Anda di halaman 1dari 8

Semua unsur dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat magnetnya menjadi lima jenis

yang bergantung pada suseptibilitas magnetnya. Pada umumnya, jenis magnet yang sering
ditemukan adalah diamagnetik dan paramagnetik. Penggolongan sifat magnet dari unsur-
unsur ditunjukkan dalam tabel periodek di bawah ini:
Gambar 1. Tabel periodic unsure, menunjukkan sifar magnet unsur-unsur pada temperatur
kamar.
Pada tabel periodik unsur di atas, terlihat bahwa sebagian besar unsur besifat
paramagnetic, sedangkan material yang bersifat feromagnetik dan antiferomagnetik hanya
ditemukan sedikit didalam unsur murni. Untuk material yang memiliki sifat ferimagnetik
hanya ditemukan dalam senyawa, seperti campuran oksida yang disebut ferrite yang berasal
dari ferimagnetik.

Klasifikasi bahan magnet


Berdasarkan sifat kemagnetannya bahan dapat diklasifikasikan kedalam 5 jenis yaitu
Diamagnetik, paramagnetik, ferromagnetik, antiferromagnetik dan ferimagnetik.
Feromagnetik
Feromagnetik memiliki momen magnetik permanen tanpa adanya medan magnet
yang diberikan dari luar. Feromagnetik teletak pada logam transisi, diantaranya adalah Fe,
Co, Ni serta pada logam tanah jarang (rare earth) seperti Nd, dan Gd.

Gambar 2. Susunan momen dipol magnet untuk material feromagnetik dengan/ tanpa adanya
medan magnet dari luar serta kurva B vs H

Paramagnetik
Material paramagnetik mempunyai nilai suseptibilitas magnet yang kecil namun
masih bernilai positif. Dengan adanya medan magnet yang diberikan pada material
paramagnetik, maka dwikutub atom yang bebas berotasi akan mensejajarkan arah sesuai
dengan arah medan magnet. Kemudian permeabilitas relatif (yang lebih besar dari satu) dan
suseptibilitas magnetik akan sedikit naik. Oleh karena itu, magnetisasi bahan akan muncul
jika ada medan dari luar serta dipol magnetik bertindak secara individual tanpa saling
berinteraksi dengan dipol yang berdekatan. Dipol yang sejajar dengan medan magnet dari
luar, akan memunculkan permeabilitas relatif (μr) yang lebih besar dari satu.

Gambar 3. Susunan momen dipol magnet akibat medan magnet dari luar dan kurva 1/χ vs T
Antiferomagnetik
Gabungan momen magnetik antara atom-atom atau ion-ion yang berdekatan dalam
suatu golongan bahan tertentu akan menghasilkan pensejajaran anti paralel. Gejala ini disebut
anti-feromagnetik. Sifat tersebut antara lain terdapat pada MnO, bahan keramik yang bersifat
ionik yang memiliki ion-ion Mn2+ dan O2-. Tidak ada momen magnetik netto yang
dihasilkan oleh ion O2-, hal ini disebabkan karena adanya aksi saling menghilangkan total
pada kedua momen spin dan orbital. Tetapi ion Mn2+ memiliki momen magnetik netto yang
terutama berasal dari gerak spin. Ion-ion Mn2+ ini tersusun dalam struktur kristal sedemikian
rupa sehingga momen dari ion yang berdekatan adalah antiparalel. Karena momen-momen
magnetik yang berlawanan tersebut saling menghilangkan, bahan MnO secara keseluruhan
tidak memiliki momen magnetik.

Gambar 5. Susunan momen dipol magnet serta kurva 1/χ vs T


Diamagnetik
Material diamagnetik mempunyai susceptibility magnetik yang kecil dan bernilai
negatif. Diamagnetik merupakan sifat magnet yang paling lemah, yaitu tidak permanen dan
hanya muncul selama berada dalam medan magnet luar. Besarnya momen magnetik yang
diinduksikan sangat kecil, dan dengan arah yang berlawanan dengan arah medan luar.
Permeabilitas relatif (μr) lebih kecil dari satu dan suseptibilitas magnetiknya negatif,
sehingga besaran B dalam bahan diamagnetik lebih kecil daripada dalam vakum. Jika
disimpan diantara kutub-kutub dari electromagnet yang kuat, material diamagnetik akan
ditarik ke daerah yang bermedan lemah.

