Anda di halaman 1dari 13

PERCOBAAN 1

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA FISIKA

PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN MASSA JENIS GAS

Oleh:

KELOMPOK 7

Fadila Ika Seftiyana (160332605841)**

Emi Nurul Hidayati (160332605830)

Yustica May Sabella (160332605902)

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

2017
A. Tujuan Percobaan
Mahasiswa dapat menentukan berat molekul suatu senyawa yang mudah menguap
dengan cara mengukur massa jenis uap dari senyawa tersebut.

B. Dasar Teori
Gas mempunyai sifat bahwa molekul-molekulnya sangat berjauhan satu sama lain
sehingga hampir tidak ada gaya tarik menarik atau tolak menolak diantara molekul-
molekulnya sehingga gas akan mengembang dan mengisi seluruh ruang yang
ditempatinya, bagaimana pun besar dan bentuknya. Untuk memudahkan mempelajari
sifat-sifat gas ini baiklah dibayangkan adanya suatu gas ideal yang mempunyai sifat-
sifat :
1) Tidak ada gaya tarik menarik di antara molekul-molekulnya.
2) Volume dari molekul-molekul gas sendiri diabaikan.
3) Tidak ada perubahan energi dalam pada pengembangan.

Gas ideal merupakan kumpulan dari partikel-partikel suatu zat yang jaraknya
cukup jauh dibandingkan dengan ukuran partikelnya. Partikel-partikel itu selalu
bergerak secara acak ke segala arah. Pada saat partikel-partikel gas ideal itu
bertumbukan antar partikel atau dengan dinding akan terjadi tumbukan lenting
sempurna sehingga tidak terjadi kehilangan energi. Gas ideal merupakan gas yang
memenuhi asumsi-asumsi berikut :

1) Suatu gas terdiri atas molekul-molekul yang disebut molekul. Setiap molekul
identik (sama) sehingga tidak dapat dibedakan dengan molekul lainnya.
2) Molekul-molekul gas ideal bergerak secara acak ke segala arah.
3) Molekul-molekul gas ideal tersebar merata di seluruh bagian.
4) Jarak antara molekul gas jauh lebih besar daripada ukuran molekulnya.
5) Tidak ada gaya interaksi antarmolekul; kecuali jika antarmolekul saling
bertumbukan atau terjadi tumbukan antara molekul dengan dinding.
6) Semua tumbukan yang terjadi baik antarmolekul maupun antara molekul
dengan dinding merupakan tumbukan lenting sempurna dan terjadi pada waktu
yang sangat singkat (molekul dapat dipandang seperti bola keras yang licin).
7) Hukum-hukum Newton tentang gerak berlaku pada molekul gas ideal.
Kerapatan gas dipergunakan untuk menghitung berat molekul suatu gas. Cara
yang digunakan adalah dengan membandingkan suatu volume gas yang akan dihitung
berat molekulnya dengan berat gas yang telah diketahui berat molekulnya (sebagai
standar) pada temperatur atau suhu dan tekanan yang sama. Kerapatan gas didefinisikan
sebagai berat gas dalam gram per liter.

Percobaan ini merupakan alternatif lain dari metode penentuan berat molekul
berdasarkan massa jenis gas dengan alat victor meyer. Persamaan gas ideal dan massa
jenis gas dapat digunakan untuk menentukan berat molekul senyawa volatil. Dari
persamaan gas ideal :

𝑃𝑉 = 𝑛𝑅𝑇 .......... (1)

Konsep mol yang diperoleh;

𝑚
𝑃𝑉 = (𝑀 ) 𝑅𝑇 .........(2)

Persamaan (2) dapat diubah menjadi:

𝑚
𝑃(𝑀) = ( 𝑉 ) 𝑅𝑇

= 𝜌 𝑅𝑇 .........(3)

Keterangan :

M = Berat molekul (g)

P = Tekanan gas (mmHg atau atm)

V = Volume gas (mL)

T = Temperatur (K)

