Anda di halaman 1dari 13

Pemeriksaan Tigliserida Dalam Serum

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seperti yang telah diketahui bahwa tubuh memiliki beberapa lemak,
di antaranya adalah trigliserida. Lemak ini sangat penting untuk
keberlangsungan hidup dan merupakan bentuk utama dari lemak.
Trigliserida juga terkadang dikenal sebagai lipid. Trigliserida terbentuk
dari kalori yang tidak terpakai dan disimpan pada sel lemak.
Lemak ini terbentuk dari produk akhir dari hasil pencernaan
makanan. Beberapa diproduksi dari sumber energi, seperti karbohidrat.
Trigliserida digunakan tubuh ketika dalam jeda waktu makan dan saat
membutuhkan energi lebih. Hormon di tubuh akan melepaskan lemak
ini, sehingga berkurang lagi kalori yang tidak terpakai. Jadi, jika kurang
berolahraga dan lebih banyak makan, maka mungkin seseorang
memiliki jumlah trigliserida yang tinggi.
Trigliserida merupakan jenis lemak darah yang sebenarnya
digunakan untuk memberikan energi. Namun, jika kadarnya terlalu
tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Apabila
orang dengan trigliserida yang tinggi biasanya memiliki nilai LDL
(kolesterol jahat) yang tinggi dan nilai HDL (kolesterol baik) yang rendah
dan nilai kolesterol total yang tinggi. Jika kadar trigliserida meningkat,
maka kadar kolesterol pun akan meningkat.
1.2 Maksud Praktikum
Adapun maksud dari praktikum ini yaitu untuk menghitung kadar
trigliserida yang ada dalam serum.
1.3 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan praktikum kali ini adalah untuk menentukan
konsentrasi atau kadar trigliserida dalam serum yang merupakan salah
satu penyebab penyakit-penyakit arteri dengan mengukur
absorbansinya pada spektrofotometer pada panjang gelombang 546
nm.

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN MUH. RIFQI IRSYAQ, S.Farm.,Apt


15020150250
Pemeriksaan Tigliserida Dalam Serum

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori Umum


Dewasa ini kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
semakin meningkat, sehingga mendorong masyarakat yang memiliki
sejumlah gangguan penyakit metabolik cenderung lebih selektif dalam
memilih bahan makanan, khususnya bahan makanan dengan
kandungan rendah lemak seperti kolesterol dan trigliserida. Bahan
makanan yang mengandung trigliserida tinggi merupakan bahan
makanan yang kurang baik karena dapat menyebabkan berbagai
penyakit, contohnya seperti stroke dan jantung koroner. Hal ini
disebabkan karena trigliserida dapat menyebabkan gejala pankreatis,
pembesaran hati dan meningkatkan konsentrasi Very Low Density
Lipoprotein (VLDL) yang kemudian akan meningkatkan resiko
artherosklerosis (penyempitan pembuluh darah) (Yulfikar, 2015 h. 147)
Trigliserida merupakan penyimpanan lipid yang utama didalam
jaringan adipose, bentuk lipid ini akan terlepas setelah terjadi hidrolisis
oleh enzim lipase yang sensitif - hormon menjadi asam lemak bebas
dan gliserol. Asam lemak bebas akan terait pada albumin serum dan
untuk pengangkutannya ke jaringan, tempat asam lemak tersebut
dipakai sebagai sumber bahan bakar yang penting (Anggara, 2016 h.
2).
Lipoprotein adalah partikel kecil yang komposisinya serupa
kilomikron. Lipoprotein terutama disintesis dihati. Lipoprotein terbagi
menjadi 3 kelas sesuai densitasnya (Sloane, 2003 h. 104) :
a. VLDL (Very Low Density Lipoprotein) mengandung kurang lebih 60%
trigliserida dan 15% kolesterol dan memiliki massa terkecil. VLDL
mentranspor trigliserida dan kolesterol menjauhi hati menuju jaringan
untuk disimpan atau digunakan.
b. LDL (Low Density Lipoprotein) mengandung hampir 50% kolesterol
dan 60% sampai 70% kolesterol plasma yang disimpan dalam

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN MUH. RIFQI IRSYAQ, S.Farm.,Apt


