Anda di halaman 1dari 10

THREAD, FASTENER, SEALANT DAN ADHESIVE

A. THREAD/DRAT/ULIR
1. Tujuan Thread/Drat
a. Mengikat
Baut, sekrup, stud dan mur digunakan untuk menahan komponen-komponen
agar selalu berada dalam posisinya, misalnya baut-baut kepala silinder.
b. Penyetelan
Perpindahan posisi part untuk membuat jarak kerenggangan atau preload, yaitu
kerenganggan valve.
c. Pengukuran
Misalnya sebuah mikrometer
d. Pergerakan
Untuk merubah gerakan berputar menjadi gerakan linier (memanjang) yaitu
sebua tanggem (vice).
2. Bentuk-bentuk Drat/Thread
a. Bentuk Segitiga
Merupakan bentuk drat yang paling lazim digunakan pada baut-baut, sekerup
dan stud.

Gambaar 1. Drat Bentuk Segitiga


b. Bentuk Persegi (square)
Bentuk drat yang sering digunakan untuk meneruskan putaran/gerakan pada
mesin-mesin,

Gambar 2. Drat Bentuk Square


c. Bentuk Puncak (Acme)
Bentuk ini lebih kuat dari pada bentuk persegi dan paling sering digunakan pada
sekerup utama dari sebuah mesin bubut.
Gambar 3. Drat Bentuk Acme
d. Bentuk Trapesium (Buttress)
Drat ini bisa digunakan jika sekerup sedang digunakan untuk memberi tekanan
yang besar hanya pada satu arah. Drat trapesium sering digunakan pada
tanggem (vice)

Gambar 4. Drat bentuk Buttress


3. Bagian-bagian Drat/Thread
a. Arah Drat/Thread
Sebagian besar arah drat ke kanan yang berarti mur diputar searah jarum jam
pada baut. Beberapa pemakaian khusus emerlukan penggunaan drat ke arah kiri
yang diputar berlawanan arah jarum jam.

Gambar 5. Arah Drat/Thread


b. Kisar (Pitch) Drat
Kisar drat adalah jarak antara puncak yang sama pada drat yang berdampingan.

Gambar 6. Pitch Drat


1) Drat metrik adalah pitch diukur dalam satuan milimeter (mm), yaitu jarak
dari puncak drat satu ke puncak drat kedua.
2) Drat imperial (drat yag diukur dalam inchi), pitchnya dispesifikasikan
dalam drat per inchi yaitu jumlah drat dalam satu inchi.
B. FASTERNER/PENGIKAT
Untuk mengikat dua komponen menjadi satu berarti mereka digabungkan, dan
sambungan tersebut dipaten atau dikunci bersamaan. Yang dapat memungkinkan hal ini
adalah sebuah alat pengikat (fastener). Titik yang paling lemah pada semua rakitan
adalah pada alat pengikat (fastener). Oleh sebab itu sangat penting bagi Anda
mengetahui kekuatan alat pengikat (fastener) yang dibutuhkan. Selanjutnya adalah
bahwa alat pengikat (fastener) tersebut harus digunakan dengan benar, dan untuk mur-
mur serta bautbaut, yang merupakan alat pengikat mekanis yang paling umum, ukuran
torsi yang tepat harus selalu digunakan. Kekuatan alat pengikat (fastener) seperti tadi
ditentukan oleh ketebalan, atau diameternya, dan bahan pembuatnya. Jika perlu
meningkatkan kekuatan alat pengikat (fastener), Anda harus memperbesar ukurannya,
atau pilih yang sama ukurannya tapi terbuat dari bahan yang lebih kuat.
1. Jenis-jenis Fastener
a. Baut/Bolt
1) Baut Kepala Hexagonal
a) Baut Kepala Hexagonal Tipe Flange
Bagian kepala baut yang mengalami kontak dengan part memiliki
permukaan yang lebar untuk meredam tekanan kontak yang digunakan
kembali oleh kepala baut pada part. Oleh karena itu, ia lebih efektif
dalam meminimalkan kemungkinan merusak part.

