidak Ada Pajak Terhutang
7. Surata Pernyataan Kepemilikan Dana dari Bank
8. Formulir Permohonan (Aspek Teknis, Aspek Keuangan, Aspek Pemasaran)
9. Surat Pernyataan Isian
10. Pernyataan/Laporan Susunan Kepemilikan Saham
11. Pernyataan Tidak mengubah Susunan Kepemilikan Saham Izin Prinsip
12. Pernyataan Hubungan Afiliasi
13. Pakta Integritas
14. Pernyataan Tidak Mengubah Susunan Kepemilikan saham setelah mendapat Izin
Penyelenggaraan sebelum memenuhi komitmen 50% (Izin Prinsip Jasa Penyedia
Konten tidak termasuk)
15. Surat Permohonan Penetapan Short Code untuk Penyelenggara Jasa Multimedia
Jasa Penyedia Konten (Hanya untuk Keperluan Publik, Jasa Pusat Layanan
Informasi/Call Center)
16. RPTKA, IMTA, KITAS/KITAP (jika menggunakan tenaga asing)

JANGKA WAKTU PENYELESAIAN

a. Izin prinsip penyelenggaraan Jasa ditetapkan dalam waktu paling lambat 1 hari
kerja sejak diterimanya surat permohonan secara lengkap.
b. Perpanjangan Izin prinsip penyelenggaraan Jasa ditetapkan dalam waktu paling
lambat 1 hari kerja sejak diterimanya permohonan perpanjangan izin prinsip
lengkap.
c. Izin penyelenggaraan Jasa ditetapkan dalam waktu paling lambat 1 hari kerja
sejak surat keterangan laik operasi diterbitkan.

BIAYA

_ Proses perizinan Jasa telekomunikasi tidak dikenakan biaya (gratis).


_ Biaya Hak PenyelenggaraTelekomunikasi (BHP Tel sebesar 0,5% dan USO
sebesar 1,25% dari pendapatan kotor laporan keuangan tahun buku setiap
tahunnya setelah permohonan memiliki izin penyelenggaraan.

PROSES PERIZINAN JASA TELEKOMUNIKASI


tabellll

Izin Prinsip merupakan izin yang diterbitkan untuk memberikan kesempatan


kepada penyelenggara untuk menyiapkan saran dan prasarana selama waktu
tertentu sesuai jenis penyelenggaraan telekomunikasi.

Uji Laik Operasi (ULO) adalah pengujian teknis yang dilakukan oleh lembaga yang
telah diakreditasi atau tim yang dibentuk oleh Direktur Jenderal dengan tugas
melaksanakan proses pengujian system secara teknis dan operasional.

Izin Penyelenggaraan (Modern Licensing)


. Izin yang diterbitkan setelah pemegang izin prinsip dinyatakan lulus laik
operasi.
Izin penyelenggaraan berbentuk kontrak yang memuat hak, kewajiban, sanksi
dan pelaporan penyelenggaraan.
Izin akan dievakuasi setiap tahun dan dievaluasi secara menyeluruh setiap 5
tahun.

INFO

WEBSITE PERMOHONAN IZIN ONLINE


Pelayananprimaditjenppi.go.id
CALL CENTER PENGADUAN
159
Jenis dan Tarif Izin Penyelenggaraaan Pos

Izin Penyelenggaraan Pos Nasional

Biaya Izin Penyelnggaraan Pos Dibayarkan ke Rek. Mandiri : 103-00-0403138-7


a.n Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika.

Persyaratan Permohonan Izin Penyelenggaraan Pos


1. Surat Permohonan Penerbitan Izin Penyelenggaraan Pos.
2. Akta Pendirian Badan Usaha.
3. Surat Pengesahan Badan Hukum Perseroan dan/atau Koperasi Yang
Berbadan Hukum Indonesia Yang Salah Satu Usahanya Di Bidang
Penyelenggaraan Pos dari Instansi Yang Berwenang.
4. Memiliki Modal Paling Sedikit :
a. Izin Penyelenggaraan Pos Nasional.
Rp. 500.000.000,00 (Lima Ratus Juta Rupiah)
b. Izin Penyelenggaraan Pos Provinsi.
Rp. 100.000.000,00 (Seratus Juta Rupiah)
c. Izin Penyelenggaraan Pos Kabupaten / Kota.
Rp. 50.000.000,00 (Lima Puluh Juta Rupiah)
5. Foto Copy Nomor Pokok Wajib Pajak.
6. Proposal Rencana Usaha 5 (Lima ) Tahun Yang Berisi:
a. Profil Badan Usaha, Struktur Permodalan, Susunan Direksi Atau
Pengurus, Dan Dewan Komisaris Atau Pengawas;
b. Aspek Teknis;
c. Aspek Bisnis; Dan
d. Aspek Keuangan.
7. Surat Keterangan Domisili.
8. Surat Rekomendasi Dari Gubernur Atau Bupati/Walikota :
a. Gubernur Untuk Cakupan Wilayah Nasional Dan Wilayah Provinsi :
1) Izin Penyelenggaraan Pos Nasional Cakupan Wilayah Operasinya
Paling sedikit 3 (Tiga) Provinsi.
2) Izin Penyelenggaraan Pos Provinsi Cakupan Wilayah Operasinya
Paling Sedikit 4 (Empat) Kabupaten/Kota Dalam Satu Provinsi.
b. Bupati/Walikota Untuk Cakupan Wilayah Kabupaten/Kota.
9. Mengisi Pakta Integritas.
DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2009 Tentang Pos.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2013 Tentang Pelaksanaan
Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2009 Tentang Pos.
3. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 32 Tahun 2014
Tentang Persyaratan dan Tata Cara Pembarian Izin Penyelenggaraan
Pos.
4. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2015
Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika
Nomor 32 Tahun 2014 Tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemberian
Izin Penyelenggaraan Pos.

- HINDARI PERCALONAN PADA PERIZINAN


- KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI
- GUNAKAN JASA PENYELENGGARAAN POS YANG BERIZIN DEMI
KEAMANAN DAN KESELAMATAN DALAM PENGIRIMAN SURAT,
PAKET DAN LAIN-LAIN