Anda di halaman 1dari 2

NILAI

Soerjono Soekanto:
Nilai adalah konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik
dan buruk
Ciri-Ciri Nilai Sosial:
1. Konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat.
2. Disebarkan antara sesame masyarakat
3. Terbentuk melalui proses belajar (sosialisasi)
4. Bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia
5. Dapat mempengaruhi perkembangan diri seseorang
6. Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat
7. Cenderung berkaitan satu sama lain dan membentuk sistem nilai.
Fungsi nilai sosial (Suprapto).
1. Dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan harga sosial dari
suatu kelompok
2. Mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku
3. Penentu terakhir manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial
4. Alat solidaritas di kalangan kelompok masyarakat
5. Alat pengawas/control perilaku manusia

Pembagian Nilai sosial


Prof Notonegoro:
Nilai sosial dibagi menjadi tiga:
1. Nilai material
2. Nilai vital
3. Nilai kerohanian
a. Nilai kebenaran
b. Nilai keindahan
c. Nilai kebaikan
d. Nilai religious
Nilai berdasarkan cirinya:
1. Nilai dominan
a. Banyaknya penganut nilai tersebut
b. Lamanya nilai tersebut dianut atau digunakan
c. Tinggi rendahnya usaha pemberlakuan nilai tersebut
d. Prestise/kebanggaan penganut nilai tersebut di masyarakat.
2. Nilai yang mendarah daging
Nilai immaterial (ajaran/ideology, gagasan, religi)
Nilai material (kegunaan dan kenikmatan)
NORMA SOSIAL
Norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam
masyarakat.
Jika Nilai adalah sesuatu yang baik, diinginkan, dan dicita-citakan oleh
masyarakat, maka norma adalah aturan bertindak untuk mewujudkan cita-cita
tersebut.
Contoh norma larangan siswa mencontek.

Norma berfungsi mengatur dan mengendalikan perilaku masyarakat demi


terciptanya keteraturan sosial. Norma menjadi panduan.

Norma selalu disertai sanksi berupa hukuman atau hadiah.


Norma sosial yang mengatur masyarakat bersifat formal dan nonformal>
Formal : bersumber dari lembaga masyarakat (institusi)
Nonformal : tidak tertulis dan jumlahnya lebih banyak dari yang formal.

Dilihat dari kekuatan mengikat terhadap masyarakat, Norma dibagi menjadi


beberapa tingkatan:
1. Cara (usage)
2. Kebiasaan (folkways)
3. Tata kelakuan (mores)
4. Adat istiadat (custom)
Dari jenis, Norma dibagi
1. Norma agama (menjalankan 10 perintah Tuhan)
2. Norma kesusilaan (masyarakat menolak pembunuhan)
3. Norma kesopanan (tidak memakai perhiasan menyolok pada saat
pemakaman)
4. Norma kebiasaan (pulang kampong hari raya)
5. Norma hukum (aturan wajib pajak, pake helm).