Gambar 7. Baut Kepala Hexagonal Tipe Flange


b) Baut Kepala Hexagonal Tipe Washer
Keefektifannya serupa dengan tipe flange. Ia juga efektif saat digunakan
untuk mengencangkan part yang memiliki lubang dengan diameter yang
lebih lebar daripada kepala baut. Tipe ini menggunakan washer pegas
diantara kepala baut dan washer untuk meminimalkan pengendoran baut.
Gambar 8. Baut Kepala Hexagonal Tipe Washer
2) Baut (Bolt)
Biasanya tidak seluruhnya berulir dan mungkin dipasang dengan sebuah
mur atau disekerupkan ke dalam lubang berulir pada sebuah komponen.

Gambar 9. Baut
3) Sekerup Pengikat (Set Screw)
Serupa dengan baut tetapi berdrat penuh. Biasanya lebih dikenal dengan
nama sekerup

Gambar 10. Set Screw


4) Baut Tanam (Stud)
Baut berkepala bulat ini mempunyai sebagian dari tangkainya yang
berbentuk persegi untuk menahan baut, yang dapat digunakan untuk
mengikat lantai kayu dari bodi truk atau untuk besi bemper.

Gambar 11. Baut Tanam


Metode untuk Melepas dan Mengganti Baut Tanam
Untuk mengencangkan baut tanam, pasang dua mur pada baut
tanam dan kencangkan bersama-sama. Lalu putar untuk
mengencangkan atau mengendorkan baut tanam. Teknik ini disebut
sebagai “mur ganda”. Dengan teknik ini, pengencangan dan
penguncian ke dua mur terhadap satu dan yang lainnya
memungkinkan mur untuk melaksanakan fungsi kepala baut dari
baut biasa. Adapun metodenya adalah sebagai berikut:
 Untuk memasang baut tanam, putar bagian atas mur ke
arah pengencangan.
 Untuk melepas baut tanam, putar bagian dasar mur ke
arah pengendoran.
5) Baut Berkepala Bulat (Cup Head Bolt)
Baut berkepala bulat ini mempunyai sebagian dari tangkainya yang
berbentuk persegi untuk menahan baut, yang dapat digunakan untuk
mengikat lantai kayu dari bodi truk atau untuk besi bemper.
Gambar 12. Cup Head Bolt
6) Metal Thread
Sebuah sekerup berdrat penuh dengan diameter kecil yang dilengkapi
dengan sebuah mur persegi atau heksagon. Kepalanya dapat berbentuk
bulat atau “kepala keju” dan mempunyai sebuah alur untuk obeng. Metal
thread digunakan untuk melekatkan komponen yang ringan atau
penopang (bracket) yang kecil.

Gambar 13. Metal Thread


7) Gutter Bolt
Berdrat penuh dan sering kali digalvaniskan (galvanised) dengan sebuah
kepala berbentuk kubah dan sebuah alur untuk obeng. Digunakan dengan
sebuah mur untuk mengikat bahan yang ringan dan logam lembaran.

Gambar 14. Gutter Bolt


8) Grub Screw
Sebuah sekerup tanpa kepala yang mungkin dilengkapi dengan alur
untuk obeng atau sebuah lekukan untuk Allen key. Digunakan jika
sekerup harus terpasang di bawah permukaan yang terbenam.

Gambar 15.Grub Screw

9) Self Tapping Screw


Sekerup ini akan membentuk drat sendiri ke dalam logam yang tipis.
Biasanya digunakan langsung ke dalam logam lembaran atau mur logam
lembaran khusus dipasangkan pada komponen tersebut. Semua bentuk
kepala sekerup bisa digunakan dengan self tapping screws.

Gambar 16. Self Tapping Screw


10) Baut U
Digunakan untuk menahan pegas daun (leaf springs) pada poros sumbu
kendaraan, dan pada sistem pembuangan/knalpot (exhaust system).

Gambar 17. Baut U


11) Baut Plastik Region
Baut-baut plastic region, yang menawarkan stabilitas dan tegangan
axial yang tinggi, digunakan sebagai baut kepala silinder dan baut-baut
tutup bantalan pada beberapa mesin.Kepala baut memiliki dan luar
dodecagon (dalam dan luar).