R = Tetapan gas (J/mol K)

𝜌 = Massa Jenis gas (g/mL)


Bila suatu cairan volatil dengan titik didih lebih kecil daripada
100℃ ditempatkan dalam labu erlenmeyer bertutup yang mempunyai lubang kecil pada
bagian penutupnya dan kemudian labu erlenmeyer tersebut dipanaskan sampai kurang
lebih 100℃, maka cairan volatil akan menguap dan uap tersebut akan mendorong udara
yang terdapat pada labu erlenmeyer keluar melaui lubang kecil tadi. Setelah semua
udara keluar, pada akhirnya uap cairan volatil akan keluar, sampai uap ini akan berhenti
keluar bila keadaan kesetimbangan tercapai, yaitu tekanan udara cairan dalam labu
erlenmeyer sama dengan tekanan udara luar. Pada kondisi kesetimbangan ini, labu
erlenmeyer hanya berisi uap cairan dengan tekanan sama dengan atmosfer, volume
sama dengan volume labu erlenmeyer, dan temperatur sama dengan temperatur titik
didih air dalam penangas air ( kurang lebih 100℃ ). Labu erlenmeyer ini kemudian
diambil dari penangas air, didinginkan dalam desikator dan ditimbang sehingga massa
gas yang terdapat didalamnya dapat diketahui. Kemudian dengan menggunakan
persamaan (3), berat molekul senyawa volatil tersebut dapat ditentukan.

C. Alat dan Bahan


Peralatan yang Digunakan :
1. Labu Erlenmeyer (150 mL)
2. Beaker Glass (600 mL)
3. Aluminium Foil
4. Karet Gelang
5. Jarum
6. Neraca Analitik
7. Desikator
8. Barometer

Bahan yang Digunakan :


1. Cairan Volatil X (Kloroform)
D. Prosedur Percobaan

Cairan Volatil X

 Diambil sebuah labu erlenmeyer berleher kecil yang bersih dan kering
 Ditutup labu erlenemeyer dengan aluminium foil dan karet gelang
 Ditimbang labu erlenmeyer berserta aluminium foil dan karet gelang dalam
neraca analitik
 Dimasukkan kurang lebih 5 ml larutan kloroform ke dalam labu erlenmeyer
 Ditutup kembali dengan menggunakan karet gelang erat-erat
 Direndam labu erlenmeyer dalam penangas air bersuhu kurang lebih 100ºC
 Diangkat labu erlenmeyer setelah semua cairan volatil menguap
 Ditempatkan labu erlenmeyer ke dalam desikator
 Ditimbang labu erlenmyer yang sudah dingin dengan neraca analitik
 Ditentukan volume labu erlenmyer dengan diisi air sampai penuh pada labu
erlenmeyer, ditimbang labu erlenmeyer beserta air
 Diukur tekanan atmosfer ruangan.

Hasil

E. Data Pengamatan
Massa Erlenmeyer kosong 74,69 g
Massa Erlenmeyer kosong + aluminium foil + karet gelang 75,69 g
Suhu air penangas 90oC
Massa Erlenmeyer + aluminium foil + karet gelang setelah di 76,19 g
desikator
Tekanan ruang 737 mmHg
Massa Erlenmeyer + air penuh 218,78 g
Suhu ruang 28oC
Suhu air 28oC
Massa air [(massa Erlenmeyer + air penuh) – (massa 144,09 g
Erlenmeyer kosong)]
F. Analisa Data dan Pembahasan
1. Faktor Koreksi
Nilai berat molekul hasil perhitungan akan mendekati nilai sebenarnya, tetapi
sebenarnya mengandung kesalahan. Ketika labu erlenmeyer kosong ini ditimbang,
labu ini penuh dengan udara. Setelah pemanasan dan pendinginan didalam desikator
tidak semua uap cairan kembali ke bentuk cairnya. Oleh karena itu massa sebenarnya
X harus ditambahkan dengan massa udara yang tidak dapat masuk kembali ke dalam
labu erlenmeyer karena adanya uap cairan yang tidak mengembun. Massa udara
tersebut diatas dapat dihitung dengan mengasumsikan bahwa tekanan parsial udara
yang tidak dapat masuk tadi sama dengan tekanan uap cairan X pada temperatur
kamar. Menghitung tekanan uap kloroform pada temperatur tertentu dapat
digunakan rumus :
6,90328 − 1163,03
𝐿𝑜𝑔 𝑃 =
(227,4 + 𝑇)
Keterangan :
T = Temperatur senyawa dalam ℃
P = Tekanan uap dalam mmHg
Berat Molekul Udara = 28,8 gram/mol