15020150250
Pemeriksaan Tigliserida Dalam Serum

jaringan adiposa dan otot polos. Konsentrasi LDL tinggi dalam darah
dihubungkan dengan insidensi tinggi penyakit jantung koroner.
c. HDL (High Density Lipoprotein) mengandung 20% kolesterol, kurang
dari 5% trigliserida, dan 50% protein dari berat molekulnya. HDL
penting dalam pembersihan trigliserida dan kolesterol dari plasma
karena HDL membawa kolesterol kembali ke hati untuk proses
metabolisme bukan untuk disimpan dalam jaringan lain. Konsentrasi
HDL tinggi dalam darah dihubungkan dengan insidensi tinggi
penyakit jantung koroner.
Lemak yang masuk ke dalam tubuh bersama makanan akan diubah
menjadi kolesterol, trigiserida, fosfolipid dan asam lemak bebas.
Pengubahan ini terjadi pada saat proses pencernaan di dalam usus.
Keempat unsur lemak tersebut diserap dalam usus dan masuk kedalam
darah. Kolesterol dan unsur lemak lain tidak larut dalam darah. Supaya
kolesterol dan lemak yang lain (trigliserida dan fosspolipid) dapat
diangkut dalam darah, maka mereka harus saling mengikat diri.
Tujuannya untuk membentuk senyawa yang larut. Kilomikron
merupakan lipoprotein yang bertugas untuk mengangkut lemak menuju
hati, sampai di dlam hati unsur lemak yang saling berikatan akan diubah
kembah sehingga tidak saling mengikat lagi. Terbentuknya asam lemak
dalam proses itu akan disimpan sebagai sumber energi. Jika
kandungan kolesterol tidak memadai, maka akan diproduksi oleh sel
hati. Hasil produksi sel hati ini yang akan dibawa oleh lipoprotein ke
jaringan tubuh yang memerlukannya, seperti sel otot jantung dan otak.
Apabila kandungan kolesterol yang dibawa oleh lipoprotein terlalu
banyak ke jaringan tubuh, maka akan diangkat kembali ke hati. Sampai
di hati diubah kembali atau diuraikan dan dibuang ke kandungan
empedu sebagai cairan empedu (Nurrahmani, 2012).
Hasil dari deplesi trigiserida menghasilkan sisa yang disebut
lipoprotein berdensitas menengah (IDL). Beberapa partikel IDL

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN MUH. RIFQI IRSYAQ, S.Farm.,Apt


15020150250
Pemeriksaan Tigliserida Dalam Serum

mengalami endositosis secara langsung oleh hati.IDL yang selebihnya


dikonveksi menjadi LDL dengan menghilangkan trigliserida lebih lanjut
yang diperantarai oleh lipase hati.Proses tersebut dapat menjelaskan
tentang fenomena klinis “pergeseran beta (beta shift)”, peningkatan
LDL (lipoprotein beta) dalam serum ketika kondisi hipertrigliseridamik
menurun. Peningkatan kadar LDL dalam plasma dapat disebabkan dari
peningkatan sekresi precursor VLDL dan juga dari penurunan
ketabolisme LDL (Katzung, 2012).
IDL (intermediate density lipoprotein) ini kurang mengandung
trigliserida (30%), lebih banyak kolesterol (20%) dan relative lebih
banyak mengandung apoprotein B dan E. IDL adalah zat perantara
yang terjadi sewaktu VLDL dikatabolisme menjadi LDL, tidak terdapat
dalam kadar yang besar kecuali bila terjadi hambatan konversi lebih
lanjut. Bila terdapat dalam jumlah banyak IDL akan terlihat sebagai
kekeruhan pada plasma yang didinginkan meskipun ultra sentrifugasi
perlu dilakukan untuk memastikan adanya IDL (Gunawan, 2009).
Lipid plasma yang utama yaitu kolesterol, trigliserida, fosfolipid
dan asam lemak bebas tidak larut dalam cairan plasma. Agar lipid
plasma dapat diangkut dalam sirkulasi, maka susunan molekul lipid
tersbut perlu dimodifikasi, yaitu dalam bentuk lipoprotein yang bersifat
larut dalam air (Gunawan, 2009).
Kolesterol terbentuk secara alamiah. Dari segi ilmu kimia,
kolesterolmerupakan senyawa lemak kompleks yang dihasilkan oleh
tubuh dengan bermacam-macam fungsi, antara lain untuk membuat
hormon seks,hormon korteks adrenal, vitamin D, dan untuk membuat
garam empeduyang membantu usus untuk menyerap lemak. Jadi, bila
takarannya pasatau normal, kolesterol adalah lemak yang berperan
penting dalam tubuh. Namun, jika terlalu banyak, kolesterol dalam
aliran darah justru berbahaya bagi tubuh (Nilawati, 2008).