Gambar 18. Baut Plastik Region


i. Ketentuan Penggunaan Kembali Baut Plastik Region
Baut plastic region mengubah dirinya sendiri menggunakan
tenaga poros. Terdapat dua metode untuk menentukan
penggunaan kembali baut plastic region, yaitu:
a) Ukur Penyempitan Baut

Gambar 19. Pengukuran Penyempitan Baut Plastik Region


b) Ukur Panjang Baut

Gambar 20. Pengukuran Perpanjangan Baut Plastic Region


ii. Metode untuk Mengencangkan Baut-Baut Plastic Region
Gambar 21. Metode pengencangan baut plastik region
Metode untuk mengencangkan baut plastic region berbeda dari
dari pengencangan baut biasa. Cara mengencangkan baut plastic
region adalah sebagai berikut:
 Kencangkan baut plastik dengan mneggunakan momen
yang telah ditentukan.
 Letakkan tanda cat pada bagian aas baut.
 Kencangkan mengikuti petunnjuk di buku pedoman
reparasi
 Untuk mengencangkan baut plastic region adalah perlu
untuk mengikuti petunjuk pada buku pedoman reparasi
karena terdapat dua tipe metode pengencangan untuk
baut-baut plastic region.
 Metode dimana baut pertama-tama dikencangkan ke
momen spesifikasi, dan hanya tambahkan 90 derajat.
 Metode dimana baut pertama-tama dikencangkan ke
momen spesifikasi, dan kemudian tambahkan dua
pergerakan sebesar masing-masing 90 derajat, dengan
total pengencangan sebesar 180 derajat.
 Cara pengencangan berdasarkan metode pengencangan
baut plastic region, yaitu kencangkan baut melampaui
bagian elastis, dimana menaikkan bagian pada tegangan
axial dan sudut putaran baut.Lalu, klemkan pada plastic
region, dimana hanya sudut putaran baut saja yang
berubah dan teganga axial baut tetap tidak berubah.
Metode pengencangan ini menurunkan ketidakmerataan
tegangan axial pada sudut putaran baut, dan meningkatkan
tegangan axial yang stabil.
12) Kode Baut
Baut memiliki nama-nama yang berbeda untuk mengidentifikasi ukuran
dan kekuaatannya. Baut-baut yang digunakan pada kendaraan dipilih
menurut kekuatan dan ukurannya yang dibutuhkan oleh masing-masing
are tersebut. Oleh karena itu nama-nama baut adalah salah satu dasar
pelaksanaan perawatan.

Gambar 22. Cara Penulisan Kode Baut


Contoh :
M 8 x 1.25-4T
Keterangan :
M = tipe alur (“M” kependekan dari alur metrik, tipe-tipe lain
alur adalah “S” untuk
alur kecil dan “UNC” untuk alur kasar yang disatukan.
8 = diameter luar baut
1.25 = tinggi alur (mm)
4T = kekuatan
Nomor menunjukkan 1/10 dari daya rentang minimum dalam
unit kgf/mm2 dan
huruf adalah kependekan dari daya rentang. Kekuatan
distempelkan pada baut kepala.
13) Spesifikasi Pengerasan Baut

Gambar 23. Tabel Spesifikasi Pengerasan Baut


14) Metode Pengencangan Baut

Gambar 23. Metode Pengencangan Baut

Baut-baut dikencangkan dengan kunci momen ke momen spesifikasi


yang tertera padabuku pedoman reparasi.
Adapun metode pengencangan yang dapat dilakukan diantaranya :
 Gunakan kunci momen, kencangkan sebuah baut atau mur ke
15Nm (150 kgf cm).
 Gunakan kunci boxe end (offset), kencangkan kembali dengan cara
yang serupa.
15) Metode Melepas dan Mengganti Baut Tanam
b. Mur
1) Tipe-Tipe Mur
a) Mur Hexagonal
Mur tipe ini adalah yang paling umum digunakan. Beberapa diantaranya
memiliki flange di bawah mur.

Gambar 24. Mur Hexagonal


b) Mur bertutup
Mur-mur ini digunakan sebagai mur-mur hub roda alumunium dan
memiliki tutup yang menutup alur-alurnya. Mur-mur ini digunakan
untuk mencegah agar ujung-ujung baut tidak berkarat atau untuk tujuan
estetika.

Gambar 25. Mur Bertutup


c) Castle Nut (Mur Bergalur)
Mur-mur ini memiliki galur silinder bergalur. Untuk mencegah agar
mur tidak berputar dan menjadi kendor, sebuah cotter pin dimasukkan
ke dalam galur. Mur-mur ini digunakan pada berbagai macam
persambungan, seperti pada sistem kemudi.

Gambar 26. Mur Bergalur