Anda di halaman 1dari 2

Pelacakan Kasus DBD

No Dokumen :
203/B.8/SOP/UPT-BLUD.PKM.STG/I/2018

No. Revisi :1
SOP Tanggal Terbit : 31 Januari 2018

Halaman : 1/2

UPT-BLUD
NURDIN, SKM
PUSKESMAS SANTONG NIP.19691231 198903 1 044
1.Pengertian Sebuah upaya penemuan kasus secara dini. Penyakit Demam Berdarah
Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di
Indonesia. Penyakit ini termasuk penyakit menular yang disebabkan oleh
virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes
albopictus. Aedes aegypti lebih berperan dalam penularan penyakit ini,
karena hidupnya di dalam dan di sekitar rumah, sedangkan Aedes albopictus
di kebun, sehingga lebih jarang kontak dengan manusia
2.Tujuan Menemukan kasus secara dini agar segera dilakukan pengobatan yang cepat
dan tepat sesuai standar, sehingga dapt menyembuhkan kasus dari
penyakitnya, dan mencegah terjadinya penularan.
3.Kebijakan Keputusan Pemimpin UPT-BLUD Puskesmas Santong
No.001/A.1/KP/UPT-BLUD.PKM.STG/I/2018 tentang Jenis-jenis
pelayanan yang tersedia di UPT-BLUD Puskesmas Santong
4.Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1501/MENKES/PER/X/2010 Tahun 2010 Tentang Jenis Penyakit Menular
Tertentu Yang Dapat Menimbulkan Wabah Dan Upaya Penanggulangan
5.Prosedur 1. Alat : Stetoskop, tensimeter, thermometer, senter, botol sampel, larvasida,
torniquiet, ovitrap
2. Bahan :
 Buku pedoman penatalaksanaan kasus DBD
 Surat tugas
 Formulir PE DBD
 Formulir W1 dan W2
 Buku register DBD
6.Langkah-langkah 1. Petugas menerima laporan dari pelapor tentang adanya kasus DBD
2. Petugas menyiapkan alat dan bahan pemeriksaan termasuk surat tugas
3. Petugas mendatangi lokasi penderita
4. Petugas melalukan anamnesa dan pemeriksaan fisik penderita bila perlu
dilakukan Rumple leed
5. Petugas memeriksa jentik dan kasus panas lain di rumah penderita dan
pada 20 rumah sekitar rumah penderita dengan radius 100 meter serta
melakukan larvasidasi (bila perlu)
6. Petugas mengisi formulir penyelidikan epidemiologi DBD, formulir W1
dan W2
7. Petugas melapor ke Dinas Kesehatan dengan menyertakan formulir PE
DBD, formulir W1 dan W2 serta hasil pemeriksaan laboratorium darah
penderita (bila ada)
8. Pasien kasus panas lain dirujuk ke puskesmas dan atau rumah sakit
untuk penanggulangan lebih lanjut
9. Petugas melakukan koordinasi lintas sektor untuk rencana tindak lanjut
penanganan kasus DBD
10. Rencana tindak lanjut dapat berupa penyuluhan, PSN, dan atau
pengasapan/fogging
11. Data pasien dicatat dalam register DBD
12. Dilakukan dalam kurun waktu 1x24 jam setelah laporan diterima
7.Diagram Alir
Petugas menerima Petugas menyiapkan alat pemeriksaan, bahan
laporan pemeriksaan, dan surat tugas

Petugas
Petugas Petugas melalukan anamnesa mendatangi
memeriksa jentik dan pemeriksaan fisik lokasi
dan kasus panas penderita penderita
lain di rumah
penderita dan
pada 20 rumah
sekitar rumah
penderita dengan Petugas mengisi formulir
radius 100 meter penyelidikan epidemiologi
DBD, formulir W1 dan W2

Data pasien dicatat dalam


register DBD

8.Unit terkait
Lintas Program (promkes dan kesling)

2/2