Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan
izin dari-Nyalah Kami dapat menyelesaikan makalah kami ini yang berjudul
“Pengaruh Pemberian Ransum yang Mengandung Ampas Tebu Hasil Biokonversi
oleh Jamur Tiram Putih (Plearotus ostreatas) terhadap Bobot Badan Domba
Priangan.

Dalam makalah ini, kami berusaha menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
dan juga formal. Hal ini bertujuan agar isi dari makalah ini dapat menjadi sumber
pengetahuan bagi masyarakat.

Semoga isi dari makalah ini dapat dijadikan bagi penambah pengetahuan
pembacanya. Sebelum melangkah ke isi makalah ini kami sebagai penyusun
memohon maaf apabila dalam makalah ini terdapat kesalahan, karena kami juga
adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Oleh karena itu, apabila
terdapat kesalahan dalam penyusunan makalah ini, kami mohon kritik dan saran dari
pembaca.

Kendari, 11 Juni 2011

Penyusun
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ......................................................................................... 1


Daftar Isi .................................................................................................... 2
Bab I Pendahuluan ................................................................................... 3
1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 4
1.3 Tujuan dan Manfaat............................................................................... 4
Bab II Metode Penelitian...........................................................................5
2.1 Alat dan Bahan ...................................................................................... 5
Bab III Pembahasan........................................................................... 7
Bab IV Penutup ………............................................................................. 9
3.1 Kesimpulan ........................................................................................... 9
3.2 Saran ......................................................................................................9
Daftar Pustaka .......................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Masalah yang sering dihadapi oleh para peternak domba Priangan dalam
meningkatkan bobot badan ternaknya adalah terbatasnya hijauan, terutama di musim
kemarau sedangkan di musim hujan melimpah. Keadaan seperti ini menyebabkan
kesinambungan bobot badan domba Priangan menjadi terganggu, sekaligus
merugikan bagi para peternak.
Persaingan penggunaan lahan untuk tanaman pangan, perkebunan,
perumahan dan industri semakin ketat. Keadaan demikian menyebabkan terpuruknya
subsektor peternakan yang diakibatkan semakin terbatasnya lahan untuk produksi
hijauan. Oleh karena itu, perlu adanya paradigma baru di bidang peternakan terutama
mengenai upaya penyediaan hijauan makanan temak. Para peternak hendaknya tidak
lagi tergantung pada hijauan konvensional seperti rumput yang diproduksi dari kebun
budidaya, karena nilai investasi untuk tanah sangatlah besar, tetapi hendaknya dapat
memanfaatkan sumber pakan lain yang ada di sekitar petemak. Salah satu alternatif
yang dapat dilakukan untuk menyediakan pakan yang memadai sebagai pengganti
hijauan konvensional yaitu dengan memanfaatkan limbah perkebunan seperti ampas
tebu (bagasse). Ampas tebu merupakan limbah yang sangat potensial untuk
dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Akan tetapi nilai kecernaan ampas tebu yang
belum diolah sangat rendah yaitu 16,8-22,29% (SouoNo, 1988), hal ini karena
tingginya kadar lignin dalam ampas tebu. Selain itu, palatabilitas ampas tebu
sangatlah rendah. Hal ini disebabkan oleh tekstur dari ampas tebu yang kasar
sehingga ternak tidak mau mengkonsumsinya dalam keadaan segar. Perlu upaya
untuk meningkatkan kualitas ampas tebu melalui teknologi biokonversi. Proses
biokonversi dapat meningkatkan nilai gizi, tidak berbahaya, tidak menyebabkan
polusi dan biaya relatif murah. Pakan hasil fermentasi dapat meningkatkan protein,
lebih palatable dan daya simpannya lebih lama. Jamur Tiram Putih (Pleurotus
ostreatus) termasuk jamur pembusuk putih yang mampu mendegradasi lignin dan
dapat meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik jerami padi. Dengan
demikian, proses fermentasi dengan jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus)
diharapkan dapat meningkatkan kualitas nutrisi ampas tebu. TeRvlnt (1999)
melaporkan bahwa ampas tebu hasil biokonversi dengan jamur Tiram Putih
(Pleurotus ostreatus) mengandung kualitas nutrisi yang lebih baik, dimana kadar
serat kasar dan lignin ampas tebu menjadi lebih rendah.

1.2 Rumusan Masalah


Untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum yang mengandung ampas
tebu hasil biokonversi oleh jamur tiram putih terhadap bobot badan domba priangan.

1.3 Tujuan dan Manfaat

1.3.1 Tujuan

Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah maka tujuan dari pembuatan
makalah ini adalah untuk mengetahui persentase pemberian ransum yang
mengandung ampas tebu hasil biokonversi oleh jamur tiram terhadap bobot badan
domba priangan.