Gambar 4. Susunan momen dipol magnet dan kurva 1/χ vs T


Secara umum sifat-sifat material magnetik dapat disimpulkan dalam tabel berikut ini:

Gambar 6. Klasifikasi material magnetik berdasarkan susunan momen dipol atau spin[3].

Bahan Diamagnetik
Bahan diamagnetik adalah bahan yang resultan medan magnet atomis masing-masing
atom atau molekulnya nol, tetapi orbit dan spinnya tidak nol (Halliday & Resnick, 1989).
Bahan diamagnetik tidak mempunyai momen dipol magnet permanen. Jika bahan
diamagnetik diberi medan magnet luar, maka elektron-elektron dalam atom akan berubah
gerakannya sedemikian hingga menghasilkan resultan medan magnet atomis yang arahnya
berlawanan.
Sifat diamagnetik bahan ditimbulkan oleh gerak orbital elektron sehingga semua
bahan bersifat diamagnetik karena atomnya mempunyai elektron orbital.Bahan dapat bersifat
magnet apabila susunan atom dalam bahan tersebut mempunyaispin elektron yang tidak
berpasangan.

Dalam bahan diamagnetik hampir semua spinelektron berpasangan, akibatnya bahan

ini tidak menarik garis gaya. Permeabilitas bahan diamagnetik adalah 0——<>m . Contoh

bahan diamagnetik yaitu : bismut, perak,emas, tembaga dan seng.Bahan diagmanetik


memiliki negatif, kerentanan lemah untuk medan magnet. bahan Diamagnetic sedikit ditolak
oleh medan magnet dan materi tidak mempertahankan sifat magnetik ketika bidang eksternal
dihapus. Dalam bahan diamagnetic semua elektron dipasangkan sehingga tidak ada magnet
permanen saat bersih per atom. sifat Diamagnetic timbul dari penataan kembali dari orbit
elektron dibawah pengaruh medan magnet luar. Sebagian besar unsur dalam tabel periodik,
termasuk tembaga, perak, dan emas, adalah diamagnetic. Diamagnetisme adalah sifat suatu
benda untuk menciptakan suatu medan magnet ketika dikenai medan magnet. Sifat ini
menyebabkan efek tolak menolak.
Diamagnetik adalah salah satu bentuk magnet yang cukup lemah, dengan
pengecualian superkonduktor yang memiliki kekuatan magnet yang kuat. Semua material
menunjukkan peristiwa diamagnetik ketika berada dalam medan magnet. Oleh karena itu,
diamagnetik adalah peristiwa yang umum terjadi karena pasangan elektron, termasuk
elektron inti di atom, selalu menghasilkan peristiwa diamagnetik yang lemah. Namun
demikian, kekuatan magnet material diamagnetik jauh lebih lemah dibandingkan kekuatan
magnet material feromagnetik ataupun paramagnetik. Material yang disebut diamagnetik
umumnya berupa benda yang disebut 'non-magnetik', termasuk di antaranya air, kayu,
senyawa organic seperti minyak bumi dan beberapa jenis plastik, serta beberapa logam
seperti tembaga, merkuri ,emas dan bismut. Superkonduktor adalah contoh diamagnetic
sempurna.
Secara susunan konpigurasi elektron kita dapat lihat bahwa bahan diamagnetik terlihat
memiliki elektron yang tidak berpasangan dengan jumlah yang relatif banyak jika
dibandingkan dengan jenis bahan magnet lainnya seperti yang dapat kita lihat pada tabel
dibawah ini :
Ciri-ciri dari bahan diamagnetic
1. Bahan yang resultan medan magnet atomis masing-masing atom/molekulnya adalah nol.
2. Jika solenoida dirnasukkan bahan ini, induksi magnetik yang timbul lebih kecil.
3. Permeabilitas bahan ini: u <> o.