2. Berat Molekul Senyawa Volatil (Kloroform)


Pada percobaan ini dilakukan penentuan berat molekul berdasarkan massa
jenis gas. Langkah pertama yang dilakukan adalah menimbang labu erlenmeyer
beserta aluminium foil dan karet gelang dan didapatkan massa sebesar 74,69 g.
Selanjutnya yaitu mengisi labu erlenmeyer dengan cairan volatile 5 mL, dalam
percobaan ini cairan volatil yang digunakan adalah larutan kloroform. Labu
erlenmeyer kemudian ditutup kembali dengan aluminium foil dan karet gelang
sehingga tutup ini bersifat kedap udara. Pada tutup erlenmeyer diberi lubang kecil
yang bertujuan uap dapat keluar. Labu erlenmyer kemudian direndam dalam
penangas air yang bersuhu ±100ºC. Larutan tersebut dipanaskan hingga semua cairan
volatil menguap. Selanjutnya yaitu meletakkan labu erlenmeyer ke dalam desikator.
Setelah semua uap cairan volatil kembali menjadi cairan, labu erlenmeyer kemudian
ditimbang dan didapatkan massa sebesar 76,19 g. Untuk menghitung volume labu
erlenmyer yaitu dengan cara mengisi labu erlenmeyer dengan air sampai penuh dan
ditimbang. Volume air bisa diketahui bila massa jenis air pada suhu air dalam labu
erlenmeyer diketahui dengan menggunakan rumus :
𝑚
ρ= 𝑣

Berikut perhitungan berat molekul tanpa faktor koreksi, yaitu :


 Volume Erlenmeyer
Volume erlenmeyer dihitung dengan menggunakan massa jenis air dari tabel di
bawah ini (massa jenis air dinyatakan dalam gram/ml)
Suhu 0ºC 2ºC 4ºC 6ºC 8ºC

10ºC 0,9997 0,9995 0,9993 0,9990 0,9986

20ºC 0,9982 0,9978 0,9973 0,9968 0,9963

30ºC 0,9957 0,9951 0,9944 0,9937 0,9930

Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa suhu air sebesar 28oC. Jadi, massa
jenis air yaitu 0,9963 g/mL.
Massa air
Massa air = (massa Erlenmeyer + air penuh) – (massa Erlenmeyer kosong)
= 218,78 g – 74,69 g
= 144,09 g

Volume Erlenmeyer
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟
Volume erlenmeyer =
𝜌𝑎𝑖𝑟
144,09 𝑔
=
0,9963 𝑔/𝑚𝐿

= 144,625 mL

 Massa jenis uap


Massa uap kloroform = (Massa erlenmeyer setelah didesikator) –
(Massa Erlenmeyer + aluminium foil + karet gelang)
= 75,19 g – 74,69 g
= 0,5 g
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑢𝑎𝑝
Massa jenis uap = 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑒𝑟𝑙𝑒𝑛𝑚𝑒𝑦𝑒𝑟
0,5 𝑔
= 144,625 mL

= 3,46 x 10-3 g/mL


= 0,00346 g/mL

 Tekanan atmosfer
Diketahui tekanan atmosfer sebesar 737 mmHg
1 𝑎𝑡𝑚
737 mmHg x 760 𝑚𝑚𝐻𝑔 = 0,9697 atm

