Anda di halaman 1dari 2

15030224016_Rahayu Yudia Mufida_Fisika Terapan 10

Pipa Organa terbuka dan tertutup


Jika pipa organa ditiup, maka udara-udara dalam pipa akan bergetar sehingga
menghasilkan bunyi. Gelombang yang terjadi merupakan gelombang longitudinal. Kolom udara
dapat beresonansi, artinya dapat bergetar. Kenyataan ini digunakan pada alat musik yang
dinamakan Organa, baik organa dengan pipa tertutup maupun pipa terbuka. Pola gelombang
untuk nada dasar ditunjukkan pada Gambar 1.1. Panjang kolom udara (pipa) sama dengan ½
(jarak antara perut berdekatan). Jika ujung pipa organa tertutup, maka pipa organa itu
disebut pipa organa tertutup. Pada ujung pipa tertutup, udara tidak bebas bergerak, sehingga
pada ujung pipa selalu terjadi simpul. Tiga keadaan resonansi di dalam pipa organa tertutup
ditunjukkan pada Gambar 1.2.

Gambar: 1.1. Organa Terbuka Gambar 1.2. Organa Tertutup


λ1 v
Pada pipa organa tertutup L = atau λ1= 2L. Dan frekuensi nada dasar adalah f1 = =
2 λ1
v
. Pada resonansi berikutnya dengan panjang gelombang λ2 disebut nada atas
2L
pertama, ditunjukkan pada Gambar 1.1 b. Ini terjadi dengan menyisipkan sebuah simpul,
sehingga terjadi 3 perut dan 2 simpul. Panjang pipa sama dengan λ2. Dengan demikian, L =
λ2atau λ2 = L. Tampaknya persamaan frekuensi untuk pipa organa terbuka sama dengan
persamaan frekuensi untuk tali yang terikat kedua ujungnya. Oleh karena itu, persamaan umum
frekuensi alami atau frekuensi resonansi pipa organa harus sama dengan persamaan umum untuk
v
tali yang terikat kedua ujungnya, yaitu 𝑓𝑛 = 𝑛𝑓1 = 𝑛 2L. Dengan v = cepat rambat bunyi dalam
kolom udara dan n = 1, 2, 3. Jadi, pada pipa organa terbuka semua harmonik (ganjil dan genap)
muncul, dan frekuensi harmonik merupakan kelipatan bulat dari harmonik kesatunya. Flute dan
rekorder adalah contoh instrumen yang berprilaku seperti pipa organa terbuka dengan semua
harmonik muncul.

Pola gelombang untuk nada dasar pipa organa tertutup ditunjukkan pada gambar 1.2 a,
yaitu terjadi 1 perut dan 1 simpul. Panjang pipa sama dengan ¼ (jarak antara simpul dan perut
λ2 v
berdekatan). Dengan demikian, 𝐿 = 4 atau λ1 = 4L, dan frekuensi nada dasar adalah 𝑓1 = λ1 =
v
. Pola resonansi berikutnya dengan panjang gelombang λ3 disebut nada atas pertama,
4L
ditunjukkan pada gambar 1.2 b. Ini terjadi dengan menyisipkan sebuah simpul, sehingga terjadi 2
3 3 4L
perut dan 2 simpul. Panjang simpul sama dengan 4 λ3 . Dengan demikian, 𝐿 = 4 λ3 atau λ3 = 3 .
Tampak bahwa pada kasus pipa organa tertutup hanya harmonik-harmonik ganjil yang muncul.
Harmonik kesatu, f1, harmonik ketiga f3 = 3f1, harmonik kelima f5 = 5f1, dan seterusnya. Secara
v
umum, frekuensi-frekuensi alami pipa organa tertutup ini dinyatakan oleh : 𝑓𝑛 = 𝑛𝑓1 = 𝑛 4𝐿 ,
n = 1,3,5. Alat musik yang termasuk keluarga klarinet merupakan contoh pipa organa tertutup
dengan harmonik ganjil untuk nada-nada rendah.

http://fisikon.com/kelas3/index.php?option=com_content&view=article&id=89:pipa-organa-
terbuka&catid=13:gelombang-bunyi&Itemid=140