Anda di halaman 1dari 39

FISIOLOGI KERJA

(II)
hanna.udinus@gmail.com
Teknik industri 2015
Proses Metabolisme
• Proses metabolisme menghasilkan panas & 
energi untuk kerja lewat sistem otot
manusia. 

• Unit/satuan yang digunakan :
–1 Kilokalori = 4.2 KJ
–1 Watt  = 1 Joule / detik
–1 liter O2  = 4.8 Kcal  = 20 KJ
Pengukuran Kerja Fisik
ƒ Konsep Horse Power (foot‐pounds of work per 
minute) oleh Taylor (tidak memuaskan) 
ƒ Tingkat konsumsi energi untuk mengukur 
pengeluaran energi
ƒ Perubahan tingkat kerja jantung dan konsumsi 
oksigen (metode baru
Energi Kerja
• Kalori kerja ini menunjukkan tingkat ketegangan otot
tubuh manusia dalam hubungannya dengan:
– Jenis kerja berat
– Tingkat usaha kerjanya
– Kebutuhan waktu untuk istirahat
– Efisiensi dari berbagai jenis perkakas kerja
– Produktivitas dari berbagai variasi cara kerja

• Konsumsi Energi Total terbagi atas :


– Metabolisme basal
– Kalori untuk bersantai
– Kalori untuk bekerja
Konsumsi Energi yang dipakai Manusia
• 5000

• 4000

• 3000                                              Work  Calories

• 2000 Leisure Calories

• 1000 Basic Metabolism

• 1000         1600             2000          3000
Respon Fisiologi terhadap Kerja
• Denyut nadi pada saat istirahat (resting pulse) adalah rata‐
rata denyut nadi sebelum pekerjaan dimulai
• Denyut nadi selama bekerja (working pulse) adalah rata‐
rata denyut nadi selama seseorang bekerja
• Denyut nadi untuk kerja (work pulse) adalah selisih antara
denyut nadi selama bekerja dan selama istirahat
• Denyut nadi selama istirahat total (total recovery cost) 
adalah jumlah aljabar denyut nadi dari berhentinya denyut
pada saat suatu pekerjaan selesai dikerjakan sampai
dengan denyut berada pada kondisi istirahat
• Denyut kerja total (total work or cardiac cost) adalah
jumlah denyut jantung dari mulainya suatu pekerjaan
sampai dengan denyut berada pada kondisi istirahatnya
(resting level)
Penentuan konsumsi
energi
• Secara langsung ‐ mengetahui konsumsi
oksigen
‐ Douglas Bag
‐ Oxylog
• Secara tidak langsung ‐ mengetahui
kecepatan denyut jantung.
The Douglas Bag Oxylog
Konsumsi Energi berdasarkan
Konsumsi Oksigen 1
• Konsumsi oksigen adalah merupakan faktor dari proses 
metabolisme yang berhubungan dengan konsumsi
energi.
• Konsumsi oksigen akan tetap diperlukan walau sedang
tidak bekerja/istirahat ‐ Metabolisme bassal
• energi total (gross energy): energi yang dibutuhkan
saat bekerja
• Konsumsi energi bersih (net energy): energi total 
dikurangi metabolisme bassal

Net energy = energi total – metabolisme bassal


A Metabolisme Basal

• Adalah konsumsi energi secara konstant pada
saat istirahat.
• Pria      (70 kg) : 1700 kcal/24 jam
• Wanita (60 kg) : 1400 kcal/24 jam
• Pada kondisi metabolisme basal semua energi
kimia dari zat makanan dikonversi mjd panas
B Kalori Untuk Bekerja

• Konsumsi energi dimulai pada saat pekerjaan
fisik dimulai.
• Semakin berat beban kerja fisik tersebut, 
maka semakin banyak pula konsumsi
energinya kalori kerja

Kalori kerja = konsumsi energi bekerja – konsumsi energi istirahat


Konsumsi Energi Berdasarkan
2 Denyut Jantung
• Kondisi normal / istirahat, laju detak jantung
manusia berkisar diantara 70 bit/menit.
• Kondisi bekerja, rata‐rata laju detak jantung
mengalami kenaikan menjadi sekitar 110 
bit/menit.
Siklus Denyut Jantung
(Grandjean, 1986)
Pengukuran Denyut Jantung
• Menggunakan alat seperti cardio tachometer
dan pulse meter
• Diukur secara manual dengan meraba 
denyutan pada arteri radialis kemudian

Rumus :
Cardio Tachometer Pulse Meter

Denyut nadi maksimum (DNM)