Sejarah Singkat
Pada tahun 1778, S. J. Bergman menjadi orang pertama yang berhasil mengamati
bahwa bismuth dan antimony ditolak oleh medan magnet luar. Susceptibilitas pada bahan ini
bernilai sangat kecil dan bernilai negatif sebagai tanda bahwa magnetisasi yang muncul pada
bahan ini berlawanan arah dengan medan magnet luar yang diberikan pada bahan tersebut.
Sifat diamagnetik bahan ditimbulkan oleh gerak orbital elektron sehingga semua bahan
bersifat diamagnetik karena atomnya mempunyai elektron orbital. Bahan dapat bersifat
magnet apabila susunan atom dalam bahan tersebut mempunyai spin elektron yang tidak
berpasangan. Dalam bahan diamagnetik hampir semua spin elektron berpasangan, akibatnya
bahan ini tidak menarik garis gaya.

Magnetisasi Pada Bahan Diamagnetik


Diamagnetisme adalah sifat suatu benda untuk menciptakan suatu medan magnet
ketika dikenai medan magnet. Sifat ini menyebabkan efek tolak menolak. Hal ini terjadi
karena Gerak orbital bertindak seperti loop arus kecil . Kita dapat mangibaratkan loop ini
berorientasi secara acak , seperti dalam kasus paramagnetik. Ketika medan magnet diberikan
pada sebuah elektron bebas dalam loop arus kecil, Induksi Faraday menyebabkan elektron
dipercepat atau diperlambat. Hal ini pada gilirannya mengubah arus efektif dalam lingkaran,
yang mengubah kekuatan dipol.

Karena muatan negatif dari elektron meningkat, dipol magnetik dalam arah yang
berlawanan dengan arah medan magnet timbul.

Bahan Diamagnetik dalam medan magnet


Bila bahan diamagnetik ditempatkan dalam medan magnet H, maka vektor
magnetisasi M akan berarah berlawanan dengan medan luar dan menyebabkan medan di
dalam material sedikit lebih kecil dari µ0 H.
Jika bahan diamagnetik diberi medan magnet luar, maka elektron-elektron dalam
atom akan berubah gerakannya sedemikian hingga menghasilkan resultan medan magnet
atomis yang arahnya berlawanan. Karena medan magnet atomis yang berlawanan maka
menimbulkan gaya yang dapat menyebabkan saling tolak menolak anatara bahan diamagnetik
dengan sumber magnet. Dan gaya ini lah salah satu faktor adanya diamagnetic levitation.
Serta resultan medan dalam bahan Nol.

Teori Diamagnetik
Dipol – dipol dalam bahan tidak permanen, efek magnetiknya sangat kecil, momen
induksinya cenderung berlawanan arah dengan medan eksternalnya, sehingga
suseptibilitasnya berharga negatif dan relatif kecil, dan tidak tergantung pada perubahan
suhu. Ditinjau 2 teori diamagnetik :

1. Teori Diamagnetik Landau


Berdasarkan pada keberadaan elektron konduksi. Dalam daerah magnet (B) terdapat
muatan (q) yang bergerak dengan kecepatan v, maka berlaku :

F = q x (v x B),
dimana F adalah gaya yang bekerja (gaya Lorentz)

Lintasan muatannya berbentuk helik atau skrup. Untuk menyederhanakan ditinjau v


tegak lurus B, maka nilai F = q v B, sehingga lintasan berbentuk lingkaran. Sesuai hukum
lenz, gerakan muatan ini menimbulkan momen magnetik yang berlawanan arah dengan B.
kelakuan electron konduksi ini dapat menghasilkan diamagnetik pada bahan. Elektron
konduksi pada bahan, magnetisasi dirumuskan sebagai berikut :
, dan suseptibilitasnya
dimana : μB = permeabilitas bahan, μ0 = permeabilitas ruang hampa (4π.107Wb/A.m) dan N =
jumlah atom, V = volum bahan, k = kB = konstanta Boltzman, T = TF = suhu Fermi.