1.3.2 Manfaat

1. Dengan adanya makalah ini di harapkan dapat memberikan informasi kepada


para peternak domba priangan dalam meningkatkan bobot badan ternak
domba mereka.
2. Sebagai bahan bacaan untuk mengetahui aplikasi dalam kehidupan sehari-
hari tentang Rancangan Acak Lengkap (RAL)
BAB II
METODE PENELITIAN

Penelitian ini di laksanakan di laboratorium Fakultas Peternakan di Universitas


Padjajaran, Jatinangor, Bandung. Penelitian ini di lakukan dengan cara uji biologis
penggunaan ampas tebu hasil biokonversi terhadap 25 ekor domba Priangan dengan
bobot hidup rata-rata 18,99 ± 0,22 kg. Temak percobaan dipelihara dalam kandang
individual dengan ukuran panjang 130 cm, lebar 60 cm, tinggi 90 cm, dan tinggi
dasar kandang 40 cm. Alas kandang terbuat dari bilahan bambu dengan jarak antar
bambu sekitar 2-3 cm. Palaka berbentuk prisma terbalik terbuat dari papan dengan
ukuran panjang 60 cm, lebar dasar 40 cm, lebar atas 60 cm dan tinggi 35 cm. Palaka
dilapisi plastik untuk menghindari adanya pakan yang masuk ke dalam selasela
papan atau terbuang.Ternak percobaan dipelihara dalam kandang individual selarna 3
bulan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5
perlakuan yang diberikan yaitu antara lain ; R0= Rumput Raja70% + konsentrat 30%,
R1= Rumput Raja 59,50% + ATB l0,10% + konsentrat 30%, R2= Rumput Raja
49,00% + ATB 2l,l0% + Konsentrat 30%, R3= Rumput Raja 38,50% + ATB 3l,50% +
konsentrat 30%, dan R4= Rumput Raja 28,00% + ATB 42,00% + Konsentrat 30%,
dengan ulangan sebanyak 5 kali sehingga terdapat 25 unit percobaan.
2.1 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan yaitu :
 Ember plastik kapasitas 2 liter
 Keranjang rumput
 Timbangan pegas kapasitas 50 kg dengan kepekaan 0,1 kg,
 Timbangan mekanis (merk Ohaus seri 700) kapasitas 2610 g dengan
kepekaan 0,001g
 Kantung penampung feses.
Bahan yang digunakan yaitu :
 Rumput Raja (Pennisetum purpuphoides) dengan umur ± 35 hari,
 Ampas tebu hasil biokonversi jamur Tiram Putih (ATB)
 konsentrat yang terdiri atas dedak, bungkil kelapa,bungkil kedelai dan
jagung.
BAB III

PEMBAHASAN

 Tabel 1. Kandungan ATB atau ampas tebu hasil biokonversi jamur tiram
putih yang di biokonversi selama 40 hari dalam tiap-tiap ransum
percobaan.
Ransum Percobaan
No Bahan Pakan
R0 R1 R2 R3 R4
1 ATB 0,00 10,50 21,00 31,50 42,00

 Tabel 2. Data hasil percobaan pertambahan bobot badan harian domba


Priangan setelah diberikan ransum yang mengandung ampas tebu hasil
biokonversi jamur tiram putih

Ransum Percobaan
Ulangan
R0 R1 R2 R3 R4
1 691.94 705.64 705.52 709.71 722.62
2 585.29 702.93 717.53 713.53 719.22
3 721.83 551.14 697.18 723.98 704.89
4 680.72 663.59 718.37 720.81 717.42
5 708. 1 9 674.72 677.80 639.57 729.24
Rata-rata 677,59 659,604 699,680 701,520 718,678

Berdasarkan tabel 2 di atas menunjukkan bahwa perlakuan dengan


penambahan ATB pada pakan domba priangan mempunyai pengaruh terhadap
pertambahan bobot harian. Hal ini dapat ditunjukkan oleh adanya perbedaan tingkat
pertambahan rata-rata bobot badan domba priangan antara perlakuan dan control.
Perlakuan R0 di gunakan sebagai kontrol dengan rata-rata 677,59. Perlakuan R1
yaitu pemberian ransum pada tingkat 10,50% dengan komposisi rumput raja 59,50%
+ ATB l0,10% + konsentrat 30% terjadi penurunan bobot badan domba priangan
secara rata-rata bila dibandingkan dengan perlakuan kontrol yaitu sebesar 659,604.
Perlakuan R2 yaitu pemberian ransum pada tingkat 21,00 dengan komposisi rumput
raja 49,00% + ATB 2l,l0% + konsentrat 30% mengalami peningkatan bobot badan
domba priangan secara rata-rata yaitu sebesar 699,680. Perlakuan R3 yaitu
pemberian ransum pada tingkat 31,50% dengan komposisi rumput raja 38,50% +
ATB 3l,50% + konsentrat 30% mengalami peningkatan bobot badan domba priangan
secara rata-rata yaitu sebesar 701,520, dan perlakuan R4 yaitu pemberian ransum
pada tingkat 42,00% dengan komposisi Rumput Raja 28,00% + ATB 42,00% +
Konsentrat 30% mengalami peningkatan bobot badan domba priangan secara rata-
rata yaitu sebesar 718,678.
Pada pembahasan di atas terlihat bahwa penurunan bobot badan rata-rata
domba priangan terjadi pada pemberian ransum pada tingkat 10,50% dengan
komposisi ransum antara lain rumput raja 59,50% + ATB l0,10% + konsentrat 30%.