 Suhu penangas air


Diketahui suhu penangas air sebesar 90oC
90oC + 273 = 363K

 Berat molekul senyawa volatil tanpa faktor koreksi


Berdasarkan perhitungan diatas didapatkan data sebagai berikut :
P = 0,9697 atm
𝑔 1000 𝑚𝑙 𝑔
ρ = 0,00346 𝑚𝑙 x = 3,46 𝐿
1𝐿

T = 363 K
R = 0,0812 L.atm / K.mol

Perhitungan berat molekul senyawa :


P (BM) = ρ RT

0,9697 atm (BM) = 3,46 g/L x 0,0812 L.atm/K.mol x 363 K


101,986 𝑔.𝑎𝑡𝑚/𝑚𝑜𝑙
BM = 0,9697𝑎𝑡𝑚

BM = 105,172 g/mol

Jadi, berat molekul kloroform yang diperoleh berdasarkan percobaan


tanpa faktor koreksi yaitu sebesar 105,172 g/mol.
Massa molekul relatif Kloroform (CHCl3) secara teori
M = (Ar atom C) + (Ar atom H) + (3 x Ar atom Cl)
= 12,011 gram/mol + 1,008 gram/mol + (3x 35,453 gram/mol)
= 119,378 gram/mol

Berdasarkan hasil data percobaan diperoleh berat molekul CHCl3 sebesar 105,172
g/mol. Secara teoritis, massa molekul relatif CHCl3 sebesar 119,38 g/mol. Dari hasil
tersebut terdapat perbedaan nilai BM berdasarkan percobaan dan teori. Maka, dapat
dihitung persen kesalahan yang terjadi, yaitu sebagai berikut :

𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛−𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖𝑡𝑖𝑠


%kesalahan =| | × 100%
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖𝑡𝑖𝑠

105,172𝑔/𝑚𝐿 −119,3 𝑔/𝑚𝐿


=| 𝑔 | × 100%
119,38 ⁄𝑚𝑜𝑙

−14,208 𝑔/𝑚𝐿
=| | × 100%
119,38𝑔/𝑚𝐿

= 11,9 %

Jadi, persen kesalahan yang didapat yaitu sebesar 11,9 %. Kesalahan


yang terjadi dapat berasal dari alat ataupun dari praktikan.

Untuk mencari berat molekul dengan menggunakan faktor koreksi, diperlukan data
sebagai berikut :
 Untuk mengetahui tekanan uap kloroform pada suhu tertentu:
1163,03
log P = 6,90328 − (227,4 + T)
1163,03
log P = 6,90328 –
227,4+28

log P = 6,90328 – 4,554


log P = 2,349
P = 223,357 mmHg
1
P = 223,357 mmHg x
760 𝑚𝑚𝐻𝑔

= 0,294 mmHg
= 0,000387 𝑎𝑡𝑚
Massa udara yang tidak dapat masuk
Massa udara yang tidak dapat masuk jika massa molekul (berat molekul) udara
sebesar 28,8 gram/mol adalah sebagai berikut:

𝑚𝑅𝑇
PV =
𝐵𝑀
𝑃𝑉 𝐵𝑀
m =
𝑅𝑇
0,000387 atm x 0,144625 L x28,8 gr/mol
=
0,082 L.atm/ K.mol x 301 K

0,001612𝑔
=
24,682

= 6,531 x 10−5 g

Berat molekul kloroform jika ditambahkan dengan berat udara yang hilang :
𝑚𝑅𝑇
BM =
𝑃𝑉
(𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎+𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑢𝑎𝑝 𝑘𝑙𝑜𝑟𝑜𝑓𝑜𝑟𝑚) × 0,082𝐿.𝑎𝑡𝑚/𝐾𝑚𝑜𝑙 × 363𝐾
BM =
0,9697 atm × 0,144625 L