Maks denyut nadi = 200‐0.65 x usia (dalam tahun)
Persamaan Konsumsi Energi
a. Persamaan Garg (1976)
Persamaan untuk mengestimasi pengeluaran energi
pada pekerjaan pengangkatan beban (waters et al, 
1994)
Notasi :
E     = Pengeluaran energi (Kkal/menit)
BW = Berat Badan (lbs)
L = Berat angkatan
S = Jenis Kelamin (pria = 1 , wanita = 0)
F = Frekuensi angkatan (angkatan/menit)

b. Persamaan astuti (1985)


C. Persamaan Rahmaniar (2007) 
Setelah kecepatan denyut jantung di konversikan ke energi, maka
pengeluaran energi untuk kerja tertentu dapat dihitung
dengan menggunakan rumus :

Dengan :
KE  = Konsumsi Energi (kilokalori)
Et   = Pengeluaran energi setelah kerja (kilokalori)
Ei = Pengeluaran energi saat istirahat (kilokalori)
Kriteria pekerjaan berdasar konsumsi oksigen, 
denyut jantung, dan energy expenditure
Kerja-Konsumsi Oksigen dan Denyut Nadi

Assesment Oxygen Lung Rectal Temp Heart Rate


of Work Load Consm Ventilation 0C Pulse/mnt
L/mnt L/mnt
Very Low 0.25-0.3 6-7 37.5 60-70
(resting)
Low 0.5-1 11-20 37.5 75-100

Moderate 1-1.5 20-31 37.5-38 100-125

High 1.5-2 31-43 38-38.5 125-150

Very High 2-2.5 43-56 38.5-39 150-175

Extremely High 2.4-4 60-100 Over 39 Over 175


(e.g sport)

21
Efisiensi Penggunaan Energi
kerja eksternal kerja eksternal
x 100% or x 100%
konsumsi energi total energi untuk bekerja

Panas
Energi Energi eksternal
Energi
eksternal
untuk
total
Energi internal
kerja Panas

Metabolisme Dasar
} dalam tubuh

Aktivitas % Efisiensi
Mencangkul:cangkul pendek,postur  3
membungkuk
Naik turun tangga (ladder) 19
Naik turun tangga (stairs) 23
22
Faktor Apa yang Berpengaruh
Terhadap Kapasitas Kerja ?
Personal Lingkungan
)Berat Badan 9 Polusi
)Umur→ kapasitas 9 Kualitas udara dalam
aerobik usia 60 tahun ruangan
70% dari usia 25 tahun 9 Ventilasi
)Konsumsi alkohol 9 Kebisingan
)Merokok 9 Panas atau dingin yang 
)Training ekstrim
)Status gizi dan 9 Iklim
kesehatan 9 Ketinggian
)Motivasi

23
Penilaian Beban Kerja FISIK
• Beban kerja fisik tidak hanya ditentukan oleh jumlah
kalori yang dikonsumsi, tetapi juga ditentukan oleh
jumlah otot yang terlibat dan beban statis yang 
diterima serta tekanan panas dari lingkungan kerjanya
yang dapat meningkatkan denyut nadi. 

• denyut nadi lebih mudah dan dapat digunakan untuk


menghitung indek beban kerja. Salah satu cara yang 
sederhana untuk menghitung denyut nadi adalah
dengan merasakan denyutan pada arteri radialis pada
pergelangan tangan.
Standard Energi Kerja
ƒ Maksimum energi yang dikonsumsi untuk
melaksanakan kerja fisik berat secara terus
menerus = 5,2 Kkal/menit

ƒ Dapat pula dikonversikan dalam bentuk:


– Konsumsi oksigen = 1,08 liter Oksigen/menit
– Tenaga/Daya = 21,84 KJ/menit = 364 watt
Penerapan Konsumsi Energi
• Perancangan kerja untuk pemindahan beban
variabel ysng ditinjau berat beban yang 
diangkat.
• Perancangan produk yang mengaplikasikan
energi yang dikonsumsi pekerja.
Studi Kasus : I