 Model Linier Aditifnya yaitu

Y ij =μ+τ i + ε ij

Keterangan : Y ij adalah pengamatan pada pemberian ransum ke-i dan ulangan ke-i
μ adalah rataan umum
τi adalah pengaruh pemberian ransum ke-i
ε ij adalah pengaruh acak pada pemberian ransum ke-i ulangan ke-j

 Tabel ANOVA dengan menggunakan minitab.14

One-way ANOVA: Bobot Badan versus P_Ransum


Source DF SS MS F P
P_Ransum 4 10933 2733 1.61 0.211
Error 20 34001 1700
Total 24 44933

S = 41.23 R-Sq = 24.33% R-Sq(adj) = 9.20%

Individual 95% CIs For Mean Based on


Pooled StDev
Level N Mean StDev ---+---------+---------+---------+------
1 5 677.59 53.92 (----------*----------)
2 5 659.60 63.26 (----------*----------)
3 5 703.28 16.75 (----------*----------)
4 5 701.52 35.09 (----------*----------)
5 5 718.68 8.93 (----------*----------)
---+---------+---------+---------+------
630 665 700 735

Pooled StDev = 41.23

Hipotesis :
H 0 :τ 1=τ 2=τ 3 =τ 4 =τ 5 =0 (Rata-rata pemberian ransum yang berbeda tingkat
komposisi ATB terhadap bobot badan domba priangan adalah sama).

H1: sekurang – kurangnya ada satu τ1 ≠ 0 (sekurang-kurangnya ada satu


pemberian ransum yang berbeda tingkat komposisi ATB yang rata-ratanya
tidak sama terhadap bobot badan domba priangan ).

Kriteria Uji :

Fhitung > Ftabel : H0 ditolak atau P-value < α : H0 ditolak.


Fhitung < Ftabel : H0 diterima P-value > α : H0 diterima.

Berdasarkan hasil output tabel ANOVA di atas dapat diketahui bahwa nilai
derajat bebas perlakuan (df) = 4, nilai jumlah kuadrat perlakuan (Sum of Square) =
10933, nilai kuadrat tengah perlakuan (Mean of Square) = 2733, nilai Fhitung = 1,61,
nilai P-value = 0,211. Nilai derajat bebas error/galat (df) = 20, nilai jumlah kuadrat
galat = 34001, nilai kuadrat tengah galat = 1700. Kemudian nilai derajat bebas
totalnya = 24, nilai jumlah kuadrat total = 44933. Nilai Ftabel (0,95;4;20) = 2,87.
Karena nilai F-hitung (1,61) < F-tabel (2,87) atau kita menggunakan
perbandingan P-value dengan α . Nilai P-value (0,211) > α (0,05) maka H0 diterima.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa rata-rata pemberian ransum yang berbeda tingkat
komposisi ATB terhadap bobot badan domba priangan adalah sama.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
a. Pemberian ransum pada tinggkat 10,50% mengalami penurunan bobot badan
domba priangan secara rata-rata.
b. Rata-rata pemberian ransum pada komposisi pemberian ATB yang berbeda-
beda terhadap bobot badan domba priangan adalah sama
3.2 Saran
Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang penggunaan ampas tebu hasil
biokonversi oleh jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) dalam ransum untuk
meningkatkan bobot badan domba priangan.
DAFTAR PUSTAKA

A.R. TARMIDI. 2004. Pengaruh Pemberian Ransum yang Mengandung Ampas


Tebu Hasil Biokonversi oleh Jamur Tiram Putih (Plearotus ostreatas) terhadap
Bobot Badan Domba Priangan. JITV .
Tugas Makalah

RANCANGAN PERCOBAAN
” Pengaruh Pemberian Ransum yang Mengandung Ampas Tebu Hasil Biokonversi
oleh Jamur Tiram Putih (Plearotus ostreatas) terhadap Bobot Badan Domba
Priangan“

OLEH :

IDHAM HALIB
F3A2 08 042

PROGRAM STUDI D-III STATISTIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2011