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN MUH. RIFQI IRSYAQ, S.Farm.,Apt


15020150250
Pemeriksaan Tigliserida Dalam Serum

2.2 Uraian Sampel

Serum darah atau plasma darah terdiri atas (Sofjan, 2016, h. 3).
- Air : 91 %
- Protein : 8 % ( albumin,globulin,protrombin dan fibrinogen)
- Mineral : 0,9 % ( natrium klorida,natrium bikarbonat, garam
kalsium,fosfor, magnesium dan besi )
- Bahan organik : 0,1 % (glukosa, asam amino, kolesterol, hormon,
enzim, gas oksigen dan karbon dioksida dan sel darah)
2.3 Uraian Bahan
1. Air suling (Ditjen POM 1979, h. 96)
Nama : Aqua destillata
Pemerian : Cairan jernih; tidak berwarna; tidak berbau;
tidak mempunyai rasa.
Rumus molekul : H2O
Rumus struktur :

2.2 Prosedur Kerja (Anonim, 2018)

1. Penyiapan Serum
a. Disiapkan alat dan bahan.
b. Dimasukkan darah ke dalam tabung sentrifuge.
c. Disentrifuge selama 20 menit pada kecepatan 3000 rpm.
d. Diambil serum darah.
e. Dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
2. Pengukuran absorban blanko
a. Disiapkan alat dan bahan.
b. Dipipet 30 µL aquadest ke dalam kuvet.
c. Ditambahkan 3000 µL regean RGT.
d. Diinkubasi pada suhu 250C selama 20 menit.

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN MUH. RIFQI IRSYAQ, S.Farm.,Apt


15020150250
Pemeriksaan Tigliserida Dalam Serum

e. Diukur absorban spektrofotometer dengan panjang gelombang


546 nm.
3. Pengukuran absorban standar
a. Disiapkan alat dan bahan.
b. Dipet 30 µL larutan standar ke dalam kuvet.
c. Ditambahkan 3000 µL regean RGT.
d. Diinkubasi pada suhu 250C selama 20 menit.
e. Diukur absorban spektrofotometer dengan panjang gelombang
546 nm.
4. Pengukuran absorban sampel
a. Disiapkan alat dan bahan.
b. Dipipet 30 µL serum darah ke dalam kuvet.
c. Ditambahkan 3000 µL regean RGT. Diinkubasi pada suhu
250C selama 20 menit.
d. Diukur absorban spektrofotometer dengan panjang gelombang
546 nm.

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN MUH. RIFQI IRSYAQ, S.Farm.,Apt


15020150250
Pemeriksaan Tigliserida Dalam Serum

BAB 3 METODE KERJA


3.1 Alat Praktikum
Adapun alat yang digunakan adalah mikropipet, tabung
sentrifuge, tabung reaksi, sentrifuge, dan spektrofotometer.
3.2 Bahan Praktikum
Adapun bahan yang digunakan adalah mata mikropipet,
aquadest, darah, reagen RGT (Reagent Gliserol Trigliserida).
3.3 Cara Kerja
a. Penyiapan Serum
Disiapkan alat dan bahan. Dimasukkan darah ke dalam tabung
sentrifuge. Disentrifuge selama ± 30 menit pada kecepatan 6000
rpm. Diambil serum. Dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
b. Pengukuran Absorban Blangko
Disiapkan alat dan bahan. Dipipet 30 µL aquadest ke dalam kuvet.
Ditambahkan 3000 µL reagen RGT. Diinkubasi pada suhu 250C
selama 20 menit. Diukur absorban pada spektrofotometer dengan
panjang gelombang 546 nm.
c. Pengukuran Absorban Standar
Disiapkan alat dan bahan. Dipipet 30 µL larutan standar ke dalam
kuvet. Ditambahkan 3000 µL reagen RGT. Diinkubasi pada suhu
250C selama 20 menit. Diukur absorban pada spektrofotometer
dengan panjang gelombang 546 nm.
d. Pengukuran Absorban Sampel
Disiapkan alat dan bahan. Dipipet 30 µL serum ke dalam kuvet.
Ditambahkan 3000 µL reagen RGT. Diinkubasi pada suhu 250C
selama 20 menit. Diukur absorban pada spektrofotometer dengan
panjang gelombang 546 nm.

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN MUH. RIFQI IRSYAQ, S.Farm.,Apt


15020150250
Pemeriksaan Tigliserida Dalam Serum

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil
No. Klp Asampel Astandar Konsentrasi Nilai TG Nilai normal
standar TG
1 I - - Pria : 40-60
2 II 0,105 318,182 mg/dL
mg/dL Wanita : 35-
3 III 0,069 0,066 200 mg/dL 209,09 135 mg/dL
mg/dL (Kemenkes,
4 IV 0,151 457,57 2011)
mg/dL