Seorang pekerja beraktivitas mengangkat beras


beratnya 50 Kg. Denyut jantung sebelum
bekerja adalah 90 pulse , setelah bekerja 130 
pulse.Hitunglah konsumsi energi pekerja
berdasarkan persamaan astuti!
FATIGUE
ƒ Kelelahan pada syaraf dan otot sehingga tidak dapat
berfungsi sebagaimana mestinya
ƒ Kelelahan meliputi :
1. Industry fatique:  penurunan dalam performansi kerja
Pengurangan dalam kecepatan dan kualitas output yang 
terjadi bila melewati suatu periode tertentu
2. Psikologis fatique: pengurangan dalam kapasitas kerja
perusakan otot atau ketidakseimbangan susunan saraf
untuk memberikan stimulus
3. Fungtional fatique : laporan‐laporan subyektif dari
pekerja berhubungan dengan perasaan gelisah dan
bosan
Pengaturan Waktu Kerja dan Istirahat
• Tujuan pemberian waktu istirahat :
)Mencegah kelelahan→penurunan kemampuan fisik dan
mental, hilangnya efisiensi kerja
)Kesempatan tubuh untuk pemulihan dan penyegaran
)Kesempatan untuk kontak sosial
• Macam istirahat
)Istirahat spontan : istirahat pendek setelah pembebanan
kerja
)Istirahat curian : terjadi jika beban kerja tak dapat
diimbangi oleh kemampuan kerja
)Istirahat tergantung dari prosedur kerja
)Istirahat yang ditetapkan atas peraturan perundangan
• Pengaturan jam kerja yang baik→minimalisasi
istirahat spontan dan curian
Pengukuran periode istirahat
• Murrel (1965), tubuh masih punya cadangan 25kcal 
sebelum muncul asam laktat
• Jika bekerja >5,2 kcal/menit cadangan energi akan
hilang
• 1 L oksigen setara dengan 4,8 kcal
• Berdasarkan kapasitas oksigen
R= T(b‐s)/(b‐0.3)
R= istirahat yang dibutuhkan (menit)
T= panjang periode kerja (menit)
b= kapasitas oksigen saat kerja(L/min)
s= kapasitas oksigen saat istirahat (L/min)
Panjang Periode Kerja dan Istirahat
A Lamanya Waktu Kerja

25
Tw = menit
K −5
K     = konsumsi energi selama pekerjaan
berlangsung (kkal/mnt)
(K‐5) = habisnya cadangan energi (kkal/mnt)
Tw = waktu kerja (working time), (menit)
B Lamanya Waktu Istirahat

T (K − S )
TR =
K − 1.5

T = total waktu kerja (menit)


K = konsumsi energi rata‐rata (kkal/menit)
S =pengeluaran energi rata‐rata yang direkomendasikan
(biasanya 4 atau 5 kkal/menit)
• Lamanya waktu istirahat diharapkan cukup untuk
menghasilkan cadangan energi tersebut
• Diasumsikan bahwa selama istirahat jumlah energi adalah 1,5 
kcal/menit
• Tingkat energi dimana cadangan energi akan dapat dibangun
kembali adalah (5,0‐1,5) kcal/menit, Maka periode
istirahatnya adalah:

Waktu istirahat ini adalah konstan


dan diasumsikan berdasar pada
cadangan energi 25 Kkal sebelum
munculnya asam laktat
Studi Kasus : II

Suatu aktivitas kerja memerlukan energi rata‐


rata sebesar 5,2 Kcal/mnt selama periode 1 
jam. Standart beban kerja normal = 
4KCal/mnt. Berapa waktu istirahat yang 
diperlukan?
Studi Kasus : III
Pekerjaan Mencangkul (Shovelling) energi yang 
dikeluarkan adalah sebesar 9 Kkal/menit maka
waktu kerjanya ?
Studi Kasus : IV
Dilakukan pengukuran denyut jantung terhadap
pekerja selama 30 menit. Pengukuran
dilakukan setiap 1 menit dengan
menggunakan alat pengukur denyut jantung. 
Aktivitas yang dilakukan adalah pekerja
melakukan kegiatan pengeboran dan kegiatan
memotong balok kayu. Berikut adalah hasil
pengukuran aktivitas denyut jantung selama
30 menit. Hitunglah waktu kerja dan waktu
istirahat yang dibutuhkan oleh pekerja.
Menit ke Denyut Nadi Menit ke Denyut Nadi
1 119 16 120
2 124 17 121
3 114 18 123
4 120 19 121
5 118 20 121
6 119 21 122
7 112 22 129
8 113 23 110
9 122 24 112
10 122 25 118
11 113 26 128
12 119 27 128
13 121 28 116
14 125 29 114
15 122 30 125

37
Evaluasi ‘Non physical stress’

) Mental stress dapat dideteksi melalui


perubahan detak jantung
) Kalaeque (1981), melakukan penelitian
pengaruh faktor mental terhadap pekerja di
pabrik tembakau.
) Kelompok yang puas dalam bekerja→81 
denyut/menit
) Kelompok yang tidak puas→91 denyut/menit
) Pengukuran dengan kuesioner psikologi
.

38
Fitness for Work
) Kinerja kerja tergantung dari :
) Tingkat keterampilan
) Motivasi
) Physical fitness
) Fitness and Health ?
) Health →tidak menderita sakit
) Fitness →Kapasitas kardiovaskuler dan VO2 max
) Prinsip ‘fit the task to the men’ →not possible to redesign the 
working environment, menempatkan pekerja sesuai dengan
antara karakteristik fitness pekerja dan tuntutan tugas.
) Contoh : 
)Kategori A, denyut jantung <120 denyut/menit, cocok untuk pekerjaan
yang memerlukan usaha keras
)Kategori B, 121‐140 denyut/menit, untuk pekerjaan yang tidak terlalu
sulit, tidak dalam lingkungan kerja yang panas
39