2. Teori Diamagnetik Langevin


Pada elektromagnetik, kita telah mengenal Hukum lenz : Saat fluks magnetik
pada rangkaian listrik berubah, arus imbas induksi akan muncul dalam arah
sedemikian rupa sehingga arah tersebut menentang perubahan yang
menghasilkannya. Pada superkonduktor atau pada orbit elektron dalam atom, arus
induksi sepanjang medannya ada. Medan magnet arus induksi berlawanan arah
dengan medan magnet luar dan momen medan magnet yang dihubungkan dengan
arus adalah momen diamagnetik. Pada logam normal ada kontribusi diamagnetik
dari konduksi elektron dan diamagnetisnya tidak dirusak oleh benturan elektron.
Perlakuan diamagnetik atom dan ion adalah dengan menggunakan
Teorema Larmor, yaitu : Dalam sebuah medan magnet, gerak elektron di sekitar
inti adalah sama dengan gerak tanpa medan magnet, kecuali untuk superposisi
dari sebuah presisi elektron dengan frekuensi sudut :

Aplikasi Bahan Diamagnetik Pada Kreta Maglev


Dalam suatu desain, kereta dapat diangkat oleh gaya tolak magnet dan dapat melaju
dengan motor linear.Pengangkatan magnetik murni menggunakan elektromagnet atau magnet
permanen tidak stabil karena teori Earnshaw; Diamagnetik dan magnet superkonduktivitas
dapat menopang maglev dengan stabil.Berat dari elektromagnet besar juga merupakan isu
utama dalam desain. Medan magnet yang sangat kuat dibutuhkan untuk mengangkat kereta
yang berat.Efek dari medan magnetik yang kuat tidak diketahui banyak. Oleh karena itu
untuk keamanan penumpang, pelindungan dibutuhkan, yang dapat menambah berat kereta.
Konsepnya mudah namun teknik dan desainnya kompleks. Kereta maglev, merupakan kereta
yang menggunakan magnet sebagai alat bantu dalam bergerak, MagLev adalah singkatan dari
MAGnetically LEVitated trains.Kereta jenis ini tidak beroda layaknya model kereta
konvensional, tetapi akan melayang secara magnetis, kelebihan jenis kereta ini adalah
kecepatan nya yang tinggi dan juga tidak perlu melakukan perawatan pada bagian roda roda
nya seperti kereta lain nya. Kereta ini banyak dijumpai di Jepang, prancis, amerika dan
jerman. Kereta ini mengambang sekitar 110 mm diatas rel,Dorongan ke depan dilakukan
melalui interaksi antara rel magnetik dengan mesin induksi yang juga menghasilkan medan
magnetik di dalam kereta.Untuk kereta jenis ini terdapat 3 kategori yaitu Yang tergantung
pada magnet superkonduktivitas (suspensi elektrodinamik), Yang tergantung pada
elektromagnetik terkontrol (suspensi elektromagnetik), Yang terbaru, mungkin lebih
ekonomis, menggunakan magnet permanen (Inductrack), Jepang and Jerman merupakan dua
negara yang aktif dalam pengembangan teknologi maglev menghasilkan banyak pendekatan
dan desain. Dalam suatu desain, kereta dapat diangkat oleh gaya tolak magnet dan dapat
melaju dengan motor linear.Pengangkatan magnetik murni menggunakan elektromagnet atau
magnet permanen tidak stabil karena teori Earnshaw; Diamagnetik dan magnet
superkonduktivitas dapat menopang maglev dengan stabil.
Secara sederhana prinsip dari kereta maglev ini adalah mengan memanfaatkan
magnetik trape, yaitu perangkap medan magnet hal ini dapat digambarkan dengan gambar
berikut :
Daftarpustaka

http://ericsonconcept.blogspot.com/2012/05/materi-diamagnetik.html
http://www.scribd.com/doc/57124587/Diamagnetic
http://www.bbemg.ulg.ac.be/en/general-information/electric-magnetic-
fields/electromagnetism.html
http://physics.ucsc.edu/~peter/231/magnetic_field/node5.html

http://dadanberbagiilmu.blogspot.co.id/2014/05/diamagnetik.html 6.29