( 6,531 x 10−5 g+ 0,5 g) × 0,082 𝐿.𝑎𝑡𝑚/𝐾𝑚𝑜𝑙 ×365𝐾


=
0,9697 atm × 0,144625 L
14,967
= 𝑔/𝑚𝑜𝑙
0,140

BM = 106,90 g/mol

Jadi, berat molekul kloroform setelah ditambah berat udara yang hilang
adalah 106,90 g/mol

𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛−𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖𝑡𝑖𝑠


%kesalahan =| | × 100%
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑘𝑢𝑙 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖𝑡𝑖𝑠

106,90 𝑔/𝑚𝐿 −119,3 𝑔/𝑚𝐿


=| 𝑔 | × 100%
119,38 ⁄𝑚𝑜𝑙

−12,4 𝑔/𝑚𝐿
=| | × 100%
119,38𝑔/𝑚𝐿

= 10,39 %
Jadi, persen kesalahan yang didapat yaitu sebesar 10,39 %. Kesalahan
yang terjadi dapat berasal dari alat ataupun dari praktikan.

G. Kesimpulan
1. Berat molekul dari senyawa volatil yaitu kloroform (CHCl3) melalui percobaan
yang dilakukan oleh kelompok 7 tanpa faktor koreksi sebesar 105,172 g/mol dan
memiliki persen kesalahan sebesar 11,9%
2. Berat molekul dari senyawa volatil yaitu kloroform (CHCl3) melalui percobaan
yang dilakukan oleh kelompok 7 dengan faktor koreksi sebesar 106,90 g/mol
dan memiliki persen kesalahan sebesar 10,39%

H. Daftar Pustaka
Tim Kimia Fisika. 2017. Petunjuk Praktikum Kimia Fisika. Universitas Negeri
Malang: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Ijang, Rohman. Sri, Mulyani. 2000. Kimia Fisik 1. Universitas Pendidikan Jakarta:
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Wibowo, Heri. 2005. Larutan dan Penetapan Kimia Praktis. Universitas Negeri
Yogyakarta:Fakultas Teknik
PERTANYAAN
1. Apakah yang menjadi kesalahan utama dalam percobaan ini,
2. Dari analisis penentuan berat molekul suatu cairan X yang bersifat volatil
diperoleh nilai = 120 gr/mol. Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa
tersebut mengandung unsur karbon 10%, klor 89%, dan hydrogen 1%. Tentukan
rumus molekul senyawa tersebut.
Jawab:
1. Kesalahan utama yang terjadi adalah
 Ketidaktepatan pengamatan pada saat cairan dipanaskan dalam penangas.
Senyawa telah menguap semua atau belum, dapat menyebabkan
kesalahan dalam perhitungan. Bila saat pemanasan masih ada cairan yang
belum menguap, maka akan terjadi kesalahan perhitungan massa jenis
gas yang nantinya akan mempengaruhi perhitungan berat molekul.
 Ketidaktepatan pengamatan pada saat Erlenmeyer didinginkan dalam
desikator. Uap sudah sepenuhnya menjadi cairan atau belum dapat
menyebabkan kesalahan dalam penimbangan massa. Bila saat
pendinginan dalam desikator, uap belum seluruhnya mencair, maka akan
terjadi kesalahan perhitungan massa jenis gas, dimana nantinya akan
mempengaruhi pada perhitungan berat molekul.

2. C = 10/12 gram/mol = 0,833


Cl = 89/35,5 gr/mol = 2,55 Dibagi 0,833
H = 1/1 gr/mol =1
Maka : C = 1, Cl = 3, H = 1,2
Dari perbandingan persentase dengan massa molekul relatif maa didapatkan
rumus molekul unsur CHCl3. Untuk menentukan rumus molekul senyawanya
dapat menggunakan rumus berikut,
[CHCl3]n = 120 gr/mol
[(1x12) gr/mol + (3x35) gr/mol + (1x1) gr/mol]n = 120 gr/mol
[119,5 gr/mol]n = 120 gr/mol
n = 120 gr/mol = 1,004
119,5 gr/mol
Jadi rumus molekul senyawa tersebut adalah CHCl3.
Lampiran