4.2 Pembahasan
Trigliserida adalah lemak darah yang dibawa oleh serum
lipoprotein. Trigliserida adalah adalah penyebab utama penyakit-
penyakit arteri dan biasanya dibandingkan dengan kolesterol dengan
menggunakan lipoprotein. Bila terjadi peningkatan trigliserida maka
juga peningkatan VLDL, yang menyebbkan hiperlipoproteinemia.
Pada praktikum kali ini, sampel darah ditampung dalam tabung
sentrifugasi dan kemudian disentrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm
selama 30 menit karena waktu dan kecepatan yang optimum dalam
memisahkan antara plasma darah dan serumnya optimal dilakukan
selama 30 menit. Adapun prinsip dari sentrifugasi yaitu dengan
memisahkan serum dan plasma berdasarkan berat jenis. Plasma
berwarna lebih merah tua pekat, sehingga akan berada pada bagian
bawah tabung karena BJ nya besar, sedangkan serum yang berwarna
merah bening karena BJ nya kecil sehingga akan berada pada bagian
atas tabung.
Digunakan juga larutan blanko berupa aquades karena tidak
memililiki daya absorbansi (tidak mempengaruhi hasil pengukuran)

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN MUH. RIFQI IRSYAQ, S.Farm.,Apt


15020150250
Pemeriksaan Tigliserida Dalam Serum

sehingga jika kita mengukur sampel, hanya kadar trigliserida yang


dapat terukur. Adapun larutan standar digunakan sebagi pembanding
bagi sampel. Sampel diinkubasi selama 20 menit karena untuk
mendapatkan reagen dan sampel bereaksi optimal karena reaksi yang
terjadi merupakan reaksi enzimatis yang berjalan lambat. Pengukuran
aktivitas serum dilakukan dengan spektrofotometer UV-Vis pada
panjang gelombang 546 nm karena pada panjang gelombang didapat
daya absorbansi optimal.
Dari hasil percobaan yang diperoleh dari kadar trigliserida
kelompok 2 yaitu 318,182 mg/dL, pada kelompok 3 nilai trigliserida yaitu
209,09 mg/dL dan nilai trigliserida kelompok 4 yaitu 457,57 mg/dL.

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN MUH. RIFQI IRSYAQ, S.Farm.,Apt


15020150250
Pemeriksaan Tigliserida Dalam Serum

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
Berdsarkan hasil percobaan yang diperoleh yaitu nilai trigliserida
kelompok 2 yaitu 318,182 mg/dL, pada kelompok 3 nilai trigliserida yaitu
209,09 mg/dL dan nilai trigliserida kelompok 4 yaitu 457,57 mg/dL. Dari
kadar trigliserida yang diperoleh pada percobaan tersebut dinyatakan
semua data tidak memenuhi syarat karena range standarnya yaitu pada
wanita 35-135 mg/dL.
5.2 Saran
Diharapkan agar laboratorium melengkapi bahan yang akan
dipraktikumkan.

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN MUH. RIFQI IRSYAQ, S.Farm.,Apt


15020150250
Pemeriksaan Tigliserida Dalam Serum

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2018. Penuntun analisis Farmasi. Tim dosen kimia farmasi UMI :
Makassar.

Anggara. 2016. Gambaran kadar lipid trigliserida pada pasien usia produktif
di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Jurnal e-
Biomedik. Vol 4 (2).

Gunawan, G., sulistia., 2009, Farmakologi dan Terapi, FK UI : Jakarta.

Katzung, G.B., 2012, Farmakologi Dasar dan Klinik, Salemba


Medika:Jakarta.

Nilawati, S., 2008. Care Yourself Kolesterol, Penerbit: Penebar Plus


Jakarta.

Nurrahmani, U., 2012. Stop! Kolesterol Tinggi. Yogyakarta: Familia.

Sloane, Ethel, 2003, Anatomi Dan Fisiologi Untuk Pemula, EGC Penerbit
Buku Kedokteran, Jakarta.

Yulfikar. 2015. KADAR KOLESTEROL DAN TRIGLISERIDA DALAM


DARAH ITIK RAMBON JANTAN YANG DIBERI TEPUNG DAUN
SALAM. Jurnal Ilmiah Peternakan (1).

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN MUH. RIFQI IRSYAQ, S.Farm.,Apt


15020150250
Pemeriksaan Tigliserida Dalam Serum

LAMPIRAN GAMBAR

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN MUH. RIFQI IRSYAQ, S.Farm.,Apt


15020150250
Pemeriksaan Tigliserida Dalam Serum

LAMPIRAN
A. Perhitungan
1. Kelompok 2
0,105
Trigliserida = x 200 mg/dL = 318,182 mg/dL
0,066
2. Kelompok 3
0,069
Trigliserida = x 200 mg/dL = 209,09 mg/dL
0,066
3. Kelompok 4
0,151
Trigliserida = x 200 mg/dL = 457,57 mg/dL
0,066

DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN MUH. RIFQI IRSYAQ, S.Farm.,Apt


15020150250